PENDAHULUAN
S
alah sat u ragam sosial yang bert alian dengan pokok bahasan modul ini adalah ragam bahasa Indonesia. Ragam ini diperoleh melalui pendidikan f ormal di sekolah. Karena it u, ragam ini lazim j uga disebut ragam bahasa (Indonesia) sekolah. Ragam ini j uga disebut ragam (bahasa) t inggi. Dalam kait an ini pat ut dicat at bahwa bahasa Melayu yang diikrarkan sebagai bahasa Indonesia pada t anggal 28 Okt ober 1928 t ent ulah ragam bahasa Melayu Tinggi pada wakt u it u. Ragam bahasa kaum t erpelaj ar it u biasanya dianggap sebagai t olok unt uk pemakaian bahasa yang benar. Oleh karena it ulah maka ragam bahasa sekolah it u disebut j uga (ragam) bahasa baku (lihat Alwi et al. 1993). Mengingat ragam bahasa baku it u digunakan unt uk keperluan berbagai bidang kehidupan yang pent ing, sepert i penyelenggaraan negara dan pemer int ahan, penyusunan undang-undang, per si dangan di pengadi lan, persidangan di DPR dan MPR, penyiaran berit a melalui media elekt ronik dan media cet ak, pidat o di depan umum, dan, t ent u saj a, penyelenggaraan pendidikan, maka ragam bahasa baku cenderung dikait kan dengan sit uasi pemakaian yang resmi. Dengan kat a lain, penggunaan ragam baku menunt ut penggunaan gaya bahasa yang formal.Dalam modul 2 ini Anda akan merenungkan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa dan kalimat ef ekt if , sert a menulis daf t ar pust aka j uga kut ipan yang sering kali kit a perlukan dalam penulisan ilmiah. Mudah-mudahan Anda dapat memahaminya secara menyeluruh bagian ini, sebab pemahaman Anda akan menj adi bekal dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam berint eaksi secara ilmiah dan nonilmiah. Set elah mempelaj ari modul ini diharapkan Anda memahami dan menguasai ragam bahasa, diksi, kalimat ef ekt if , dan menulis daf t ar pust aka j uga kut ipan. Secara lebih khusus diharapkan Anda mampu:
1. menj elaskan pengert ian ragam bahasa, 2. memilih diksi sesuai dengan ragam bahasa, 3. mengidnt if ikasi kalimat ef ekt if dalam wacana,
4. menerapkan penulisan daf t ar pust aka sesuai dengan pedoman EYD, 5. menuliskan kut ipan sesuai dengan pedoman EYD,
Modul ini t erdiri at as dua kegiat an belaj ar. Dalam kegiat an belaj ar 1 disaj ikan mengenai ragam bahasa, diksi, kalimat ef ekt if , sedangkan pada kegiat an belaj ar 2 dipaparkan cara penulisan daf t ar pust aka, kut ipan dan peneapan ej aan.
Unt uk dapat memahami mat eri modul ini dengan bai k sert a mencapai kompet ensi yang diharapkan, gunakan st rat egi belaj ar berikut ini:
1. Baca mat eri dengan seksama, t ambahkan cat at an pinggir, berupa t anda t anya, pert anyaan, konsep lain yang relevan sesuai pemikiran yang muncul. Dalam menj elaskan suat u konsep at au prinsip, seringkali paradigma belaj ar sosial akan
RAGAM BAHASA INDONESIA,
TATA TULIS DAFTAR PUSTAKA
DAN KUTIPAN
s
s
s
s
s
2
s
dibandingkan dengan behaviorisme. Tandailah bagian-bagian ini unt uk membant u Anda mengingat perbedaan keduanya.
2. Cermat i dan kerj akan t ugas dalam kasus, gunakan pengalaman dan observasi Anda t erhadap kasus serupa di lingkungan Anda.
3. Kerj akan t es f ormat if seopt imal mungkin, dan gunakan rambu-rambu j awaban unt uk membuat penilaian apakah j awaban sudah memadai.
4. Buat cat at an khusus hasil diskusi dalam t ut orial t at ap muka dan t ut orial elekt ronik, unt uk digunakan dalam pembuat an t ugas mat a kuliah dan uj ian akhir mat a kuliah.
Modul ini t erdiri at as dua Kegiat an Belaj ar (KB). Pada KB 1 akan dibahas konsep ragam bahasa, diksi, dan kalimat ef ekt if . Pada KB 2 akan disaj ikan menulis daf t ar pust aka dan kut ipan.
RAGAM BAHASA INDONESIA
A. PENDAHULUAN
P
ada bab ini Anda diaj ak unt uk memahami ragam bahasa. Aspek ini sangat pent ing Anda pahami karena pada bab selanj ut nya Anda akan diaj ak unt uk belaj ar menulis (mengarang) yang t ent u saj a ragam bahasa ini sangat diperlukan. Selain it u Anda j uga akan mempelaj ari diksi dan kalimat ef ekt if .B. RAGAM BAHASA INDONESIA
Bahasa Indonesia digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai alat komunikasi unt uk berbagai keperluan. Jika kit a perhat ikan pemakaian bahasa Indonesia di dalam masyarakat sangat bervariasi. Variasi ini t erdapat pada bunyi bahasa, int onasi, morf ologi, pilihan kat a at aupun ist ilah, dan j enis sert a bent uk kalimat . Variasi pemakaian bahasa Indonesia ini oleh kelompok masyarakat disebut ragam bahasa.
Berikut ini ada beberapa macam ragam bahasa Indonesia dit inj au dari berbagai sudut .
1. Ragam Bahasa Ditinj au dari Penutur dan Pemakaian Bahasa
Ragam bahasa dapat dit inj au dari segi penut ur bahasa dan pemakai bahasa. Ragam bahasa berdasarkan penut ur bahasa dapat pula dit inj au dari segi daerah (dialek), pendidikan ( misalnya orang yang t erpelaj ar dengan orang yang t idak t erpelaj ar), dan sikap penut ur (memperhat iakan lawan bicara yang set at us socialnya t inggi at au orang yang lebih t ua digunakan bahasa yang layak dan sopan).
Ragam bahasa berdasarkan pemakaiannya dibagi at as t ingkat keresmian, bidang kegiat an, sarana, dan gangguan pencampuran. Set iap kegiat an yang dilakukan ada yang bersif at resmi ada pula yang t idak bersif at resmi. Bahasa yang digunakan dalam kegiat an resmi haruslah ragam resmi pula yang disebut bahasa baku dan kegiat an yang t idak resmi digunakan ragam bahasa nonbaku. Ciri ragam baku ialah t ingkat st abilit as yang t inggi t et api luwes, int elekt ualisasi dan komunikat if .
Ragam bahasa berdasarkan bidang kegiat an, misalnya agama, seni, sast ra, ilmu murni, t eknologi, dan lain-lain. Ragam bahasa unt uk kegiat an ilmu dan t eknologi disebut j uga ragam ilmiah. Perbedaan dalam ragam bahasa ini biasanya t erdapat pada perbedaan pemakainan ist ilah.
yang digunakan biasanya padat , ringkas, cermat , dan f ungsi gramat ikalnya j elas. Oleh sebab it u, bent uk ragam t ulis sering merupakan hasil sunt ingan beberapa kali. Dalam pemakaian bahasa Indonesia sering t erj adi pencampuran ragam bahasa. Gej ala ragam pencampuran it u banyak muncul pada berbagai lapisan penut ur Indonesia. Gej ala ini j uga t erlihat dalam pemakaian bahasa Indonesia pada buku-buku, art ikel dan karangan ilmiah lainnya. Adanya pencampuran ini pada t ulisan-t ulisan ilmiah ulisan-t idak dapaulisan-t dibiarkan karena selain menunj ukkan keulisan-t idakdisiplinan dalam bahasa, dapat j uga berakibat pada t imbulnya salah penaf siran t erhadap ide at au gagasan yang dikemukakan.
2. Ragam Bahasa untuk Kegiatan Ilmiah
Ragam bahasa yang digunakan unt uk kegiat an ilmiah ialah ragam bahasa baku dan sekaligus ilmiah. Dalam kegiat an ilmiah unt uk menghindari salah t af sir baik dalam penggunaan ragam bahasa t ulis maupun lisan, kelengkapan, kecermat an, dan kej elasan pengungkapan ide harus diperhat ikan. Dit inj au dari segi penut ur/ pemakaian bahasa ragam ilmiah digunakan oleh kelompok masyarakat t erpelaj ar yang cenderung memperhat iakan pemakaian bahasa yang baik (sesuai dengan sit uasi dan t uj uan) dan benar (sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia baku).
a. Ciri-Ciri Ragam Bahasa Ilmiah
1) Kaidah bahasa Indonesia yang digunakan harus benar sesuai dengan kaidah pada bahasa Indonesia baku, baik kaidah t at a ej aan maupun t at a bahasa (pembent ukkan kat a, f rasa, klausa, kalimat , dan paragraf ).
2) Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan f akt a dan dapat dit erima akal sehat (logis), harus t epat dan hanya mengandung sat u makna, padat , langsung menuj u sasaran, runt un dan sist emat is. Hal ini t ergant ung pada ket epat an pemilihan kat a (diksi) dan menyusun st rukt ur kalimat sehingga kalimat yang digunakan ef ekt if .
3) Kat a yang dipilih memiliki makna sebenarnya (denot at if )
Jadi dapat disimpulkan bahwa unsur kaidah bahasa, pilihan kat a, dan ide yang di ungkapkan merupakan sat u kesat uan yang ut uh. Kej elasan dan ket epat an pengungkapan ide sangat bergant ung pada keut uhan ket iga unsur t ersebut .
b. Gejala Penggunaan Bahasa Indonesia pada Karangan Ilmiah
Pada sebagian buku, art ikel, dan karangan ilmiah lainnya sepert i makalah, skripsi, at au t esis masih dij umpai penggunaan bahasa Indonesia yang kurang memadai. Kesalahan bahasa dij umpai pada berbagai aspek linguist ik, baik ej aan (penulisan kat a at au t anda baca), morfologi (aspek gramat ikal dan leksikal), sint aksis (aspek gramat ikal dan sint aksis), at aupun paragraf . Gej ala kesalahan dalam pemakaian bahasa Indonesia pada karangan ilmiah harus diat asi. Sesuai dengan gagasan yang diungkapkan dalam suat u karangan ilmiah yait u benar, lugas, dan sist emat is.
memperoleh dampak pert umbuhan dan perkembangan penget ahuan dan t eknologi inf ormasi maj u.
Hal it u merupakan kondisi yang memungkinkan bahasa Indonesia memperkaya konsep-konsep keilmuan dan ist ilah baru yang belum t erdapat dalam khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya dan t eknologi akan t umbuh dan berkembang pula sesuai dengan pert umbuhan dan perkembangan ilmu penget ahuan, t eknologi, dan seni (IPTEKS), t ermasuk bahasa dan sast ra Indonesia. Dalam hal ini bahasa Indonesia sekaligus berperan sebagai sarana berpikir krit is dan sarana pendukung pert umbuhan dan perkembangan IPTEKS (Sunaryo, 1993). Tanpa adanya bahasa, t ermasuk bahasa Indonesia dengan f ungsi-f ungsi t ersebut , IPTEKS t idak akan t umbuh dan berkembang.
C. TATA KALIMAT: KALIMAT EFEKTIF
Sepert i sudah Anda ket ahui bahwa kalimat ef ekt if dalam t ulis-menulis/ mengarang sangat lah diperlukan. Oleh karena it u, Anda diharapkan unt uk mempelaj ari kalimat ef ekt if dengan sebaik-baiknya.
Sebuah kalimat dinyat akan ef ekt if j ika mempunyai ciri-ciri sebagai berikut .
1. kalimat harus mempunyai subj ek (S) dan predikat (P) dengan j elas. Kej elasan subj ek dan predikat suat u kalimat dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian kat a depan (preposisi) di , dal am, ke, dar i , unt uk, pada, bagi ,
mengenai , menur ut , t ent ang sebelum subj ek.
Cont oh:
a. Dal am sinet ron it u mencerit an penderit aan seorang anak. (salah)
b. Sinet ron it u mencerit an penderit aan seorang anak. (benar)
2. Kalimat t idak boleh mempunyai subj ek (S) ganda yang dapat menimbulkan kesalahan penaf siran.
Cont oh:
a. Pekerj aan it u Ayah t idak cocok. (salah) b. Pekerj aan it u bagi Ayah t idak cocok. (benar)
3. Pada kalimat t unggal t idak boleh menggunakan kat a penghubung (konj ungsi) int rakalimat .
Cont oh:
a. Kaum Muslim sudah banyak yang berhij rah. Tapi Rasulullah Saw. masih t et ap di Mekkah. (salah)
b. Kaum Muslim sudah banyak yang berhij rah, t et api Rasulullah Saw. masih t et ap di Mekkah. (benar)
c. Kaum Muslim sudah banyak yang berhij rah. Akant et api Rasulullah Saw. masih t et ap di Mekkah. (benar)
4. Predikat kalimat t idak didahului kat a yang. Cont oh:
a. Anak it u yang berasal dari Bogor. (salah) b. Anak it u berasal dari Bogor. (benar)
Cont oh:
a. Set elah saya belaj ar, saya t idur. (salah) b. Set elah belaj ar, saya t idur. (benar)
6. Penggunaan kat a yang sinonim dalam sat u kalimat perlu dihindari. Cont oh:
a. Sej ak dari pagi dia berada di Kampus. (salah)
b. Sej ak pagi dia berada di Kampus. (benar)
c. Dar i pagi dia berada di Kampus. (benar)
7. Penggunaan unsur pembent uk kalimat harus memiliki kesamaan (keparalelan). Cont oh:
a. Kegiat annya meliput i pembel i an buku, membuat kat alog, dan mengat ur peminj aman buku. (salah)
b. Kegiat annya meliput i pembelian buku, pembuat an kat alog, dan pengat ur an peminj aman buku. (benar)
c. Kegiat annya meliput i membel i buku, membuat kat alog, dan mengat ur peminj aman buku. (benar)
8. Kalimat yang digunakan harus padu, yait u kalimat mempergunakan pola “ aspek + agen + verbal” secara t ert ib dan menghindarkan penyisipan sebuah kat a di ant ara predikat dan obj ek.
Cont oh:
a. Surat it u saya sudah baca. (salah) b. Surat it u sudah saya baca. (benar)
c. Mereka membicarakan daripada rakyat Indonesia. (salah) d. Mereka membicarakan rakyat Indonesia. (benar)
e. Makalah ini membahas t ent ang desain int erior. (salah) f. Makalah ini membahas desain int erior. (benar)
9. Kalimat yang digunakan harus logis, yait u ide kalimat dapat dit erima oleh akal. Cont oh:
a. Wakt u dan t empat kami persilakan. (t idak logis)
b. Bapak Rekt or kami persilakan. (logis)
Set elah memperoleh penj elasan mengenai ragam bahasa dan kalimat ef ekt if , Anda kerj akan lat ihan berikut ini!
1. Kit a mengenal adanya ragam bahasa t ulis dan lisan. Apa perbedaan yang menonj ol ant ara kedua ragam bahasa t ersebut ?
2. Coba Anda j elaskan apa yang dimaksud dengan ragam bahasa baku dan ragam bahasa t idak baku. Berilah cont ohnya!
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu! 4. Sebut kan ciri-ciri ragam bahasa ilmiah!
5. Di bawah ini adalah draf art ikel yang masih ment ah dan harus diperbaiki. Tugas Anda adalah mengident if ikasi kesalahan penggunaan kalimat ef ekt if , agar draf ini menj adi art ikel yang layak muat .
7. Lakukan kolaborasi dengan t eman sekelompok Anda. 8. Cat at lah hasil kolaborasi dalam port of olio masing-masing.
9. Lakukan diskusi dengan kelompok lain dengan bimbingan Dosen Anda.
BERGURU PADA KASUS RAJU
Malang nian nasib Raj u. Dalam st at usnya sebagai pelaj ar siswa kelas t iga SD. Dan usianya yang masih sangat belia. Ia harus berhadapan dengan aparat penegak hukum at as t uduhan penganiayaan t erhadap kakak kelasnya, Armansyah.
. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . Meski kasus Raj u t elah f inal, dengan keput usan hakim Tiurmaida Pardede, S.H. yang menyat akan Raj u t erbukt i bersalah melakukan t ent ang penganiayaan kakak kelasnya. Dan Raj u dikembalikan kepada orang t uanya unt uk dibina, namun kasus Raj u t elah meninggalkan pengalaman yang sangat berharga sekali, t erut ama unt uk kalangan pendidik, khususnya orang t ua dan guru.
. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . Ada sisi menarik yang layak diangkat ke permukaan dari kasus it u. Pert ama, dit ilik dari aspek kej iwaan, apa yang dialami anak seusia Raj u akan memunculkan mengenai t rauma yang hebat yang t idak must ahil akan mengganggu perkembangan masa depannya. Kedua, pendekat an hakim yang cenderung sangat f ormal sekali akan memunculkan kesan set iap orang dewasa akan memperlakukan hal yang sama t erhadap dirinya. Dalam menghukum set iap “ kenakalan” dengan menggunakan cara-cara orang dewasa.
. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . Kasus menj adi sangat menarik sekali. Karena at mosf er permasalahan memiliki relevansi kuat dengan semua masalah-masalah yang j uga sering t erj adi di lingkungan pendidikan, baik di keluarga maupun di sekolah. Apa yang kerap t erj adi di dua lingkungan t ersebut dalam menyikapi “ kenakalan” anak yang kadang beruj ung bent uk kekerasan f isik maupun psikis. Secara t erang-t erangan at aupun t erselubung adalah hal yang t ak dapat dit ut up-t ut upi.
. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . Para orang t ua menyekolahkan anak-anaknya t ent u dengan harapan sekolah dapat membant u orang t ua mendidik anak-anaknya, namun demikian, ikht iar sekolah menj adi percuma apabila pendidik ut ama, yait u keluarga t idak ikut berperan sert a melet akkan dasar. Dan menj adi arsit ek bagi pembent ukan pribadi anak.
bagi seorang anak merent as j alan hidupnya dengan baik. Jika f isik dan psikisnya dalam keadaan t ert ekan.
. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . Unt uk set i ap anak memil iki hak asasi. Para pendidi k t ent u saj a har us menghormat i hak asasi anak. Lebih konkret lagi, bagi para pendidik harus selalu menyadari anak memerlukan ruang gerak yang leluasa unt uk t umbuh dan berkembang. Sert a dalam mengembangkan pot ensinya menuj u kemandirian yang hakiki.
. .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . Ada baiknya kit a pedomani pendapat Dorot hy Law Nort e. Jika anak dibesarkan dalam ket akut an, ia akan t umbuh menj adi seorang penakut . Oleh karena it u, besarkanlah anak-anak dengan dorongan dan puj ian (r ewar d). Dan insya Allah ia akan t umbuh menj adi orang yang penuh percaya diri dan selalu menghargai. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. . .. .. .. .. .. .. .. .
Ragam bahasa at au variasi bahasa adalah bent uk at au wuj ud bahasa yang dit andai oleh ciri-ciri linhuist ik t ert ent u, sepert i f onologi, morf ologi, dan sint aksis. Di samping dit andai oleh ciri-ciri linguist ik, t imbulnya ragam bahasa j uga dit andai oleh ciri-ciri nonlinguist ik, misalnya, lokasi at au t empat penggunaannya, lingkungan sosial pemakainya, dan lingkungan keprof esian pemakai bahasa yang bersangkut an.
Dalam setiap kalimat di bawah ini, terdapat kata / kelompok kata yang dicetak miring. Pilihlah salah satu kata/ / kelompok kata yang tidak memenuhi kaidah bahasa Indonesia!
1. Di buku it u mengur ai kan hukum waris menur ut adat dan agama.
A B C D
2. Demikianlah pemberit ahuan kami, at as perhat iannya kami ucapkan t erima kasih.
A B C D
3. Saya akan bicarakan masalah it u dalam rapat hari Rabu nant i.
A B C D
4. Unt uk mendapat kan nilai yang maksimal membut uhkan upaya yang sungguh-sungguh.
A B C D
5. Sekali pun bert et angga, sekal ipundia t ak pernah berkunj ung ke rumah kami.
A B C D
6. Perist iwa t awur anant ar pelaj ar sering t er j adi di kot a ini.
A B C D
7. Forum it u membicarakan t ent angf igur pemimpin yang i deal .
A B C D
8. Dari kelima kalimat di bawah ini, manakah yang pola kalimat nya sama dengan pola kalimat : Di Er opa para manaj er menghadapi masalah unik.
a. Perusahaannya mengalami kerugian
b. Kepada karyawan perusahaan it u memberikan bonus. c. Kant ornya dua.
d. Kepala sekolah it u seorang j ut awan.
e. Ket ua komit e membuat draf konst it usi baru Irak.
9. Meskipun t r ansmigran hanya menggarap lahan sat u hekt ar, dapat meningkat kan
kesej aht eraan kel uarganya. Kalimat it u salah karena
10. St rukt ur kalimat yang benar t erdapat pada
a. Di at as saya sudah j elaskan bahwa kr edi t macet t idak sama dengan penangguhan pembayaran ut ang.
b. Saya sudah j el askan di at as bahwa kredit macet t idak sama dengan penagguhan ut ang.
c. Saya sudah j elaskan bahwa kredit macat t idak sama dengan penangguhan ut ang di at as.
d. Di at as sudah saya j elaskan bahwa kr edi t macet t idak sama dengan penangguhan ut ang.
TATA TULIS: DAFTAR PUSTAKA
1. PENDAHULUAN
J
ika sudah menget ahui buku-buku dan t eks apa saj a yang akan digunakan sebagai sumber dat a at au ruj ukan, penulis sudah dapat menyusun sebuah daf t ar pust aka. Daf t ar pust aka dilet akkan pada bagian akhir sebuah t ulisan ilmiah. Daf t ar pust aka merupakan ruj ukan penulis selama is melakukan dan menyusun penelit ian at au laporannya. Semua bahan ruj ukan yang digunakan penulis, baik sebagai bahan penunj ang maupun sebagai dat a, disusun dalam daf t ar pust aka t ersebut .2. FUNGSI DAFTAR PUSTAKA
Fungsi daf t ar pust aka adalah sebagai berikut :
1) Membant u pembaca mengenal ruang lingkup st udi penulis,
2) Memberi inf ormasi kepada pembaca unt uk memperooleh penget ahuan yang lebih lengkap dan mendalam daripada kut ipan yang digunakan oleh penulis, dan 3) Membant u pembaca memilih ref erensi dan mat eri dasar unt uk st udinya.
Daf t ar pust aka dapat disusun dengan berbagai f ormat . Ada t iga f ormat yang akan diuraikan dalam modul ini, yakni format MLA (The Modern Language Associat ion) dan f ormat APA (Amer ican Psychological Associat ion) sert a f ormat Indonesia. Kedua f ormat it u adalah f ormat yang umum dit emukan dalam bidang ilmu humaniora. Akan t et api, sebenarnya, ada berbagai f ormat daf t ar pust aka yang berlaku di selingkung bidang ilmu. Misalnya, f ormat daf t ar pust aka unt uk bidang ilmu biologi, kedokt eran, hokum, dan lain-lain.
3. TEKNIK PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
Teknik penulisan daf t ar pust aka adalah sebagai berkikut :
a. Baris pert ama dimulai pada pias (margin) sebelah kiri, baris kedua dan selanj ut nya dimulai dengan 3 ket ukan ke dalam.
b. Jarak ant arbaris adalah 1, 5 spasi.
c. Daf t ar Pust aka diurut berdasarkan abj ad huruf pert ama nama keluarga penulsi. (Akan t et api, cara mengurut daf t ar pust aka amat bergant ung pada bidang ilmu. Set iap bidang ilmu memiliki gaya selingkung).
d. Jika penulis yang sama menulis beberapa karya ilmiah yang dikut ip, nama penulis it u harus dicant umkan ulang.
3) j udul karya ilmiah dengan menggunakan huruf besar unt uk huruf pert ama t iap kalli kecuali unt uk kat a sambung dan kat a depan, dan
4) dat a publikasi berisi nama t empat (kot a) dan nama penerbit karya yang dikut ip. Meskipun set iap bidang ilmu mempunyai f ormat daf t ar pust akanya masing-masing, keempat unsur daf t ar pust aka waj ib dicant umkan dalam daf t ar pust aka. Tat a letaknya saj a yang akan mengikut i format selingkung. Oleh karena itu, pelaj arilah format dari bidang ilmu yang sedang dit ekuni. Format daft ar Pust aka dalam buku ini mengikut i syst em yang lazim digunakan di Fakult as Ilmu Penget ahuan Budaya Universit as Indonesia.
Di bawah ini aka dipaparkan beberapa cara menulis daf t ar pust aka versi Indonesia.
a. Kalau Sumbernya Jurnal
Penulisan j urnal sebagai Daf t ar Pust aka mengikut i urut an: nama belakang penulis, nama depan penulis (disingkat ), t ahun penerbit an (dalam t anda kurung), j udul art ikel (dit ulis di ant ara t anda pet ik), j udul j urnal dengan huruf miring/ digarisbawahi dan dit ulis penuh, nomor volume dengan angka Arabdan digarisbawahi t anpa didahului dengan singkat an “ vol” , nomor penerbit an (j ika ada) dengan angka Arab dan dit ulis di ant ara t anda kurung, nomor halaman dari nomor halaman pert ama sampai dengan nomor halaman t erakhir t anpa didahului singkat an “ pp” at au “ h” . Cont oh:
Barret t -Lennard, G. T. (1983) “ The Empat hy Cycle: Ref inement of A Nuclear Concept ” . Jour nal of Counsel ing Psychology. 28, (2), 91-100.
b. Kalau Sumbernya Buku
Kalau sumbernya t ert ulisnya berupa nuku maka urut an-urut an penulisannya adalah: nama belakang penulis, nama depan (dapat disingkat ), t ahun penerbit an, j udul buku digarisbawahi, edisi, kot a asal, penerbit . Daf t ar Pust aka berupa buku dit ulis dengan memperhat ikan keragaman berikut .
1) Jika buku dit ulis oleh seorang saj a:
Poole, M. E. (1976). Social Class and Language Ut il izat i on at t he Tert i ar y Level. Brisbane: Unversit y of Queensland.
2) Jika buku dit ulis oleh dua at au t iga orang maka semua nama dit ulis.
Dunkin, M. J. dan Biddle, B. J. (1974). The St udy of Teachi ng. New York: Holt Rinehart and Winst on
Lyon, B. , Rowen, H. H. and Homerow, T. S. (1969). A Hist ory of t he West ern World. Chicago: Rand Mc Nally.
3) Jika buku dit ulis oleh lebih dari t iga orang, digunakan et al. (dicet ak miring at au digarisbawahi):
Ghiseli, E. et al. (1981). Measur ement Theor y f or The Behavior al Sci ences. San Francisco: W. H. Freeman and Co.
4) Jika penulis sebagai penyunt ing:
Philip, H. W. S. dan Simpson, G. L. (Eds) (1976). Aust ralia in t he World of Educat ion
Today and Tomor row. Canberra: Aust ralian Nat ional Commission.
Puj iant o. (1984). “ Et ika Sosial dalam Sist em Nilkai Bangsa Indonesia” , dalam Dialog
Manusi a, Fal saf ah, Budaya, dan Pembangunan. Malang: YP2LPM.
6) Jika buku it u berupa edisi:
Gabriel, J. (1970). Chi ldren Gr owing Up: Devel opment of Chi ldren’ Personal it y (t hird ed. ). London: Universit y of London Press.
c. Kalau sumbernya di luar Jurnal dan buku
1) Berupa skripsi, t esis, at au disert asi
Soelaeman, M. I. (1985). Suat u Upaya Pendekat an Fenomenologis t erhadap Sit uasi
Kehi dupan dan Pendi di kan dal am Kel uar ga dan Sekol ah. Disert asi
Dokt or pada FPS IKIP Bandung: t idak dit erbit kan. 2) Berupa publikasi Depart emen
Depart emen Pendidikan dan Kebudayaan. (1998). Pet unj uk Pelaksanaan Beasiswa
dan Dana Bant uan Oper asi onal. Jakart a: Depdikbud.
3) Berupa dokumen
Proyek Pengembangan Pendidikan Guru. (1983). Lapor an Peni l ai an Pr oyek
pengembangan Pendidi kan Gur u. Jakart a: Depdikbud.
4) Berupa Makalah:
Kart adinat a, S. (1989). “ Kualif ikasi Prof esional Pet ugas Bimbingan Indonesia: Kaj ian Psikologis” . Makalah apda Konvensi 7 IPBI, Denpasar. 5) Berupa surat kabar
Sanusi , A. (1986). “ Menyimak Mut u Pendidi kan denga Konsep Takwa dan Kecerdasan, Meluruskan Konsep Belaj ar dalam Art i Kualit at if. ” Pikiran
Rakyat (8 Sept ember 1986).
d. Kalau sumbernya dari Internet
1) Bila karya perorangan Cara penulisannya ialah:
Pengarang/ penyunt ing. (Tahun). Judul (edisi), [ j enis medium] . Tersedia: alamat di int ernet . [ t anggal diakses]
Cont oh:
Thomson, A. (1998). The Adult and t he Curriculum. [ Online] . Tersedia: ht t p: / / www. ed. uiuc. edu/ EPS/ PES-Yearbook/ 1998/ t hompson. hot ml [ 30 Maret 2000]
2) Bila bagian dari karya kolekt if Cara penulisannya:
Pengarang/ penyunt ing. (Tahun). Dalam Sumber (edisi), [ Jeni s media] . Penerbit . Tersedia: alamat di int ernet . [ t anggal diakses[
Cont oh:
Daniel, R. T. (1995). The Hi st or y of West er n Musi c In Br i t ani ca onl i ne: Macropedia [ Online] . Tersedia: ht t p: / / www.eb. com: 180/ cgibin/ g: DocF=macro/ 5004/ 45/ 0.
ht ml [ 28 Maret 2000] 3) Bila art ikel dalam j urnal
Cara penulisannya:
Cont oh:
Supr iadi, D. (1999). Rest ruct uring t he Schoolbook Provision Syst em in Indonesia: Some Recent Init iat ives dalam Educat i onal Pol i cy Analysis Archives [ Online] , vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: ht t p: / / epaa. asu. edu / epaa/ v7n7. ht ml[ 17 Maret 2000]
4) Bila art ikel dalam maj alah Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun, t anggal, bulan). Judul. Nama Maj alah [ Jenis media] , volume, j umlah halaman. Tersedia: alamat di int ernet [ t anggal diakses] Cont oh:
Goodst ein, C. (1991, Sept ember). Healers f rom t he deep. American Healt h [ CD-ROM] , 60-64. t ersedia: 1994 SIRS/ SIRS 1992 Lif e Science/ Art icle 08A [ 13 Juni 1995]
5) Bila ert ikel di surat kabar Cara penulisannya:
Pengarang. (Tahun, t anggal, bulan). Judul. Nama Surat Kabar [ Jenis media] , j umlah halaman. Tersedia: alamat di int ernet [ t anggal diakses]
Cont oh:
Cipt o, B. (2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang, Fondasi Ref ormasi Bisa Runt uh. Pi ki r an Rakyat [ Online] , halaman 8. t ersedia: ht t p: / / www. [ pikiran-rakyat . com. [ 9 Maret 2000] 6) Bila pesan dari E-mail
Cara penulisannya:
Pengirim (alamat e-mail pengirim). (Tahun, t anggal, bulan). Judul pesan. Mail kepada penerima [ alamat e-mail penerima]
Cont oh:
Must af a, Bachrudin (Must af a@indo. net . id). (2000, 25 April). Bab Laporan penelit ian. E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo. net . id). Sebagai bahan perbandingan berikut adalah cara penulisan daf t ar pust aka dengan f ormat MLA dan APA.
Jenis Ruj ukan Format MLA Format APA Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakart a: Depart emen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Lebih dari sat u edisi
Gibaldi, Joseph. MLA Handbook f or Wr it er s of Resear ch Language Associat ion of America. Sebuah Pengant ar Kemahi r an Bahasa. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah, 1997.
--- Ar gument asi dan Nar asi .
Jakart a: Penerbit Gramedia Pust aka Ut ama, 1982. Jakart a: Penrbit Gramedia Pust aka Ut ama.
Keraf , G. ( 1982 ). Ar gument asi dan Nar asi. Jakart a: Penerbit Gramedia Pust aka Ut ama.
Keraf , G. ( 1997 ). Komposi si: Sebuah Pengant ar Kemahir an Bahasa. Ende, Flores: Penerbit Nusa Indah.
Penulis t idak diketahui/ lem
baga
Jenis Ruj ukan Format MLA Format APA Angkat an III dan IV KIK-UI bel er j a sama dengan Nur Khabibah, Eds. Chryshnanda DL dan Bambang Hast obrot o. UI belerj a sama dengan Nur Khabibah). Eds. Chryshnanda UI bekerj a sama dengan Nur Khabibah). Jakart a: KIK Press.
“ Kemaj emukan Budaya Flores: Suat u Pendahul uan. ”
Ant r opol ogi Indonesia 56 (1998): 13-19.
Molnar, A. (1998).
Kemaj emukan Budaya Flor es: Suat u Pendahuluan.
Jenis Ruj ukan Format MLA Format APA Deklarasi Bali. ” Taj uk Rencana (edi t or i al). Kompas, 22 Des. Komponen dan Disort asi Pasar. (1995, Desember 23). Kompas, 13.
Menyambut Terbent uknya Badan Pengur us Kemit raan Deklarasi Bali . Taj uk Rencana (edit or ial). (1995, 22
Desember ). Kompas, 4.
Dokumen Pemerint ah
Biro Pusat St at ist ik. St r ukt ur Ongkos Usaha Tani Padi dan Pal awij a 1990. Jakart a: BPS, Relevance of Mult icult urali sm t o Indonesia” . Makalah pada Seminar Sehari t ent ang Mult ikult uralisme di Inggris, Amerika, dan Aust ralia, Universit as Indonesia, Depok, Maret 1996.
Selain mengut ip sumber-sumber t ercet ak, sekarang ini, penulis j uga dapat mengumpulkan dat a dan ref erensi dari int ernet at au WWW (World Wide Web, Jaringan Jagad Jembar). At uran penulisan ref erensi sama saj a dengan ruj ukan buku, hanya t empat , nama, dan t anggal t erbit an dit ulis berbeda. Art inya, unsure-unsur it u mengikut i t at a cara penulisan di int ernet . Unsur-unsur yang dicant unkan dalam ref erensi int ernet adalah:
a) nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga, b) j udul t ulisan dilet akkan di ant ara t anda kut ip,
c) j udul karya t ulis keseluruhan (j ika ada) dengan huruf miring (it al ics), dan d) dat a publikasi berisi prot ocol dan alamat , pat h, t anggal pesan, at au wakt u akses
dilakukan.
Cont oh pengut ipan ruj ukan dari int ernet . 1. Dari WWW
Walker, Janice R. “ MLA-St yle Cit at ions of Elect ronic Sources. ” St yle Sheet . ht t p. / / www. cas. usf . edu/ English/ walker/ mla. ht ml (10 Feb. 1996)
2. dari File Transf er Prot ocol (kut ipan yang dipungggah [download] melalui FTP) Johnson-Eilola, Jordan, “ Lit t le Machines: Reart iculat ing Hypert ext Users. ” f t p daedalus. com/ pub/ CCCC95/ Johnson-eilola (10 f eb. 1996)
3. Dari rat ron (surat elect ron, e-mail)
Bruckman, Amy S. “ MOOSE Crossing Proposal. ” Mediamoo@media. mit . edu (20 Des. 1994)
4. Dari komunikasi lisan sinkronis (chat t i ng), nama t eman chat t i ng menggant ikan naama penulis, j enis komunikasi (misalnya, wawancara pribadi, alamat rat ron (j ika ada), t anggal komunikasi dalam t anda kurung.
Marsha s_Guest . Personal int erview. Telnet daedalus. com7777 (10 Feb 1996)
4. FORMAT LAIN DAFTAR PUSTAKA
Format penyusunan daf t ar pust aka bukan hanya f ormat MLA dan APA, masih ada f ormat lain, misalnya f ormat Turabian, f ormat Chicago (The Chicago Manual St yle), f ormat Dugdale. Set iap f ormat harus dipelaj ari. Sebaiknya, dipilih salah sat u f ormat dan digunakan secara konsi st en dal am daf t ar pust aka. Berikut akan diperkenalkan f ormat yang dianut oleh UPI Press. Perhat ikan perbedaaan penggunaan t anda baca dengan t elit i.
Jenis Ruj ukan Format UPI Press
Sat u Penulis Sukadj i, Soet arlinah. 2000. Menyusun dan Mengeval uasi Lapor an Penel it ian. Jakart a: UI Press.
Dua Penulis Widyamart aya, Al. , dan V. Sudiat i. 1997. Dasar -dasar Menul is Kar ya Il miah. Jakart a: Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Tiga Penulis Akahadiah, Sabart i, M. G. Arsj ad, dan S. H. Ridwan. 1989.
Pembi naan Kemampuan Menul is Bahasa Indonesi a. Jakart a: Pener bit Erlangga.
Lebih dari tiga penulis
Alwi, Hasan. et al. 1993.Tat a Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Jakart a: Depart emen Pendidikan dan Kebudayaan.
Jenis Ruj ukan Format UPI Press
Alwi, Hasan, dkk. 1993. Tat a Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
Jakart a: Depart emen Pendidikan dan Kebudayaan.
Penulis t idak diket ahui/
lembaga
Fakult as Mat emat ika dan Il mi Penget ahuan Alam Universit as Indonesia. 2002. Panduan Teknis Penyusunan Skr ipsi Sar j ana Sai ns Bandung: UPI Press.
Buku Terj emahan
Creswel l, John W. 2002.Resear ch Desi gn: Qual i t at ive and Quant i t at ive Appr oaches. dit erj . Ol eh Angkat an III dan IV KIK-UI belerj a sama dengan Nur Khabibah. Eds. Chryshnanda DL dan Bambang Hast obrot o. Jakart a: KIK Press.
“ Keanekaan Hayat i Mikro-organisme: Menghargai Mikroba Bangsa. ” Kompas. Hlm. 11. 24 Des.
“ Pot ret Indust ri Nasional: Tak Berdaya Dihant am Impor
Komponen dan Disort asi Pasar” , Kompas (23 Des. 1995) hlm. 13.
Kompas . 199) “ Menyambut Terbent uknya Badan Pengurus Kemit raan Deklarasi Bali” . Taj uk Rencana (edi t or i al). (22 Des. )
Budiman, Meilani. 1996. “ The Relevance of Mult icult uralism t o Indonesia” , makalah pada Seminar Sehari t ent ang
Mult ikult uralisme di Inggris, Amerika, dan Aust ralia, Universit as Indonesia. Depok: Maret .
Dalam lampiran M4-1, disaj ikan format daf t ar pust aka yang berlaku di selingkung FPMIPA-UI. Selain it u, dalam lampiran M4-2 disaj ikan permint aan crit eria yang dimint a oleh berbagai j urnal ilmiah di lingkungan Universit as Indonesia.
TATA TULIS: KUTIPAN DAN SISTEM RUJUKAN
1. PENDAHULUAN
Dalam penulisan karya ilmiah, membuat sint esis it u waj ib. Sint esis merupakan rangkuman berbagai ruj ukan yang disesuaikan dengan kebut uhan penelit ian si penulis. Sint esis dibangun berdasarkan kut ipan-kut ipan yang dikumpulkan oleh penulis dan pemahamannya at as kut ipan t ersebut . Cara penulis mengut ip dan membuat ruj ukannya berkait an erat dengan penyusunan daf t ar bacaan (bibliograf i). Ada beberapa cara mengut ip dan meruj uk. Akan t et api, f ormat yang dibahas dalam modul ini, hanya sist em peruj ukan MLA dan APA.
2. KUTIPAN
Kut ipan adalah bagian dari pernyat aan, pendapat , buah pikiran, def inisi, rumusan, at au hasil penelit ian dari penulis lain at au penulis sendiri yang t elah t erdokument asi. Kut ipan akan dibahas dan dit elaah berkait an dengan mat eri penulisan. Kut ipan dari pendapat berbagai t okoh merupakan esensi dalam penulisan sint esis.
Kut ipan dilakukan apabila penulis sudah memperoleh sebuah kerangka berpikir yang mant ap. Jika belum, hasilnya akan merupakan karya “ sunt ingan” , yait u “ suSUN” dan gunTING” . Menurut Keraf (1997), walaupun kut ipan at as pendapat seorang ahli it u diperkenankan, t idaklah berart i bahwa keseluruhan sebuah t ulisan dapat t erdiri daribkut ipan-kut ipan. Garis besar kerangka karangan sert a kesimpulan yang dibuat harus merupakan pendapat penulis sendiri. Kut ipan-kut ipan hanya berf ungsi sebagai bahan bukt i unt uk menunj ang pendapat penulis.
Penggunaan kut ipan memiliki beberapa manf aat , yait u: 1) unt uk menegaskan isi uraian,
2) unt uk membukt ikan kebenaran dari sebuah pernyat aan yang dibuat oleh penulis, 3) unt uk memperlihat kan kepada pembaca mat eri dan t eori yang digunakan penulis, 4) unt uk mengkaj i int erpret asi penulis t erhadap bahan kut ipan yang digunakan, 5) unt uk menunj ukkan bagian at au aspek t opic yang akan dibahas, dan
6) unt uk mencegah penggunaan dan pengakuan bahan t ulisan sebagai milik sendiri (plagiat ).
Ada beberapa cara mengut ip yang dapat dit erapkan secara bervarisai dalam t ulisan. Jenis kut ipan it u adalah sebagai berikut .
A. Kutipan Langsung
Kut ipan langsunng adalah cuplikan t ulisan orang lain t anpa perubahan ke dalam karya t ulis kit a. Prinsip yang harus diperhat ikan pada saat mengut ip adalah
1) Tidak boleh mengadakan perubahan t erhadap t eks asli yang dikut p. 2) harus menggunakan t anda [sic!] , j ika ada kesalahan dalam t eks asli.
4) mencant umkan sumber kut ipan dengan syst em MLA, APA, at au syst em yang berlaku sesuai dengan selingkung bidang.
Ada dua cara melakukan kut ipan langsung, yait u kut ipan langsung pendek dan kut ipan panj ang.
1. Kut ipan langsung Pendek (t idak lebih dari empat baris) dilakukan dengan cara:
•
diint egrasikan langsung dengan t eks,•
diberi berj arak ant arbaris yang sama denagn t eks,•
diapit oleh t anda kut ip, dan•
disebut sumber kut ipan.2. Kut ipan Langsung Panj ang (lebih dari empat baris) dilakukan denagn cara:
•
Dipisahkan dari yeks dengan spasi (j arak ant arbaris) lebih dari t eks,•
Diberi berj arak rapat ant arbaris dalam kut ipan,•
Disebut sumber kut ipan, dan•
Boleh diapit t anda kut ip, boleh j uga t idak.B. Kutipan Tak Langsung
Kut ipan t ak langsung adalah kut ipan yang diuraikan kembali dengan kat a-kat a sendiri. Unt uk dapat melakukan kut ipan j enis it u, pengut ip harus memahamiu int i sari dari bagian yang dikut ip secara langsung it u. Kut ipan t idak langsung dapat dibuat secara panj ang maupun pendek dengan cara
•
diint egrasikan dengan t eks,•
diberi j arak ant arbaris yang sama dengan t eks,•
t idak diapit t anda kut ip, dan•
dicant umkan sunber kut ipan dengan syst em MLA, APA, at au selingkung bidang.C. Kutipan Pada Catatan Kaki
Kut ioan pada cat at an kaki, biasanyha, merupakan kut ipan langsung dan dapat dicant umkan secara panj ang maupun pendek dengan cara
•
selalu diberi j arak spasi rapat ,•
diapit oleh t anda kut ip, dan•
dikut ip t epat sebagaimana t eks aslinya.D. Kutipan Ucapan Lisan dan Chat t ing (pembicaraan sinkronik via internet)
Kut ipan ucapan Lisan at au chat t ing, sebenarnya, t idak t erlalu dianj urkan dalam karya ilmiah. Akan t et api, j ika akan digunakan, hal-hal yang harus diperhat ikan adalah
•
memint a perset uj uan dari sumber, sedapat mungkin berupa t ranskrip yangdit andat angani nara sumber;
•
mencat at t anggal dan perist iwa t empat uj aran it u diucapkan;•
menyebut kan dengan j elas sumbernya;•
menuliskan kut ipan secara langsungg at au t udak langsung pada badan t eks at aupada cat at an kaki.
3. PLAGIARISME
1) penghargaan t erhadap oenulis yang dikut ip karya at au pendapat nya, 2) aspek legalit as unt uk izin penggunaan karya penulis yang dikut ip, dan 3) et ika dalam masyarakat ilmiah dan akademis.
Dalam uraian di at as, muncul ist ilah plagiat at au plagiat or. Plagiat adalah penj iplakan at au pengambilan karangan, pendapat , dan sebagainya dari orang lain dan menj adikannya seolah karangan dan pendapat sendiri (KBBI, 1997: 775) Plagiat merupakan pelanggaran et ika akademis, Plagiarisme merupakan t indak pidana karena mencuri hak cipt a orang lain (Hak at as Kekayaan Int elekt ual-HAKI). Plagiat or adalah orang yang melakukan t indakan plagiat .
Ada delapan hal yang dianggap sebagai t indakan plagiat , sebagaimana diambil dari Boot h (1995) dan Gibaldi (1999).
1. mengakui t ulisan orang lain sebagai t ulisan sendiri, 2. mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri, 3. mengakui t emuan orang lain sebagao kepunyaan sendiri, 4. mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan at au hasil sendiri,
5. menyaj i kan t ul i san yang sama dal am kesem pat an yang ber beda t anpa menyebut kan asal usulnya,
6. menyalin (mengut ip langsung) bagian t ert ent u dari t ulisan orang lain t anpa menyebut kan sumbernya dan t anpa membubuhkan t anda pet ik, meringkas dengan car a memot ong t eks t anpa menyebut kan sumber nya dan t anpa membubuhkan t anda pet ik,
7. meringkas dan memparaf rasekan (mengut ip t ak langsung) t anpa mnyebut kan sumbernya, dan
8. meringkas dan memparaf rasekan dengan menyebut sumbernya, t et api rangkaian kalimat dan pilihan kat anya masih t erlalu sama dengan sumbernya.
4. SISTEM PERUJUKAN
Sist em ruj ukan digunakaan sebagai sumber ref erensi, j ika penulis a. menggunakan kut ipan dengan berbagai cara yang disebut kan di at as, b. menj elaskan dengan kat a-kat a sendiri pendapat penulis at au sumber lain, c. meminj am t able, pet a, at au diagram dari suat u sumber,
d. menyusun diagram berdasarkan dat a penulis at au sumber lain,
e. menyaj ikan suat u pembukt ian khusus yang bukan suat u penget ahuan umum, dan
f. meruj uk pada bagian lain pada t eks.
Sebenarnya, set iap bidang ilmu memiliki syst em peruj ukannya masing-masing. Sist em peruj ukan di kedokt eran berbeda dari sist em peruj ukan ekonomi at au t eknik. Akan t et api, ada dua syst em peruj ukan sumber bacaan yang sering digunakan sebagai dasar kut ipan kit a, yait u Sist em Cat at an dan Sist em Langsung.
a. Sist em cat at an (not e-bibliography) menyaj ikan inf ormasi mengenai sumber dalam bent uk cat at an kaki (f oot not es) at au cat at an belakang (endnot es) at au langsung dalam daf t ar pust aka (bi bl i ogr aphy). Beberapa bidang ilmu sudah t idak lagi menggunakan syst em cat at an, t et api menggunakan syst em langsung.
yang dikut ip, (b) pada daf t ar kut ipan (l i st of wor k ci t ed), at au (c) pada daf t ar pust aka. Cara kedua ini adalah cara yang direkomendasikan oleh MLA (The Modern Language Associat ion) dan APA (The American Psychological Associat ion).
5. SISTEM CATATAN
Sist em cat at an dilakukan dengan mencant umkan pemarkah angka arab diakhir set iap kut ipan. Angka arab t ersebut mengacu kepada cat at an yang berisi inf ormasi dari sumber kut ipan. Angka it u dilet akan langsung diakhir kut ipan dan t erlet ak set engah spasi keat as.
Ada dua cara penempat an cat at an. (1) cat at an dapat dit empat kan dibawah halaman yang sama dengan nomor pemarkah dan disebut cat at an kaki (f oot not es). (2) Cat at an dapat pula dit empat kan pada akhir set iap bab at au sebuah t ulisan dan disebut cat at an belakang (endnot es). Biasanya, unt uk cat at an belakang, penomoran kut ipan dilakukan secara berurut an dalam sat u bab dan dimulai lagi dengan angka sat u pada bab berikut nya. Unt uk cat at an kaki, urut an angka dapat berlaku sepanj ang t ulisan at au karya ilmiah.
Fungsi cat at an kaki dan cat at an belakang ini t idak hanya unt uk menunj ukkan sumber kut ipan, t et api ada beberapa f ungsi lain. Jadi, ada empat f ungsi cat at an kaki dan belakang.
1. Unt uk menyusun pembukt ian, khususnya yang berkait an dengan pembukt ian kebenaran yang dilakukan oleh penulisa lain;
2. Unt uk ref erensi at au unt uk menyat akan ut ang budi kepada penulis yang t eksnya digunakan sebagai bahan kut ipan;
3. Unt uk menyampaikan ket erangan t ambahan yang dibut uhkan, namun t idak berkait an langsung dengan karya ilmiah yang dit ulis; dan
4. Unt uk meruj uk pada bagian lain karya ilmiah.
Jika sist em cat at an digunakan unt uk menyusun pembukt ian at au ref erensi, ada unsur- unsur dan at uran yang perlu diket ahui dengan unsure- unsur yang digunakan dalam daf t ar pust aka. Akan t et api, adat t iga perbedaan yang cukup pent ing.
SISTEM CATATAN SISTEM DAFTAR PUSTAKA
Nomor halaman dari sumber ruj ukan harus dicant umkan.
Nomor lanj ut an t idak selalu harus dicant umkan.
Nama sumber ruj ukan dicant umkan dengan urut an: nama diri diikut i oleh nama keluarga.
Nama sumber dit ulis dengan nama kel uarga t er lebih dahulu, baru nama diri.
Ada penyebut an ref erensi pert ama dan penyebut an ref erensi lanj ut an.
Tidak ada penyebut an ref erensi lanj ut an.
Unsur-unsur yang harus dicant umkan dalam menyusun ref erensi pert ama adalah
1) Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama diri diikut i nama keluarga, 2) Judul karya t ulis yang dicet ak miring dengan menggunakan huruf besar unt uk
huruf pert ama kecuali kat a sambung dan kat a depan, dan
4. Unt uk kut ipan dari buku berj ilid at au dari j urnal/ maj alah ilmiah, nomor j ilid menggunakan amgka romawi at au angka arab, diikut i dengan dat a publikasi dalam kurung, koma, dan diakhiri nomor halaman yang menggunakan angka arab, cont oh: MISI, I (April, 1963): 27-30.
Cont oh Sist em cat at an diambil dari Azril Azahari (1998):
1A. Parasuraman, Market ing Research, ed. Ke-2 (Reading: Addison-Wesley,
1991), 63-69.
2William Giles Campbel, St ephen Vaughn Ballou, dan Carole Slade, f orm and
st yle: Theses, Report , Term Pepers, ed. Ke-8 (Bost on: Hought on Mif f lin, 1991), 35.
3"Focus- Group Int erviewing: New St rat egi es f or Business and Indust r y, ”
Evaluat ion. Okt . 1990, 233.
4 Carrick Mart in et al. , Int roduct ion t o Account ing ed. Ke-3 (Singapore: Mc.
Graw-Hill, 1991), 123.
Jika dalam syst em cat at an t erj adi peruj ukan lanj ut an yang meruj uk pada sumber yang sama, digunakan singkat an yang berasal dari bahasa Lat in unt uk meruj uk pada sumber pert ama. Ket iga j enis singkat an it u adalah sebagai berikut .
a. Ibid. : singkat an ini berasal dari kat a lengkap ibidiem yang berart i ‘ pada t empat
yang sama’ . Singkat an ini digunakan j ika peruj ukan lanj ut an mengacu langsung pada karya yang disebut dalam peruj ukan nomor sebelumnya. Jika nomor halaman pengacuan sama, t i dak perl u di cant umkan nomor hal aman. Ji ka nomor halamannya berbeda, set elah Ibi d. dicant umkan nomor halamannya. Ibi d. harus diikut i oleh t it ik dan dicet ak miring. Cont oh: Ibid., 87
b. Op.ci t: singkat an ini berasal dari gabungan kat a opere ci t at o yang berart i ‘ pada karya yang t elah dikut ip’ . Singkat an ini digunakan j ika peruj ukan lanj ut an mengacu pada peruj ukan pert ama yang berasal dari buku, namum diselingi oleh peruj ukan lain. Teknik penulisannya adalah menggunakan nama keluarga penulis, diikut i oleh Op. Ci t. , diikut i oleh nomor halaman, j ika halaman peruj ukannya berbeda dari peruj ukan pert ama. Cont oh: Keraf , op. ci t. , 37
c. Loc. Cit .: singkat an ini berasal dari gabungan kat a Loco Cit at o yang berart i ‘ pada t empat yang t elah dikut ip’ . Singkat an ini digunakan j ika peruj ukan lanj ut an mengacu pada peruj ukan pert ama yang berasal dari art ikel dalam bunga rampai/ ant ologi, maj alah, ensiklopedia, surat kabar, namun diselingi oleh peruj ukan lain. Oleh karena hanya merupakan bagian dari suat u buku, maj alah, surat kabar (at au opus, ‘ karya’ ), art ikel diruj uk dengan l ocus yang berart i ‘ t empat ’ . Teknik penulisannya adalah menggunakan nama keluarga penulis, diikut i oleh Loc. Ci t. diikut i oleh nomor halaman, j ika halaman peruj ukannya berbeda dari peruj ukan pert ama. Cont oh: Anj uang, loc. Cit. , 40
Cont oh diambil dari Keraf (1997):
1Edgar St urt evant , An Int r oduct i on t o Li nguist ics Science (New Haven 1947),
20
2Ibid. 3Ibid. , 30
4Richard Pit t man, “ Nauhat l Honorivics, ” Int er nat i onal Jour nal of Amer i can
5H. A. Gleason, An Int roduct ion t o Descri pt i ve Linguist ics, Rev. Ed. : New York:
Holt , Rinehart and Winst on, 1961), 51-52.
6Ibid. 7Ibid. 56.
8St urt evant , op. cit. 42
9M. Ramlan, “ Part ikel-part ikel Bahasa Indonesia, ” Seminar Bahasa Indonesia
1986 (Ende: Nusa Indah, 1971), 122, mengut ip Charles F. Hocket t , A Course in Modern Linguist ics (New York: The MacMillan Company, 1959), 222.
10Robert Ralph Bolgar, “ Rhet oric, ” Encyclopedia Brit annica (1970), XIX,
2757-260.
11St urt evant , op. ci t. 50. 12 Ibid.
13Bolgar, loc. Cit . , 260. 14Pit t man, loc. Cit . , 376. 15Ramlan, loc. Cit . , 122. 16Gleason, op. cit . , 54
Kedua syst em cat at an di at as harus diset ai dengan daf t ar yang memperlihat kan semua sumber kut ipan dan bahan acuan yang digunakan dalam sebuah karya ilmiah at au t ulisan. Oleh karenanya, kedua cara ini sering disebut j uga cat at an daf t ar pust aka (not e-bibliography syst em). Sist em penulisan daf t ar pust aka akan diuraikan set elah ini.
6. SISTEM LANGSUNG (FORMAT MLA DAN APA)
Sist em pencant uman sumber kut ipan dengan f ormat MLA dan APA disebut j uga f or mat Aut hor-Dat e ( AD) at au Aut hor-Dat e-Page ( ADP) . For m at i ni mencant umkan sumber kut ipan langsung pada t eks. Sumber kut ipan t ersebut t erdiri at as nama keluarga penulis, tahun terbitan buku, dan halaman t empat kut ipan it u berasal.
Pernyat aan sumber kut ipan dapat dilet akkan sesudah kut ipan at au sebelum kut ipan. Misalnya, cont oh di ambill dari Azahari (1998: 54)
Parasuraman (1991) mengungkapkan bahwa, “ mar ket i ng r esear ch i s an essent i al l i nk bet ween mar ket i ng deci si on maker s and t he mar ket t hey oper at e in” (hlm. 15)
” Market i ng research i s an essent ial l ink bet ween mar ket i ng deci si on maker s
and t he market t hey oper at e i n” (Parasuraman, 1991: 15)
Petunj uk: Pilihlah salah satu j awaban yang dianggap paling tepat!
1. TATA BAHASA INDONESIA PROF. DR. GORYS KERAF 1993
NUSA INDAH Ende
Penulisan daf t ar pust aka yang benar adalah . . .
A. Keraf , Gorys, Prof . DR. Tat a Bahasa Indonesia. Nusa Indah : Ende. 1993. B. Keraf , Gorys. Tat a Bahasa Indonesi a. Ende : Nusa Indah. 1993.
C. Keraf , Gorys. 1993. Tat a Bahasa Indonesia. Nusa Indah : Ende. D. Keraf , Gorys. 1993. Tat a Bahasa Indonesia. Ende : Nusa Indah.
E. Prof . DR. Keraf , Gorys. 1993. Tat a Bahasa Indonesia. Ende : Nusa Indah.
2. Salah sat u ket ent uan dalam penulisan kut ipan unt uk penyusunan karya t ulis ialah . .. .
A. Set iap kut ipan dit ulis dengan diapit t anda pet ik
B. Kut ipan langsung yang pendek diapit t anda pet ik dan dij alin ke dalam t eks C. set iap kut ipan harus dikeluarkan dari t eks dan diapit t anda pet ik
D. Kut ipan t idak langsung/ paraf rase harus diapit t anda pet ik dan dikeluarkan dari t eks
E. Kut ipan langsung yang panj ang (lebih dari 3 baris) harus dij alin ke dalam t eks t anpa diapit t anda pet ik
Ada beberapa cara mengut ip yang dapat di t er apkan secar a bervarisai dalam t ulisan. Jenis kut ipan it u ada kut ipan langsung. Kut ipan langsung adalah cuplikan t ulisan orang lain t anpa perubahan ke dalam karya
t ulis kit a.
Unt uk memperdalam penguasaan mat eri, silakan Anda kerj akan lat ihan berikut ! 1. Bagaimana t at a t ulis daf t ar pust aka menurut MLA dan APA?
2. Ada berapa j enis ruj ukan ? Berikan cont ohnya!
3. Jika dalam penyusunan karya t ulis t erdapat kut ipan dari buku karangan Sahid Warsant o yang berj udul Bahasan Bahasa t erbit an Aries Lima, Jakart a, t ahun 1994, halaman 35, f oot not es/ cat at an kaki dit ulis . . .
A. Warsant o, Sahid. 1994. Bahasan bahasa. Aries Lima. Jakart a. h. 35. B. Warsant o, Sahid. Bahasan bahasa. Aries Lima. Jakart a. 1994. h. 35. C. Sahid Warsant o. 1994. Bahasan Bahasa. Jakart a: Aries Lima. h. 35. D. Sahid Warsant o, Bahasan Bahasa, (Jakart a: Aries Lima, 1994), h. 35. E. Sahid Warsant o, Bahasan Bahasa, (Aries Lima, Jakart a, 1994: h. 35. )
4. Penulisan kut ipan langsung yang paling benar adalah . . .
A. Mocht ar mengat akan bahwa: “ Bilamana t idak berhasil memperoleh pembeli, t idak sat u pun perusahaan mampu hidup. ” (1983 : 43)
B. Mocht ar (1983 : 43) mengat akan : “ Bilamana t idak berhasil memperoleh pembeli, t idak sat u pun perusahaan mampu hidup. ”
C. Mocht ar (1983 : 43) mengat akan, “ Bilamana t idak berhasil memperoleh pembeli, t idak sat u pun perusahaan mampu hidup. ”
D. “ Bilamana t idak berhasil memperoleh pembeli, t idak sat u pun perusahaan mampu hidup. ” (Mocht ar = 1983 hal 43)
E. Mocht ar (1983) mengat akan, “ Bilamana t idak berhasil memperoleh pembeli, t idak sat u pun perusahaan mampu hidup. ” Hal 43.
5. Judul buku : Pelik-pelik Bahasa Indonesia Pengarang : J. S. Badudu
Penerbit : Bandung, Angkasa, hal. 34, 1986
Penulisan cat at an kaki berdasarkan sumber buku di at as adalah . . .
A. Badudu, J. S. , Pelik-pelik Bahasa Indonesia. (Bandung, 1986), hal. 34. B. Badudu, J. S. Pelik-pelik Bahasa Indonesia, Bandung : Angkasa, hal. 34. C. J. S. Badudu, Pelik-pelik Bahasa Indonesia (Bandung, 1986), hal. 34.
D. J. S. Badudu, Pelik-pelik Bahasa Indonesia, (Bandung : Angkasa, 1986), hal. 34.
E. Badudu, J. S. Pelik-pelik Bahasa Indonesia. (Bandung : Angkasa), 1986 : 34.
6. Penulisan daf t ar pust aka yang sesuai dengan EYD unt uk buku Komposisi karya Gorys Keraf yang dit erbit kan oleh penerbit Nusa Indah di Ende t ahun 1980 adalah .. .
A. Keraf , Gorys. Komposisi. 1980. Ende : Nusa Indah. . B. Gorys, Keraf . 1980. Komposisi. Ende : Nusa Indah. C. Keraf , Gorys. 1980. Komposisi. Ende : Nusa Indah. D. Komposisi. Keraf , Gorys. 1980. Nusa Indah : Ende. E. Komposisi. Keraf , Gorys. 1980. Ende, Nusa Indah.
7. Perhat ikan dat a buku berikut !
Judul buku : Kebudayaan Ment alit as dan Pembangunan Pengarang : Koent j oroningrat
Penerbit : PT Gramedia Tahun t erbit : 1985
Penulisan daf t ar pust aka yang sesuai dengan EYD dari dat a buku di at as adalah. . .. .
D. Koent j oroningrat , 1985. Kebudayaan Ment ali t as dan Pembangunan. Jakart a PT Gramedia.
E. Koent j oroningrat . 1985. Kebudayaan Ment al it as dan Pembangunan. Jakart a: PT Gramedia.
8. Unt uk membicarakan persoalan yang oleh Puj angga baru diperlukan 200 halaman, maka Angkat an 45 cukup dengan menulis cerpen yang panj angnya t iga halaman saj a. 4)
Penulisan cat at an kaki yang t epat unt uk kut ipan karya ilmiah di at as adalah . . . A. ___________
4) Jassin, H. B. Kesusast raan Indonesia Modern dalam Krit ik dan Esai. Jakart a
: 1962. halaman 122. B. _____________________
4) Jassin, H. B. . 1962. Kesusast raan Indonesia Modern dalam Krit ik dan Esai.
Jakart a. halaman 122. C. ______________________
4) H. B. Jassin, Kesusast raan Indonesia Modern dalam Krit ik dan Esai (Jakart a,
1962), halaman 122. D. _______________________
4) H. B. Jassin, 1962. Kesusast raan Indonesia Modern dalam Krit ik dan Esai.
Jakart a. halaman 122.
Penulisan daf t ar pust aka yang sesuai EYD adalah . . .
A. Alwi, Hasan, dkk. Tat a Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 1999. Jakart a : Balai Pust aka.
B. Hasan Alwi, dkk. Tat a Bahasa Baku Bahasa Indonesia. 1999. Jakart a : Balai Pust aka.
D. Alwi, Hasan, dkk. 1999. Tat a Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakart a : Balai Pust aka.
E. Alwi, Hasan, Soej ono Dardj owidj oj o, Hans Lapoliwa dan Ant on M. Moeliono. 1999. Tat a Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakart a : Balai Pust aka.
10. Judul buku : Pengkaj ian Puisi
Pengarang : Rachmat Dj oko Prodopo Penerbit : Gadj ah Mada Press Kot a : Yogyakart a
Tahun : 1997
Penulisan daf t ar pust aka yang benar berdasarkan ident it as di at as adalah . . . A. Rachmat Dj oko Pradopo, Pengkaj ian Puisi, Yogyakart a: Gadj ah Mada Press,
1997.
B. Pradopo, Rachmat Dj oko. 1997. Pengkaj ian Puisi. Yogyakart a: Gadj ah Mada Press.
C. Pradopo, Rachmat Dj oko, Pengkaj ian Puisi, Yogyakart a: Gadj ah Mada Press, 1997.
D. Rachmat , Dj oko Pradopo. 1997. Pengkaj ian Pui si. Gadj ah Mada Press: Yogyakart a.
E. Pradopo, Rachmat Dj oko. Pengkaj ian Puisi, Gadj ah Mada Press: Yogyakart a, 1997.
Cocokkan j awaban Anda dengan menggunakan kunci j awaban Tes Format if 2 yang t erdapat di bagian akhir bahan belaj ar mandiri ini. Hit unglah j awaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini unt uk menget ahui t ingkat penguasaan Anda t erhadap mat eri Kegiat an Belaj ar 2.
Rumus :
Jumlah j awaban Anda yang benar
Tingkat penguasaan = ______________________________ X 100 % 10
Art i t ingkat penguasaan yang Anda capai : 90 % - 100% = Baik sekali
80 % - 89% = Baik 70% - 79 % = Cukup
< 70% = Kurang
KUNCI JAWABAN TES FORMATIF
TES FORMATIF 1
1. B 2. C 3. B 4. A 5. C 6. B 7. B 8. B 9. B 10. D
TES FORMATIF 2
GLOSARIUM
MLA : The Modern Language Associat ion
APA : The American Psycholoical Associat ion
Daftar ruj ukan : daf t ar buku yang diruj uk/ diacu dalam penulisan karangan ilmiah.
Chatting : pembicaraan sinkronik melalui int ernet .
Kutipan : pernyat aan yang diambil dari penulis lain.
Plagiat : penj iplakan at au pengambilan karangan, pendapat , dan sebagainya dari orang lain dan menj adikannya seolah karangan dan pendapat sendiri (KBBI, 1997: 775) Plagiat merupakan pelanggaran et ika akademis.
DAFTAR PUSTAKA
Aaron, Jane E. 1995. The Li t t l e Br own Compact Handbook. New York: Harper Collins College Publishers.
Akhaidah, Sabart i, Arsj ad, Maidar G. , dan Ridwan, Sakura H. 1989. Pembinaan
Kemampuan Menuli s Bahasa Indonesia. Jakart a: Penerbit Erlangga.
American Psychological Assosiat io. 2001. Publ icat i on Manual of The Amer i can Psychol ogi cal Associ at i on. Ed. Ke-5. Washingt on, D. C.
Azahari, Azril. 1998. Bent uk dan Gaya Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jakart a: Penerbit Universit as Trisakt i.
Purbo-Hadiwidj oj o, M. M. 1993. Menyusun Laporan Tekni k. Bandung: Penerbit ITB. Swasono, Sri-Edi. 1990. Pedoman Manuli s Daf t ar Pust aka, Cat at an kaki unt uk Kar ya
Ilmi ah dan t er bit an Ilmi ah. Jakart a: Penerbit Universit as Indonesia. Turabian, Kat e L. 1996. A Manual f or Wr i t er s of Ter m Paper s Paper s, Theses, and
Resear ch Paper : A Handbook. Ed. ke-3. New York: Harcourt Brace