Dasar Keuangan Perusahaan
dan Daerah
Perbedaan Keu. Perusahaan dan Keu. Daerah
Perbedaan
Perusahaan Daerah
Tujuan M emaksimumkan kekayaan pemegang saham
• Jk Pendek: M emberikan layanan yang berkualit as kepada masyarakat
• Jk Panjang: M eningkat kan kesejaht eraan masyarakat
Foundat ion
Konst it uen Kreditor dan pemegang saham
Seluruh masyarakat dalam area yuridiksi
Proses pengambilan keput usan
Bersifat manajerial Bersifat polit is, melibat kan parlemen dimana
Tujuan Pemerintah Daerah
Tujuan
Jangka Pendek Jangka Panjang
Public Service Obligat ion • M emberikan layanan prima kepada masyarakat
• M emast ikan t erpenuhi t ingkat kesejaht eraan minimum, terutama dalam hal kesehat an, pendidikan, dan lapangan kerja
Sumber Daya M anusia Pelayanan publik yang baik
Peningkatan kualitas individu melalui
pendidikan Infrast rukt ur/Public
Ut ilit ies
• Penyediaan fasilitas publik bagi masyarakat
• Pembangunan proyek infrast rukt ur yang mampu membuka lapangan pekerjaan
Tujuan Manajemen Keuangan Daerah
• Dalam teori keuangan perusahaan, tujuan perusahaan adalah untuk
meningkatkan kekayaan pemegang saham
• Bagaimana dengan pemerintah daerah? Apa tujuan pemerintah daerah?
• Tujuan pemerintah daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan
para stakeholder
• Yang termasuk stakeholder pemerintah daerah:
– Masyarakat
• Masyarakat berpenghasilan tinggi (kaya)
• Masyarakat berpenghasilan menengah
• Masyarakat berpenghasilan ren
– Pelaku usaha/ bisnis dan berbagai profesi
Apa Yang Dimaksud Dengan Stakeholder?
• Setiap individu, kelompok atau institusi yang terkena dampak positif atau negatif dari suatu kegiatan proyek atau kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah;
• Yang termasuk stakeholder:
– Masyarakat:
• Laki-laki perempuan
• Usia
• Strata ekonomi
• Sebaran geografis
– Organisasi Bisnis, Profesi dan Masyarakat:
– Partai Politik:
• Pemenang Pemilu
• Oposisi
Pentingnya Menganalisa Stakeholder
•
Agar dapat memahami kebutuhan dari masing-masingstakeholder
•
Mengklarifikasi kepentingan setiap stakeholder atas setiapkebijakan yang ditetapkan pemerinta daerah
•
Dapat mengidentifikasi peluang-peluang yang ada darisetiap stake holder
•
Memudahkan pemerintah daerah untuk melibatkanLangkah dalam menganalisa
stakeholder
1. Identifikasi setiap stakeholder besarta kebutuhannya
masing-masing
2. Beri penilaian mengenai efek setiap stakeholder terhadap
pemerintah daerah
3. Tentukan langkah dan kebijakan yang tepat untuk setiap
stakeholder
4. Identifikasi setiap risiko dari masing-masing stakeholder
5. Kembangkan strategi untuk menciptakan partisipasi
Jenis Laporan Keuangan
•
Baik buruknya kinerja operasional suatu organisasi biasanyatercermin dari laporan keuangannya
•
Untuk menilai baik buruknya kinerja pemerintah daerah,laporan keuangan dapat digunakan sebagai salah satu informasi
•
Jenis laporan keuangan:– Neraca
– Laporan laba rugi (pemasukan dan beban)
Neraca Pemerintah Daerah
•
Neraca: mencerminkan posisi keuangan pemerintah daerahpada suatu periode tertentu
•
Persamaan dasar untuk neraca:Format Neraca Pemerintah Daerah
Format Neraca Pemerintah Daerah (contoh)
Analisis Neraca
•
Ketika melakukan analisis terhadap neraca pemerintahdaerah, terdapat 3 isu yang harus diperhatikan:
1. Likuiditas.
2. Hutang Vs. Ekuitas.
3. Nilai (value) Vs. Biaya
•
Likuiditas merupakan ukuran seberapa mudah dan cepatsuatu aset dikonversi menjadi kas, serta seberapa cepat dpt akses ke lembaga keu utk mendapatkan likuiditas .
•
Semakin likuid asset yang dimiliki, semakin baik pemerintahdaerah dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Analisis Neraca (lanjutan)
•
Pada saat pemerintah daerah memutuskan untuk mendanaikegiatannya dengan hutang, maka pemda memberikan prioritas pertama hak klaim terhadap kreditor.
•
Semua informasi yang terdapat dalam neraca merupakannilai buku akuntansi sesuai dengan pedoman peraturan akuntansi publik yang berlaku.
•
Nilai pasar setiap komponen neraca bisa saja jauh berbedaLaporan Surplus-Defisit
•
Laporan Surplus-Defisit, sbgmn laporan rugi laba pdperusahaan, merupakan ukuran kinerja pemerintah daerah pada suatu periode waktu tertentu.
•
Definisi akuntasi dari surplus adalah sebagai berikut:Laporan Surplus-Defisit Pemerintah Daerah
(Contoh)
PEN DAPATAN N ILAI
Pe ndapatan Asl i Dae rah
Pen d ap at an Paj ak Daerah xxxxx Pe n d ap at an Re t r i b u si Dae rah xxxxx Pen d ap at an Hasi l Pe nge l ol aan Dae rah Ti dak Di p i sahk an xxxxx Lai n- l ai n PAD yang sah xxxxx
Jum l ah PAD xxxxx
Pe ndapat an Transf e r
Tr an sf er Pe m e ri nt ah Pusat
Jum l ah Transf e r Pe m erint ah Propinsi xxxxx
Lai n- lain Pe ndapat an Yang Sah
Pen d ap at an Hi bah xxxxx
Dan a Daru rat xxxxx
Dan a Pe nye su ai an d an Ot on o m i Kh u su s xxxxx Dan a Tun j an gan Ke pe n di d i kan xxxxx Pe n d ap at an l ai n n ya xxxxx
Jum l ah Lain- l ain Pe ndapatan Yang Sah xxxxx
Jum l ah Pe ndapat an xxxxx
BELAN JA
Jum l ah Be lanja Ope rasi xxxxx
Be l anja M odal
Bel an j a M odal xxxxx
Jum l ah Be lanja M odal xxxxx
Analisis Laporan Surplus-Defisit
•
Laporan Surplus-Defisit pemerintah daerah memilikibeberapa perbedaan dengan laporan laba rugi perusahaan:
– Komponen non kas: pada laporan laba rugi perusahaan, terdapat
beberapa komponen yang bersifat “ non kas” seperti beban depresiasi. Pada laporan laba rugi pemerintah daerah, semua komponen merupakan komponen “ kas” .
– Waktu dan biaya: dalam jangka pendek, beberapa input produksi
dianggap sebagai fixed cost sehingga terdapat fixed cost dan variable
cost. Dalam jangka panjang, semua input produksi bersifat variabel.
Laporan Arus Kas Pemerintah Daerah
•
Laporan arus kas mencerminkan rincian penerimaan danpengeluaran kas yang terjadi selama periode tertentu.
•
Laporan arus kas terbagi kedalam tiga bagian:– Arus kas dari aktivitas operasi
– A rus kas dari aktivitas investasi
Pentingnya Pengaturan A nggaran
•
Aliran
dana
dan
pengaturan
dana
publik
merupakan komponen vital dalam administrasi
publik
Budget (Anggaran)
•
Penyusunan anggaran merupakan proses rutin (jangkapendek) yang selalu dilakukan oleh pemerintah daerah
•
Fungsi anggaran publik:– Alat perencanaan
– Alat pengendalian
– Alat kebijakan fiskal
– Alat politik
– Alat koordinasi dan komunikasi
Anggaran Seimbang (
Balance Budget
)
•
Anggaran yang seimbang merupakan anggaran dimanapenerimaan dengan pengeluaran memiliki jumlah yang sama.
•
Keseimbangan anggaran merupakan salah satu indikatorkesehatan keuangan suatu daerah
•
Terdapat beberapa isu terkait anggaran yang tidak seimbang(pengeluaran > pemasukan).
– Pengeluaran ekstra dapat menstimulasi perekonomian
– Namun defisit anggaran yang terlalu besar dapat menurunkan nilai
mata uang, meningkatkan inflasi, dan menimbulkan efek crwoding
Tahun Fiskal
•
Istilah “ Fiscal” biasanya terkait dengan pajak, pendapatanpublik, dan hutang publik
•
Tahun/ periode fiskal biasanya selama 12 bulan periodeakuntansi
•
Sebagai contoh, pemerintah federal di US memiliki tahunThe Budget Game
•
Keputusan anggaran seringkali menjadi isu “ panas” dalampemerintah. Proses penetapan anggaran lebih cenderung bersifat politis ketimbang manajerial. Hal yang sama juga terjadi di negara-negara lainnya. Susunan anggaran yang optimal seringkali tidak terwujud karena adanya lobi politik yang dilakukan oleh para politisi.
•
Mengapa? Banyak pihak yang berkepentingan terhadappenetapan anggaran pemerintah daerah.
– Rentan terjadinya lobi-lobi politik yang berpotensi menghilangkan
keadilan dalam alokasi anggaran
The Budget Game
(lanjutan)
•
The budget game
terdiri atas dua arena permainan
(games)
:
–
Mempertahankan kepentingan klien (konstituen) thdperubahan gejolak perubahan pendapatan misalnya krn kenaikan pajak.
–
Seeking to attract government spending programs thatwill benefit your clientele.
Budgeting Theory and Practices
•
Anggaran merupakan salah satu proses penetapankeputusan yang paling penting dalam institusi publik seperti pemerintah daerah
•
The budget is a jurisdiction’s most important referencedocument.
•
Anggaran secara simultan mencatat semua hasil penetapanBudgeting Theory and Practices
•
Anggaran publik memiliki 4 dimensi, yaitu:– Anggaran merupakan instrumen politik yang mengalokasikan
berbagai sumber daya publik untuk berbagai kebutuhan yang ada di daerah
– A nggaran merupakan instrumen manajerial atau administratif
• Menggambarkan program dan layanan yang akan diberikan untuk publik
• Memberikan gambaran biaya untuk seluruh program dan kriteria yang dapat digunakan untuk menilai efisiensi dan efektifitas dari program tersebut
• Memastikan bahw a program dapat ditinjau maupun dievaluasi setidaknya satu kali selama tahun/ periode anggaran
– A nggaran merupakan instrumen ekonomi yang dapat menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan perekonomian
Tujuan dari Anggaran dan Penciptaan
Sumber-Sumber Pendanaan
•
Allocation – Memastikan bahwa tingkat aliran danadiperuntukkan bagi sektor ekonomi yang tepat
•
Distribution – memastikan terwujudnya keseimbangandalam pendanaan publik antar wilayah, kelompok
masyarakat, individu dan perusahaan, dan lain sebagainya.
•
Stabilization – menggunakan pengeluaran publik untukmenstabilkan perekonomian seperti dikemukakan oleh
Keynes
•
Growth – menggunakan pengeluaran publik untukDua Jenis Anggaran
•
Jenis paling umum – operating budget.– Rencana jangka pendek untuk mengatur sumber daya jangka pendek
yang diperlukan agar program-program dapat berjalan.
– Biasanya disusun setiap tahun anggaran
•
Capital budget.– Perencanaan untuk pengeluaran dalam jumlah besar yang berkaitan
dengan komponen modal
Financial Gap
•
Terdapat
kondisi
dimana
sumber-sumber
pemasukan daerah tidak cukup untuk membiayai
berbagai program pemerintah daerah sehingga
terjadi
financial gap
•
Pemerintah daerah harus berupaya untuk mencari
sumber pendanaan eksternal agar program-program
pemerintah
bagi
masyarakat
tetap
dapat
diselenggarakan
Central
1) Optimize expenditures; 2) Reduce financial gap; 3) Fill gap at lowest cost
EXT
Sumber Pendanaan Eksternal
•
Sumber pendanaan eksternal yang dapat dimanfaatkan olehpemerintah daerah:
– Kredit perbankan
– Instrumen pasar modal
– Partnership dengan pihak lain
•
Pemerintah daerah dapat memanfaatkan pasar modaldengan menerbitkan instrumen seperti municipal bonds
•
Di Indonesia, pemerintah daerah belum memanfaatkanPartnership
Dengan Pihak Lain
•
Daerah-daerah dengan potensi alam dan pariwisata yangsedikit biasanya memiliki pendapatan asli daerah
•
Perlu upaya kreatif untuk mendapatkan dana dari eksternal,salah satunya dengan menjalin hubungan kemitraan dengan pihak lain
•
Pemda dapat menjalin kemitraan dengan para pemilik modal(investor) agar mau berinvestasi pada pembangunan
infrastruktur publik
•
Pemda juga dapat berkoordinasi dengan lembaga keuangan(bank, perusahaan sekuritas, rating agencies, dll) untuk
mendukung kemitraan dalam rangka membangun