• Tidak ada hasil yang ditemukan

Referat Skoliosis | Karya Tulis Ilmiah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Referat Skoliosis | Karya Tulis Ilmiah"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

Skoliosis masih belum akrab di telinga masyarakat Indonesia. Tetapi bukan berarti kelainan tulang belakang (skoliosis) itu tak ada di Tanah Air. Pasalnya, pakar kesehatan mengatakan sebanyak 2% dari suatu populasi penduduk mengalami skoliosis. Sebanyak 10% dari kelompok penyandang skoliosis itu tergolong berat.

Skoliosis sebenarnya berasal dari kata ‘skolios’ yang berarti bengkok, jadi skoliosis diartikan pembengkokan pada tulang belakang.

Pembengkokan tulang belakang itu selalu bergerak ke arah samping. Namun jika dilihat dari belakang, pembengkokan ke arah kanan atau kiri. Tetapi umumnya bengkoknya ke arah kiri. Oleh karena itu, secara harfiah skoliosis itu pembengkokan tulang ke arah samping.

(2)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

ANATOMI

Sebelum mengenal lebih jauh mengenai skoliosis, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu struktur tulang belakang manusia. Seperti halnya kasus skoliosis dengan segala keunikannya, tulang belakang manusia pun merupakan struktur yang unik dan kompleks. Gambar di bawah ini dapat menjelaskan susunan tulang belakang manusia.

Anatomi Tulang Belakang

(3)

Tiga bagian di atasnya terdiri dari 24 tulang yang dibagi menjadi 7 tulang cervical (leher), 12 tulang thorax (thoraks atau dada) dan, 5 tulang lumbal. Banyaknya tulang belakang dapat saja terjadi ketidaknormalan. Bagian terjarang terjadi ketidaknormalan adalah bagian leher.

Struktur umum

(4)

Tulang punggung cervical

Secara umum memiliki bentuk tulang yang kecil dengan spina atau procesus spinosus (bagian seperti sayap pada belakang tulang) yang pendek, kecuali tulang ke-2 dan 7 yang procesus spinosusnya pendek. Diberi nomor sesuai dengan urutannya dari C1-C7 (C dari cervical), namun beberapa memiliki sebutan khusus seperti C1 atau atlas, C2 atau aksis.

Tulang punggung thorax

Procesus spinosusnya akan berhubungan dengan tulang rusuk. Beberapa gerakan memutar dapat terjadi. Bagian ini dikenal juga sebagai 'tulang punggung dorsal' dalam konteks manusia. Bagian ini diberi nomor T1 hingga T12.

Tulang punggung lumbal

(5)

konstruksinya dan menanggung beban terberat dari yang lainnya. Bagian ini memungkinkan gerakan fleksi dan ekstensi tubuh, dan beberapa gerakan rotasi dengan derajat yang kecil.

Tulang punggung sacral

Terdapat 5 tulang di bagian ini (S1-S5). Tulang-tulang bergabung dan tidak memiliki celah atau diskus intervertebralis satu sama lainnya.

Tulang punggung coccygeal

Terdapat 3 hingga 5 tulang (Co1-Co5) yang saling bergabung dan tanpa celah. Beberapa hewan memiliki tulang coccyx atau tulang ekor yang banyak, maka dari itu disebut tulang punggung kaudal (kaudal berarti ekor).

DEFINISI

Skoliosis adalah suatu kelainan bentuk pada tulang belakang dimana terjadi pembengkokan tulang belakang ke arah samping kiri atau kanan. Kelainan skoliosis ini sepintas terlihat sangat sederhana. Namun apabila diamati lebih jauh sesungguhnya terjadi perubahan yang luarbiasa pada tulang belakang akibat perubahan bentuk tulang belakang secara tiga dimensi, yaitu perubahan sturktur penyokong tulang belakang seperti jaringan lunak sekitarnya dan struktur lainnya.

(6)

atau saraf di sekitar tulang belakang tidak berfungsi sempurna dan menyebabkan bentuk tulang belakang menjadi melengkung.

A. KLASIFIKASI

Ahli bedah tulang (ortopedi) mengklasifikasikan idiofatik skoliosis ke dalam empat kategori berdasarkan usia penderita ketika kelengkungan tulang terlihat untuk pertama kalinya. Keempat kategori tersebut adalah skoliosis idiofatik anak-anak, remaja, pada remaja yang berada di sekitar masa pubertas, dan dewasa. Dalam perkembangannya, Scoliosis lebih lanjut Pada umumnya dibagi atas dua kategori diantaranya adalah Scoliosis Struktural dan Non Struktural.

Scoliosis Struktural

Suatu kurvatura lateral spine yang irreversible dengan rotasi vertebra yang menetap. Rotasi vertebra terbesar terjadi pada apex. Jika kurva bertambah maka rotasi juga bertambah. Rotasi ini menyebabkan saat foward bending costa menonjol membentuk hump di sisi convex. Sebaliknya dada lebih menonjol di sisi concav. Scoliosis struktural tidak dapat dikoreksi dengan posisi atau usaha penderita sendiri.

(7)

skoliosis idiopati. Skoliosis idiopati ini dibagi lagi atas empat bagian : infantile, juvenile, adolescent, dan adult. Pembagian ini berdasarkan kapan skoliosis mulai terjadi pada seseorang.

Dikategorikan infantile scolisis untuk anak dibawah umur 3 tahun, juvenile antara umur 4-9 tahun, adolescent pada umur 10 -18 tahun, dan jika telah mencapai bone maturity maka dikategorikan sebagai adult scoliosis

Scoliosis Non Struktural / Fungsional Scoliosis / Postural Scoliosis Suatu kurvatura lateral spine yang reversibel dan cenderung terpengaruh oleh posisi. Di sini tidak ada rotasi vertebra. Umumnya foward/side bending atau posisi supine/ prone dapat mengoreksi scoliosis ini.

Deskripsi Kurva

a. Arah scoliosis ditentukan berdasarkan letak apexnya.

b. Kurva mayor/kurva primer adalah kurva yang paling besar, dan biasanya struktural. Umumnya pada scoliosis idiophatic terletak antara T4 s/d T12

c. Kurva kompensatori adalah kurva yang lebih kecil, bisa kurva struktural maupun non struktural. Kurva ini membuat bahu penderita sama tingginya.

d. Kurva mayor double, disebut demikian jika sepadan besar dan keparahannya, biasanya keduanya kurva struktural.

e. Apex kurva adalah vertebra yang letaknya paling jauh dari garis tengah spine.

.A Letak dan Bentuk Kurva

a.Letak kurva bisa di cervical, thoracal, lumbal, atau beberapa area b.Bentuk kurva

(8)

kelemahan otot, atau sitting balance yang tidak baik.

 Kurva S : lebih sering terjadi pada scoliosis idiophatic, di thoracal kanan dan lumbal kiri, ada kurva mayor dan kurva kompensatori, umumnya struktural

.B Derajat Scoliosis

(9)

b. Teknik Pengukuran Scoliosis

 Pengukuran sudut kurva dilakukan dengan metode Cobb atau Risser-Ferguson.

(10)

Gambar Pengukuran kurva dan rotasi scoliosis

1.Klasifikasi dari derajat kurva scoliosis a. Scoliosis ringan : kurva kurang dari 20 º

b. Scoliosis sedang : kurva 20 º – 40 º /50 º. Mulai terjadi perubahan struktural vertebra dan costa.

(11)

ETIOLOGI

a. Etiologi Scoliosis Struktural :

 Idiophatic : sekitar 75-85 %. Onset umumnya adolescent. Lebih banyak pada wanita. Secara teori dikaitkan dengan malformasi tulang selama pertumbuhan, kelemahan otot di satu sisi, postur abnormal , dan distribusi abnormal muscle spindle otot paraspinal.  Neuromuscular : 15 – 20 % , seperti myelomeningocele,

neurofibromatosis, Polio, paraplegi traumatik, DMD, dll

 Osteopathic : congenital ( hemivertebra) atau acquired ( rickets, frakture, dll )

b. Etiologi Scoliosis Nonstruktural  Spasme otot punggung perubahan yang ringan dan mungkin pertama kali diperhatikan oleh seorang teman atau anggota keluarga.

(12)

berlawanannya. Jika scoliosis adalah lebih parah, ia dapat membuatnya lebih sulit untuk jantung dan paru-paru untuk bekerja dengan baik. Ini dapat menyebabkan sesak napas dan nyeri dada.

Pada kebanyakan kasus-kasus, scoliosis adalah tidak menyakitkan, namun ada tipe-tipe tertentu dari scoliosis yang dapat menyebabkan sakit punggung.

.2 Gejala Awal:

 Kedua pundak memiliki perbedaan tinggi (salah satu tulang pundak lebih menonjol daripada yang lainnya).

 Kepala tidak sejajar langsung dengan panggul.

 Terlihat dinaikkan/tonjolan pinggul atau punggung (disertai sering sakit kepala, kram, kesemutan dan gejala lainnya).

 Tulang rusuk di ketinggian yang berbeda.  Pinggang yang tidak seimbang.

 Sikap berjalannya miring disebabkan pinggulnya tinggi sebelah  Perubahan Penampilan atau texture kulit disepanjang tulang

belakang.

(13)
(14)

o Deformitas berat terjadi terutama kalau tidak diterapi selama masa pertumbuhan

o Memperburuk penampilan secara drastis

o Gg keseimbangan otot seperti nyeri, gampang lelah, kelemahan otot

o Penyakit sendi degeneratif

o Gg kapasitas paru-jantung terutama pada scoliosis berat

o Memperpendek umur terutama pada scoliosis berat. C. DIAGNOSIS

Pada pemeriksaan fisik penderita biasanya diminta untuk membungkuk kedepan sehingga pemeriksa dapat menentukan kelengkungan yang terjadi.

Pemeriksaan neurologis dilakukan untuk menilai kekuatan, sensasi atau reflek.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan :  Rontgen tulang belakang

(15)

 MRI (jika ditemukan kelainan saraf atau kelainan rontgen)

D. PENGOBATAN

Pengobatan yang dapat dilakukan tergantung kepada penyebab, derajat dan lokasi kelengkungan serta stadium pertumbuhan tulang. Jika kelengkungan kurang dari 200, biasanya tidak perlu dilakukan

pengobatan, tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan yang teratur.

Pada anak-anak yang masih tumbuh, kelengkungan biasanya dianjurkan untuk menggunakan brace untuk membantu memperlambat progresivitas scoliosis, tetapi harus dipasang selama 23jam/hari sampai pertumbuhan anak terhenti.

Jika kelengkungan mencapai 400 atau lebih, biasanya dilakukan

pembedahan. Pada pembedahan dilakukan perbaikasn kelengkungan dan peleburan tulang-tulang. Tulang dipertahankan pada tempatnya dengan bantuan 1-2 alat logam yang terpasang sampai tulang pulih (kurang dari 20 tahun).

Sesudah dilakukan pembedahan mungkin perlu dipasang brace untuk menstabilkan tulang belakang. Kadang diberikan perangsangan elektrospinal, dimana otot tulang belakang dirangsang dengan arus listrik rendah untuk meluruskan tulang belakan.

E. PROGNOSIS

Prognosis tergantung kepada penyebab, lokasi dan beratnya kelengkungan.

Semakin besar kelengkungan skoliosis, semakin tinggi resiko terjadinya progresivitas sesudah masa pertumbuhan anak berlalu.

(16)

prognosis yang baik dan cenderung tidak menimbulkan masalah jangka panjang selain kemungkinan timbulnya sakit punggung pada saat usia penderita semakin bertambah.

Penderita skoliosis idiopatik yang menjalani pembedahan juga memiliki prognosis yang baik dan bisa hidup secara aktif dan sehat.

Penderita skoliosis neuromuskuler selalu memiliki penyakit lainnya yang serius (misalnya cerebral palsy atau distrofi otot). Karena itu tujuan dari pembedahan biasanya adalah memungkinkan anak bisa duduk tegak pada kursi roda.

Bayi yang menderita skoliosis kongenital memiliki sejumlah kelainan bentuk yang mendasarinya, sehingga penanganannyapun tidak mudah dan perlu dilakukan beberapa kali pembedahan.

BAB III KESIMPULAN

(17)

terjadi pembengkokan tulang belakang ke arah samping kiri atau kanan. Ada tiga tipe-tipe utama lain dari scoliosis: Neuromuscular: Pada tipe scoliosis ini, ada suatu persoalan ketika tulang-tulang dari spine terbentuk. Baik tulang-tulang dari spine gagal untuk membentuk sepenuhnya, atau mereka gagal untuk berpisah satu dari lainnya. Tipe scoliosis ini berkembang pada orang-orang dengan kelainn-kelainan lain termasuk kerusakan-kerusakan kelahiran, penyakit otot (muscular dystrophy), cerebral palsy, atau penyakit Marfan. Jika lekukan hadir waktu dilahirkan, ia disebut congenital. Tipe scoliosis ini seringkali adalah jauh lebih parah dan memerlukan perawatan yang lebih agresif daripada bentuk-bentuk lain dari scoliosis.

Degenerative: Tidak seperti bentuk-bentuk lain dari scoliosis yang ditemukan pada anak-anak dan remaja-remaja, degenerative scoliosis terjadi pada dewasa-dewasa yang lebih tua. Ia disebabkan oleh perubahan-perubahan pada spine yang disebabkan oleh arthritis. Pelemahan dari ligamen-ligamen dan jaringan-jaringan lunak lain yang normal dari spine digabungkan dengan spur-spur tulang yang abnormal dapat menjurus pada suatu lekukan dari spine yang abnormal.

Functional: Pada tipe scoliosis ini, spine adalah normal, namun suatu lekukan abnormal berkembang karena suatu persoalan ditempat lain didalam tubuh. Ini dapat disebabkan oleh satu kaki adalah lebih pendek daripada yang lainnya atau oleh kekejangan-kekejangan di punggung.

Lain-Lain: Ada penyebab-penyebab potensial lain dari scoliosis, termasuk tumor-tumor spine seperti osteoid osteoma. Ini adalah tumor jinak yang dapat terjadi pada spine dan menyebabkan nyeri/sakit. Nyeri menyebabkan orang-orang untuk bersandar pada sisi yang berlawanan untuk mengurangi jumlah dari tekanan yang diterapkan pada tumor. Ini dapat menjurus pada suatu kelainan bentuk spine.

Etiologi dari scoliosis adalah :

(18)

pembentukan tulang belakang atau tulang rusuk yang menyatu

2. Neuromuskuler, pengendalian otot yang buruk atau kelemahan otot atau kelumpuhan akibat penyakit

3. Idiopatik, penyebabnya tidak diketahui.

Penatalaksanaan pada pasien dengan scoliosis : the three O’s 1. Observasi

2. Orthosis 3. Operasi

DAFTAR PUSTAKA

1. www.wikipedia.com

(19)

3. A. Goldberg-Surgical Talk-Revision In Surgery,2nd edition

Gambar

Gambar Pengukuran kurva dan rotasi scoliosis

Referensi

Dokumen terkait

Gangguan waham merupakan suatu keyakinan atau kepercayaan yang keliru, berdasarkan simpulan yang keliru,. tidak konsisten dengan intelegensia dan latar

 Tanda rovsing (+) : dengan melakukan palpasi kuadran bawah kiri yang secara paradoksial menyebabkan nyeri yang terasa dikuadran kanan bawahf. (Doenges, 1993; Brunner

Gagal jantung terjadi pada stadium akhir endokarditis infeksi, dan lebih sering terjadi pada insufisiensi aorta dan insufisiensi mitral, jarang pada kelainan katub pulmonal

 Vena Jugularis interna kanan atau kiri (lebih umum pada kanan)  Vena subklavia kanan atau kiri, tetapi duktus toraks rendah pada kanan  Vena brakialis, yang mungkin tertekuk

tarik ke atas. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah.. kanan atas ibu, untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di.. belakang. Dengan tangan kanan dan menariknya ke

Dari semua jenis fraktur, fraktur tungkai atas atau lazimnya disebut fraktur femur(tulang paha) memiliki insiden yang cukup tinggi. Umumnya fraktur femur terjadi

Struktur tulang orbita yang kaku, dengan lubang anterior sebagai satu-satunya tempat untuk ekspansi, setiap penambahan isi orbita yang terjadi di samping atau di

 Bagian paha samping kanan dan kiri dipasang saku tempel (bentuk dompet), memakai flui lipat dalam, berkancing, dan bertutup.  Bagian belakang kanan dan kiri