• Tidak ada hasil yang ditemukan

tugas review jurnal strategi distribusi produk makanan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "tugas review jurnal strategi distribusi produk makanan"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

STRATEGI DISTRIBUSI

PADA INDUSTRI MAKANAN

Disusun Oleh :

MUMUH MULYANA - H251100061 IRMAWATY – H251100051 MIN ROHAYATI – H251100131 ECO FEMIANDINI – H251100041

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Ilmu Manajemen Pemasar an

Pada Sekolah Pascar sar jana IPB

Dosen :

Dr . Ir . JONO M. MUNANDAR, MSC.

DEPARTEMEN MANAJEMEN

SEKOLAH PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(2)

STRATEGI DISTRIBUSI

PADA INDUSTRI MAKANAN

PENDAHULUAN

Salur an Distr ibusi menjadi bagian penting dalam pr oses penyampaian pr oduk dar i

per usahaan manufaktur / pr odusen kepada konsumen akhir . Sebagus apa pun pr oduknya

dan segencar apa pun pr omosinya, tanpa sal ur an distr ibusi yang sistemati s tidak akan

membuat pr oduk ter sebut dikenal dan dikonsumsi oleh konsumen akhir . Jar ingan

distr ibusi ter dir i dar i beber apa elemen yang saling ter kait dan mempengar uhi, beber apa

elemen ter sebut antar a lain adalah supplier , manufact ur er , dist r ibut or dan r et ailer ser ta

pelanggan. Saat ini r antai dan salur an distr ibusi tidak hanya ber tujuan untuk mengur angi

biaya t etapi lebih dar i itu adalah untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Salur an distr ibusi mer upakan suatu jar ingan dar i or ganisasi value chain yang

menjalankan fungsi menghubungkan bar ang dan jasa dengan konsumen. Kegiat an yang

dilakukan oleh int er mediat r y ini pada pr insipnya akan mengur angi hubungan langsung

antar a pr odusen dengan konsumen. Pada intinya fungsi fungsi pemasar an yang dapat

dijalankan oleh suatu jar ingan atau jalur distibusi adalah sebagai ber ikut :

1. Fungsi Per tukar an

Sebagai fungsi per tukar an, salur an distr ibusi memiliki fungsi sebagai ber ikut :

a. Pembelian, di dalam fungsi pembelian ini par a int er mediar ies dalam hal ini

pedagang besar , ber tidak sebagai agen pembelian bagi par a pengecer nya atau

pemakai industr i

b. Penjualan, elemen yang ada pada salur an distr ibusi akan melakukan penjualan

kepada level yang ada dibaw ahnya

c. Pengambilan Resiko, dengan adanya inter midiar ies maka akan ter jadi pembagian

r esiko ter hadap tr ansaksi yang telah dilakukan.

2. Fungsi Penyediaan fi sik

Fungsi penyediaan fisik dalam salur an distr ibusi menjadi sangat penting untuk dapat

(3)

r esponsivness dengan member ikan salur an distr ibusi tugas untuk dapat melakukan

hal hal sebagai ber ikut :

a. Pengumpulan, fungsi pegumpulan yang dijalankan oleh inter midiar ies ini sangat

membantu didalam efisiensi penyulur an.

b. Penyimpanan, fungsi penyimpanan ini sangat ber manfaat pada bar ang bar ang yang

mudah atau cepat r usak.

c. Pengangkutan, fungsi memidahkan bar ang dar i tempat dihasilkan ke t empat yang

dikonsumsi.

3. Fungsi Penunjang

Sebagai fungsi penunjang, salur an distr ibusi mempunyai fungsi sebagai ber ikut :

a. Pelayanan sesudah pembelian, member ikan jaminan ter hadap kenyamanan

penggunaan bar an ter sebut setelah dibeli oleh konsumen

b. Pembelanjaan, fungsi ini diper lukan dalam tujuan untuk memper oleh sejumlah

dana dar i tr ansaksi yang ter jadi.

c. Penyebar an Infor masi, melalui pember ian infor masi yang ber guna dan cukup bagi

konsumen sehingga membantu per usahaan dalam mengur angi biaya konsumen

akhir .

d. Koor dinasi Salur an, Fungsi ini sangat ber kaitan dengan fungsi penyebar an

infor masi dan apabila ter jadi komunikasi yang baik antar elemen maka akan sangat

memudahkan didalam pelaksanaan penyalur an.

RINGKASAN JURNAL

Joanna Now akow ska-Gr unt dalam jur nalnya yang ber judul Str ategy of Distr ibution in

Food Industr y Companies mengur aikan hasil penelitiannya pada or ganisasi yang

menggunakan sebuah model salur an distr ibusi pr oduk makanan.

Di bagian Pendahuluan, Joanna mengungkapkan bahw a Str ategi yang diadopsi

per usahaan akan memiliki dampak ter hadap per kembangan per usahaan. Str ategi yang

tepat dan kuat akan menghantar kan per usahaan pada kesuksesan bisni s dan per usahaan

dan Str ategi yang lemah akan menghantar kan per usahaan pada kebangkr utan per usahaan

atau hanya sekedar mampu ber tahan di tengah per saingan pasar . Sehingga dengan

(4)

Saat ini, par a manajer selalu dihadapkan dengan tiga per tanyaan str ategis yang

fundamental ter kait upaya per usahaan dalam memahami apa dan bagaimana menaw ar kan

sesuatu kepada konsumen untuk memuaskan kebutuhannya. Per tanyaan ter sebut adalah

sebagai ber ikut :

1. Kesadar an akan eksist ensi per usahaan dan visi str ategi s per usahaan di masa

mendatang

2. Pasar dan Pr oduk

3. Penetapan / Pengendalian Model Oper asi

Jika digambar kan ketiga per tanyaan ter sebut akan nampak seper ti gambar di baw ah

ini :

Jaw aban dar i ketiga per tanyaan ter sebut mer upakan pilihan str ategis bagi per usahaan.

Pener apan str ategi untuk mew ujudkan oper asi yang efi sien dalam per usahaan

hampir mir ip sebuah per mainan, untuk mencapai tujuan per usahaan. Seti ap per mainan

mempunyai atur an dan setiap pemain akan memilih dan membuat beber apa keputusan

untuk memanfaatkan kesempat an mer aih kesuksesan. Per usahaan yang ber bisnis di level

pasar domestik atau inter nasional pun akan dihadapkan dengan keputusan per saingan

dalam setiap inter aksi bisnisnya. Pr oses pilihan str ategi bisnis akan mencakup dua

(5)

Per t ama, Komponen Analisis Lingkungan yang mengur ai peluang dan tantangan.

Kedua, Komponen Analisis Or ganisasi yang ter kait Kekuat an dan Kelemahan Or ganisasi Menur ut J. Penc (1994), dalam for mulasi str ategi ter dapat 4 hal yang har us

diper hatikan, sebagaimana yang ter lihat dalam gambar ber ikut ini :

Atur an yang har us diikuti oleh Manajer dalam Per umusan Str ategi :

a. Tidak memandang sesuatu pada satu sisi dan ti dak ber at sebelah

b. Tidak melalaikan dan mengabaikan apapun, sekalipun kesempatan yang ber sifat

tempor er

c. Kembangkan dan per dalam pengetahuan tentang suatu aktivitas

d. Diver sifikasi pr oduksi menjadi langkah ter baik untuk meluncur kan pr oduk yang

dikembangkan secar a ber tahap (mengar ahkan pada posisi ter baik) .

e. Menyetujui bahw a str at egi yang paling utama bukanlah ber juang memenangkan

per saingan namun menyediakan pr oduk/ jasa kepada pelanggan

f. Secar a si stematis melakukan inovasi

g. Melakukan upaya untuk memper luas dan ber investasi di pasar

h. Secar a ener gik melakukan pengembangan ker jasama dengan per usahaan lain di luar

(6)

i. Fokus mengembangkan ker jasama dengan lembaga r iset seper ti per gur uan tinggi,

lembaga R&D, peneliti

j. Memper hatikan Lingkungan yang Ter tutup (seper ti politik, aspek legal dsb)

STRATEGI DISTRIBUSI

Selanjutnya Joanna mengungkapkan bahw a Str ategi Distr ibusi sebagai elemen

per saingan dalam Per usahaan. Obser vasi tentang mekanisme yang mempengar uhi per ilaku

konsumen di pasar t er tentu menunjukkan bahw a salah satu ar ea yang paling utama yang

dihar apkan per usahaan menjadi peluang dan menjadi basi s keunggulan dar i pesaingnya

adalah DISTRIBUSI PRODUK. Pendekatan Ekonomi menunjukkan bahw a distr ibusi

mer upakan divisi yang luas yang dipahami dalam per edar an bar ang di antar a masyar akat .

Divisi ini ter gandung pada sistem sosi al, ekonomi dan politik yang ber laku di

masing-masing negar a. Distr ibusi mencakup pula manfaat dan dana yang dialokasikan, sekalipun

dalam ekonomi pasar , distr ibusi diter jemahkan sebagai per tukar an bar ang dan uang tunai

Dalam pandangan Makr oekonomi, distr ibusi mer upakan pr oses dan str uktur yang

sesuai dalam memindahkan bar ang dar i pabr i k ke konsumen akhir . Per pindahan ini akan

membutuhkan per alatan teknis dan mater ial dan hubungan antar a mer eka sebagai dampak

dar i pemilihan ar us bar ang. Pandangan Ekonomi Mikr o, distr ibusi ber dampak pada

keputusan-keputusan yang dibuat dalam per umusan str ategi per usahaan mulai pilihan

metode menjual dan car a menyelesaikan pr oduk sampai ke konsumen akhir .

Aspek w aktu dan r uang menjadi hal penting pula dalam mew ujudkan kuantitas dan

kualitas suatu pr oduk yang ditaw ar kan kepada konsumen akhir . Pr oses penyediaan

pr oduk yang baik pada konsumen menghar uskan per usahaan melakukan sejumlah tugas

yang kompleks, ter masuk :

Pengir iman pr oduk jadi ke pener ima akhir , dengan mutu, jaminan, ketahanan dan

pengemasan yang sesuai;

Pengur angan dalam w aktu penyer ahan

Pengur angan Biaya Distr ibusi;

Lead-time yang fleksibel;

Memper luas layanan untuk pelanggan;

(7)

Analisis pasar atas per mintaan dengan per timbangan per saingan

Pelaksanaan Tugas per usahaan dalam memilih salur an distr ibusi dan metode

penyalur an pr oduk secar a fisik, sehingga r encana penjualan dapat ter capai ser ta layanan

kepada pelanggan dapat ter penuhi, akan sangat memper timbangkan dan memper hatikan

aspek biaya-bi aya. Distr ibusi akan menjadi lebih atr aktif bagi pelanggan, saat semua

aktivitas yang ter kait ter w ujud dengan baik dan juga fungsi distr ibusi dapat member ikan

manfaat yang lebih. Dengan hal-hal ter sebut, w aktu dan r uang pr oses pr oduksi dan

konsumsi akan menjadi efektif, sehingga per bedaan per mintaan dan penaw ar an dapat

diatasi. Memastikan ar us mater ial, ar us infor masi dan ar us keuangan tidak ter ganggu akan

mew ujudkan salur an distr ibusi yang efisien.

STUDI KASUS

Untuk memper jelas pembahasan tentang si stem distr ibusi, Joanna melakukan

penelitian dengan mengambil obyek Sistem Infor masi Pusat Logistik di WGRO – Poznan.

Obyek ini diambil kar ena WGRO menjadi suatu pr oyek besar yang melibatkan banyak

per usahaan di Gildia. Gildia telah melakukan pembangunan dan pengembangan sekitar

5000 per usahaan yang kebanyakan ber ada di Bar at -Tengah dan Utar a Polandia. Skema

(8)

Objek yang sangat penting dalam pr oses per tukar an yang dilakukan per usahaan

ter sebut adalah pusat logistik dan distr ibusi. Sentr a ini mempunyai tugas utama untuk

mengor ganisasi dan mengkoor dinasi pasokan besar dan “per mainan” yang distandar isasi

dar i komoditas agr ikultur -per kebunan untuk par a kliennya. Tiga Fase ar us bar ang secar a

fisik: Fase Per sediaan, Fase Pemr osesan dan Fase Pendistr ibusian.

Ar us bar ang fisik dan infor masi mengacu pada kedua hal yaitu penghantar an

individual dan ter or ganisir pada tahap per sedi aan. Ar tinya pr odusen komoditas makanan

agr ikultur individu sama baiknya dengan kelompok pr odusen dan pr odusen spesialis

dalam menjalankan per usahaannya. Kelompok Pr odusen mer upakan penghantar yang

sangat menguntungkan dar i sudut pandang efisiensi, kar ena mer eka dapat mensuplai

pr oduk pada satu w aktu dalam jumlah yang besar . Dalam kasus ini, Kelompok Pr odusen

mer upakan gr up penghantar yang memiliki ijin dan memiliki jaminan untuk ber konsultasi

di WGRO ter kait pr oses pr oduksi pr oduknya.

Pemr osesan Logistik mencakup aktivitas penggabungan antar a pengir iman dan

penyediaan pada jar ingan klien besar yang menjual pr oduk agr i-per kebunan. Depar temen

Penggabungan memiliki per lengkapan moder n untuk menekan dan mengklasifikasikan

pr oduk dengan bar -code sehingga pr oduk dapat melew ati fase ini lalu dinyatakan

ter standar dan memiliki kualitas yang tinggi. Hal yang penting adalah, aktivitas WGRO

menjadikan penjualan pr oduk dapat ber langsung di hall moder n.

Depar temen Pemasar an dan Per dagangan memainkan bagian esensial dalam lapisan

distr ibusi WGRO. Tugas Depar mten Pemasar an adalah ber konsentasi mempengar uhi

pembeli untuk bisa mengambil manfaat dar i sar ana pr omosi yang membuat populer

pr oduk yang dipasar kan. Depar temen Per dagangan ber per an mencar i klien secar a efektif.

Sentr a Logistik dan Di str ibusi ini mer upakan pengkolabor asian antar a konsumen yang

membutuhkan pr oduk dengan pr odusen yang akan menjual pr oduknya, melalui

mekanisme per tukar an infor masi. Penaw ar an dilakukan melalui inter net Di WGRO pun

ter dapat oper ator (Paker Company) yang ber tugas untuk ber w enang menyetujui pasokan

dar i penghantar , pengemasan, pencatatan logistik dan pengir iman bar ang kepada

(9)

KESIMPULAN

Juga mempr oses dan mendistr ibusikan dengan per alatan moder n, menggunakan oper ator logistik, yang semuanya mampu menyediakan pr oduk yang ber kualitas tinggi

di Gildia.

Ar us Infor masi disebar melalui inter net sehingga memudahkan untuk mengaksesnya bagi yang membutuhkan

Semua aktivitas ter sebut membuat Gildia memiliki jar ingan per tukar an bar ang antar a distr ibutor dengan pembeli pr oduk agr ikultur dan menjadikan Sentr a Logistik

memiliki per an yang sangat penting dalam r antai pasokan industr i makanan agr ikultur

Di samping, menjalankan per an penting sebagai penyedia layanan infor masi antar a penjual dan pembeli

ULASAN HASIL REVIEW JURNAL

Untuk melengkapi pemahaman kita tentang str ategi distr ibusi pada industr i

makanan, ber ikut ini beber apa ulasan dan ur aiannya:

Joanna dalam jur nalnya mengungkapkan tentang model salur an distr ibusi yang

digunakan oleh WGRO (Pusat Per dagangan Agr o-Hor tikultur a di daear h Poznan, Polandia)

yang mengintegr asikan sist em infor masi ber basi s inter net dan fungsi oper ator logistik

dalam menghubungkan antar a pr odusen hasil per kebunan dengan customer yang

membutuhkan pr oduk ter sebut. Selur uh data tentang pr oduk yang ter sedia, dan pelanggan

yang membutuhkan pr oduk ter data secar a baik di pusat data dan infor masi WGRO. Lalu

tr ansaksi bisnis ber langsung dengan Oper ator Logistik sebagai pihak yang mengeksekusi

tr ansaksi t er sebut sehingga pr oduk diter ima pelanggan dan par a pr odusen mener ima

pembayar an hasil penjualan pr oduk yang dihasilkannya. Moden dan si stem distr ibusi ini

menjadi pilihan model dan str ategi distr ibusi yang efektif ser ta menguntungkan bagi

(10)

pengemasan yang handal dan pendampingan ter hadap petani / pr odusen di saat pr oses

pr oduksi ber langsung.

Pemilihan salur an distr ibusi menjadi penting dalam r angka memasar kan pr oduk

kepada pelanggan. Apabila sebuah per usahaan memiliki masalah dalam salur an distr ibusi

maka pemasar an pr oduknya akan ter ganggu yang dapat mengakibatkan per for mansi

per usahaan akan menur un. Untuk itu dalam pemilihan salur an distr ibusi per lu

diper hatikan beber apa hal yaitu :

Efektivitas

Cakupan layanan

Efisiensi biaya

Kemampuan adaptasi dalam jangka w aktu yang panjang

Model dalam Salur an Distr ibusi

Dalam model tr adisional, per usahaan mengunakan beber apa bentuk salur an

distr ibusi, salah satunya adalah seper ti pada Gambar 2.3 dibaw ah ini:

Gambar 2.3 Salur an dan Rantai Distr ibusi

Sumber : Ander son,E. (et al) (1997) St r at egic Channel Design. Jour nal of Sloan ManagementReview ,59-69.

Ketiga r antai dan salur an distr ibusi memiliki kar akt er istik yang ber beda beda,

(11)

Pola 1 : pola ini menggunakan pihak ketiga untuk dapat beker jasama dengan manufact ur er

untuk dapat memasar kan pr oduknya. Dalam salur an ter sebut jika pr oduk ter sebut

memer lukan aft er sales ser vices maka pelanggan dapat memintanya kepada dealer dimana

mer eka membeli yang kemudian jika tidak dapat diselesaikan oleh dealer ter sebut maka

keluhan pelanggan dapat dieskalasi hingga ke manufact ur er .

Pola 2 : Pada pola ini manufactur er menggunakan kemampuan sendir i dalam memasar kan

pr oduknya dengan membuat kantor per w akilan untuk penjualan pr oduk. Dengan pola

seper ti ini maka pelanggan melakukan kont ak langsung dengan per w akilan sehingga

apabila ter jadi keluhan maka hal ter sebut dapat langsung disampaikan kepada

manufact ur er.

Pola 3 : Pola ini hanya menggunakan dist r ibutor sebagai kepanjangan tangan dar i

manufact ur er. Pola ini hampir sama dengan pola 1 hanya saja layer yang ber ada dibaw ah

manufact ur er hanya satu.

Ter lepas dar i ber bagai bentuk model r antai dan salur an distr ibusi diatas, pelanggan

membutuhkan pelayanan yang cepat dan t epat sehingga dapat member ikan kepuasan bagi

pelanggan.

Dengan mult iple channel maka ter dapat pilihan bagi pembeli dan penjual dalam

melakukan tr ansaksi , hal ini disesuaikan dengan kar aker istik pr oduk dan keinginan

pelanggan dalam ber tansaksi. Pelanggan indivi du yang ingin melakukan tr ansaksi melalui

dir ect channel maka bisa menghubungi sales r epr esent at ive ataupun bisa menggunakan layanan websit e. Lain halnya jika pelanggan kor por asi yang memer lukan aft er sales ser vices

maka mer eka akan membeli melalui distr ibutor untuk mendapatkan after sales ser vices.

(12)

Gambar 2.4 Mult iple Channel

Sumber : Ander son,E.,et al. (1997) St r at egic Channel Desi gn. Jour nal of Sloan ManagementReview ,59-69.

Dengan mult iple channel ter dapat pembagian pelanggan ber dasar kan segmen segmen

ter tentu sehingga per usahaan dapat menjangkau semua pasar yang ada. Per usahaan akan

membagi pr oduk ber dasar kan salur an distr ibusinya dan hal ini dapat dilakukan bila

ter dapat per bedaan yang mendasar dar i pr oduk yang ditaw ar kan.

Model Composit e Channel membagi tugas antar a manufact ur er dan level yang ada

dibaw ahnya. Hal ini menyebabkan setiap layer distr ibusi beker ja sesuai dengan spesi alisasi

yang dimilikinya. Dalam model di baw ah ini digambar kan bahw a manufact ur er mempunyai

tugas untuk mencar i demand dar i pr oduk ter sebut dalam bentuk mar ket ing t ask, kemudian

setelah t er dapat per mintaan pr oduk maka distr ibutor dar i pabr ikan akan melakukan

distr ibusi bar ang yang ingin dibeli oleh pelanggan. Dan jika t er jadi adanya keluhan

ter hadap bar ang yang dibeli maka manufact ur er akan menyer ahkan kepada par t ner yang

(13)

Gambar 2.5 Composit e Channel

Sumber : Ander son,E.,et al. (1997) St r at egic Channel Desi gn. Jour nal of Sloan ManagementReview ,59-69.

Model Salur an Distr ibusi Elektr onik. Salur an distr ibusi elektr onik adalah r antai

hubungan antar a per usahaan dan pelanggan ser ta per usahaan dengan mitr a distr ibusinya.

Adanya kebutuhan yang cepat dan handal menyebabkan lahir nya salur an distr ibusi

elektr onik yang dibuatuntuk memuaskan pelanggan dan atau mitr a distr ibusi. Ter dapat 4

macam pengembangan salur an distr ibusi dengan menggunakan salur an elektr onik,

keempat pengembangan salur an distr ibusi ter sebut adalah t r ansact ion enhancement ,

e-channel compr ession, e-e-channel expansion, dan ee-channel innovat ion.

Model Salur an Distr ibusi : Tr ansaction Enhancement. Pada salur an distr ibusi yang

menggunakan t r ansact ion enhancement , distr ibusi dilakukan dengan car a offline. Tetapi

ter dapat alir an infor masi yang dilakukan secar a elektr onik dalam r angka memudahkan

alir an infor masi dar i pr odusen ke mitr a distr ibusi. Dengan pola ini maka pemesanan untuk

pr oduk akan dilakukan oleh pelanggan secar a elektr onik tetapi pengir iman pr oduk

dilakukan secar a fisik. Sehingga yang ter jadi adalah per baikan dar i si stem infor masi

sehingga dapat memudahkan pelanggan.

Model Salur an Distr ibusi : E-channel Compr ession. E-Channel Compr ession

mer upakan tahap selanjutnya ketika sudah ter jadi tr ansaksi elektr onik. Dengan e-channel

(14)

e-channel compr ession adalah pada saat pemesanan tiket pesaw at t er bang dimana sebelumnya menggunakan agency untuk dapat mener bitkan tiket dan pener bit an tiket

ter sebut dilakukan secar a elektr onik. Dengan menggunakan str ategi e-channel compr ession

maka pelanggan tidak per lu menggunakan agency dalam pemesanan tiket melainkan

pelanggan langsung memesan tiket pesaw at ke air line.

Model Salur an Distr ibusi : E-channel Expansion Pada e-channel expansion,

per usahaan ber usaha untuk memper banyak channel dengan jalan beker jasama dengan

int er mediar y sehingga pelanggan dapat melakukan tr ansaksi lew at int er mediar y ataupun lew at mitr a distr ibusi yang dibangun oleh pr odusen.

Model Salur an Distr ibusi : E-channel I nnovation. E-Channel Innovat ion adalah

sebuah ter obosan bar u yang dibangun oleh per usahaan untuk dapat mendistr ibusikan

pr oduk dimana dalam pr oduk ter sebut juga t er jadi per ubahan. Dengan adanya per ubahan

pada pr oduk ter sebut maka ter dapat salur an distr ibusi bar u yang akhir nya dapat

membentuk sebuah sistem bar u dar i distr ibusi. Dengan adanya pilihan bar u dar i segi

pr oduk dan sistem distr ibusinya maka pelanggan memiliki pilihan untuk dapat menikmati

pr oduk yang dibelinya. Dengan banyaknya jenis pelanggan maka per usahaan dapat

melayani kebi asaan dan keinginan pelanggan secar a lebih menyelur uh.

Per anan Teknologi Infor masi dalam Supply Chain Management

Teknologi infor masi har us mendukung str ategi bisnis yang ditur unkan menjadi

funct ional st r at egy dimana salah satu functional str ategi adalah IT St r at egy. Hal ini penting agar str ategi yang telah dir umuskan oleh per usahaan dapat diimplementasikan untuk

mencapai tujuan per usahaan. Pada gambar 2.6 dijelaskan mengenai hubungan antar a

(15)

Gambar 2.6 Hubungan antar a Str ategi Bisnis dan Str ategi IT

Sumber :Tur ban,E;et al (2007). Infor mation Technology for Management.Asia:John Wiley &Sons, Inc p.521

Pada gambar diatas dapat dilihat bahw a Str ategi IT yang akan dibangun har us

menyesuaikan dengan str at egi bisnis sehingga tujuan bisnis akan mendapat dukungan dar i

IT.

Sebuah sistem distr ibusi dapat dibangun dengan menggabungkan salur an distr ibusi

dengan sistem infor masi dan teknologi, sehingga menciptakan suatu mekanisme

ter integr asi yang efektif dan efisi en dalam salur an distr ibusi pr oduk.

DAFTAR PUSTAKA

UTAMA :

Joanna Nowakowska-Gr unt , 2009. Str ategy of Distr ibution in Food Industr y Companies.

Annales Univer sit at is Apulensis Ser ies Oeconomica, 11(2), 2009. War saw a : Czestochow a Univer sity of Technology

PENDUKUNG :

Ander son,E.; Day,S.G.; Rangan,V.K.. (1997) St r at egic Channel Design. Jour nal of Sloan

(16)

Car penter ,M.A; Sander s,G (2007).St r at egic Management : a dynamic per spect ive: concept s

and concept s.New Jear sey: Pear son Education.

Tur ban,E; Leidner ,D; McLean,E; Wether be,J. (2007). Infor mat ion Technology for

Gambar

Gambar 2.3 Saluran dan Rantai Distribusi
Gambar 2.4 Multiple Channel
Gambar 2.5 Composite Channel
Gambar 2.6 Hubungan antara Strategi Bisnis dan Strategi IT

Referensi

Dokumen terkait

[r]

peserta lelang dapat menyampaikan sanggahan tertulis kepada Pokja Pengadaan Barang dalam waktu 3 (tiga) hari kerja setelah pengumuman pemenang, disertai bukti terjadinya

Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 72, Tambahan Lembaran

Bagi Penyedia Barang / Jasa Pengadaan Langsung yang berminat dapat mengirimkan Profil Company KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA. pada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan

Jepang mengenai Suatu Kemitraan Ekonomi) yang telah ditandatangani pada tanggal 20 Agustus 2007 di Jakarta yang naskah aslinya dalam Bahasa Inggris dan

Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT yang dengan segala kebesaran dan kemurahan-Nya telah melimpahkan rahmat, bimbingan, serta kemudahan dalam setiap langkah sehingga

[r]

Peraturan Menteri Pembelajaran Nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusani untuk Satuan Pembelajaran dasar dan Menengah. Peraturan Menteri