Kajian Ekonomi Regional Triwulan IV-2008
INBOX
INBOX 1
KELANJUTAN PROSES REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI NAD-NIAS
PASCA BERAKHIRNYA MASA TUGAS BRR
Sebagaimana telah ditetapkan dalam Perpu No.2 Tahun 2005 Jo. UU No.10 Tahun 2005 bahwa dengan berakhirnya masa tugas Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR), kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi menjadi tanggung jawab Kementerian/ Lembaga atau Pemerintah Daerah. Untuk mendukung hal tersebut Presiden telah menerbitkan Perpres 47/2008 tentang Perubahan Rencana Induk (Perpres 30/2005). Peraturan ini bertujuan untuk memantapkan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dan memberikan landasan hukum bagi para pelaksana rehabilitasi dan rekonstruksi yaitu dalam hal ini BRR (2005-2008) serta K/L dan Pemda di tahun 2009. Dengan akan berakhirnya tugas BRR NAD-Nias pada April 2009, maka Bappenas bersama BRR NAD-Nias telah menyusun Rencana Kerja dan Anggaran yang akan dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah sebagaimana telah ditetapkan dalam APBN Tahun 2009.
Rancangan agenda pengakhiran masa tugas BRR NAD-Nias
Sumber: Bappenas
Hal – hal yang telah diatur dalam Perpres 47/2008 tentang rencana kerja yang belum diselesaikan BRR adalah:
1. Penuntasan kegiatan lanjutan rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun 2009 akan dilaksanakan oleh enam kementerian/ lembaga terkait di tingkat Pusat yaitu Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Perhubungan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Agama, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan alokasi pendanaan secara keseluruhan sebesar Rp.1,78 triliun.
2. Disamping itu kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pada tahun 2009 juga akan dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah (NAD dan Nias) dengan dana Rp.1,66 triliun.
Kajian Ekonomi Regional Triwulan IV-2008
INBOX
jawabnya, serta agar tetap dapat melakukan koordinasi pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi dengan kementerian/ lembaga terkait dan Pemerintah Daerah.
Pagu sementara dalam RKP 2009
No. K/L ‐ Nama Kegiatan Lokasi PAGU SEMENTARA (Rp Juta)
Pengembangan Sistem Drainase NAD 44.300 100.000 144.300
2 Dept. Perhubungan 183.280 82.066 265.346
Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut NAD 43.280 82.066 125.346
Pembangunan Fasilitas Terminal SIM NAD 140.000 ‐ 140.000
3 Dept. Dalam Negeri 111.690 151.890 263.580
Fasilitasi Pembangunan Wilayah Tertinggal (KRRP) NAD‐Nias
111.690 151.890 263.580
Fasilitasi Pembangunan Wilayah Tertinggal
(Simeulue) NAD
4 Dept. Agama 11.158 78.842 90.000
Rehabilitasi dan Rekonstruksi IAIN Ar‐Raniry NAD 11.158 78.842 90.000
5 Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) 111.465 245.000 356.465
Percepatan Pembangunan Kawasan Produksi Daerah
Tertinggal (P2KPDT) NAD‐Nias 111.465 245.000 356.465
6 Badan Pertanahan Nasional (BPN) 4.578 78.759 83.337
Percepatan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah (RALAS) NAD‐Nias 4.578 78.759 83.337
TOTAL 1.783.517
Sumber: Bappenas
Pemetaan kegiatan rehab-rekon yang dilanjutkan Pemda NAD-Nias tahun 2009
Pemda mendapat dana sebesar Rp.1,663 triliun yang akan dialokasikan melalui bagian anggaran 69 di tahun 2009, dengan rincian sebagai berikut: 1. Rp 1,386 triliun untuk Prov.
NAD.
2. Rp.277,45 miliar untuk Kab. Nias dan Kab. Nias Selatan Prov. Sumut.
Peran Pemerintah Pusat dan Pemda
Pemerintah Pusat: Pemda:
1. Melakukan koordinasi perencanaan dan pelaksanaan dengan berbagai stakeholders (Pemerintah Daerah dan Donor/ NGO) untuk mendukung program keberlanjutan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca BRR. 2. Menyusun program dan penganggaran
pembangunan di level pusat untuk
disinkronkan dengan program pembangunan
1. Dari transisi menuju exit strategy diharapkan terciptanya kondisi pemulihan yang berkelanjutan pasca BRR; 2. Melakukan penyiapan kapasitas
kelembagaan dan sumber daya manusia; 3. Mengoperasionalkan dan memelihara
Kajian Ekonomi Regional Triwulan IV-2008
INBOX
reguler daerah.
3. Melakukan kegiatan-kegiatan pusat di daerah melalui K/L terkait. Mekanisme pelaksanaan melalui kegiatan secara langsung oleh K/L maupun Dekonsentrasi, Tugas Perbantuan (TP).
4. Mendorong mainstreaming pengurangan risiko bencana ke dalam kebijakan pembangunan di daerah melalui RPJMD dan RTRW.
prasarana yang telah diserahkan kepada lembaga sosial kemasyarakatan maupun perorangan;
5. Melaksanakan progam dan kegiatan kesinambungan rehab-rekons yang berkelanjutan agar dapat berjalan dengan lancar.
Strategi: Rekomendasi dan tindak lanjut:
1. Peningkatan dan perluasan jangkauan sarana dan prasarana ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan.
2. Pengembangan wilayah dan penataan ruang darat dan laut secara cermat, disiplin, dan terpadu dengan memperhatikan tata guna lahan, zonasi, serta pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang menjamin pembangunan berkelanjutan.
3. Meningkatkan kualitas, proses dan kinerja politik dalam menghormati, melindungi dan memenuhi hak-hak dasar rakyat.
4. Menciptakan ketertiban dan rasa aman bagi rakyat, serta menegakkan hukum secara adil dan tanpa diskriminasi.
5. Meningkatkan kapasitas dan integritas aparat dalam memberikan layanan kepada rakyat. 6. Memantapkan sistem kesiapsiagaan dini
dalam mengantisipasi berbagai bencana alam untuk meminimalkan potensi kerugian akibat bencana.
1. Diperlukan kesepahaman bersama terkait program dan sasaran kesinambungan rencana induk tahun 2009 yang telah disusun bersama oleh BRR NAD-Nias kepada K/L dan Pemerintah Daerah;
2. Agar tidak terjadi tumpang tindih waktu antara pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilaksanakan oleh BRR, K/L dan Pemda, serta memaksimalkan hasil dalam proses kesinambungan, maka diperlukan pengaturan hal tersebut didalam Ranperpres yang akan disampaikan kepada Presiden;
3. Bappenas bersama BRR NAD-Nias, K/L terkait serta Pemda akan terus melakukan pertemuan koordinasi dan konsultasi guna finalisasi terhadap sasaran rehabilitasi dan rekonstruksi yang akan dilaksanakan oleh K/L dan Pemerintah Daerah.
4. Khusus kepada SKPA/SKPD yang juga melaksanakan program reguler, program Dekon dan TP bersumber dari K/L, maka diperlukan persiapan kapasitas dan personil guna memaksimalkan seluruh tanggung jawab yang diemban
5. Rencana tindak lanjut pemulihan dan pembangunan kembali wilayah NAD dan Kep. Nias Prov Sumatera Utara pasca tahun 2009, akan disusun dalam jangka menengah dan jangka panjang.