• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN TEORI

Teori Umum 2.1. Network

Network adalah sesuatu yang memungkinkan dua atau lebih komputer untuk berkomunikasi satu sama lain atau berkomunikasi dengan peralatan lainnya. Hal ini memungkinkan user untuk membagi informasi, bekerja sama dalam mengerjakan perkerjaan, dan juga dapat berkomunikasi secara langsung secara individu dari tempat yang berbeda. (Norton, 1999, p.16)

Tujuan dari jaringan komputer adalah :

(http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Jaringan_Komputer.pdf, Proboyekti, p.2)

• Resource sharing, dimana seluruh program, peralatan ataupun data dapat digunakan oleh setiap orang yang ada di jaringan tanpa dipengaruhi lokasi sumber dan pemakai.

• Kehandalan (reliable) tinggi, dimana tersedianya sumber-sumber alternatif lain kapanpun diperlukan. Misalnya pada aplikasi perbankan atau militer, jika salah satu mesin tidak bekerja, kinerja organisasi tidak terganggu karena mesin lain mempunyai sumber yang sama.

• Menghemat biaya, dimana membangun jaringan dengan menggunakan komputer-komputer kecil lebih murah dibandingkan dengan menggunakan mainframe (komputer besar, mahal, dan kuat yang dapat menangani ratusan hingga ribuan pengguna yang terhubung secara bersamaan).

(2)

 

• Skalabilitas, dimana apabila dilakukan penambahan jaringan, maka tidak akan mempengaruhi atau mengganggu kinerja jaringan yang telah berjalan. • Medium komunikasi, dimana memungkinkan kerjasama antara orang-orang

yang saling berjauhan melalui jaringan komputer, baik untuk bertukar data maupun berkomunikasi.

Ciri-ciri network yang baik :

(http://www.cisco.com/web/learning/netacad/index.html) 1. Fault Tolerance

Bila terjadi kerusakan pada jaringan, tidak mempengaruhi kinerja jaringan tersebut.

2. Scalability

Bila terjadi penambahan jaringan, tidak mempengaruhi kinerja jaringan yang telah berjalan.

3. Quality of Service (QoS)

Memprioritaskan komunikasi yang paling penting, dimana proses komunikasi tersebut akan diutamakan dari komunikasi lainnya.

4. Security

Memiliki security yang dapat menjamin keamanan jaringan yang berjalan, seperti firewall dan login password.

(3)

 

2.2. Klasifikasi Jaringan

2.2.1. Berdasarkan Teknologi Transmisi

(http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Jaringan_Komputer.pdf, Proboyekti, p.3) Berdasarkan teknologi transmisi dalam sistem jaringan, ada dua jenis teknologi transmisi, yaitu :

• Jaringan broadcast

Memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama oleh semua mesin yang ada pada jaringan. Pesan-pesan berukuran kecil, disebut paket dan dikirimkan oleh suatu mesin kemudian diterima oleh mesin-mesin lainnya. Bagian alamat pada paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket ditujukan. Saat menerima sebuah paket, mesin akan cek bagian alamat, jika paket tersebut untuk mesin itu, maka mesin akan proses paket tersebut. Jika bukan, maka mesin akan mengabaikannya.

• Jaringan point-to-point

Terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk pergi dari satu sumber ke tempat tujuan, sebuah paket pada jaringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui banyak rute yang mungkin berbeda jaraknya. Karena itu, algoritma routing memegang peranan penting pada jaringan point-to-point.

(4)

 

2.2.2. Berdasarkan Jarak

(http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/Jaringan_Komputer.pdf, Proboyekti, p.3) Berdasarkan jarak, jaringan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :

• Local Area Network (LAN), merupakan jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil, dimana jaraknya terbatas. LAN biasanya digunakan pada jaringan komputer kampus, kantor, sekolah, dan rumah. Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai. LAN memiliki karateristik sebagai berikut : 1. Mempunyai kecepatan data yang tinggi.

2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit.

3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi.

• Metropolitan Area Network (MAN), merupakan jaringan yang menghubungkan beberapa jaringan komputer dalam wilayah yang lebih luas. Area cakupan dari MAN lebih besar dari pada LAN, namun lebih kecil dari WAN. (Rizky, 2006, p.12)

(5)

 

• Wide Area Network (WAN), merupakan gabungan dari beberapa LAN yang terhubung dalam jarak jangkauan yang jauh, misalnya hubungan antar kota. (Stallings, 2001, p.9) Cakupan area WAN sangat luas, bisa antar kota, wilayah, negara bahkan benua. WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan komputer di lokasi yang lain.

2.3. Topologi Jaringan (Thomas, 1996, p.27)

Topologi adalah suatu syarat yang digunakan untuk menjelaskan jalur mana suatu komputer terhubung dalam jaringan. Macam-macam topologi :

1. Topologi Bus

Pada topologi ini, setiap terminal terhubung ke jalur komunikasi. Informasi yang hendak dikirim akan melewati semua terminal pada jalur tersebut. Jika alamat terminal sesuai dengan alamat pada informasi yang dikirim, maka informasi tersebut akan diterima dan diproses. Jika tidak, informasi tersebut akan diabaikan terminal yang dilewatinya. (Lukas, 2006, pp 146-147)

Kelebihan Topologi Bus : • Topologi sederhana.

• Kabel yang digunakan sedikit untuk menghubungkan komputer-komputer atau peralatan-peralatan yang lain.

(6)

  • K • • • • 2. T s d u t s • Mudah d bus. Kekurangan • Traffic (l • Sulit untu • Lebih lam • Bila terja mengalam (Sumber : h Topologi Rin Topo saling dihub diperoleh, di untuknya, in erminal dala satu terminal dikembangka n Topologi B alu lintas) y uk melakuka mbat dibandi adi gangguan mi gangguan http://id.wik D ng

logi ini miri ungkan sehi iperiksa alam formasi dipu am LAN sal l maka selur an apabila in Bus : ang padat ak an troublesh ingkan topol n di sepanjan n. Gambar 2.1 kipedia.org/w Diakses pada ip dengan to ingga meny matnya oleh utar lagi sam ling bergantu ruh LAN aka

ngin mempe

kan memperl oot pada bus logi lainnya. ng kabel ma 1. Topologi wiki/Berkas:N 05 Oktober pologi titik k yerupai lingk h terminal y mpai menem ung sehingg an terganggu erluas jaring lambat bus. s. . aka keseluruh Bus NetworkTop 2011) ke titik tetap karan. Setiap yang dilewat mukan alat ya ga jika terjad u. (Lukas, 20

gan pada top

han jaringan pology-Bus.p pi semua term p informasi tinya. Jika b ang benar. S di kerusakan 006, pp 145-pologi n akan png minal yang bukan Setiap n pada 146)

(7)

 

Kelebihan Topologi Ring :

• Data mengalir dalam satu arah sehingga terjadinya collision (tabrakan) dapat dihindarkan.

• Aliran data lebih cepat karena dapat melayani data dari kiri atau kanan dari server.

• Identifikasi kerusakan cukup mudah karena sinyal data selalu bergerak terus dari perangkat pengirim sampai akhirnya berhenti di perangkat tujuan.

• Dapat melayani lalu lintas data yang padat karena data dapat bergerak ke kiri atau ke kanan.

• Waktu untuk mengakses data lebih optimal.

Kekurangan Topologi Ring :

• Kerusakan pada salah satu komputer dapat memberikan pengaruh terhadap jaringan secara keseluruhan dan tentu saja akan mempersulit proses perbaikannya.

• Penambahan dan pemindahan lokasi komputer akan mengganggu jaringan yang sedang berjalan.

(8)

  3. T d p t p K • • • • (Sumber : h Topologi Sta Dalam dan pengend padanya dan erminal pus pada dua term

Kelebihan T • Cukup m jaringan jaringan y • Apabila komputer • Tingkat k • Tahan ter http://id.wiki D ar m topologi i dali semua ko n pengiriman sat. Termina minal yang a Topologi Sta mudah untu yang meng yang sedang satu kompu r tersebut tid keamanan te rhadap lalu l Gambar 2.2 ipedia.org/w Diakses pada ni, sebuah te omunikasi d n data dari al pusat akan akan berkom ar : uk menguba gunakan top g berlangsun uter menga dak akan me ermasuk ting lintas jaringa 2. Topologi R wiki/Berkas:N 05 Oktober erminal pusa data yang terj satu termin n menyediak munikasi. (Lu h dan men pologi star ng. alami kerusa mbuat seluru ggi. an yang sibu Ring NetworkTop 2011) at bertindak jadi. Termin nal ke term kan jalur ko ukas, 2006, p nambah kom tanpa meng akan dalam uh jaringan s uk. pology-Ring. sebagai pen nal lain terhu inal lain m omunikasi kh pp 144-145) mputer ke d gganggu akt m jaringan, star terputus .png ngatur ubung melalui husus dalam tivitas maka s.

(9)

  K • • • • 4. T b d K s t Kekurangan • Memiliki pusat me beroperas • Membutu ditarik ke • Jumlah te • Lalu lint lambat. (Sumber : h Topologi Tre Meru bus. Topolo dalam satu Komputer-ko sebagai jalur opologi jar n Topologi S i satu titik k engalami ke si. uhkan lebih e satu centra erminal terb tas data yan

http://id.wik D ee upakan komb gi ini terdir topologi bu omputer dih r tulang pun ringan berti Star : kesalahan y egagalan, m banyak ka al point. atas, tergant ng padat dap Gambar 2.3 kipedia.org/w Diakses pada binasi karak ri atas kum us sebagai hubungkan k nggung. Top ingkat. Top ang terletak maka seluruh abel karena

tung dari por pat menyeba 3. Topologi wiki/Berkas:N 05 Oktober teristik anta mpulan topol jalur tulang ke hub, seda pologi jaring pologi ini k pada hub, h jaringan a semua kabe rt yang ada p abkan jaring Star NetworkTop 2011) ara topologi logi star ya g punggung angkan hub l gan ini dise biasanya d dimana jika akan gagal u el jaringan pada hub. gan bekerja pology-Star.p

star dan top ang dihubun g atau back lain dihubun ebut juga se digunakan u a hub untuk harus lebih png pologi ngkan kbone. ngkan ebagai untuk

(10)

  in l m d KK • nterkoneksi ebih rendah mempunyai digunakan pa Kelebihan T • Dapat ter contohny terminal penjualan Kelemahan • Jika jalur Apabila kelompok efektif. (Sumber : h antar sentra h digambark hirarki sem ada sistem ja Topologi Tre rbentuknya ya perusaha pembukuan n. Topologi Tr r utama putu simpul yan k lainnya ya http://id.wiki D al dengan hi kan pada lok

makin tingg aringan kom ee : suatu kelom an dapat m n, serta pada Tree : us maka sis ng lebih tin ang berada d Gambar 2.4 ipedia.org/w Diakses pada irarki yang kasi yang r gi. Topolog mputer. mpok yang d membentuk a kelompok tem kerja ja nggi kemud dibawahnya 4. Topologi T wiki/Berkas:N 05 Oktober berbeda. Un rendah dan gi jaringan dibutuhkan kelompok y lain dibentu aringan tidak dian tidak akhirnya ju Tree NetworkTop 2011) ntuk hirarki semakin ke jenis ini c pada setiap yang terdiri uk untuk term k akan berfu berfungsi, uga menjadi ology-Tree.p yang e atas cocok saat, i atas minal ungsi. maka tidak png,

(11)

 

2.4. Arsitektur dan Protokol Jaringan 2.4.1. OSI Layer Model

Menurut Tanenbaum, 2003, pp 22-25, fungsi jaringan komputer dibagi dalam OSI (Open System Interconnection) layer yang dikeluarkan oleh ISO (International Organization for Standardization), yaitu :

Gambar 2.5. OSI Layer

(Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Osi‐model‐jb.png Diakses pada 15 Desember 2011)

• Layer 1 Physical

Lapisan ini bertanggung jawab atas transmisi bits melalui channel komunikasi. Lapisan ini memastikan, ketika satu pihak pengirim mengirimkan 1 bit, maka pihak penerima akan menerima 1 bit juga, bukan 0 bit. Contoh alat yang bekerja pada layer ini adalah kabel UTP, kabel STP, kabel coaxial, kabel fiber optic, dan hub.

(12)

 

• Layer 2 Datalink

Lapisan ini memiliki tugas utama sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi, sehingga memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame, kemudian datalink layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan dan memproses, lalu dikirim kembali oleh penerima. Contoh peralatan yang bekerja pada lapisan ini adalah switch, bridge, dan NIC (Network Interface Card).

• Layer 3 Network

Lapisan ini bertugas untuk membangun, mengawasi, dan menghentikan koneksi jaringan. Lapisan ini juga bertugas dalam pemilihan jalur terbaik ketika mengirim suatu paket dari sumber ke penerima dengan cara routing / switching. Contoh peralatan yang bekerja di lapisan ini adalah router.

• Layer 4 Transport

Lapisan ini bertugas untuk memastikan bahwa data dapat sampai di tujuan. Lapisan ini menyediakan transfer transparan data antar sistem akhir, error checking dan bertanggung jawab pada recovery error, untuk end-to-end. Contoh protocol yang bekerja di layer ini adalah protocol TCP (Transmission Control Protocol) yang bersifat connection oriented dan UDP (User Datagram Protocol) yang bersifat connectionless.

(13)

 

• Layer 5 Session

Lapisan ini mempunyai peran dalam buka dan tutup session. Lapisan ini mengontrol komunikasi antar aplikasi dengan membuka, mengelola, dan mengurus sesi antar aplikasi yang bekerjasama.

• Layer 6 Presentation

Lapisan ini bertugas memastikan format data dapat dibaca. Pada layer ini dilakukan enkripsi, deskripsi, dan kompresi data yang ditujukan untuk maksud keamanan.

• Layer 7 Application

Lapisan ini menjalankan aplikasi-aplikasi untuk user dan menyediakan network service untuk aplikasi user. Aplikasi tersebut dibagi menjadi dua, yaitu aplikasi client-server dan aplikasi non client-server. Contoh dari aplikasi client-server adalah FTP, HTTP, dan POP3. Contoh dari aplikasi non client-server adalah redirector.

(14)

 

2.4.2. Protokol TCP/IP

Arsitektur TCP/IP dibagi menjadi 4 lapisan, yaitu :

Gambar 2.6. TCP/IP

(Sumber : http://www.learn‐networking.com/wp‐content/oldimages/osi‐ model.jpg Diakses pada 8 Februari 2012)

• Lapisan Application

Merupakan lapisan yang menjalankan aplikasi-aplikasi untuk TCP/IP, misalnya seperti pengiriman email. Tiap aplikasi tersedia protocol tersendiri, contohnya SMTP (Simple Mail Transfer Protocol).

• Lapisan Transport

Lapisan ini bertujuan melakukan percakapan sama halnya seperti transport layer OSI. Disini telah ditentukan 2 buah protocol end to end, yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol).

(15)

 

• Lapisan Internet

Lapisan ini bertugas mengijinkan host mengirimkan paket ke network dan memungkinkan paket-paket itu berjalan masing-masing ke tempat tujuannya dengan menggunakan IP (Internet protocol), sehingga paket-paket tersebut memiliki informasi tujuan yang jelas • Lapisan Network Layer

Lapisan ini menangani media dan topologi yang digunakan untuk mengirimkan dan menerima data. Media yang digunakan adalah media fisik, seperti kabel, radio, dan satelit.

Perbedaan OSI layer dan TCP/IP layer sebagai berikut: (

http://kuliah.imm.web.id/wp-admin/admin-ajax.php?action=cfdb-file&s=1301525525.0000&form=upload&field=upload)

• OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 layer. • 3 layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan

session direpresentasikan kedalam 1 lapisan layer TCP/IP, yaitu layer application.

• Layer network pada OSI layer direpresentasikan sebagai layer internet pada TCP/IP layer, namun fungsi keduanya masih tetap sama.

• Layer network access pada TCP/IP menggabungkan fungsi dari layer datalink dan physical pada OSI layer, dengan kata lain layer network access merupakan representasi dari kedua layer paling bawah dari OSI layer, yaitu datalink dan physical.

(16)

 

• TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI layer adalah “Protocol Independen”.

2.5. Perangkat Jaringan

Beberapa perangkat yang dibutuhkan untuk saling menghubungkan komputer client dan server pada jaringan, yaitu :

1. Kabel dan peralatannya

Kabel merupakan alat yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal dari satu tempat ke tempat lain.

2. Network Interface Card (NIC)

NIC merupakan sebuah kartu yang berfungsi sebagai jembatan dari komputer ke sebuah jaringan komputer. Setiap jenis NIC diberi nomor alamat yang disebut sebagai MAC address, yang dapat bersifat statis. NIC umumnya berupa kartu yang dapat ditancapkan ke dalam sebuah slot dalam motherboard komputer, yang dapat berupa kartu dengan bus ISA, bus PCI, bus EISA, bus MCA, atau bus PCI Express. Selain berupa kartu-kartu yang ditancapkan ke dalam motherboard, NIC fisik juga dapat berupa kartu eksternal yang berupa kartu dengan bus USB, PCMCIA, bus serial, bus paralel atau Express Card, sehingga meningkatkan mobilitas (bagi pengguna yang mobile).

(17)

 

3. Switch

Switch merupakan sebuah alat jaringan yang berfungsi menghubungkan banyak host ke network. Switch dapat langsung meneruskan pesan ke tempat yang dituju tanpa mengirim pesan tersebut ke semua host. Ketika suatu host mengirim pesan ke host lain dalam jangkauan switch, switch tersebut menerima dan menerjemahkan frame dari pesan tersebut untuk membaca MAC addressnya.

4. Router

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau internet menuju tujuannya melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 dari tujuh lapisan OSI. Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN), sedangkan router merupakan penghubung beberapa jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yaitu :

• Static Router

Static router adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diatur secara manual oleh para administrator jaringan.

(18)

 

• Dynamic Router

Dynamic router adalah sebuah router yang memiliki kemampuan membuat tabel routing dinamis dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga saling berhubungan dengan router lainnya.

Teori Khusus

2.6. Wireless

Menurut Forouzan, 2007, p.421, kinerja jaringan wireless sama dengan jaringan pada Ethernet Card hanya beda pada media transmisi, yaitu melalui udara. Teknologi ini cukup populer sekarang ini karena implementasinya yang cukup mudah dan tidak membutuhkan kabel. Komputer dapat berhubungan dimana saja dalam suatu area tertentu tanpa menggunakan kabel. Wireless harus memiliki Access Point (AP), dimana tanpa access point peralatan wireless hanya dapat berkomunikasi secara point-to-point. Agar semua komputer dapat berkomunikasi dengan wireless yang sama, pada access point akan mengeluarkan sinyal SSID (Service Set Identification) dan pada semua komputer yang akan terhubung dengan access point tersebut harus dikonfigurasi menggunakan SSID yang dikeluarkan access point tersebut.

2.6.1. Wireless LAN menurut standar IEEE

Menurut Forouzan, 2007, pp 432-434, beberapa wireless LAN menurut standar IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers):

(19)

 

1. IEEE 802.11a

Beroperasi pada frekuensi 5 ghz band dan kecepatan dapat mencapai 54 mbps. Efektif berada pada cakupan area yang kecil dan kurang efektif untuk menembus gedung karena frekuensi yang tinggi. 2. IEEE 802.11b

Beroperasi pada frekuensi 2,4 ghz band dan kecepatan dapat mencapai 11 mbps. Memiliki kemampuan yang lebih baik untuk menembus gedung dibandingkan IEEE 802.11a.

3. IEEE 802.11g

Beroperasi pada frekuensi 2,4 ghz band dan kecepatan dapat mencapai 54 mbps. Memiliki frekuensi yang sama dengan IEEE 802.11b tetapi memiliki bandwidth setara IEEE 802.11a.

4. IEEE 802.11n

Protokol wireless baru ini memungkinkan didapatkannya pita wireless yang lebih lebar dan stabil jika dibandingkan dengan protocol generasi sebelumnya. Hal ini dimungkinkan karena adanya pengembangan protocol dan penggunaan beberapa jalur secara bersamaan. Dari hasil percobaan yang dilakukan oleh Steve Discher (learnmikrotik.com, USA),  bisa didapatkan traffic hingga 100 mbps untuk jarak 1,1 mil (1,77 km). jhjhjhjhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhjhjh (http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=31)

(20)

 

2.6.2. Antena

Antena adalah suatu alat yang berfungsi menyalurkan sinyal radio ke udara. Antena memiliki beberapa macam bentuk, sesuai dengan desain, pola penyebaran, frekuensi, dan gain. Panjang antena efektif adalah panjang gelombang frekuensi radio yang dipancarkannya.

Berdasarkan arah pancaran, ada beberapa tipe antena, yaitu : • Antena Omnidirectional

Antena jenis ini biasa digunakan untuk memberikan access dalam radius 360 derajat. Antena jenis ini mempunyai gain rendah, yaitu 3-10 dBi.

Gambar 2.7. Pola Radiasi Antena Omnidirectional (Sumber :

http://www.cisco.com/en/US/prod/collateral/wireless/ps7183/ps469/p rod_white_paper0900aecd806a1a3e.html Diakses pada 9 Februari

2012)

• Antena Sectoral

Antena jenis ini biasa digunakan untuk memberikan access dalam radius tertentu, yaitu 90 derajat, 120 derajat, dan 180 derajat. Antena jenis ini mempunyai gain antara 10-19 dBi.

(21)

 

Gambar 2.8. Pola Radiasi Antena Sectoral (Sumber :

http://www.cisco.com/en/US/prod/collateral/wireless/ps7183/ps469/p rod_white_paper0900aecd806a1a3e.html Diakses pada 9 Februari

2012)

• Antena Directional

Antena jenis ini biasa digunakan untuk memberikan access dengan mengarahkan langsung ke access point. Antena jenis ini mempunyai penguatan sinyal minimal 18-28 dBi.

Gambar 2.9. Pola Radiasi Antena Directional (Sumber :

http://www.cisco.com/en/US/prod/collateral/wireless/ps7183/ps469/p rod_white_paper0900aecd806a1a3e.html Diakses pada 9 Februari

(22)

 

2.7. MIMO

(http://www.timeatlas.com/term_to_learn/general/what_is_mimo) MIMO (Multiple Input, Multiple Output) merupakan sistem komunikasi yang melewatkan banyak sinyal informasi dalam satu saluran / kanal. Sistem sebagai penggunaan antena pemancar dan penerima dengan jumlah jamak (multiple). Hal ini merupakan karakteristik dari MIMO. Dalam beberapa kasus, antena tidak dapat terlihat karena merupakan antena internal dan tertutup cover. MIMO menggunakan standar 802.11n. Pilihan ini lebih praktis bagi orang yang mengalami masalah koneksi yang disebabkan oleh jarak.

Sistem MIMO menggunakan teknologi smart antena untuk mengurangi efek multipath dan untuk meningkatkan kualitas radio link dan cakupan radio. Teknologi smart antena menggunakan antena adaptive yang menyediakan perbedaan hubungan dari penyebaran channel dan signal-processing algorithms untuk mencari arah penerima. Smart antena digunakan untuk menentukan arah rute yang ditransmit dengan mengontrol secara hati-hati frekuensi sinyal pada masing-masing elemen dari susunan antena penerima. Cara lain untuk meningkatkan jarak jangkauan adalah menggunakan kombinasi ratio maksimum pada sisi penerima. Disini, dua antenna penerima bebas digunakan untuk menerima sinyal yang sama, kedua sinyal digabungkan menggunakan sinyal prosesing untuk solusi mendapatkan sinyal. antena pencari didesain menggunakan tradisional matrik dari teori antenna dengan teknologi beam-forming, single data stream ditransmitkan melalui komunikasi link. Karena masing-masing independent datastream (aliran data bebas) ditransmitkan secara

(23)

 

paralel untuk memisahkan antena, troughput data meningkat secara linear dengan sepasang antenna Rx dan Tx ditambahkan pada sistem MIMO. Hal ini berarti dengan menggunakan sistem MIMO, maka akan diperoleh troughput atau kecepatan transfer yang maksimal dan jarak cakupan yang lebih luas.

Ada beberapa manfaat yang jelas untuk menggunakan router MIMO, yaitu :

• Kecepatan lebih cepat.

• Jarak antara perangkat pasangan semakin besar. • Ketahanan terhadap interferensi lebih baik.

Gambar 2.10. Blok Sistem MIMO

(Sumber : http://www.eepis-its.edu/uploadta/downloadmk.php?id=1089, Diakses pada 23 Oktober 2011)

2.8. Mikrotik

(http://www.unsri.ac.id/upload/arsip/KAJIAN%20PENGGUNAAN%20 MIKROTIK%20OS%20SEBAGAI%20ROUTER.pdf) Mikrotik Router OS merupakan sistem operasi Linux base yang diperuntukkan sebagai network router. Didesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunanya. Konfigurasi

(24)

 

bisa dilakukan melalui Windows application (Winbox). Selain itu, instalasi dapat dilakukan pada standar komputer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotik pun tidak memerlukan resources yang cukup besar untuk penggunaan standar, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (jaringan yang kompleks dan routing yang rumit) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resources PC yang memadai.

2.9. IPv6

(http://ipv6.com/articles/general/ipv6-the-next-generation-internet.htm) IPv6 atau Internet Protocol Versi 6 adalah protocol generasi berikutnya untuk internet. Ini dirancang untuk memberikan beberapa keuntungan melalui Internet Protocol Versi 4 saat ini (IPv4). Kedua IPv6 dan IPv4 mendefinisikan protocol lapisan jaringan, yaitu bagaimana data dikirim dari satu komputer ke komputer lain melalui jaringan packet-switched networks seperti internet.

Secara khusus, IPv6 berisi alamat dan informasi untuk pengiriman paket untuk generasi internet berikutnya. IPv6 dipercaya bahwa ekspansi internet adalah penting dan terkadang diperlukan upgrade.

IPv6 mengatasi masalah utama dari IPv4, yaitu keterbatasan dalam memberikan alamat IP bagi para pengguna teknologi. Keuntungan menggunakan IPv6 dibandingkan IPv4 :

• Ruang alamat lebih besar.

(25)

 

• Peningkatan management alamat. • Telah tertanam IP security.

• Memungkinkan tingkat hirarki yang lebih tinggi.

• Pada platform IPv6, miliaran perangkat baru seperti ponsel, PDA peralatan, dan bahkan mobil dapat diaktifkan IPv6.

• Internet dapat memperluas jangkauan kepada miliaran pengguna baru di daerah padat penduduk dunia.

Mekanisme Transisi IPv4 ke IPv6

(http://research.mercubuana.ac.id/proceeding/MEKANISME_TRANSISI _IPv4_KE_IPv6.pdf) Teknologi Internet saat ini menggunakan protokol IPv4. Kenyataannya bahwa infrastruktur digunakan sekarang sangat menyulitkan transisi protokol dari IPv4 ke IPv6 sekaligus. Sangat tidak relistis untuk mengharuskan semua node menggunakan IPv6 pada suatu saat yang ditentukan, misalkan tengah malam pada tanggal tertentu. Yang dibutuhkan adalah sebuah mekanisme transisi. Mekanisme yang dibahas di sini adalah kondisi saat mesin IPv6 harus berhubungan dengan mesin IPv6 dan menggunakan infrastruktur routing IPv4. Mekanisme yang dikembangkan dapat berupa tunneling, dimana tunneling IPv6 di atas IPv4 melalui enkapsulasi dan melewatkannya di atas jaringan IPv4. Ada dua jenis tunneling, yaitu secara otomatis (automatic tunneling) dan secara terkonfigurasi (configured tunneling).

• Tunneling Terkonfigurasi (Configured Tunneling)

Pada dua tunneling pertama yaitu router ke router dan mesin ke router, ujung tunneling adalah router yang harus mendekapsulasi paket IPv6 dan

(26)

 

mengirimkannya ke tujuan akhirnya. Jika alamat IPv6 router berbeda dengan alamat tujuan paket dan paket tersebut tidak menyediakan alamat IPv4 router, maka alamat router ditentukan dari konfigurasi mesin pembentuk tunneling. Tunneling demikian disebut dengan tunneling terkonfigurasi dan dapat digunakan untuk terhubung ke backbone IPv6.

• Tunneling Otomatis (automatic tunneling)

Pada dua tunneling terakhir yaitu mesin ke mesin dan router ke mesin, paket IPv6 dikirimkan ke alamat tujuan yang menentukan ujung tunneling. Jika alamat ujung tunneling adalah IPv4-Compatible, maka 32 bit terakhirnya dapat dijadikan sebagai alamat IPv4. Tunneling demikian disebut tunneling secara otomatis. Penentuan paket IPv6 yang dikirim ke tunneling menggunakan informasi routing IPv6.

Gambar 2.11. Rancangan mekanisme tunneling. (Sumber :

http://research.mercubuana.ac.id/proceeding/MEKANISME_TRANSISI_IPv 4_KE_IPv6.pdf, Diakses pada 8 Februari 2012)

Gambar

Gambar 2.5. OSI Layer
Gambar 2.6. TCP/IP
Gambar 2.7. Pola Radiasi Antena Omnidirectional  (Sumber :
Gambar 2.8. Pola Radiasi Antena Sectoral  (Sumber :
+3

Referensi

Dokumen terkait

• BECN (Backward Explisit Congestion Notification) adalah bit yang diset oleh network Frame Relay yang bergerak menjauh dari frame yang menuju kesebuah

Metode ekstraksi dengan menggunakan pelarut organik merupakan metode yang cukup sederhana di antara metode ekstraksi lainnya, akan tetapi untuk beberapa bahan pangan seperti

Salah satu gulma tersebut adalah liana, yang terdapat pada lahan terbuka maupun tegakan dan berperan sebagai penyaing dalam memperoleh unsur hara, cahaya matahari, dan tempat

"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." - 2 Korintus 5:21.  Yesus mengatasi pencobaan dan

Menurut saya, terdapat celah dalam kode etik IPMG ini terutama tentang dibolehkannya perusahaan farmasi untuk memberikan sponsor bagi profesi medis dalam bentuk keikutsertaan dalam

Untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama kedisiplinan beribadah shalat fardhu, tadarus Al- Qur’an dan puasa sunnah senin dan kamis terhadap prestasi belajar

Fihak yang paling mempengaruhi responden dalam mernilih profesi sebagai guru adalah.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam hubungan jangka pendek variabel investasi transportasi dan infrastruktur angkutan jalan raya yang signifikan