EVALUASI KINERJA TUGAS PEMBANTUAN
EVALUASI KINERJA TUGAS PEMBANTUAN
TAHUN 2007 ‐ 2009
OLEH INSPEKTUR JENDERAL
OLEH : INSPEKTUR JENDERAL
KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
DAFTAR ISI PRESENTASI
I. TUGAS PEMBANTUAN
II. PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2007 - 2009
III. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN TUGAS PEMBANTUAN
IV. TEMUAN DAN EVALUASI KINERJA TUGAS PEMBANTUAN 2007 - 2009
IV. TEMUAN DAN EVALUASI KINERJA TUGAS PEMBANTUAN 2007 2009
V. PENGAWASAN DAN PEMBINAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2010
VI KESIMPULAN DAN SARAN
TUGAS PEMBANTUAN
TUGAS PEMBANTUAN
KONSEP DASAR
Pembagian kekuasaan
secara vertikal
secara vertikal
melahirkan garis
hubungan antara pusat
dan daerah
Desentralisasi
Dekonsentrasi
Tugas Pembantuan
(M d b
i d)
Desentralisasi
Dekonsentrasi
(Medebewind)
Pelimpahan
wewenang oleh Menteri Perindustrian kepadaGubernur
Penugasan
oleh Menteri Perindustrian kepada Bupati/TUGAS PEMBANTUAN
TUGAS PEMBANTUAN
•
Tugas Pembantuan adalah penugasan
Tugas Pembantuan adalah penugasan
khusus
Pemerintah
pusat
melalui
Kementerian
Negara/lembaga
kepada
Bupati/Walikota di daerah.
Bupati/Walikota di daerah.
•
Tugas Pembantuan merupakan Tugas dari
APBN yang dialokasikan berdasarkan
rencana
kerja
Kementerian
rencana
kerja
Kementerian
Negara/Lembaga untuk dilaksanakan oleh
Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)
yang ditetapkan Bupati/Walikota
yang ditetapkan Bupati/Walikota
•
Bupati/Walikota memberitahukan adanya
Tugas Pembantuan kepada DPRD.
Dasar
Dasar Hukum
Hukum
UNDANG-UNDANG
NO. 32 TAHUN 2004
UNDANG-UNDANG
NO. 33 TAHUN 2004
DASAR HUKUM
PELAKSANAAN
PERATURAN PEMERINTAH
NO. 79 TAHUN 2005
PERATURAN PEMERINTAH
TUGAS PEMBANTUAN
TUGAS PEMBANTUAN
PERATURAN PEMERINTAH
NO. 38 TAHUN 2007
PERATURAN PEMERINTAH
PERATURAN PEMERINTAH
NO. 7 TAHUN 2008
KEPUTUSAN PRESIDEN
NO. 42 TAHUN 2002
Mekanisme
Mekanisme Pelaksanaan
Pelaksanaan TP
TP
PERENCANAAN PROGRAM
DAN PENGANGGARAN
PENYELENGGARAAN
TUGAS PEMBANTUAN
MEKANISME
PELAKSANAAN
TUGAS PEMBANTUAN
PENGELOLAAN
BARANG MILIK NEGARA
TUGAS PEMBANTUAN
PEMBINAAN
DAN
PERTANGGUNGJAWABAN
PENGAWASAN
PERTANGGUNGJAWABAN
DAN PELAPORAN
Perencanaan
Perencanaan Program
Program dan
dan Penganggaran
Penganggaran
G
MASUKAN BUPATI/WALIKOTAPENYUSUNAN
RENJA-KL
DEPPERIN
PEMBAHASAN
RENJA-KL
DI MUSRENBANG
RENJA-KL YANG
DISETUJUI
DITETAPKAN
DALAM RKP
RKP
DITETAPKAN
DENGAN PERPRES
PEMBERITAHUAN
KE
BUPATI/WALIKOTA
BUPATI/WALIKOTA
MELAPORKAN KE
DPRD
DENGAN PERPRES
BUPATI/WALIKOTA
DPRD
PERATURAN
PENETAPAN SKPD
PERATURAN
BUPATI/WALIKOTA
MENPERIN
PELIMPAHAN TP
PENETAPAN SKPD
OLEH
BUPATI/WALIKOTA
BUPATI/WALIKOTA
MENERIMA TP
TEMBUSANKE: MENDAGRI, MENKEU, KA.BAPPENAS
Penyelenggaraan
Penyelenggaraan Tugas
Tugas Pembantuan
Pembantuan
SKPD * MELAKSANAKAN SKPD MELAKSANAKAN KEGIATAN SERTA PENATAUSAHAAN PENATAUSAHAAN
KEU DAN BARANG TERPISAH DARI DEKONSENTRASI
TP PENATAUSAHAAN
KEU DAN BARANG
DARI DEKONSENTRASI DAN DESENTRALISASI SKPD BERTANGGUNG JAWAB ATAS NAMA BUPATI/WALIKOTA SKPD MENYAMPAIKAN LAPORAN KEPADA MENPERIN SELAKU PEMBERI TUGAS
LAPORAN SKPD SEBAGAI BAHAN EVALUASI & PENGENDALIAN
Pengelolaan
Pengelolaan BMN
BMN
BARANG HASIL
PELAKSANAAN TP ADALAH BMN
PELAKSANAAN TP ADALAH BMN
PENATAUSAHAAN BMN
PENATAUSAHAAN BMN
OLEH SKPD
BMN HASIL TP DAPAT
DIHIBAHKAN KE DAERAH
BMN YANG DIHIBAHKAN
PENATAUSAHAANNYA OLEH
BUPATI/WALIKOTA SEBAGAI BMD
Pertanggung
Pertanggung Jawaban
Jawaban dan
dan Pelaporan
Pelaporan
SKPD MENYAMPAIKAN LAPORAN
PERTANGGUNGJAWABAN SETIAP TRW &
AKHIR TAHUN ANGGARAN KE MENPERIN
KHUSUS LAP REALISASI KEUANGAN
KHUSUS LAP. REALISASI KEUANGAN
SETIAP BULAN
LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN
MEMUAT ASPEK MANAJERIAL DAN
ASPEK AKUNTABILITAS
KENDALA YG DIHADAPI, SARAN TINDAK LANJUT
ASPEK MANAJERIAL :
PENYERAPAN DANA, PENCAPAIAN TARGET,
KENDALA YG DIHADAPI, SARAN TINDAK LANJUT
ASPEK AKUNTABILITAS :
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
LAPORAN REALISASI ANGGARAN,
PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN
PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN
PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN
TAHUN 2007, 2008 & 2009
TAHUN 2007
(18 kabupaten / kota)
Rp. 20 M
Realisasi anggaran 79,3%
1. Pendidikan & Pelatihan Teknis
2. Pendataan industri.
TAHUN 2008
(80 kabupaten / kota)
3. Pameran/Visualisasi/Publikasi dan Promosi
4. Penyuluhan & Penyebaran Informasi
5. Bantuan Usaha Ekonomi Produktif
6. Penyelenggaraan Workshop/Seminar
Realisasi anggaran 78,48%
(
p
/
)
Rp. 58,1 M
Realisasi anggaran 78,48%
7. Kemitraan dengan Pelaku Usaha
8. Pembinaan Pelaku Usaha dan Konsumen
9. Penyusunan Program dan Rencana Kerja.
10. Dsb.
TAHUN 2009
Realisasi Anggaran 92,36 %
(75 kabupaten / kota)
Rp. 53,1 M
Realisasi Anggaran 92,36 %
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
LANDASAN HUKUM :
UU NO. 32 / 2004
PP NO 79 / 2005
TUJUAN PEMBINAAN & PENGAWASAN:
KEPPRES NO 42 / 2002
RENCANA VS HASIL, DAMPAK, KESESUAIAN DGN ATURAN
PEMBINAAN &
PENGAWASAN
TP
SASARAN PENGAWASAN:
PROGRAM , KESESUAIAN PELAKSANAAN DAN PENGELOLAAN ANGGARANKEGIATAN PENGAWASAN :
PEMERIKSAAN PELAKSANAAN PROGRAM & KEUANGAN PROGRAM & KEUANGANINDIKATOR KEBERHASILAN :
PENINGKATAN DISIPLIN & PRESTASI PENINGKATAN DISIPLIN & PRESTASI TAAT ATURAN, HILANG KKN EFEKTIF & EFISIEN, WTPTEMUAN DAN EVALUASI KINERJA TUGAS
TEMUAN DAN EVALUASI KINERJA TUGAS
TEMUAN PADA TUGAS PEMBANTUAN
Kode
Jenis Temuan
Kode jenis temuan menurut Kantor MENPAN adalah sbb :
01
Kasus yang merugikan negara
02
Kewajiban Penyetoran kepada Negara
Kode
Jenis Temuan
j
y
p
g
03
Pelanggaran terhadap peraturan perundangan-undangan yang berlaku
04
Pelanggaran terhadap prosedur dan tata kerja yang telah ditetapkan
05
Penyimpangan dari dari ketentuan pelaksanaan anggaran
06
Hambatan terhadap kelancaran proyek
07
H b t t h d k l
t
k k
07
Hambatan terhadap kelancaran tugas pokok
08
Kelemahan Administrasi (Kelemahan Tata Usaha dan Akuntansi)
09
Ketidaklancaran pelayanan kepada masyarakat
09
Ketidaklancaran pelayanan kepada masyarakat
10
Temuan pemeriksaan di program lainnya
TEMUAN INSPEKTORAT JENDERAL
DALAM PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009
DALAM PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009
No. Provinsi KODE TEMUAN MENURUT MEN PAN Juml ah 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 1 Kab.Sumedang - - 1 - 44 - 11 33 - - 99 2 Kab.Pak-pak Barat - - 1 - 3 - - 2 - 2 8 3 Kab.Bima - - - - 1 - 2 1 - 1 5 4 Kab.Lebak 2 1 1 3 7 - - - - 2 - 1 1 - 3 7 5 Kab. Palu - - 2 - - - 1 1 - 2 6 6 kab. Purbalingga - - 1 - - - 1 - - 2 4 7 Kab Polewali mandar
7 Kab.Polewali mandar - - 1 - 3 - 1 1 - 1 7 8 Kab. Sorong - - 1 - 1 - - 2 - - 4 9 Kab.OKU - - - - 1 - - 2 - 1 4 10 K b L B t
10 Kab. Lampung Barat
- - 1 - 4 - 2 1 - 1 9 11 Kab.Sintang - - 2 - 4 - - 1 - 6 13 12 Kab.Sidoarjo - - 1 - - 1 - 3 - 4 9 13 Kab.Bojonegoro - - - - 2 1 - 2 - 6 11 14 Kab.Katingan - - 4 - 4 - - 2 - 2 10 18
TEMUAN INSPEKTORAT JENDERAL
DALAM PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009
No. Provinsi KODE TEMUAN MENURUT MEN PAN Jumlah
01 02 03 04 05 06 07 08 09 10
(LANJUTAN)
15
Kab. Sumba Timur - - 1 - 4 - 2 1 - - 8 16 Kab. Konawe - - 1 - 2 - 1 1 - 2 7 17 Kab Gianyar 2 2 2 1 7 Kab.Gianyar - - 2 - 2 - - 2 - 1 7 18 Kab.Sanggau - - - - 1 - 2 2 - - 5 19 Kab.Bantul - - - - 4 - - 4 - - 8 20 20 Kota Banjarmasin - - - 2 1 - - 1 - 1 5 21 Kota Makassar - - 1 - 1 1 1 3 - 1 8 22 Kota Bukittinggi - - - - 1 - - 4 - 1 6 23 23 Kota Ternate - - 2 - 1 - 1 - - 4 24 Kota Bengkulu - - 1 - 2 - 2 2 - - 7 25 Kota Bandung - - - - 1 1 2 3 - - 7 26 Kab. Pasuruan - - 1 - 6 - - 4 - 2 13 27 Kab.Gorontalo - - 1 - 3 - - 3 - 1 8 19
TEMUAN INSPEKTORAT JENDERAL
(LANJUTAN)
No. Provinsi KODE TEMUAN MENURUT MEN PAN Juml ah 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 28 Kota Dumai - - - - 2 - - 4 - - 6 29 Kab. Lingga - - 1 - 1 - 1 3 - 1 8 30 Kab. Pekalongan - - 1 - 1 - - 2 - 3 7 31 Kota Palembangg - - 1 - 3 - 1 4 - 2 11 32 Kota Samarinda - - 3 - 2 - 1 1 - 3 10 33 Kota Ambon - - 2 - 3 - 1 4 - 1 11 34 Kota Banda Aceh - - - - 3 - - - - 1 4 34 Kota Banda Aceh - - - - 3 - - - - 1 4 35 Kota Banjar. - - - - 1 - 1 3 - 2 7 36 Kota Jambi - - - - 5 - 2 2 - - 9 37 K b Tj J b Ti 2 1 3 1 2 9 37 Kab.Tj.Jabung Timur - - - - 2 1 3 1 - 2 9 38 Kota Bitung - - - - 3 2 3 - 3 11 39 Kota Mataram - - 2 - 3 - - - 3 8 20 40 Kab. Bone - - 3 - 6 1 3 - 4 17 Jumlah - - 38 3 93 5 32 83 - 65 319
HASIL PEMERIKSAAN
TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009
TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009
REKAPITULASI TEMUAN
TUGAS PEMBANTIAN TAHUN 2009
90 100 93 83TUGAS PEMBANTIAN TAHUN 2009
50 60 70 80 65 20 30 40 38 32 0 10 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 0 0 3 5 0 21TEMUAN TERBANYAK PADA
TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2007 - 2009
TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2007 - 2009
1) Penyimpangan Pelaksanaan Anggaran (Kode 05), antara lain :
a. Pengelolaan keuangan belum sesuai ketentuan;
b. Proses pengadaan barang dan jasa belum sesuai dengan Keppres No. 80 tahun 2003;
c. KPA belum lakukan pemeriksaan uang kas sesuai ketentuan.
c
be u
a u a pe e
saa ua g as sesua
ete tua
2) Kelemahan Administrasi (Kode 08), antara lain :
a Laporan akhir pelatihan tidak sesuai substansi kegiatan dan tidak lengkap.
b. Kegiatan UPL tidak dilaporkan per semester.
c Laporan tahunan Tugas Pembantuan tidak gambarkan keseluruhan pelaksanaan kegiatan
c. Laporan tahunan Tugas Pembantuan tidak gambarkan keseluruhan pelaksanaan kegiatan
d. Bendahara tidak membuat buku pembantu pengawasan anggaran per MAK.
e. Saldo pada buku kas umum bendaharawan melebihi ketentuan.
TEMUAN TERBANYAK PADA
TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2007 - 2009 (lanjutan)
3) Temuan Audit Lainnya (Kode 10), antara lain :
a. Program yang dilaksanakan belum mengakomodir pembinaan dan pengembangan
Kompetensi Inti Industri Daerah
b. Kemampuan teknis SDM untuk pembinaan IKM masih terbatas.
c Pemberian bantuan mesin dan peralatan belum sepenuhnya diawali dengan
c. Pemberian bantuan mesin dan peralatan belum sepenuhnya diawali dengan
proposal permohonan dan belum dilakukan analisa kebutuhan maupun survey
lapangan.
d. Spesifikasi mesin peralatan bantuan ke KUB tidak selalu sesuai dengan
p
p
g
kebutuhannya.
e. Terdapat bantuan mesin peralatan ke KUB belum berfungsi maksimal.
EVALUASI KINERJA
Tugas Pembantuan
Tugas Pembantuan
1.
Pelaksanaan
Tugas
Pembantuan
belum
fokus
untuk
mendukung
pengembangan Kompetensi Inti Industri Daerah;
2.
Belum diarahkan fokus kepada peningkatan soft skill pelaku usaha untuk
meningkatkan daya saing usahanya;
3.
Lemahnya kompetensi anggota UPL serta pemahaman terhadap Pedoman
Dirjen IKM dalam membantu pemecahan masalah industri di daerah;
j
p
;
4.
Dalam
pelaksanaan
pengadaan
barang
dan
jasa,
masih
terjadi
ketidaksesuaian dalam prosedur dan kelengkapan dokumen pengadaan
sesuai Keppres 80/tahun 2003;
5
Penyelenggaraan Diklat Teknis masih kurang tertib dan masih sering
5.
Penyelenggaraan Diklat Teknis masih kurang tertib dan masih sering
kurang capai sasaran;
6.
Mekanisme pemberian bantuan belum sepenuhnya mengikuti ketentuan
Menteri/Dirjen Perindustrian serta umumnya belum didukung adanya
li i k b t h
analisis kebutuhan;
7.
Belum semua pengelola dana Tugas pembantuan membuat dan mematuhi
SOP kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugasnya.
TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN TUGAS
PEMBANTUAN TAHUN 2009
Jumlah Temuan
Selesai
Dalam
Proses
Belum
Selesai
319 Temuan
295
(92,48%)
14
(4,39%)
10
(3,13%)
25PENGAWASAN DAN PEMBINAAN
TUGAS PEMBANTUAN
Opini
BPK
terhadap
laporan
keuangan
Kementerian Perindustrian :
Tahun 2006
=
Disclaimer
.
Tahun 2007
= Wajar Dengan Pengecualian
Tahun 2008
= Wajar Tanpa Pengecualian.
Tahun 2009
=
Wajar Tanpa Pengecualian.
Peranan Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota
d l
l l APBN d
T
P
b t
dalam mengelola APBN dana Tugas Pembantuan
sangat penting untuk mempertahankan opini BPK
dengan status WTP pada tahun 2010.
a Evaluasi kinerja pelaksanaan program Tugas Pembantuan
Fokus pengawasan pada tahun 2010 :
a. Evaluasi kinerja pelaksanaan program Tugas Pembantuan
di masing-masing Dinas;
b. Pemeriksaan pengelolaan dana Tugas Pembantuan
t k
il i
fi i
f ktif
untuk menilai penggunaannya yang efisien, efektif,
ekonomis dan akuntabel;
c. Mengevaluasi pemanfaatan bantuan peralatan mesin oleh
g
p
p
KUB;
d. Mengevaluasi pelaksanaan program apakah sejalan
dengan kebijakan pengembangan industri nasional dan
dengan kebijakan pengembangan industri nasional dan
daerah;
Pengawasan dan pembinaan meliputi :
a.
Memberikan pendampingan dan advokasi sejak tahap perencanaan
d
l k
program dan pelaksanaannya.
a.
Pemeriksaan kinerja, untuk evaluasi capaian target dan sasaran
program yang ditetapkan.
b
Menilai Akuntabilitas Laporan Keuangan melalui Reviu Laporan
b.
Menilai Akuntabilitas Laporan Keuangan melalui Reviu Laporan
Keuangan.
c.
Bimbingan teknis penyusunan Laporan Realisasi Anggaran dan
sebagainya.
sebagainya.
d.
Peningkatan disiplin pada SKPD untuk percepatan pelaksanaan
Tindak Lanjut temuan;
e.
Memberikan
konsultasi
melalui
Klinik
Konsultasi
Inspektorat
Jenderal;
f.
Penguatan Sumber Daya Aparat Pengawas
PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) TAHUN 2010
TUGAS PEMBANTUAN
No. Provinsi BULAN
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES
1 Kota Banda Aceh V
2 Kab. Temanggung V
3 Kota Bukit Tinggi V
4 Kota Dumai V
5 Kab. Lingga V
6 Kota Jambi V
7 Kab. Tj. Jabung Timur V
8 Kota Palembang V
9 Kab. O K U V
10 K t B k l V
10 Kota Bengkulu V
11 Kab. Lampung Barat V
12 Kab. Lebak V
13 Kab. Sumedang V
14 Kab BandungKab. Bandung VV
15 Kab. Purbalingga V 16 Kab. Pekalongan V 17 Kab. Bantul V 18 Kab. Pasuruan V 19 Kab. Sidoarjo V 20 Kab. Bojonegoro V 30
PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) TAHUN 2010
TUGAS PEMBANTUAN (lanjutan)
No. Provinsi BULAN
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES
21 Kab. Gianyary V
22 Kab. Bima V
23 Kota Mataram V
24 Kab. Sumba Timur V
25 Kab. Sanggau V 26 Kab. Sintang V 27 Kota Banjarmasin V 28 Kab. Banjar V 29 Kota Samarinda V 30 K t Bit V 30 Kota Bitung V 31 Kab. Gorontalo V 32 Kota Palu V 33 Kab. Poliwalimandar V 34 Kota Makassar V 34 Kota Makassar V 35 Kab Konawe V 36 Kota Ambon V 37 Kota Ternate V 38 Kab. Sorong V 31
PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) TAHUN 2010
TUGAS PEMBANTUAN (lanjutan)
No. Provinsi BULAN
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES
39 Kota Surakarta V
40 Kab. Sumbawa V
41 Kota Dompu V
42 Kab. Bengkayang V
43 Kab. Kep. Talaud V
44 Kab. Poso V
45 Kab. Gowa V
46 Kota Kendari V
47 Kab. Aceh Pidie V
48 K t S i d V
48 Kota Samarinda V
49 Kab. Bengkulu Utara V
50 Kab. Bogor V
51 Kab. Magetan V
52 Kab Lombok Timur V
52 Kab. Lombok Timur V
53 Kab. Pontianak V
54 Kota Mamuju V
55 Kab Halmahera Barat V
56 Kab. Tanah Datar V
57 Kab. Rajang Lebong V
58 Kab. Pandegelang V
PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) TAHUN 2010
TUGAS PEMBANTUAN (lanjutan)
No. Provinsi BULAN
JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES
59 Kab. Bondowoso V
60 Kab. Lomboik Barat V
61 Kota Sekadau V
62 Kota Ketapang V
63 Kab. Tapin V
64 Kab. Barito selatan V
65 Kota Enrenkang V
66 Kab. Padang pariaman V
67 Kota Bengkulu Selatan V
68 K b Ci b V
68 Kab. Cirebon V
69 Kab. Madiun V
70 Kab. Belu V
71 Kab. Pulau Buru V
72 Kab Seram Bag Barat V
72 Kab. Seram Bag. Barat V
73 Kab. Tomohon V
74 Kab. Bone V
75 Kab. Katingan V