• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAHUN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Balikpapan, p 2-5 Maret 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TAHUN KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN Balikpapan, p 2-5 Maret 2010"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

EVALUASI KINERJA TUGAS PEMBANTUAN

EVALUASI KINERJA TUGAS PEMBANTUAN 

TAHUN 2007 ‐ 2009

OLEH INSPEKTUR JENDERAL

OLEH : INSPEKTUR JENDERAL

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN

(2)

DAFTAR ISI PRESENTASI

I. TUGAS PEMBANTUAN

II. PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2007 - 2009

III. PEMBINAAN DAN PENGAWASAN TUGAS PEMBANTUAN

IV. TEMUAN DAN EVALUASI KINERJA TUGAS PEMBANTUAN 2007 - 2009

IV. TEMUAN DAN EVALUASI KINERJA TUGAS PEMBANTUAN 2007 2009

V. PENGAWASAN DAN PEMBINAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2010

VI KESIMPULAN DAN SARAN

(3)

TUGAS PEMBANTUAN

TUGAS PEMBANTUAN

(4)

KONSEP DASAR

Pembagian kekuasaan

secara vertikal

secara vertikal

melahirkan garis

hubungan antara pusat

dan daerah

Desentralisasi

Dekonsentrasi

Tugas Pembantuan

(M d b

i d)

Desentralisasi

Dekonsentrasi

(Medebewind)

Pelimpahan

wewenang oleh Menteri Perindustrian kepada

Gubernur

Penugasan

oleh Menteri Perindustrian kepada Bupati/

(5)

TUGAS PEMBANTUAN

TUGAS PEMBANTUAN

Tugas Pembantuan adalah penugasan

Tugas Pembantuan adalah penugasan

khusus

Pemerintah

pusat

melalui

Kementerian

Negara/lembaga

kepada

Bupati/Walikota di daerah.

Bupati/Walikota di daerah.

Tugas Pembantuan merupakan Tugas dari

APBN yang dialokasikan berdasarkan

rencana

kerja

Kementerian

rencana

kerja

Kementerian

Negara/Lembaga untuk dilaksanakan oleh

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)

yang ditetapkan Bupati/Walikota

yang ditetapkan Bupati/Walikota

Bupati/Walikota memberitahukan adanya

Tugas Pembantuan kepada DPRD.

(6)

Dasar

Dasar Hukum

Hukum

UNDANG-UNDANG

NO. 32 TAHUN 2004

UNDANG-UNDANG

NO. 33 TAHUN 2004

DASAR HUKUM

PELAKSANAAN

PERATURAN PEMERINTAH

NO. 79 TAHUN 2005

PERATURAN PEMERINTAH

TUGAS PEMBANTUAN

TUGAS PEMBANTUAN

PERATURAN PEMERINTAH

NO. 38 TAHUN 2007

PERATURAN PEMERINTAH

PERATURAN PEMERINTAH

NO. 7 TAHUN 2008

KEPUTUSAN PRESIDEN

NO. 42 TAHUN 2002

(7)

Mekanisme

Mekanisme Pelaksanaan

Pelaksanaan TP

TP

PERENCANAAN PROGRAM

DAN PENGANGGARAN

PENYELENGGARAAN

TUGAS PEMBANTUAN

MEKANISME

PELAKSANAAN

TUGAS PEMBANTUAN

PENGELOLAAN

BARANG MILIK NEGARA

TUGAS PEMBANTUAN

PEMBINAAN

DAN

PERTANGGUNGJAWABAN

PENGAWASAN

PERTANGGUNGJAWABAN

DAN PELAPORAN

(8)

Perencanaan

Perencanaan Program

Program dan

dan Penganggaran

Penganggaran

G

MASUKAN BUPATI/WALIKOTA

PENYUSUNAN

RENJA-KL

DEPPERIN

PEMBAHASAN

RENJA-KL

DI MUSRENBANG

RENJA-KL YANG

DISETUJUI

DITETAPKAN

DALAM RKP

RKP

DITETAPKAN

DENGAN PERPRES

PEMBERITAHUAN

KE

BUPATI/WALIKOTA

BUPATI/WALIKOTA

MELAPORKAN KE

DPRD

DENGAN PERPRES

BUPATI/WALIKOTA

DPRD

PERATURAN

PENETAPAN SKPD

PERATURAN

BUPATI/WALIKOTA

MENPERIN

PELIMPAHAN TP

PENETAPAN SKPD

OLEH

BUPATI/WALIKOTA

BUPATI/WALIKOTA

MENERIMA TP

TEMBUSAN

KE: MENDAGRI, MENKEU, KA.BAPPENAS

(9)

Penyelenggaraan

Penyelenggaraan Tugas

Tugas Pembantuan

Pembantuan

SKPD * MELAKSANAKAN SKPD MELAKSANAKAN KEGIATAN SERTA PENATAUSAHAAN PENATAUSAHAAN

KEU DAN BARANG TERPISAH DARI DEKONSENTRASI

TP PENATAUSAHAAN

KEU DAN BARANG

DARI DEKONSENTRASI DAN DESENTRALISASI SKPD BERTANGGUNG JAWAB ATAS NAMA BUPATI/WALIKOTA SKPD MENYAMPAIKAN LAPORAN KEPADA MENPERIN SELAKU PEMBERI TUGAS

LAPORAN SKPD SEBAGAI BAHAN EVALUASI & PENGENDALIAN

(10)

Pengelolaan

Pengelolaan BMN

BMN

BARANG HASIL

PELAKSANAAN TP ADALAH BMN

PELAKSANAAN TP ADALAH BMN

PENATAUSAHAAN BMN

PENATAUSAHAAN BMN

OLEH SKPD

BMN HASIL TP DAPAT

DIHIBAHKAN KE DAERAH

BMN YANG DIHIBAHKAN

PENATAUSAHAANNYA OLEH

BUPATI/WALIKOTA SEBAGAI BMD

(11)

Pertanggung

Pertanggung Jawaban

Jawaban dan

dan Pelaporan

Pelaporan

SKPD MENYAMPAIKAN LAPORAN

PERTANGGUNGJAWABAN SETIAP TRW &

AKHIR TAHUN ANGGARAN KE MENPERIN

KHUSUS LAP REALISASI KEUANGAN

KHUSUS LAP. REALISASI KEUANGAN

SETIAP BULAN

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN

MEMUAT ASPEK MANAJERIAL DAN

ASPEK AKUNTABILITAS

KENDALA YG DIHADAPI, SARAN TINDAK LANJUT

ASPEK MANAJERIAL :

PENYERAPAN DANA, PENCAPAIAN TARGET,

KENDALA YG DIHADAPI, SARAN TINDAK LANJUT

ASPEK AKUNTABILITAS :

LAPORAN REALISASI ANGGARAN

LAPORAN REALISASI ANGGARAN,

(12)

PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN

PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN

(13)

PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN

TAHUN 2007, 2008 & 2009

TAHUN 2007

(18 kabupaten / kota)

Rp. 20 M

Realisasi anggaran 79,3%

1. Pendidikan & Pelatihan Teknis

2. Pendataan industri.

 

TAHUN 2008

(80 kabupaten / kota) 

3. Pameran/Visualisasi/Publikasi dan Promosi

4. Penyuluhan & Penyebaran Informasi 

5. Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

6.  Penyelenggaraan Workshop/Seminar

Realisasi anggaran 78,48%

(

p

/

)

Rp. 58,1 M

Realisasi anggaran 78,48%

7. Kemitraan dengan Pelaku Usaha

8. Pembinaan Pelaku Usaha dan Konsumen

9.  Penyusunan Program dan Rencana Kerja.

10.  Dsb.

TAHUN 2009

Realisasi Anggaran 92,36 %

(75 kabupaten / kota)

Rp. 53,1 M

Realisasi Anggaran 92,36 %

(14)

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

(15)

LANDASAN HUKUM :

UU NO. 32 / 2004

PP NO 79 / 2005

TUJUAN PEMBINAAN & PENGAWASAN:

KEPPRES NO 42 / 2002

RENCANA VS HASIL, DAMPAK, KESESUAIAN DGN ATURAN

PEMBINAAN &

PENGAWASAN 

TP

SASARAN PENGAWASAN:

PROGRAM , KESESUAIAN PELAKSANAAN DAN PENGELOLAAN ANGGARAN

KEGIATAN PENGAWASAN :

PEMERIKSAAN PELAKSANAAN  PROGRAM & KEUANGAN PROGRAM & KEUANGAN

INDIKATOR KEBERHASILAN :

PENINGKATAN DISIPLIN & PRESTASI PENINGKATAN DISIPLIN & PRESTASI TAAT ATURAN, HILANG KKN EFEKTIF & EFISIEN, WTP

(16)

TEMUAN DAN EVALUASI KINERJA TUGAS

TEMUAN DAN EVALUASI KINERJA TUGAS

(17)

TEMUAN PADA TUGAS PEMBANTUAN

Kode

Jenis Temuan

Kode jenis temuan menurut Kantor MENPAN adalah sbb :

01

Kasus yang merugikan negara

02

Kewajiban Penyetoran kepada Negara

Kode

Jenis Temuan

j

y

p

g

03

Pelanggaran terhadap peraturan perundangan-undangan yang berlaku

04

Pelanggaran terhadap prosedur dan tata kerja yang telah ditetapkan

05

Penyimpangan dari dari ketentuan pelaksanaan anggaran

06

Hambatan terhadap kelancaran proyek

07

H b t t h d k l

t

k k

07

Hambatan terhadap kelancaran tugas pokok

08

Kelemahan Administrasi (Kelemahan Tata Usaha dan Akuntansi)

09

Ketidaklancaran pelayanan kepada masyarakat

09

Ketidaklancaran pelayanan kepada masyarakat

10

Temuan pemeriksaan di program lainnya

(18)

TEMUAN INSPEKTORAT JENDERAL 

DALAM PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009

DALAM PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009

No. Provinsi KODE TEMUAN MENURUT MEN PAN Juml ah 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 1 Kab.Sumedang - - 1 - 44 - 11 33 - - 99 2 Kab.Pak-pak Barat - - 1 - 3 - - 2 - 2 8 3 Kab.Bima - - - - 1 - 2 1 - 1 5 4 Kab.Lebak 2 1 1 3 7 - - - - 2 - 1 1 - 3 7 5 Kab. Palu - - 2 - - - 1 1 - 2 6 6 kab. Purbalingga - - 1 - - - 1 - - 2 4 7 Kab Polewali mandar

7 Kab.Polewali mandar - - 1 - 3 - 1 1 - 1 7 8 Kab. Sorong - - 1 - 1 - - 2 - - 4 9 Kab.OKU - - - - 1 - - 2 - 1 4 10 K b L B t

10 Kab. Lampung Barat

- - 1 - 4 - 2 1 - 1 9 11 Kab.Sintang - - 2 - 4 - - 1 - 6 13 12 Kab.Sidoarjo - - 1 - - 1 - 3 - 4 9 13 Kab.Bojonegoro - - - - 2 1 - 2 - 6 11 14 Kab.Katingan - - 4 - 4 - - 2 - 2 10 18

(19)

TEMUAN INSPEKTORAT JENDERAL 

DALAM PELAKSANAAN TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009

No. Provinsi KODE TEMUAN MENURUT MEN PAN Jumlah

01 02 03 04 05 06 07 08 09 10

(LANJUTAN)

15

Kab. Sumba Timur - - 1 - 4 - 2 1 - - 8 16 Kab. Konawe - - 1 - 2 - 1 1 - 2 7 17 Kab Gianyar 2 2 2 1 7 Kab.Gianyar - - 2 - 2 - - 2 - 1 7 18 Kab.Sanggau - - - - 1 - 2 2 - - 5 19 Kab.Bantul - - - - 4 - - 4 - - 8 20 20 Kota Banjarmasin - - - 2 1 - - 1 - 1 5 21 Kota Makassar - - 1 - 1 1 1 3 - 1 8 22 Kota Bukittinggi - - - - 1 - - 4 - 1 6 23 23 Kota Ternate - - 2 - 1 - 1 - - 4 24 Kota Bengkulu - - 1 - 2 - 2 2 - - 7 25 Kota Bandung - - - - 1 1 2 3 - - 7 26 Kab. Pasuruan - - 1 - 6 - - 4 - 2 13 27 Kab.Gorontalo - - 1 - 3 - - 3 - 1 8 19

(20)

TEMUAN INSPEKTORAT JENDERAL 

(LANJUTAN)

No. Provinsi KODE TEMUAN MENURUT MEN PAN Juml ah 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 28 Kota Dumai - - - - 2 - - 4 - - 6 29 Kab. Lingga - - 1 - 1 - 1 3 - 1 8 30 Kab. Pekalongan - - 1 - 1 - - 2 - 3 7 31 Kota Palembangg - - 1 - 3 - 1 4 - 2 11 32 Kota Samarinda - - 3 - 2 - 1 1 - 3 10 33 Kota Ambon - - 2 - 3 - 1 4 - 1 11 34 Kota Banda Aceh - - - - 3 - - - - 1 4 34 Kota Banda Aceh - - - - 3 - - - - 1 4 35 Kota Banjar. - - - - 1 - 1 3 - 2 7 36 Kota Jambi - - - - 5 - 2 2 - - 9 37 K b Tj J b Ti 2 1 3 1 2 9 37 Kab.Tj.Jabung Timur - - - - 2 1 3 1 - 2 9 38 Kota Bitung - - - - 3 2 3 - 3 11 39 Kota Mataram - - 2 - 3 - - - 3 8 20 40 Kab. Bone - - 3 - 6 1 3 - 4 17 Jumlah - - 38 3 93 5 32 83 - 65 319

(21)

HASIL PEMERIKSAAN 

TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009

TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2009 

REKAPITULASI TEMUAN 

TUGAS PEMBANTIAN TAHUN 2009

90 100 93 83

TUGAS PEMBANTIAN TAHUN 2009

50 60 70 80 65 20 30 40 38 32 0 10 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 0 0 3 5 0 21

(22)

TEMUAN TERBANYAK PADA

TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2007 - 2009

TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2007 - 2009

1) Penyimpangan Pelaksanaan Anggaran (Kode 05), antara lain :

a. Pengelolaan keuangan belum sesuai ketentuan;

b. Proses pengadaan barang dan jasa belum sesuai dengan Keppres No. 80 tahun 2003;

c. KPA belum lakukan pemeriksaan uang kas sesuai ketentuan.

c

be u

a u a pe e

saa ua g as sesua

ete tua

2) Kelemahan Administrasi (Kode 08), antara lain :

a Laporan akhir pelatihan tidak sesuai substansi kegiatan dan tidak lengkap.

b. Kegiatan UPL tidak dilaporkan per semester.

c Laporan tahunan Tugas Pembantuan tidak gambarkan keseluruhan pelaksanaan kegiatan

c. Laporan tahunan Tugas Pembantuan tidak gambarkan keseluruhan pelaksanaan kegiatan

d. Bendahara tidak membuat buku pembantu pengawasan anggaran per MAK.

e. Saldo pada buku kas umum bendaharawan melebihi ketentuan.

(23)

TEMUAN TERBANYAK PADA

TUGAS PEMBANTUAN TAHUN 2007 - 2009 (lanjutan)

3) Temuan Audit Lainnya (Kode 10), antara lain :

a. Program yang dilaksanakan belum mengakomodir pembinaan dan pengembangan

Kompetensi Inti Industri Daerah

b. Kemampuan teknis SDM untuk pembinaan IKM masih terbatas.

c Pemberian bantuan mesin dan peralatan belum sepenuhnya diawali dengan

c. Pemberian bantuan mesin dan peralatan belum sepenuhnya diawali dengan

proposal permohonan dan belum dilakukan analisa kebutuhan maupun survey

lapangan.

d. Spesifikasi mesin peralatan bantuan ke KUB tidak selalu sesuai dengan

p

p

g

kebutuhannya.

e. Terdapat bantuan mesin peralatan ke KUB belum berfungsi maksimal.

(24)

EVALUASI KINERJA

Tugas Pembantuan

Tugas Pembantuan

1.

Pelaksanaan

Tugas

Pembantuan

belum

fokus

untuk

mendukung

pengembangan Kompetensi Inti Industri Daerah;

2.

Belum diarahkan fokus kepada peningkatan soft skill pelaku usaha untuk

meningkatkan daya saing usahanya;

3.

Lemahnya kompetensi anggota UPL serta pemahaman terhadap Pedoman

Dirjen IKM dalam membantu pemecahan masalah industri di daerah;

j

p

;

4.

Dalam

pelaksanaan

pengadaan

barang

dan

jasa,

masih

terjadi

ketidaksesuaian dalam prosedur dan kelengkapan dokumen pengadaan

sesuai Keppres 80/tahun 2003;

5

Penyelenggaraan Diklat Teknis masih kurang tertib dan masih sering

5.

Penyelenggaraan Diklat Teknis masih kurang tertib dan masih sering

kurang capai sasaran;

6.

Mekanisme pemberian bantuan belum sepenuhnya mengikuti ketentuan

Menteri/Dirjen Perindustrian serta umumnya belum didukung adanya

li i k b t h

analisis kebutuhan;

7.

Belum semua pengelola dana Tugas pembantuan membuat dan mematuhi

SOP kegiatan yang berhubungan dengan pelaksanaan tugasnya.

(25)

TINDAK LANJUT HASIL PEMERIKSAAN TUGAS

PEMBANTUAN TAHUN 2009

Jumlah Temuan 

Selesai 

Dalam 

Proses 

Belum 

Selesai

319 Temuan 

295

(92,48%)

14

(4,39%)

10

(3,13%)

25

(26)

PENGAWASAN DAN PEMBINAAN

TUGAS PEMBANTUAN

(27)

Opini

BPK

terhadap

laporan

keuangan

Kementerian Perindustrian :

Tahun 2006

=

Disclaimer

.

Tahun 2007

= Wajar Dengan Pengecualian

Tahun 2008

= Wajar Tanpa Pengecualian.

Tahun 2009

=

Wajar Tanpa Pengecualian.

Peranan Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota

d l

l l APBN d

T

P

b t

dalam mengelola APBN dana Tugas Pembantuan

sangat penting untuk mempertahankan opini BPK

dengan status WTP pada tahun 2010.

(28)

a Evaluasi kinerja pelaksanaan program Tugas Pembantuan

Fokus pengawasan pada tahun 2010 :

a. Evaluasi kinerja pelaksanaan program Tugas Pembantuan

di masing-masing Dinas;

b. Pemeriksaan pengelolaan dana Tugas Pembantuan

t k

il i

fi i

f ktif

untuk menilai penggunaannya yang efisien, efektif,

ekonomis dan akuntabel;

c. Mengevaluasi pemanfaatan bantuan peralatan mesin oleh

g

p

p

KUB;

d. Mengevaluasi pelaksanaan program apakah sejalan

dengan kebijakan pengembangan industri nasional dan

dengan kebijakan pengembangan industri nasional dan

daerah;

(29)

Pengawasan dan pembinaan meliputi :

a.

Memberikan pendampingan dan advokasi sejak tahap perencanaan

d

l k

program dan pelaksanaannya.

a.

Pemeriksaan kinerja, untuk evaluasi capaian target dan sasaran

program yang ditetapkan.

b

Menilai Akuntabilitas Laporan Keuangan melalui Reviu Laporan

b.

Menilai Akuntabilitas Laporan Keuangan melalui Reviu Laporan

Keuangan.

c.

Bimbingan teknis penyusunan Laporan Realisasi Anggaran dan

sebagainya.

sebagainya.

d.

Peningkatan disiplin pada SKPD untuk percepatan pelaksanaan

Tindak Lanjut temuan;

e.

Memberikan

konsultasi

melalui

Klinik

Konsultasi

Inspektorat

Jenderal;

f.

Penguatan Sumber Daya Aparat Pengawas

(30)

PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) TAHUN 2010

TUGAS PEMBANTUAN

No. Provinsi BULAN

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES

1 Kota Banda Aceh V

2 Kab. Temanggung V

3 Kota Bukit Tinggi V

4 Kota Dumai V

5 Kab. Lingga V

6 Kota Jambi V

7 Kab. Tj. Jabung Timur V

8 Kota Palembang V

9 Kab. O K U V

10 K t B k l V

10 Kota Bengkulu V

11 Kab. Lampung Barat V

12 Kab. Lebak V

13 Kab. Sumedang V

14 Kab BandungKab. Bandung VV

15 Kab. Purbalingga V 16 Kab. Pekalongan V 17 Kab. Bantul V 18 Kab. Pasuruan V 19 Kab. Sidoarjo V 20 Kab. Bojonegoro V 30

(31)

PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) TAHUN 2010

TUGAS PEMBANTUAN (lanjutan)

No. Provinsi BULAN

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES

21 Kab. Gianyary V

22 Kab. Bima V

23 Kota Mataram V

24 Kab. Sumba Timur V

25 Kab. Sanggau V 26 Kab. Sintang V 27 Kota Banjarmasin V 28 Kab. Banjar V 29 Kota Samarinda V 30 K t Bit V 30 Kota Bitung V 31 Kab. Gorontalo V 32 Kota Palu V 33 Kab. Poliwalimandar V 34 Kota Makassar V 34 Kota Makassar V 35 Kab Konawe V 36 Kota Ambon V 37 Kota Ternate V 38 Kab. Sorong V 31

(32)

PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) TAHUN 2010

TUGAS PEMBANTUAN (lanjutan)

No. Provinsi BULAN

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES

39 Kota Surakarta V

40 Kab. Sumbawa V

41 Kota Dompu V

42 Kab. Bengkayang V

43 Kab. Kep. Talaud V

44 Kab. Poso V

45 Kab. Gowa V

46 Kota Kendari V

47 Kab. Aceh Pidie V

48 K t S i d V

48 Kota Samarinda V

49 Kab. Bengkulu Utara V

50 Kab. Bogor V

51 Kab. Magetan V

52 Kab Lombok Timur V

52 Kab. Lombok Timur V

53 Kab. Pontianak V

54 Kota Mamuju V

55 Kab Halmahera Barat V

56 Kab. Tanah Datar V

57 Kab. Rajang Lebong V

58 Kab. Pandegelang V

(33)

PROGRAM KERJA PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT) TAHUN 2010

TUGAS PEMBANTUAN (lanjutan)

No. Provinsi BULAN

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEP OKT NOV DES

59 Kab. Bondowoso V

60 Kab. Lomboik Barat V

61 Kota Sekadau V

62 Kota Ketapang V

63 Kab. Tapin V

64 Kab. Barito selatan V

65 Kota Enrenkang V

66 Kab. Padang pariaman V

67 Kota Bengkulu Selatan V

68 K b Ci b V

68 Kab. Cirebon V

69 Kab. Madiun V

70 Kab. Belu V

71 Kab. Pulau Buru V

72 Kab Seram Bag Barat V

72 Kab. Seram Bag. Barat V

73 Kab. Tomohon V

74 Kab. Bone V

75 Kab. Katingan V

(34)
(35)

KESIMPULAN DAN SARAN

a.

Kegiatan

Tugas

Pembantuan

adalah

kegiatan

Pusat

yang

dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota untuk

dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian Kabupaten/Kota untuk

mempercepat pembangunan industri di daerah;

b.

Program dan kegiatan Tugas Pembantuan belum sepenuhnya

fokus untuk memperkuat pengembangan Kompetensi Inti Industri

Daerah;

c

Kepala Dinas lebih mengawasi dan mengendalikan perangkatnya

c.

Kepala Dinas lebih mengawasi dan mengendalikan perangkatnya

dalam melaksanakan program Tugas Pembantuan sehingga

sasaran kegiatan tercapai optimal dan temuan menjadi minimal;

d

K

l

Di

d

k t

l bih

t d

t tib d l

d.

Kepala Dinas dan perangkatnya

lebih cermat dan tertib dalam

pengelolaan

dana

Tugas

Pembantuan

agar

Kementerian

Perindustrian dapat mempertahankan status WTP pada tahun

2010/2011.

(36)

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, Tugas Pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daerah dan/atau desa dari pemerintah

Kembali ke Form Desain, kemudian klik kanan pada tombol Login pilih Event – Action – ActionPerformed (sama seperti membuat tombol Exit) lalu ketik kode dibawah ini (hanya yang

13 Tahun 2002 Tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Stuktural secara normal perpindahan jabatan dan atau perpindahan wilayah kerja tersebut

ZAINUDDIN PEJABAT KESIHATAN DAERAH SEBERANG PERAI TENGAH LOT 89, MUKIM 17, BERAPIT 14000 BUKIT MERTAJAM PULAU PINANG.. BUKIT

a) Belum optimalnya sistem pelaporan berbasis web ( e-Monev ) dari Kementerian Bappenas, karena sebagian program yang DIPAnya keluar di pertengahan tahun belum dapat

Programming.Hasil penelitian menunjukkan adalah: (1) rata-rata luas lahan garapan petani sayuran di wilayah dataran tinggi Sembalun adalah 0,27 ha dan terdapat 6

Penginjilan adalah pelaksanan tanggungjawab umat Allah memberitakan Injil Yesus Kristus dalam kuasa Roh Kudus yang ditujukan kepada orang-orang berdosa dan

Untuk indikator pengamanan yang meliputi pemahaman dan keterampilan dalam bekerja serta hubungan komunikasi antara dosen/asisten yang bersangkutan terhadap mahasiswa