35 4.1.1 Deskripsi Kondisi Prasiklus
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Kedungjenar dengan subjek penelitian seluruh siswa kelas 4C sebanyak 32 siswa yang terdiri dari laki-laki 18 siswa dan perempuan 14 siswa. Jumlah siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 adalah 512 siswa. Fasilitas sekolah cukup mendukung dalam proses pembelajaran. SDN Kedungjenar berlokasi di Jalan Gunandar no 9B Blora. Secara geografis SDN Kedungjenar terletak di pusat kota Blora.
Kondisi prasiklus merupakan keadaan siswa sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di kelas 4C SD Negeri Kedungjenar Blora Tahun 2012/2013 yang berjumlah 32 siswa pada pembelajaran IPA, terlihat bahwa hasil belajar siswa masih rendah yaitu banyak siswa memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) . Distribusi ketuntasan hasil belajar IPA pada prasiklus dapat dilihat pada tabel 4.1.
Tabel 4.1
Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar IPA Pada Prasiklus No Standar Ketuntasan Jumlah
siswa Persentase Skor Ketuntasan
1 <75 Tidak tuntas 18 56,25% 2 ≥75 Tuntas 14 43,75%
Jumlah 32 100%
Dari tabel 4.1 dapat dilihat bahwa dari 32 siswa hanya 14 siswa (43,75%) yang sudah mencapai KKM (75) dan siswa yang belum mencapai KKM sebanyak 18 siswa (56,25%). Nilai tertinggi yang dicapai oleh siswa adalah 82, nilai terendah 50 dan rata-rata kelas 69. Diagram ketuntasan hasil belajar prasiklus dapat dilihat pada gambar 4.1.
Gambar 4.1
Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Prasiklus
Dari gambar 4.1 tentang diagram batang ketuntasan hasil belajar prasiklus dapat diketahui bahwa ketuntasan siswa yang tidak tuntas sebesar 56,25% dan hanya sebesar 43,75% siswa yang sudah tuntas. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan sebelumnya, guru hanya berceramah saja sehingga siswa tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Siswa kurang mendapatkan kesempatan untuk berfikir kritis dan menyampaikan pendapat, siswa menjadi pasif, cenderung berbicara sendiri dengan teman sebangku dan bahkan tidak sedikit siswa yang mengantuk pada proses belajar mengajar.
4.1.2 Deskripsi Pelaksanaan siklus 1
Dalam Siklus 1 terdapat 2 kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut:
4.1.2.1 Perencanaan Tindakan
Pada tahap perencanaan peneliti merancang RPP menggunakan pendekatan inkuiri dengan sumber belajar lingkungan tentang materi perubahan lingkungan fisik
dan pengaruhnya terhadap daratan (terlampir), menyusun tes yang akan digunakan (terlampir), menyusun pedoman observasi (lampiran), menyiapkan media (alat peraga) yaitu alat-alat yang digunakan untuk kegiatan percobaan seperti ember, bak. Merencanakan personal yang akan dilibatkan dalam penelitian yaitu dengan guru kelas yang mengajar pada tempat penelitian dilakukan. Merancang tes formatif (lampiran). Menyiapkan rubrik untuk siswa yang terdiri dari rubrik percobaan, rubrik diskusi, presentasi, LKS (lampiran).
4.1.2.2 Tindakan dan Observasi 4.1.2.2.1 Pertemuan Pertama
Tindakan ini dilaksanakan pada hari Senin, 8 April 2013 melalui kegiatan sebagai berikut:
a. Kegiatan awal
Pertemuan pertama pada siklus 1 berlangsung pada hari Senin, 8 April 2013 pukul 09.35 WIB. Untuk mengawali pembelajaran ini guru mengucapkan salam, mengkondisikan siswa siap menerima pelajaran, mengabsen kelas dan melakukan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “pernahkan dilingkungan tempat tinggal kalian pernah hujan terus-menerus? lalu apa yang terjadi di lingkungan sekitar kalian?”. Berdasarkan jawaban dari siswa guru menegaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran. Selanjutnya guru menjelaskan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran yaitu menggunakan pendekatan inkuri dengan sumber belajar lingkungan.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan selanjutnya yaitu siswa dibagi dalam 8 kelompok heterogen yang terdiri dari 4 siswa, siswa menerima permasalahan dari guru yang berupa pertanyaan, siswa berdiskusi membuat jawaban sementara dari pertanyaan yang diajukan oleh guru, siswa dalam kelompok menyiapkan alat dan bahan siswa yang ada di lingkungan sekolah dan melakukan percobaan terkait pengikisan tanah oleh air hujan, setiap kelompok yang sudah yang sudah melakukan percobaan itu berdiskusi (pemecahan masalah) dan mempresentasikan hasil percobaannya ke
depan kelas untuk kemudian ditanggapi oleh kelompok lain, bersama siswa guru berdiskusi tentang kegiatan siswa secara keseluruhan dan menegaskan ketidaktepatan hasil diskusi.
c. Kegiatan Akhir
Guru bersama dengan siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas, dari materi yang telah dipelajari. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
4.1.2.2.2 Pertemuan kedua
a. Kegiatan Awal
Tindakan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 11 April 2013 melalui kegiatan sebagai berikut: Untuk mengawali pembelajaran ini guru mengucapkan salam, mengkondisikan siswa siap menerima pelajaran, mengabsen kelas dan melakukan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “anak-anak apa yang kalian rasakan jika badan terkena hembusan angin? Tapi bagaimana kalau hembusan angin itu kencang?. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang pelajaran yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Berdasarkan jawaban dari siswa guru menegaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Selanjutnya guru menjelaskan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan yaitu menggunakan pendekatan inkuri dengan sumber belajar lingkungan.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan selanjutnya yaitu siswa dibagi dalam 8 kelompok heterogen yang terdiri dari 4 siswa, siswa menerima permasalahan dari guru yang berupa pertanyaan, siswa berdiskusi membuat jawaban sementara dari pertanyaan yang diajukan oleh guru, siswa dalam kelompok menyiapkan alat dan bahan siswa yang ada di lingkungan sekolah dan melakukan percobaan terkait pengikisan tanah oleh angin, setiap kelompok yang sudah yang sudah melakukan percobaan itu berdiskusi (pemecahan masalah) dan mempresentasikan hasil percobaannya ke depan kelas untuk kemudian ditanggapi oleh kelompok lain, bersama siswa guru
berdiskusi tentang kegiatan siswa secara keseluruhan dan menegaskan ketidaktepatan hasil diskusi.
c. Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas dari materi yang telah dipelajari. Guru mengadakan evaluasi pembelajaran perubahan daratan oleh air hujan dan angin
4.1.2.3 Hasil tindakan
Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan pada Siklus 1 diperoleh data secara kuantitatif melalui penilaian non tes dan tes. Distribusi hasil belajar dan ketuntasan siklus 1 dapat dilihat pada tabel 4.2.
Tabel 4.2
Distribusi Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1
Dari tabel 4.2 tentang hasil belajar dan ketuntasan siklus 1 dapat dilihat terjadi peningkatan hasil belajar sesudah tindakan. Jumlah siswa yang telah mencapai KKM ≥75 sebanyak 71,88% dan 28,12% siswa belum tuntas. Peningkatan juga terjadi pada skor tertinggi yang dicapai siswa yaitu 91 dengan skor terendah 63. Rata-rata kelas 78. Diagram ketuntasan hasil belajar siklus 1 dapat dilihat pada gambar 4.2.
No Standar Ketuntasan Jumlah
siswa Persentase Skor Ketuntasan
1 <75 Tidak tuntas 9 28,12% 2 ≥75 Tuntas 23 71,88%
Gambar 4.2
Diagram Ketuntasan Hasil Belajar Siklus 1
Dari gambar 4.2 ketuntasan hasil belajar siklus 1 siswa yang telah tuntas sebanyak 71,88% dan yang belum tuntas 28,12%. Walaupun persentase ini sudah cukup besar namun belum memenuhi ketuntasan yang ingin dicapai sebesar 100% dari seluruh siswa. Dengan memperhatikan refleksi pada siklus 1, hal tersebut dapat ditingkatkan kembali pada siklus 2 sehingga ketuntasan belajar siswa dapat mencapai 100% sesuai dengan indikator kinerja yang telah ditetapkan.
4.1.2.4 Refleksi
Hasil observasi atau pengamatan terhadap implementasi RPP pada siklus 1 ini dapat dilihat pada tabel 4.3
Tabel 4.3
Implementasi RPP pada guru siklus 1 (refleksi siklus 1)
No Aspek Kesimpulan Rekomendasi 1 Perencanaan
pembelajaran
Kekuatan:
ada RPP, kesiapan ruang, alat, dan sumber belajar.
2 Kegiatan pembelajaran
Kekuatan:
Menyampaikan apersepsi yang membangkitkan motivasi siswa dan tujuan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai, melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri dengan sumber belajar lingkungan, Menyampaikan instruksi-instruksi untuk setiap kegiatan yang akan dilakukan, Melibatkan siswa dalam pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, membantu siswa membangun pemahaman sendiri, memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapat, melibatkan siswa dalam membuat ada kesimpulan dan memberikan penguatan.
Kegiatan atau pengalaman belajar menggambarkan pembelajaran aktif
Kelemahan:
Penyampaian tujuan pembelajaran terlalu cepat dan tidak semua tujuan pembelajaran disampaikan kepada siswa, penyampaian instruksi-instruksi untuk setiap kegiatan kurang jelas, kurang memberikan refleksi untuk menemukan pesan moral dari kegiatan pembelajaran, masih kurang melibatkan siswa dalam membuat kesimpulan pembelajaran
Penyampaian tujuan pembelajaran jangan terlalu cepat dan semua tujuan pembelajaran disampaikan kepada siswa, penyampaian instruksi-instruksi untuk setiap kegiatan harus lebih jelas, memberikan refleksi, melibatkan siswa dalam membuat kesimpulan pembelajaran. Manajemen kelas Kekuatan :
tata tertib kelas ada dan diterapkan dengan baik.
Kelemahan :
Penataan tempat duduk kurang rapi, pengelolaan waktu belum sesuai dengan yang sudah
Tempat duduk harus ditata dengan rapi sehingga guru
ditentukan dalam RPP dengan mudah bisa memantau proses belajar siswa. Pengelolaan waktu harus disesuaikan dengan yang sudah ditentukan dalam RPP.
Penilaian Kekuatan :
Perkembangan belajar siswa dipantau dengan baik, memberikan umpan terhadap hasil belajar, memberikan penghargaan thd siswa berupa pujian
Kelemahan:
penghargaan terhadap siswa hanya diberikan kepada siswa yang menjawab benar saja.
Penghargaan tidak hanya diberikan oleh siswa yang menjawab benar saja tetapi juga kepada siswa yang menjawab salah. Dari tabel 4.3 tentang hasil implementasi RPP dengan memperhatikan kelemahan-kelemahan guru dalam proses pembelajaran maka perlu diadakan perbaikan-perbaikan. Penyampaian tujuan pembelajaran jangan terlalu cepat dan semua tujuan pembelajaran disampaikan kepada siswa, penyampaian instruksi-instruksi untuk setiap kegiatan harus lebih jelas, memberikan refleksi, melibatkan
siswa dalam membuat kesimpulan pembelajaran, tempat duduk harus ditata dengan rapi sehingga guru dengan mudah bisa memantau proses belajar siswa, pengelolaan waktu harus disesuaikan dengan yang sudah ditentukan dalam RPP, penghargaan tidak hanya diberikan oleh siswa yang menjawab benar saja tetapi juga kepada siswa yang menjawab salah. Observasi tidak hanya ditujukan kepada guru tetapi juga kepada siswa. Observasi keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dapat dilihat pada lampiran.
Dari hasil implementasi RPP pada guru dengan memperhatikan kelemahan-kelemahan siswa dalam proses pembelajaran maka perlu guru perlu melakukan perbaikan pada siklus 2 agar keaktifan siswa lebih meningkat.
4.1.3 Deskripsi Pelaksanaan Siklus 2
Praktik pembelajaran pada Siklus 2 dilaksanakan dengan melihat kekurangan dan kelebihan pada Siklus 1. Pelaksanaan Siklus 2 merupakan upaya perbaikan pada Siklus 1 dengan lebih memberi semangat kepada siswa dalam proses belajar menggunakan pendekatan Inkuiri dengan sumber belajar lingkungan
Dalam Siklus 2, terdapat dua kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut:
4.1.3.1 Perencanaan
Pada tahap perencanaan peneliti merancang RPP menggunakan pendekatan inkuiri dengan sumber belajar lingkungan tentang materi perubahan lingkungan fisik dan pengaruhnya terhadap daratan (terlampir), menyusun tes yang akan digunakan (terlampir), menyusun pedoman observasi (lampiran), menyiapkan media (alat peraga) yaitu alat-alat yang digunakan untuk kegiatan percobaan seperti ember, bak. Merencanakan personal yang akan dilibatkan dalam penelitian yaitu dengan guru kelas yang mengajar pada tempat penelitian dilakukan. Merancang tes formatif (lampiran). Menyiapkan rubrik untuk siswa yang terdiri dari rubrik percobaan, rubrik diskusi, presentasi, LKS (lampiran).
4.1.3.2 Tindakan dan Observasi 4.1.3.2.1 Pertemuan Pertama
Tindakan ini dilaksanakan pada hari Senin, 15 April 2013 melalui kegiatan sebagai berikut:
a. Kegiatan awal
Pertemuan pertama pada siklus 1 berlangsung pada hari Senin, 15 April 2013 pukul 09.35 WIB. Untuk mengawali pembelajaran ini guru mengucapkan salam, mengkondisikan siswa siap menerima pelajaran, mengabsen kelas dan melakukan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “anak-anak jika kalian berada di bawah sinar matahari, apa yang kalian rasakan pada kulit kalian? Kulit terasa lembab atau kering?". Berdasarkan jawaban dari siswa guru menegaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran. Selanjutnya guru menyampaikan sekilas kegiatan pembelajaran dan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar yaitu menggunakan pendekatan inkuri dengan sumber belajar lingkungan.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan selanjutnya yaitu siswa dibagi dalam 8 kelompok heterogen yang terdiri dari 4 siswa, siswa menerima permasalahan dari guru yang berupa pertanyaan, siswa berdiskusi membuat jawaban sementara dari pertanyaan yang diajukan oleh guru, siswa dalam kelompok menyiapkan alat dan bahan siswa yang ada di lingkungan sekolah dan melakukan percobaan terkait terbakarnya tumbuhan akibat sinar matahari, setiap kelompok yang sudah yang sudah melakukan percobaan itu berdiskusi (pemecahan masalah) dan mempresentasikan hasil percobaannya ke depan kelas untuk kemudian ditanggapi oleh kelompok lain, bersama siswa guru berdiskusi tentang kegiatan siswa secara keseluruhan dan menegaskan ketidaktepatan hasil diskusi.
c. Kegiatan Akhir
Guru bersama dengan siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas, dari materi yang telah dipelajari. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
4.1.3.2.2 Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
Tindakan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 18 April 2013 melalui kegiatan sebagai berikut: untuk mengawali pembelajaran ini guru mengucapkan salam, mengkondisikan siswa siap menerima pelajaran, mengabsen kelas dan melakukan apersepsi dengan bertanya kepada siswa “anak-anak pernahkah kalian pergi ke pantai? Apakah air laut tersebut berdeburan mengenai daratan?”. Guru bertanya jawab dengan siswa tentang pelajaran yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya. Berdasarkan jawaban dari siswa guru menegaskan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dalam pembelajaran. Selanjutnya guru menjelaskan pendekatan pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran yaitu menggunakan pendekatan inkuri dengan sumber belajar lingkungan.
b. Kegiatan Inti
Kegiatan selanjutnya yaitu siswa dibagi dalam 8 kelompok heterogen yang terdiri dari 4 siswa, siswa menerima permasalahan dari guru yang berupa pertanyaan, siswa berdiskusi membuat jawaban sementara dari pertanyaan yang diajukan oleh guru, siswa dalam kelompok menyiapkan alat dan bahan siswa yang ada di lingkungan sekolah dan melakukan percobaan terkait pengikisan tanah oleh gelombang air laut, setiap kelompok yang sudah yang sudah melakukan percobaan itu berdiskusi (pemecahan masalah) dan mempresentasikan hasil percobaannya ke depan kelas untuk kemudian ditanggapi oleh kelompok lain, bersama siswa guru berdiskusi tentang kegiatan siswa secara keseluruhan dan menegaskan ketidaktepatan hasil diskusi.
c. Kegiatan Akhir
Guru bersama siswa menarik kesimpulan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang hal-hal yang belum jelas dari materi yang telah dipelajari. Guru mengadakan
evaluasi pembelajaran perubahan daratan oleh sinar matahari dan gelombang air laut. Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
4.1.3.3 Hasil tindakan
Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan pada siklus 2 diperoleh data secara kuantitatif melalui penilaian non tes dan tes. Terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I. Jumlah siswa yang telah mencapai KKM ≥75 adalah 32 anak atau seluruh siswa (100%). Peningkatan juga terjadi pada skor tertinggi yang dicapai siswa yaitu 96 dengan skor terendah 81. Rata-rata kelas meningkat menjadi 89. Berdasarkan indikator kinerja dengan KKM 75 dan dicapai 100% siswa pada siklus 2 ini indikator kinerja telah tercapai.
4.1.3.4 Refleksi
Hasil observasi atau pengamatan terhadap implementasi RPP pada guru siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4.4.
Tabel 4.4
Implementasi RPP pada guru siklus 2 (refleksi siklus 2)
No Aspek Kesimpulan Rekomendasi 1 Perencanaan
pembelajaran
Kekuatan:
tersedia RPP, kesiapan ruang, alat, dan sumber belajar.
2 Kegiatan pembelajaran
Kekuatan:
menyampaikan apersepsi yang membangkitkan motivasi siswa, menyampaikan tujuan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kompetensi (tujuan) yang akan dicapai, melaksanakan pembelajaran menggunakan Guru sudah menyampaikan semua tujuan pembelajaran secara perlahan-lahan, instruksi-instruksi dalam setiap kegiatan disampaikan secara jelas, memberikan
pendekatan inkuiri, Menyampaikan instruksi-instruksi untuk setiap kegiatan yang akan dilakukan, Melibatkan siswa dalam pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, membantu siswa membangun pemahaman sendiri, memberikan kesempatan siswa untuk mengungkapkan pendapat, melibatkan siswa dalam membuat ada kesimpulan, memberikan refleksi untuk menemukan pesan moral dari kegiatan pembelajaran dan memberikan penguatan. Kegiatan atau pengamalan belajar menggambarkan pembelajaran aktif
refleksi, melibatkan semua siswa dalam membuat kesimpulan pembelajaran.
Manajemen kelas
Kekuatan :
tata tertib kelas ada dan diterapkan dengan baik. Penataan tempat duduk rapi, pengelolaan waktu sesuai dengan yang sudah ditentukan dalam RPP
Tempat duduk sudah tertata rapi, pengelolaan waktu sesuai dalam RPP.
Penilaian Kekuatan : perkembangan belajar
siswa dipantau dengan baik, memberikan umpan terhadap hasil belajar, memberikan penghargaan kepada semua siswa berupa pujian.
Guru sudah memberikan
penghargaan kepada semua siswa
Dari tabel 4.6 terlihat bahwa guru sudah melakukan perbaikan-perbaikan pada siklus 2. Seperti halnya pada siklus 1, observasi tidak hanya dilakukan pada guru saja tetapi juga pada siswa. Hasil implementasi RPP pada guru yang sangat baik maka akan membuat aktifitas siswa pada Siklus 2 juga sangat baik. Keaktivan siswa pada siklus 2 dapat dilihat pada lampiran.
4.2 Hasil Analisis Data
Perbandingan Keberhasilan hasil belajar prasiklus, siklus 1, siklus 2 dapat dilihat pada tabel 4.5
Tabel 4.5
Perbandingan Ketuntasan Hasil Belajar Prasiklus, Siklus I, Siklus II
No Skor Ketuntasan Prasiklus Siklus 1 Siklus 2 Jumlah persentase jumlah peesentase jumlah persentase 1 <75 Tidak
tuntas
18 56,25% 9 28,12% 0 0%
2 ≥75 tuntas 14 43,75% 23 71,88% 32 100% Jumlah 32 100% 32 100% 32 100%
Dari tabel 4.6 dapat dilihat pada prasiklus ketuntasan yang dicapai sebesar 56,25%. Setelah diadakan tindakan penelitian pada siklus 1 terdapat peningkatan hasil belajar dengan tingkat keberhasilan 71,88% dari jumlah siswa sebanyak 32 siswa, tetapi masih terdapat 28,12% siswa belum tuntas sehingga perlu diadakan pelaksanaan tindakan siklus II. Pada siklus 2 ketuntasan belajar siswa meningkat mencapai 100%. Diagram batang perbandingan ketuntasan prasiklus, siklus 1, siklus 2 dapat dilihat pada gambar 4.5.
Gambar 4.3
Diagram perbandingan ketuntasan prasiklus, siklus I, siklus II
Dari gambar 4.3 dapat diketahui bahwa peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa pada prasiklus 56,25% siswa tidak tuntas dan 43,75% siswa tuntas, siklus 1 28,12% siswa tidak tuntas dan 71,88% siswa tuntas serta pada siklus 2 100% siswa tuntas.
Selain pada tingkat ketuntasan persentase hasil belajar yang meningkat perolehan skor maksimal, skor minimal, rata-rata meningkat juga meningkat. Standar deviasi mengamali penurunan. Grafik perbandingan skor maksimal, skor minimal, dan rata-rata, prasiklus, siklus 1, siklus 2 dapat dilihat pada gambar 4.4.
Gambar 4.4
Perbandingan skor maksimal, skor minimal, dan rata-rata
pada prasiklus, siklus 1, siklus 2
Dari gambar 4.5 dapat diketahui peningkatan terjadi pada skor maksimal yaitu pada prasiklus sebesar 82 pada siklus 1 menjadi 91 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 96. Adapun perolehan skor minimal juga meningkat yaitu pada prasiklus sebesar 50 pada siklus 1 meningkat menjadi 63 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 81. Perolehan rata-rata juga meningkat yaitu pada prasiklus sebesar 69 pada siklus 1 meningkat menjadi 78 dan pada siklus 2 meningkat menjadi 89.
4.3 Pembahasan
Kenaikan hasil belajar siswa pada penelitian ini disebabkan karena pembelajaran dilakukan menggunakan pendekatan inkuiri dengan sumber belajar lingkungan. Pendekatan inkuiri menekankan kepada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan. Dalam proses pembelajaran siswa tidak hanya
berperan sebagai penerima pelajaran melalui penjelasan guru secara verbal tapi mereka berperan untuk menemukan sendiri inti dari materi pelajaran. Dalam pembelajaran inkuiri siswa tidak hanya dituntut agar menguasai materi, tetapi dapat menggunakan potensi yang dimiliknya. (sanjaya 2006:194). Pendekatan inkuiri menekankan pada pengembangan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara seimbang sehingga pembelajaran melalui pendekatan inkuiri dianggap lebih bermakna. (Hamruni, 2011:101).
Pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri dilakukan melalui tahap-tahap orientasi, merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data hipotesis, menguji hipotesis, merumuskan kesimpulan yang dilakukan di dalam kelas dan lingkungan sekitar. Masing-masing tahap yang dilakukan dalam pembelajaran inkuiri, siswa terlibat aktif sehingga setelah siswa merumuskan masalah dapat mengajukan hipotesis. Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh siswa adalah mengumpulkan data dan melakukan uji hipotesis. Setelah melakukan tahap-tahap tersebut siswa dapat merumuskan kesimpulan dari hasil percobaan. Selain menggunakan pendekatan inkuiri pemanfaatan sumber belajar lingkungan menciptakan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Melalui sumber belajar lingkungan kegiatan belajar lebih bermakna sebab siswa dihadapkan dengan situasi dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami. (sudjana 1997:208).
Penelitian ini relevan dengan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh setyo wahyuningsih (2012) dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPA Tentang Energi Panas dan Energi Bunyi Melalui Pendekatan Inkuiri Pada Siswa Kelas IV di SD Negeri Balong Jepon Blora Semester II Tahun Ajaran 2011/2012” dan penelitian yang dilakukan oleh Himatul khoiriyah (2010) dalam skripsi yang berjudul upaya meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan inkuiri dan media melalui konsep gaya magnet untuk mata pelajaran Ilmu pengetahuan Alam pada siswa kelas V semester II Sekolah Dasar Negeri karanganyar Kecamatan Borobudur Kabupaten magelang. Penelitian tersebut
mengatakan bahwa melalui pendekatan inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar. Untuk lebih mengoptimalkan peningkatan hasil belajar maka penelitian ini dilakukan melalui pendekatan inkuiri dengan sumber belajar lingkungan.
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini terbukti bahwa melalui pendekatan inkuiri dengan sumber belajar lingkungan dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 4 SDN Kedungjenar pada Semester 2 tahun ajaran 2012/2013.