• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN PURWOREJO TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KABUPATEN PURWOREJO TAHUN"

Copied!
328
0
0

Teks penuh

(1)

i

DINAS KEPENDUDUKAN DAN

PENCATATAN SIPIL 

 KABUPATEN PURWOREJO

TAHUN 2017

PERUBAHAN

RENCANA  STRATEGIS

(RENSTRA)

DINAS KEPENDUDUKAN DAN

PENCATATAN SIPIL 

 KABUPATEN PURWOREJO

TAHUN 2016­2021

(2)
(3)

D A F T A R I S I

Keputusan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo Nomor : 040.13/0553/2019 BAB I BAB II BAB III PENDAHULUAN ... ... 1.1 Latar Belakang ... 1.2 Landasan Hukum ... 1.3 Maksud dan Tujuan ... 1.4 Sistematika Penulisan ...

GAMBARAN PELAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN

PENCATATAN SIPIL KABUPATEN

PURWOREJO ...

2.1 Struktur Organisasi, Tugas dan Fungsi Dinas Kependudukan dan

Pencatatan Sipil Kabupaten

Purworejo ...

2.2 Sumber Daya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten

Purworejo ... 2.3 Kinerja Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kabupaten Purworejo ... 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas

Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo ...

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI ...

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten

1 1 2 4 5 7 7 21 32 40 43 43 44 47 49 51 1

(4)

BAB IV BAB V BAB VI BAB VII Purworejo...

3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Bupati dan Wakil Bupati Purworejo....

3.3 Telaahan Renstra Kementerian / Lembaga dan Renstra Instansi Terkait... ...

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup

Strategis ... ...

3.5 Penentuan Isi-Isu

Strategis ...

TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN

KEBIJAKAN ...

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Dinas Kependudukan dan

Pencatatan Sipil Kabupaten

Purworejo ...

4.2 Strategi dan Kebijakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten

Purworejo ...

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,

KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN

INDIKATIF ...

5.1 Rencana Program Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kabupaten Purworejo Tahun

2016-2021 ...

5.2 Rencana Kegiatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kabupaten Purworejo Tahun

2016-2021 ...

INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH MENGACU PADA

TUJUAN DAN SASARAN

RPJMD ... PENUTUP ... 52 52 54 56 56 56 73 75 2

(5)

...

LAMPIRAN-LAMPIRAN

(6)

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1LATAR BELAKANG Pembangunan daerah merupakan pemanfaatan sumberdaya yang dimiliki untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat yang nyata, baik dalam aspek pendapatan, kesempatan kerja, lapangan berusaha, akses terhadap   pengambilan   kebijakan,   peningkatan   dayasaing,   maupun peningkatan   indeks   pembangunan   manusia.   Sedangkan   perencanaan pembangunan   daerah   adalah   suatu   proses   penyusunan   tahapan­ tahapan   kegiatan   yang   melibatkan   berbagai   unsur   pemangku kepentingan   di   dalamnya,   guna   pemanfaatan   dan   pengalokasian sumberdaya yang ada dalam rangka meningkatkan kesejahteraan social pada suatu lingkungan wilayah/daerah dalam jangka waktu tertentu.

Searah   dengan   upaya   pembangunan   daerah,   Undang­undang Nomor 32 tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang­undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Undang­undang Nomor 25   tahun   2004   tentang   Sistem   Perencanaan   Pembangunan   Nasional, memberikan   kewenangan   bagi   pemerintah   daerah   untuk   menyusun sendiri   rencana   pembangunan   yang   akan   dilaksanakan.   Hal   tersebut memberi peluang yang besar bagi pemerintah daerah dan perangkatnya untuk melaksanakan tugas­tugas Pemerintahan Umum sebagai tindakan masa   depan   yang   tepat,   melalui   urutan   pilihan,   dengan memperhitungkan sumberdaya yang tersedia.

Dalam   menjalankan   tugas­tugas   pemerintahan   tersebut, Pemerintah   Daerah   wajib   menyusun   dokumen   perencanaan pembangunan daerah, yang termuat baik dalam Rencana Pembangunan Jangka   Panjang   Daerah   (RPJPD),   Rencana   Pembangunan   Jangka Menengah   Daerah   (RPJMD),   dan   Rencana   Kerja   Pemerintah   Daerah (RKPD). Demikian halnya dengan Perangkat Daerah diharuskan untuk menyusun   dokumen   perencanaan   pembangunan   yang   dimuat   dalam dokumen   Rencana   Strategis   (Renstra)   Perangkat   Daerah   dan   Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah.

Isu­isu   terkait   kependudukan   merupakan   tugas   yang   harus diselesaikan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo.   Sebagai   salah   satu   Perangkat   Daerah   di   lingkungan

(7)

2

Pemerintah   Kabupaten   Purworejo   maka   urgensi   perencanaan   strategis menjadi   penting   untuk   menjawab   tantangan   dan   isu­isu   terkait pembangunan   dan   pengembangan   bidang   kependudukan  dan pencatatan   sipil.  Oleh   karenanya   Renstra   Dinas   Kependudukan   dan Pencatatan   Sipil   Kabupaten   Purworejo   disusun   sebagai   pedoman   dan arah dalam pelaksanaan program dan kegiatan selama 5 (lima) tahun yaitu tahun 2016­2021.

Dengan   diterbitkannya   Undang­undang   Nomor   24   Tahun   2013 tentang Perubahan atas Undang­undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi   Kependudukan,   terjadi   perubahan   yang   mendasar   pada pelayanan   Administrasi   Kependudukan,   sehingga   dalam   penyusunan Rencana   Strategis   (RENSTRA)   Tahun   2016­2021   harus   menyesuaikan dengan Undang­undang tersebut. Dalam rangka percepatan pencapaian Visi Misi Bupati Purworejo periode 2016­2021 dan guna meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah  sebagai dasar pencapaian predikat SAKIP A, maka perlu adanya penyesuaian kegiatan agar selaras dengan tugas fungsi masing­masing Perangkat Daerah. . 1.2LANDASAN HUKUM Sebagai landasan hukum penyusunan Rencana Strategis ( Renstra 2016­2021   )   Dinas   Kependudukan  dan  Pencatatan   Sipil   Kabupaten Purworejo adalah:

1. Pasal 18 ayat (16) Undang –Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang­Undang   Nomor   13   Tahun   1950   tentang   Pembentukan Daerah­Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Tengah: 3. Undang­Undang   Nomor   17   Tahun   2003   tentang   Keuangan   Negara

(Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2003   Nomor   47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

4. Undang­undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang­undang   Nomor   23   Tahun   2006   tentang   Administrasi Kependudukan   sebagaimana   telah   diubah   dengan   Undang­Undang

(8)

3

Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Undang­Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan;

6. Undang­undang   Nomor   17   Tahun   2007   tentang   Rencana Pembangunan   Jangka   Panjang   Nasional   Tahun   2005­2025 (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2007   Nomor   33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

7. Undang­undang   Nomor   52   Tahun   2009   tentang   Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga;

8. Undang­Undang   Nomor   23   Tahun   2014   tentang   Pemerintahan Daerah   (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2014   Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor   5587) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang­Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang­Undang Nomor 23   Tahun   2014   tentang   Pemerintahan   Daerah   (   Lembaran   Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008   Nomor   21,   Tambahan   Lembaran   Negara   Republik   Indonesia Nomor 4871);

10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana   Pembangunan   Jangka   Menengah   Nasional   Tahun   2015­ 2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3); 11. Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri   Nomor   13   Tahun   2006   tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan   Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri   Nomor   21   Tahun   2011 tentang   Perubahan   Kedua   atas   Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri Nomor   13   Tahun   2006   tentang   Pedoman   Pengelolaan   Keuangan Daerah;

12. Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri   Nomor   54   Tahun   2010   tentang Pelaksanaan   Peraturan   Pemerintah   Nomor   8   Tahun   2008   tentang Tahapan,   Tata   Cara   Penyusunan,   Pengendalian,   dan   Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah;

13. Peraturan   Daerah   Provinsi   Jawa   Tengah   Nomor   3   Tahun   2008 tentang Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005­2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 Nomor 3);

(9)

4

14. Peraturan   Daerah   Provinsi   Jawa   Tengah   Nomor   5   Tahun   2014 tentang  Rencana Pembangunan Jangka  Menengah  Daerah Provinsi Jawa   Tengah   Tahun   2013­2018   (Lembaran   Daerah   Provinsi   Jawa Tengah Tahun 2014 Nomor 5, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 65);

15. Peraturan   Daerah   Kabupaten   Purworejo   Nomor   3   Tahun   2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Purworejo   Tahun   2005­2025   (Lembaran   Daerah   Kabupaten Purworejo Tahun 2010 Nomor 3);

16. Peraturan   Daerah   Kabupaten   Purworejo   Nomor   27   Tahun   2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purworejo Tahun 2011­2031   (Lembaran   Daerah   Kabupaten   Purworejo   Tahun   2011 Nomor 27);

17. Peraturan   Daerah   Kabupaten   Purworejo   Nomor   3   Tahun   2012 tentang   Sistem   Perencanaan   Pembangunan   Daerah   (Lembaran Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2012 Nomor 3);

18. Peraturan   Daerah  Kabupaten   Purworejo  Nomor   12   Tahun   2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purworejo Tahun 2016 – 2021.

19. Peraturan Daerah Kabupaten PurworejoNomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 14 Tahun 2016   tentang   Pembentukan   dan   Susunan   Organisasi   Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo.

20. Peraturan   Bupati   Purworejo   Nomor   64   Tahun   2017   tentang Kedudukan,   Susunan   Organisasi,   Tugas   Dan   Fungsi,   Serta   Tata Kerja   Dinas   Kependudukan   Dan   Pencatatan   Sipil   Kabupaten Purworejo;

1.3MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud   dari   penyusunan   Renstra   Dinas   Kependudukan  dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo tahun 2016­2021adalah :

1. Memberikan gambaran kondisi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil   Kabupaten   Purworejo   dalam   kurun   waktu   5   (lima)   tahun kedepan   yang   diwujudkan   dalam   penyelenggaraan   pembangunan bidang kependudukan dan pencatatan sipil.

2. Memberikan   acuan   landasan   yang   kuat   dan   jelas   bagi   Dinas Kependudukan  dan  PencatatanSipil   Kabupaten   Purworejo   dalam

(10)

5

menyelenggarakan   program   pembangunan   dibidang   kependudukan dan pencatatan sipil.

3. Sebagai bahan acuan dalam menyusun pertanggungjawaban kinerja Dinas   Kependudukan  dan  Pencatatan   Sipil   Kabupaten   Purworejo selama 1 (satu) tahun dalam bentuk Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP).

Tujuan   dari   penyusunan   Renstra   Dinas   Kependudukan  dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo tahun 2016­2021 adalah :

1. Menjelaskan visi, misi, tujuan dan sasaran, strategi dan kebijakan pembangunan bidang kependudukan dan pencatatan sipil yang akan dicapai dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2016 sampai dengan tahun 2021.

2. Sebagai   dasar   dalam   penyusunan   rencana   kerja   (Renja)   Tahunan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo. 3. Memberikan pedoman dalam penyusunan instrument pengendalian,

pengawasan   dan   evaluasi   pembangunan,   khususnya   di   bidang kependudukan dan pencatatan sipil. 1.4 SISTEMATIKA PENULISAN BAB I PENDAHULUAN Memuat penjelasan umum mengenai Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, serta Sistematika Penulisan. BAB II  GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Memuat   Struktur   Organisasi,   Tugas,   Fungsi,   Sumber   Daya, Kinerja   Pelayanan,   Tantangan   dan   Peluang   Pengembangan Pelayanan   Dinas   Kependudukan  dan  Pencatatan   Sipil Kabupaten Purworejo.

BAB III  ISU­ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI Berisi   tentang   Identifikasi   Permasalahan   Berdasarkan   Tugas dan Fungsi Pelayanan. Telaahan Visi, Misi, dan Program Bupati Purworejo,   Telaahan   Renstra   Kementerian   Dalam   Negeri, Telaahan   Renstra   DinpermasdesDukcapil   Provinsi   Jawa Tengah,   Telaahan   Rencana   Tata   Ruang   Wilayah   dan   Kajian Lingkungan Hidup Strategis, dan Penentuan Isu­isu Strategis.

(11)

6

BAB IV  TUJUAN, SASARAN  STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Berisi   tentang   Tujuan   dan   Sasaran,   serta   Strategi   dan Kebijakan   Dinas   Kependudukan  dan  Pencatatan SipilKabupaten Purworejo.

BAB V  RENCANA  PROGRAM  DAN KEGIATAN,  INDIKATOR  KINERJA, KELOMPOK  SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Merupakan   penjelasan   rencana   program,   kegiatan,   indikator kinerja,   keluaran   sasaran,   dan   pendanaan   indikatif   beserta sumbernya , baik yang berasal dari APBD II , APBD I,APBN dan sumber –sumber pendanaan lainnya yang sah , dalam periode 5 tahun dan tahunan.

BAB VI  INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Berisi   tentang   Indikator   Kinerja   Dinas   Kependudukan  dan Pencatatan   Sipil   Kabupaten   Purworejo   yang   secara   langsung menunjukkan   kinerja   yang   akan   dicapai   dalam   lima   tahun mendatang   sebagai  komitmen   untuk   mendukung   tujuan   dan sasaran RPJMD.

BAB VII PENUTUP

Memuat kaidah pelaksanaan meliputi penjelasan antara lain , Renstra   Perangkat   Daerah   merupakan   pedoman   dalam penyusunan   Renja   Perangkat   Daerah,   penguatan   peran   para stakholders   dalam   pelaksanaan   Renja   dan   merupakan   dasar evaluasi   dan   laporan   pelaksanaan   atas   kinerja   tahunan   dan lima   tahunan   serta   catatan   dan   harapan     Kepala   Perangkat Daerah lima tahun kedepan.

(12)

BAB II  

GAMBARAN PELAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN  SIPIL KABUPATEN PURWOREJO

2.1  STRUKTUR   ORGANISASI,   TUGAS   DAN   FUNGSI   DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PURWOREJO 1. Struktur Organisasi 

Struktur   organisasi   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil Kabupaten   Purworejo  sesuai  Peraturan   Bupati   Purworejo   Nomor   64 Tahun   2017   tentang   Kedudukan,   Susunan   Organisasi,   Tugas   Dan Fungsi,   Serta   Tata   Kerja   Dinas   Kependudukan   Dan   Pencatatan   Sipil Kabupaten Purworejo adalah sebagai berikut : a. Kepala Dinas b. Sekretariat  membawahkan : 1) Subbagian  Perencanaan dan Keuangan 2) Subbagian Umum dan Kepegawaian c. Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, membawahkan : 1) Seksi Identitas Penduduk 2) Seksi Pindah Datang Penduduk 3) Seksi Pendataan Penduduk d. Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil membawahkan : 1) Seksi Kelahiran 2) Seksi Perkawinan dan Perceraian 3) Seksi Perubahan Status Anak, Pewarganegaraan dan Kematian e. Bidang   Pengelolaan  Informasi  Administrasi   Kependudukan   Dan

Pemanfaatan Data , membawahkan : 1) Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan 2) Seksi Pengolahan  dan Penyajian Data 3) Seksi Kerjasama dan Inovasi Pelayanan f. UPT g. Kelompok Jabatan Fungsional Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris berada dibawah dan bertanggungjawab   kepada   Kepala   Dinas.   Bidang­bidang   dipimpin   oleh seorang   Kepala   Bidang   yang   berada   dibawah   dan   bertanggungjawab kepada   Kepala   Dinas.   Subbagian­subbagian   dipimpin   oleh   seorang Kepala Subbagian yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris. Seksi­seksi dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang berada dibawah   dan   bertanggungjawab   kepada   Kepala   Bidang   yang bersangkutan.   UPT   dipimpin   oleh   seorang   Kepala   UPT   yang   berada

(13)

dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas. Kelompok jabatan fungsional dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior sebagai ketua kelompok dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.

Adapun   Bagan   Struktur   Organisasi   Dinas   Kependudukan   dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo adalah sebagai berikut :

(14)

BAGAN ORGANISASI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PURWOREJO

KEPALA

KELOMPOK JABATAN

SEKRETARIS

SUB BAGIAN PERENCANAAN

DAN KEUANGAN SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN

BIDANG PELAYANAN PENCATATAN SIPIL

SEKSI KELAHIRAN

SEKSI PERKAWINAN DAN PERCERAIAN

BIDANG PELAYANAN PENDAFTARAN KEPENDUDUKAN

SEKSI IDENTITAS PENDUDUK

SEKSI PINDAH DATANG PENDUDUK

SEKSI PENDATAAN PENDUDUK

UPT

SEKSI PERUBAHAN STATUS ANAK, PEWARGANEGARAAN DAN

BIDANG PENGELOLAAN INFORMASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN

SEKSI SISTEM INFORMASI ADMINISTRASI

SEKSI PENGOLAHAN DATA DAN PENYAJIAN DATA

SEKSI KERJASAMA DAN INOVASI PELAYANAN

(15)

15

2.  Tugas dan Fungsi 

Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kabupaten Purworejo   dibentuk melalui Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor   :   1   Tahun   2017     tentang   Perubahan   Peraturan   Daerah Kabupaten   Purworejo   Nomor  14  Tahun  2016   tentang  Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo dan Peraturan   Bupati   Purworejo   Nomor   64   Tahun   2017   tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas   Kependudukan   Dan   Pencatatan   Sipil   Kabupaten   Purworejo, mempunyai   tugas   membantu   Bupati   melaksanakan   Urusan Pemerintahan   yang   menjadi   kewenangan   Daerah   dan   tugas pembantuan   yang   diberikan   kepada   kabupaten   di   bidang kependudukan dan pencatatan sipil.

Dalam melaksanakan tugas pokok, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo menyelenggarakan fungsi :  Perumusan   kebijakan   teknis   bidang   kependudukan   dan

pencatatan sipil;

 Pelaksanaan   kebijakan   bidang   kependudukan   dan   pencatatan sipil;

 Pelaksanaan   evaluasi   dan   pelaporan   bidang   kependudukan   dan pencatatan sipil;

 Pelaksanaan   administrasi   dinas   bidang   administrasi kependudukan dan pencatatan sipil;

 Pelaksanaan   koordinasi   kegiatan   dan   kerjasama   teknis   dengan pihak  lain  dibidang administrasi  kependudukan  dan pencatatan sipil;

 Pembinaan   UPT   dalam  pelaksanaan   kegiatan   teknis   operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu;

 Penyelenggaraan   monitoring   ,   evaluasi   dan   pelaporan   terhadap pelaksanaan tugas­tugas bidang  administrasi kependudukan dan pencatatan sipil;

 Penyelenggaraan kesekretariatan  DISDUKCAPIL;

 Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsi.

Adapun   tugas   dan   fungsi   masing­masing   struktur   organisasi adalah sebagai berikut :

(16)

16

Mempunyai tugas  mengkoordinasikan penyiapan perumusan kebijakan teknis dan menyelenggarakan tugas­tugas Bidang secara terpadu,  melayani dan mengendalikan  administrasi,  yang meliputi perencanaan dan keuangan, serta umum dan kepegawaian.

Fungsi :

 Pengkoordinasian   penyiapan   perumusan kebijakan teknis;

 Pengkoordinasian  penyelenggaraan  tugas­tugas bidang secara terpadu;

 Pengkoordinasian   penyelenggaraan   pelayanan dan pengendalian administrasi perencanaan dan keuangan.  Pengkoordinasian   penyelenggaraan   pelayanan

dan pengendalian administrasi umum dan kepegawaian;

 Pelaksanaan   tugas   kedinasan   lain   yang diberikan oleh Kepala DISDUKCAPIL  sesuai dengan tugas dan fungsi.

Sekretariat     membawahkan  2  Subbagian   dengan   tugas   pokok masing­masing :

1) Subbagian Perencanaan dan Keuangan

Mempunyai   tugas  menyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan  kebijakan  teknis,   melayani   dan   mengendalikan administrasi   di   bidang   perencanaan   dan   keuangan,   yang meliputi  koordinasi,  penyusunan   program,  pengelolaan  sistem informasi, evaluasi, pelaporan, pengelolaan keuangan, verifikasi, pembukuan   dan   akutansi   di   lingkungan   DISDUKCAPIL,   serta pelaksanaan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsi.

2) Subbagian Umum dan Kepegawaian 

Mempunyai   tugas    menyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan  kebijakan  teknis,   melayani   dan   mengendalikan administrasi di bidang umum dan kepegawaian,  yang meliputi pengelolaan   administrasi   kepegawaian,  hukum,  hubungan

(17)

17

masyarakat, organisasi dan tatalaksana, ketatausahaan, rumah tangga   dan   perlengkapan   di   lingkungan   DISDUKCAPIL,   serta pelaksanaan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsi. 

b. Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk

Mempunyai tugas  menyiapkan perumusan kebijakan teknis, membina,  melaksanakan   dan  mengendalikan   bidang   pelayanan pendaftaran penduduk.

Fungsi :

 Penyiapan   perumusan   kebijakan   teknis, pembinaan,   pelaksanaan   dan  pengendalian  di  Seksi   Identitas Penduduk;

 Penyiapan   perumusan   kebijakan   teknis, pembinaan,  pelaksanaan   dan   pengendalian   di   Seksi   Pindah Datang Penduduk;

 Penyiapan   perumusan   kebijakan   teknis, pembinaan,  pelaksanaan dan pengendalian di Seksi Pendataan Penduduk;

 Pelaksanaan   tugas   kedinasan   lain   yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsi. Bidang  Pelayanan   Pendaftaran   Penduduk  membawahkan   3   Seksi dengan tugas masing­masing :

1) Seksi Identitas Penduduk,

Mempunyai   tugas   meyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan kebijakan teknis, serta melakukan pembinaan di seksi identitas penduduk, yang meliputi :

 menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi identitas penduduk;

 mengumpulkan,  mengolah,  analisa   data   dan   informasi  di seksi identitas penduduk;

 menyusun   bahan   petunjuk   teknis   di   seksi   identitas penduduk;

(18)

18

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan  koordinasi   di  seksi identitas penduduk;

 melaksakan   verifikasi   dan   vasilidasi   syarat­syarat permohonan   Kartu   Tanda   Penduduk   (KTP)   elektronik   dan Kartu Keluarga (KK);

 melayani penerbitan dokumen kependudukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik dan Kartu Keluarga (KK);

 melayani penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik bagi petugas rahasia khusus (reserse dan intelijen);

 mendokumentasikan   hasil   pendaftaran   penduduk   dan pencatatan sipil;

 menjamin   kerahasiaan   dan   keamanan   data   hasil pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi identitas penduduk;

 menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada Kepala   Bidang   Pelayanan   Pendaftaran   Penduduk   di   seksi identitas penduduk;

 melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di seksi identitas penduduk;

 melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pelayanan   Pendaftaran   Penduduk   sesuai dengan tugas dan fungsi.

2) Seksi Pindah Datang Penduduk

Mempunyai   tugas   menyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan kebijakan teknis, serta melakukan pembinaan di seksi pindah datang penduduk , yang meliputi:

 menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi pindah datang penduduk;

 mengumpulkan,   mengolah,  analisa   data  dan   informasi  di seksi pindah datang penduduk;

 menyusun   bahan   petunjuk   teknis   di   seksi   pindah   datang penduduk;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi pindah datang penduduk;

 melaksanakan   pendaftaran   penduduk   datang   dan   pindah antar kabupaten, povinsi dan negara;

 melaksanakan   verifikasi   dan   validasi   syarat­syarat permohonan penduduk pindah/datang;

(19)

19

 melayani   penerbitan   dokumen  Surat  Keterangan Pindah/Datang;

 mendokumentasikan hasil mobilitasi kependudukan;

 menjamin kerahasiaan dan keamanan data hasil mobilitasi kependudukan;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi pindah datang penduduk;

 menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada kepala  Bidang  Pelayanan  Pendaftaran  Penduduk    di  Seksi Pindah Datang Pergi;

 melaksanakan   evaluasi   dan   pelaporan  pelaksanaan   tugas Seksi Pindah Datang Penduduk;

 melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pelayanan   Pendaftaran   Penduduk   sesuai dengan tugas dan fungsi.

3) Seksi Pendataan Penduduk

Mempunyai   tugas   menyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan kebijakan teknis, serta melakukan pembinaan di seksi pendataan penduduk, yang meliputi :

 Menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi pendataan penduduk;

 Mengumpulkan,  mengolah,  analisa   data   dan   informasi   di seksi pendataan penduduk;

 Menyusun   bahan   petunjuk   teknis   di   seksi   pendataan penduduk;

 Menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi pendataan penduduk;

 Menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada Kepala   Bidang   Pelayanan   Pendaftaran   Penduduk   di   seksi pendataan penduduk;

 Melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di seksi pendataan penduduk;

 melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pelayanan   Pendaftaran   Penduduk   sesuai dengan tugas dan fungsi.

(20)

20

Mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan teknis, membina, melaksanakan dan pengendalian  bidang pencatatan sipil yang   meliputi   kelahiran,   perkawinan   dan   perceraian   seta perubahan status anak pewarganegaraan dan kematian.

Fungsi :

 penyiapan   perumusan   kebijakan   teknis, pembinaan, pelaksanaan dan pengendalian di Seksi Kelahiran;  penyiapan   perumusan   kebijakan   teknis,

pembinaan, pelaksanaan dan pengendalian di Seksi Perkawinan dan Perceraian;

 penyiapan   perumusan   kebijakan   teknis, pembinaan, pelaksanaan dan pengendalian di Seksi Perubahan status Anak,  Pewarganegaraan dan Kematian;

 pelaksanaan   tugas   kedinasan   lain   yang diberikan oleh Kepala DISDUKCAPIL sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

Bidang  Pelayanan  Pencatatan Sipil membawahkan  3  seksi dengan tugas  masing­masing :

1) Seksi Kelahiran

Mempunyai   tugas   menyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan kebijakan teknis, serta melakukan pembinaan di seksi kelahiran, yang meliputi :

 menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi kelahiran;

 mengumpulkan,  mengolah,  analisa   data   dan   informasi   di seksi kelahiran;

 menyusun bahan petunjuk teknis di seksi kelahiran;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi kelahiran;

 mencatat kelahiran;

 melaksanakan pembetulan dan pembatalan akta pencatatan sipil;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi kelahiran;

 menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil di seksi kelahiran;   evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di seksi kelahiran;

(21)

21

 melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pelayanan   Pencatatan   Sipil   sesuai   dengan tugas dan fungsi.

2) Seksi Perkawinan dan Perceraian

Mempunyai   tugas   menyiapkan   bahan   perumusan   dan pelaksanaan kebijakan teknis, serta melakukan pembinaan di seksi perkawinan dan perceraian, yang meliputi :

 menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi perkawinan dan perceraian;

 mengumpulkan,  mengolah,  analisa   data   dan   informasi   di seksi perkawinan dan perceraian;

 menyusun  bahan  petunjuk  teknis  di  seksi  perkawinan  dan perceraian;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi perkawinan dan perceraian;

 mencatat perkawinan;  mencatat perceraian;

 menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada Kepala   Bidang   Pelayanan   Pencatatan   Sipil   di   seksi perkawinan dan perceraian;

 melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di seksi perkawinan dan perceraian;

 melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pelayanan   Pencatatan   Sipil   sesuai   dengan tugas dan fungsi.

3) Seksi Perubahan Status Anak,Pewarganegaraan dan Kematian. Mempunyai   tugas   menyiapkan   bahan   perumusan   dan pelaksanaan kebijakan teknis, serta melaksanakan pembinaan di   seksi   perubahan   status   anak,   pewarganegaraan   dan kematian, yang meliputi :

 menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi   perubahan   status   anak,  pewarganegaraan   dan kematian; 

 mengumpulkan,  mengolah,  analisa   data   dan   informasi   di seksi   perubahan   status   anak,  pewarganegaraan   dan kematian;

 menyusun bahan petunjuk teknis di seksi perubahan status anak,pewarganegaraan dan kematian;

(22)

22

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi perubahan status anak,pewarganegaraan dan kematian;  mencatat perubahan status anak;

 mencatat perubahan status kewarganegaraan;  mencatat kematian;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi perubahan status anak,pewarganegaraan dan kematian;  menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada

Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil di seksi perubahan status anak,pewarganegaraan dan kematian; 

 melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di seksi perubahan status anak,pewarganegaraan dan kematian;  melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pelayanan   Pencatatan   Sipil   sesuai   dengan tugas dan fungsi.

d. Bidang  Pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data

Mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan teknis, membina,  melaksanakan   dan   mengendalikan   bidang  sistem informasi   kependudukan,  pengolahan   dan   penyajian   data kependudukan serta kerjasama dan inovasi pelayanan.

Fungsi :

 penyiapan   bahan   perumusan   kebijakan   teknis  Seksi   Sistem Informasi Administrasi Kependudukan;  penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis Seksi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan;  penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis Seksi Kerjasama Dan Inovasi Pelayanan;  pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala DISDUKCAPIL sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. 1) Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan

Mempunyai   tugas   menyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan kebijakan teknis, serta melakukan pembinaan di

(23)

23

seksi   sistem   informasi   administrasi   kependudukan,   yang meliputi :

 menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi sistem informasi administrasi kependudukan; 

 mengumpulkan,  mengolah,  analisa   data   dan   informasi   di seksi sistem informasi administrasi kependudukan; 

 menyusun bahan petunjuk teknis di seksi sistem informasi administrasi kependudukan;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi sistem informasi administrasi kependudukan;

 mengelola   data   di  seksi   sistem   informasi   administrasi kependudukan;

 melaksanakan   penyebarluasan  (diseminasi)/penyajian   data di   seksi   sistem   informasi   administrasi   kependudukan kepada   instansi   terkait,  baik   tingkat   kabupaten,  provinsi, maupun pusat;

 melaksanakan   analisis   data   di   seksi   sistem   informasi administrasi kependudukan;

 menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada Kepala   Bidang   Pengelolaan   Informasi   Administrasi Kependudukan   dan   Pemanfaatan   Data   di   seksi   sistem informasi administrasi kependudukan; 

 melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di seksi sistem informasi administrasi kependudukan;

 melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pengelolaan   Informasi   Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data sesuai dengan tugas dan fungsi.

2) Seksi Pengolahan Dan Penyajian Data Kependudukan

Mempunyai   tugas   menyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan kebijakan teknis, serta melakukan pembinaan di seksi   pengolahan   dan   penyajian   data   kependudukan,   yang meliputi :

 menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi pengolahan dan penyajian data kependudukan; 

 mengumpulkan,  mengolah,  analisa   data   dan   informasi   di seksi pengolahan dan penyajjian data kependudukan;

(24)

24

 menyusun bahan petunjuk teknis di seksi pengolahan dan penyajian data kependudukan;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi pengolahan dan penyajian data kependudukan;

 mengkaji   dan   mengembangkan   Sistem   Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK);

 mengelola dan memelihara perangkat lunak (software) dan perangkat   keras   (hardware)   Sistem   Informasi   Administrasi Kependudukan (SIAK);

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi pengolahan dan penyajian data kependudukan;

 menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada Kepala   Bidang   Pengelolaan   Informasi   Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data di seksi  pengolahan dan penyajian data kependudukan;

 melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di seksi pengolahan dan penyajian data kependudukan;

 melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pengelolaan   Informasi   Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data sesuai dengan tugas dan fungsi.

3) Seksi Kerjasama Dan Inovasi Pelayanan

Mempunyai   tugas   menyiapkan   bahan   perumusan   dan melaksanakan kebijakan teknis serta melakukan pembinaan di seksi kerjasama dan inovasi pelayanan, yang meliputi :

 menyusun dan melaksanakan rencana dan program kerja di seksi kerjasama dan inovasi pelayanan;

 mengumpulkan,  mengolah,  analisa   data   dan   informasi   di seksi kerjasama dan inovasi pelayanan;

 menyusun   bahan   petunjuk   teknis   di   seksi   kerjasama   dan inovasi pelayanan;

 menyiapkan   bahan   dan   melaksanakan   koordinasi   di   seksi kerjasama dan inovasi pelayanan;

 menyampaikan   saran   dan   bahan   pertimbangan   kepada Kepala   Bidang   Pengelolaan   Informasi   Administrasi

(25)

25

Kependudukan   dan   Pemanfaatan   Data   di   seksi   kerjasama dan inovasi pelayanan;

 melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas di seksi kerjasama dan inovasi pelayanan;

 melaksanakan   tugas   kedinasan   lain   yang   diberikan   oleh Kepala   Bidang   Pengelolaan   Informasi   Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data sesuai dengan tugas dan fungsi.

e. UPT

 UPT   berkedudukan   di   bawah   dan   bertanggungjawab   kepada Kepala DISDUKCAPIL

 UPT dipimpin oleh Kepala UPT f. Kelompok Jabatan Fungsional

 Kelompok   jabatan   Fungsional   berkedudukan   di   bawah   dan bertanggung jawab kepada Kepala DISDUKCAPIL.

 Kelompok jabatan Fungsional dipimpin oleh seorang fungsional senior yang ditunjuk diantara tenaga fungsional sebagai ketua kelompok dan bertanggungjawab kepada Kepala DISDUKCAPIL  Kelompok   jabatan   fungsional   terdiri   dari   sejumlah   tenaga

fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

 Jumlah jabatan fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Kelompok   Jabatan   Fungsional   mempunyai   tugas   sesuai   dengan Jabatan   Fungsional   masing   masing   berdasarkan   peraturan perundang undangan yang berlaku.

2.2 SUMBER DAYA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PURWOREJO

Dalam   melaksanakan   tugas   pokok   dan   fungsinya   Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo didukung sumber daya yang berupa sumber daya manusia, asset/modal, dan unit usaha pelayanan administrasi kependudukan.

(26)

26

Sumber   daya   manusia   yang   dimiliki   berupa   jumlah pegawai/karyawan yang meliputi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejumlah 85 orang dan Non PNS sejumlah 30 orang. Karyawan non PNS sangat diperlukan   untuk   menunjang   pelayanan   khususnya   di   Kecamatan sehubungan   dengan   tidak   diisinya   pejabat   pada   UPT   PAK   di   16 Kecamatan. Penggajian karyawan tersebut dianggarkan melalui APBD Kabupaten   Purworejo   yang   tertuang   dalam   Dokumen   Pelaksanaan Anggaran  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Adapun penjelasan jumlah PNS pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah sebagai berikut :  a. Jumlah pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  sesuai dengan Pangkat dan Golongan adalah sebagai berikut : 1) Pembina Utama Muda/Ivc :   1 orang 2) Pembina TK.I/ IVb :  ­ orang 3) Pembina / IVa :  2 orang 4) Penata TK.I / IIId  :  9 orang 5) Penata / III/c :  3 orang 6) Penata Muda TK I / IIIb :   10 orang 7) Penata Muda  / IIIa : 16 orang 8) Pengatur TK II/ IId :   7 orang 9) Pengatur  / IIc :  21 orang 10) Pengatur Muda  TK.I / IIb :    1 orang 11) Pengatur Muda   / IIa :  2 orang Jumlah = 72 orang b. Jumlah pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang menduduki Jabatan Struktural / Fungsional adalah sebagai berikut : 1) Kepala Dinas  , Eselon  II.b :  1 orang 2) Sekretaris , Eselon III.a :  1  orang 3) Kabid, Eselon  III.b :  2 orang 4) Kasubbag / Kasi  , Eselon IVa : 10 orang 5) Pejabat Fungsional Arsiparis  :  2 orang 6) Pejabat Fungsional Pranata Komputer : 13 orang 7) Pelaksana/Staf  : 43 orang Jumlah = 72 orang

c. Jumlah   Pegawai   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil menurut Pendidikan adalah sebagai berikut :

1) Pendidikan Formal

(27)

27  SLTP : ­ orang  SLTA : 37 orang  SARJANA MUDA/D1 :   1 orang  SARJANA MUDA / DIII : 17 orang  SARJANA /DIV : 12 orang  S2 :   4 orang  S3 :   1  orang Jumlah =  72 orang 2) Pendidikan Kedinasan  ADUM /DIKLAT PIM IV : 7 orang  SPAMA/ DIKLAT PIM III : 3 orang  DIKLAT PIM II/SPAMEN : 1 orang 2. Asset/Modal

Sumber   daya   berupa   asset/modal   yang   dimiliki   oleh   Dinas Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kabupaten   Purworejo   dapat dibedakan menjadi 2, yaitu dari segi asal sumber dana (perolehannya) dan persebarannya (lokasi keberadaan asset).

Dari   segi   asal   sumber   dana   (perolehannya)   dapat   dibedakan menjadi 2 yaitu asset yang bersumber dari anggaran APBN dan Asset yang   bersumber   dari   dana   APBD   II.   Sedangkan   dari   segi persebarannya dibedakan menjadi dua yaitu asset yang ada di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo dan asset yang ada pada 16 Kecamatan dalam rangka mendukung pelayanan.

Dukungan   asset   dan   sarana   prasarana   Dinas   Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo  secara garis besar dapat dijelaskan sebagai berikut : Aset yang berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  Kendaraan dinas roda empat  =   5 unit  Kendaraan dinas roda dua =  24  unit  Komputer/PC  =  48 unit  Laptop  =  11  unit  Notebook  =  8  unit  Aset lainnya  =  1.223. Dukungan asset dan sarana prasarana penunjang pelayanan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo, dapat dilihat pada tabel 2.1 dibawah ini :

(28)

28

Tabel 2.1.

Aset dan Sarana Prasarana Dinas Kependudukan dan Pencatatan  Sipil Kabupaten Purworejo per 31 Desember 2018

KOD

E NAMA BARANG JUMLAH BARANG NILAI  (Rp)

  ASET  TETAP   13.195.686.983,75 01 Tanah   1.111.021.500,00   Tanah 2 1.111.021.500,00 02 Peralatan dan Mesin   6.778.234.625,00 2 Alat­alat besar 0 0,00 3 Alat­alat angkutan 29 1.661.136.433,00 4 Alat­alat bengkel dan alat ukur 4 62.324.848,00 5 Alat pertanian 7 16.581.887,00 6 Alat kantor dan rumah tangga       1.260  4.924.682.545,00 7 Alat studio dan alat komunikasi 10 46.848.912,00 8 Alat­alat kedokteran 0 0,00 9 Alat laboratorium 0 66.660.000,00 10 Alat­alat persenjataan/keamanan 0 0,00 03 Gedung dan bangunan   5.195.841.258,75 11 Bangunan gedung 6 5.195.841.258,75 12 Monumen 0   04 Jalan, Irigasi, dan Jaringan   110.589.600,00 13 Jalan dan jembatan 0   14 Bangunan air/irigasi 0   15 Instalasi   6.220.000,00 16 Jaringan 6 104.369.600,00 05 Aset tetap lainnya   0,00 17 Buku dan perpustakaan 0 0,00 18 Barang bercorak  0 0,00

(29)

29 kebudayaan 19 Hewan dan ternak serta tanaman 0 0,00 06 Konstruksi dalam  pengerjaan       ASET LAINNYA   272.468.044,00 07 Aset lainnya     20 Aset kondisi rusak berat   272.468.044,00 21 Aset yang dimanfaatkan pihak lain     22 Aset renovasi     23 Aset tidak berujud     Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa total asset per 31 Desember 2018 sebesar Rp.13.195.686.983,75 terdiri dari :  No Nama barang Jumlah barang 2017 a Tanah 1.111.021.500,00 b Peralatan dan mesin 6.778.234.625,00 c Gedung dan bangunan  5.195.841.258,75 d Jalan irigasi dan bangunan 110.589.600,00 e Aset lainnya 272.468.044,00 3. Unit Usaha Pelayanan

Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kabupaten Purworejo mempunyai 3 Unit Pelayanan yaitu pelayanan pendaftaran penduduk,   pelayanan   pencatatan   sipil   dan   pelayanan   informasi kependudukan.

a. Pelayanan Pendaftaran Penduduk

Pelayanan   pendaftaran   penduduk   meliputi   pelayanan   Kartu Keluarga (KK), pelayanan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP­ el),   pelayanan   Kartu   Identitas   Anak   (KIA),   dan   pelayanan   Surat Pindah Datang.

Mengenai persyaratan pelayanan tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

1) Pencatatan   Biodata   Penduduk   /   Penerbitan   NIK   untuk   bayi lahir

 KK orangtua asli

 Keterangan   Kelahiran     dari   Penolong   Kelahiran (dokter/bidan/lainnya)

(30)

30

2) Pencatatan   Biodata   Penduduk   /   Penerbitan   NIK   selain   Bayi Lahir

 Mengisi formulir  tidak memiliki  Dokumen Kependudukan (diketahui RT, RW dan Desa/Kelurahan)

 Dokumen   yang   dimiliki   (Ijazah,   Akte   Kelahiran,   KK   dan atau KTP lama, dll) 3) Kartu Keluarga (KK) Kartu Keluarga karena kelahiran :  KK asli  Mengisi biodata F1.07  Pengantar RT dan Desa/Kelurahan Kartu Keluarga Hilang :  Surat Kehilangan dari Kepolisian  Fotocopy KTP­el Kartu Keluarga Rusak :  KK yang rusak  Fotocopy KTP – el Kartu Keluarga karena kedatangan :  KK asli  Surat Pindah  KTP asli si pendatang Kartu Keluarga Pindah :  KK asli  Surat Pindah Kartu Keluarga orang asing  Pasport  Surat dari Polres  KITAP (Kartu Ijin Tinggal Tetap) dari Imigrasi  Mengisi formulir F1.01 ontuk orang asing  Mengisi biodata penduduk orang asing  Fotocopy Ijazah 4) Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP­el)  KTP­el baru :  Telah berusia 17 tahun, sudah kawin, atau pernah kawin

(31)

31  Fotocopy KK  Pasport (untuk WNA)  KITAP (Kartu Ijin Tinggal Tetap untuk WNA)  Mengisi formulir permohonan KTP­el Luar Domisili :  Mengisi Formulir Permohonan  Tidak melakukan perubahan data  Fotocopy KK KTP­el rusak :  Membawa KTP yang rusak  Fotocopy KK  Surat pernyataan penyebab terjadinya kerusakan diketahui Desa/Kelurahan KTP­el Hilang :  Membawa Surat Kehilangan dari Kepolisian  Fotocopy KK KTP perubahan elemen data :  KTP asli  KK asli  Mengisi F1.05  Data dukung untuk perubahan KTP orang asing :  Pasport  KITAP (Kartu Ijin Tinggal Tetap)  Surat Keterangan dari Polres  Fotocopy KK 5) Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak WNI  Fotocopy Akta Kelahiran  Fotocopy KK dan KTP orang tua  Pas Foto berwarna ukuran 4X6 (untuk anak > 5 tahun)  Untuk anak 0­5 tahun tidak menggunakan pas foto 6) SKTT ( Surat Keterangan Tinggal Terbatas )  Pasport  KITAS ( Kartu Ijin Tinggal Terbatas)  Surat Keterangan dari Polres 7) Pindah bagi  WNI  KK asli  KTP­el asli  Mengisi Formulir permohonan pindah 8) Pindah WNA

(32)

32  KK asli  KTP­el asli  KITAP  KITAS  Pasport  Mengisi Formulir Permohonan Pindah 9) Pindah Transmigran  KK asli  Kartu Seleksi Calon Transmigran  Surat Pemberitahuan Pemberangkatan b. Pelayanan Pencatatan Sipil Pelayanan Pencatatan Sipil meliputi : 1) Pencatatan Kelahiran

Akta   Kelahiran   untuk   anak   Pasangan   Suami   Istri   WNI   dan WNA

 Surat   Keterangan   Lahir   dari   dokter/bidan/penolong kelahiran (asli);  Fotocopy Surat Nikah  Fotocopy KK dan KTP Ortu;  Fotocopy KTP­el 2 orang saksi  Pasport bagi WNI bukan penduduk dan orang asing (jika WNA) Akta Kelahiran Anak Seorang Ibu

 Asli   Surat   Keterangan   Lahir   dari   dokter/bidan/penolong kelahiran  Fotocopy KK dan KTP Orang Tua  Fotocopy KTP­el 2 orang saksi  Pasport bagi WNI bukan penduduk dan Orang Asing (jika WNA) Akta Kelahiran Tidak diketahui Asal Usul  Asli Berita Acara dari Kepolisian

 SPTJM   Kebenaran   Data   Kelahiran   yang   ditandatangani oleh wali/penanggungjawab  Fotocopy KK wali/penanggungjawab  Fotoopy KTP­el 2 orang saksi Akta Kelahiran dengan Frase Kutipan II karena rusak  Akta yang rusak  Mengisi formulir (disediakan Dinas)  Fotocopy KK

(33)

33 Akta Kelahiran dengan Frase Kutipan II karena hilang  Surat Keterangan Kehilangan dari Kepolisian  Mengisi Formulir (disediakan Dinas)  Fotocopy KK 2) Pencatatan Pengangkatan Anak  Salinan Penetapan Pengadilan  Kutipan Akta Kelahiran Anak (asli)  KK orang tua angkat  KK orang tua  KTP­el orang tua angkat  Pasport, Visa (jika orang tua angkat orang asing) 3) Pencatatan Pengakuan Anak  Surat Pernyataan Pengakuan Anak dari ayah biologis yang disetujui   ibu   kandung   atau   Surat   Penetapan   Pengadilan tentang pengakuan anak jika ibu kandung orang asing

 Surat   Keterangan   Perkawinan   dari   pemuka   agama   atau Penghayat Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa  Kutipan Akta Kelahiran (asli)  KK dan KTP­el ayah ibu  Pasport,KITAP,KITAS jika ibu orang asing. 4) Pencatatan Pengesahan Anak  Kutipan Akta Kelahiran (asli)

 Fotocopy   Akta   Perkawinan   dari   pemuka   agama   atau penghayat   kepercayaan   terhadap   Tuhan   yang   Maha   Esa sebelum lahir anak

 Fotocopy KK

5) Pencatatan Perkawinan Akta Perkawinan WNI

 Surat   Keterangan   Perkawinan   dari   pemuka   agama   atau penghayat kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa;  Pas Photo berwarna suami isteri  KK;  KTP­el suami isteri;  Akta Kematian jika ditinggal mati;  Akta Perceraian jika cerai. Akta Perkawinan Orang Asing

 Surat   Keterangan   Perkawinan   dari   pemuka   agama   atau penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa  Pas Foto berwarna suami isteri  Dokumen perjalanan (Pasport/Visa)  SKTT bagi pemegang KITAS  KK  KTP­el calon suami isteri  Surat ijin dari Negara atau perwakilan negaranya 6) Pencatatan Perceraian

(34)

34

 Salinan   putusan   pengadilan   yang   telah   mempunyai kekuatan hokum tetap;

 Kutipan   Akta   Perkawinan   (jika   pemohon   tidak   dapat menunjukkan kutipan tersebut, pemohon membuat surat pernyataan   tidak   memiliki   kutipan   akta   perkawinan dengan   alasan   sesuai   ketentuan   peraturan   perundang­ undangan)

 KK dan KTP­el;

7) Pencatatan/Akta Kematian

 Surat   kematian   dari   rumah   sakit/Dokter   atau Kades/Lurah;  KK asli, KTP­el si mati;  Fotocopy KTP­el 2 orang saksi;  Fotocopy KTP­el Pelapor  Surat Keterangan dari Kepolisian bagi kematian seseorang yang tidak jelas identitasnya

 Salinan   penetapan   pengadilan   bagi   seseorang   yang   tidak jelas   keberadaannya   karena   hilanh   atau   mati   tapi   tidak ditemukan jenazahnya; 8) Pencatatan Perubahan Nama  Fotocopy salinan penetapan pengadilan;  Akta Kelahiran asli;  KK dan KTP­el asli;  Pasport, Visa bagi orang asing

9) Pencatatan  Perubahan   Kewarganegaraan   dari   orang   asing menjadi WNI

 Petikan Keppres tentang pewarganegaraan dan Berita Acara pengucapan   sumpah   atau   pernyataan   janji   setia   atau petikan   pernyataan   janji   setia   atau   Keputusan   Menteri yang   menyelenggarakan   urusan   pemerintahan   dibidang hokum tentang perubahan status kewarganegaraan;  Kutipan Akta Pencatatan Sipil;  KK dan KTP­el;  Dokumen perjalanan; 10) Pembetulan Akta Pencatatan Sipil  Dokumen autentik yang menjadi dasar pembetulan;  Kutipan Akta Pencatatan Sipil dimana terdapat kesalahan tulis redaksional.; 11) Pembatalan Akta Pencatatan Sipil

 Pembatalan   dilakukan   atas   permintaan   orang   lain   atau subyek   Akta,   dengan   alasan   Akta   cacat   hokum   karena dalam proses pembuatan didasarkan pada keterangan yang tidak benar dan tidak sah, yang memenuhi persyaratan;

(35)

35

 Salinan   putusan   pengadilan   yang   telah   mempunyai kekuatan hokum tetap;  Kutipan Akta Pencatatan Sipil yang dibatalkan;  KK dan KTP­el 12) Legalisasi Akta  Asli Kutipan Akta yang dilegalisasi;  Foto copy kutipan akta yang akan dimintakan legalisasi. c. Pelayanan Informasi Administrasi Kependudukan Pelayanan informasi administrasi kependudukan meliputi :

1) Penyediaan   Sistem   Informasi   Administrasi   Kependudukan beserta   ketersediaan   koneksi   jaringan   di   16   Kecamatan   dan instansi yang telah mengadakan MOU dengan DISDUKCAPIL. 2) Kerjasama   pelayanan   dokumen   kependudukan   dengan

instansi terkait.

3) Pengolahan dan penyediaan data kependudukan.

4) Pengembangan inovasi pelayanan administrasi kependudukan dalam   rangka   mendukung   pelayanan   prima   kepada masyarakat.

2.3KINERJA PELAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PURWOREJO

Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kabupaten Purworejo dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya mengacu pada visi dan misi Bupati Purworejo sesuai yang tertera dalam RPJMD 2016­2021   dan   berpedoman   pada   kebijakan­kebijakan   dari Pemerintah Pusat. Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 69 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor   62   Tahun   2008   tentang   Standar   Pelayanan   Minimal   Bidang Pemerintahan   Dalam   Negeri   di   Kabupaten/Kota,   Dinas Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   merupakan   salah   satu   dinas yang melaksanakan Standard Pelayanan Minimal (SPM), tetapi dengan diterbitkannya   Undang­undang   Nomor   23   Tahun   2014   tentang Pemerintahan   Daerah   DISDUKCAPIL   sudah   bukan   merupakan Perangkat  Daerah   Pemangku   SPM   tetapi   sebagai  pelaksana   urusan wajib bukan pelayanan dasar.  

Kinerja pelayanan DISDUKCAPIL yang ditampilkan merupakan kinerja   pada   tahapan   pelaksanaan   RENSTRA   tahun   2011­2015

(36)

36 sehingga masih melaksanakan SPM  sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2008. Adapun SPM yang harus dilaksanakan adalah : 1. Cakupan Kepemilikan Kartu Keluarga, dengan target 100% pada tahun 2015. 2. Cakupan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP), dengan target 100% pada tahun 2015. 3. Cakupan Penerbitan Kutipan Akte Kelahiran, dengan target 90% pada tahun 2020. 4. Cakupan Penerbitan Kutipan   Akte Kematian, dengan target 70% pada tahun 2020.

Untuk   mencapai   target   tersebut,   Dinas   Kependudukan   dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo mempunyai indikator kinerja sasaran   yang   dilaksanakan   melalui   program   Penataan   Administrasi Kependudukan dan berbagai kegiatan.

Pencapaian   kinerja   pelayanan   Dinas   Kependudukan   dan Pencatatan   Sipil   Kabupaten   Purworejo   sesuai   target   Renstra   Tahun 2011­2015 dapat dilihat pada Tabel 2.2  berikut ini.

(37)

37

Dari   tabel   2.2   diatas   dapat   dijelaskan   analisis   kinerja pelayananDinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   Kabupaten Purworejo   dari   Tahun   2011   sampai   dengan   Tahun   2015,   sebagai berikut :

1. Realisasi   kinerja   pelayanan   kependudukan   dari   tahun   2011 sampai dengan tahun 2015 selalu stabil mencapai 100%, bahkan pada   tahun   2012   dapat   mencapai   300%.   Hal   ini   disebabkan karena pada tahun 2012 merupakan tahun perekaman data KTP­ el secara masal sehingga proses pelayanan KTP dipercepat sebagai syarat melakukan perekaman data. 2. Realisasi capaian kinerja pelayanan pencatatan sipil dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2013 rata­rata mengalami kenaikan, pada tahun 2014 dan 2015, kecuali pelayanan perubahan nama dan   perubahan   status   kewarganegaraan   semua   mengalami penurunan,   hal   ini   disebabkan   kehati­hatian   dalam   verifikasi berkas agar data benar­benar valid.

3. Realisasi capaian kinerja prosentase penduduk yang memiliki KTP dari   tahun   2011   sampai   dengan   tahun   2015   mengalami penurunan   sebanding   dengan   realisasi   kinerja   prosentase kepemilikan KTP.

4. Realisasi capaian kinerja prosentase kepemilikan Akte Kelahiran dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 mengalami kenaikan

(38)

38

sebanding dengan realisasi kinerja prosentase kepemilikan Akte Kelahiran.

5. Realisasi capaian kinerja terpeliharanya database kependudukan dari   tahun   2011   sampai   dengan   tahun   2015   selalu   mencapai 100%   sama   dengan   realisasi   kinerja   terpeliharanya   database kependudukan.

Pencapaian   kinerja   anggaran   Dinas   Kependudukan   dan Pencatatan   Sipil   Kabupaten   Purworejo   sesuai   target   Renstra   Tahun 2011­2015 dapat dilihat pada Tabel 2.3.berikut ini.

Dari table 2.3 diatas dapat dijelaskan analisis kinerja anggaran Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 sebagai berikut :

1. Jumlah   anggaran   yang   digunakan   untuk   membiayai   kegiatan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil selama 5 (lima) tahun dari   tahun   2011   sampai   dengan   tahun   2015   sebesar Rp.15.018.601.350,­ ( Lima belas milyard delapan belas juta enam ratus satu ribu tiga ratus lima puluh rupiah). Sedangkan realisasi anggaran   sampai   dengan   tanggal   31   Desember   2015   sebesar Rp.13.885.723.466,­   (Tiga   belas   milyarddelapan   ratus   delapan puluh lima juta tujuh ratus dua puluh tiga ribu empat ratus enam puluh enam rupiah) atau sebesar 92,5%.

2. Jumlah anggaran pada tahun 2012 merupakan anggaran tertinggi selama periode renstra 2011­2015. Hal ini disebabkan pada tahun 2012   diselenggarakan   perekaman   data   secara   masal   dalam rangka perubahan dari KTP regular menjadi KTP elektronik (KTP­ el).

2.4  TANTANGAN     DAN     PELUANG     PENGEMBANGAN     PELAYANAN DINAS   KEPENDUDUKAN   DAN   PENCATATAN   SIPIL   KABUPATEN PURWOREJO

(39)

39

Pelayanan   yang   dilaksanakan   oleh   Dinas   Kependudukan   dan Pencatatan   Sipil   Kabupaten   Purworejo   meliputi   penyelenggaraan pendaftaran penduduk, pelayanan pencatatan sipil, dan pengelolaan sistem informasi administrasi kependudukan.

Wilayah   kerja   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil Kabupaten Purworejo meliputi seluruh Kabupaten Purworejo dengan jumlah   penduduk   839.580.   Untuk   melayani   jumlah   penduduk tersebut   sumber   daya   manusia/pegawai   negeri   sipil   yang   ada berjumlah 72 orang.Untuk itu dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran DISDUKCAPIL kami mengalokasikan anggaran untuk tenaga operator non   PNS   sejumlah   30   orang   sebagai   penunjang   pelaksanaan pelayanan.

Adanya gedung baru telah dilengkapi dengan sarana prasarana, diantaranya   :   perlengkapan   rapat,   penataan   ruang   pelayanan, lingkungan   kantor/   tempat   parkir   pegawai   dan   pelanggan,   serta adanya kendaraan pelayanan merupakan peluang yang sangat baik guna   peningkatan   kinerja.   Namun   demikian   gedung   lama   yang difungsikan   sebagai   gudang   dan   ruang   arsip   masih   dirasa   kurang representative   karena   sudah   rapuh   dan   perlu   adanya   perbaikan /rehab untuk menfasilitasi jumlah arsip yang ada.

Dengan   adanya   kemajuan   teknologi   dan   Sistem   Informasi, Sumber   daya   manusia   dan   sarana   prasarana   yang   ada   sekarang dirasa   masih   kurang   sesuai.   Untuk   itu   perlu   adanya   bintek   yang berkelanjutan   dan   penambahan   sarana   prasarana   disesuaikan dengan kemajuan IPTEK untuk mendukung pelayanan yang optimal.

Dengan adanya amanat Undang­undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang  Perubahan  Undang­undang  Nomor  23  Tahun  2006  tentang Adminstrsai   Kependudukan   bahwa   pemerintah   harus   stelsel   aktif dalam kepengurusan administrasi kependudukan, diperlukan adanya mobil pelayanan yang digunakan untuk jemput bola pelayanan. Pada tahun   anggaran   2015,   terdapat   pengadaan   kendaraan   pelayanan   2 buah.  Untuk melayani seluruh penduduk Kabupaten Purworejo yang berjumlah 839.580 jiwa dan tersebar di 16 kecamatan dengan medan yang   berbeda­beda,   keberadaan   2   mobil   pelayanan   dirasa   masih

(40)

40

kurang,   padahal   jumlah   penduduk   dari   tahun   ke   tahun   selalu bertambah.

Dari   uraian   diatas   dapat   disimpulkan   bahwa   pengembangan pelayanan yang ada pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten   Purworejo   sangat   ditentukan   oleh   kekuatan   dan kelemahan yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo dan Peluang serta tantangan yang berasal dari luar instansi sesuai analisis SWOT, adalah :

1. Kekuatan (Strengths) :

 Adanya Sumber Daya Manusia (Pegawai)

 Adanya   sarana   prasarana   (gedung   kantor,   ruang   pelayanan, sarpras pelayanan, peralatan pendukung SIAK dan kendaraan pelayanan) untuk optimalisasi pelayanan.

 Adanya   Sistem   Informasi   Administrasi   Kependudukan   (SIAK) online   berstandar   nasional   dan   link   data   sehingga   dapat mengakses   data   seluruh   penduduk   untuk   mempermudah pelayanan dan menghindari data kependudukan ganda

 Adanya SIAk terintegrasi dan SIAK relasi telah mempermudah dan   mempendek   jarak   pelayanan   dari   Desa/Kelurahan   dan instansi terkait  Jaminan validitas data kependudukan untuk keperluan lintas sektor 2. Kelemahan (Weaknesses)  Kurangnya kuantitas SDM  Rendahnya kualitas SDM

 Peralatan   rekam   data   yang   ada   merupakan   peralatan   dari pusat tahun 2011, sehingga banyak yang telah rusak;  Belum adanya Genset mengganggu pelayanan pada saat listrik mati..  Koneksi jaringan SIAK sering trouble. 3. Peluang (Opportunities) :  Adanya dukungan anggaran APBN dan APBD

 Adanya   kepastian   hukum   warganegara   terkait   dengan kepemilikan akte pencatatan sipil warga Negara.

 Tuntutan   regulasi   terkait   Undang­undang   Nomor   24   Tahun 2013   tentang   Perubahan   Undang­undang   Nomor   23   Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

(41)

41

 Kebutuhan   masyarakat   akan   pelayanan   yang   cepat,   murah, tidak berbelit­belit dan prosedur yang sederhana.

 Kemajuan   teknologi   yang   sedemikian   pesat   memerlukan sumber daya manusia dan prasarana yang memadai.

 Prosentase penduduk yang memiliki dokumen kependudukan perlu ditingkatkan

(42)

43

BAB III 

ISU­ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1 IDENTIFIKASI   PERMASALAHAN   BERDASARKAN   TUGAS   DAN FUNGSI PELAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN PURWOREJO

Dalam rangka mencapai sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2016­2021 yaitu ”meningkatnya kepemilikan   dokumen   kependudukan   dan   pencatatan   sipil”   , permasalahan   yang   dihadapi   Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan Sipil Kabupaten Purworejo dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk

a. Pencetakan   KTP   Elektronik   (KTP­el)   yang   telah   didelegasikan kepada   Kab/Kota   belum   dapat   maksimal,   hal   ini   disebabkan proses pengadaan blangko KTP­el masih dipusatkan di Ditjend Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   dan   distribusinya   masih belum sesuai dengan jumlah wajib KTP yang belum rekam data. b. Kurangnya   sarana   prasarana   pelayanan   (alat   rekam   data   ,

kendaraan pelayanan).

c. Peralatan   perekaman   KTP­el   yang   ada   yang   berasal   dari pemerintah pusat sudah banyak yang rusak ( pengadaan tahun 2011).

d. Masih ada masyarakat khususnya jompo, kaum difabel dan wajib KTP pemula tidak segera melaksanakan perekaman KTP­el.

e. Dukungan   anggaran   baik   APBN,   APBD   Propinsi,   APBD Kabupaten  kurang memadai.

2. Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil

a. Belum semua penduduk mempunyai Akte Kelahiran.

b. Rendahnya   tingkat   pelaporan   peristiwa   kematian   /   Kesadaran masyarakat   untuk   mengurus   dokumen   pencatatan   sipil   masih rendah terutama Akte Kematian.

c. Kurangnya   pemahaman   masyarakat   tentang   persyaratan   dan tatacara pengurusan akta pencatatan sipil.

d. Kurangnya pemahaman masyarakat untuk melaporkan peristiwa kelahiran tepat waktu < 60 hari.

e. Kurangnya   kesadaran   masyarakat   untuk   melaporkan   peristiwa penting yang dialaminya sendiri maupun keluarganya.

(43)

44

g. Statistik   vital   pencatatan   sipil   belum   dapat   diakses   dan dipergunakan untuk perencanaan kegiatan / program. 3. Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan a. Koneksi jaringan antar kecamatan belum optimal b. Belum optimalnya updating data kependudukan c. Koordinasi lintas sektor belum optimal. d. Pemanfaatan data kependudukan belum maksimal

e. Inovasi   pelayanan   belum   terdokumentasi   dan   belum   diketahui masyarakat/publik.

f. Masih  banyak  data kepemilikan akta kelahiran  sebelum tahun 2008 yang belum masuk database

g. Jaringan   untuk   pelayanan   online   masih   sering   trouble   karena masih ikut jaringan PDE (belum mempunyai IP Publik sendiri) h. Sulitnya   mendapatkan   biometri   pada   saat   perekaman   data

terhadap warga jompo dan penderita sakit jiwa. i. Penghapusan biometri masih mengalami kendala.

j. Terbatasnya sarana prasarana dan SDM yang kompeten untuk mendukung inovasi pelayanan

k. Kurangnya dukungan anggaran.

3.2 TELAAHAN   VISI,   MISI,   DAN   PROGRAM   BUPATI   DAN   WAKIL BUPATI PURWOREJO.

1. Visi, Misi Bupati dan Wakil Bupati Purworejo

Bupati   dan   Wakil   Bupati   Purworejo   yang   telah   dilantik   pada tanggal 17 Februari 2016 mempunyai visi ”  Terwujudnya Kabupaten Purworejo   yang   Semakin   Sejahtera   Berbasis   Pertanian,   Pariwisata, Industri dan Perdagangan yang Berwawasan Budaya, Lingkungan dan Ekonomi Kerakyatan ”, dengan penjabaran sebagai berikut : Tujuan utama : Kesejahteraan rakyat meningkat signifikan Basis Utama : Pertanian, pariwisata, industri, perdagangan Wawasan utama : Budaya, lingkungan, ekonomi kerakyatan Dengan pengertian :  Semakin sejahtera adalah suatu kondisi masyarakat yang ditandai dengan adanya peningkatan pendapatan masyarakat, penurunan tingkat   kesenjangan   antar   wilayah   maupun   antar   kelompok pendapatan;

(44)

45

 Peningkatan   kemudahan   aksebilitas   sarana   produksi,   sandang, pangan,   papan,   sumber­sumber   ekonomi,   lapangan   pekerjaan, serta sarana prasarana pelayanan umum, pendidikan, kesehatan yang berkualitas;

 Adanya   lingkungan   yang   kondusif   untuk   melakukan   aktifitas­ aktifitas   rekreatif   (seni,   budaya,   dan   olah   raga),   keagamaan, kepercayaan   terhadap   Tuhan   Yang   Maha   Esa,   ketentraman keluarga dan ketertiban masyarakat, kepestian hukum;

 Berbasis pertanian maksudnya adalah upaya­upaya peningkatan kesejahteraan dengan fokus pada pengelolaan potensi pertanian, melalui: 

1) Sumberdaya yaitu petani, lahan pertanian yang berkelanjutan, penyuluh   pertanian,   teknologi   pertanian   yang   inovatif   dan berkelanjutan;

2) Sarana   prasarana   produksi   pertanian   yang   menjamin   pada peningkatan produktivitas sektor pertanian dalam arti luas.  Berbasis pariwisata maksudnya adalah upaya­upaya peningkatan

kesejahteraan dengan fokus pada pengelolaan potensi pariwisata melalui:

1) Pengelolaan   pariwisata   dengan   pola   pengelolaan   oleh pemerintah daerah, pola pemberdayaan masyarakat, maupun oleh investor

2) Penyediaan   sarana   prasarana   pendukung   yang   keduanya mengarah   pada   peningkatan   jumlah   kunjungan   wisata   ke Purworejo

 Berbasis   industri   maksudnya   adalah   upaya­upaya   peningkatan kesejahteraan dengan fokus pada :

1) Pengembangan   industri   kecil   dan   menengah   dari   sisi peningkatan   daya   saing   produk   yang   berbasis   sumberdaya lokal, serta

2) Fasilitasi pengembangan industri besar.

 Berbasis   perdagangan   maksudnya   adalah   upaya­upaya peningkatan kesejahteraan dengan fokus pada :

1) Pengembangan sarana prasarana perdagangan; 2) Perlindungan konsumen;

3) Dukungan promosi dan pemasaran produk.

Untuk mencapai visi tersebut diimplementasikan melalui 7 misi. Dinas   Kependudukan   dan   Pencatatan   Sipil   termasuk   dalam pelaksanaan misi keenam yaitu ” Mewujudkan Kabupaten Purworejo menjadi   kabupaten   yang   memiliki   aparatur   pemerintahan   yang

Referensi

Dokumen terkait

YUSUF AL-QARDHAWI (Studi Kasus Jual Beli Kayu Mangrove di Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir). Dengan permasalahan sebagai berikut: 1) Bagaimana pendapat

Pada kegiatan ini pembuatan VCO dilakukan dengan dengan metode sentrifugasi dan menggunakan beberapa peralatan mesin yang akan mengolah kelapa mulai dari bentuk kelapa utuh

Visi, misi dan tujuan ini juga sudah terinternalisasi (tahu.. dan mengerti) oleh semua warga sekolah. Kebijakan ini berjalan dengan baik tanpa hambatan, b) Struktur

2002 ) hal.100.. Strategi merupakan komponen yang penting dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pembinaan kerena dengan adanya strategi guru

Pengusaha satu tingkat dan tidak dapat menunjuk wakil dari luar organisasi Serikat Pekerja atau.

Kondisi lahan pertanian di area perladangan Lau Pirik Pintun Besi (Zona Merah). Universitas

Saka ‘dari’ pada contoh kalimat pertama mempunyai referen suatu hal yang menunjukkan keadaan asal sedangkan saka ‘tiang’ pada contoh kalimat kedua menyatakan benda peyangga,

1) Faktor-faktor predisposisi (pre disposing faktors), yaitu faktor-faktor yang mempermudah atau mempredisposisi terjadinya perilaku seseorang, antara lain,