Oleh
Dr. Ir. Adawiah, MSi.
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi 26 Juli 2016
Disampaikan Pada Acara
DISKUSI TERBATAS DI LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA RI
PENGEMBANGAN MANAJEMEN LABORATORIUM
INOVASI PEMRINTAH DAERAH
KREATIVITAS vs INOVASI
• Melakukan sesuatu dengan cara baru• Tindakan penghasil ide-ide baru • Pemikiran out of the box
• Hanya membuat perbedaan
Memunculkan sesuatu yang baru dari yang sudah ada Menghasilkan produk yang bermanfaat Menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan
Memberikan added value dengan pemanfaatan IPTEK
INOVASI MEMBERIKAN NILAI
TAMBAH
Sumber : Menko Perekonomian
SDM & IPTEK SDM & IPTEK SDM & IPTEK SDM & IPTEK SDM & IPTEK SDM & IPTEK SDM & IPTEK SDM & IPTEK
NILAI TAMBAH : KUNCI LOMPATAN
EKONOMI
“Mengubah keunggulan komparatif
menjadi keunggulan kompetitif”
TIPE INOVASI
Sumber : OECD
PRODUCT PROCESS
MARKETING ORGANISATI ONAL
Product Innovation: A good or service that is new or significantly improved. This includes significant
improvements in technical specifications, components and materials, software in the product, user friendliness or other functional
characteristics.
Marketing Innovation: A new marketing method involving significant changes in product
design or packaging, product placement, product promotion
or pricing.
Process Innovation: A new or significantly improved
production or delivery method. This includes significant changes in techniques, equipment and/or software. Organisational Innovation: A new organisational method in business practices, workplace organisation or external relations.
ASPEK REGULASI
• UU No. 18/2002 tentang Sinas P3 Iptek Psl 18: Pemerintah berfungsimenumbuhkembangkan motivasi, memberikan stimulasi, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan sistem nasional P3 iptek di Indonesia (SINas).
• RPJMN 2010-2014 Bab IV tentang Iptek: kebijakan iptek antara lain diarahkan kepada proses transfer dari ide menjadi prototype laboratorium, kemudian prototype industri, sampai akhirnya menjadi produk komersial (proses inovasi).
• Peraturan Bersama Menteri Riset dan Teknologi dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03 dan 36 Tahun 2012 tentang Penguatan Sistem Inovasi Daerah (SIDa)
PENANDATANGANAN PERATURAN
BERSAMA
25 April 2012
• PERATURAN BERSAMA
• MENEGRISTEK RI No. 03 Tahun 2012 • dan
• MENDAGRI RI No. 36 Tahun 2012 • TENTANG
PANGGUNG INOVASI
Building A Stage for Innovation “Orchestra”
• Peraturan Bersama
menyediakan
wahana
sebagai
interaksi
aktor-aktor pengembang teknologi,
pengguna teknologi
, dan
intermediator bersinergi
meningkatkan nilai tambah
suatu
SISTEM INOVASI DAERAH (SIDa)
• Sistem Inovasi Daerah yang selanjutnya disingkat
SIDa adalah
interaksi
secara koheren dalam satu
sistem untuk
menumbuh-kembang-kan inovasi
yang
dilakukan
antar
institusi pemerintah, pemerintahan
daerah, lembaga kelitbangan, lembaga pendidikan,
lembaga penunjang inovasi, dunia usaha, dan
masyarakat lainnya di daerah
TUJUAN SIDa
peningkatan kapasitas pemerintahan daerah,
daya saing daerah, dan pelaksanaan Masterplan
Percepatan Dan Perluasan Pembangunan
Ekonomi Indonesia 2011-2025
Sinergi sumber daya bagi pembangunan daerah
berbasis Sistem Inovasi Daerah bagi tercapaian
daya saing daerah dan kesejahteraan
Macro Level • National Innovation Policy • Regional innovation Policy • Master Plan • Education and Training • R&D Foresight • Cluster Policy • Regulation Friendly Innovation Meso Level (Institutional) • Technology Transfer Center • Technology Park • Incubator • Cluster • Business Promotion Agency • Innovation Service Provider • Funding Agency Meso Level (Program) • STI Fund • Basic Research Program • Applied Research Program
• Joint Research Fund • Technology Intermediaries • Entrepreneurial • Cluster Development Program • Internationalization Support Micro Level • University • Basic Research Agency • Private Research • Innovator • Private Investor • Entrepreneur • SME • Large Industry
RUANG LINGKUP
• Ruang lingkup penguatan SIDa meliputi:
1. Kebijakan penguatan SIDa;
2. Penataan unsur SIDa
a. Kelembagaan,
b. Jaringan,
c. Sumberdaya
KEBIJAKAN PENGUATAN SIDa
Penetapan Kebijakan Penguatan SIDa
•Menristek bersama Mendagri Nasional Renstra masing-masing kementerian
•Gubernur PropinsiRoadmap, RPJMD, RKPD •Bupati/ walikota Kabupaten/ kotaRoadmap,
RPJMD, RKPD
Disusun oleh Tim koordinasi SIDa
Sinkronisasi, harmonisasi dan sinergi kebijakan penguatan SIDa
•Menristek bersama Mendagri ditingkat pusat •Gubernur Propinsi
•Bupati/ walikota Kabupaten/ kota
meliputi:
• melakukan identifikasi dan inventarisasi kebijakan penguatan SIDa;
• melakukan analisis potensi sinergi kebijakan penguatan SIDa;dan
• memadukan kebijakan-kebijakan antardaerah dan antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat untuk penguatan SIDa
Inovasi dan Daya Saing
Pergeseran Tantangan Daya Saing
o Persaingan ekonomi global tidak lagi
dilandaskan pada pemilikan kekayaan
sumber daya alam, namun pada
kemampuan teknologi untuk mengolah
sumber daya secara inovatif untuk
meningkatkan nilai tambah ekonomi
sebesar mungkin dan mendistribusikan
nilai tambah tersebut secara adil
o Semakin penting akses ke pengetahuan
baru , jaringan pengetahuan, dan
kemampuan untuk menggunakan
pengetahuan.
o Menuntut perlunya:
• Peningkatan infrastruktur ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi (termasuk
tatakelolanya)
15
Kemampuan Teknologi
• Efektivitas perkembangan kemampuan Iptek harus ditinjau dalam
konteks penguatan daya saing menghadapi perubahan dan tantangan
perokomian global
• Perkembangan kemampuan Iptek terbentuk melalui proses
pembelajaran interaktif yang melibatkan perusahaan, lembaga litbang,
perguruan tinggi, lembaga penunjang yang memfasilitasi proses
intermediary dan translation, dan pemerintah.
• Pengembangan kemampuan Iptek merupakan investasi yang akan
mempengaruhi daya saing pelaku bisnis dan pertumbuhan
perekonomian nasional di masa mendatang.
• Investasi kemampuan Iptek terdifusi ke dalam ekonomi melalui 2 cara:
1) dalam bentuk investasi sarana dan peralatan (embodied technology
diffusion) baik untuk mendukung proses produksi atau untuk
memfasilitasi proses pembelajaran interaktif
2) dalam bentuk penguatan penguasaan Iptek (disembodied
16
Transformasi Kebijakan Iptek
1.
Hilirisasi Iptek ke dalam ekonomi dan
masyarakat meningkatnya peran
pengetahuan (knowledge) dalam
perekonomian (knowledge-based economy)
2.
meningkatnya cara pikir sistemik di kalangan
pengambil kebijakan menggantikan model
linier ( supply push & market/demand pull
sistem inovasi)
3.
meningkatnya jumlah organisasi yang terlibat
KERANGKA INOVASI NASIONAL
TRIGGER (INSENTIF)Potensi Nasional
(Litbang, SDA,
SDM dll)
Menjadi
pendorong
kekuatan ekonomi
nasional
. Inovasi •Masyarakat •BUMD/BUMN •Investor •PT •LPNK •Lemlit •ESDM •RISTEKDIKTI •Perindustrian dll Industri academia PENGIKAT (Kebijakan Nasional) KESAMAAN LANGKAH (INSENTIF)Peran Kelembagaan Triple Helix
Kelembagaan:
1. penelitian pengembangan yang tumbuh di lingkungan perguruan tinggi dan institusi publik
2. inovasi dan difusi teknologi yang tumbuh di lingkungan perusahaan, tidak hanya mencakup kemampuan desain dan enjiniring namun juga kreatifitas lain untuk merespon persaingan, perubahan permintaan pasar dan kebutuhan masyarakat. 3. pendidikan dan pelatihan yang memasok ilmuwan dan rekayasawan serta tenaga
teknisi yang memiliki profil keterampilan yang diperlukan.
4. pemerintah yang memantau dan membentuk kebijakan untuk menstimulasi dan pada tingkat tertentu mengkoordinasikan interaksi elemen-elemen di atas.
• Interaksi antara elemen kelembagaan dipengaruhi proses intermediaries dan
translation:
– Intermidiaries - proses ini membentuk media untuk membawa ilmu pengetahuan dan teknologi dari satu elemen ke elemen yang lain
– Translasi - pemanfaatan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga
dipengaruhi oleh proses translasi kemajuan tersebut ke dalam obyektif para pihak yang terkait. Proses translasi yang paling kritis adalah penerjemahan potensi
suatu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam perspektif komersial, di mana pertimbangan persaingan, switching costs, network externality,
19
Penciptaan Nilai Tambah
Peran /PendanaanPemerintah Penguasaan IPTEK
Tingkat Ketergantungan Impor “Kondisi Saat
Ini 2015”
Pembangunan IPTEK 2025”
ARAH PENGUATAN INOVASI
Ilustrasi Perbandingan
Proporsional
1. Pemilihan Fokus dan Roadmap Inovasi 2. Strategi Demand Pull dan Supply Push 3. Program Bersama: Konsorsium Inovasi 4. Instrumen (Innovation Support)
5. Penguatan Intermediasi 6. Harmonisasi Kebijakan
PENDEKATAN dalam
PENGUATAN
INOVASI
KEBIJAKAN dan PROGRAM SEKTOR KEBIJAKAN dan PROGRAM IPTEK KAPASITAS IPTEK NASIONALINOVASI
Mengintegrasikan
dan mobilisasi
kapasitas Iptek
nasional untuk
mendukung
capaian target
sektoral
STRATEGI INOVASI:
Balanced Demand Driven dan Supply Push
Product Development Tecnology Take to market Take to market Basic Research 2-3 Years Market identified Market to be identified
Many years of R&D Research
grants
Technology grants
Innovation Support: sertifikasi, uji, standarisasi, pilot scale, trial productin, insentif, regulasi
Demand Driven
Ide-Proof of Concept Prototipe Lab Prototipe Industri Produksi Masal
Capacity Building Sharing Knowledge
Mobility SDM ke
Industri dan sebaliknya
Mobility,
Pendampingan
Fasilitasi Lab • Sharing Peralatan • Standarisasi Lab • Sarana Pengujian • Fasilitas bersama
Pendaftaran dan Pemeliharaan HKI • Lisensi • Alih Teknologi Impor (Turnkey, Reverse Engineering)
Pendanaan Riset Pendanaan Riset dan Pengembangan
• Peng. Teknologi, Pengujian, Sertifikasi • Seed Capital
• Penghasil dan Pengguna Paten
• Sistem Royalti • Penjaminan Resiko
• Fiskal dan Non Fiskal • Pengadaan Pem • Audit Tek., TKDN, TCH • Fasilitasi Jurnal • Akses ke Jurnal Internasional • Intermediasi, Inkubasi, Prototipe Center, TTO • Teknologi Kunci (Roadmap Teknologi) • Konsorsium Inovasi • Wahana Kolaborasi (STP, Industri Strategis) 1 2 3 4 5
1 SDM 2 Sarpras 3 Pembiayaan 4 Program 5 Insentif/Pengaturan
Flexbility pengelolaan Sarpras dan Anggaran
ALTERNATIF KEBIJAKAN DAN INSTRUMEN
• Trial Production • Standarisasi
23
Instrumen Pendanan Riset, Pengembangan dan
Inovasi
Riset Dasar dan Terapan Pengembangan Teknologi dan Inovasi
Kebaruan Ilmu Kebaruan Proof of Concept Insentif Riset SINas,
Kapasitas, Unggulan Sttaregis Penerapan/Inovasi Teknologi di Industri Pengembangan Teknologi Industri
Insentif Inkubasi Bisnis Teknologi Insentif Diseminasi Produk Teknologi ke
Masyarakat SKEMA P END ANAA N P END ANAA N R& D
Upaya penguatan Sistem Inovasi Nasional (SINas) melalui peningkatan sinergi, peningkatan produktivitas Iptek
Upaya menaingkatkan kolaborasi antara aktor peneliti & industri dalam pengembangan prototipe Industri
Upaya meningkatkan kapasitas inovasi industri melalui pemanfaatan/ penerapan hasil R&D di Industri menjadi produk inovasi
24
PENGEMBANGAN WAHANA ALIH TEKNOLOGI
Suatu lembaga litbang baik berdiri sendiri maupunberkolaborasi dengan lembaga lainnya (konsorsium) yang melaksanakan kegiatan riset bertaraf internasional secara multi dan interdisiplin dengan standar serta relevan dengan kebutuhan pengguna ilmu pengetahuan, teknologi, dan produk inovasi.
Kawasan yang dikelola oleh manajemen profesional
untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara
berkelanjutan melalui penguasaan, pengembangan,
dan penerapan Iptek yang relevan.
Penguatan Kapasitas “Inovasi Industri Strategis” (PT. PAL; PT. DI, PT. LEN, PT. INTI, dll), sebagai wahana alih teknologi dari luar
negeri untuk memenuhi kebutuhan nasional (substitusi impor) INDUSTRI
a.i. Industri Strategis Science Techno Park Pusat Unggulan Iptek
Wahana Interaksi dan Kolaborasi
1
. Pembangunan N–STP dengan:
Revitalisasi Kawasan Penelitian menuju N–STP yang maju dan modern. Pembangunan N–STP baru di sektor–sektor unggulan.
Pembangunan N–STP berbasis Perguruan Tinggi
2
. Pembangunan Taman Sains – Provinsi melalui:
Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi untuk Taman Sains yang berafiliasi
dengan Universitas
Kementerian/Lembaga untuk Taman Sains yang sesuai dengan kompetensi
K/L yang sudah terbangun.
STRATEGI PENGEMBANGAN SCIENCE AND TECHNOLOGY PARK (STP)
3. Pembangunan Taman Tekno –
Kabupaten/Kota melalui K/L sesuai
dengan kompetensi, dengan
berafiliasi dengan universitas/
politeknik terdekat.
Instrumen Kebijakan Kemenristekdikti
1.
Insentif SINAS
2.
Riset – Pro
3.
Pusat Unggulan Iptek
4.
Insentif HAKI
5.
Peraturan Bersama Penguatan
Sistem Inovasi Daerah (SIDa)
6.
Riset Industri
7.
Insentif Teknologi Yang
Dimanfaatkan di Industri
8.
Insentif Inkubasi Bisnis
9.
Insentif Diseminasi Produk
Teknologi ke Masyarakat
10. Insentif Inovasi Perguruan Tinggi
11. Science Techno Park
12. Desa Inovasi
Sistem Inovasi (Nasional
dan Daerah)
PENATAAN UNSUR SIDa
Unsur SIDa
• Kelembagaan SIDa
• Jaringan SIDa
• Sumber daya SIDa
•Menristek bersama Mendagri Nasional •Gubernur Propinsi
•Bupati/ walikota Kabupaten/ kota
PENATAAN UNSUR SIDa (cont.)
1) KELEMBAGAAN
Lembaga/organisasi
Peraturan
• institusi pemerintahmensinergikan program dan kegiatan
kementerian dan lembaga dalam penguatan SIDa.
• pemerintahan daerahmembentuk BPPD dan meningkatkan kapasitas dan peran BPPD sebagai koordinator dalam penguatan SIDa;
• lembaga kelitbanganmeningkatkan kapasitas dan peran ilmu
pengetahuan dan teknologi
• lembaga pendidikanmeningkatkan kemampuan kelitbangan di
lingkungan lembaga pendidikan sesuai kebutuhan daerah
• lembaga penunjang inovasi mensinergikan program dan
kegiatan semua lembaga yang dapat menunjang penguatan SIDa. • dunia usahamemanfaatkan hasil-hasil kelitbangan yang
menghasilkan barang dan jasa yang memiliki nilai ekonomis; dan meningkatkan kemitraan dengan lembaga/organisasi SIDa.
• organisasi kemasyarakatan di daerahmemberdayakan
organisasi kemasyarakatan dan mensinergikan dengan penguatan SIDa.
Kebijakan yang mendukung terciptanya lingkungan yang kondusif bagi penguatan SIDa
PENATAAN UNSUR SIDa (cont.)
2) JARINGAN
Esensi Jaringan SIDa
Penataan
Jaringan SIDa merupakan interaksi antar lembaga/organisasi dalam SIDa untuk mensinergikan kemampuan yang dimiliki masing-masing lembaga dalam satu rantai kegiatan.
komunikasi intensif antara lembaga SIDa;
• penyelenggaraan kelompok diskusi terfokus, seminar, lokakarya, dan kegiatan sejenisnya;
• menjalin kerjasama kelitbangan antar lembaga/organisasi SIDa; dan
• forum komunikasi penelitian dan pengembangan daerah.
mobilisasi sumber daya manusia
optimalisasi pendayagunaan HKI, informasi, sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pemanfaatannya.
kerjasama kepakaran, keahlian, kompetensi, keterampilan sumber daya manusia untuk penguatan SIDa antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, antardaerah antar kabupaten/kota dalam satu provinsi, dan antara lembaga pemerintahan dan lembaga non pemerintahan.
PENATAAN UNSUR SIDa (cont.)
3) SUMBER DAYA
Sumber Daya SIDa
Penataan
• kepakaran, keahlian, kompetensi, keterampilan manusia dan pengorganisasiannya;
• kekayaan intelektual dan informasi; dan
• sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi.
• pemanfaatan keahlian dan kepakaran yang sesuai dengan tematik dan/atau spesifik sumber daya SIDa
• pengembangan kompetensi manusia dan pengorganisasiannya
• pengembangan struktur dan strata keahlian jenjang karir • peningkatan pengelolaan dan pemanfaatan kekayaan
intelektual
• pemanfaatan data dan informasi
• pengembangan sarana dan prasarana ilmu pengetahuan dan teknologi
PENGEMBANGAN SIDa
Pengembangan SIDa
• Pembangunan komitmen dan konsensus
unsur-unsur SIDa di daerah melalui
sosialisasi, fasilitasi, dan alokasi sumber daya.
• Pemetaan potensi dan analisis
SIDaidentifikasi dan pengumpulan data,
Pemetaan, analisis faktor kebijakan, unsur SIDa,
program dan kegiatan
• Pemberlanjutan penguatan SIDadilakukan
berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan
penguatan SIDa
•Menristek bersama Mendagri Nasional •Gubernur Propinsi
•Bupati/ walikota Kabupaten/ kota
Stuktur Tim Koordinasi Penguatan
SIDa
Anggota : perwakilan dari Dinas / Badan / Kantor /
Lembaga / Organisasi yang menjadi anggota
Tim Koordinasi
Penguatan
SIDa
Pengarah
:
Kepala Daerah
Ketua
:
Sekretaris Daerah
Sekretaris
:
Kepala BPPD / Kepala Bappeda
Anggota
: 1. Kepala Dinas / Badan / Kantor yang terkait
2. Lembaga / Organisasi lainnya yang terkait
Tim Kerja
TUGAS TIM KOORDINASI SIDa
1.
menyusun dokumen Roadmap penguatan SIDa;
2.
mengintregrasikan program SIDa dalam dokumen RPJMD;
3.
melakukan sinkronisasi, harmonisasi dan sinergi SIDa;
4.
melakukan penataan unsur SIDa di daerah;
5.
melakukan pengembangan SIDa di daerah;
6.
memersiapkan rumusan kebijakan penguatan SIDa di daerah;
7.
mengoordinasikan penyusunan program dan kegiatan
penguatan SIDa di daerah paling sedikit satu kali dalam satu
tahun atau sesuai kebutuhan;
8.
melakukan monitoring dan evaluasi; dan
TEMA STRATEGIS
• Sebagai sebuah cara pendekatan Sistem Inovasi Daerah memerlukan objek pembangunan yang akan diusung. Oleh karena itu diperlukan adanya bidang prioritas atau suatu wahana yang menjadi obyek untuk dijadikan prioritas dan merupakan sektor unggulan sebagai penarik (lokomotif) perekonomian daerah.
• Syarat Tema Strategis
Tema strategis harus sesuai dengan visi dan misi kepala daerah
Berbasis potensi lokal, baik sumberdaya alam maupun sumberdaya manusia Memiliki daya ungkit untuk meningkatkan perekonomian daerah
SISTEMATIKA ROADMAP
PENGUATAN SIDa
• BAB I.
KONDISI SIDa SAAT INI
• BAB II.
TANTANGAN DAN PELUANG SIDa
• BAB III.
KONDISI SIDa YANG AKAN DICAPAI
• BAB IV.
ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENGUATAN SIDa
• BAB V.
FOKUS DAN PROGRAM PRIORITAS SIDa
• Menyajikan profil daerah secara umum, terutama yang
berkaitan dengan :
– aspek geografis;
– aspek demografis;
– aspek ekonomi makro daerah;
– aspek sosial budaya,
– aspek infrastruktur wilayah;
– aspek spasial, dan
– aspek kelembagaan
• Menyajikan juga
visi dan misi kepala daerah
saat ini
BAB I. KONDISI SIDa SAAT INI (Cont.)
Menjelaskan kondisi SIDa yang telah dicapai hingga saat ini yang
dikaitkan dengan :
1. Kebijakan terkait penguatan SIDa yang mempertimbangkan
aspek (yang disebut 6 Kerangka Kebijakan Inovasi)
2. Penguatan Unsur-unsur SIDa
a) Kelembagaan SIDa
b) Jaringan SIDa
c) Sumber Daya SIDa
BAB II. TANTANGAN & PELUANG
• Menjelaskan isu-isu strategis yang penting dan sangat menentukan dalam
Penguatan SIDa di masa datang dikaitkan dengan 5 pilar strategis dengan
isu regional, nasional dan internasional
• Isu-isu strategis apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan kerugian
yang lebih besar; atau sebaliknya, jika tidak dimanfaatkan akan
menghilangkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dalam jangka panjang
BAB III KONDISI SIDa YANG AKAN
DICAPAI
• Berisi tentang kondisi SIDa yang akan dicapai dalam
beberapa tahun ke depan (misalkan 5 tahun yang akan
datang) berdasarkan hasil analisis kondisi SIDa saat ini serta
hasil analisis tantangan dan peluang Penguatan SIDa
• “analisis ini berpegangan pada 5 kerangka
BAB IV Kebijakan & Strategi
Penguatan SIDa
Bagian ini menjelaskan keterkaitan Visi, Misi,Tujuan, dan
Sasaran dari Pemerintah daerah dengan Penguatan SIDa,..
Arah Kebijakan dan Strategi ini, mengacu kepada, 6
Kerangka Kebijakan Inovasi dengan 5 Kerangka Strategis,
Penguatan dan Pengembangan SIDa.
BAB V FOKUS & PROGRAM PRIORITAS
• FOKUS DAN PROGRAM PRIORITAS,..ADALAH FOKUSING
DARI 6 KERANGKA KEBIJAKAN INOVASI, YANG
DIJABARKAN SECARA LEBIH RINCI
BAB VI RENCANA AKSI
PENGUATAN SIDa
•
Rencana aksi Penguatan SIDa merupakan wujud implementasi
strategi Penguatan SIDa dalam jangka waktu tertentu yang mencakup
berbagai arah kebijakan, fokus, program prioritas, dan kegiatan serta
dilengkapi dengan indikator kinerja penguatan SIDa, pendanaan, dan
penanggung jawab
5 PILAR STRATEGIS PENGUATAN SISTEM INOVASI
1. Penguatan Sistem Inovasi Daerah : sebagai wahana untuk memperkuat pilar-pilar bagi penumbuhkembangan kreativitas-keinovasian di tingkat daerah, di mana penguatan sistem inovasi daerah merupakan bagian integral dari penguatan sistem inovasi nasional.
2. Pengembangan Klaster Industri : sebagai wahana untuk mengembangkan potensi kolektif terbaik kewilayahan dan meningkatkan daya saing industrial.
3. Pengembangan Jaringan Inovasi : sebagai wahana membangun keterkaitan dan kemitraan antar aktor utama, serta mendinamisasikan aliran pengetahuan, inovasi, difusi, dan pembelajaran.
4. Pengembangan Teknoprener : sebagai wahana modernisasi bisnis/ekonomi & sosial, serta mengembangkan budaya inovasi.
5. Penguatan Pilai-pilar Tematik SI : sebagai wahana memperbaiki elemen-elemen penguatan sistem yang bersifat tematik dan kontekstual.
6 KERANGKA KEBIJAKAN INOVASI
ELEMEN KKI KETERANGAN
1. Iklim yang kondusif • Infra- & suprastruktur umum & khusus (termasuk pelayanan publik spt perijinan) • Keuangan/pembiayaan
• Insentif 2. Kelembagaan & daya dukung iptek, serta
kapasitas absorpsi UKM
• Pusat Inovasi & kompetensi PI
• Peningkatan kapasitas (calon) pengguna
(beneficiaries)
3. Jaringan & Pelayanan berbasis teknologi/pengetahuan
• Jaringan pengetahuan/inovasi
• Proses pelayanan bernilai tambah (dari PI) • Keberlanjutan ~ model bisnis
4. Budaya inovasi • Edukasi & pembelajaran • Mindset & motivasi • Apresiasi
5. Fokus & Keterpaduan Strategi bisnis/pasar 6. Penyelarasan dengan perkembangan
global
Adaptasi terhadap dinamika global (standar, HKI, lingkungan, perdagangan internasional, dsb.)
IKLIM/LINGKUNGAN (bagi inovasi dan
bisnis)
• IKLIM/LINGKUNGAN (bagi inovasi dan bisnis),…
antara lain mencakup:
pengembangan basis data (indikator penting) inovasi dan bisnis;
pengembangan regulasi yang kondusif;
investasi di bidang IPTEKIN;
perbaikan pelayanan publik;
pengadaan pemerintah yang pro bisnis inovatif;
pengembangan infrastruktur dasar inovasi dan bisnis; dan
pemberian insentif untuk inovasi dan bisnis.
PENGUATAN KELEMBAGAAN
PENYEDIA (SUPPLY) & PENGGUNA
(DEMAND)
• Kelembagaan dan daya dukung IPTEKIN dari sisi
Penyedia dan Pengguna antara lain:
– pengembangan dan penguatan kelembagaan IPTEKIN;
– pengembangan daya dukung IPTEKIN; dan
KETERKAITAN/INTERAKSI, JARINGAN, PELAYANAN
• Penumbuhkembangan kolaborasi bagi inovasi dan
meningkatkan difusi inovasi, praktik baik/terbaik, dan/atau
hasil kelitbangan, antara lain:
– pengembangan/penguatan kelembagaan kolaborasi;
– peningkatan difusi inovasi, praktek baik dan hasil kelitbangan; dan – pengembangan/penguatan pelayanan berbasis teknologi.
BUDAYA KREATIF-INOVATIF
• Mendorong budaya kreatif dan inovasi antara lain
mencakup:
– pengembangan/penguatan budaya inovasi melalui jalur pendidikan dan pelatihan inovasi;
– penguatan kohesi sosial;
– peningkatan partisipasi masyarakat dalam kreativitas-keinovasian; – pengembangan apresiasi dan kampanye inovasi; dan
FOKUS - KETERPADUAN, KOORDINASI -
KOHERENSI
• penumbuhkembangan dan penguatan
keterpaduan/koherensi pemajuan sistem inovasi di daerah
meliputi:
– penguatan/pengembangan prakarsa terpadu sistem inovasi;
– pengembangan/penguatan koordinasi kebijakan daerah, dan daerah-nasional; dan
BUDAYA KREATIF-INOVATIF
• Mendorong budaya kreatif dan inovasi antara lain
mencakup:
– pengembangan/penguatan budaya inovasi melalui jalur pendidikan dan pelatihan inovasi;
– penguatan kohesi sosial;
– peningkatan partisipasi masyarakat dalam kreativitas-keinovasian; – pengembangan apresiasi dan kampanye inovasi; dan
FOKUS - KETERPADUAN, KOORDINASI -
KOHERENSI
• penumbuhkembangan dan penguatan
keterpaduan/koherensi pemajuan sistem inovasi di daerah
meliputi:
– penguatan/pengembangan prakarsa terpadu sistem inovasi;
– pengembangan/penguatan koordinasi kebijakan daerah, dan daerah-nasional; dan