Berita Resmi Statistik No. 01/04/62 Th. X, 1 April 2016
| 1
Dari 82 kota pantauan IHK nasional, terdapat 58 kota mengalami inflasi dan 24 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 1,18 persen dan deflasi tertinggi di Kota Tanjung Pandan sebesar 1,22 persen.
Kota Palangka Raya dan Sampit masing-masing mengalami deflasi sebesar 0,04 persen dan 0,34 persen, menempati peringkat ke-61 dan ke-76 kota inflasi tertinggi di tingkat nasional. Deflasi Kota Palangka Raya dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok
pengeluaran bahan makanan (0,51 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,12 persen), serta pendidikan, rekreasi, dan olah raga (0,06 persen).
Deflasi Kota Sampit dipengaruhi oleh penurunan indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan (1,18 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,29 persen) serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,02 persen).
Inflasi/deflasi Kalimantan Tengah merupakan gabungan dari dua kota (Palangka Raya dan Sampit). Selama Maret 2016 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen. Laju inflasi tahun kalender sebesar -0,21 persen dan laju inflasi “year on year” sebesar 4,56 persen.
Inflasi/deflasi sembilan kota IHK di wilayah Kalimantan meliputi Samarinda (0,44 persen), Tanjung (0,17 persen), Banjarmasin (0,14 persen), Tarakan (0,09 persen), Singkawang (0,02 persen), Palangka Raya (-0,04 persen), Balikpapan (-0,04 persen), Pontianak (-0,08 persen), dan Sampit (-0,34 persen).
CQWWka
No. 01/04/62/Th.X, 1 April 2016
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
Selama Maret 2016, Palangka Raya dan Sampit Terjadi Deflasi 0,04 Persen
dan 0,34 Persen
Dari 82 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK), yaitu seluruh
ibukota provinsi
dan beberapa ibukota kabupaten/kota terpilih di tingkat nasional, terdapat 58 kota yang
mengalami inflasi dan 24 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota
Bukittinggi sebesar 1,18 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pandan
sebesar 1,22 persen
. Selama Maret 2016, Kalimantan Tengah mengalami deflasi 0,15 persen.Berita Resmi Statistik No. 01/04/62 Th. X, 1 April 2016
| 2
1. Inflasi/Deflasi Kota Palangka Raya
Selama Maret 2016, Kota Palangka Raya terjadi deflasi sebesar 0,04 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 120,74 di Februari 2016 menjadi 120,69 di Maret 2016. Laju inflasi tahun kalender 2016 sebesar -0,29 persen, dan laju inflasi tahun ke tahun sebesar 4,07 persen. Deflasi di Kota Palangka Raya dipengaruhi oleh menurunnya indeks harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan (0,51 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0,12 persen), serta pendidikan, rekreasi, dan olah raga (0,06 persen). Sedangkan kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok pengeluaran sandang (0,27 persen), makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,26 persen), transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,26 persen), dan kesehatan (0,23 persen).
Tabel 1
Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Palangka Raya Menurut Kelompok Pengeluaran Maret 2016
Indeks Harga Konsumen (IHK) Inflasi Maret 2015 Desember 2015 Februari 2016 Maret 2016 Maret 2016 [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] U m u m 115,97 121,04 120,74 120,69 -0,04 -0,29 4,07 1 Bahan Makanan 118,54 129,35 126,82 126,17 -0,51 -2,46 6,44
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok
dan Tembakau 123,24 129,67 130,83 131,17 0,26 1,16 6,43
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan
Bahan bakar 114,74 116,46 117,49 117,35 -0,12 0,76 2,27
4 Sandang 109,77 113,32 114,00 114,31 0,27 0,87 4,14
5 Kesehatan 111,89 118,48 119,17 119,45 0,23 0,82 6,76
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah
raga 111,64 113,86 114,05 113,98 -0,06 0,11 2,10
7 Transportasi, Komunikasi, dan
Jasa Keuangan 110,88 112,43 110,95 111,24 0,26 -1,06 0,32 Kelompok Pengeluaran [1] Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 Inflasi Tahun ke Tahun
Beberapa komoditas yang memiliki andil tertinggi terhadap penurunan indeks harga selama Maret 2016 antara lain ikan gabus, daging ayam ras, telur ayam ras, tarif listrik, dan bahan bakar rumahtangga. Sedangkan beberapa komoditas lainnya yang mengalami kenaikan indeks harga cukup signifikan antara lain bawang merah, angkutan udara, ikan baung, ikan nila, dan ikan saluang.
2. Inflasi/Deflasi Kota Sampit
Pada bulan yang sama, Kota Sampit juga mengalami deflasi sebesar 0,34 persen dengan penurunan indeks harga dari 124,26 di Februari 2016 menjadi 123,84 di Maret 2016. Laju inflasi tahun kalender sebesar -0,08 persen dan laju inflasi tahun ke tahun sebesar 5,46 persen.
Berita Resmi Statistik No. 01/04/62 Th. X, 1 April 2016
| 3
Deflasi di Kota Sampit terutama dipengaruhi oleh menurunnya indeks harga pada
kelompok pengeluaran bahan makanan (1,18 persen), perumahan, air, listrik, gas, dan bahan
bakar (0,29 persen), serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (0,02 persen). Sebaliknya,
empat kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks harga meliputi kelompok
pengeluaran pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,19 persen), sandang (0,16 persen), makanan
jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0,14 persen), dan kesehatan (0,05 persen).
Tabel 2
Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Sampit Menurut Kelompok Pengeluaran Maret 2016
Indeks Harga Konsumen (IHK) Inflasi Maret 2015 Desember 2015 Februari 2016 Maret 2016 Maret 2016 [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] U m u m 117,43 123,94 124,26 123,84 -0,34 -0,08 5,46 1 Bahan Makanan 121,48 131,59 133,57 132,00 -1,18 0,31 8,66 2 Makanan Jadi, minuman,
Rokok dan Tembakau 119,17 128,16 128,86 129,04 0,14 0,69 8,28 3 Perumahan, Air, Listrik, Gas
dan Bahan bakar 114,63 115,48 115,01 114,68 -0,29 -0,69 0,04 4 Sandang 103,16 109,01 109,95 110,13 0,16 1,03 6,76 5 Kesehatan 109,98 112,67 112,87 112,93 0,05 0,23 2,68 6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah
raga 124,38 132,65 132,59 132,84 0,19 0,14 6,80 7 Transportasi, Komunikasi, dan
Jasa Keuangan 119,44 126,35 124,66 124,64 -0,02 -1,35 4,35 Kelompok Pengeluaran [1] Laju Inflasi Tahun Kalender 2016 Inflasi Tahun ke Tahun
Beberapa komoditas yang memiliki andil tertinggi terhadap penurunan indeks harga di Kota Sampit selama Maret 2016 antara lain daging ayam ras, ikan selar, ketimun, beras, dan telur ayam ras. Sedangkan komoditas lain yang mengalami kenaikan indeks harga cukup signifikan antara lain bawang merah, tomat sayur, cabai rawit, bawang putih, dan ikan bandeng.
Tabel 3
Andil Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi/Deflasi di Kota Palangka Raya dan Sampit Maret 2016
Palangka Raya Sampit
[1] [2] [3]
Umum -0,04 -0,34
1. Bahan Makanan -0,12 -0,32
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,05 0,02 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar -0,03 -0,06
4. Sandang 0,01 0,01
5. Kesehatan 0,01 0,00
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,00 0,01 7. Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,04 0,00
Berita Resmi Statistik No. 01/04/62 Th. X, 1 April 2016
| 4
Kelompok pengeluaran bahan makanan oleh rumahtangga di Kota Palangka Raya dan Sampit memiliki andil sangat siginifikan terhadap terjadinya deflasi masing-masing sebesar 0,12 persen dan 0,32 persen. Kelompok pengeluaran lainnya yang juga mempengaruhi di dua kota tersebut adalah perumahan, air, gas, dan bahan bakar masing-masing sebesar 0,03 persen dan 0,06 persen.
Pola perkembangan indeks harga pengeluaran rumahtangga di Kota Palangka Raya dan Sampit relatif berfluktuasi selama setahun terakhir. Lonjakan indeks harga di Kota Palangka Raya terjadi di Semester II dan Triwulan IV hingga penghujung tahun 2016. Sementara itu, kenaikan indeks harga di Kota Sampit terjadi lebih awal dan berfluktuasi hingga akhir tahun 2016. Lonjakan inflasi di Kota Palangka Raya terjadi di Mei 2015 (1,05 persen), Juni 2015 (0,96 persen), Juli 2015 (0,94 persen), dan Desember 2015 (0,88 persen). Sedangkan lonjakan tertinggi inflasi di Kota Sampit terjadi di Desember 2015 mencapai 1,34 persen.
3. Perbandingan Inflasi/Deflasi Kota IHK di Wilayah Kalimantan
Dari sembilan kota IHK di wilayah Kalimantan selama Maret 2016, terdapat lima kota
yang mengalami inflasi sedangkan empat kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi
di Kota Samarinda sebesar 0,44 persen, diikuti Tanjung sebesar 0,17 persen, Banjarmasin
seebsar 0,14 persen, Tarakan sebesar 0,09 persen, dan Singkawang sebesar 0,02 persen.
Sedangkan kota yang mengalani deflasi meliputi Balikpapan sebesar 0,04 persen, Palangka
Raya sebesar 0,04 persen, Pontianak sebesar 0,08 persen, dan Sampit sebesar 0,34 persen.
-1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50
Mar-15 Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15 Agust-15Sep-15 Okt-15 Nop-15 Des-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16
I n f l a s i ( % )
Mar-15 Apr-15 Mei-15 Jun-15 Jul-15
Agust-15 Sep-15 Okt-15 Nop-15 Des-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Palangka Raya -0,25 0,08 1,05 0,96 0,94 -0,67 -0,34 0,55 0,85 0,88 0,17 -0,41 -0,04 Sampit 0,27 0,52 0,44 0,91 0,89 0,42 0,04 0,34 0,51 1,34 0,70 -0,44 -0,34 Kalteng -0,06 0,23 0,83 0,94 0,92 -0,28 -0,20 0,47 0,73 1,05 0,36 -0,42 -0,15
Palangka Raya Sampit Kalteng
Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Palangka Raya dan Sampit Maret 2015 - Maret 2016
Berita Resmi Statistik No. 01/04/62 Th. X, 1 April 2016
| 5
Tabel 4
IHK dan Laju Inflasi Sembilan Kota IHK di Wilayah Kalimantan
Indeks harga tertinggi terjadi di Kota Tarakan sebesar 132,39 diikuti Pontianak (130,56), Balikpapan (126,67), dan Samarinda (126,54). Laju inflasi tahun kalender tertinggi terjadi di Kota Tarakan dan Samarinda masing-masing sebesar 1,09 persen dan 1,00 persen. Sedangkan laju inflasi tahun ke tahun yang cukup tinggi terjadi di Kota Tanjung dan Banjarmasin masing-masing sebesar 6,36 persen dan 6,02 persen.
Tabel 6
Andil Sepuluh Jenis Komoditas Utama Terhadap Inflasi/Deflasi di Kota Palangka Raya Maret 2016
No. Komoditas Andil Inflasi (%) Komoditas Andil Deflasi (%)
1 Bawang Merah 0,05 Ikan Gabus -0,09
2 Angkutan Udara 0,04 Daging Ayam Ras -0,07
3 Ikan Baung 0,03 Telur Ayam Ras -0,06
4 Ikan Nila 0,02 Tarif Listrik -0,03
5 Ikan Saluang 0,02 Bahan Bakar Rumah Tangga -0,03
6 Mie Kering Instant 0,02 Ikan Patin -0,03
7 Cabai Rawit 0,02 Wortel -0,02
8 Kain Gorden 0,02 Tomat Sayur -0,02
9 Rokok Kretek Filter 0,02 Ikan Lele -0,02
10 Ikan Mas 0,02 Ketimun -0,01
Dari sepuluh jenis komoditas utama yang mempengaruhi tingkat deflasi di Kota Palangka
Raya, sebagian besar berupa pengeluaran rumahtangga untuk kebutuhan primer. Hal ini terlihat
dari komposisi jenis komoditas yang konsumsi seperti beberapa jenis ikan air tawar, daging
ayam ras, telur ayam ras, dan sayur-sayuran. Namun demikian, beberapa jenis ikan lainnya juga
Indeks Harga Konsumen (IHK) Inflasi Laju Inflasi Laju Inflasi
Mar Des Feb Mar Maret Tahun Tahun
2015 2015 2016 2016 2016 Kalender ke Tahun [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] 1 Pontianak 124,43 129,76 130,66 130,56 -0,08 0,62 4,93 2 Singkawang 119,16 122,38 122,86 122,89 0,02 0,42 3,13 3 Sampit 117,43 123,94 124,26 123,84 -0,34 -0,08 5,46 4 Palangka Ray a 115,97 121,04 120,74 120,69 -0,04 -0,29 4,07 5 Tanjung 116,93 124,75 124,16 124,37 0,17 -0,30 6,36 6 Banjarmasin 115,82 121,80 122,62 122,79 0,14 0,81 6,02 7 Balikpapan 120,93 126,36 126,72 126,67 -0,04 0,25 4,75 8 Samarinda 120,41 125,29 125,98 126,54 0,44 1,00 5,09 9 Tarakan 126,43 130,96 132,27 132,39 0,09 1,09 4,71 Kota IHK [1]
Berita Resmi Statistik No. 01/04/62 Th. X, 1 April 2016
| 6
berpotensi memiliki andil terhadap inflasi. Sementara itu, potensi cukup signifikan terhadap
terjadinya inflasi di Kota Palangka Raya adalah bawang merah dan angkutan udara
masing-masing sebesar 0,05 persen dan 0,04 persen.
Tabel 7
Andil Sepuluh Jenis Komoditas Utama Terhadap Inflasi/Deflasi di Kota Sampit Maret 2016
No. Komoditas Andil Inflasi (%) Komoditas Andil Deflasi (%)
1 Bawang Merah 0,14 Daging Ayam Rras -0,13
2 Tomat Sayur 0,05 Ikan Selar -0,09
3 Cabai Rawit 0,04 Ketimun -0,08
4 Bawang Putih 0,03 Beras -0,08
5 Ikan Bandeng 0,02 Telur Ayam Ras -0,07
6 Ice Cream 0,01 Kacang Panjang -0,07
7 Jagung Muda 0,01 Bahan Bakar Rumah Tangga -0,05
8 Nanas 0,01 Ikan Asin Tenggiri -0,02
9 Raket 0,01 Ikan Tongkol -0,02
10 Daun Singkong 0,01 Ikan baung -0,02