LAKIP INSPEKTORAT 2012
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
A. KERANGKA PENGUKURAN DAN EVALUASI KINERJA
Evaluasi kinerja Inspektorat Kota Bandung disusun berdasarkan pada konsep pengukuran kinerja yang digunakan untuk penilaian keberhasilan atau kekuranganberhasilan pelaksanaan pencapaian sasaran melalui berbagai program/kegiatan yang telah ditetapkan sesuai dengan tujuan dan sasaran dalam rangka mewujudkan visi dan misi Inspektorat Kota Bandung.
Hasil pengukuran kinerja sasaran tersebut dituangkan dalam form Pengukuran Kinerja yang mencerminkan kinerja Inspektorat Kota Bandungdan diuraikan secara rinci dalam sub bab berikutnya. Hasil Pengukuran Kinerja dapat dilihat pada lampiran 3
B. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA
Ringkasan Kinerja
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja, pencapaian sasaran Inspektorat Kota Bandung Tahun 2012 secara keseluruhan disajikan pada gambar sebagai berikut:
Melebihi target Tercapai
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Pada tahun 2012, pengukuran kinerja dilakukan terhadap 2 sasaran dengan menggunakan 4 Indikator, yang ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2012. Dari 4 indikator yang diukur, sebanyak 2 indikator (50%) mencapai dan melebihi target, sebanyak 2 indikator (50%) mencapai target.
Rincian Kinerja
Tahun 2012 adalah tahun ke empat dari implementasi Rencana Strategis Inspektorat Kota Bandung 2009-2013, dimana Rencana Strategis Inspektorat Kota Bandung telah mengalami revisi pada tahun 2011.
Berikut diuraikan hasil pengukuran dan analisis pencapaian sasaran strategis Inspektorat Kota Bandung Tahun 2012.
Pencapaian kinerja sasaran pada misi 1 yaitu “Melakukan pengawasan atas pelaksanaan urusan dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah, bertujuan agar Terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih,dengan sasaran sebagai berikut :
“Meningkatnya fungsi dan kualitas pengawasan internal pemerintah daerah”
Tabel 1. Pencapaian Kinerja Sasaran pada Misi 1
Indikator Kinerja Hasil Th 2009 Hasil Th 2012 Target Th 2012 Tercapai/ Tidak Hasil sd 2012 Target Akhir Renstra Tingkat kinerja pengawasan (%) 112,26% 95%
√
112,26% 100% Tingkat pelayanan pengaduan masyarakat (%) 113,33% 100%√
113,33% 100% Deskripsi sasaranIndikator Kinerja Pengawasan merupakan indikator yang digunakan dalam mengukur keberhasilan dan kegagalanperan dan fungsi pengawasan internal pemerintah daerah. Indikator ini dihitung dengan menjumlahkan
LAKIP INSPEKTORAT 2012
secara rata-rata keberhasilan indikator kinerja Cakupan Pemeriksaan Reguler, Cakupan evaluasi kinerja/LAKIP, Tingkat Pelaksanaan pembinaan aparat pengawasterhadap objek pemeriksaan dan Persentase Tindak Lanjut Temuan Hasil Pemeriksaan.
Sedangkan Tingkat pelayanan atas pengaduan masyarakat dihitung dari jumlah pengaduan masyarakat yang masuk dibandingkan dengan jumlah pengaduan masyarakat yang ditindaklanjuti/diperiksa oleh Inspektorat Kota Bandung.
Hasil Tahun 2012
1) Tingkat kinerja pengawasan
Prosentase capaian Tingkat Kinerja Pengawasan pada tahun 2012 mencapai 112,26%. Hasil tersebut didapat dari 4 indikator kinerja program yang mendukung pencapaian sasaran, yaitu indikator tingkat kinerja pengawasan terbentuk dari 4(empat) sub indikator, yang masing-masing memiliki tingkat kepentingan yang sama (bobot yang sama) dalam menyumbang tingkat kinerja pengawasan, persentase capaian indikator tingkat kinerja pengawasan adalah sebesar 112.26% atau [(76.00% + 100% + 208.33% + 64.70%)/4 ]. Capaian persentase tingkat kinerja pengawasan ini melebihi yang ditargetkan di dalam RPJMD yaitu sebesar 95%.
Berikut masing-masing capaian indikator kinerja program yang menunjang keberhasilan pencapaian indikator kinerja sasaran tingkat kinerja pengawasan:
(1) Cakupan Pemeriksaan Reguler
Persentase capaian dari cakupan pemeriksaan reguler adalah sebesar 76.00%. Pada Tahun 2012 Inspektorat Kota
Bandung dalam Rencana Strategisnya akan melakukan
pemeriksaan reguler terhadap 150 objek pemeriksaan. Akan tetapi dalam realisasinya pemeriksaan reguler hanya dilakukan
LAKIP INSPEKTORAT 2012
terhadap 114 objek pemeriksaan seperti yang telah tercantum dalam Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) TA. 2012. Jumlah LHP yang telah diterbitkan sebanyak 130 dokumen, 16 dokumen diantaranya adalah dokumen hasil pemeriksaan tertentu dengan jumlah rekomendasi sebanyak 463 buah. Jumlah objek pemeriksaan pada Tahun Anggaran 2012 sebanyak 114 meningkat dibandingkan dengan jumlah objek pemeriksaan pada Tahun Anggaran 2011 (13 objek pemeriksaan). Peningkatan jumlah objek pemeriksaan tersebut adalah sebesar 11.40%. Rekapitulasinya adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Rekapitulasi Jumlah Rekomendasi Hasil Pemeriksaan
Inspektorat Kota Bandung Berdasarkan Materi
Pemeriksaan NO. MATERI PEMERIKSAAN TAHUN 2011 TAHUN 2012 JUMLAH REKOMENDASI % JUMLAH REKOMENDASI % 1. Kebijakan Daerah 93 20.67 101 21.81 2. Kelembagaan 22 4.89 21 4.54 3. Pegawai Daerah 97 21.56 90 19.44 4. Keuangan Daerah 112 24.89 122 26.35 5. Barang Daerah 126 28.00 129 27.86 J U M L A H 450 100.00 463 100.00
Peningkatan jumlah rekomendasi pada tahun anggaran 2012 jika dibandingkan dengan TA. 2011 adalah sebesar 2.81%. Peningkatan ini terjadi dari 450 rekomendasi pada tahun anggaran 2011 menjadi 463 rekomendasi di tahun anggaran 2012 atau sebanyak 13 rekomendasi. Hal ini menunjukkan bahwa objek pemeriksaan yang menjadi auditan merasa bahwa proses pemeriksaan oleh Inspektorat menjadi suatu bentuk pembinaan
LAKIP INSPEKTORAT 2012
dari APIP guna mewujudkan pencapaian opini BPK RI Wajar Tanpa Pengecualian;
Materi pemeriksaan yang terdiri dari 5 (lima) materi pemeriksaan, yaitu kebijakan daerah, kelembagaan, pegawai daerah, keuangan daerah dan barang daerah. Di Tahun
Anggaran 2012,materi barang daerah mencapai 129
rekomendasiatau sebesar 27.86% sedangkan materi keuangan daerah sebanyak 122 rekomendasiatau sebesar 26.35%. Banyaknya rekomendasidi kedua materi pemeriksaan tersebut, selama 2 (dua) tahun anggaran pemeriksaan, diharapkan merupakan salah satu bentuk pembinaan dari Inspektorat Kota
Bandung kepada SKPD sebagai persiapan menghadapi
pencapaian Opini BPK-RI WTPpada Laporan Keuangan TA. 2012, karena kedua materi pemeriksaan tersebut sangat menentukan Opini yang diberikan oleh BPK-RI.
Materi pemeriksaan barang daerah meskipun merupakan materi pemeriksaan yang memiliki rekomendasi terbanyak baik dalam jumlah maupun persentase di Tahun Anggaran 2012, akan tetapi jika dibandingkan dengan hasil pemeriksaan di Tahun Anggaran 2011, persentasenya mengalami penurunan sebesar 0.14% (28.00% di TA.2011, 27,86% di TA. 2012 ). Temuan pada
materi barang daerah ini masih berkisar dalam hal
penatausahaan barang pada masing-masing skpd.
Materi pemeriksaan keuangan daerah, jika dibandingkan dengan hasil pemeriksaan di TA. 2011 , berdasarkan persentase, di TA. 2012 mengalami kenaikan sebesar 1.46% (24.89 % di TA. 2011 dan 26.35% di TA.2012).Dari 463 rekomendasi hasil pemeriksaan reguler Inspektorat Kota Bandung, baru 459 rekomendasi yang telah mendapatkan status tindak lanjut selesai.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Adapun secara rinci kegiatan pemeriksaan Reguler Tahun 2012 adalah sebagai berikut :
1. Pemeriksaan Reguler : a. Dinas Daerah:
TABEL 3. REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN INSPEKTORAT KOTA BANDUNGTAHUN 2012 PADA DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG KEBIJAKAN DAERAH KELEMBAGAAN PEGAWAI DAERAH KEUANGAN DAERAH BARANG DAERAH SELESAI DALAM PROSES BELUM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 DINAS PENDIDIKAN 7 1 2 3 1 14 14 0 0 2 DINAS KESEHATAN 0 0 0 3 2 5 5 0 0 3 DINAS SOSIAL 1 0 1 1 1 4 4 0 0
4 DINAS TENAGA KERJA 0 1 1 1 0 3 3 0 0
5 DINAS PERHUBUNGAN 2 0 0 2 1 5 5 0 0
6 DINAS KEPENDUDUKAN DAN PECATATAN
SIPIL 3 0 1 3 2 9 9 0 0
7 DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 0 0 1 1 1 3 3 0 0
8 DINAS TATA RUANG DAN CIPTA KARYA 1 0 1 2 2 6 6 0 0
9 DINAS BINAMARGA DAN PENGAIRAN 2 0 1 0 0 3 3 0 0
10 DINAS PEMAKAMAN & PERTAMANAN 1 1 2 2 1 7 7 0 0
11 DINAS KEBAKARAN 1 0 1 0 2 4 4 0 0
13 DINAS KOMUNIKASI & INFORMATIKA 0 0 1 0 2 3 3 0 0
14 DINAS PENDAPATAN 0 0 1 2 0 3 3 0 0
16 DINAS PERTANIAN & KETAHANAN PANGAN 2 0 1 2 1 6 6 0 0
17 DINAS PEMUDA & OLAH RAGA 0 0 0 2 1 3 3 0 0
22 3 16 27 18 86 86 0 0
2 0 0 2 0 4 4
DINAS KOPERASI, UKM DAN PERINDUSTRIAN
PERDAGANGAN 0 0
1
JUMLAH TEMUAN
JUMLAH : NAMA OBYEK PEMERIKSAAN No.
TINDAK LANJUT ASPEK PEMERIKSAAN
15
1 4 4 0 0
12 DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN & ASET
LAKIP INSPEKTORAT 2012
b. Lembaga Teknis Daerah :
TABEL 4. REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN INSPEKTORAT KOTA BANDUNGTAHUN 2012 PADA LEMBAGA TEKNIS DAERAH DAN RUMAH SAKIT DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG
c. Asisten/Bagian pada Sekretariat Daerah/ Sekretariat DPRD / Satuan Polisi Pamong Praja :
TABEL 5. REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN INSPEKTORAT KOTA BANDUNGTAHUN 2012 PADA ASISTEN, SEKRETARIAT DAERAH DAN SEKRETARIAT DPRD DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG KEBIJAKAN DAERAH KELEMBAGAAN PEGAWAI DAERAH KEUANGAN DAERAH BARANG DAERAH SELESAI DALAM PROSES BELUM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 ASISTEN PEMERINTAHAN 2 0 0 0 1 3 3 0 0
ASISTEN ADMINISTRASI PEREKONOMIAN DAN DAN PEMBANGUNAN
3 ASISTEN ADMINISTRASI UMUM 2 0 0 0 1 3 3 0 0
4 BAGIAN PEMERINTAHAN UMUM 1 0 2 0 0 3 3 0 0
5 BAGIAN HUKUM DAN HAM 0 0 0 0 1 1 1 0 0
BAGIAN ORGANISASI & PEMBERDAYAAN APARATUR DAERAH
7 BAGIAN PEREKONOMIAN 0 0 0 1 1 2 2 0 0
8 BAGIAN PEMBANGUNAN & SDA 1 1 0 0 1 3 3 0 0
9 BAGIAN KESRA & KEMASYARAKATAN 0 0 0 1 3 4 4 0 0
10 BAGIAN UMUM DAN PERLENGKAPAN 2 0 1 0 1 4 4 0 0
11 BAGIAN TATA USAHA SETDA 0 0 0 3 0 3 3 0 0
12 SEKRETARIAT DPRD 1 0 1 1 1 4 4 0 0
13 SATUAN POLISI PAMONG PRAJA 0 0 1 1 1 3 3 0 0
11 1 6 7 13 38 38 0 0 3 3 0 0 2 2 0 0 1 2 0 0 1 0 1 0 JUMLAH TEMUAN
NAMA OBYEK PEMERIKSAAN No. TINDAK LANJUT ASPEK PEMERIKSAAN JUMLAH 6 2 0 0 KEBIJAKAN DAERAH KELEMBAGAAN PEGAWAI DAERAH KEUANGAN DAERAH BARANG DAERAH SELESAI DALAM PROSES BELUM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 BAPPEDA 2 0 1 1 3 7 7 0 0
2 BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH 1 0 0 1 1 3 3 0 0
BADAN KESATUAN BANGSA, PERLINDUNGAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
4 BADAN PENGELOLA LINGKUNGAN HIDUP 0 0 1 1 1 3 3 0 0
5 BADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN & KB 0 0 1 1 1 3 3 0 0
6 BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU 0 0 1 0 1 2 2 0 0
8 RS UMUM DAERAH KOTA BANDUNG 2 0 0 0 1 3 3 0 0
9 RS KHUSUS IBU DAN ANAK 5 1 0 1 2 9 9 0 0
1O RS K HUSUS GIGI DAN MULUT 0 0 1 0 1 2 2 0 0
12 1 5 8 14 40 40 0 0
2 2 0 0
7 KANTOR PERPUSTAKAAN UMUM DAN ARSIP
DAERAH 0 0 0 0
0 0 3 1 6 6
JUMLAH TEMUAN
JUMLAH : NAMA OBYEK PEMERIKSAAN No. TINDAK LANJUT ASPEK PEMERIKSAAN 3 2 0 2 0
LAKIP INSPEKTORAT 2012
d. Perusahaan Daerah :
TABEL 6. REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN INSPEKTORAT KOTA BANDUNGTAHUN 2012 PADA PERUSAHAAN DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG
e. Kecamatan-Kecamatan :
TABEL 7. REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN INSPEKTORAT KOTA BANDUNGTAHUN 2012 PADA KECAMATAN DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BANDUNG KEBIJAKAN DAERAH KELEMBAGAAN PEGAWAI DAERAH KEUANGAN DAERAH BARANG DAERAH SELESAI DALAM PROSES BELUM 1 2 3 4 5 6 8 9 10 11 1 KECAMATAN SUKASARI 1 0 1 1 1 4 4 0 0 2 KECAMATAN SUKAJADI 1 0 1 3 1 6 6 0 0 3 KECAMATAN CIDADAP 0 0 2 0 1 3 3 0 0 4 KECAMATAN CICENDO 0 1 1 2 0 4 4 0 0
5 KECAMATAN BANDUNG WETAN 0 1 0 2 0 3 3 0 0
6 KECAMATAN ANDIR 2 0 1 4 2 9 9 0 0
7 KECAMATAN COBLONG 0 1 1 1 1 4 4 0 0
8 KECAMATAN CIBEUNYING KALER 1 0 1 1 1 4 4 0 0
9 KECAMATAN CIBEUNYING KIDUL 2 0 1 1 1 5 5 0 0
10 KECAMATAN UJUNGBERUNG 1 0 0 2 2 5 5 0 0
11 KECAMATAN SUMUR BANDUNG 0 0 2 4 2 8 8 0 0
12 KECAMATAN ANTAPANI 1 0 1 0 2 4 4 0 0
13 KECAMATAN ARCAMANIK 0 0 2 0 1 3 3 0 0
14 KECAMATAN CIBIRU 0 0 1 2 1 4 4 0 0
15 KECAMATAN RANCASARI 1 0 0 0 1 2 2 0 0
16 KECAMATAN PANYILEUKAN 0 0 1 1 1 3 3 0 0
17 KECAMATAN BANDUNG KIDUL 1 0 1 0 1 3 3 0 0
18 KECAMATAN KIARACONDONG 0 0 1 2 2 5 5 0 0
19 KECAMATAN BATUNUNGGAL 0 0 1 1 2 4 4 0 0
20 KECAMATAN LENGKONG 0 1 1 1 2 5 5 0 0
21 KECAMATAN BOJONGLOA KIDUL 1 0 1 1 1 4 4 0 0
22 KECAMATAN BOJONGLOA KALER 2 0 2 1 1 6 6 0 0
23 KECAMATAN REGOL 0 0 1 1 1 3 3 0 0
24 KECAMATAN ASTANAANYAR 2 0 1 1 2 6 6 0 0
25 KECAMATAN BABAKAN CIPARAY 1 0 1 1 1 4 4 0 0
26 KECAMATAN BANDUNG KULON 0 0 2 1 0 3 3 0 0
No. NAMA OBYEK PEMERIKSAAN
ASPEK PEMERIKSAAN JUMLAH
TEMUAN TINDAK LANJUT KEBIJAKAN DAERAH KELEMBAGAAN PEGAWAI DAERAH KEUANGAN
DAERAH BARANG DAERAH SELESAI DALAM PROSES BELUM
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
1 PD. AIR MINUM 3 0 0 0 2 5 5 0 0
2 PD. KEBERSIHAN 1 0 0 0 1 2 2 0 0
3 PD. BANK PERKREDITAN RAKYAT 2 0 0 2 0 4 4 0 0
4 PD. PASAR BERMARTABAT 0 2 1 2 0 5 5 0 0
6 2 1 4 3 16 16 0 0
JUMLAH TEMUAN
JUMLAH : NAMA OBYEK PEMERIKSAAN No.
TINDAK LANJUT ASPEK PEMERIKSAAN
LAKIP INSPEKTORAT 2012
f. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Sekolah
Menengah Atas Negeri (SMAN) dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN)
TABEL 8. REKAPITULASI HASIL PEMERIKSAAN INSPEKTORAT KOTA BANDUNG TAHUN 2012 PADA SMPN, SMAN DAN SMKN KOTA BANDUNG
KEBIJAKAN DAERAH KELEMBAGAAN PEGAWAI DAERAH KEUANGAN DAERAH BARANG DAERAH SELESAI DALAM PROSES BELUM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 SMPN 4 1 0 0 1 1 3 3 0 0 2 SMPN 6 0 0 2 0 1 3 3 0 0 3 SMPN 9 0 0 2 1 2 5 5 0 0 4 SMPN 10 2 0 0 2 1 5 5 0 0 5 SMPN 11 0 0 1 0 1 2 2 0 0 6 SMPN 12 1 0 1 0 0 2 2 0 0 7 SMPN 15 0 0 1 1 1 3 3 0 0 8 SMPN 16 2 0 0 0 2 4 4 0 0 9 SMPN 22 1 0 0 1 1 3 3 0 0 10 SMPN 27 0 0 0 1 2 3 3 0 0 11 SMPN 35 1 0 1 1 2 5 5 0 0 12 SMPN 38 2 0 0 1 1 4 4 0 0 13 SMPN 39 1 0 0 1 0 2 2 0 0 14 SMPN 41 0 0 1 1 1 3 3 0 0 15 SMPN 44 1 0 2 1 1 5 5 0 0 16 SMPN 49 1 0 1 2 1 5 5 0 0 17 SMAN 2 2 0 0 0 1 3 3 0 0 18 SMAN 3 0 0 0 0 2 2 2 0 0 19 SMAN 4 1 0 1 0 1 3 3 0 0 20 SMAN 5 0 0 1 1 0 2 2 0 0 21 SMAN 8 0 0 0 2 0 2 2 0 0 22 SMAN 9 2 0 0 1 1 4 4 0 0 23 SMAN 14 1 1 1 0 1 4 4 0 0 24 SMAN 15 2 2 1 2 3 10 10 0 0 25 SMAN 16 1 0 1 0 1 3 3 0 0 26 SMAN 17 0 0 0 3 2 5 5 0 0 27 SMAN 19 1 0 1 0 0 2 2 0 0 28 SMAN 20 1 0 1 1 1 4 4 0 0 29 SMAN 21 1 0 2 0 1 4 4 0 0 30 SMAN 23 1 1 1 2 2 7 7 0 0 31 SMAN 25 0 1 1 1 1 4 4 0 0 32 SMAN 26 1 0 1 1 0 3 3 0 0 33 SMKN 8 2 1 1 2 2 8 8 0 0 34 SMKN 9 1 0 0 1 1 3 3 0 0 35 SMKN 10 0 2 1 2 1 6 6 0 0 36 SMKN 11 0 0 1 1 1 3 3 0 0 37 SMKN 12 0 1 0 0 2 3 3 0 0 38 SMKN 13 0 0 1 1 0 2 2 0 0 39 SMKN 14 1 0 1 1 2 5 5 0 0 40 SMKN 15 1 1 1 1 1 5 5 0 0 32 10 30 37 45 154 154 0 0 JUMLAH TEMUAN NAMA OBYEK PEMERIKSAAN No. TINDAK LANJUT ASPEK PEMERIKSAAN JUMLAH
LAKIP INSPEKTORAT 2012
2. Pemeriksaan Non Reguler :
Tabel 9. Rekapitulasi Hasil Pemeriksan Non-Reguler/
Khusus Inspektorat Kota Bandung TA. 2012
JUMLAH KASUS TERBUKTI TIDAK TERBUKTI LHP DALAM PROSES 1 PENYALAHGUNAAN WEWENANG 5 1 4 0 2 PELAYANAN MASYARAKAT 1 0 0 1 3 PENYALAHGUNAAN KEUANGAN 0 0 0 0 4 KEPEGAWAIAN/KETENAGAKERJAAN 2 0 2 0 5 PERTANAHAN/PERUMAHAN 0 0 0 0 6 HUKUM/PERADILAN 0 0 0 0 7 KEWASPADAAN NASIONAL 0 0 0 0 8 TATALAKSANA PEMERINTAHAN/BIROKRASI 7 0 0 7 9 LINGKUNGAN HIDUP 0 0 0 0
10 HILANG KENDARAAN DINAS 2 2 0 0
17 3 6 8
JUMLAH :
No. URAIAN
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Pemeriksaan Non Reguler / Non PKPT yang merupakan
kegiatan-kegiatan pemeriksaan yang tidak direncanakan
sebelumnya yaitu pemeriksaan kasus-kasus / pengaduan masyarakat/ perintah atasan / pemeriksaan khusus. Di Tahun 2012 kasus pengaduan yang datang ke Inspektoratsebanyak 17 kasus dan seluruhnya telah ditangani. Jumlah kasus yang diperiksa pada tahun anggaran 2012 mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang diperiksa di tahun anggaran 2011 (14 kasus), kenaikan tersebut sebesar 17.65%.Kenaikan jumlah kasus tersebut didiringi dengan penurunan jumlah kasus yang terbukti dan tidak terbukti sedangkan kasus yang masih dalam proses pemeriksaan mengalami kenaikan.
Jumlah kasus terbanyak di tahun anggaran 2012 adalah pada jenis kasus penyalahgunaan wewenang (5 kasus) dan kasus tata laksana pemerintahan (7 kasus). Berbeda dibandingkan dengan Tahun 2011, jumlah kasus terbanyak di Tahun Anggaran 2011 adalah pada jenis kasus kepegawaian (4 kasus). Dengan melihat uraian di atas, dimana dari segi jumlah, di Tahun 2012 mengalami kenaikan, akan tetapi setelah
dilakukan pemeriksaan jumlah yang terbukti mengalami
penurunan dibandingkan dengan Tahun 2011, diharapkan hal tersebut sebagai indikator bahwa pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung lebih meningkat tingkat ketaatannya terhadap peraturan perundang-undangan.
Di tahun 2012 telah dilakukan pemeriksaan tertentu terhadap pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2012/2013. Sebanyak 8 (delapan) SMAN dan 8 (delapan) SMPN telah menjadi objek pemeriksaan tertentu ini. Dari hasil pemeriksaaan tertentu ini dihasilkan 21 rekomendasi.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Pemeriksaan non reguler diluar penanganan kasus dan pemeriksaan tertentu adalah pemeriksaan kas opname dan stock opname yang dilaksanakan setiap akhir bulan Desember. Pemeriksaan kas opname dan stock opname dilakukan sebagai persiapan penyusunan laporan keuangan SKPD dimana kas opname dilakukan untuk mengetahui kelayakan kas dalam neraca sehingga tidak terdapat salah saji kas dan stock opname untuk mengetahui kelayakan penyajian persediaan dan aset tetap dalam neraca. Selain itu monitoring Dana Bantuan Provinsi juga dilakukan pada Tahun Anggaran 2012. Monitoring dilaksanakan kepada SKPD yang mendapatkan dana bantuan provinsi.
(2) Cakupan Evaluasi Kinerja/ Akuntabilitas Instansi Pemerintah (AKIP)
Persentase capaian dari cakupan Evaluasi Kinerja/LAKIP adalah 100%. Persentase yang sama (100%) juga dicapai di tahun 2011. Cakupan Evaluasi Kinerja/AKIP terdapat dalam kegiatan Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan. Kegiatan anatara lain, ini terdiri dari sub kegiatan Evaluasi AKIP. Pelaksaan evaluasi ini sesuai dengan amanat dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi dilakukan terhadap 61 SKPD yang wajib melaporkan kinerjanya. Nilai rata-rata hasil evaluasi AKIP Kota Bandung mengalami kenaikan, yaitu dari 74,51 (B = baik, perlu sedikit pebaikan) untuk AKIP 2010 menjadi 78,32 (B = baik, perlu sedikit pebaikan) untuk
LAKIP INSPEKTORAT 2012
AKIP 2011. Semoga adanya kenaikan rata-rata nilaihasil evaluasi AKIP ini menjadi indikator bukti kesungguhan dari seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dalam menunjukkan kinerja yang dapat terukur dengan lebih baik dan mencerminkan kesungguhan seluruh skpd dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Masih sama dengan di tahun anggaran 2011 pelaksanaan evaluasi AKIP di lingkungan Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2012 menggunakan Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi AKIP SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Evaluasi AKIP dilakukan terhadap dokumen-dokumen
perencanaan (Renstra, RKT, Renja, IKU dan Penetapan Kinerja) sampai dengan dokumen pelaporan (LAKIP). Pada Tahun Anggaran 2012 dilakukan revisi terhadap Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi AKIP SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Revisi dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2012 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas KInerja Instansi Pemerintah. Diharapkan Juklak ini bisa dipakai sebagai pedoman untuk melaksanakan evaluasi LAKIP di tahun 2013 terhadap AKIP 2012.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Sub kegiatan lain yang termasuk ke dalam Cakupan Evaluasi Kinerja/LAKIP adalah :
a. Evaluasi Rencana Srategis 2009 – 2013 di Lingkungan
Pemerintah Kota Bandung. Dari 61 SKPD yang ditargetkan untuk dievaluasi, seluruhnya sudah dievaluasi.
Evaluasi Rencana Strategis dilakukan dalam rangka Pengawasan terhadap Pelaksanaan Urusan Pemerintahan di Daerah melalui evaluasi korelasi antara Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2009-2013 dengan Rencana Strategis (RENSTRA) SKPD juga mengevaluasi RENSTRA Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun 2009 - 2013 berdasarkan potensi dan keserasian tugas pokoknya melalui Rencana Kerja (RENJA). Hasil dari evaluasi ini berupa rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk peningkatan kinerja dan peningkatan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah. Juga sebagai bahan bagi Kepala SKPD dalam melaksanakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Evaluasi dilakukan terhadap 61 SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
b. Evaluasi Rencana Kerja Anggaran Perubahan (RKAP) TA. 2012, dari 71 unit kerja yang ditargetkan untuk dievaluasi, seluruhnya sudah dievaluasi.
Evaluasi dilakukan terhadap 71 SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Evaluasi ini dilakukan dengan maksud :
1) Pengawasan terhadap Pelaksanaan Urusan
Pemerintahan melalui evaluasi kesesuaian antara
Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kota Bandung dengan Peraturan Walikota Bandung tentang Rincian Tugas Pokok, Fungsi masing-masing Unit Kerja;
2) Mengevaluasi keselarasan antara Rencana Kerja SKPD dengan Rencana Kerja Anggaran Perubahan SKPD; 3) Mengevaluasi kesesuaian penempatan Kode Rekening
dengan Program/ Kegiatan / Sub Kegiatan dan kesesuaiannya dengan Keputusan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (RKPD) Nomor : 900/1917-DPKAD, tanggal 30 Desember 2011 tentang Kode Rekening Penganggaran
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Belanja, Program, Kegiatan, Kelompok, Jenis Obyek dan Rincian Obyek Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah.
4) Memberikan rekomendasi dan langkah-langkah
penyempurnaan untuk peningkatan kinerja dan
peningkatan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi Instansi Pemerintah.
Hasil dari evaluasi ini berupa rekomendasi dan langkah-langkah penyempurnaan untuk ditindaklanjuti oleh Kepala Unit Kerja sebagai salah satu bahan dalam melakukan pengendalian dan evaluasi terhadap penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Unit Kerja sebagai bahan informasi utama bagi penyusunan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Unit Kerja.
c. Reviu Laporan Keuangan TA. 2011, dari 62 entitas pelaporan yang ditargetkan untuk dievaluasi, seluruhnya sudah dievaluasi.
Reviu Laporan Keuangan dilaksanakan berdasarkan amanat dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dalam Pasal 33 ayat (3) direviu oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah. Dengan berpedoman kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pedoman
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Daerah. Reviu dilakukan dengan tujuan untuk memberikan keyakinan terbatas bahwa laporan keuangan pemerintah daerah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai dan disajikan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan. Pada Pemerintah Kota Bandung terdapat 62 (enam puluh dua) entitas pelaporan untuk Laporan Keuangan, yaitu Pemerintah Kota Bandung dan 61 (enam puluh satu) SKPD.
(3) Tingkat Pembinaan yang dilakukan aparat pengawas terhadap objek pemeriksaan
Capaian dari sub indikator ini sebesar 208.33%. Kegiatan dari sub indikator ini adalah kegiatan Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah, yang terdiri dari beberapa sub kegiatan sebagai berikut :
a. Sosialisasi peraturan perundang-undang, dari 4 SKPD yang ditargetkan, terealiasasi sebanyak 15 SKPD (375%)
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman SKPD terhadap peraturan perundang-undangan yang baru diundangkan. Materi sosialisasi yaitu mengenai Peraturan Walikota Bandung Nomor : 891 Tahun 2011 tentang Tata Cara Penganggaran, Pelaksanaan dan Penatausahaan, Pertanggungjawaban dan Pelaporan serta Monitoring dan Evaluasi Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan Peraturan Walikota Bandung Nomor : 107 Tahun 2010
LAKIP INSPEKTORAT 2012
tentang Tata Pemberian dan Pertanggungjawaban Hibah dan Bantuan Sosial. Unit Kerja yang mendapatkan sosialisasi sebanyak 30 unit kerja yaitu :
1) Asisten Administrasi Umum; 2) Dinas Pendapatan Daerah;
3) Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan; 4) Dinas Pemuda dan Olahraga;
5) Dinas Pemakaman dan Pertamanan; 6) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata;
7) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga
Berencana;
8) Badan Pengelola Lingkungan Hidup;
9) Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung; 10) PD. Kebersihan;
11) Bagian Umum dan Perlegkapan Setda; 12) Bagian TU Setda;
13) Kecamatan Sukajadi; 14) Kecamatan Cicendo; 15) Kecamatan Coblong;
16) Kecamatan Bandung Wetan; 17) Kecamatan Sukasari;
18) Kecamatan Cidadap; 19) Kecamatan Andir; 20) Kecamatan Antapani; 21) Kecamatan Batununggal; 22) Kecamatan Sumur Bandung; 23) Kecamatan Cibeunying Kidul; 24) Kecamatan Bojongloa Kaler; 25) Kecamatan Buahbatu;
26) Kecamatan Babakan Ciparay; 27) Kecamatan Panyileukan; 28) Kecamatan Mandalajati; 29) Kecamatan Cibiru; 30) Kecamatan Arcamanik.
b. Pakta Integritas, dari 1 kegiatan yang ditargetkan, terealiasasi sesuai dengan target (100%)
Seminar “Pencegahan Korupsi Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Pengelolaan APBD di Kota Bandung”.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Kegiatan ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung. Narasumber berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi KPK) dengan moderator berasal dari Universitas Parahyangan. Peserta Seminar sebanyak 76 orang yaitu seluruh Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
c. Kegiatan Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dari 2 kegiatan yang ditargetkan, terealisasi sebanyak 3 kegiatan (150%)
Kegiatan Pengembangan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah yang merupakan amanat dari Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dilaksanakan oleh Satuan Tugas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Pada Tahun Anggaran 2012 kegiatan yang dilakukan adalah : 1) Penyusunan Buku Saku Sistem Pengendalian Intern
Pemerintah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung; 2) Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penyelenggaraan
SPIP pada setiap SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung;
LAKIP INSPEKTORAT 2012
3) Revisi Petunjuk Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
d. Kegiatan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB), ditargetkan sebanyak 2 kegiatan dan dapat terealisasi (100%).
Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi merupakan amanat dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 31 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Model PMPRB memfokuskan penilaian terhadap langkah-langkah reformasi birokrasi yang dilakukan
oleh setiap instansi pemerintah dikaitkan “Hasil yang
Diharapkan” sebagaimana tercantum di dalam Road Map Reformasi Birokrasi 2010-2014 (PerMenPAN dan RB No. 20 Tahun 2010) dan juga dikaitkan dengan Indikator Kinerja Utama instansi pemerintahdalam rangka pencapaian sasaran dan indikator keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi secara nasional sebagaimana tertuang dalam Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 (Perpres No. 81 Tahun 2010).
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Pemerintah Kota Bandung termasuk pilot project Penilaian Mandiri Reformasi Birokrasi. Sebagai langkah pertama dalam kegiatan PMPRB ini dilakukan kegiatan Sosialisasi PMPRB terhadap calon asesor, yaitu para Sekretaris dan Kepala Bagian Tata Usaha di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung sebanyak 61 orang. Kegiatan Sosialisasi ini dilakukan sebanyak 2 kali dengan waktu yang berbeda dan narasumber yang berbeda. Narasumber yang diundang berasal dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan RB, juga dari Inspektorat Kota Yogyakarta. Hasil yang diharapkan dari kegiatan sosialisasi ini adalah agar calon asesor dapat memahami dan mampu menerapkan PMPRB di instansi masing-masing.
e. Kegiatan Monitoring Pelaksanaan Bantuan Provinsi dari 68 unit kerja yang mendapatkan bantuan, seluruhnya telah dimonitoring (100%).
Berbeda dengan capaian sub indikator ini di tahun 2011 sebesar 100%. Di tahun 2012 terdapat capaian kegiatan yang melebihi target, yaitu kegiatan Penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah, dari 2 kegiatan yang ditargetkan, terealisasi sebanyak 3 kegiatan.
(4) Persentase Tindak Lanjut Temuan Hasil Pemeriksaan
Kegiatan yang termasuk ke dalam sub indikator ini adalah kegiatan Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan. Persentase capaian dari sub indikator ini sebesar 64.70%, karena dari 1085
LAKIP INSPEKTORAT 2012
rekomendasi temuan hasil pemeriksaan BPK RI, Inspektorat Provinsi Jawa Barat dan Inspektorat Kota Bandung, yang telah ditindaklanjuti sampai dengan mendapatkan status tindak lanjut selesai sampai dengan akhir tahun anggaran 2012 adalah sebanyak 702 rekomendasi. Persentase yang dicapai pada tahun 2011 lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2012, di tahun 2011 capaiannya sebesar 63.37% karena dari 1021 rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI, Inspektorat Provinsi Jawa Barat dan Inspektorat Kota Bandung, yang telah mendapatkan status tindak lanjut selesai adalah sebesar 647 rekomendasi. Sehingga terjadi kenaikan sebesar 1.33%.
Pendampingan Tindak Lanjut dilakukan terhadap SKPD yang masih memiliki temuan hasil pemeriksaan BPK RI TA. 2004 s.d TA. 2011 dengan status tindak lanjut BS (Belum sesuai dengan rekomendasi) dan BT (Belum ditindaklanjuti).
2) Tingkat Pelayanan Pengaduan Masyarakat
Indikator kinerja tingkat pelayanan pengaduan masyarakat merupakan indikator kinerja bagi kegiatan Penanganan kasus pengaduan di lingkungan Pemerintah Daerah. Tahun 2012 persentase capaiannya adalah 100%, yaitu dari 17 pengaduan masyarakat yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Bandung melalui Inspektorat, seluruhnya telah ditangani. Begitu pula di tahun 2011, persentase capaian
LAKIP INSPEKTORAT 2012
masyarakat yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Bandung melalui Inspektorat, seluruhnya telah ditangani. Capaian indikator kinerja ini sesuai dengan yang ditargetkan dalam RPJMD yaitu sebesar 100%.
Pencapaian kinerja sasaran pada misi 2 yaitu Terwujudnya aparatur yang professional dan akuntabel dalam rangka meningkatkan pelayanan publik yang optimal, dengan sasaran sebagai berikut:
“Meningkatnya kualitas hasil pengawasan yang dapat mengurangi tindakan kolusi, korupsi dan nepotisme”
Tabel 10. Pencapaian Kinerja Sasaran pada Misi 2
Indikator Kinerja Hasil Th 2009 Hasil Th 2012 Target Th 2012 Tercapai / Tidak Hasil sd 2012 Target Akhir Renstra
Jumlah aparat pengawas yang mengikuti pendidikan dan pelatihan dan
bimbingan teknis serta kursus lainnya (orang)
62 62
√
62Jumlah dokumen
pengawasan (dokumen) 1 1
√
1Deskripsi sasaran
Indikator kinerja Jumlah aparat pengawas yang mengikuti pendidikan dan pelatihan dan bimbingan teknis serta kursus lainnya dan Indikator kinerja Jumlah dokumen pengawasan merupakan indikator keberhasilan meningkatnya kualitas hasil pengawasan yang dapat mengurangi tindakan kolusi, korupsi dan nepotisme.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Hasil Tahun 2012
1) Jumlah aparat pengawas dan aparat penunjang pengawasan yang
mengikuti pendidikan dan pelatihan dan bimbingan teknis serta kursus lainnya
Indikator kinerja ini merupakan indikator kinerja bagi Program Pembinaan, Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur, yang terdiri dari kegiatan Pelatihan Tenaga Pemeriksan Aparatur Pengawasan, Pembinaan SDM Aparat Pengawasan Fungsional dan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional.
Target dari indikator kinerja ini adalah 62 orang aparat pengawas mengikuti diklat, bimtek dan kursus lainnya, seluruhnya dikirimkan untuk mengikuti diklat, bimtek dan kursus lainnya. Dengan demikian capaiannya sebesar 62 orang. Pada Tahun 2012 diadakan kegiatan berupa pembinaan aparatur. Pembinaan tersebut dalam rangka peningkatan SDM aparatur pengawas yang dilaksanakan dalam bentuk bimbingan teknis dan pengiriman peserta.
Bimbingan teknis yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2012 yaitu bimbingan teknis pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Daerah Bandung. Bimbingan Teknis ini diikuti oleh 62 orang aparatur pengawasan. Selain berupa bimbingan teknis, pengiriman peserta Diklat pengawasan, juga dilakukan, yaitu Diklat P2UPD sebanyak 44 orang, diklat penjenjangan auditor sebanyak 2 orang, diklat pembentukan auditor sebanyak 4 orang dan diklat teknis substantive
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur pengawasan, Inspektorat Kota Bandung melaksanakan Peningkatan Wawasan. Melalui peningkatan wawasan ini 18 orang pegawai Inspektorat melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Surabaya mengenai Pengelolaan Keuangan dan ke Inspektorat Kota Palembang, mengenai Pengelolaan Aset Daerah dengan harapan dapat memperoleh informasi sebagai upaya dalam peningkatan kinerja pegawai.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Tabel 11. Komposisi Pegawai Inspektorat Kota Bandung
NO. URAIAN PEGAWAI JML GOL. JML PENDIDIKAN
S2 S1 D3/D1 SMA/SMK SMP SD I. Sekretariat 22 1. PNS 22 IV/b 2 2 - - - - - IV/a 2 2 - - - - - III/d 1 1 - - - - - III/c 1 - - 1 - - - III/b 2 - 2 - - - - III/a 9 - 6 1 2 - - II/d - - - - II/c 2 - - 2 - - - II/b - - - - II/a 1 - - 1 - - - I/d 2 - - - - 1 1
II. Irban Wil. I 13
PNS 13 IV/b 1 1 - - - - - IV/a 2 1 1 - - - - III/d 6 1 5 - - - - III/c 2 - 1 1 - - - III/b 1 - 1 - - - - III/a 1 - 1 - - - -
III. Irban Wil. II 15
PNS 15 IV/b 2 1 1 - - - -
IV/a 4 2 2 - - - -
III/d 7 1 6 - - - -
III/c 2 - 2 - - - -
III/b - - - -
IV. Irban Wil. III 13 IV/b 1 1 - - - - -
PNS 13 IV/a 2 1 1 - - - -
III/d 6 1 5 - - - -
III/c 2 1 1 - - - -
III/b 2 - 1 - 1 - -
V. Irban Wil. IV 15 IV/b 1 - 1 - - - -
PNS 15 IV/a 3 1 2 - - - - III/d 7 - 7 - - - - III/c 1 - 1 - - - - III/b 2 - 1 - 1 - - III/a 1 - 1 - - - - J U M L A H 78 - 78 17 49 6 4 1 1
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Tabel 12. Komposisi Auditor Inspektorat Kota Bandung
JUMLAH AUDITOR
JENJANG JABATAN JUMLAH
12
Auditor Ahli Utama - Auditor Ahli Madya 1
Auditor Ahli Muda 4
Auditor Ahli Pertama -
Auditor Pertama 2
Auditor Penyelia 2
Auditor Pelaksana Lanjutan 2
Auditor Trampil -
Auditor Pelaksana 1
Tabel 13. Komposisi Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (P2UPD) Inspektorat Kota Bandung
JUMLAH AUDITOR
JENJANG JABATAN JUMLAH
40
Pengawas Pemerintahan Madya 20 Pengawas Pemerintahan Muda 16 Pengawas Pemerintahan Pertama 4
(2) Jumlah dokumen pengawasan (dokumen)
Capaian indikator kinerja ini adalah 1 set dokumen pengawasan yang mencakup dokumen PKPT, dokumen arsip pengawasan, dokumen rekapitulasi pengawasan dan dokumen penunjang pengawasan. Realisasi sesuai dengan yang ditargetkan yaitu sebanyak 1 set dokumen pengawasan. Kegiatan yang termasuk ke dalam indikator kinerja ini adalah kegiatan Penyusunan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan. Dokumen pendukung dalam pelaksanaan tugas pokok fungsi Inspektorat Kota Bandung telah disusun pada TA. 2012. Dokumen tersebut meliputi Program Kerja
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Pengawasan Tahunan (PKPT) TA. 2012 dan Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah pada Inspektorat. Dalam rangka penegakan disiplin pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, setiap bulannya setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung wajib untuk menyampaikan laporan pelaksanaan apel pagi kepada Inpektorat Kota Bandung. Laporan apel pagi dari seluruh SKPD tersebut disampaikan kepada Walikota Bandung setiap bulannya sebagai bahan evaluasi tingkat kedisiplinan para pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dalam melaksanakan apel pagi.
Sebagai upaya penertibkan administrasi dilaksanakan
penatausahaan arsip hasil pemeriksaan, kepegawaian dan surat keluar masuk. Melalui tertib administrasi diperoleh kemudahan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan di Inspektorat.
C. ASPEK KEUANGAN
Pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan secara teknis oleh Inspektorat Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2012 didukung oleh :
Belanja Langsung ... : Rp 7.443.410.040.00 Belanja Tidak Langsung ...: Rp 6.890.731.304.00 Jumlah : ...: Rp14.334.141.344.00
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Dibandingkan dengan Tahun Anggaran 2011, alokasi anggaran Belanja
Langsung di Tahun 2012 mengalami penurunan sebesar
Rp 739.330.960 (9.93%).
Anggaran Belanja Langsung di Tahun 2012, dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan dalam rangka pencapaian misi Inspektorat, dengan rincian berdasarkan program sebagai berikut :
1. Program Pengawasan Pembangunan Daerah alokasi anggaran sebesar Rp 5.231.135.000,- (70.28%), sedangkan alokasi anggaran di Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp 6.001.150.000 (73.34%). Dengan demikian terjadi penurunan alokasi anggaran di Tahun Anggaran 2012.
2. Program Pembinaan, Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur, alokasi anggaran sebesar Rp 807.175.000,- (10.84%), sedangkan alokasi anggaran di Tahun Anggaran 2011 adalah sebesar Rp 1.113.698.000 (13,61%). Terjadi penurunan alokasi anggaran di Tahun Anggaran 2012.
Anggaran sebesar Rp 1.405.100.040,00 (18.88%) dialokasikan pada program yang bersifat penunjang terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kota Bandung, yang meliputi program administrasi perkantoran, program peningkatan sarana dan prasarana pendukung operasional dan program peningkatan disiplin aparatur. Di Tahun Anggaran 2011, anggaran yang dialokasikan untuk program penunjang adalah sebesar Rp 1.067.893.000 (13.05%). Di Tahun
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Anggaran 2012 terjadi kenaikan alokasi anggaran untuk program penunjang.
Anggaran yang telah dialokasikan di Inspektorat telah terealisasi sebesar 93.67% dengan rincian sebagai berikut :
Belanja Langsung ... : Rp 6.984.125.801.00 Belanja Tidak Langsung ... : Rp 6.442.845.922.00 Jumlah : ...: Rp13.426.971.723.00
Berbeda dengan di Tahun Anggaran 2011, realisasi anggarannya lebih rendah, yaitu sebesar 88.93%.
Di Tahun Anggaran 2011, realisasi dari anggaran Belanja Langsung adalah sebesar 90.90%. Dengan demikian realisasi anggaran di Tahun Anggaran 2011 lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi anggaran di Tahun Anggaran 2012. Realisasi anggaran Belanja Langsung sebesar Rp 6.984.125.801,00,(93.83%) dapat dirinci berdasarkan realisasi pada masing-masing program sebagai berikut : 1. Program Pengawasan Pembangunan Daerah realisasinya sebesar
Rp 4.982.782.916,- (95.25%). Realisasi anggaran di Tahun Anggaran 2011 lebih rendah yaitu sebesar 87.87%
2. Program Pembinaan, Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur, realisasinya sebesar Rp 725.579.500,- (89.89%). Realisasi anggaran di Tahun Anggaran 2011 lebih rendah yaitu sebesar 76.60%.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Sedangkan realisasi anggaran pada program yang bersifat penunjang terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Inspektorat Kota Bandung, yang meliputi program administrasi perkantoran, program peningkatan sarana dan prasarana pendukung operasional dan program peningkatan disiplin aparatur adalah sebesar Rp 1.275.763.385 (90.80%) lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi anggaran program penunjang di Tahun Anggaran 2011 yaitu sebesar 122.87%.
Hampir seluruh kegiatan,penyerapan anggarannya di Tahun Anggaran 2012 tidak mencapai 100%. Hal ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Kegiatan Pelaksanaan Pengawasan Internal Secara Berkala
Persentase penyerapan anggaran sebesar 95.59%, karena terdapat saldo dari belanja pegawai honorarium pelaksanaan kegiatan pemeriksaan, akibat adanya pegawai yang sudah memasuki masa purna bakti. Saldo lain adalah dari belanja belanja cetak dan belanja alat tulis kantor pada kegiatan pelaksanaan pengawasan internal secara berkala. Persentase penyerapan anggaran ini lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu sebesar 97.81%.
2. Kegiatan Penanganan Kasus Pengaduan di Lingkungan Pemerintah Daerah
Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 97.86%, karena terdapat saldo dari biaya honorarium kegiatan Penanganan Kasus Pengaduan di Lingkungan Pemerintah Daerah. Meskipun jumlah kasus pengaduan yang ditangani lebih banyak dari yang ditargetkan, yaitu dari 15 kasus yang ditargetkan, terealisasi sebanyak 17 kasus, akan tetapi masih terdapat saldo akibat dari hari pemeriksaan yang terealisasi lebih sedikit dibandingkan dengan
LAKIP INSPEKTORAT 2012
yang ditargetkan. Saldo lain terdapat pada belanja atk, cetak dan penggandaan dalam jumlah yang kecil (< dari 2%). Persentase ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu sebesar 29.30%.
3. Kegiatan Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah
Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 97.66%, karena terdapat saldo dari pembayaran biaya honorarium pelaksana kegiatan (akibat dari jumlah orang yang terlibat dalam kegiatan ini
tidak sebanyak yang ditargetkan), saldo dari honorarium
narasumber/tenaga ahli, terdapat juga saldo dari belanja cetak, belanja makanan dan minuman dan belanja perjalanan dinas luar daerah (<2%). Persentase ini lebih besar jika dibandingkan dengan yang dicapai di tahun 2011, yaitu sebesar 95.28%.
4. Kegiatan Tindaklanjut Temuan Hasil Pengawasan
Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 97.31%, terjadi karena terdapat saldo dari belanja pegawai honorarium PNS, belanja pegawai honorarium narasumber/tenaga ahli. Narasumber diperuntukkan dalam kegiatan penyampaian materi Dana Bantuan Provinsi yang merupakan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan Inspektorat Provinsi Jawa Barat pada Pemerintah Kota Bandung. Saldo anggaran pada kegiatan ini juga terjadi pada belanja cetak dan penggandaan serta belanja perjalanan dinas luar daerah (<2%). Juga terdapat saldo anggaran pada belanja alat tulis kantor (24%) dan belanja makanan dan minuman rapat (12%). Persentase penyerapan anggaran ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebesar 64.60%.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
5. Kegiatan Koordinasi Pengawasan yang Lebih Komprehensif
Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 81.93%, terjadi karena terdapat saldo dari belanja pegawai honorarium panitia pelaksana kegiatan untuk Panitia Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah Kota Bandung. Pegawai yang direncanakan untuk menjadi panitia, sebagian telah beralih status menjadi Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (P2UPD). Saldo anggaran lain terdapat pada belanja cetak, belanja alat tulis kantor, belanja makanan dan minuman dan belanja perjalanan dinas(<2%). Saldo dari belanja penggadaan (14%). Persentase penyerapan anggaran ini lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebesar 89.84%.
6. Kegiatan Evaluasi Berkala Temuan Hasil Pengawasan
Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 95.04%, terjadi karena terdapat saldo dari belanja cetak dan belanja makanan dan minuman. Persentase penyerapan anggaran ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebesar 89.91%.
7. Kegiatan Penyusunan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 99.43%, terjadi karena terdapat saldo anggaran <1% pada belanja makanan dan minuman, belanja perjalanan dinas dan belanja pegawai honorarium PNS. Persentase ini lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebesar 100%.
8. Kegiatan Pelatihan Tenaga Pemeriksa dan Aparatur Pengawasan Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 91.16%, terjadi karena dalam kegiatan ini terdapat saldo anggaran untuk biaya perjalanan dinas pengiriman peserta diklat pengawasan,
LAKIP INSPEKTORAT 2012
karena jumlah hari pelaksanaan diklat lebih sedikit dibandingkan dengan yang direncanakan. Juga terdapat saldo anggaran pada belanja cetak dan belanja pegawai honorarium PNS yang direncanakan diperuntukkan bagi Panitia Penyelenggara Bimbingan Teknis Inspektorat Kota Bandung. Persentase ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebesar 82.57%.
9. Kegiatan Pembinaan SDM Aparat Pengawasan Fungsional
Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 78.60%, terjadi karena terdapat saldo pada biaya perjalanan dinas luar daerah. Jumlah Pegawai yang mengikuti Studi Komperatif lebih sedikit dibandingkan dengan yang direncanakan, akibat padatnya kegiatan yang dilaksanakan di Inspektorat Kota Bandung. Persentase ini lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebesar 97.57%.
10. Kegiatan Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor
Persentase pencapaian penyerapan anggaran sebesar 84.37%, terjadi karena terdapat saldo anggaran dari belanja pegawai honorarium panitia pelaksana kegiatan. Persentase ini lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 2011, yaitu sebesar 100 %.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
D. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
Berdasarkan uraian penjelasan pengukuran kinerja yang
diselenggarakan oleh Inspektorat Kota Bandung, terdapat
permasalahan-permasalahan dan kendala yang dapat teridentifikasi pada pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2012. Permasalahan masih sama dengan tahun sebelumnya, yaitu :
1. Keterbatasan SDM yang memiliki latar belakang pendidikan farmasi, teknik sipil dan akuntansi.
2. Sarana operasional pengawasan khususnya kendaraan bermotor roda 2 (dua) belum optimal. Pada Tahun Anggaran 2012 hanya bertambah 2 (dua) buah. Diharapkan adanya peningkatan anggaran kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat untuk menunjang kelancaran pelaksanaan pemeriksaan dan kelancaran kegiatan pengawasan lainnya.
3. Bangunan kantor Inspektorat masih berdiri di atas lahan yang bukan merupakan asset Pemerintah Kota Bandung.
4. Rencana Inspektorat Kota Bandung untuk menambah jumlah objek pemeriksaan dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Sekolah-sekolah baik TK, SD, SMP dan SMA Negeri baru sebagian kecil yang dijadikan objek pemeriksaan. Padahal sekolah merupakan objek yang harus segera dilakukan pemeriksaan begitu pula dengan kelurahan, puskesmas dan UPTD.
5. Pelaksanaan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (TPTGR) dan Majelis Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MPTPTGR) belum dapat dilaksanakan secara optimal dikarenakan alokasi dana untuk kegiatan tersebut tidak kontinyu.
LAKIP INSPEKTORAT 2012
Oleh karena itu untuk meningkatkan kinerja pada tahun-tahun berikutnya perlu adanya strategi, antara lain :
1. Dalam rangka peningkatan kualitas hasil pemeriksaan perlu
dukungan kapasitas dan kualitas sumberdaya manusia.
Keterbatasan aparat pengawasan yang memiliki latar belakang pendidikan antara lain akuntansi, farmasi dan teknik bangunan ditindaklanjuti dengan permohonan pengajuan PNS melalui Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandung.
2. Selain permasalahan di bidang sumberdaya manusia, perlunya optimalisasi sarana-prasarana operasional pengawasan, yaitu kendaraan bermotor baik roda 2 dan roda 4 yang pada saat ini belum optimal.