Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
P U T U S A N
Nomor : 31 / Pid.Sus / 2013 / PN.Kdr.
“DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA” Pengadilan Negeri Kediri yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan tingkat pertama, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa :
Nama lengkap : MIFTAHUL HUDA Bin MAT KOZIN ; Tempat lahir : Demak,
Umur/Tanggal Lahir : 28 Tahun / 09 September 1985, Jenis kelamin : Laki-laki,
Kebangsaan : Indonesia,
Tempat tinggal : Dsn. Plaben Rt.04 Rw.09 Ds/Kec. Wedung, Kab. Demak, Kota Kediri, Agama : Islam,
Pekerjaan : Swasta,
Terdakwa ditahan berdasarkan Penetapan :
• Penyidik tanggal sejak tanggal 12 Desember 2012 sampai dengan tanggal 31 Desember 2012 di perpanjang Penuntut Umum tanggal sejak tanggal 01 Januari 2013 sampai dengan tanggal 09 Pebruari 2013 ;
• Penuntut Umum tanggal sejak tanggal 07 Pebruari 2013 sampai dengan tanggal 26 Pebruari 2013 ;
• Hakim Pengadilan Negeri Kediri sejak tanggal 13 Pebruari 2013 sampai dengan tanggal 14 Maret 2013 ;
• Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Kediri sejak tanggal 15 Maret 2013 sampai dengan tanggal 13 Mei 2013 ;
Terdakwa Didampingi oleh Penasihat Hukum yang bernama YULIANTO WARDOYO, SH ;
Pengadilan Negeri tersebut ;
Telah membaca surat-surat dan berkas perkara yang bersangkutan ; Telah mendengar keterangan para saksi dan keterangan terdakwa ; Telah memperhatikan barang bukti yang diajukan dipersidangan ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Telah mendengar tuntutan pidana Penuntut Umum tertanggal 13 Maret 2013 yang menuntut agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan sebagai berikut :
1 Menyatakan terdakwa MIFTAHUL HUDA bin MAT KOZIN telah terbukti melakukan tindak pidana " Dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasian dan atau alai kesehatan yang tidak memiliki izin edar yang dilakukan secara bersama- sama " sebagai mans diatur dan diancam pidana dalam Pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo. Pasal 55 ayat (1) KUHP.
2 Menjatuhkan Pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan dipotong tahanan, dan pidana Denda sebesar Rp. 500.000,-( lima ratus ribu rupiah ) subsidair 3 (tiga ) bulan kurungan dengan perintah terdakwa tetap ditahan. 3 Barang bukti berupa Capsul Obat Kuat merk LIANZA sebanyak 2 (dua) kotak dan
merk Nangen sebanyak 1 (satu) kotak, Tablet Obat Kuat merk LEVITRA sebanyak 2 (dua) kotak, merk V 6 sebanyak 1 (satu) kotak, merk Max Man sebanyak 5 (lima ) kotak, merk Maximum Fower Full sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra China sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra (100 mg) sebanyak 3 (tiga) kotak dan merk Viagra buatan America sebanyak 2 (dua) kotak , Cream Obat Kuat merk Stud sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Play Boy sebanyak 1 (satu) kotak , Cairan Pembesar Alat Vital prig merk Lintah Oil sebanyak 7 (tujuh) kotak, merk Minyak Bulus sebanyak 14 (empat betas) kotak dan merk Cobra Oil sebanyak 3 (tiga) kotak, Cairan perangsang sexual merk American Viagra sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Set Drops sebanyak 1 (satu) kotak, Cairan Obat Kuat merk Procomil Spray sebanyak 1 (satu) kotak, Serbuk perangsang sexual merk Xibanyacang Ying Fen sebanyak 1 (satu) pak, Pil Chien Chin sebanyak 1 (satu) kotak, Sedangkan sediaan farmasi berupa Kosmetik antara lain , Capsul Plangsing merk Fruit Plans sebanyak 5 (lima) kotak, Cream penghilang bekas luka merk Meilibahenling 5 (lima) kotak, Cream Plangsing merk Green Tea sebanyak 1 (satu) kotak, Cream Pembersih Wajah merk Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1(satu) kotak, Kapsul Peninggi Badan ukuran Besar merk Grow -Up sebanyak 2 (dua) kotak dan Kecil merk Grow -Up sebanyak 1 (satu) kotak, Lotion pembesar Payudara merk Huomeiren sebanyak 3 (tiga) kotak, Cairan Penumbuh Rambut merk Miracle Serum sebanyak 1 (satu) kotak, Obat Pelangsing Tubuh merk Acai Berry sebanyak 2 (dua) kotak, Pemerah Bibir merk Queen sebanyak 1 (satu) kotak, Pemutih Badan merk Emilay sebanyak 2 (dua) kotak, Cream Pemutih Wajah merk Genuine sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Tensung sebanyak 1 (satu) kotak, Cairan perontok bulu merk
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Ivoni Oil sebanyak 5 (lima) kotak, Capsul Pembesar Payudara merk Enikong sebanyak 1 (satu) botol, Cairan Pembesar Payudara merk Mei Yi Sheng sebanyak 1 (satu) kotak, Cream Lulur Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1 (satu) kotak, Pelangsing Badan merk Fatloss sebanyak 3 (tiga) kotak, Capsul Penggemuk Badan merk Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Super Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak, Kapsul penghilang jerawat merk An Chang Wan sebanyak 1 (satu) kotak , 2 (dua) buah Benner, 1 (satu) buah Nota Penjualan dan 1 (satu) buah Buku Penjualan rampas untuk dimusnahkan, sedangkan Uang tunai sebesar Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah), dirampas untuk Negara ;
4 Menetapkan agar terdakwa, dibebani biaya perkara sebesar Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah).
Telah mendengar pembelaan Penasihat Hukum terdakwa secara tertulis tanggal 18 Maret 2013 dipersidangan yang pada pokoknya mohon keringanan hukuman ;
Telah mendengar replik penuntut umum secara lisan dipersidangan yang pada pokoknya tetap pada tuntutan pidananya ;
Telah mendengar duplik terdakwa secara lisan dipersidangan yang pada pokoknya tetap pada pembelaannya ;
Menimbang, bahwa terdakwa oleh penuntut umum diajukan kepersidangan dengan dakwaan tertanggal 12 Pebruari 2013 Nomor : PDM-10/KDIRI/02/2013 yang berbunyi sebagai berikut
Bahwa ia terdakwa MIFTAHUL HUDA bin MAT KOZIN baik sendiri maupun bersama-sama dengan Sdr. KHOIRUL ANAM (ditahan dalam perkara sendiri ), pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2012 sekitar jam 15.00 wib, atau setidak- tidaknya disuatu waktu lain yang masih termasuk dalam bulan Desember 2012, bertempat di Toko Obat Herbal dan Kosmetik SULTAN di JI. HOS. Cokroaminoto No. 196, Kota Kediri atau setidak-tidaknya disuatu tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah Hukum Pengadilan Negeri Kediri, dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasian dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1), pernbuatan mana dilakukan terdakwa dengan cara sebagai berikut ;
• Bahwa pada bulan Pebruari 2012 terdakwa telah membuka usaha penjualan berbagai macam Obat Herbal dan Kosmetik di toko yang terdakwa berinama Toko " SULTAN ",barang berupa obat herbal maupun kosmetik tersebut terdakwa peroleh dengan cara membeli bebas di Pasar Glodok Jakarta ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa dalam menjalankan usahanya tersebut terdakwa dibantu oleh Sdr. Khoirul Anam yang mana tugasnya menjaga dan melayani pembeli atas Obat Herbal dan Kosmetik tersebut ;
• Adapun jenis Obat Herbal dan Kosmetik yang dijual oleh terdakwa tersebut sebagai mana barang-barang yang berhasil disita Petugas dari Toko milik terdakwa, adalah : Yang berupa sediaan farmasi berupa Obat Herbal antara lain :
1 Capsul Obat Kuat merk LIANZA sebanyak 2 (dua) kotak dan merk Nangen sebanyak 1(satu) kotak ;
2 Tablet Obat Kuat merk LEVITRA sebanyak 2 (dua) kotak, merk V 6 sebanyak 1 (satu) kotak, merk Max Man sebanyak 5 (lima ) kotak, merk Maximum Fower Full sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra China sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra (100 mg) sebanyak 3 (tiga) kotak dan merk Viagra buatan America sebanyak 2 (dua) kotak ;
3 Cream Obat Kuat merk Stud sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Play Boy sebanyak 1 (satu) kotak ;
4 Cairan Pembesar Alat Vital pria merk Lintah Oil sebanyak 7 (tujuh) kotak, merk Minyak Bulus sebanyak 14 (empat belas) kotak dan merk Cobra Oil sebanyak 3 (tiga) kotak ;
5 Cairan perangsang sexual merk American Viagra sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Set Drops sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Cairan Obat Kuat merk Procomil Spray sebanyak 1 (satu) kotak ;
7 Serbuk perangsang sexual merk Xibanyacang Ying Fen sebanyak 1 (satu) pak ; 8 Pil Chien Chin sebanyak 1 (satu) kotak ;
Sedangkan sediaan farmasi berupa Kosmetik antara lain: 1 Capsul Plangsing merk Fruit Plans sebanyak 5 (lima) kotak, 2 Cream penghilang bekas luka merk Meilibahenling 5 (lima) kotak; 3 Cream Pelangsing merk Green Tea sebanyak 1(satu) kotak;
4 Cream Pembersih Wajah merk Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1 (satu) kotak,
5 Kapsul Peninggi Badan ukuran Besar merk Grow -Up sebanyak 2 (dua) kotak dan Kecil merk Grow -Up sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Lotion pembesar Payudara merk Huomeiren sebanyak 3 (tiga) kotak, 7 Cairan Penumbuh Rambut merk Miracle Serum sebanyak 1 (satu) kotak, 8 Obat Pelangsing Tubuh merk Acai Berry sebanyak 2 (dua) kotak, 9 Pemerah Bibir merk Queen sebanyak 1 (satu) kotak,
10 Pemutih Badan merk Emilay sebanyak 2 (dua) kotak,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
11 Cream Pemutih Wajah merk Genuine sebanyak 1 (satu) kotak, dan merk Tensung sebanyak 1 (satu) kotak,
12 Cairan perontok bulu merk Ivoni Oil sebanyak 5 (lima) kotak, 13 Capsul Pembesar Payudara merk Enikong sebanyak 1 (satu) botol, 14 Cairan Pembesar Payudara merk Mei Yi Sheng sebanyak 1 (satu) kotak, 15 Cream Lulur Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1(satu) kotak, 16 Pelangsing Badan merk Fatloss sebanyak 3 (tiga) kotak,
17 Capsul Penggemuk Badan merk Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Super Ginseng Kianpi Pi) sebanyak 1 (satu) kotak,
18 Kapsul penghilang jerawat merk An Chang Wan sebanyak 1 (satu) kotak;
• Bahwa baik pada saat pengadaan maupun pada saat penjualan atau peredaran sediaan farmasi berupa Obat Herbal dan Kosmetik tersebut baik terdakwa maupun Sdr. KHOIRUL ANAM tidak memiliki izin dari pihak berwenang dan terdakwa juga tidak memiliki keahlian dalam hal kefarmasian ;
• Bahwa berdasarkan keterangan Saksi Ahli yaitu Sdri. Dra. DHIEN JUNINGTYAS S, obat herbal maupun kosmetik yang terdakwa jual tersebut termasuk dalam sediaan farmasi yang mana pada saat diedarkan barang-barang tersebut tidak terdaftar pada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hal ini dapat dilihat dari kemasannya yang tidak terdapat Izin maupun Nomer Registrasi dari BPOM;
• Bahwa selain barang -barang yang tersebut diatas, barang bukti lain yang berhasil disita Petugas dari Terdakwa adalah : Uang tunai sebesar Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah), 2 (dua) buah Benner, 1 (satu) buah Nota Penjualan dan 1 (satu) buah Buku Penjualan ;
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 197 jo pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP ;
-Menimbang, bahwa atas dakwaan penuntut umum tersebut, terdakwa menyatakan telah mengerti dan tidak mengajukan keberatan/eksepsi ;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya, Penuntut Umum dipersidangan mengajukan 4 (empat) orang saksi dan 1 (satu) Ahli yang masing-masing memberikan keterangan dibawah sumpah menurut cara agamanya pada pokoknya sebagai berikut :
1 Saksi EDY PURWOKO :
• Bahwa, saksi tidak kenal dan tidak ada hubungan keluarga dengan terdakwa ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2012 sekitar jam 15.00 Wib., bertempat disebuah Toko yang beralamat di Jl. Hos Cokroaminoto NO. 196, Kota Kediri, saksi bersama Sdr. BAGUS CANDRA anggota Polres Kota Kediri telah melakukan penangkapan terhadap Sdr. KHOIRUL ANAM, dimana Sdr. KHOIRUL ANAM kedapatan telah menjual dalam rangka peredaran sediaan farmasi berupa bermacam-macam Obat Herbal dan Kosmetik tanpa memiliki izin edar dari pihak berwenang ;
• Bahwa, pada saat dilakukan penangkapan terhadap terdakwa, ditemukan barang bukti berupa : Uang tunai sebesar Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah), 2 (dua) buah Benner, 1 (satu) buah Nota Penjualan dan 1 (satu) buah Buku Penjualan ; Dan Obat Herbal antara lain :
1 Capsul Obat Kuat merk LIANZA sebanyak 2 (dua) kotak dan merk Nangen sebanyak 1(satu) kotak ;
2 Tablet Obat Kuat merk LEVITRA sebanyak 2 (dua) kotak, merk V 6 sebanyak 1 (satu) kotak, merk Max Man sebanyak 5 (lima ) kotak, merk Maximum Fower Full sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra China sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra (100 mg) sebanyak 3 (tiga) kotak dan merk Viagra buatan America sebanyak 2 (dua) kotak ;
3 Cream Obat Kuat merk Stud sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Play Boy sebanyak 1 (satu) kotak ;
4 Cairan Pembesar Alat Vital pria merk Lintah Oil sebanyak 7 (tujuh) kotak, merk Minyak Bulus sebanyak 14 (empat belas) kotak dan merk Cobra Oil sebanyak 3 (tiga) kotak ;
5 Cairan perangsang sexual merk American Viagra sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Set Drops sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Cairan Obat Kuat merk Procomil Spray sebanyak 1 (satu) kotak ;
7 Serbuk perangsang sexual merk Xibanyacang Ying Fen sebanyak 1 (satu) pak ; 8 Pil Chien Chin sebanyak 1 (satu) kotak ;
Sedangkan sediaan farmasi berupa Kosmetik antara lain: 1 Capsul Plangsing merk Fruit Plans sebanyak 5 (lima) kotak, 2 Cream penghilang bekas luka merk Meilibahenling 5 (lima) kotak; 3 Cream Pelangsing merk Green Tea sebanyak 1(satu) kotak;
4 Cream Pembersih Wajah merk Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1 (satu) kotak,
5 Kapsul Peninggi Badan ukuran Besar merk Grow -Up sebanyak 2 (dua) kotak dan Kecil merk Grow -Up sebanyak 1(satu) kotak ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
6 Lotion pembesar Payudara merk Huomeiren sebanyak 3 (tiga) kotak, 7 Cairan Penumbuh Rambut merk Miracle Serum sebanyak 1 (satu) kotak, 8 Obat Pelangsing Tubuh merk Acai Berry sebanyak 2 (dua) kotak, 9 Pemerah Bibir merk Queen sebanyak 1 (satu) kotak,
10 Pemutih Badan merk Emilay sebanyak 2 (dua) kotak,
11 Cream Pemutih Wajah merk Genuine sebanyak 1 (satu) kotak, dan merk Tensung sebanyak 1 (satu) kotak,
12 Cairan perontok bulu merk Ivoni Oil sebanyak 5 (lima) kotak, 13 Capsul Pembesar Payudara merk Enikong sebanyak 1 (satu) botol, 14 Cairan Pembesar Payudara merk Mei Yi Sheng sebanyak 1 (satu) kotak, 15 Cream Lulur Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1(satu) kotak, 16 Pelangsing Badan merk Fatloss sebanyak 3 (tiga) kotak,
17 Capsul Penggemuk Badan merk Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Super Ginseng Kianpi Pi) sebanyak 1 (satu) kotak,
18 Kapsul penghilang jerawat merk An Chang Wan sebanyak 1 (satu) kotak;
• Bahwa, dari keterangan Sdr. KHOIRUL ANAM, dalam penjualan sediaan farmasi tersebut, yang bersangkutan adalah sebagai karyawan saja, sedangkan pemilik sediaan farmasi berupa Obat Herbal dan Kosmetik tersebut adalah Terdakwa ; • Bahwa, atas keterangan Sdr. KHOIRUL ANAM tersebut, saksi selanjutnya
melakukan penangkapan terhadap terdakwa ;
• Bahwa, setelah terdakwa ditangkap selanjutnya menerangkan bahwa benar sediaan farmasi berupa bermacam-macam Obat Herbal dan Kosmetik yang dijual dalam rangka peredaran yang dijaga oleh Sdr. KHOIRUL ANAM tersebut benar miliknya ;
• Bahwa, terdakwa tidak memiliki izin edar bermacam-macam Obat Herbal dan Kosmetik yang dijualnya, begitupun ketika terdakwa membelinya di Pasar Glodok Jakarta, terdakwa juga tidak memiliki izin ;
• Bahwa, saksi mengetahui bahwa obat-obatan maupun kosmetik tersebut tidak mempunyi izin edar karena pada label/kemasan tidak terdapat ijin dari BPOM, dan setelah dilakukan penelitian oleh ahli dari Departemen Kesehatan ternyata benar obat-obatan dan kosmetik tersebut tidak mempunyai ijin edar ;
• Bahwa, penjualan barang-barang tersebut dilakukan secara terang-terangan, setiap konsumen bisa mendatangi toko karena toko tersebut terletak di pinggir jalan dan ada papan nama yaitu Toko obat Herbal SULTAN, dan pembeli memilih sendiri barang yang akan dibeli barang-barang tersebut diletakkan di etalase ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, selain obat-obatan tanpa ada ijin edar, terdakwa tidak menjual obat lain, dan selama menjual tidak ada laporan dari masyarakat yang menggunakan obat atau kosmetik tersebut ada efek sampingnya, hanya ada laporan menjual obat tanpa ijin ; • Bahwa, berdasarkan keterangan KHOIRUL ANAM, Terdakwa menjual obat dan
kosmetik tanpa ada ijin edar dari BPOM tersebut sekitar 3 (tiga) bulan ;
• Bahwa, terdakwa bukan seorang Dokter, Pegawai Rumah Sakit atau Apoteker dan tidak pernah mengikuti pendidikan dalam hal obat-obatan ;
• Bahwa, saat diperlihatkan barang bukti, saksi membenarkannya ; 2 Saksi BAGUS CANDRA :
• Bahwa, saksi tidak kenal dan tidak ada hubungan keluarga dengan terdakwa ; • Bahwa, pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2012 sekitar jam 15.00 Wib.,
bertempat disebuah Toko yang beralamat di Jl. Hos Cokroaminoto NO. 196, Kota Kediri, saksi bersama Sdr. EDY PURWOKO anggota Polres Kota Kediri telah melakukan penangkapan terhadap Sdr. KHOIRUL ANAM, dimana Sdr. KHOIRUL ANAM kedapatan telah menjual dalam rangka peredaran sediaan farmasi berupa bermacam-macam Obat Herbal dan Kosmetik tanpa memiliki izin edar dari pihak berwenang ;
• Bahwa, pada saat dilakukan penangkapan terhadap terdakwa, ditemukan barang bukti berupa : Uang tunai sebesar Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah), 2 (dua) buah Benner, 1 (satu) buah Nota Penjualan dan 1 (satu) buah Buku Penjualan ; Dan Obat Herbal antara lain :
1 Capsul Obat Kuat merk LIANZA sebanyak 2 (dua) kotak dan merk Nangen sebanyak 1(satu) kotak ;
2 Tablet Obat Kuat merk LEVITRA sebanyak 2 (dua) kotak, merk V 6 sebanyak 1 (satu) kotak, merk Max Man sebanyak 5 (lima ) kotak, merk Maximum Fower Full sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra China sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra (100 mg) sebanyak 3 (tiga) kotak dan merk Viagra buatan America sebanyak 2 (dua) kotak ;
3 Cream Obat Kuat merk Stud sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Play Boy sebanyak 1 (satu) kotak ;
4 Cairan Pembesar Alat Vital pria merk Lintah Oil sebanyak 7 (tujuh) kotak, merk Minyak Bulus sebanyak 14 (empat belas) kotak dan merk Cobra Oil sebanyak 3 (tiga) kotak ;
5 Cairan perangsang sexual merk American Viagra sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Set Drops sebanyak 1(satu) kotak ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
6 Cairan Obat Kuat merk Procomil Spray sebanyak 1 (satu) kotak ;
7 Serbuk perangsang sexual merk Xibanyacang Ying Fen sebanyak 1 (satu) pak ; 8 Pil Chien Chin sebanyak 1 (satu) kotak ;
Sedangkan sediaan farmasi berupa Kosmetik antara lain: 1 Capsul Plangsing merk Fruit Plans sebanyak 5 (lima) kotak, 2 Cream penghilang bekas luka merk Meilibahenling 5 (lima) kotak; 3 Cream Pelangsing merk Green Tea sebanyak 1(satu) kotak;
4 Cream Pembersih Wajah merk Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1 (satu) kotak,
5 Kapsul Peninggi Badan ukuran Besar merk Grow -Up sebanyak 2 (dua) kotak dan Kecil merk Grow -Up sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Lotion pembesar Payudara merk Huomeiren sebanyak 3 (tiga) kotak, 7 Cairan Penumbuh Rambut merk Miracle Serum sebanyak 1 (satu) kotak, 8 Obat Pelangsing Tubuh merk Acai Berry sebanyak 2 (dua) kotak, 9 Pemerah Bibir merk Queen sebanyak 1 (satu) kotak,
10 Pemutih Badan merk Emilay sebanyak 2 (dua) kotak,
11 Cream Pemutih Wajah merk Genuine sebanyak 1 (satu) kotak, dan merk Tensung sebanyak 1 (satu) kotak,
12 Cairan perontok bulu merk Ivoni Oil sebanyak 5 (lima) kotak, 13 Capsul Pembesar Payudara merk Enikong sebanyak 1 (satu) botol, 14 Cairan Pembesar Payudara merk Mei Yi Sheng sebanyak 1 (satu) kotak, 15 Cream Lulur Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1(satu) kotak, 16 Pelangsing Badan merk Fatloss sebanyak 3 (tiga) kotak,
17 Capsul Penggemuk Badan merk Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Super Ginseng Kianpi Pi) sebanyak 1 (satu) kotak,
18 Kapsul penghilang jerawat merk An Chang Wan sebanyak 1 (satu) kotak;
• Bahwa, dari keterangan Sdr. KHOIRUL ANAM, dalam penjualan sediaan farmasi tersebut, yang bersangkutan adalah sebagai karyawan saja, sedangkan pemilik sediaan farmasi berupa Obat Herbal dan Kosmetik tersebut adalah Terdakwa ; • Bahwa, atas keterangan Sdr. KHOIRUL ANAM tersebut, saksi selanjutnya
melakukan penangkapan terhadap terdakwa ;
• Bahwa, setelah terdakwa ditangkap selanjutnya menerangkan bahwa benar sediaan farmasi berupa bermacam-macam Obat Herbal dan Kosmetik yang dijual dalam rangka peredaran yang dijaga oleh Sdr. KHOIRUL ANAM tersebut benar miliknya ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, terdakwa tidak memiliki izin edar bermacam-macam Obat Herbal dan Kosmetik yang dijualnya, begitupun ketika terdakwa membelinya di Pasar Glodok Jakarta, terdakwa juga tidak memiliki izin ;
• Bahwa, saksi mengetahui bahwa obat-obatan maupun kosmetik tersebut tidak mempunyai izin edar karena pada label/kemasan tidak terdapat ijin dari BPOM, dan setelah dilakukan penelitian oleh ahli dari Departemen Kesehatan ternyata benar obat-obatan dan kosmetik tersebut tidak mempunyai ijin edar ;
• Bahwa, penjualan barang-barang tersebut dilakukan secara terang-terangan, setiap konsumen bisa mendatangi toko karena toko tersebut terletak di pinggir jalan dan ada papan nama yaitu Toko obat Herbal SULTAN, dan pembeli memilih sendiri barang yang akan dibeli barang-barang tersebut diletakkan di etalase ;
• Bahwa, selain obat-obatan tanpa ada ijin edar, terdakwa tidak menjual obat lain, dan selama menjual tidak ada laporan dari masyarakat yang menggunakan obat atau kosmetik tersebut ada efek sampingnya, hanya ada laporan menjual obat tanpa ijin ; • Bahwa, berdasarkan keterangan KHOIRUL ANAM, Terdakwa menjual obat dan
kosmetik tanpa ada ijin edar dari BPOM tersebut sekitar 3 (tiga) bulan ;
• Bahwa, terdakwa bukan seorang Dokter, Pegawai Rumah Sakit atau Apoteker dan tidak pernah mengikuti pendidikan dalam hal obat-obatan ;
• Bahwa, saat diperlihatkan barang bukti, saksi membenarkannya ; 3. Saksi HADI SUKMA PRABOWO :
• Bahwa, yang saksi tahu dalam perkara ini yaitu kios/toko saksi telah disewa oleh terdakwa dengan harga sewa kios per tahun sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) ;
• Bahwa, saksi tidak tahu bahwa kios/toko yang disewakan pada terdakwa digunakan untuk berjualan obat/kosmetik tanpa ada ijin edar dari BPOM, karena bapak saksi yang menyewakan kios tersebut dan saksi tidak bertemu langsung pada saat terdakwa akan menyewa kios tersebut ;
• Bahwa, toko/kios yang disewa terdakwa ada papan nama didepannya yaitu Toko SULTAN ;
• Bahwa, setahu saksi, Toko SULTAN berjualan obat herbal karena tertulis juga di papan namanya ;
• Bahwa, saksi pernah datang ke toko dan ngobrol dengan terdakwa tapi tidak pernah menanyakan tentang barang dagangan terdakwa, sehingga saksi tidak tahu bahwa kios/toko yang saudara sewakan pada terdakwa digunakan untuk berjualan obat / kosmetik tanpa ada ijin edar dari BPOM ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, pada saat akan dikontrak, kios dalam keadaan kosong karena memang kios selalu dikontrakkan tidak pernah dipakai sendiri ;
• Bahwa, saksi tidak tahu barang bukti yang diajukan di persidangan ini ; 3 Saksi KHOIRUL ANAM ;
• Bahwa, saksi pernah diperiksa sehubungan telah ditangkap karena telah menjual obat dan kosmetik tanpa ijin edar, dan membenarkan keterangannya di Penyidik ; • Bahwa, saksi ditangkap pada hari Selasa, tanggal 11 Desember 2012 sekira pukul
15.00 Wib di toko SULTAN beralamatkan di JI. Hos Cokroaminoto nomor 196 Kota Kediri ;
• Bahwa, saat saksi ditangkap petugas menemukan barang bukti yang kemudian di sita, antara lain : Uang tunai sebesar Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah), 2 (dua) buah Benner, 1 (satu) buah Nota Penjualan dan 1 (satu) buah Buku Penjualan ;
• dan Obat Herbal antara lain :
1 Capsul Obat Kuat merk LIANZA sebanyak 2 (dua) kotak dan merk Nangen sebanyak 1(satu) kotak ;
2 Tablet Obat Kuat merk LEVITRA sebanyak 2 (dua) kotak, merk V 6 sebanyak 1 (satu) kotak, merk Max Man sebanyak 5 (lima ) kotak, merk Maximum Fower Full sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra China sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra (100 mg) sebanyak 3 (tiga) kotak dan merk Viagra buatan America sebanyak 2 (dua) kotak ;
3 Cream Obat Kuat merk Stud sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Play Boy sebanyak 1 (satu) kotak ;
4 Cairan Pembesar Alat Vital pria merk Lintah Oil sebanyak 7 (tujuh) kotak, merk Minyak Bulus sebanyak 14 (empat belas) kotak dan merk Cobra Oil sebanyak 3 (tiga) kotak ;
5 Cairan perangsang sexual merk American Viagra sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Set Drops sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Cairan Obat Kuat merk Procomil Spray sebanyak 1 (satu) kotak ;
7 Serbuk perangsang sexual merk Xibanyacang Ying Fen sebanyak 1 (satu) pak ; 8 Pil Chien Chin sebanyak 1 (satu) kotak ;
Sedangkan sediaan farmasi berupa Kosmetik antara lain: 1 Capsul Plangsing merk Fruit Plans sebanyak 5 (lima) kotak, 2 Cream penghilang bekas luka merk Meilibahenling 5 (lima) kotak; 3 Cream Pelangsing merk Green Tea sebanyak 1(satu) kotak;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4 Cream Pembersih Wajah merk Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1 (satu) kotak,
5 Kapsul Peninggi Badan ukuran Besar merk Grow -Up sebanyak 2 (dua) kotak dan Kecil merk Grow -Up sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Lotion pembesar Payudara merk Huomeiren sebanyak 3 (tiga) kotak, 7 Cairan Penumbuh Rambut merk Miracle Serum sebanyak 1 (satu) kotak, 8 Obat Pelangsing Tubuh merk Acai Berry sebanyak 2 (dua) kotak, 9 Pemerah Bibir merk Queen sebanyak 1 (satu) kotak,
10 Pemutih Badan merk Emilay sebanyak 2 (dua) kotak,
11 Cream Pemutih Wajah merk Genuine sebanyak 1 (satu) kotak, dan merk Tensung sebanyak 1 (satu) kotak,
12 Cairan perontok bulu merk Ivoni Oil sebanyak 5 (lima) kotak, 13 Capsul Pembesar Payudara merk Enikong sebanyak 1 (satu) botol, 14 Cairan Pembesar Payudara merk Mei Yi Sheng sebanyak 1 (satu) kotak, 15 Cream Lulur Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1(satu) kotak, 16 Pelangsing Badan merk Fatloss sebanyak 3 (tiga) kotak,
17 Capsul Penggemuk Badan merk Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Super Ginseng Kianpi Pi) sebanyak 1 (satu) kotak,
18 Kapsul penghilang jerawat merk An Chang Wan sebanyak 1 (satu) kotak; • Bahwa, saat ditangkap saksi sedang menjaga toko tersebut ;
• Bahwa, toko tersebut adalah milik terdakwa MIFTAHUL HUDA, dan saksi tidak ikut andil modal, hanya penjaga toko dan digaji oleh terdakwa MIFTAHUL HUDA sebesar Rp. 800.000,- per bulan, sejak September 2012 ;
• Bahwa, selain menjaga toko, tugas saksi melayani pembeli, membersihkan toko dan menata barang ;
• Bahwa, setahu saksi obat dan kosmetik tersebut dari luar negeri tapi tidak tahu darimana asalnya, saksi tidak pernah tanya pada terdakwa MIFTAHUL HUDA dan saksi juga tidak tahu obat dan kosmetik tersebut ada ijin edarnya atau tidak ; • Bahwa, produk yang paling laku adalah obat pelangsing ;
• Bahwa, toko tersebut terletak di pinggir jalan dan semua orang bisa dengan bebas datang dan membeli obat maupun kosmetiknya ;
• Bahwa, selama saksi menjadi penjaga toko SULTAN tidak ada konsumen yang komplain produk yang dibelinya berefek samping ;
• Bahwa, sebelum jadi karyawan terdakwa, saksi kerja di penjahit, kemudian saat menganggur saksi diajak terdakwa untuk bekerja padanya menjadi penjaga toko ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, saksi sudah lama kenal terdakwa karena masih saudara ;
• Bahwa, setahu saksi toko SULTAN menjual produk obat herbal dan juga kosmetik; • Bahwa, yang dijual di toko SULTAN untuk obat ada 19 macam, sedangkan untuk
kosmetik ada 21 macam ;
• Bahwa, sebelum kerja saksi diberitahu oleh terdakwa cara dan aturan pakai obat dan kosmetik tersebut kemudian saksi catat, sehingga apabila ada pembeli saksi bisa memberitahukannya ;
• Bahwa, apabila ada konsumen yang datang untuk membeli obat ataupun kosmetik tersebut, mereka langsung meminta sendiri barang yang diinginkan dan saksi tinggal melayani dan menerima pembayarannya ;
• Bahwa, saksi tidak tahu obat dan kosmetik yang dijual terdakwa tersebut tidak ada ijin edarnya, terdakwa juga tidak pernah bilang, dan selama saksi menjadi penjaga toko tersebut tidak pernah didatangi petugas Dinas Kesehatan atau petugas BPOM untuk mengadakan penyuluhan ;
• Bahwa, Obat dan kosmetik tersebut tidak ada bahasa Indonesianya, kemasan maupun wadahnya semua bahasa asing dan tidak ada terjemahan bahasa Indonesianya ;
• Bahwa, saksi tidak bisa membaca bahasa asing, dan pendidikan saksi hanya MTs ; • Bahwa, sebelum membuka toko obat dan kosmetik, pekerjaan terdakwa ikut tukang
jok kursi
• Bahwa, baik saksi maupun terdakwa tidak mempunyai pengalaman dalam hal menjual obat ;
• Bahwa, selain yang disita petugas, tidak ada obat-obatan lain yang disembunyikan di toko SULTAN ;
• Bahwa, omzet toko SULTAN per bulan sekitar Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah) ; • Bahwa, saksi tahu bukti yang diajukan di persidangan ini adalah bukti yang disita
dari toko SULTAN milik terdakwa tempat saksi bekerja ; 4 Keterangan Ahli : Dra. DHIEN JUNINGTYAS S.
• Bahwa, Ahli pernah diminta bantuan penyidik untuk dimintai pendapat sesuai keahliannya mengenai ijin edar obat dan kosmetik yang telah di sita dari terdakwa, dan memang benar obat dan kosmetik yang dijual terdakwa tidak ada ijin edarnya dari BPOM ;
• Bahwa, dalam memberikan pendapat sesuai keahliannya, Ahli mempunyai sertifikat yang berhubungan dengan hal tersebut yaitu sertifikasi kompetensi Apoteker ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, Ahli mengetahui obat dan kosmetik yang disita dari terdakwa tidak mempunyai ijin edar dari BPOM, hal tersebut tertera pada kemasan produk, dan bukti yang disita dari terdakwa tidak tertera ijin pada kemasan produknya ;
• Bahwa, sesuai dengan Undang-Undang Kesehatan, obat dan kosmetik yang beredar di Indonesia harus mempunyai ijin edar dari BPOM sehingga aman apabila di pergunakan oleh konsumen ;
• Bahwa, Ahli tidak tahu apakah obat yang disita dari terdakwa termasuk obat herbal karena kemasannya tertulis dalam bahasa Cina dan tidak terdapat bahasa Indonesia sama sekali, sehingga tidak di ketahui bagaimana komposisi obat tersebut ;
• Bahwa, persyaratan yang harus dipenuhi oleh obat maupun kosmetik import hampir sama dengan obat dan kosmetik produk Indonesia yaitu harus aman dari segi klinis, dan cara produksi yang baik dari Pabrik ;
• Bahwa, cara konsumen mengetahui bahwa suatu produk ada ijin dari BPOM adalah tertera pada label/kemasan suatu produk ;
• Bahwa, cara mengetahui bahwa produk tersebut sudah aman dari segi uji klinis, harus dilakukan uji klinis, untuk produk dari Indonesia uji klinis dilakukan dengan kerja sama dengan lembaga pendidikan misalnya IPB, tetapi kalau produk dari Luar Negeri maka Importir harus mempunyai Sertifikasi Uji Klinis yang diserahkan pada saat mengurus perijinan di BPOM ;
• Bahwa, pengajuan persyaratan ijin edar untuk alat-alat kesehatan pendaftaran ijin pada Dinas Kesehatan, untuk makanan dari industri kecil ijin pada Dinas Kesehatan tempat asal pemohon dan yang sering disalahgunakan oleh produsen, ijin tersebut seharusnya diperuntukkan makanan tetapi ternyata dipergunakan untuk jamu ; • Bahwa, selama tidak mempunyai ijin edar, obat-obatan import tersebut tidak boleh
dijual dimanapun karena belum tentu aman untuk orang Indonesia, selama belum ada uji klinis ;
• Bahwa, pengajuan ijin edar untuk obat dan makanan impor didaftarkan ke BPOM, sedangkan untuk obat dan makanan tradisional ijin didaftarkan ke Balai POM ; • Bahwa, syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh produsen yaitu ada ijin produksi dan
ijin edar, dan semua produk harus ada aturan pakai ;
• Bahwa, untuk produk import, ada ketentuan penggunaan bahasa Indonesia dalam aturan pemakaian, minimal memakai huruf yang sama dengan huruf Indonesia ; • Bahwa, dasar hukum yang mengatur terhadap peredaran obat dan kosmetik diatur
oleh Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia Nomor : 0101/Menkes/Per/
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
XI/2008, Tentang registrasi obat. Peraturan menteri kesehatan Republik Indonesia 1176/Menkes/Per/VllI/2010, Tentang notifikasi kosmetik ;
• Bahwa, produk-produk yang di ajukan sebagai bukti di persidangan untuk obat ada 19 macam, sedangkan untuk kosmetik ada 21 macam dan semua tidak mempunyai ijin edar ;
• Bahwa, apabila sudah mempunyai ijin edar, yang diperbolehkan menjual tergantung penggolongannya, golongan obat keras harus di apotik, golongan obat bebas bisa dijual dimana saja, sedangkan untuk kosmetik bisa dijual bebas dimana saja ; • Bahwa, apabila sudah ada label ijin edar dari BPOM berarti komposisi tersebut
sudah diuji ulang dan disetujui sehingga aman dikonsumsi konsumen karena komposisi dijamin sesuai antara label dan isinya ;
Menimbang, bahwa atas pertanyaan Hakim Ketua mengenai keterangan para saksi dan Ahli tersebut diatas, terdakwa membenarkan dan tidak keberatan ;
Menimbang, bahwa di persidangan telah pula didengar keterangan terdakwa yang pada pokoknya memberi keterangan sebagai berikut :
• Bahwa, terdakwa pernah diperiksa penyidik sehubungan telah tertangkap karena telah menjual obat dan kosmetik tanpa ada ijin edar dari BPOM ;
• Bahwa, terdakwa pada hari Selasa, tanggal 11 Desember 2012 sekira pukul 15.00 Wib di toko SULTAN beralamatkan di JI. Hos Cokroaminoto nomor 196 Kota Kediri, setelah sebelumnya polisi menangkap pegawainya yaitu KHOIRUL ANAM ;
• Bahwa, saat terdakwa ditangkap, petugas menemukan barang bukti yang kemudian di sita, antara lain : Uang tunai sebesar Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah), 2 (dua) buah Benner, 1 (satu) buah Nota Penjualan dan 1 (satu) buah Buku Penjualan ;
• Dan Obat Herbal antara lain :
1 Capsul Obat Kuat merk LIANZA sebanyak 2 (dua) kotak dan merk Nangen sebanyak 1(satu) kotak ;
2 Tablet Obat Kuat merk LEVITRA sebanyak 2 (dua) kotak, merk V 6 sebanyak 1 (satu) kotak, merk Max Man sebanyak 5 (lima ) kotak, merk Maximum Fower Full sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra China sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra (100 mg) sebanyak 3 (tiga) kotak dan merk Viagra buatan America sebanyak 2 (dua) kotak ;
3 Cream Obat Kuat merk Stud sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Play Boy sebanyak 1 (satu) kotak ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
4 Cairan Pembesar Alat Vital pria merk Lintah Oil sebanyak 7 (tujuh) kotak, merk Minyak Bulus sebanyak 14 (empat belas) kotak dan merk Cobra Oil sebanyak 3 (tiga) kotak ;
5 Cairan perangsang sexual merk American Viagra sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Set Drops sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Cairan Obat Kuat merk Procomil Spray sebanyak 1 (satu) kotak ;
7 Serbuk perangsang sexual merk Xibanyacang Ying Fen sebanyak 1 (satu) pak ; 8 Pil Chien Chin sebanyak 1 (satu) kotak ;
Sedangkan sediaan farmasi berupa Kosmetik antara lain: 1 Capsul Plangsing merk Fruit Plans sebanyak 5 (lima) kotak, 2 Cream penghilang bekas luka merk Meilibahenling 5 (lima) kotak; 3 Cream Pelangsing merk Green Tea sebanyak 1(satu) kotak;
4 Cream Pembersih Wajah merk Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1 (satu) kotak,
5 Kapsul Peninggi Badan ukuran Besar merk Grow -Up sebanyak 2 (dua) kotak dan Kecil merk Grow -Up sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Lotion pembesar Payudara merk Huomeiren sebanyak 3 (tiga) kotak, 7 Cairan Penumbuh Rambut merk Miracle Serum sebanyak 1 (satu) kotak, 8 Obat Pelangsing Tubuh merk Acai Berry sebanyak 2 (dua) kotak, 9 Pemerah Bibir merk Queen sebanyak 1 (satu) kotak,
10 Pemutih Badan merk Emilay sebanyak 2 (dua) kotak,
11 Cream Pemutih Wajah merk Genuine sebanyak 1 (satu) kotak, dan merk Tensung sebanyak 1 (satu) kotak,
12 Cairan perontok bulu merk Ivoni Oil sebanyak 5 (lima) kotak, 13 Capsul Pembesar Payudara merk Enikong sebanyak 1 (satu) botol, 14 Cairan Pembesar Payudara merk Mei Yi Sheng sebanyak 1 (satu) kotak, 15 Cream Lulur Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1(satu) kotak, 16 Pelangsing Badan merk Fatloss sebanyak 3 (tiga) kotak,
17 Capsul Penggemuk Badan merk Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Super Ginseng Kianpi Pi) sebanyak 1 (satu) kotak,
18 Kapsul penghilang jerawat merk An Chang Wan sebanyak 1 (satu) kotak;
• Bahwa, terdakwa mendapatkan obat dan kosmetik yang dijual di toko SULTAN tersebut dari pasar Glogok Jakarta, yang dijual secara bebas dan tidak sembunyi-sembunyi ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Ya, saat membeli obat dan kosmetik di pasar Glodok Jakarta, barang-barang tersebut dijual secara bebas dan tidak sembunyi-sembunyi ;
• Bahwa, pada saat terdakwa membeli di pasar Glodok, terdakwa tahu obat dan kosmetik tersebut tidak ada ijin edarnya dari BPOM ;
• Bahwa, obat dan kosmetik tersebut dijual secara bebas di pinggir jalan, tidak sembunyi-sembunyi ;
• Bahwa, terdakwa membeli obat dan kosmetik tersebut sekitar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah), dan apabila dijual lagi laku sekitar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) ; • Bahwa, terdakwa berjualan obat dan kosmetik tanpa ada ijin edar tersebut sekitar
10 bulan di Kediri, dan sebelumnya terdakwa berjualan di Pekalongan ;
• Bahwa, alasan terdakwa membuka toko di Kediri, karena pada saat main ke Kediri, terdakwa melihat Kediri kotanya berkembang, sehingga tertarik untuk membuka usaha di Kediri ;
• Bahwa, sebelum menjual obat dan kosmetik tersebut, terdakwa tidak pernah mengikuti pendidikan tentang kesehatan ;
• Bahwa, terdakwa tahu aturan pemakaian sebelum obat dan kosmetik tersebut dipergunakan oleh konsumen, karena saat membeli di pasar Glodok Jakarta, sebelumnya terdakwa diberitahu oleh penjualnya tentang aturan pakai obat dan kosmetik tersebut, sehingga terdakwa bisa memberitahukannya pada konsumen saat mereka membeli di tokonya ;
• Bahwa, terdakwa selain menghapalkan aturan-aturannya, terdakwa juga menulisnya supaya tidak lupa, misalnya untuk obat kejantanan seperti Viagra, dipergunakan pada saat akan berhubungan tetapi tidak diperbolehkan bagi yang mempunyai darah tinggi dan berefek samping tidak bagus untuk kerja jantung ;
• Bahwa, selama terdakwa membuka toko tersebut tidak pernah didatangi petugas Dinas Kesehatan atau petugas BPOM untuk mengadakan penyuluhan ;
• Bahwa, terdakwa tidak mempunyai ijin dagang atau ijin-ijin lain sehubungan dengan pembukaan toko tersebut ;
• Bahwa, sejak membeli obat dan kosmetik di pasar Glodok kemudian di jual lagi, terdakwa tahu bahwa obat dan kosmetik tersebut tidak ada ijin edarnya dari BPOM, dan tahu hal tersebut dilarang oleh undang-undang ;
• Bahwa, selama terdakwa menjual obat dan kosmetik tersebut tidak pernah ada konsumen yang komplain karena ada efek samping ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, terdakwa menjual obat dan kosmetik tanpa ada ijin edar dari BPOM karena ingin memperoleh keuntungan sehingga terdakwa bisa membantu membelikan obat untuk orang tuanya yang sedang sakit ;
• Bahwa, keuntungan terdakwa dapatkan dari berjualan obat dan kosmetik tersebut sekitar Rp. 2.000.000,- sampai Rp. 3.000.000,- ;
• Bahwa dengan kejadian ini terdakwa merasa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya ;
Menimbang bahwa dipersidangan oleh penuntut umum telah diajukan barang bukti berupa : Uang tunai sebesar Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah), 2 (dua) buah Benner, 1 (satu) buah Nota Penjualan dan 1 (satu) buah Buku Penjualan ;
• Dan Obat Herbal antara lain :
1 Capsul Obat Kuat merk LIANZA sebanyak 2 (dua) kotak dan merk Nangen sebanyak 1(satu) kotak ;
2 Tablet Obat Kuat merk LEVITRA sebanyak 2 (dua) kotak, merk V 6 sebanyak 1 (satu) kotak, merk Max Man sebanyak 5 (lima ) kotak, merk Maximum Fower Full sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra China sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra (100 mg) sebanyak 3 (tiga) kotak dan merk Viagra buatan America sebanyak 2 (dua) kotak ;
3 Cream Obat Kuat merk Stud sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Play Boy sebanyak 1 (satu) kotak ;
4 Cairan Pembesar Alat Vital pria merk Lintah Oil sebanyak 7 (tujuh) kotak, merk Minyak Bulus sebanyak 14 (empat belas) kotak dan merk Cobra Oil sebanyak 3 (tiga) kotak ;
5 Cairan perangsang sexual merk American Viagra sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Set Drops sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Cairan Obat Kuat merk Procomil Spray sebanyak 1 (satu) kotak ;
7 Serbuk perangsang sexual merk Xibanyacang Ying Fen sebanyak 1 (satu) pak ; 8 Pil Chien Chin sebanyak 1 (satu) kotak ;
Sedangkan sediaan farmasi berupa Kosmetik antara lain: 1 Capsul Plangsing merk Fruit Plans sebanyak 5 (lima) kotak, 2 Cream penghilang bekas luka merk Meilibahenling 5 (lima) kotak; 3 Cream Pelangsing merk Green Tea sebanyak 1(satu) kotak;
4 Cream Pembersih Wajah merk Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1 (satu) kotak,
5 Kapsul Peninggi Badan ukuran Besar merk Grow -Up sebanyak 2 (dua) kotak dan Kecil merk Grow -Up sebanyak 1(satu) kotak ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
6 Lotion pembesar Payudara merk Huomeiren sebanyak 3 (tiga) kotak, 7 Cairan Penumbuh Rambut merk Miracle Serum sebanyak 1 (satu) kotak, 8 Obat Pelangsing Tubuh merk Acai Berry sebanyak 2 (dua) kotak, 9 Pemerah Bibir merk Queen sebanyak 1 (satu) kotak,
10 Pemutih Badan merk Emilay sebanyak 2 (dua) kotak,
11 Cream Pemutih Wajah merk Genuine sebanyak 1 (satu) kotak, dan merk Tensung sebanyak 1 (satu) kotak,
12 Cairan perontok bulu merk Ivoni Oil sebanyak 5 (lima) kotak, 13 Capsul Pembesar Payudara merk Enikong sebanyak 1 (satu) botol, 14 Cairan Pembesar Payudara merk Mei Yi Sheng sebanyak 1 (satu) kotak, 15 Cream Lulur Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1(satu) kotak, 16 Pelangsing Badan merk Fatloss sebanyak 3 (tiga) kotak,
17 Capsul Penggemuk Badan merk Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Super Ginseng Kianpi Pi) sebanyak 1 (satu) kotak,
18 Kapsul penghilang jerawat merk An Chang Wan sebanyak 1 (satu) kotak;,
setelah diperlihatkan kepada para saksi dan terdakwa ternyata mereka membenarkan barang bukti tersebut, oleh karenanya barang bukti tersebut akan digunakan untuk mendukung pertimbangan pembuktian ;
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan para saksi yang dihubungkan dengan keterangan terdakwa serta barang bukti yang diajukan dipersidangan, ternyata satu sama lain saling bersesuaian sehingga diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :
• Bahwa, terdakwa telah ditangkap oleh polisi pada hari Selasa, tanggal 11 Desember 2012 sekira pukul 15.00 Wib di toko SULTAN beralamatkan di JI. Hos Cokroaminoto nomor 196 Kota Kediri, setelah sebelumnya polisi menangkap pegawainya yaitu KHOIRUL ANAM ;
• Bahwa, saat terdakwa ditangkap, petugas menemukan barang bukti yang kemudian di sita, antara lain : Uang tunai sebesar Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah), 2 (dua) buah Benner, 1 (satu) buah Nota Penjualan dan 1 (satu) buah Buku Penjualan ;
• Dan Obat Herbal antara lain : • Dan Obat Herbal antara lain :
1 Capsul Obat Kuat merk LIANZA sebanyak 2 (dua) kotak dan merk Nangen sebanyak 1(satu) kotak ;
2 Tablet Obat Kuat merk LEVITRA sebanyak 2 (dua) kotak, merk V 6 sebanyak 1 (satu) kotak, merk Max Man sebanyak 5 (lima ) kotak, merk Maximum Fower Full sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra China sebanyak 1 (satu) kotak, merk Viagra
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
(100 mg) sebanyak 3 (tiga) kotak dan merk Viagra buatan America sebanyak 2 (dua) kotak ;
3 Cream Obat Kuat merk Stud sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Play Boy sebanyak 1 (satu) kotak ;
4 Cairan Pembesar Alat Vital pria merk Lintah Oil sebanyak 7 (tujuh) kotak, merk Minyak Bulus sebanyak 14 (empat belas) kotak dan merk Cobra Oil sebanyak 3 (tiga) kotak ;
5 Cairan perangsang sexual merk American Viagra sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Set Drops sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Cairan Obat Kuat merk Procomil Spray sebanyak 1 (satu) kotak ;
7 Serbuk perangsang sexual merk Xibanyacang Ying Fen sebanyak 1 (satu) pak ; 8 Pil Chien Chin sebanyak 1 (satu) kotak ;
Sedangkan sediaan farmasi berupa Kosmetik antara lain: 1 Capsul Plangsing merk Fruit Plans sebanyak 5 (lima) kotak, 2 Cream penghilang bekas luka merk Meilibahenling 5 (lima) kotak; 3 Cream Pelangsing merk Green Tea sebanyak 1(satu) kotak;
4 Cream Pembersih Wajah merk Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1 (satu) kotak,
5 Kapsul Peninggi Badan ukuran Besar merk Grow -Up sebanyak 2 (dua) kotak dan Kecil merk Grow -Up sebanyak 1(satu) kotak ;
6 Lotion pembesar Payudara merk Huomeiren sebanyak 3 (tiga) kotak, 7 Cairan Penumbuh Rambut merk Miracle Serum sebanyak 1 (satu) kotak, 8 Obat Pelangsing Tubuh merk Acai Berry sebanyak 2 (dua) kotak, 9 Pemerah Bibir merk Queen sebanyak 1 (satu) kotak,
10 Pemutih Badan merk Emilay sebanyak 2 (dua) kotak,
11 Cream Pemutih Wajah merk Genuine sebanyak 1 (satu) kotak, dan merk Tensung sebanyak 1 (satu) kotak,
12 Cairan perontok bulu merk Ivoni Oil sebanyak 5 (lima) kotak, 13 Capsul Pembesar Payudara merk Enikong sebanyak 1 (satu) botol, 14 Cairan Pembesar Payudara merk Mei Yi Sheng sebanyak 1 (satu) kotak, 15 Cream Lulur Whitening & De Speaking Cleanser sebanyak 1(satu) kotak, 16 Pelangsing Badan merk Fatloss sebanyak 3 (tiga) kotak,
17 Capsul Penggemuk Badan merk Ginseng Kianpi Pil sebanyak 1 (satu) kotak dan merk Super Ginseng Kianpi Pi) sebanyak 1 (satu) kotak,
18.Kapsul penghilang jerawat merk An Chang Wan sebanyak 1 (satu) kotak;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, terdakwa mendapatkan obat dan kosmetik yang dijual di toko SULTAN tersebut dari pasar Glogok Jakarta, yang dijual secara bebas dan tidak sembunyi-sembunyi ;
• Bahwa saat membeli obat dan kosmetik di pasar Glodok Jakarta, barang-barang tersebut dijual secara bebas dan tidak sembunyi-sembunyi ;
• Bahwa, pada saat terdakwa membeli di pasar Glodok, terdakwa tahu obat dan kosmetik tersebut tidak ada ijin edarnya dari BPOM ;
• Bahwa, obat dan kosmetik tersebut dijual secara bebas di pinggir jalan, tidak sembunyi-sembunyi ;
• Bahwa, terdakwa membeli obat dan kosmetik tersebut sekitar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah), dan apabila dijual lagi laku sekitar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) ; • Bahwa, terdakwa berjualan obat dan kosmetik tanpa ada ijin edar tersebut sekitar
10 bulan di Kediri, dan sebelumnya terdakwa berjualan di Pekalongan ;
• Bahwa, alasan terdakwa membuka toko di Kediri, karena pada saat main ke Kediri, terdakwa melihat Kediri kotanya berkembang, sehingga tertarik untuk membuka usaha di Kediri ;
• Bahwa, sebelum menjual obat dan kosmetik tersebut, terdakwa tidak pernah mengikuti pendidikan tentang kesehatan ;
• Bahwa, terdakwa tahu aturan pemakaian sebelum obat dan kosmetik tersebut dipergunakan oleh konsumen, karena saat membeli di pasar Glodok Jakarta, sebelumnya terdakwa diberitahu oleh penjualnya tentang aturan pakai obat dan kosmetik tersebut, sehingga terdakwa bisa memberitahukannya pada konsumen saat mereka membeli di tokonya ;
• Bahwa, terdakwa selain menghapalkan aturan-aturannya, terdakwa juga menulisnya supaya tidak lupa, misalnya untuk obat kejantanan seperti Viagra, dipergunakan pada saat akan berhubungan tetapi tidak diperbolehkan bagi yang mempunyai darah tinggi dan berefek samping tidak bagus untuk kerja jantung ;
• Bahwa, selama terdakwa membuka toko tersebut tidak pernah didatangi petugas Dinas Kesehatan atau petugas BPOM untuk mengadakan penyuluhan ;
• Bahwa, terdakwa tidak mempunyai ijin dagang atau ijin-ijin lain sehubungan dengan pembukaan toko tersebut ;
• Bahwa, sejak membeli obat dan kosmetik di pasar Glodok kemudian di jual lagi, terdakwa tahu bahwa obat dan kosmetik tersebut tidak ada ijin edarnya dari BPOM, dan tahu hal tersebut dilarang oleh undang-undang ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
• Bahwa, selama terdakwa menjual obat dan kosmetik tersebut tidak pernah ada konsumen yang komplain karena ada efek samping ;
• Bahwa, terdakwa menjual obat dan kosmetik tanpa ada ijin edar dari BPOM karena ingin memperoleh keuntungan sehingga terdakwa bisa membantu membelikan obat untuk orang tuanya yang sedang sakit ;
Bahwa, keuntungan terdakwa dapatkan dari berjualan obat dan kosmetik tersebut sekitar Rp. 2.000.000,- sampai Rp. 3.000.000,- ;
Menimbang bahwa untuk mempersingkat uraian putusan ini maka segala yang telah termuat dalam berita acara persidangan untuk itu dianggap telah pula termuat dalam putusan ini ;
Menimbang bahwa dengan memperhatikan keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa serta persesuaiannya dengan barang bukti yang diajukan di persidangan, setelah dihubungkan antara yang satu dengan yang lain, Majelis pada akhirnya akan mempertimbangkan apakah terdakwa dapat dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan kepadanya ;
Menimbang, bahwa terdakwa telah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum dengan dakwaan tunggal yaitu melanggar pasal 197 jo pasal 106 ayat 1 Undang Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan jo pasal 55 ayat 1 KUHP yang unsur unsurnya sebagai berikut :
1 Barang Siapa 2 Sengaja
3 Memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar.
4 Orang yang melakukan,menyuruh melakukan dan atau turut serta melakukan. Ad 1. Unsur Barang siapa
Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan barangsiapa adalah setiap orang, yang merupakan subyek hukum, yang melakukan tindak pidana sebagaimana dalam rumusan ketentuan undang-undang;
Menimbang, bahwa dalam perkara ini, maka yang dimaksud dengan barangsiapa adalah orang yang didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana dalam surat dakwaan Penuntut Umum;
Menimbang, bahwa dalam surat dakwaan, orang yang didakwa oleh Penuntut Umum telah melakukan tindak pidana adalah MIFTAHUL HUDA bin MAT KOZIN ;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]