• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDIDIKAN KEWARGANERAAN MEMBANGUN BUDAY. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENDIDIKAN KEWARGANERAAN MEMBANGUN BUDAY. docx"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENDIDIKAN KEWARGANERAAN

MEMBANGUN BUDAYA DEMOKRASI YANG BENAR

DAN BERTANGGUNG JAWAB

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pedoman Penulisan

Karya Ilmiah yang dibimbing oleh

Dr. Sutoyo, S.H, M.Hum

Disusun Oleh :

Alifia Ramadhania Anwar 170533628605 Egga Martiana 170533628558

Fajri Novitasari 170533628549 Farhany Zaki Ulfirisa 170533628514

Silviya Yulia Silvi 170542532002 Tiara Kusumaningrum 170542532011

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS TEKNIK

(2)

APRIL 2018

KATA PENGANTAR

Assalamu”alaikum Wr.Wb

Alhamdulillah, puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T atas limpahan rahmat dan pertolonganNya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Membangun Budaya Demokrasi yang Benar dan Bertanggung Jawab dengan lancar.

Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian laporan ini. Kami menyadari bahwa makalah yang telah disusun masih jauh dari kesempurnaan, dengan besar hati kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca sekalian.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Malang, April 2018

(3)

DAFTAR ISI

1. Adat Kebudayaan Probolinggo 2. Sejarah Perayaan Upacara Kasada 3. Tradisi Perayaan Upacara Kasada 4. Definisi Pendidikan Multikultural

5. Penanaman Pendidikan Multikultural Dalam Tradisi Upacara Kasada

BAB III PENUTUP

I. Kesimpulan II. Kritk dan Saran

(4)

DAFTAR GAMBAR

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masyarakat Indonesia merupakan suatu masyarakat majemuk yang memiliki keanekaragaman di dalam berbagai aspek kehidupan. Bukti nyata adanya kemajemukan di dalam masyarakat kita terlihat dalam beragamnya kebudayaan di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa kebudayaan merupakan hasil cipta, rasa, karsa manusia yang menjadi sumber kekayaan bagi bangsa Indonesia.

Tidak ada satu masyarakat pun yang tidak memiliki kebudayaan. Begitu pula sebaliknya tidak akan ada kebudayaan tanpa adanya masyarakat. Ini berarti begitu besar kaitan antara kebudayaan dengan masyarakat. Kebiasaan masyarakat yang berbeda-beda di karenakan setiap masyarakat/suku memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan suku lainnya.

Setiap masyarakat pastilah memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat lainnya yang menjadi penanda keberadaan suatu masyarakat/suku, sebagai contoh masyarakat Ambon, adalah salah satu masyarakat Indonesia yang berada di kawasan Maluku. Masyarakat Ambon ini memiliki karekteristik kebudayaan yang berbeda. Keunikan karakteristik suku Ambon ini tercermin dari kebudayaan yang mereka miliki baik dari segi agama, mata pencaharian, kesenian dan lain sebagainya.

Suku Ambon dengan sekelumit kebudayaannya merupakan salah satu hal yang menarik untuk dipelajari dalam bidang kajian mata kuliah Pengantar Sosiologi yang juga akan menjadi bekal ilmu pengetahuan bagi kita dalam hal kebudayaan.

B. Pokok Pembahasan

(6)

- Apa saja produk budaya Ambon ?

- Bagaimana proses asimilasi dan enkulturasi serta pembangunan dan modernisasi di Ambon ?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu :

- Mengetahui batas wilayah dan sejarah serta kebudayaan Ambon

- Mengetahui produk budaya Ambon

Referensi

Dokumen terkait

Kendati kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama, seperti di Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda,

Variabel intervening adalah variabel yang menjadi media pada suatu hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat.. Sebagai contoh, prestasi kerja pengaruh

terhadap kebudayaan mempertahankan bahwa setiap pola kelakuan yang sudah menjadi kebiasaan, setiap kepercayaan dan sikap yang merupakan bagian dari kebudayaan dalam suatu

Setiap propinsi yang pada saat ini mencapai 33 propinsi memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya baik dari suku, bangsa, bahasa, adat istiadat, kesenian, dan lain

Setiap propinsi yang pada saat ini mencapai 33 propinsi memiliki kebudayaan yang berbeda satu sama lainnya baik dari suku, bangsa, bahasa, adat istiadat, kesenian, dan lain

Asosiasi kebudayaan sosial adalah salah satu faktor penting lainnya; (7) style, register, dialek, yaitu mampu membedakan tingkatan yang berbeda dari suatu bahasa

Kebudayaan yang dimiliki oleh setiap masyarakat itu tidak sama, seperti yang ada dalam Negara kita yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang berbeda,

Dalam fase ketiga ini ilmu antropologi menjadi suatu ilmu yang praktis, dan tujuannya dapat dirumuskan sebagai berikut: mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa diluar