• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK

MENDIAGNOSA PENYAKIT STROKE ISKEMIK DENGAN

MENGGUNAKAN BAHASA PEMOGRAMAN PHP DAN MYSQL.

Romy Ramanda “,Guslendra S.kom, M.kom”, Abulwafa Muhammad, S.kom, M.kom” 1)Teknik Informatika,UPI “YPTK”, Padang

email: [email protected] 2) Guslendra S.kom, M.kom email: [email protected] 3) Abulwafa Muhammad S.kom, M.kom

email: [email protected]

ABSTRACT

The current era of technological development is very rapid, one of which is a system that is able to adopt the technology and human thinking process that expert systems, where the system is a system containing an expert knowledge that is applied to a system. The purpose of this system is that everyone can use to help solve a specific problem, in this case I tried to implement an expert system for diagnosing ischemic stroke disease using Fordward Chaining method, where in the process soerang user or users will be faced with some questions based on symptoms of the disease, and get the results of the diagnosis according to the answers of the questions asked by the system.

With the existence of this system is expected to provide benefits to the people who use it, which can help people to diagnose diseases such as stroke ischemic stroke transient ischemic attack (TIA) and stroke RIND and diseases associated with ischemic srtoke namely diabetes mellitus, hypertension, heart failure, stroke and chronic renal failure and can find ways of prevention and treatment. In designing the system is built using the programming language PHP and MySql

Keyword : Expert System, Disease of ischemic stroke, PHP & Mysql

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Stroke adalah suatu gangguan pendarahan dara di otak. Organisasi kesehatan World Health Organization (WHO) mendefinisikan stroke sebagai sindrom klinis dengan “Gangguan fokal atau global dari fungsi otak yang berkembang dengan cepat, dengan gejala yang bertahan lebih dari 24 jam atau lebih atau dapat menyebabkan kematian, dengan penyebab yang tak lain berasal dari gangguan sirkulasi darah”.

Stroke iskemikterjadi ketika asupan oksigen ke bagian tertentu dari otak terhalang sebentar, lalu kembali normal. Halangan tersebut biasanya disebabkan oleh penyempitan arteri otak karena aterosklerosis atau gumpalan darah kecil yang terbawa masuk dari tempat lain dalam tubuh dan menyumbat arteri otak. Kebanyakan stroke iskemik hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit dengan gejala yang bersifat temporer. Sebagian stroke iskemik lainnya berlangsung hingga beberapa jam. Bila berlanjut lebih dari 24 jam maka dikategorikan sebagai stroke biasa.

Meskipun seorang pakar adalah orang yang ahli dibidangnya, namun dalam kenyataannya seorang

pakar mempunyai keterbatasan daya ingat dan stamina kerja yang salah satunya faktornya mungkin disebabkan karena usia dari seorang pakar dan suatu ketika bisa saja melakukan kesalahan pada hasilnya diagnosa yang bisa beelanjut pada kesalahan solusi yang diambil.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut ditawarkan pemanfaatan teknologi, seperti diketahui saat ini telah berkembang bidang studi Artificial Intelegence (AI) atau kecerdasan buatan yang mempelajari serta mampu meniru kecerdasan manusia. Salah satu cakupan AI adalah sistem pakar (Expert System) yang diperuntukan seorang pakarguna membantu masyarakat awam. Sietem pakar adalah suatu cabang kecerdasan buatan yang menggunakan pengetahuan-pengetahuan khusus yang dimiliki oleh seorang ahli untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu.

(2)

Beradasarkan uraian dia atas penulis bermaksud menuangkan dalam Tugas Akhir dengan judul : “PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT

STROKE ISKEMIK DENGAN

MENGGUNAKAN BAHASA PEMOGRAMAN PHP DAN MYSQL” Dalam pembuatannya, perancangan yang dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP & MYSQL.

Rumusan Masalah

Berkaitan dengan latar belakang dari pemilihan judul di atas, maka dapat dirumuskan masalah-masalah yang dihadapi sebagai berikut :

1. Bagaimana sistem pakar mampu memberikan informasi mengenai Penyakit Stroke iskemik

(stroke iskemik TIA, Stroke iskemik RIND, dan penyakit lainnya seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, Gagal Jantung , Gagal ginjal kronik), baik gejala maupun solusinya ?

Bagaimana mesin inferensi dapat melakukan penelusuran penyakit, gejala, sehingga menghasilkan suatu informasi atau solusi ?

Hipotesis

Berdasarkan rumusan masalah diatas maka penulis dapat mengemukakan hipotesis sebagai berikut :

1. Sistem yang dirancang dapat memberikan informasi mengenai gejala serta solusi dari

Penyakit Stroke iskemik (stroke iskemik TIA, Stroke iskemik RIND, dan penyakit lainnya seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, Gagal Jantung , Gagal ginjal kronik) yang didapat dari seorang pakar dan dapat digunakan kapanpun, serta tidak membutuhkan waktu yang lama dalam mendiagnosanya.

2. Metode Forward Chaining digunakan untuk mendapatkan hasil keputusan yang maksimal

dalam upaya untuk menanggulangi Penyakit Stroke iskemik (stroke iskemik TIA, Stroke iskemik RIND, dan penyakit lainnya seperti Diabetes Mellitus, Hipertensi, Gagal Jantung , Gagal ginjal kronik).

Batasan Masalah

Agar penulisan tugas akhir ini lebih terarah dab terstruktur, maka penulis melakukan pembatasan masalah terhadap penulisan tugas akhir ini. Batasan-batasan dalam penelitian ini antara lain :

1. Perancangan program aplikasi sistem pakar menggunakan bahasa pemograman PHP dan MySQL sebagai databasenya

2. Sistem pakar ini hanya membahas diagnosa penyakit stroke iskemik dan upaya untuk pencegahannya.

3. Solusi yang diberikan berupa informasi untuk diketahui oleh masyarakat umum khususnya penderita stroke iskemik berdasarkan data-data masukan yang dapat membantu untuk penanganan selanjutnya.

4.

Sistem pakar ini dalam mendiagnosa penyakit stroke dan upaya untuk pencagahan dengan menggunakan metode Forward Chaining

berbasis Web.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukan penelitian adalah untuk :

1. Membantu bagi penderita penyakit stroke iskemik dalam mengetahui jenis penyakit dan gejalanya serta penangulanngannya melalui pengolahan komputer, sehingga penanganan lebih lanjut terhadap penyakit tersebut dapat dengan cepat dilakukan.

2. Dapat dinilai lebih mengefesienkan waktu dan hemat biaya, jika dibandingkan menggunakan 3. tenaga medis atau peralatan medis secara

4. langsung.

5. Memperkenalkan suatu aplikasi yang baru yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pada saat sekarang ini.

6. Dengan system yang akan di buat ini dapat mempermudah masyarakat dalam memgenali jenis penyakit stroke iskemik.

Manfaat Penelitian

Disamping tujuan penelitian penulis juga menguraikan manfaat penelitian :

1. Bagi penderita penyakit stroke iskemik

Dengan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, penderita penyakit stroke iskemik dapat mengetahui segala informasi yang berhubungan dengan penyakit stroke iskemik dari gejala, dan bagaimana cara penanggulanggannya.

2. Bagi penulis

a. Dapat memperdalam ilmu pengetahuan terutama dalam bidang ilmu Sistem Pakar. b. Dapat Memplajari tentang penyakit yang di

teliti dan mengetahui cara pencegahan dan pengobatannya.

c. Pengetahuan cara kerja metode Forward chianing dan melakukan pengambilan keputusan

3. Bagi pengembangan ilmu pengetahuan

(3)

LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Rekayasa Perangkat Lunak (software engineering) menurut Pressman (2001) adalah pengembangan dan penggunaan prinsip pengembangan suara untuk memperoleh perangkat lunak secara ekonomis yang dapat dipercaya (reliable) dan dapat bekerja secara efisien pada mesin nyata. Sedangkan rekayasa perangkat lunak menurut Steward (1987) adalah pengelolaan suatu permintaan, teknologi komputer, kemampuan seseorang, waktu, dan biaya untuk membuat suatu produk perangkat lunak sesuai permintaan pelanggan dengan timbal balik sebuah kepuasan kepada si pembuatnya.

2.2 Model Proses Perangkat Lunak (RPL)

Pada rekayasa perangkat lunak, banyak model yang telah dikembangkan untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak. Model-model ini pada umumnya mengacu pada model proses pengembangan sistem yang disebut System Development Life Cycle (SDLC) seperti terlihat pada Gambar dibawah ini:

Gambar 2.1 System Development Life Cycle (SDLC)

Ada banyak model pengembangan perangkat lunak, Beberapa diantaranya adalah Waterfall Model

dan Prototyping Model.

1. WaterfallModel (Air Terjun)

Nama modelini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Model ini melakukan pendekatan secara sistematis dan urut mulai dari level kebutuhan sistem lalu menuju ke tahap analisis, desain, coding,

testing/verification, dan maintenance. Disebut dengan

waterfall karena tahap demi tahap yang dilalui harus menunggu selesainya tahap sebelumnya dan berjalan berurutan.

Waterfall Model adalah sebuah metode pengembangan software yang bersifat sekuensial dan terdiri dari 6 tahap yang saling terkait dan mempengaruhi seperti terlihat pada gambar berikut :

Sumber: http://nasirudin.blog.ugm.ac.id/metode-pengembangan-software/

Gambar 2.2 Gambar Pemodelan Waterfal

Gambar di atas adalah tahapan umum dari model proses ini. Akan tetapi (Pressman, 2007) Memecah model ini menjadi 6 tahapan meskipun secara garis besar sama dengan tahapan-tahapan model waterfall

pada umumnya. Berikut adalah penjelasan dari tahap-tahap yang dilakukan di dalam model tersebut

1. System / Information Engineering and Modeling.

Permodelan ini diawali dengan mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem yang akan diaplikasikan ke dalam bentuk software. Hal ini sangat penting, mengingat software harus dapat berinteraksi dengan elemen-elemen yang lain seperti hardware, database, dsb. Tahap ini sering disebut dengan Project Definition.

2. Software Requirements Analysis.

Proses pencarian kebutuhan diintensifkan dan difokuskan pada software. Untuk mengetahui sifat dari program yang akan dibuat, maka para software engineer harus mengerti tentang domain informasi dari software, misalnya fungsi yang dibutuhkan, user interface, dsb. Dari 2 aktivitas tersebut (pencarian kebutuhan sistem dan software) harus didokumentasikan dan ditunjukkan kepada pelanggan.

3. Design.

Proses ini digunakan untuk mengubah kebutuhan-kebutuhan diatas menjadi representasi ke dalam bentuk “blueprint” software sebelum

coding dimulai. Desain harus dapat mengimplementasikan kebutuhan yang telah disebutkan pada tahap sebelumnya. Seperti 2 aktivitas sebelumnya, maka proses ini juga harus didokumentasikan sebagai konfigurasi dari

software.

4. Coding.

(4)

Sesuatu yang dibuat haruslah diujicobakan. Demikian juga dengan software. Semua fungsi-fungsi software harus diujicobakan, agar software bebas dari error, dan hasilnya harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan yang sudah didefinisikan sebelumnya.

6. Maintenance.

Pemeliharaan suatu software diperlukan, termasuk di dalamnya adalah pengembangan, karena software yang dibuat tidak selamanya hanya seperti itu. Ketika dijalankan mungkin saja masih ada eror kecil yang tidak ditemukan sebelumnya, atau ada penambahan fitur-fitur yang belum ada pada software tersebut. Pengembangan diperlukan ketika adanya perubahan dari eksternal perusahaan seperti ketika ada pergantian sistem operasi, atau perangkat lainnya.

2. PrototypingModel

Prototyping adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa perangkat lunak yang secara langsung mendemonstrasikan bagaimana sebuah perangkat lunak atau komponen-komponen perangkat lunak akan bekerja dalam lingkungannya sebelum tahapan konstruksi aktual dilakukan (Howard, 1997).

Prototyping model dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tipe seperti terlihat pada gambar dibawah ini:

Gambar 2.3 Klasifikasi prototyping model (Harris, 2003)

Cakupan aktivitas dari prototyping model terdiri dari :

1. Mendefinisikan objektif secara keseluruhan dan mengidentifikasi kebutuhan yang sudah diketahui

2. Melakukan perancangan secara cepat sebagai dasar untuk membuat prototype. 3. Menguji coba dan mengevaluasi prototype

model dan kemudian melakukan penambahan dan perbaikan-perbaikan terhadap prototype yang sudah dibuat

2.2 Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) 2.2.1 Pengertian Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence)

Menurut John McCarthy (1956), kecerdasan buatan adalah suatu sistem komputer yang terbentuk untuk mengetahui dan memodelkan proses-proses berpikir manusia dan mendesain mesin agar dapat

menirukan perilaku manusia. Agar komputer dapat bertindak seperti dan sebaik manusia maka komputer diberikan pengetahuan dan kemampuan untuk menalar agar dapat mendapatkan pengalaman seperti layaknya manusia. Ada tiga tujuan kecerdasan buatan, yaitu: membuat komputer lebih cerdas, mengerti tentang kecerdasan, dan membuat mesin lebih berguna. Yang dimaksud kecerdasan adalah kemampuan untuk belajar atau mengerti dari pengalaman, memahami pesan yang kontradiktif dan ambigu, menanggapi dengan cepat dan baik atas situasi yang baru, menggunakan penalaran dalam memecahkan masalah serta menyelesaikannya dengan efektif (Winston dan Prendergast, 1994).

2.3 Sistem Pakar (Expert System)

2.3.1 Pengertian Sistem Pakar (Expert System) Terdapat beberapa definisi tentang sistem pakar, antara lain:

1. Menurut William Stubblefield dan George F. Lugger (1993), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu program yang dapat menirukan seorang pakar.

2. Menurut E. Fraim Turban (1992), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah sebuah program yang mengkomputerisasikan laporan yang mencoba untuk menirukan proses pemikiran dan pengetahuan dari pakar – pakar dalam menyelesaikan masalah

3. Menurut Garratano dan Riley (1989), menjelaskan bahwa sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang bisa menyamai atau meniru kemampuan seorang pakar.

Sistem pakar menurut Turban (1995). Disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) . Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar.

2.3.2 Ciri-ciri Sistem Pakar.

Menurut Arhami, Muhamad (2004), dalam pembuatan sistem pakar harus diketahui ciri-ciri dan kategori masalah sistem pakar. Pada umumnya sistem pakar bersifat:

1. Memiliki informasi yang handal, baik dalam menampilkan langkah-langkah antara maupun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang proses penyelesaian.

2. Mudah dimodifikasi, yaitu dengan menambah atau menghapus suatu kemampuan dari basis pengetahuannya.

3. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer. 4. Memiliki kemampuan untuk beradaptasi.

Selain Arhami (Kusrini, 2008) juga menyatakan beberapa ciri-ciri dari sistem pakar, yaitu :

(5)

2. Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikan dengan cara yang dapat dipahami.

3. Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak lengkap atau tidak pasti.

4. Berdasarkan rule atau kaidah tertentu.

5. Dirancang untuk dikembangkan secara bertahap. 6. Keluaran bersifat anjuran atau nasehat.

7. Keluaran tergantung dari dialog dengan user.

2.3.3 Keuntungan Sistem Pakar.

Ada beberapa kelebihan yang dapat diperoleh dari pembuatan sistem pakar menurut Arhami, Muhamad (2004), yaitu:

1. Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat.

2. Meningkatkan output dan produktivitas. 3. Menyimpan kemampuan dan keahlian pakar. 4. Meningkatkan reabilitas.

5. Memberikan respons (jawaban) yang cepat. 6. Merupakan panduan yang cerdas.

7. Dapat bekerja dengan informasi yang kurang lengkap dan mengandung ketidakpastian. 8. Basis data cerdas, bahwa sistem pakar dapat

digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas.

2.3.4 Kelemahan Sistem Pakar.

Selain sistem pakar mempunyai kelebihan, menurut Arhami, Muhamad (2004), sistem pakar juga mempunyai kelemahan, yaitu:

1. Masalah dalam mendapatkan pengetahuan di mana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah, karena kadangkalapakar dari masalah yang kita buat tidak ada, dan kalaupun ada kadang-kadang pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda.

2. Untuk membuat suatu sistem pakar yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaanya.

3. Boleh jadi sistem pakar tidak dapat membuat keputusan.

4. Sistem pakar tidak 100% benar. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan. 2.4 Metode Inferensi

1. Metode Inferensi (Ensiklopedia, 2011), merupakan proses untuk menghasilkan informasi dari fakta yang di ketahui atau di asumsikan. Inferensi adalah konklusi logis (logical conclusion) atau implikasi berdasarkan informasi yang tersedia. Dalam sistem pakar proses inferensi di lakukan dalam suatu modul yang di sebut inference engine (Mesin inferensi).

2. Ketika Representasi Pengetahuan (RP) pada bagian knowledge base telah lengkap. Atau paling tidak telah berada pada level yang cukup akurat, maka RP tersebut telah di gunakan.

Inference engine merupakan modul yang berisi program tentang bagaimana mengendalikan proses reasoning.

3. Ada 2 metode inferensi yang penting dalam sistem pakar yaitu: Pelacakan Kedepan (forward chaining) dan Pelacakan Kebelakang (backward chaining). Namun pada pembahasan kali ini sesuai dengan metode yang penulis pakai maka penulis hanya akan menjelaskan tentang Pelacakan Kedepan (forward chaining).

2.4.1 Pelacakan Kedepan (Fordward Chaining)

Forward Chaining berarti menggunakan himpunan aturan kondisi-aksi. Dalam metode ini, data digunakan untuk menentukan aturan mana yang akan dijalankan, kemudian aturan terserbut dijalankan. Mungkin proses menambahkan data ke memori kerja. Proses diulang sampai ditemukan suatu hasil (Wilson, 1998).

Metode inferensi Forward Chaining cocok di gunakan untuk menangani masalah pengendalian (controling) dan peramalan (Prognosis) (Giarattano dan Riley, 1994).

Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi masukan dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan, Forwa rd Chaining

mencari fakta yang sesuai dengan bagian IF dari aturan IF-THEN. Prosesnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Sumber: http://diskusikuliah.wordpress.com Gambar 2.4 Proses Forward Chaining

2.4.2 Pelacakan Kebelakang (Backward Chaining)

(6)

Sumber: http://freezcha.wordpress.com/2010/02/27/sistem-pakar/

Gambar 2.5 Proses Backward Chaining

Dari kedua Metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh tiga macam penelusuran, yaitu:

1. Breadth-First Search (BFS)

Bergerak dimulai dari akar terus ke level 1 dari kiri ke kanan Kemudian ke level selanjutnya hingga solusi ditemukan.

Sumber: http://aiukswkelasgkelompok7.wordpress.com Gambar 2.6 Teknik penelusuran BFS

2. Depth-First Search (DFS)

Proses pencarian dilakukan pada semua anaknya sebelum dilakukan pencarian ke node-node yang selevel yang bergerak menurun ke tingkatan dalam yang berurutan.

Sumber: http://aiukswkelasgkelompok7.wordpress.com Gambar 2.7 Teknik penelusuran DFS

3. Best-First Search

Metode ini merupakan kombinasi dari metode depth-first search dan breadth-first search.

Sumber: http://mahendracollage.blogspot.com/2011/04/best-first-search.html

Gambar 2.8 Teknik penelusuran Best-First Search

METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Kerangka Penelitian

Gambar 3.1 Kerangka Penelitian

3.2 Tahapan Penelitian 3.2.1 Pengumpulan Data

Pada tahap pengumpulan data, data didapatkan dari berbagai sumber seperti diperoleh dari artikel-artikel, e-book, jurnal, dan diperoleh dari referensi-referensi lain, dan penelitian ini nantinya akan dilakukan wawancara terhadap pakarnya, agar data yang didapatkan lebih akurat.

Didalam melakukan penelitian ini, metode-metode yang penulis lakukan adalah:

1. Penelitian Lapangan (Field Research)

Pengumpulan data dan informasi dilakukan dengan cara melakukan pengambilan data langsung guna menyelesaikan laporan tugas akhir ini, seperti mengadakan Wawancara dengan seorang Pakar.

Adapun tempat wawancara yang penulis lakukan bertempat di :

Waktu : Senin, 12 November 2012 Tempat : Jln. Teuku Umar no. 88 Muara Bungo - Jambi Nama Dokter : dr. Ramli P. Nainggolan, SpS 2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

(7)

mendukung penulisan ini. Sumber tersebut dapat berupa buku-buku dan hasil penelitian. Untuk buku dapat berbentuk teks maupun ensiklopedia. Sedangkan untuk hasil penelitian dapat berupa laporan penelitian, jurnal ilmiah, dan skripsi. Termasuk dalam kategori ini bahan-bahan yang dipublikasikan secara on-line (akses internet).

3.2.2 Analisa Data

Tahapan analisa data adalah tahapan dimana seluruh data dianalisa, mengidentifikasi masalah yang ada, menentukan rancangan sistem dan langkah langkah yang dibutuhkan untuk perancangan yang diinginkan. Pada tahap inilah nantinya akan dilakukan evaluasi kinerja.

3.2.3 Analisa Sistem

Analisa ini dilakukan untuk mengetahui apa saja kebutuhan yang di butuhkan untuk merancang program untuk mendiagnosa penyakit Dalam

(Stroke Iskemik TIA, Stroke Iskemik RIND dan disertai penyakit lainnya yaitu Diabetes Mellitus, Hipertensi, Stroke, Gagal Jantung dan Gagal ginjal kronik), dan bagaimana kerja dari program yang

Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya. Sebelum melakukan gambaran tentang perancangan sistem ini, ada beberapa tahapan untuk menganalisis data yang ada yaitu dengan cara menggunakan metode UML (unfied modelling leaguage) antara lain:

1. Use CaseDiagram

Use casediagram menggambarkan fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem. Yang ditekankan adalah “apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana”. Sebuah use case

mempesntasikan sebuah interaksi antara actor

dengan sistem. Use case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng-create sebuah daftar belanja dan sebagainya. Seorang actor adalah sebuah entitas

manusia atau mesin yang berinteraksi dengan sistem untuk melakukan pekerkaan-pekerjaan tertentu.

2. ClassDiagram

Class adalah sebuah spesifikasi yang jika diinstansi akan menghasilkan sebuah objek dan merukan inti dari pengembangan dan desain berorientasi objek. Class menggambarkan keadaan (atribut/property) suatu sistem, sekaligus menawarkan layanan untuk memanipulasi keadaan tersebut (metode/fungsi).

3. State ChartDiagram

State chartdiagram menggambarkan transisi dan perubahan keadaan (dari satu state ke state

lainnya) suatu objek pada sistem sebagai akibat dari stimulisi yang diterima. Pada umumnya state chart diagram menggambarkan class tertentu (satu class dapat memiliki lebih dari satu state chart diagram). Dalam UML, state digambarkan berbentuk segiempat dengan sudut membulat dan memuliki nama sesuai kondisinya saat itu. Transisi antar state umumnya memiliki kondisi

guard yang merupakan syarat terjadinya transisi yang bersangkutan, dituliskan dalam kurung siku.

Action yang dilakukan sebagai akibat dari event

tertentu dituliskan dengan diawali garis miring. 4. Sequence Diagram

Sequence diagram menggambarkan interaksi antar objek di dalam dan di sekitar sistem (termasuk pengguna, display, dan sebagainya) berupa message yang digambarkan terhadap waktu. Sequence diagram terdiri antar dimensi

vertical (waktu) dan dimensi horizontal (objek-objek yang terkait). Sequence diagram biasa digunakan untuk menggambarkan scenario atau rangkaian langkah-langkah yang dilakukan sebagai respons dari sebuah event untuk menghasilkan output tertentu. Masing-masing objek, termasuk actor, memiliki lifeline vertical.

Message digambarkan sebagai garis berpanah dari suatu objek ke objek lainnya. Pada fase desain berikutnya, message akan dipetakan menjadi operasi/ metode dari class. Activation

menunjukkan lamanya eksekusi sebuah proses, biasanya diawali dengan diterimanya sebuah

message.

5. Activity Diagram

Activity diagram menggambarkan berbagai alir aktivitas dalam sistem yang sedang dirancang, bagaimana masing-masing alir berawal, decision

yang mungkin terjadi dan bagaimana mereka berakhir. Activity diagram juga dapat menggambarkan proses paralel yang mungkin terjadi pada beberapa eksekusi. Activity diagram merupakan state diagram khusus, dimana sebagaian besar state adalah action dan sebagian besar transisi di-trigger oleh selesainya state

sebelumnya (Internal Processing). Sebuah aktivitas dapat direalisasikan oleh satu use case

atau lebih. Aktivitas menggambarkan proses yang berjalan, sementara use case menggambarkan bagaimana actor menggunakan sistem untuk melakukan aktivitas.

6. Collaboration Diagram

Collaboration diagram juga menggambarkan interaksi antar objek seperti sequence diagram, tetapi lebih menekankan pada peran masing-masing objek dan bukan pada waktu penyampaian

message. Setiap message memiliki sequence

(8)

memiliki nomor 1. Message dari level yang sama memiliki prefix yang sama.

7. Deployment Diagram

Deployment/ physical diagram menggambarkan detail bagaimana komponen di-deploy dalam infrastruktur sistem, dimana komponen akan terletak (pada mesin, server atau piranti keras lainnya), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Sebuah node adalah server,

workstation atau piranti keras lainnya yang digunakan untuk men-deploy komponen dalam lingkungan sebenarnya. Hubungan antar node

(misalnya TCP/IP) dan requirement dapat juga didefinisikan dalam diagram ini.

3.2.5 Pengujian

Proses selanjutnya adalah pengujian program, program yang telah dibangun akan diuji untuk mengetahui apakah program tersebut berjalan dengan benar dan sesuai dengan perancangan yang dilakukan. Setelah program selesai maka tahap selanjutnya adalah tahapan pemeliharaan.

3.2.6 Implementasi

Implementasi ini di lakukan untuk mengetahui spesifikasi komputer untuk menjalankan program dan program apa saja yang di butuhkan. Merupakan tahap penelitian yang dilakukan untuk mempraktekkan langsung hasil dari analisa yang bertujuan untuk menguji kebenaran sistem yang dirancang

ANALISA DAN PERANCANGAN

4.1 Analisa Data

Tahapan analisa data adalah tahapan dimana seluruh data dianalisa, mengidentifikasi masalah yang ada, menentukan rancangan sistem dan langkah langkah yang dibutuhkan untuk perancangan yang diinginkan. Pada tahap inilah nantinya akan dilakukan evaluasi kinerja.

4.2 Analisa Proses

Dalam Dalam tahap analisa proses ini dilakukan dengan menggunakan metode forward chaining (runut maju). Forward chaining dilakukan mulai dari kalimat-kalimat yang ada dalam knowledge base dan membangkitkan kesimpulan-kesimpulan baru sehingga dapat digunakan untuk melakukan inferensi yang lebih jauh. Forward chaining biasanya digunakan ketika suatu fakta baru ditambahkan ke

knowledge base dan kita ingin membangkitkan konsekuensi logisnya.

4.2.1 Pohon Keputusan

Setelah mendapatkan data gejala penyakit, selanjutnya dilakukan perancangan pohon keputusan yang dapat membantu dalam mengklasifikasikan penyakit berdasarkan ciri-cirinya dan juga dapat membantu dalam pembuatan aturan (Rule). Berikut ini

adalah pohon keputusan yang dirancang berdasarkan tabel keputusan yang telah dibuat.

Gambar 4.1 Pohon Keputusan

4.3 Usecase Diagram

Use Case Diagram digunakan untuk menampikan bagaimana hubungan aktor dengan program.

Gambar 4.2 Use Case Diagram

Keterangan:

Seorang admin terlebih dahulu dihadapkan dengan form login yang apabila username dan password tersebut valid, maka seorang actor akan dapat menjalankan program tersebut. Dan apabila username dan password tersebut tidak valid maka aktor tersebut tidak akan bisa masuk kedalam tampilan menu. Berbeda dengan user, user bisa langsung masuk ke tampilan menu.

4.4 Class Diagram

(9)

Gambar 4.3 Class Diagram

Keterangan:

Pada gambar diatas dapat disimpulkan terdapat kelas-kelas yang dapat dijalankan oleh seorang aktor. Masing-masing kelas memiliki fungsi yang berbeda-beda dan menjadi ketentuan dalam kelas lainnya.

4.4.2 Rancangan Interface Halaman Web

Rancangan ini menggambarkan semua tampilan dari halaman-halaman web yang akan dibuat. Pada halaman pertama ke halaman yang lain hanya dijalankan satu halaman yang ada pada index.php, akan tetapi halaman forum disamakan semua tampilannya kemudian tampilan halaman admin disamakan semua, agar pengguna dapat menggunakannya dengan mudah.

1. Tampilan Home

Halaman ini berisikan informasi tentang website ini., untuk apa website ini dibuat dan tentang apa website ini di tujukan, dihalaman ini juga terdapat beberapa botton yang dapat di gunakan oleh user

untuk mendapatkan informasi. Dan terdapat form login user. Hasil output nya dapat dilihat dari gambar berikut :

Gambar 4.4 halaman form Home

2. Tampilan Registrasi User

Halaman ini berisikan form-form registrasi bagi user yang ingin melakukan konsultasi, dimana terdiri

dari username, password, nama, alamat, tanggl lahir dan pekerjaan.

Gambar 4.5 Tampilan Form Registrasi User

3. Tampilan Login User

Halaman ini menampilkan halaman untuk masuk kedalam konsultasi.

Gambar 4.6 Tampilan Login User

4. Tampilan Menu Konsultasi

Berisikan pertanyaan atau rule rule gejala penyakit yang akan di jawab oleh user.

Gambar 4.7 Tampilan Menu Konsultasi

5. Desain Halaman Solusi

(10)

Gambar 4.8 Desain Halaman Solusi

Implementasi

5.1 Implementasi Sistem

Implementasi sistem atau penerapan sistem dilakukan setelah melakukan perancangan sistem pakar. Perancangan interface dilakukan untuk interaksi antara user dengan sistem yang telah dibuat. Untuk melakukan sebuah implementasi sistem diperlukan program dan penulisan program sesuai sistem pakar yang dirancang.

Implementasi sistem dapat dilakukan setelah sistem pakar yang dibuat dapat berjalan sebagaimana mestinya atau berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Oleh karena itu pada bab ini akan dijelaskan bentuk asli dari tampilan interfacenya.

5.1.1 Analisa Kebutuhan Hardware

Dalam perancangan sistem ini menggunakan dari berbagai Hardwa re, di antara Hardware ini dapat di terangkan sebagai berikut.

Tabel 5.1 Spesifikasi Hardware

No Hardware Spesifikas

1 NoteBook  Merek HP Probook 4421s Notebook PC  Processor

Intel(R) Core(TM) i5 CPU M480 2.67 GHz ~ 2.7 GHz  Memory 2 GB

DDR3  Harddisk 512

GB 2 Flashdisk  4 Gb

5.1.2 Analisa kebutuhan Software

Selain Hardware, Software sangat diperlukan dalam perancangan sistem ini. Agar dapat berjalan dengan baik maka penulis memakai Software yang benar–benar mampu atau diperlukan secara

menyeluruh dalam perancangan sistem ini. Software

yang digunakan diantaranya :

Tabel 5.2 Spesifikasi Software

No Software Spesifikasi

1 Sistem Operasi  Windows 7

2 Easy WAMP  Apache

 PHP

 MySql  Phpmyadmin

3 Text editor  Adobe

dreamwever CS 3

4 Browser

Internet 

Internet Explorer, Google Chrome, Mozilla Firefox dan lainnya

5.2 Pengujian

Pengujian sistem pakar ini menggambarkan bagaimana sebuah sistem dapat bekerja sebagaimana layaknya seorang pakar itu sendiri. Tahapan pengujian ini berisi hasil dari eksekusi program yang dirancang.

Pengujian sistem bertujuan untuk menemukan kesalahan yang mungkin terjadi dalam aplikasi dan untuk mengetahui apakah aplikasi yang telah dibuat sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

5.2.1 Layout Halaman Website

Setelah webserver dan database telah terbentuk maka proses yang akan dilakukan selanjutnya adalah merancang halaman website yang akan dibuat dengan aplikasi App server yang telah diinstall, berikut ini adalah webpage yang telah dirancang

1. Tampilan halaman home

Pada halaman ini ditampilkan halaman untuk memilih menu dari beberapa pilihan yang terdapat pada halaman home. Pada halaman ini terdapat beberapa menu yang dapat diperoleh, diantaranya menu konsultasi, info penyakit, help About us dan Help.

(11)

2. Tampilan Registrasi User

Halaman registrasi user berisikan, dimana seorang user yang belum menjadi member dapat melakukan atau mengisi data pribadinya agar memiliki accout sendiri, untuk dapat melakukan konsultasi.

Gambar 5.2 Layout halaman Register User

3. Login User

Form login user ini di gunakan untuk berkonsultasi, sebelum user masuk ke sistem, user harus login terlebih dahulu, dengan cara masukkan email user dan password user yang telah terdaftar sebagai member, ini lah tampilan untuk login user.

Gambar 5.3 Tampilan Login User

4. Tampilan Mulai Konsultasi

Pada tampilan halaman konsultasi ini, user akan dihadapkan dengan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan penyakit Dalam (Internis), sehingga user dapat mengetahui dengan jelas tentang penyakit yang di deritanya, dan setelah menjawab pertanyaan maka sistem akan mengeluarkan hasil berupa hasil akhir dari semua pertanyaan tersebut.

Gambar 5.4 Konsultasi

5. Tampilan Hasil Diagnosa

Halaman ini merupakan halaman laporan dari hasil konsultasi berupa data-data dari gejala yang diinputkan dari user ketika melakukan konsultasi, dan juga berisi tentang penanganan dan pengobatan dari penyakit yang terdiagnosa.

Gambar 5.5 Tampilan Hasil Diagnosa Stroke Iskemik (TIA)

PENUTUP 6.1 Kesimpulan

Dari Penjelasan pada bab-bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan dengan hipotesa yaitu :

1. Dengan adanya program sistem pakar yang telah

dibuat ini, dapat menjadi referensi dan dapat membantu dalam melakukan diagnosa terhadap gejala penyakit yang dirasakan oleh pasien.

2. Perancangan sistem ini bertujuan untuk

memberikan kemudahan kepada user untuk

dapat mengetahui tentang klasifikasi penyakit berdasarkan gejalanya.

3. Basis web yang digunakan dalam peneraparan

sistem ini bertujuan agar user selaku pengguna yang membutuhkan banyak pengetahuan tentang Stroke iskemik seperti stroke iskemik (TIA), stroke iskemik (RIND) dan penyakit yang berhubungan dengan stroke iskemik seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal jantung, dan

gagal ginjal dapat secara leluasa

mempergunakannya.

4. Metode forward chaining terbukti mampu melakukan penulusuran gejala penyakit dan solusi berdasarkan atas input yang diberikan oleh user atau pasien.

6.2 Keterbatasan Sistem

Sistem yang dirancang dapat memberikan informasi yang berkaitan dengan penyakit Stroke Iskemik namun belumlah mencapai kesempurnaan, dimana sistem ini masih mempunyai beberapa keterbatasan diantaranya :

1. Keterbatasan informasi yang tersedia dalam

penggunaan sistem ini, hal ini berkaitan erat dengan ketersediaan informasi yang didapat oleh penulis.

(12)

3. Sistem ini hanya mendiagnosa beberapa dari penyakit Stroke iskemik seperti stroke iskemik (TIA), stroke iskemik (RIND) dan penyakit yang berhubungan dengan stroke iskemik seperti diabetes mellitus, hipertensi, gagal jantung, dan gagal ginjal.

6.3 Saran

Adapun saran-saran yang dapat penulis

sampaikan yang dapat memberikan manfaat dalam pelaksanaannya antara lain:

1. Program sistem pakar ini perlu dilakukan

evaluasi secara rutin sehingga dapat dilihat

apakah perlu adanya perbaikan atau

penyempurnaan kembali.

2. Pengetahuan yang terdapat dalam basis

pengetahuan disarankan untuk selalu

diperbaharui sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengetahuan yang terdapat didalam basis pengetahuan sistem pakar ini terbatas pada jenis Stroke iskemik seperti stroke iskemik (TIA), stroke iskemik (RIND) dan penyakit yang

berhubungan dengan stroke iskemik

seperti diabetes mellitus, hipertensi,

gagal jantung, dan gagal ginjal. penulis

menyarankan agar pengembangan sistem

pakar penyakit stroke iskemik ini dapat

diperluaskan objek penelitiannya

Daftar Pustaka

Ardhana, YM Kusuma, 2012, Membuat Website 30 juta Rupiah. Jakarta : Jasakom

Arhami, Muhammad, 2005, Konsep Dasar Sistem Pakar. Yogyakarta : Andi

Fowler, Martin, 2005, UML Distiled. Yogyakarta : Andi

Junaidi Iskandar, 2011. Stroke Waspadai Ancamannya. Yogyakarta : Andi

Kusrini, 2008. Aplikasi Sistem Pakar. Yogyakarta : Andi

Munawar, 2005 Permodelan Visual dengan UML.

Jakarta : Graha Ilmu

Pressman, S Roger, 2002, Rekayasa Perangkat Lunak. Yogyakarta : Andi

Raharjo, Budi., Heryanto, Imam & RK, Enjang, 2012,

Modul Pemrograman Web (Html, PHP & MySql). Bandung: Modula

Sari Iswanti, Sri Hartati, 2008, Sistem Pakar dan Pengembangannya. Yogyakarta : Andi

http://news.palcomtech.com/ftp/ARTIKEL2012/ basuki/jurnal/andri_jurnal_online ,10 Oktober 2012.

http://freezcha.wordpress.com/2010/02/27/sistem -pakar/ ,11 Oktober 2012.

http://diskusikuliah.wordpress.com/2010/10/18/f orward-chaining-dan backward-chaining/ ,10 Oktober 2012.

http://freezcha.wordpress.com/2010/02/27/sistem -pakar/ ,12 Oktober 2012.

http://mahendracollage.blogspot.com/2011/04/be st-first-search.html ,12 Oktober 2012. http://aiukswkelasgkelompok7.wordpress.com/m etode-pencarian-dan-pelacakan/ , 12 Oktober 2012.

US National Library of Medicine, 2011,

Gambar

Gambar dibawah ini:
Gambar 2.3  Klasifikasi prototyping model (Harris, 2003)
gambar berikut:
Gambar 2.8 Teknik penelusuran Best-First Search
+5

Referensi

Dokumen terkait

Faktor Resiko Terjadinya Penyakit Akibat Buruknya Sarana Sanitasi Buruknya sarana sanitasi yang ada pada tempat umum seperti pasar, akan berdampak bukan hanya pada

 Dengan mengamati contoh sikap perilaku patuh pada aturan/kebiasaan yang berlaku dalam kehidupan sehari hari di rumah, siswa dapat berperilaku patuh di sekolah.  Contoh

“aku ragu dengan apa yang diajarkan di agamaku dulu, aku merasa tidak ada cukup bukti kuat yang mendukung agama dan keberadaan Tuhan. La ma kelamaan aku jadi tidak percay a lagi

Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) tentang alam, wujud bagaimana hakikat yang sebenarnya, merupakan pengertian filsafat menurut ..1. Berikut merupakan alasan berfilsafat,

berupaya untuk merevitalisasi nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan dakwah dan.. program kerjanya, karena tujuan dakwah dan tujuan program kerja

17 Teknik Tata Bangunan dan Perumahan S.1 Teknik Sipil III/a 3 2 Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua. 1 Badan Percepatan Pembangunan

Informasi Keuangan Unit Syariah di atas pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, diambil dari laporan keuangan Unit Syariah yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik

Salah satu contoh, yaitu pemanfaatan Internet untuk menyajikan informasi mengenai suatu Maskapai Penerbangan Bali Air (Bali Air) yang berisi tentang jadwal penerbangan, jenis