• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN ELIMINATION AND CHOICE TRANSLA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENERAPAN ELIMINATION AND CHOICE TRANSLA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

P

ENERAPAN

ELIMINATION AND CHOICE TRANSLATION REALITY

(ELECTRE)

DALAM PENENTUAN KULKAS TERBAIK

Elemination and Chioce Translation Reality(ELECTRE)

ELECTRE adalah satu metode pengambilan keputusan multi kriteria berdasarkan pada konsep outranking dengan menggunakan perbandingan berpasangan dari alternatif-alternatif berdasarkan setiap kriteria yang sesuai. ELECTRE berasal dari EROPA sekitar tahun 1960-an, yang diambil dari kata Elemination Et Choix Traduisant la Realita (Elemination and Choice Expressing Reality) yang dapat digunakan dalam melakukan penilaian dan perangkingan berdasarkan kelebihan dan kekurangan melalui perbandingan berpasangan pada kriteria yang sama.

Metode ini digunakan pada kondisi dimana alternatif yang kurang sesuai dengan kriteria dieliminasi, dan alternatif yang sesuai dapat dihasilkan. ELECTRE digunakan untuk kasus yang mempunyai banyak alternatif dengan sedikit kriteria. Suatu alternatif dikatakan mendominasi alternatif yang lainnya jika satu atau lebih kriterianya melebihi (dibandingankan dengan kriteria dari alternatif yang lain) dan dengan kriteria lain yang tersisa.

Pembentukan prosedur utamanya adalah kriteria nyata.

Langkah-langkah penyelesaian masalah menggunakan metode ELECTRE, sebagai berikut:

1. Normalisasi Matriks Keputusan

R adalah matriks yang telah dinormalisasi, dimana m menyatakan alternatif, n menyatakan kriteria dan ��� adalah normalisasi pengukuran pilihan dari alternatif ke-� dalam hubungannya dengan kriteria ke-j.

2. Pembobotan pada matriks yang telah dinormalisasi.

(2)

3. Menentukan himpunan

concordance dan discordance index. Untuk setiap pasang dari alternatif k dan � (k, �=1,2,3,…, m dan k ≠�) kumpulan J kriteria dibagi menjadi dua himpunan bagian yaitu concordance dan discordance. Sebuah kriteria dalam suatu alternatif termasuk concordance jika:

���

=

{�,�

��

≥�

��

}

, untuk

=1,2,3,…

,�

. ... (3)

Sebaliknya, komplementer dari himpunan bagian

concordance

adalah himpunan

discordance

,

yaitu bila:

���

={

,

��

<

��

}, untuk

=1,2,3,…,

.

4. Menghitung matriks

concordance dan discordance

Untuk menghitung atau menentukan nilai dari elemen-elemen pada matrik concordance adalah dengan menjumlahkan bobot-bobot yang termasuk pada himpunan concordance, secara matematis untuk mencari matriks concordance dan discordance adalah sebagai berikut:

���=

Σ

�∈�����

Menghitung matrik discordance

Untuk menentukan nilai dari elemen-elemen pada matrik discordance adalah dengan membagi maksimum selisih kriteria yang termasuk kedalam himpunan bagian discordance dengan maksimum selisih nilai dari seluruh kriteria yang ada, secara matematisnya adalah sebagai berikut:

5.

Menentukan matrik dominan

concordance

dan

discordance

Menghitung matrik dominan

concordance

. Matrik F sebagai matrik dominan

concordance

dapat

dibangun dengan bantuan nilai

threshold,

yaitu dengan membandingkan setiap nilai elemen

matriks

concordance

dengan nilai

threshold.

(3)

Dengan nilai

threshold

( c )adalah:

Sehingga elemen matriks F ditentukan sebagai berikut:

b. Menghitung matriks dominan

discordance

Matriks G sebagai matriks dominan

discordance

dapat dibangun dengan bantuan nilai

threshold

d:

6.

Menentukan

aggregate dominance

matriks

Matriks E sebagai

aggregate dominance

matriks adalah matriks yang setiap elemennya

merupakan perkalian antara elemen matriks F dengan elemen matriks G yang bersesuaian, secara

matematis dapat dinyatakan sebagai:

7.

Eliminasi alternatif yang

less favourable.

Matriks E memberikan urutan pilihan dari setiap alternatif, yaitu bila e

kl

= 1 maka alternatif

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

Referensi

Dokumen terkait

Menghitung vektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan Yang merupakan bobot setiap elemen untuk penentuan prioritas elemen elemen

diatas maka dapat dihitung matriks normalisasi dengan cara membagi setiap elemen pada kolom dengan jumlah per kolom yang sesuai, misalnya untuk

Pada penelitian ini, metode Elimination and Choice Translation Reality digunakan untuk mengolah faktor-faktor yang ada dalam penentuan bank bagi calon nasabah sehingga

Dari proses konstruksi himpunan Cantor middle third tersebut diperoleh beberapa sifat-sifat yang menarik pada himpunan ini yaitu memuat elemen yang tak terbilang

Secara umum, himpunan-himpunan rating terdiri atas 3 elemen, yaitu: variabel linguistik (x) yang merepresentasikan bobot kriteria, dan derajat kecocokan setiap

Tahap keenam dan ketujuh adalah tahap komputasi AHP, dimana data kuesioner responden dimasukkan dalam bentuk matrik perbandingan berpasangan untuk menentukan

Setelah matrik kekakuan struktur diperoleh, perhitungan selanjutnya adalah menghitung gaya-gaya dalam pada nodal apabila elemen tersebut

Menghitung vektor eigen dari setiap matriks perbandingan berpasangan Yang merupakan bobot setiap elemen untuk penentuan prioritas elemen elemen pada tingkat