• Tidak ada hasil yang ditemukan

Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Divisi Infeksi dan Penyakit Tropis"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Tatalaksana HIV-AIDS

pada bayi dan anak

MM DEAH Hapsari

Divisi Infeksi dan Penyakit

Tropis

Dep Anak FK UNDIP-RSUP

dr Kariadi

(2)

Topik

Prevention Mother to child

transmission

Klinis dan Diagnosis HIV-AIDS

Infeksi Oportunistik

Tatalaksana pasien HIV-AIDS

Terapi ARV

Pemantauan pasien HIV-AIDS

(3)

PENDAHULUAN

HIV-AIDS sudah ditemukan 4 dekade lalu dan

menjadi salah satu isu utama kesehatan dunia

Dunia:

prevalensi 0,8%

Jumlah ODHA 33,3 juta

(UNAIDS 2009)

Indonesia:

prevalensi 0,3%

Jumlah ODHA 186.000

(estimasi 2009)

Jumlah kasus yang dilaporkan sd Maret 212

sebanyak 30.430 kasus

(laporan triwulan 2012)
(4)

Pemicu Penularan Epidemi HIV di Indonesia

1987-1997

Hubungan seks

sejenis laki-laki

(homo)

1997 – 2007

Penularan

melalui alat

suntik

(penasun)

2007-sekarang :

penularan melalui

Heteroseksual (dari

laki-laki pembeli

seks kepada istri)

dan dari Ibu yang

HIV ke bayi

Gelombang 1

Gelombang 2

Gelombang 3

(5)

Modul 6, Halaman 5

Bagan penilaian dan tatalaksana awal

Penilaian kemungkinan infeksi

HIV

Status HIV ibu

Paparan ibu pada ARVCara kelahiran dan laktasi

Gejala HIV & infeksi

oportunistik

Anamnesis, pemeriksaan fsik: Cari gejala & tanda

HIV

Anamnesis, pemeriksaan fsik: Cari infeksi

oportunistik

Berikan pengobatan yang sesuai

ARV proflaksis & Proflaksis

PCP

ARV proflaksis dapat diberikan pada bayi baru

lahirdari ibu HIV positif paing lambat dalam 72 jam pertama

Berikan kotrimoksazol setelah usia 4-6 minggu

Uji diagnostik status HIV

Lakukan uji diagnostik HIV (metode yang digunakan tergantung usia anak)

Bayi/anak dengan

paparan HIV ( BIHA )

1

(6)

Modul 6, Halaman 6

Bayi yang lahir dari ibu dengan HIV ( BIHA )

memerlukan pemantauan dan perawatan yang

teratur

Prevention Mother to Child Transmission

Ibu, pasangan, dan keluarganya memerlukan

informasi yang tepat mengenai cara

perawatan dan pemantauan bayi dari ibu

dengan HIV

Mazami Enterprise© 2009

ARV Proflaksis

Pencegahan pneumonia

Pneumocystis

jiroveci

Imunisasi

Pemeriksaan status HIV bayi

Pemeriksaan umum bayi

(7)

Modul 6, Halaman 7

Pemeriksaan serologis anti HIV tidak dapat

dipakai sebagai perasat diagnosis pada anak

< 18 bulan, karena masih terdapat sisa IgG ibu

yang ditransfer selama kehamilan

Pemeriksaan status HIV anak

Bila Serologis Positif pada usia > 18 bulan,

dianggap anak terinfeksi HIV

IgG AntiHIV ibu

Serologis Serologis

Lahir 1 bln 2 bln 9 bln 12 bln 18 bln

Mazami Enterprise© 2009

Nia Kurniati, 2012

74 %

(8)

8

4-6 mgg

Pemeriksaan Umum

Bayi dr Ibu HIV (+)

BIHA

Keadaan umum & Tanda Infeksi Oportunistik

2 bln 3 bln 4 bln 5 bln 6 bln

9 bln

12 bln 15 bln 18 bln

Pengamatan I O Pengamatan IO

Setiap bulan ( selama 6 bulan pertama ), setiap 3 bulan sampai keputusan HIV + / -

-

Sariawan

-

Diare

-

IRA

(9)

Modul 6, Halaman 9

Jadual kunjungan bayi

Mazami Enterprise© 2009

Kegiatan Saat lahir KN 1 KN 2 6 Mgg 2 Bln 3 Bln 4 Bln 6 Bln 9 Bln 12 Bln 18 Bln Tiap 6 Bln

Evaluasi klinis √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Berat Badan &

Panjang Badan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Pemberian

makanan SF/ASI SF/ASI SF/ASI SF/ASI SF/ASI SF/ASI SF/ASI SF+MP SF+MP SF+MP ARV Profilaksis √ √ √ √

Kemoprofilaksis √ √ √ √ √ √ √

Imunisasi Sesuai dengan jadwal imunisasi Depkes/IDAI Perhatian khusus untuk BCG

Laboratorium

Hb & Leukosit v √

Kadar CD4 v √

PCR (RNA/DNA) v √

Serologi HIV √

SF= Susu Formula

ASIe= Air Susu Ibu eksklusif PCR= Polimerase Chain Reaction DNA= Deoxy Ribonucleic Acid

RNA= Ribonucleic Acid HepB= Hepatitis B

HIB= Hemoflus Infuenza B OPV= Oral Polio Vaccine MP= Makanan Padat

BCG= Bacillus Calmette Guerrin DTP= Difteri Tetanus Pertusis

Hb= Hemoglobin

(10)

Modul 6, Halaman 10

Dosis Kotrimoksasol (

Trimetoprim 4 mg/kg/x )

Mazami Enterprise© 2009

Rekomendasi dosis

harian Suspensi Tablet anak dewasaTablet kekuatan gandaTablet dewasa

Sulfametoxazol /

Trimetoprim 5ml sirup 200 mg/ 40 mg 100 mg/ 20 mg 400 mg/ 80 mg 800 mg/ 160 mg

< 6 bulan

S 100 mg/ T 20 mg 2,5 ml 1 tablet ¼ tablet,

dicampur makanan

-6 bln – 5 thn

S 200 mg/ T 40 mg 5 ml 2 tablet ½ tablet

-6 – 14 thn

S 400 mg/ T 80 mg 10 ml 4 tablet 1 tablet ½ tablet

>14 thn

S 800 mg/ T 160 mg - - 2 tablet 1 tablet

Frekuensi pemberian: SEKALI sehari

(11)

Modul 6, Halaman 11

Bagan penilaian dan tatalaksana awal

Identifkasi faktor risiko infeksi

HIV

Status HIV ibu

Cara kelahiran dan laktasiTransfusi darah

Penularan seksualPengguna Napza suntik

Gejala HIV & infeksi

oportunistik

Anamnesis, pemeriksaan fsik: Cari gejala & tanda

HIV

Anamnesis, pemeriksaan fsik: Cari infeksi

oportunistik

Berikan pengobatan yang sesuai

Uji diagnostik status HIV

Identifkasi gejala dan tanda HIV, atau infeksi oportunistik yang mungkin

akibat HIV

Lakukan uji diagnostik HIV (metode yang digunakan tergantung usia anak)Pada kasus status HIV ibu tidak dapat ditentukan, dan uji virologik tidak

dapat dikerjakan pada bayi usia < 18 bulan, maka uji antibodi HIV harus dikerjakan

Anak sakit berat,

paparan HIV tidak

diketahui, dicurigai HIV

(12)

12

Antibody Detection in 77 HIV-Exposed,

Uninfected

Infants in South Africa

Moodley D, PIDJ 1995;14:850

Rapid Ab can be used to exclude infection around 12-18 months

of age

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

% antibody

positive

birth 1 3 6 9 12 15 18

(13)
(14)

Temuan Klinis berkaitan erat dengan infeksi HIV

Berat Badan menurun

( gagal tumbuh)

Diare persiten( > 14 hari)

Demam persisten ( > 1

bulan)

Infeksi Sal Pernafasan

bawah menetap/ batuk

kronis

Kesulitan menyusu

Infeksi bakteri/

virus

yg

berulang

Dermatitis yang luas

Limfadenopati luas

Kandidiasi oral/ esofagus

Ensefalitis/ Disfungsi

neurologis

Ibu seropositif HIV

Riwayat transfusi

darah berulang

Korban kekerasan

seksual

Pemakaian jarum yg

tercemar HIV (tusuk

telinga, sirkum

sisi,tato)

Faktor Risiko Epidemiologis

Deteksi Dini HIV

(15)

Stadium (Klinis) HIV-AIDS (WHO)

stadium

Gambaran Klinis

I • Asimtomatik

Limfadenopati generalisata yang persisten

IIHepatosplenomegali persisten yang tidak dapat dijelaskan

penyebab lain

Erupsi pruritik papuler

Infeksi virus wart luasAngular chelitis

Moluskum kantagiosum luasUlserasi oral berulang

Pembesaran kelenjar parotis persisten yang tidak dapat di

jelaskan

Eritema gingival lineal

Herpes zoster

Infeksi saluran nafas atas kronik / berulang (Otitis media,

otorrhoea, sinusitis, tonsilitis)

(16)

Stadium

Gambaran klinis

III • Malnutrisi sedang yang tidak dapat dijelaskan (tidak respon

dengan terapi standart

Diare persisten yang tidak dapat dijelaskan (> 14 hari)

Demam persisten yang tidak dapat dijelaskan (intermiten atau

kontinu > 1 bulan

Kandidosis oral persisten

Oral hairy leukoplakia

Periodontis / ginggivitis ulseratif nekrotikans akut

TB kelenjar, TB Paru

Pneumonia bakterial yang berat dan berulang

Pneumonitis interstitial limfoid simtomatik

Penyakit paru kronik yang berhubungan HIV (bronkietasis)

Anemia yang tidak dapat dijelaskan < 8 g/dl, neutropenia (<

500/mm3) atau trombositopenia (< 50.000 /mm3)

IVMalnutrisi, wasting dan stunting berat yang tidak dapat

dijelaskan dan tidak berespon terhadap terapi standar

(17)

Infeksi bakterial berat yang berulang (empiema, infeksi tulang

sendi, meningitis, kecuali pneumonia)

Infeksi herpes simplek kronik (orolabial/kutaenus > 1 bulan

atau viseralis dilokasi manapun)

TB ekstrapulmonarSakroma kaposi

Kandidiasis esofagus (trakea, bronkus, paru)

Toksoplasmosis SSPEnsefalopati HIV

Infeksi sitomegalovirus (CMV), retinitis atau infeksi CMV pada

organ lain, dengan onset umur > 1 bulan

Kriptokokokis ekstrapulmonar termasuk meningitisMikosis endemik disseminata (histoplasmosis,

coccidiomykosis)

Kriptosporidiosis kronik dengan diareIsosporiosis kronik

Infeksi mikobakteria non tuberkulosis diseminata

Kardiomiopati atau nefropati yang dihubungkan denngan HIV

simtomatik

Limfoma sel B non Hodgkin atau limfoma serebral

(18)

WHO classifcation of HIV-associated

immunodefciency in infants and children

Classifcation of HIV-associated immunodefcienc y

Age-related TLC values (cell/mm3)

<11 month

12-35

month

36-59 month

>5 year

Total lymphocyte count

<4000 <3000 <2500 <2000

CD4 count <1500 <750 <350 <200

Modified from WHO 2007.

 The TLC is an option that is used only if CD4 measurement is not available in children with WHO clinical stage 2 disease. It cannot be used in asymptomatic children.

 The TLC is also not useful for monitoring ART

(19)

Classifcation of

HIV-associated

immunodefcien

cy

Age-related CD4 (%) values

<11 month

(%)

12-35 month

(%)

36-59 month

(%)

(cell/mm

>5 year

3

)

Not significant

>35

>30

>25

>500

Mild

30-35

25-30

20-25

350-499

Advanced

25-29

20-24

15-19

200-349

Severe

<25

<20

<15

<200 or <15%

WHO classifcation of HIV-associated

(20)

Tatalaksana pasien HIV-AIDS

Anak terpajan HIV

Anak terinfeksi HIV

Evaluasi awal & lanjutan

Pemberian ART

Pemantauan ART

Proflaksi I.O

Kesehatan secara menyeluruh

( nutrisi )

Pantau & cegah progresiftas penyakit

Edukasi & dukungan kepd org tua /

pengasuh Pencegahan

Infeksi

(21)

Tatalaksana Umum

Anak terpajan HIV

Anak terinfeksi HIV

Evaluasi awal & lanjutan

Pemberian ART

Pemantauan ART

Proflaksi I.O

Tu

m

bu

h

Ke

m

ba

ng

Nu

tri

si

Pemeliharaan

Kesehatan

rutin

Imu

nisa

si

Penc

egah

an &

Tx I.

O

(22)

Tatalaksana Umum

Anak terpajan HIV Anak terinfeksi HIV Evaluasi awal & lanjutan Pemberian ART Pemantauan ART Proflaksi I.O

Evaluasi Awal pasien Terinfeksi HIV

Riwaya

t

Evaluasi

Kesehatan Ibu

Status ( CD 4,VL,Stadium Penyk,Komplikasi )

Penerimaan ARV, Jenis Persalinan Kesehatan

Anak Umur kehamilan,BL,Obat ARV,Riwayat ASI,Gejala IO,sakit berat,Imunisasi, Tum Kembang

Keluarga Riwayat sakit ( TB,HIV), Riwayat

terapi ARV Pemeriksa

an Fisik

Lengkap + Pemeriksaan Tum Kembang

Laboratori

um Darah Rutin+Hitung JenisHIV Elisa + Western Blot, CD 4 + Viral Load

Fungsi Ginjal+ urinalisis, Fungsi Hati + hepatitis B,C, cholesterol

Infeksi CMV, Toksoplasma, Siphilis,Tuberkulin

Rontgen dada, CT scan /MRI, EKG/Echo

(23)

Evaluasi Lanjutan pasien HIV

Organ

Pantauan

Sistem

Syaraf Pusat

Tumbuh Kembang-2 th, pemeriksaan

neurologi / thn

Kardiovaskul

ar

Rontgen Foto

Thoraks,EKG,Ekokardiograf setiap 3-5

thn

Paru

Tuberkulin test setiap thn, Rontgen

Foto Thoraks setiap 3-5 th

Gastrointesti

nal

Fungsi Hati setiap 3 bulan

Ginjal

Urinalisis setiap tahun

Hematologi

Darah rutin dengan hitung jenis

(24)

Evaluasi Lanjutan pasien HIV

Frekuensi

Evaluasi

Setiap 3

bulan

Darah rutin hitung jenis(TLC ), CD 4 ; Viral

Load

Setiap 6

bulan

Evaluasi tumbuh kembang dalam 2 thn

pertama,

Pemeriksaan opthalmologi

(CMV,Toksoplasma )

Setiap 12

bulan

Urinalisis, CMV & Tokso serologi

( sebelumnya -), Tuberkulin test,

Tumbuh-kembang setelah 2 tahun, dental setelah 1

tahun, skrining penglihatan & pendengaran

Setiap 3-5

tahun

Rontgen Foto Dada , EKG,

(25)

Anak terpajan HIV

Anak terinfeksi HIV

Evaluasi awal & lanjutan

Pemberian ART

Pemantauan ART

Proflaksi I.O

Kerjasama org tua

pengasuh

memahami tujuan

penghobatan

Perbaikan gizi terlebih

dahulu

Kepatuhan

-

Program pengobatan

- Kontrol teratur

Kriteria Klinis dan

imunologis

2

1

3

(26)

Kriteria Klinis & Imunologis

Klinis :

Stadium 3 & 4 ( risiko

kematian )

usia < 6 bulan (tu) dan 12

bulan ( walau CD 4 normal )

Usia > 12 bulan dengan

TBC, LIP.

Kalau berdasar CD 4 saja,

maka harus ada 2 x nilai

dibawah normal.

Imunologis :

-

Kadar CD 4

( severe )

-

Kadar Total Limfosit

Count

Bila belum ada indikasi

ART, periksa CD 4

setiap 3-6 bulan.

(pantauan TLC tidak

diperlukan )

Kesimpulan penggunaan kriteria Klinis dan Imunologis : Anak < 18 bulan ( antibodi HIV +) + kondisi klinis berat+ uji

PCR tdk ada

(27)

Starting ART when severely

immunodefcient increases mortality

Months from

ART start Probability of Death After Starting ART

Immune Deficient at Start

ART Not Immune Deficient at Start ART

6 months

7.8%

1.8%

12 months

8.2%

2.2%

6% excess mortality

73% median age > 5 years of age, > 50% start with severe immune defciency, most deaths within 6 months of starting ART.

Risk factors for death:

low CD4

< 18 months age

WHO stage 3/4

Viral load greater than 6·0 log severe malnutrition

Arrive E et al. 14th CROI, Los Angeles, CA, 2007 Abs. 727

(28)

Indikasi (Panduan WHO

2010)

Stadium klinis Imunologis/CD4

< 24

bulan

Semua diterapi

> 24

bulan

Stadium 3 dan

4*

Semua diterapi

Stadium 1 dan

2

Terapi bila CD4 <

25%

Jangan diterapi bila

tidak ada

pemeriksaan CD4

(29)

Indikasi Imunologis (WHO

2010)

Umur

< 24 bulan

24 – 59

bulan

> 5 tahun

%CD4

Semua

diterapi

≤ 25

-Nilai CD4

(30)
(31)

ARV Lini Pertama ( 2 NRTI + 1 NNRTI )

Nama Obat

Dosis Efek Samping Keterangan

Nucleoside Reverse Tranciptase Inhibitor

Zidovudine

( AZT) < 4 mgg : 4 mg/kg/x, 2 x / hari > 4 mgg : 180-240mg/m2/x, 2 x/hari

Do maks : 300 mg/x, 2 x/hari

Anemia-netropenia Gejala

gastrointestinal

- Diminum bersama makanana

- Tidak boleh bersama d4T ( stavudin ) Lamivudin

e

(3 TC)

< 30 hari : 2 mg/kg/x, 2 x/hari

30 hari : 4 mg/kg/x, 2 x/hari

Do maks : 150 mg/x, 2 x /hari

-Toleransi baik -Dapat diminum

bersama makanan

Stavudine

(d4T) < 30 kg : 1 mg/kg/x, 2 x/hari> 30 kg : 30 mg/x, 2 x /hari

-Lipodistropi -Asidosis laktat -Neuropati perifer

- Tidak boleh bersama AZT

Non Nucleoside Reverse Transcriptase

Nevirapine 15-30 hari : 5 mg/kg/x, 1x/hari

( 2 minggu pertama

160 mg/kg/x, 1 x /hari. ( 2 minggu selanjutnya )

Kemudian 200 mg/x, 1 x/hari selanjutnya

- 13 tahun : idem diatas bold

Alergi : rash, steven

Johnson Syndrome Terdapatn interaksi dengan rifampisin

Efavirenz 200-400 mg /x/hari.

Do Maks : 600 mg/x, 1x/hari Minum menjelang tidur ( mengurahgi efek samping SSP )

Tidak boleh

(32)

Pemilihan ARV lini pertama

Kelompok Umur

Lini pertama

standar

BAYI

< 24 bulan, naïve

NVP + 2 NRTI

< 24 bulan, pernah terpapar

NVP

LPV/r + 2 NRTI

< 24 bulan, paparan

terhadap ARV ?

NVP + 2 NRTI

ANAK

24 – 36 bulan

NVP + 2 NRTI

> 36 bulan (3 tahun)

NVP atau EFV + 2

(33)

Pemilihan ARV pada kondisi

khusus

Penyakit lain (concomitant) Pilihan ARV

Anak atau remaja dengan ANEMIA 2 NRTI ( hindari zidovudin) + NVP

Anak < 3 tahun dg TB Tetap 2 NRTI + NVP

Atau

3 NRTI ( AZT/d4T + 3TC + ABC)

Anak > 3 tahun dg TB 2 NRTI + EFV

Atau

3 NRTI (AZT/d4T + 3TC + ABC)

(34)

ARV pada anak (NRTI )

Stavudin

Lamivudin

Nevirapin

(35)

FDC untuk bayi dan anak

(36)

Pemantauan pasien HIV

Pemantauan ART

Anak terpajan HIV

Anak terinfeksi HIV

Evaluasi awal & lanjutan

Pemberian ART

Pemantauan ART

Proflaksi I.O

P

eman tauan

ART

1

Pemantauan klinis ( tiap bln/4 bln, kmd tiap 2-3 bln, gejala + )

Berat Badan & Tinggi Badan.

Waktu = no 1 )2

3

Penghitungan dosis ARV ( setiap bln)

Obat lain yang bersamaan4

5

(37)

Pemantauan

Item 2 minggu 1 bulan 6 bulan 12 bulan 18 bulan

BB X X X X X

Efek

samping X X X X X

DPL X X X X

GOT/GPT X X X

Ur/Cr* X X X

CD4 X X X

PCR

RNA/VL* X X

•*Baru diusulkan untuk menjadi pemantauan rutin

•Secara Umum kunjungan konsultasi adalah 1 – 2

bulan sekali

(38)

Title Title Title Title

AZT :

anemia,neutro penia 

ringan,

simtomatik, berat Hb , 7,5g/dl, ANC < 500/uL

AZT diganti dengan d4T

Gejala : -Gastrointestinal ( mual-muntah,diare) hilang dalam beberapa wkt,terapi simtomatik )

- ruam & toksisitas

hati.  jika ringan terapi simtomatik, jika berat ( OT > 10 x) NVP harus diganti.

-Pusing ( EVF )  minum malam hari Indinavir  menyebabkan nefrolitiasis Tenofovir  menyebabkan disfungsi tubular renal  obat ganyti dengan yang lainnya.

NRTI : disfungsi mitokondria : asidosis laktat , toksisitas hati, pankreatitis,neurop ati perifer,

lipoatropi,miopati.  Obat diganti dengan NRTI jenis lain yg kurang toksik

Pemantauan Efek samping dan toksisitas

(39)

Angka Kejadian I. O di RSCM & RSDK

Tahun 2008 – 2010

www.themegallery.com

Diare kronik Gagal tumbuh Jamur demam lama ISPA ulang TBC 0%

10% 20% 30% 40% 50% 60% 70%

57% 57%

54%

42%

37%

33% 29%

63%

23%

6% 6%

36%

(40)

Tatalaksana Umum

Proflaksi Infeksi Oportunistik PCP

Anak terpajan HIV Anak terinfeksi HIV Evaluasi awal & lanjutan Pemberian ART Pemantauan ART Proflaksi I.O

Usia Kapan mulai

diberikan

Rejimen Obat

< 1

tahun Diberikan langsung , tanpa melihat CD4 atau klinis

Target 3 hari dalam 1 minggu

< 6 bln : 2.5 ml / 1 tab ped/1/4 tab dws

1-5 tahun

- Stadium 2-4 tanpa melihat CD 4 atau - Stadium berapapun dengan CD 4 < 25 %

6 bln-5 thn : 5 ml / II tab ped / ½ tab dws

> 6

tahun - Stadium WHO berapapun CD 4 < 350 sel/mm3

- Stadium 3-4 dan CD 4 berapapun

(41)

Tatalaksana pasien HIV

Rawat inap- Kondisi sehubungan dengan HIV

Pengamatan

Pemeriksaan Fisik

Umum

-gagal tumbuh, sindrom wasting berat - limfadenopati ekstensif / persisten - hepatosplenomegali

Kepala dan

leher

-oral thrush tdk respon dengan terapi usia > 12 bulan - pembesaran kelenjar parotis persiten / rekuren

- otitis media / sinusitis berat - mikrosefali

- infeksi sekunder stomatitis berat pasca Herpes

simplek

Paru

- Jari tabuh yg tidak diketahui penyebabnya

- distres pernafasan persisten

- hipoksia tdk sesuai dengan distres pernafasan

Kulit

-(rubeola, varisela, folikulitis ,eksim,dermatitis

seboroik ) berat

- moluskum kontagiosum ekstensif

Neurologi

- gangguan perkembangan
(42)

Pasien HIV-AIDS yang

dirujuk ke RS

Tidak mau makan Sama sekali

Tidak sadar

Sepsis

Sesak nafas Pneumonia

Demam tinggi Demam lama

Diare dehidrasi berat

Diare persisten

Kejang

(43)

Tatalaksana pasien HIV

Evaluasi kedaruratan- kondisi kegawatan

Sepsis

-Penyakit bakteri

invasif

- demam /

hipotermia -Disertai

hipoksemia.

- Mulai terapi PCP -Pneumocistis

CMV , jika

dengan terapi pCP tdk membaik

Distres

Pernafasan

- Meningitis ? - Kelainan metabolik

Kejang /penurunan kesadaran

Perdarahan GIT

-

bakteri,virus,par asit

(44)

Kesimpulan

PMTCT :

-Pemeriksaan

umum

-Status infeksi -Proflaksi ARV -Proflaksi PCP -Imunisasi

Tatalaksana secara umum : (terpapar /

terinfeksi )

-Konseling nutrisi

-Pencegahan

PCP

- Pantau tumb

kembang

- Pemberian ARV

Setelah ART

-Pantau efek

samping & toksisitas.

-Evaluasi klinis,

IO, status imunitas, kepatuhan

- kerjasama

(45)

Umur 8 bulan

Umur 12

bulan

Umur 12

bulan

Umur 12.5

bulan

Umur 13

bulan

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Sistem non- terminating [1-3] 10 15 Mampu memahami dalam percobaan optimasi dan implementasi  Ketepatan mengoptimalkan model  Ketepatan menjalankan percobaan

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apartemen dapat didefinisikan sebagai tempat tinggal yang terdiri atas kamar duduk, kamar tidur, kamar mandi, dapur,

Skripsi dengan judul “ Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar, Prisma dan Limas di SMPN 3 Kedungwaru” yang ditulis oleh Mokhamad Triyono

Lakukan identifikasi faktor-faktor perubahan (penurunan produksi, penurunan harga output, dan kenaikan biaya atau harga input) yang mungkin atau dapat saja terjadi pada

Penelitian ini menunjukkan bahwa sorbitol merupakan sumber karbon tambahan yang bersifat non-represif, yaitu dapat meningkatkan pertumbuhan dan tidak menghambat ekspresi

 %ika peserta didik menjawab namun kurang jelas atau tepat sesuai dengan kajian teori pada buku pembelajaran. Sk)r  %ika peserta didik menjawab tidak sesuai dengan kajian

2) Sebelum kejadian kandas LCT. Cipta Harapan XII telah bernavigasi dengan aman dan selamat dari Pelabuhan Ketapang sampai dengan alur luar di sekitar Buoy merah