• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Media sosial Terhadap Kebutuhan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Media sosial Terhadap Kebutuhan"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Media sosial

Line

Terhadap Kebutuhan Afiliasi

di kalangan mahasiswa

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Teori

Komunikasi

Dosen Pengampu: Sophie Aunul, M. Si

Disusun oleh

Siti Rachma F (44115120050)

Fakultas ilmu Komunikasi

Jurusan Broadcasting

Semester Ganjil 2016/2017

201 6

1

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(2)

DAFTAR ISI

COVER... 1

DAFTAR ISI... 2

BAB I PENDAHULUAN...3

1.1. Latar Belakang...3

1.2. Rumusan Masalah...4

1.3. Tujuan Makalah...4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA KONSEP...5

BAB III METODE PENULISAN...9

BAB IV PEMBAHASAN...10

4.1. Karakteristik atau Unsur Komunikasi Massa... 10

4.2. Ciri-Ciri Komunikasi Massa...12

4.3. Efek Komunikasi Massa...12

4.4. Model-Model Komunikasi Massa...13

4.5. Pengaruh Media Sosial line...... 20

BAB V PENUTUP... 22

5.1 Kesimpulan... 22

5.2 Saran... 22

DAFTAR PUSTAKA... 23

BAB II PENDAHULUAN

201 6

2

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(3)

1.1 Latar Belakang Masalah

Media Sosial Line merupakan istilah popular untuk sarana berkomunikasi. Di era globalisasi ini, media sosial Line merupakan sebuah media komunikasi dan informasi yang sangat diperlukan oleh semua kalangan, dari kalangan anak-anak hingga orang tua, pekerja dan pelajar. Kebutuhan akan informasi mendorong manusia untuk lebih mengerti akan kecanggihan beragam teknologi yang hadir saat ini. Teknologi tersebut mencakup banyak hal mulai dari kesehatan, ekonomi, bisnis serta pendidikan.

Salah satu teknologi komunikasi yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini adalah media sosial Line (internet). Seluruh lapisan masyarakat mengenal teknologi komunikasi yang disebut media sosial Line (internet), dari mulai anak-anak, remaja, dan orang tua. Banyak manfaat media sosial Line bagi penggunanya, diantaranya adalah sebagai sarana penyampaian pesan, diskusi di sesama pengguna media sosial Line lebih cepat, mudah, ekonomis, akurat mudah dikelola serta nyaman. Sekarang ini, orang lebih banyak menggunakan media sosial Line karena penggunaannya lebih mudah.

Percakakapan yang dilakukan antar manusia tidak lagi harus berhadaphadapan atau bertatap muka secara langsung. komunikasi tulisan dan terakhir komunikasi digital (Roger Fidler.2003:103). Media sosial Line sebagai salah satu media komunikasi digital telah menjadi peranan penting dalam masyarakat. Media sosial Line sudah tidak asing lagi didengar, kemudahan dalam berinteraksi, berniaga , maupun mendapatkan informasi kita dapatkan dari media ini. Berdasarkan uraian di atas, penulis sangat tertarik untuk memilih judul Pengaruh Media Sosial Line Pada Smart Phone Terhadap Kebutuhan Afiliasi Di Kalangan Mahasiswa.

1.2 Rumusan Masalah

201 6

3

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(4)

Dalam makalah ini penulis akan mencoba memaparkan mengenai masalah yang berhubungan dengan komunikasi massa dan teori-teori yang berkaitan

1.3 Tujuan Makalah

Untuk mengetahui pengaruh media sosial pada zaman sekarang terhadap mahasiswa yang berhubungan dengan teori komunikasi massa dan mengetahui tentang karakteristik dan unsur komunikasi massa

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA KONSEP

201 6

4

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(5)

2.1. PENGERTIAN KOMUNIKASI

Secara umumpengertian komunikasiadalah proses pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) pesan atau berita (informasi) antara dua individu atau lebih dengan cara yang efektif sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahaami.

Komunikasi berasal dari communicatio (latin) yang artinya “pemberitahuan” atau “pertukaran pikiran”. Menurut sejumlah ahli, pengertian komunikasi adalah sebuah proses.

- menurut Laswell, pengertian komunikasi adalah sebuah proses yang memberikan

gambaran siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa.

- Mr. Carl I. Hovland menambahkan bahwa pengertian komunikasisebagai proses

komunikator memberikan stimulan yang umumnya terdiri atas lambang lambang bahasa (verbal atau non-verbal) sehingga terjadinya perubahan tingkah laku penerima/orang lain.

- Mr. Theodorson memperlebar pengertian komunikasi kepada wilayah ide dan

emosi yaitu penyebaran informasi, ide-ide sebagai sikap atau emosi dari satu individu kepada individu lain terutama melalui simbol simbol.

- Mr. Edwin Emergy menganggap menghubungkan pengertian komunikasi sebagai

salah satu bentuk seni. Komunikasi ialah seni (art) dalam menyampaikan (to express) informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain.

Senada dengan para ahli lainnya, Delton E beranggapan bahwa pengertian

komunikasi adalah sebagai suatu proses interaksi yang memiliki arti antara sesama manusia.

Mr. William albi menghubungkan pengertian komunikasi sebagai sebuah proses sosial. Proses sosial yang dimaksud adalah proses pemberian pesan/lambang/simbol yang mana mau tidak mau akan menumbuhkan pengaruh pada semua proses dan berakibat pada bentuk perilaku manusia dan adat kebiasaan.

2.2. Pengertian Komunikasi massa

Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (dalam Rakhmat, 2009 : 188) yaitu pesan yang dikomunikasikan melalui media massa

201 6

5

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(6)

pada sejumlah besar orang. Komunikasi massa membatasi komunikasi dengan menggunakan media massa misalnya, surat kabar, majalah, radio, televisi, atau film (Effendy, 1992:20).

Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai proses komunikasi yang

berlangsung di mana pesannya dikirim dari berbagai sumber yang melembaga kepada khalayak yang sifatnya masal melalui media. Media massa dapat dibedakan atas dua macam, yakni media cetak seperti surat kabar, majalah, dan buku , dan media elektronik seperti radio, televisi, film, komputer, dan lainnya (Cangara, 2003:18).

2.3. Teknologi komunikasi

Penemuan-penemuan dalam bidang elektronika komunikasi pada gilirannya berdampak luas dalam bidang komunikasi khususnya interaksi, relasi, maupun

komunikasi antar pribadi. O'Brien dalam Bungin, (2006:111) mengatakan bahwa perilaku manusia dan teknologi memiliki interaksi di dalam lingkungan sosioteknologi. Dimana manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa memiliki interaksi dengan teknologi dalam kehidupannya sehari-hari.

Teknologi adalah aplikasi ilmu dan engineering untuk menggerakan mesin dan prosedur agar memperluas dan memperbaiki kondisi manusia. atau tidak memperbaiki efesiensi manusia pada berbagai aspek. Dikenal empat era komunikasi, yaitu era tulis, era media cetak, era media telekomunikasi dan era komunikasi interaktif.

2.4. Uses and Gratification

. Uses and Gratification merupakan “sebuah model teori yang memandang

khalayak sebagai audiens yang aktif menggunakan media. Teori ini pertama kali dinyatakan oleh Elihu Katz, yang menekankan bukan pada apa yang dilakukan media pada khalayak (what media do to people) tetapi pada apa yang dilakukan khalayak terhadap media” . “Teori Uses and Gratification berguna untuk meneliti asal mula kebutuhan manusia secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan. Inti dari model Uses and Gratification ini adalah aktivitas audiens yaitu pilihan yang disengaja oleh para pengguna isi media untuk memenuhi kebutuhan mereka”

201 6

6

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(7)

Teori Uses and Gratification ini merupakan “kebalikan dari teori peluru atau teori jarum hipodermik. Dimana dalam teori peluru, media sangat aktif dan sementara

khalayak berada di pihak yang pasif” . Sedangkan dalam teori Uses and Gratification ini tidak tertarik pada apa yang dilakukan media pada diri orang, melainkan tertarik pada apa yang dilakukan orang terhadap media. Anggota khalayak dianggap secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya .

Teori Uses and Gratification sangat menonjolkan sisi audiens sebagai pihak yang paling aktif menentukan pilihan media mana yang hendak digunakan. Dalam teori Uses and Gratification ditekankan bahwa audiens aktif untuk menentukan media mana yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya. Kebanyakan riset Uses and Gratification memfokuskan pada motif sebagai variabel independen yang mempengaruhi penggunaan media.

Masyarakat secara aktif menggunakan media untuk memenuhi kebutuhannya. Disini muncul istilah “Uses and Gratification, penggunaan dan pemenuhan kebutuhan. Dalam asumsi ini muncul pengertian bahwa komunikasi massa berguna (utility); bahwa konsumsi media di arahkan oleh motif (intentionality); bahwa perilaku media

mencerminkan kepentingan dan preferensi (selectivity); dan bahwa khalayak sebenarnya kepala batu” .

2.5. Afiliasi

Teori afiliasi (affiliation) memandang manusia sebagai makhluk hidup yang mencari kasih sayang dan penerimaan orang lain. la ingin memelihara hubungan baik dalam hubungan interpersonal dengan saling membantu dan salmg mencintai. . Lasswell, 1948 dalam Rakhmat (2005:215) menyebutkan fungsi "correlalions". Asumsi pokok dari Katz, Gurevitz, dan Has adalah pandangan bahwa komunikasi massa digunakan individu untuk menghubungkan dirinya, melalui hubungan 4 instrumental, afektif dan integrative-dengan orang-orang lain (diri, keluarga, kawan, bangsa, dan sebagainya).

Afiliasi merupakan keinginan untuk bersatu dengan orang lain tanpa

memperdulikan apapun kecuali kebersamaan yang jelas dapat diperoleh. Kebutuhan akan afiliasi menggambarkan seorang perlu merasa rasa keterlibatan "milik" dalam

201 6

7

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(8)

kelompok sosial . Kebutuhan ini adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain.

Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Budiardjo dkk. menjelaskan kebutuhan afiliasi sebagai formasi hubungan sosial, keinginan untuk bergabung, beramah-tamah dan membentuk persahabatan.

2.6. Instant Messaging

Pesan instan (Instan messaging) adalah sebuah teknologi internet yang

mengizinkan para pengguna dalam jaringan internet untuk mengirimkan pesan-pesan secara singkat langsung pada saat yang bersamaan (real time) menggunakan teks kepada penggunaan lainnya yang sedang terhubung ke jaringan yang sama

BAB III Metode Penulisan

201 6

8

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(9)

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional yang berusaha menjelaskan suatu permasalahan atau gejala yang lebih khusus dalam

penjelasan dua objek. Metode penelitian ini bertujuan untuk menemukan ada tidaknya suatu hubungan. Apabila ada, seberapa erat hubungan serta berarti atau tidaknya suatu hubungan tersebut

BAB IV PEMBAHASAN

.

201 6

9

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(10)

4.1. KARAKTERISTIK ATAU UNSUR KOMUNIKASI MASSA

1. Komunikasi Bersifat Umum

Pesan komunikasi yang disampaikan melalui media massa adalah terbuka untuk semua orang. Meskipun pesan komunikasi massa bersifat umum dan terbuka, sama sekali terbuka juga jarang diperoleh, disebabkan faktor yang bersifat paksaan yang timbul karena struktur sosial. Pengawasan terhadap faktor tersebut dapat dilakukan secara resmi sejauh bersangkutan dengan larangan dalam bentuk hukum terutama yang berhubungan dengan penyiaran ke luar negeri. Penggunaan lebih banyak media audio-vidual, kemajuan teknik untuk mencapai jarak jauh dan perluasan usaha bebas buta huruf, cenderung untuk mempercepat menuju keterbukaan yang luas.

2. Komunikasi Bersifat Heterogen

Perpaduan antara jumlah komunikan yang besar dalam komunikasi massa dengan keterbukaannya dalam memperoleh pesan-pesan komunikasi erat sekali hubungannya dengan sifat heterogen komunikan. Massa dalam komunikasi massa terajadi dari orang-orang yang heterogen yang meliputi penduduk yang bertempat tinggal dalam kondisi yang sangat berbeda, dengan kebudayaan yang beragam berasal dari berbagai lapisan masyarakat, mempunyai pekerjaan yang berjenis-jenis maka oleh karena itu mereka berbeda pula dalam kepentingan, standar hidup dan derajat kehormatan, kekuasaan dan pengaruh.

Jelasnya, komunikan dalam komunikasi massa adalah sejumlah orang yang disatukan oleh suatu minat yang sama yang mempunyai bentuk tingkah laku yang sama dan terbuka bagi pengaktifan tujuan yang sama, meskipun demikian orang-orang yang berinteraksi tadi tidak saling mengenal, berinteraksi secara terbatas dan tidak

terorganisasikan. Komposisi komunikan tersebut tergeser-geser terus-menerus, serta tidak mempunyai kepemimpinan atau perassaan identitas.

3. Media massa menimbulkan keserempakan

Yang dimaksud dengan keserempakan ialah keserempakan kontak dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator dan penduduk tersebut satu

201 6

10

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(11)

sam lainnya berada dalam keadaan terpisah. Radio dan televisi dalam hal ini melebihi media cetak.

Ada dua segi penting mengenai kontak yang langsung itu; pertama : kecepatan yang lebih tinggi dari penyebaran dan kelangsungan tanggapan; kedua : keserempakan adalah penting untuk keseragaman dalam seleksi dan interpretasi pesan-pesan. Tanpa komunikasi massa hanya pesan-pesan yang sangat sederhana saja yang disiarkan tanpa perubahan dari orang yang satu ke orang uang lain.

4. Hubungan komunikator – komunikan bersifat non- pribadi

Dalam komunikasi massa, hubungan antara komunikator dengan komunikan bersifat non pribadi, karena komunikan yang anonim dicapai oleh orang-orang yang dikenal hanya dalam peranannya yang bersifat umum sebagai komunikator. Sifat non pribadi, ini timbul

disebabkantekhnologi dari penyebaran yang massal dan sebagian lagi dikarenakan

syarat-syarat bagi peranan komunikator yang bersifat umum. Yang terakhir ini,

umpamanya mencakup keharusan untuk objektif dan tanpa prasangka dalam memilih dan menanggapi pesan komunikasi yang mempunyai norma-norma penting.Komunikasi dengan menggunakan media massa berlaku dalam satu arah (one way communication), dan ratio output-input komunikan sangat besar. Tetapi dalam hubungan komunikator dengan komunikan itu terdapat mekanisme resmi (siaran komersial).

5. Umpan Balik Tertunda (Delayed Feedback) atau Tidak Langsung (Indirect Feedback) respon audience atau pembaca tidak langsung diketahui seperti pada komunikasi antarpribadi

4.2. CIRI – CIRI KOMUNIKASI MASSA

1. Menggunakan media masa dengan organisasi (lembaga media) yang jelas.

201 6

11

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(12)

2. Komunikator memiliki keahlian tertentu

3. Pesan searah dan umum, serta melalui proses produksi dan terencana 4. Khalayak yang dituju heterogen dan anonim

5. Kegiatan media masa teratur dan berkesinambungan 6. Ada pengaruh yang dikehendaki

7. Dalam konteks sosial terjadi saling memengaruhi antara media dan kondisi masyarakat serta sebaliknya.

8. Hubungan antara komunikator (biasanya media massa) dan komunikan (pemirsanya) tidak bersifat pribadi.

4.3. EFEK KOMUNIKASI MASSA

Menurut Steven A. Chafee, komunikasi masa memiliki efek-efek berikut terhadap individu :

1. Efek ekonomis : menyediakan pekerjaan, menggerakkan ekonomi (contoh : dengan adanya industri media massa membuka lowongan pekerjaan)

2. Efek sosial : menunjukkan status (contoh : seseorang kadang-kadang dinilai dari media massa yang ia baca, seperti surat kabar pos kota memiliki pembaca berbeda dibandingkan dengan pembaca surat kabar Kompas.

3. Efek penjadwalan kegiatan

4. Efek penyaluran/ penghilang perasaan 5. Efek perasaan terhadap jenis media

Menurut Kappler (1960) komunikasi masa juga memiliki efek :

1. Conversi, yaitu menyebabkan perubahan yang diinginkan dan perubahan yang tidak diinginkan.

2. Memperlancar atau malah mencegah perubahan

3. Memperkuat keadaan (nilai, norma, dan ideologi) yang ada

4.4. MODEL-MODEL KOMUNIKASI MASSA

Kemajuan teknologi komunikasi secara masal semakin pesat. Media massa seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, dan internet berkembang mengikuti kemajuan

201 6

12

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(13)

berpikir manusia. Kemajuan teknologi komunikasi massa berpengaruh besar pada kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan. Perkembangan komunikasi massa itu menghasilkan beberapa teori model komunikasi. Yaitu :

Macam model-model komunikasi

a. Model jarum hipodermik

Dikemukakan oleh Elihu Katz pada tahun 1930-an dalam hubungannya dengan komunikasi massa, istilah “model jarum hipodermik” mengandung anggapan dasar bahwa media massa menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera dan langsung itu adalah sejalan dengan pengertian “perangsang tanggapan (stimulus-response)” yang mulai dikenal sejak penelitian ilmu jiwa pada tahun 1930-an.

Media massa digambarkan sebagai jarum hipodermik raksasa yang mencotok massa komunikan yang pasif.

Elihu Katz mengatakan, bahwa model tersebut terdiri dari:

1) Media yang sangat ampuh mampu memasukkan idea pada benak yang tidak berdaya.

2) Massa komunikan yang terpecah-pecah, yang terhubungkan denga media massa, tetapi sebaliknya komunikan tidak terhubungkan satu sama lain.

b. Model komunikasi satu tahap

Model komunikasi satu tahap menyatakan bahwa saluran media massa

berkomunikasi langsung dengan massa komunikan tanpa berlalunya suatu pessan melalui orang lain, tetapi pesan tersebut tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang sama pada setiap komunikan.

Model komunikasi satu tahap adalah model jarum hipodermik yang dimurnikan, tetapi model satu tahap mengakui, bahwa :

1) Media tidak mempunyai kekuatan yang hebat.

2) Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan dan penahanan dalam ingatan yang selektif mempengaruhi suatu pesan.

3) Untuk setiap komunikan terjadi efek yang berbeda.

201 6

13

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(14)

Selanjutnya model satu tahap memberi keleluasaan kepada saluran komunikasi massa untuk memancarkan efek komunikasi secara langsung.

c. Model komunikasi dua tahap

Dikemukaan oleh Lazarfeld, Berelson, dan Gaudet pada tahun 1948,Riset yang melahirkan teori difusi dan pengaruh dilakukan pada tahun 1940 oleh Paul Lazarsfeld terhadap masyarakat kota New York. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lazarsfeld menunjukkan bahwa pengaruh yang ditimbulkan oleh komunikasi massa dipengaruhi juga oleh faktor lain yaitu oleh komunikasi antar personal. Lazarsfeld menamainya sebgai two-step flow hipotesis. Teori ini masih mempunyai pengaruh yang sangat besar mengenai khalayak. Pada studi awalnya Lazarsfeld menemukan bahwa inforamsi dan pengaruh dari media massa disebarluaskan oleh para penentu opini kepada khalayak luas, setelah mereka menerima informasi dari media, sehingga isi pesan media tidak serta merta tersebar dan apalagi menjadi opini publik dalam khalayak yang luas.

Mereka menyatakan bahwa idea-idea seringkali datang dari radioo dan surat kabar yang ditnagkap oleh pemuka pendapat (opinion leaders) dan dari mereka ini kemudian menuju komunikan yang kurang giat. Tahap pertama adalah dari sumbernya, yakni komunikator kepada pemuka pendapat yang mengoperkan informasi. Sedangkan tahap kedua ialah dari pemuka pendapat kepada pengikut-pengikutnya, yang juga mencakup penyebaran pengaruh.

Model komunikasi dua tahap ini menyebabkan kita menaruh perhatian kepada peranan media massa dan komunikasi antarpribadi. Model dua tahap ini melihat media massa ini sebagai perorangan yang berinteraksi. Pada kebanyakan komunikasi massa tampak bahwa sebuah pesan melaju dari sumbernya, yakni komunikator, melalui saluran media massa, menuju komunikan sebagai pihak penerima, yang kemudian sebagai kebalikannya memberi tanggapan kepada pesan atau kepada orang-orang yang berinteraksi dengannya.

Dari penelitian model komunikasi dua tahap ini timbul dua keuntungan dari hipotesis model komunikasi dua tahap tersebut. Yaitu :

1) Suatu pemusatan kegiatan terhadap kepemimpinan opini dalam komunikasi massa.

201 6

14

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(15)

2) Beberapa perbaikan dari komunikasi dua tahap, seperti komunikasi satu tahap dan komunikasi tahap ganda.

D. Model komunikasi tahap ganda

Model ini menggabungkan model komunikasi jarum hipodermik, model komunikasi satu tahap dan model komunikasi dua tahap. Model komunikasi tahap ganda ini

didasarkan pada fungsi penyebaran yang berurutan yang terjadi pada kebanyakan situasi komunikasi. Model ini menyatakan bahwa lajunya komunikasi dari komunikator kepada kemunikan terdapat jumlah “relay” yang berganti-ganti. Beberapa komunikan menerima pesan langsung melalui saluran dari komunikator yang lainnya terpindahkan dari sumnernya beberapa kali.

Jumlah tahap yang pasti dalam proses ini bergantung pada maksud dan tujuan komunikator, tersedianya media massa dengan kemampuan untuk menyebarkannya, sifat dari pesan dan nilai pentingnya pesan bagi komunikan.

E. Model DeFleur

Dikemukakan oleh DeFleur Model DeFleur merupakan model komunikasi massa dari perluasan model-model yang dikemukaan para ahli lain, khususnya Shannon dan weaver, dengan memasukkan perangkat media massa (mass medium device) dan perangkat umpan balik (feedback device). Ia menggambarkan sumber (source),

pemancar (transmitter), penerima (receiver), dan sasaran (destination) sebgai fase-fase yang terpisah dalam proses komunikasi massa.

Transitter dan receiver dalam model DeFleur paralel dengan encoder dan decoder dalam model Schramm. Source dan transmitter adalah dua fase atau dua fungsi berbeda yang dilakukan seseorang.

Contohnya: Ketika seseorang berbicara, ia memilih simbol-simbol untuk

menyatakan makna denotatif dan konotatif (merumuskan makna ke dalam pesan) dan kemudian mengucapkannya secara verbal atau menuliskan simbol-simbol ini

sedemikian rupa sehingga berubah menjadi peristiwa yang dapat didengarkan atau dilihat yang dapat dipersepsi sebagai rangsangan oleh khalayaknya.

Fungsi receiver dalam model DeFleur adalah menerima informasi dan

menyandikan-baliknya-mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan (sistem

201 6

15

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(16)

simbol yang signifikan). Dalam komunikasi tertulis, mekanisme visual mempunyai fungsi yang sejajar.

F. Model Westley dan Moclean

Dipopulerkan oleh teoretikus komunikasi yaitu Bruce Westley dan Malcom Maclean pada tahun 1957, Bruce Westley dan MacLean merumuskan suatu model yang mencakup komunikasi massa, dan memasukkan umpan balik sebgai bagian intergral dari proses komunikasi. Model ini dipengaruhi oleh model Newcomb, model Lasswell, dan model Sannon-Weaver. Mereka menambahkan jumlah peristiwa,

gagasan objek dan orang yang tidak terbatas (dari X1 hingga X00), yang kesemuanya merupakan “objek orientasi”, menempatkan suatu peran C di antara A dan B, dan menyediakan umpan balik dalam komunikasi massa umpan balik bersifat minimal dan tertunda.

Contohnya :Penceramah agama, calon presiden yang berdebat dalam rangka kampanye politik, atau pemasang iklan, yang disiarkan televisi, tidak dapat secara

langsung mengetahui bagaimanapenerimaan pesannya oleh khalayak pemirsa.

Umpan balik dapat saja diterima pengirim pesan, namun mungkin beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

Westley dan Mac Lean menambahkan suatu unsur lain (C). C adalah “penjaga gerbang” (gatekeeper) atau pemimpin pendapat (opinion leader) yang menerima pesan (X’) dari sumber media massa (A) atau menyoroti objek orientasi (X3, X4) dalam

lingkungannya. Menggunakan informasi ini penjaga gawang kemudian menciptakan pesannya sendiri (X’’) yang ia kirimkan kepada penerima (B). Maka terbentuklah suatu sistem penyaringan, karena penerima tidak memperoleh informasi langsung dari sumbernya, melainkan dari orang yang memilih informasi dari berbagai sumber.

Contohnya :Bila anda punya minat pada komunikasi hewan, anda dapat membaca sejumlah buku dan menonton film dokumenter yang disiarkan televisi mengenai hal tersebut.

Dalam komunikasi massa, umpan balik dapat mengalir dengan tiga arah : dari penerima ke penjaga gerbang, dari penerima ke sumber media massa, dan dari pemimpin pendapat ke sumber media massa.

201 6

16

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(17)

Westley dan Mac Lean tidak membatasi model mereka pada tingkat individu. Bahkan, mereka menekankan bahwa penerima mungkin suatu kelompok atau suatu lembaga sosial. Model Westley dan Mac Lean mencakup beberapa konsep penting umpan balik, perbedaan dan kemiripan komunikasi antarpribadi dengan komunikasi massa dan pemimpin pendapat yang penting sebagai unsur tambahan dalam komunikasi massa. Model ini juga membedakan pesan yang bertujuan (purposif) dengan pesan yang tidak bertujuan (nunpurposif). Pesan yang bertujuan adalah pesan yang dikirimkan sumber untuk mengubah citra penerima mengenai sesuatu dalam lingkungan. Pesan

nonpurposif adalah yang dikirimkan sumber kepada penerima secara langsung atau melalui penjaga gerbang namun tidak dimaksudkan untuk mempengaruhi penerima.

G. Model Berlo

Dikemukakan oleh David K. Berlo, yang kemukakan pada tahun 1960,Model berlo dikenal dnegan model SCMR, kepanjangan dari Source (sumber), Message (pesan), Channel (saluran), dan Receiver (penerima). Berlo juga menggambarkan kebutuhan penyandi (encoder) dan penyandi-balik (decoder) dalam proses komunikasi. Penyandi bertanggung jawab mengekspresikan maksud sumber dalam bentuk pesan.

Contohnya :Menteri sekertaris Negara dapat berfungsi sebgai penyandi dalam konfrensi pers yang ditayangkan sebuah stasiun televisi. Senada dengan itu, penerima membutuhkan penyandi-balik untuk menerjemahkan pesan yang ia terima. Dalam kebanyakan kasus, penyandi-balik adalah perangkat keterampilan indrawi penerima.

Dalam komunikasi massa, terdapat banyak saluran : televisi, radio, surat kabar, buku, dan majalah. Menurut model Berlo, sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh faktor-faktor. Keterampilan komunikasi,sikap, pengetahuan, sistem sosial, dan budaya. Pesan dikembangkan berdasarkan elemen, struktur, isi, perlakuan, dan kode. Salurannya berhubungan dengan panca indra : melihat,mendengar,menyentuh,

membaui dan merasai (mencicipi). Model ini bersifat organisasional daripada mendeskripsikan proses karena tidak menjelaskan umpan balik.

Salah satu kelebihan model Berlo adalah tidak terbatas pada komunikasi massa dan bersifat heuristik (merangsang penelitian). Namun, model Berlo juga mempunyai keterbatasan yaitu menyajikan komunikasi sebagai fenomena yang statis ketimbang

201 6

17

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(18)

fenomena yang dinamis dan terus berubah , umpan balik yang diterima pembicara dari khalayak tidak dimasukkan dalam model grafik-nya dan komunikasi nenverbal tidak dianggap penting dalam mempengaruhi orang lain.

H. Model LasswelL

Dikemukan oleh Harold Lasswell pada tahun 1948Lasswell mengemukakan teori komunikasi berupa ungkapan verbal, yakni

Who Say what

In Which Channel To Whom

With What Effect?

Sumbangan pemikiran Lasswel dalam kajian teori komunikasi massa adalah identifikasi yang dilakukannya terhadap tiga fungsi dari komunikasi massa. Pertama adalah

kemampuan media massa memberikan informasi yang berkaitan dengan lingkungan di sekitar kita, yang dinamakannya sebgai surveillance. Kedua, adalah kemampuan media massa memberikan berbagai pilihan dan alternatif dalam penyelesaian masalah yang dihadapi masyarkat yang dinamakannya sebagai fungsi correlation. Ketiga adalah fungsi media massa dalam mensosialisasikan nilai-nilai tertentu kepada masyarakat, yang dalam terminologi Laswell dinamakan sebgai transmission (Shoemaker dan Resse, 1991 : 28-29). Dalam perkembangannya, Charles Wright menambahkan fungsi keempat yaitu entertainment, dimana komunikasi massa dipercaya dapat memberi pemenuhan hiburan bagi para konsumen dengan dikontrol oleh para produsen (Shoemaker dan Resse, 1991 :28).

Model Lasswell sering diterapkan dalam komunikasi massa, model tersebut mengisyaratkan bahwa lebih dari satu aliran dapat membawa pesan. Unsur (Who) merangsang pertanyaan mengenai pengendalian pesan (misalnya oleh “penjaga gerbang, sedangkan unsur pesan (Say What) merupakan bahan untuk analisis isi. Saluran komunikasi (In Which Channel) dikaji dalam analisis media. Unsur penerima (to Whom) dikaitkan dengan analisis khalayak, sementara unsur pengaruh (With What

201 6

18

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(19)

Effect) jelas berhubungan dengan studi mengenai akibat yang ditimbulkan pesan komunikasi massa pada khalayak pembaca, pendengar atau pemirsa.

Model Lasswell memiliki kekurangan yaitu model ini mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan dan dianggap terlalu menyederhanakan masalah. Tetapi, kelebihan model Lasswell ialah fokus terhadap aspek-aspek penting komunikasi.

I. Model opini publik dan gelombang kebisuan

Noelle-Newman sebenarnya adalah peneliti politik Jerman. Ia mengadakan observasi dalam pemilihan umum yang memperlihatkan adanya beberapa pandangan nampaknya lebih berjalan baik daripada pandangan yang lainnya. Kadang-kadang sebagian publik lebih memilih untuk diam saja atau membisu mengenai opini yang ada dalam pikiran mereka daripada memperbincangkannya. Jika opini umum dari media massa semakin tersebar dan meluas di masyarakat, maka semakin senyap suara perseorangan yang berlawanan dengan pendapat umum yang lebih dominan. Noelle-Newmann kemudian menyebut proses ini sebgai gelombang kebisuan.

Penelitian yang berkaitan dengan kondisi di Jerman di tahun 1960 sampai dengan 1970-an, dimana partai Demokrasi Sosial berkuasa pada saat iitu. Kekuasaan partai ini tidak lepas dari peran media massa yang cenderung kekiri-kirian di masa itu, sejlan dengan ideologi Parta Demokrasi Sosial. Peran media massa yang seperti ini mampu menciptakan gelombang kebisuan di dalam khalayak yang tidak menyukai Partai

Demokrasi Sosial. Yang tersisa hanyalah suara publik yang mendukung kebijakan Partai Sosial Demokrat (McQuail, 1996 :252).

Teori yang dikemukakan oleh Elisabeth Noelle-Newman mengenai gelombang kebisuan merupakan pengembangan dari teori mengenai opini publik dengan

melanjutkan analisis yang mampu menunjukkan bagaimana komunikasi antar personal dan media bekerja bersama-sama dalam membangun opini publik, asumsi dasar yang dikemukakan oleh Noelle-Newman adalah bahwa orang-orang pada umumnya secara alamiah memiliki rasa takut terkucil. Dan dalam pengungkapan opini, mereka berusaha menyatu dengan mengikuti opini mayoritas atau konsensus. Sumber konsensus utama adlah media massa dan akibatnya para jurnalis yang mungkin memiliki pengaruh cukup

201 6

19

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(20)

besar untuk melakukan penetapan mengenai apa yang dipandang sebgai “iklim tropis” yang berlaku pada saat tertentu dalam isu tertentu atau yang lebih luas.

4.5. Pengaruh Kebutuhan Media sosial line Dikalangan Mahasiswa

Kebutuhan akan informasi mendorong manusia untuk lebih mengerti akan kecanggihan beragam teknologi saat ini. Kebutuhan yang mendorong orang untuk melakukan komunikasi dimana saja dan kapan saja tanpa harus bertatap muka. Line adalah salah satu media sosial yang mudah diakses,ekonomis,dan memiliki fitur-fitur yang banyak seperti free call, sticker, Custom ID, Customable wallpaper, dan Official Account.

Line sebagai media yang dapat digunakan untuk multi chat juga dimanfaatkan responden untuk diskusi grup yang dirasa responden sangat bermanfaat dan praktis. Selain itu Line juga digunakan untuk berbagi link (tautan/situs) kepada sesama

pengguna media sosial Line. Dengan cara penggunaannya yang mudah dalam berbagi tautan, Line sering kali digunakan untuk berbagi tautan foto,ataupun portal-portal berita. Line juga dilengkapi dengan berbagai macam fitur seperti official account artis,provider ataupun merek-merek terkenal yang berfungsi untuk berbagi informasi tentang produk tersebut,ada juga stiker, free call,voice note dan video call. Membuat para responden untuk setuju bahwa fitur-fitur yang terdapat dalam media sosial Line sangat menarik.

Pada Line account pribadi pengguna juga bisa diatur seperti mengatur display picture, dan mengganti personal status. Mengganti display picture dan meng-update personal status juga sering dilakukan oleh para responden. Dengan media sosial Line, responden setuju bahwa Line juga menjadi sarana penerimaan pertemanan. Sesama pengguna Line juga memiliki rasa memiliki antara sesama pengguna dan melakukan banyak kerja sama seperti berbagi informasi tugas kuliah, berbagi foto, atau bahkan berbagi informasi tentang kejadian sehari-hari. Line juga dapat menjadi sarana bertukar pikiran oleh para responden,selain itu juga digunakan sebagai sarana mengisi waktu luang.

sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hubungan antara pengaruh media sosial Line sebagai media komunikasi terhadap kebutuhan afiliasi adalah hubungan yang

201 6

20

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(21)

rendah namun memiliki pengaruh yang berarti. Dalam hasil analisa ini,analisa dilakukan sesuai dengan teori Uses and Gratification dimana media dapat memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial para khalayak. Khalayak dalam hal ini adalah responden sengaja menggunakan media untuk mencapai tujuan mereka. Dalam penggunaan Line,

kebutuhan mendasar yang dicari adalah untuk beriteraksi dengan orang lain, kebutuhan untuk berinteraksi 7 dengan orang lain dikenal dengan konsep kebutuhan afiliasi. Orang-orang dengan kebutuhan afiliasi tinggi mendambakan suatu hubungan antar pribadi yang hangat.

BAB V PENUTUP

201 6

21

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(22)

5.1. Kesimpulan

Komunikasi massa adalah komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan media massa pada sejumlah besar orang. Bagi kebanyakan orang, media massa pada

umumnya di pandang sekadar sebagai sumber informasi. dalam perran komunikasi Media Sosial Line mempunyai fitur yang sangat menarik, sehingga media sosial Line dapat memenuhi kebutuhan pertemanan antar mahasiswa. Banyak kemudahan yang terdapat dalam fitur media sosial Line. Diantaranya fitur untuk berbagi foto, mengirim file yang penting, sampai fasilitas telefon gratis tanpa menggunakan pulsa. Dengan adanya fitur seperti ini para mahasiswa tidak lagi terhalang tempat dan waktu untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa harus memikirkan tempat dan waktu.

5.2. Saran

Dalam penulisan ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial Line sangat efektif untuk menjalin kerjasama serta berbagi informasi, karena proses interaksi bisa dilakukan tanpa harus bertatap muka. Maka dari itu penulis mengajukan saran agar mahasiswa dan masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi agar proses informasi mengenai kegiatan akademis dapat menjadi lebih praktis dan lebih sederhana.

201 6

22

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

(23)

Daftar Pustaka

Cangara,Hified. 2003. Pengantar Ilmu Komunikasi: Jakarta: Raja Grafindo Persada. Effendy,Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti. ---. 2006. Ilmu Komunikasi, Teori, dan Praktek. Bandung: Rosda

Rakhmat, Jalaludin. 1994. Psikologi Komunikasi. Bandung. Remaja Rosdakarya.

Rakhmat, Jalaludin. 2005. Analisa Data Penelitian Kualitatif. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Roger, Fidler. 2003. Mediamorfosis, Memahami Media Baru. Yogyakarta: Bentang

Budaya.

Sumber Lain http://www.candra.web.id/2012/12/08/Line-aplikasi-chat-dan-telpon-gratis-terbaik-diandroid/ (Diakses tanggal 10 desember 2016 ).

http://Line-indo.blogspot.com/p/tentang-Line.html (diakses pada tanggal 10 Desember 2016).

201 6

23

TEORI KOMUNIKASI Pengaruh Media sosial Line Terhadap Kebutuhan Afiliasi di kalangan mahasiswa

Referensi

Dokumen terkait

Faktor pendukung eksternal yaitu tersedianya Sumber Daya Alam (SDA) dimana di desa Ngompro ini tanahnya subur,dan tersedianya air unutk mengairi pertanian, serta

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membuktikan apakah desentralisasi fiskal, kemandirian daerah, akuntabilitas dan transparansi dapat

dengan selesainya penulisan skripsi yang berjudul “PENGARUH LAMA PENYIMPANAN TERHADAP STERILITAS PINSET ANATOMIS DENGAN KEMASAN POUCHES (Penyimpanan Dilakukan pada

[r]

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah bagi mahaiswa: (1) Meningkatkan motivasi mahasiswa dalam belajar, mahasiswa dapat memperoleh hasil belajar yang optimal

Pada setiap tingkat masyarakat dan negara terdapat tindakan yang dapat diambil oleh bidan untuk membantu memastikan bahwa ibu-ibu tidak akan meninggal

●  Istilah: Jenis kesalahan dan hukuman yang telah ditetapkan oleh Allah dalam al-Quran dan mesti dilaksanakan oleh manusia berkait dengan kesalahan yang berhubung dengan hak

Apakah terdapat perbedaan perubahan dimensi pada gipsum tipe III komersial dengan gipsum tipe III daur ulang sebagai bahan model kerja gigitiruan pada 2, 24,. 72 jam dan 2