• Tidak ada hasil yang ditemukan

RANCANGAN POLA PENGELOLAAN SUMBER DAYA A (3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "RANCANGAN POLA PENGELOLAAN SUMBER DAYA A (3)"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN POLA PENGELOLAAN SUMBER

DAYA AIR WS JAMBO AYE

(2)
(3)

Kabupaten Bener Meriah 16,32%

No Nama_DAS Luas (ha)

001 DAS A. Geuruntang 4134,17 002 DAS Reunget 696,17 003 DAS Rusa 21.819,38 004 DAS Arakundo 7.715,43 005 DAS Jambo Aye 541.032,40 006 DAS Bugeng 15.184,16 007 DAS A. Gading 7.302,04

No Nama_DAS Luas (ha)

008 DAS Idi 23.988,53

009 DAS Peundawa Puntong 3.983,58 010 DAS Peundawa Rayeuk 6.003,72 011 DAS Peureulak 129.518,93 012 DAS Leungo Rayeuk 4.058,82 013 DAS Babah 10.945,72

Grand Total 776.383.04

Kabupaten Ibukota Luas

(Ha)

% Luas Thd WS

Aceh Tengah Takengon 220.770,41 28,44

Aceh Timur Idi 361.508,31 46,56

Aceh Utara Lhoksukon 63.808,53 8,22 Gayo Luwes Blangkejeren 3.573,14 0,46 Bener Meriah Simpang Tiga Rede 126.722,64 16,32

Jumlah 776.383,04 100,00

Peta wilayah administrasi & das PADA WS JAMBO AYE

Kabupaten Aceh Utara 8,22%

Lhoksukon

Kabupaten Aceh Tengah 28,44 %

Takengon

Kab.upaten Aceh Timur 46,56%

Idi

Kab.upaten Gayo Luwes 0,46%

(4)

KARAKTERISTIK DAS DAS PADA PADA WS JAMBO AYE

Skema DAS Jambo Aye

DAERAH HILIR MERUPAKAN WILAYAH PEMUKIMAN YANG CUKUP PADAT SEPANJANG PESISIR

DAS JAMBO AYE MERUPAKAN DAS TERBESAR DENGAN LUAS MENCAPAI 541.032 HA DARI

TOTAL 776.383 HA.

MEMPUNYAI POTENSI DEBIT CUKUP BESAR UNTUK RENCANA WADUK DENGAN C.A WADUK 383.800 HA

BENDUNG LANGKAHAN (EXISTING DI JB AYE) YANG MENGAIRI AREAL UNTUK KAB. ACEH UTARA (15.993 Ha) & KAB. ACEH TIMUR (3.480 Ha)

AREAL IRIGASI MERUPAKAN LINTAS WS (WS PASE PEUSANGAN & WS JB AYE)

DAS sebagian besar dengan sungai pendek dan menyebar kecuali DAS Jambo Aye, Peureulak & Idi.

Pemukiman pada sempadan sungai.

200 mm

Curah Hujan Rata2 Bulanan

Sungai Jambo Aye WS. PASE PEUSANGAN

DI JAMBO AYE

WS. JMABO AYE

(5)
(6)

PENDAYAGUNAAN SDA

•Mendayagunakan sumber air pada WS Jambo Aye untuk melayani PKW

•Mengendalikan pemanfaatan ruang pada sempadan sungai yg dapat mengganggu fungsi sungai pada WS Jambo Aye.

•Pengembangan Daerah Irigasi &Waduk Jambo Aye&

•Pengembangan Rawa Tambak.

•Pemenuhan SPAM & PLTM\PLTA

•Merehabilitasi DAS pada WS Jb.Aye

•Memanfaatkan ruang pada kawasan di sekitar DAS Jambo Aye & tetap menjaga kelestarian lingkungan & fungsi kawasan

•Mengendalikan pemanfaatan ruang pada WS Jambo Aye (sempadan sungai & pantai)

•Rehabilitasi & pemantapan fungsi kawasan pantai berhutan bakau dan pelestarian biota laut dilakukan pada kawasan pantai berhutan bakau di Kab. Aceh Timur & Kab Aceh Utara

•Mengendalikan pemanfatan ruang di Imbuhan air tanah pada CAT Langsa

•Kawasan Rawan Tanah Longsor,

•Kawasan rawan banjir

PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR

Draft RTRW Provinsi Aceh & RTR Sumatera Perpres No 13/2012

KAWASAN EKOSISTEM LEUSER (KAWASAN STRATEGIS NASIONAL)

KAWASAN BUDIDAYA

Waduk Jb Aye

Kawasan Tambak & Hutan Bakau

PENATAAN RUANG pada WS JAMBO AYE (ws strategis)

Lhoksumawe

Pusat Kegiatan Nasional (PKN)

Langsa

Pusat Kegiatan Wilayah (PKW)

KONSERVASI SDA

Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Utara & Aceh Timur yang

baru dibentuk

(7)
(8)

ISU STRATEGIS nasional PADA WS JAMBO AYE

WILAYAH KAWASAN EKOSISTEM LEUSER

MERUPAKAN KAWASAN YANG MEMPUNYAI FUNGSI KAWASAN :

- HUTAN LINDUNG, - HUTAN PRODUKSI - TAMAN BURU

SEBAGIAN WILAYAH INI MASUK DALAM WILAYAH SUNGAI JAMBO AYE.

LUAS AREAL EKOSISTEM LEUSER PADA WS JAMBO AYE ADALAH :

473.540 HA (61%) DARI SELURUH LUAS

WS. JAMBO AYE 776.383,04 HA

(Termasuk Wilayah Kawasan Strategis Nasional–PP 26/2008)

(9)

ISU STRATEGIS LOKAL / NASIONAL PADA WS JAMBO AYE

LUMBUNG PANGAN Total Luas Existing

39.824 Ha

PEMENUHAN AIR MINUM BELUM MAKSIMAL DISELURUH WILAYAH KECAMATAN.

PENDUDUK (2011) WS JB. AYE 744.840 JIWA TERPENUHI 30,62%

KAWASAN PESISIR MERUPAKAN KAWASAN TAMBAK. AREAL TAMBAK MENCAPAI 25.520 HA DI WILAYAH PESISIR (Fungsional hanya 26%)

PENGEMBANGAN KAWASAN PELABUHAN

LAUT SEBAGAI KORIDOR EKONOMI WILAYAH TIMUR. KOTA LHOKSUMAWE DAN LANGSA

BANJIR DI WILAYAH HILIR AKIBAT SISTEM

DRAINASE YANG KURANG BAIK DAN

BANYAKNYA PEMUKIMAN DIDAERAH

BANTARAN SUNGAI.

DAERAH RAWAN BANJIR DI HILIR 24.355 HA. DI BAGIAN HULU AKIBAT DAYA TAMPUNG ALUR SUNGAI BERKURANG. DAERAH RAWAN BANJIR 16.514 HA.

AREAL RAWAN BANJIR MENCAPAI 40.919 HA KEKURANGAN ENERGI LISTRIK, TERPENUHI BARU MENCAPAI 64,03%.

ADANYA POTENSI PLTMH / PLTA DI DAS JAMBO AYE & DAS PEUREULAK

LAHAN KRITIS PADA DAS JAMBO AYE

- POTENSIAL KRITIS 46,34%

- SANGAT KRITIS 3,76%

- AGAK KRITIS 29,56%

- KRITIS 14,48%

- TIDAK KRITIS 5,85%

(10)
(11)

No Kabupaten Kecamatan Sumber Air 1 Aceh Tengah Atu Lintang S. Kepala Akal

2 Gayo Lues Pinding Sungai Uring

3 Aceh Timur Simpang Jernih

-4 Aceh Timur Serba Jadi S. Serbajadi

5 Aceh Timur Serba Jadi S. Rampah

6 Aceh Timur Serba Jadi Sungai Mesir

7 Bener Meriah Syiah Utama S. Tembolon

8 Bener Meriah Permata S. Timur Jaya

9 Bener Meriah Pintu Rime

Gayo S. Rimba Raya

POTENSI PLTA

C.A Waduk Jambo Aye = 3.848 km2

Luas Genangan = 8.500 Ha PLTA = 106 MW Irigasi = 26.937 Ha (fungsional 19473 Ha & pengembangan 7.464 Ha + Plus suplesi Simpang Ulim)

POTENSI PLTMH

POTENSI PLTA DAN PLTM PADA WS JAMBO AYE

1

1 Potensi PLTMH

3 Lokasi di Kawasan Lindung

002 Nomor Urut DAS

(12)

Rawa (Existing & Pengembangan)

No Nama DI Kabupaten Luas

(Ha) Keterangan

A Pusat Lintas Kabupaten

Jambo Aye

Langkahan Lintas Kab 19.473

Lintas kabupaten [Aceh Utara (15.993

ha)/Aceh Timur (3.480 Ha)]

Rencana Perluasan Menjadi 26.937

B Pusat Utuh Kabupaten

Alue Ubay Aceh Utara 4.144 utuh kabupaten Krueng Pase Aceh Utara 8.791 utuh kabupaten Datar Diana Bener Meriah 3.200 utuh kabupaten

C Propinsi Lintas Kabupaten Paya Ketengga /

Alue Merbo Aceh Timur 2.200

lintas kabupaten [Kota Langsa]

D Propinsi Utuh Kabupaten

Jambo Reuhat Aceh Timur 2.625 utuh kabupaten Uteun Dama Aceh Timur 1.300 utuh kabupaten Peunaron Aceh Timur 1.550 utuh kabupaten Bebesaan Jamur

Barat Aceh Tengah 2.000 utuh kabupaten Jamuan Aceh Utara 1.000 utuh kabupaten Krueng Tuan Aceh Utara 2.226 utuh kabupaten

E Kabupaten Utuh Kabupaten

Irigasi Desa Aceh Utara 23.628 129 DI Desa

Irigasi Desa Aceh Timur 9.015 33 DI Desa Pengembangan Areal 5.000 Ha Irigasi Desa Aceh Tengah 11.861 87 DI Desa

Irigasi Desa Bener Meriah 10.392 58 DI Desa Irigasi Desa Gayo Luwes 9.854 44 DI Desa

Jumlah 113.259

(13)

POTENSI cekungan air tanah cat) PADA WS JAMBO AYE

(14)
(15)

ASPEK KONSERVASI SDA

Keterkaitan Kelas Erosi Lahan

dan lahan kritis dengan Zona

Pemanfaatan Air

Lahan Kritis

mempengaruhi besar erosi yang didominasi

DAS Jambo Aye

(16)

ASPEK KONSERVASI SDA (kualitas air)

Hasil pengamatan kualitas air sebagian besar wilayah daerah hilir sebagian besar tidak memenuhi syarat layak untuk air minum

LOKASI SAMPEL KUALITAS AIR

PPRI No 82 tahun 2001 Kelas II tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air disetarakan dengan Permen Kesehatan 492 Tahun 2010

NO PARAMETER SATUAN BAKU MUTU a) HASIL PENGUJIAN

A FISIKA

1 Temperatur °̊C Normal Memenuhi

2 Residu Terlarut (TDS) mg/L 1000 Tidak Memenuhi

3 Zat Padat Tersuspensi (TSS) mg/L 50 Tidak Memenuhi

B KIMIA

1 Amoniak Bebas (NH3-N) mg/L - Memenuhi

2 BOD mg/L 3 Tidak Memenuhi

3 COD mg/L 25 Tidak Memenuhi

4 Detergen (MBAS) mg/L 0,002 Tidak Memenuhi

5 Mangan (Mn) * mg/L - Memenuhi

6 Nitrat (NO3-,N) mg/L 10 Memenuhi

7 Nitrit (NO2-,N) mg/L 0,06 Tidak Memenuhi

8 Oksigen Terlarut (DO) mg/L > 4 Tidak Memenuhi

9 pH - 6 s/d 9 Memenuhi

10 Tembaga (Cu) * mg/L 0,02 Tidak Memenuhi

11 Timbal (Pb) * mg/L 0,03 Memenuhi

12 Minyak dan Lemak mg/L 0,001 Memenuhi

C MIKROBIOLOGI

1 Coliform jml/100 mL 5000 Memenuhi

2 E. Coli jml/100 mL 1000 Memenuhi

(17)

ASPEK KONSERVASI SDA

UPAYA YANG DILAKUKAN DENGAN

KEGIATAN VEGETATIVE UPAYA YANG DILAKUKAN DENGAN KEGIATAN SIPIL TEKNIS

TD/TG Teras datar/Teras Gulud SRA/B Sumur Resapan/Biopori

TG/TI Teras Gulud/Teras Individu DPn Dam Penahan

TG/TKB Teras Gulud/Teras Bangku Dpi Dam Pengendali

TG/TK Teras Gulud/Teras Kredit GP Gully Plug

TI Teras Individu E Embung - Embung RL –Reboisasi pada HL (Hutan Lindung)

RK –Reboisasi pada HK (Hutan Konservasi) RP –Reboisasi pada HP (Hutan Produksi) PL - Penghijauan Kawasan Lindung HHL –HL di DAS Hulu

(18)

RENCANA STRATEGIS ASPEK KONSERVASI SDA

DAS PEUREULAK

DAS JAMBO AYE

EKOSISTE M LEUSER

RENCANA EMBUNG RENCANA CHECK DAM

Diseluruh DAS *) Idem dengan Pendayagunaan SDA

JANGKA PENDEK 2011-2016

JANGKA MENENGAH

2011-2021

(19)
(20)

Suplai demand PADA WS JAMBO AYE

Terjadi deficit di beberapa DAS yaitu DAS Arakundo, DAS Gading, DAS Idi, DAS Peundawa Rayeuk dan DAS Leungo Rayeuk

04. DAS Arakundo 07. DAS Gading 08. DAS Idi

10. DAS Peundawa Rayeuk 12. DAS Leungo Rayeuk

(21)

KEBUTUHAN AIR BERDASARKAN SKENARIO 1, 2 & 3 POLA PSDA WS JAMBO AYE

Kebutuhan Air diasumsikan berdasarkan Kondisi Skenario pemenuhan air yaitu skenario 1, 2 dan 3.

Pada skenario 1 direncanakan memenuhi kebutuhan air penduduk dan irigasi existing dengan pengembangan irigasi & rawa/tambak terbatas. Pada skenario 2 & 3 direncanakan dengan membangun Waduk Jambo Aye untuk keperluan pemenuhan & pengembangan irigasi & rawa, PLTA, RKI/DMI dan Pemenuhan Kebutuhan Air lainnya.

Kebutuhan Ideal Yang Harus dipenuhi saat ini

JANGKA PENDEK 2011 - 2016

JANGKA MENENGAH 2011 -2021

JANGKA PANJANG 2011 - 2031

(22)

SKENARIO PEMENUHAN AIR

No

Strategi Pengelolaan SDA

Skenario

Skenario 1

Skenario 2

Skenario 3

1

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Teknis 39.384 Ha tersebar di Kab

9.846 Ha

19.692 Ha

39.384 Ha

2

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa ke teknis secara bertahap

750 Ha

1.500 Ha

4.000 Ha

3

Pengembangan Areal Irigasi Baru

a. Daerah Irigasi Jambo Aye

3.000 Ha

7.464 Ha

7.464 Ha

a. Daerah Irigasi Peureulak

5.000 Ha

5.000 Ha

5.000 Ha

4

Pembangunan Waduk dan embung

a. Waduk Jambo Aye

-

b. Embung di DAS Peureulak ( 1 Lokasi)

c. Embung di DAS Jambo Aye ( 2 Lokasi)

5

Infrastruktur/Prasarana Air Bersih (BNA/IKK)

6

Pengembangan PLTMH (8 lokasi)

7

Pengembangan Areal Rawa untuk irigasi & tambak :

a. Simpang Ulin 3.000 Ha

b. Seuneudon

3.000 Ha

-

c. Julok

2.000 Ha

-

Kebutuhan Air diperhitungkan terhadap pemenuhan air sesuai skenario 1, 2 dan 3

Potensi Air Permukaan WS Jambo Aye adalah

6.320 juta m

3

/thn

Potensi Debit Rerata (Q50%) = 315,454 m

3

/dt ; dan Q80% = 200,368 m

3

/dt ;

Demand 2010 Rerata = 63,418 m

3

/dt

(23)

KEBUTUHAN AIR BERDASARKAN SKENARIO 3

75.718

103.018

106.018 106.018

75.089

77.982 79.993 82.134

0.000

2011 2016 2021 2026 2031

M

NERACA AIR WS JAMBO AYE SKENARIO 3

Ketersediaan Air Aktual / Nyata Kebutuhan Air Skenario Tinggi

63.418.

* OP dan Rehab Jaringan Irigasi * Pembangunan Daerah Irigasi

- DI Jambo Aye 3.000 Ha

* OP dan Rehab Jaringan Irigasi * Konservasi DAS

2021-2026

JANGKA PENDEK

JANGKA MENENGAH

JANGKA PANJANG * OP Jaringan Irigasi

* Konservasi DAS

2026-2031

* OP dan Rehab Jaringan Irigasi * Pembangunan Daerah Irigasi :

- DI Jambo Aye 3.924 Ha (26,397 Ha),

* Pembangunan Waduk Jambo Aye (Kapasitas rata rata 54,6 – 148,6m3/dtk) Untuk PLTA 106 MW dan Suplesi Areal Irigasi

* Penyediaan Air Baku 4,2 m3/dtk

2016-2021

(24)

SKEMA pemenuhan alokasi air tahun 2011 - 2016

No Pemenuhan Kebutuhan Air 2011 2016 Alokasi

1 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Teknis 39.384 Ha tersebar di Kab 9.846 Ha

2 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa ke teknis secara bertahap 750 Ha

3 Pengembangan Areal Irigasi Baru

a. Daerah Irigasi Jambo Aye 3.000 Ha

a. Daerah Irigasi Peureulak 5.000 Ha

4 Pembangunan Embung

a. Embung di DAS Peureulak (1 lokasi) √

b. Embung di DAS Jambo Aye ( 2 lokasi) √

5 Infrastruktur/Prasarana Air Bersih (BNA/IKK) √

6 Pengembangan PLTMH (8 lokasi) √

7 Pengembangan Areal Rawa untuk irigasi & tambak :

(25)

SKEMA pemenuhan alokasi air tahun 2011 - 2021

No Pemenuhan Kebutuhan Air 2011 - 2021 Alokasi

1 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Teknis 39.384 Ha tersebar di Kab 19.692 Ha

2 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa ke teknis secara bertahap 1.500 Ha

3 Pengembangan Areal Irigasi Baru

a. Daerah Irigasi Jambo Aye 7.464 Ha a. Daerah Irigasi Peureulak 5.000 Ha

4 Pembangunan Waduk dan Embung

a. Waduk Jambo Aye √

b. Embung di DAS Peureulak (1 Lokasi) √ c. Embung di DAS Jambo Aye (2 Lokasi) √

5 Infrastruktur/Prasarana Air Bersih (BNA/IKK) √

6 Pengembangan PLTMH (8 lokasi) √

7 Pengembangan Areal Rawa untuk irigasi & tambak :

a. Simpang Ulin 3.000 Ha √

b. Seuneudon 3.000 Ha √

(26)

SKEMA pemenuhan alokasi air tahun 2011 - 2031

No Pemenuhan Kebutuhan Air 2011 - 2021 Alokasi

1 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Teknis 39.384 Ha tersebar di Kab 39.384 Ha

2 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa ke teknis secara bertahap 1.500 Ha

3 Pengembangan Areal Irigasi Baru

a. Daerah Irigasi Jambo Aye 7.464 Ha a. Daerah Irigasi Peureulak 5.000 Ha

4 Pembangunan Waduk dan Embung

a. Waduk Jambo Aye √

b. Embung di DAS Peureulak (1 Lokasi) √ c. Embung di DAS Jambo Aye (2 Lokasi) √

5 Infrastruktur/Prasarana Air Bersih (BNA/IKK) √

6 Pengembangan PLTMH (8 lokasi) √

7 Pengembangan Areal Rawa untuk irigasi & tambak :

a. Simpang Ulin 3.000 Ha √

b. Seuneudon 3.000 Ha √

(27)

RENCANA STRATEGIS PENGELOLAAN SDA WS JAMBO AYE

NO

KEBIJAKAN OPERASIONAL

JANGKA

B

Pendayagunaan Sumber Daya Air

1

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Teknis Seluas 39.384 Ha tersebar di Kab

2

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa menjadi teknis secara bertahap 4.000 Ha

3

Pengembangan Areal Irigasi Baru

a. Daerah Irigasi Jambo Aye

b. Daerah Irigasi Peureulak

4

Pembangunan Waduk dan embung

a. Waduk Jambo Aye

b. Embung di DAS Peulak

c. Embung di DAS Jambo Aye

5

Infrastruktur/Prasarana Air Bersih (BNA/IKK)

6

Pengembangan PLTMH (20 lokasi)

7

Pengembangan Areal Rawa untuk irigasi dan tambak antara lain

a. Simpang Ulin 3.000 Ha

b. Seuneudon

3.000 Ha

c. Julok

2.000 Ha

(28)
(29)

ASPEK PENGENDALIAN DAYA RUSAK AIR

Lokasi waduk Jambo

Aye sebagai salah satu

upaya reduksi banjir

dihilir S.Jambo Aye

Daerah banjir pada

WS Jambo Aye

Abrasi pantai & kerusakan

wilayah budidaya tambak dan

kerusakan mangrove/hutan bakau

Wilayah Rawan

Longsor

Sistem drainase dan

pemukiman di bantaran sungai

yang menyebabkan banjir

KAWASAN PESISIR MERUPAKAN KAWASAN TAMBAK. KERUSAKAN AKIBAT TSUNAMI. AREAL TAMBAK MENCAPAI 25.520 HA

DI WILAYAH PESISIR (FUNGSIONAL 26%) DAMPAK KERUSAKAN TERSEBUT.

BANJIR DI WILAYAH HILIR AKIBAT SISTEM DRAINASE YANG RUSAK.

DI BAGIAN HULU AKIBAT SEDIMENTASI DAYA TAMPUNG ALUR SUNGAI BERKURANG.

AREAL BANJIR MENCAPAI 40.919 HA.

DENGAN ADANYA REDUKSI BANJIR OLEH WADUK JAMBO AYE AREAL RAWAN BANJIR BERKURANG 50%.

(30)

RENCANA STRATEGIS PENGELOLAAN SDA WS JAMBO AYE

NO

KEBIJAKAN OPERASIONAL

JANGKA

PENDEK

2011-2016

JANGKA

MENENGAH

2011-2021

JANGKA

PANJANG

2011-2031

C

Pengendalian Daya Rusak Air

1

Rehabilitasi dan Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir (Tanggul banjir,

Checkdam, Pintu klep dll)

2

Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai

3

Pembangunan Waduk Jambo Aye

Banjir di daerah

pemukiman Simpang

Ulim dapat direduksi

oleh waduk jambo aye

Sebagian Areal Lahan

Sawah DI Jambo Ayeyang

(31)
(32)

Data/informasi sumber daya air belum sepenuhnya dapat diakses dan belum tersedia

Kurangnya sumber daya manusia yang mengelola data dan

informasi SDA

Peralatan yang kurang memadai

Jumlah pos duga muka air masih belum mencukupi dan belum tersedianya stasiun pengamatan banjir.

Belum tersedianya stasiun pengamatan kualitas air pada sumber air dan badan air

Jumlah stasiun hidroklimatologi belum memenuhi persyaratan dan stasiun hidroklimatologi yang sudah ada kondisinya banyak yang sudah rusak dan tidak terawat

ASPEK SISTEM INFORMASI SDA

KAB ACEH TIMUR KAB ACEH UTARA

KAB ACEH TENGAH KAB BENER MERIAH

KAB GAYO LUES

UPAYA PENINGKATAN SISDA

• Pembangunan Pos Pos Hidrometri pada DAS di wilayah Administrasi Kabupaten dalam WS Jambo Aye

• Operasi dan Pemeliharaan Pos Hidrometri • Pembangunan Pos Duga Air

• Rasionalisasi Pos Hidrometri • Pengembangan SISDA

(33)

RENCANA STRATEGIS PENGELOLAAN SDA WS JAMBO AYE

NO

KEBIJAKAN OPERASIONAL

JANGKA

PENDEK

2011-2016

JANGKA

MENENGAH

2011-2021

JANGKA

PANJANG

2011-2031

D

Sistem Informasi SDA

1

Revitalisasi Jaringan hidrologi

2

Pembangunan Prasarana Hidrometri/Hidrologi

Pembangunan Pos

Hidrologi Pada DAS

(34)
(35)

ASPEK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Kurangnya keterlibatan masyarakat dan dunia usaha dalam penyusunan

kebijakan pengelolaan sumber daya air

Kurangnya pemahaman serta kepedulian masyarakat dan dunia

usaha mengenai pentingnya keselarasan fungsi sosial, ekonomi dan

lingkungan hidup dari sumber daya air.

Belum adanya pendidikan dan pelatihan serta pendampingan dari masyarakat agar mampu berperan dalam pengelolaan sumber daya air.

Wadah untuk mengkoordinasi masyarakat dalam upaya pengelolaan SDA sudah terbentuk perlu realisasi kegiatan

Masyarakat kurang dilibatkan pada tahap pelaksanaan konstruksi dalam pengelolaan SDA

(36)

RENCANA STRATEGIS PENGELOLAAN SDA WS JAMBO AYE

NO

KEBIJAKAN OPERASIONAL

JANGKA

PENDEK

2011-2016

JANGKA

MENENGAH

2011-2021

JANGKA

PANJANG

2011-2031

E

Pemberdayaan Masyarakat

1

Peningkatan Kerjasama antar sektor terkait

2

Peningkatan KSP (kerjasama Swasta Pemerintah)

Team Koordinasi Pengelolaan SDA

(TKPSDA WS JAMBO AYE)

RANCANGAN POLA PENGELOLAAN SUMBER

DAYA AIR WS JAMBO AYE

(37)

SKENARIO - STRATEGI POLA PENGELOLAAN SDA WS JAMBO AYE

Prioritas Pengelolaan SDA WS Jambo Aye difokuskan pada

Prioritas 1 : Pengendalian Daya Rusak Air (banjir dan sedimentasi serta abrasi) Prioritas 2 : Pendayagunaan SDA (pemenuhan & pengembangan irigasi & /air

baku/listrik)

Prioritas 3 : Konservasi SDA bagian hulu DAS dan Pesisir No Strategi Pengelolaan SDA

Skenario

Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3

A Konservasi Sumber Daya Air

1 Pelestarian Kawasan Ekosistem Leuser √ √ √

2 Kegiatan Reboisasi berupa Sipil Teknis dan

Vegetative √ √ √

3 Pembangunan Embung √ √ √

4 Pembangunan Checkdam √ √ √

5 Peningkatan Prasarana IPAL √ √ √

6 Pembangunan Waduk Jambo Aye*) - √ √

B Pendayagunaan Sumber Daya Air

1 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Teknis Seluas

39.384 Ha tersebar di Kab 9.846 Ha 19.692 Ha 39.384 Ha

2 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa menjadi

teknis secara bertahap 4.000 Ha 750 Ha 1.500 Ha 4.000 Ha

3 Pengembangan Areal Irigasi Baru

a. Daerah Irigasi Jambo Aye 3.000 Ha 6.000 Ha 6.000 Ha a. Daerah Irigasi Peureulak 5.000 Ha 5.000 Ha 5.000 Ha

4 Pembangunan Waduk dan embung

a. Waduk Jambo Aye - √ √

b. Embung di DAS Peulak √ √ √

c. Embung di DAS Jambo Aye √ √ √

5 Infrastruktur/Prasarana Air Bersih (BNA/IKK) √ √ √

6 Pengembangan PLTMH (20 lokasi) √ √ √

7 Pengembangan Areal Rawa untuk irigasi dan

tambak antara lain

a. Simpang Ulin 3.000 Ha √ √ √

a. Seuneudon 3.000 Ha - √ √

a. Julok 2.000 Ha - √ √

No Strategi Pengelolaan SDA Skenario

Skenario 1 Skenario 2 Skenario 3

C Pengendalian Daya Rusak Air

1

Rehabilitasi dan Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir (Tanggul banjir, Checkdam, Pintu klep dll)

√ √ √

2 Pembangunan Prasarana Pengaman Pantai √ √ √

3 Pembangunan Waduk Jambo Aye - √ √

D Sistem Informasi SDA

1 Revitalisasi Jaringan hidrologi √ √ √

2 Pembangunan Prasarana

Hidrometri/Hidrologi √ √ √

E Pemberdayaan Masyarakat

1 Peningkatan Kerjasama antar sektor terkait √ √ √

2 Peningkatan KSP (kerjasama Swasta

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka didapat kesimpulan bahwa masyarakat di Desa Wonosari Kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh telah

Bentonit alam dalam penelitian ini diambil dari tiga daerah di Aceh, yaitu dari Desa Teupin Reusep, Kabupaten Aceh Utara, dari Desa Pantanlah Kabupaten Bener Meriah, dan dari Desa

Adapun contoh kasus alih fungsi hutan menjadi perkebunan Kelapa sawit di Indonesia yang disadur dari Yayasan Ekosistem Lestari (2008) yaitu di Tripa, Nanggroe Aceh

• Masalah utama: Kemiskinan di kedua desa, yang disebabkan oleh belum optimalnya penggunaan SDA yang ada di desa, seperti potensi mikrohidro dari sungai yg ada, potensi irigasi

Verifikasi data titik bangunan pengambilan untuk daerah irigasi di provinsi Sumatera Utara telah dilakukan, pelaksanaan verifikasi tersebut dilakukan berdasarkan

Kendali pengelolaan Daerah Irigasi (DI) yang diterapkan saat ini adalah dengan memantau nilai perbandingan antara kebutuhan dan pasokan air, dalam bentuk faktor Ki.

Bahan baku yang digunakan dalam proses Produksi Kopi Tubruk Gayo di Desa Conto Kecamatan Timang Gajah Kabupaten Bener Meriah terdiri dari Biji Kopi yang menjadi

Kendali pengelolaan Daerah Irigasi (DI) yang diterapkan saat ini adalah dengan memantau nilai perbandingan antara kebutuhan dan pasokan air, dalam bentuk faktor K..