KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufiq dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah psikologi umum tentang kepribadian ini dengan baik meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Dan kami juga berterima kasih kepada Bapak Drs. Sukarno, M.Pd. selaku dosen mata kuliah psikologi umum yang telah memberikan tugas ini kepada kami dan membimbing kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai apa yang dimaksud dengan kepribadian. Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Besar harapan kami bahwa makalah ini dapat bernilai baik, dan dapat digunakan dengan sebaik-baiknya.Kami menyadari bahwa makalah yang kami susun ini belumlah sempurna untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dalam rangka penyempurnaan untuk pembuatan makalah selanjutnya.Sesudah dan sebelumnya kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... ii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah... 1
1.3 Tujuan... 2
1.4 Manfaat... 2
BAB II LANDASAN TEORI... 3
BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian Kepribadian... 4
3.2 Teori Kepribadian………... 4
3.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian... 5
3.4 Unsur-Unsur Kepribadian……….. 9
3.5 Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian………. 12
3.6 Gangguan Kepribadian………... 13
3.7 Kepribadian Umum……… 14
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan... 15
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG
Psikologi kepribadian adalah salah satu cabang dari ilmu psikologi. Psikologi kepribadian merupakan salah satu ilmu dasar yang penting guna memahami ilmu psikologi. Manusia sebagai objek material dalam pembelajaran ilmu psikologi tentu memiliki kepribadian dan watak yang berbeda satu dengan yang lainnya. Watak digunakan untuk memberikan penafsiran kepada benda-benda maupun manusia.
secara sederhana bahwa yang dimaksud kepribadian (personality) merupakan ciri-ciri dan sifat-sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang, yang mencakup pola - pola pemikiran dan perasaan, konsep diri, dan mentalitas yang umumnya sejalan dengan kebiasaan umum. Dari situ lah timbul yang namanya pengetahuan, Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui yang tersusun secara logis dan sistematis dengan memperhitungkan sebab –akibat dan dapat untuk menerangkan gejala – gejala tertentu. Unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seorang manusia yang sadar, secara nyata terkandung dalam otaknya.
Seiring dengan perkembangan zaman dan berkembangnya rasa keingintahuan dalam memahami manusia. Salah satu teori yang dijadikan pembelajaran dalam memahami kepribadian dan watak manusia.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengentian dari kepribadian?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian? 3. Apa saja unsur-unsur kepribadian?
1.3 TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian dari kepribadian
2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian 3. Untuk mengetahui unsur-unsur kepribadian
4. Untuk mengetahui tahap-tahap perkembangan kepribadian 5. Untuk mengetahui macam-macam gangguan kepribadian
1.4 MANFAAT 1. Bagi Penulis
Sebagai pembanding dalam membuat karya tulis di waktu yang akan datang Sebagai motivator dalam menulis karya tulis yang berkualitas
2. Bagi Guru / Pendidik
Sebagai salah satu pedoman dalam menghadapi anak di sekolah
Sebagai salah satu sumber dalam mencari indicator untuk anak yang berbakat 3. Bagi Orang Tua
Sebagai salah satu pedoman dalam mengasuh anak
Sebagai pedoman orang tua, sehingga orang tua meluruskan pikiran terhadap anak
BAB II
LANDASAN TEORI
YINGER
Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan system kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi. M.A.W Bouwer
Kepribadian adalah corak tingkah laku social yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
CUBER
Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
Theodore R. Newcombe
Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
HORTON
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan temparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.
Schever Dan Lamm
BAB III PEMBAHASAN
3.1 PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Pengertian kepribadian adalah ciri – ciri watak seseorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khusus, yang dimaksudkan adalah bahwa orang tersebut mempunyai beberapa ciri watak yang diperlihatkan secara lahir, konsisten dan konskuen dalam tingkah lakunya sehingga tampak bahwa individu tersebut memiliki identitas khusus yang berada dari individu – individu. ( Koetjaraningrat, 1985:102).
Secara sederhana bahwa yang dimaksud kepribadian (personality) merupakan ciri-ciri dan sifat-sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang, yang mencakup pola - pola pemikiran dan perasaan, konsep diri, dan mentalitas yang umumnya sejalan dengan kebiasaan umum.
3.2 TEORI KEPRIBADIAN
a. Teori Kepribadian Psikoanalisis
psikoanalisis dalam tiga arti, antara lain adalah:
1. Psikoanalisis digunakan untuk menunjukkan sebuah metode penelitian terhadap proses psikis, misalnya saja seperti mimpi. Hal ini tak pernah dijangkau oleh penelitian ilmiah sebelumnya.
2. Psikoanalisis dapat ditunjukkan sebagai salaha satu teknik yang digunakan untuk mengobati gangguan-gangguan psikis yang dialami oleh klien neorotis.
b. Teori Kepribadian Sifat (Trait Theories)
Teori trait sendiri dicetuskan oleh Gordon Allport yang merupakan ahli psikologi yang meneliti mengenai kepribadian trait dalam diri manusia. Menurut Allport, teori trait merupakan sistem neuropsikis yang dalam perkembangannya digeneralisasikan kemudian diarahkan agar mendapatkan kemampuan untuk menghadapi berbagai perangsang secara bersamaan, danjuga membimbing perilaku ekspresi dan adaptasi secara bersamaan. Terdapat lima faktor yang dalam teori trait, antara lain adalah:
Neurotikisme. Ekstraversi. Keterbukaan. Keramahtamahan. Kehati-hatian.
c. Teori Kepribadian Behaviorisme
Psikologi Behaviorisme merupakan bidang ilmu di dalam psikologi yang di dalamnya mempelajari tentang perilaku seseorang.
3.3 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN
A. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian antara lain:
a. Faktor Biologis
sebagainya. Kita mengetahui bahwa keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan. Hal ini dapat kita lihat pada setiap bayi yang baru lahir. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat jasmani yang ada pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, dan ada pula yang merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing. Keadaan fisik tersebut memainkan peranan yang penting pada kepribadian seseorang.
b. Faktor Sosial
Yang dimaksud dengan faktor sosial di sini adalah masyarakat ; yakni manusia-manusia lain disekitar individu yang bersangkutan. Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan sebagainya yang berlaku dimasyarakat itu.
Sejak dilahirkan, anak telah mulai bergaul dengan orang-orang disekitarnya. Dengan lingkungan yang pertama adalah keluarga. Dalam perkembangan anak, peranan keluarga sangat penting dan menentukan bagi pembentukan kepribadian selanjutnya. Keadaan dan suasana keluarga yang berlainan memberikan pengaruh yang bermacam-macam pula terhadap perkembangan kepribadian anak.
Pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan anak sejak kecil adalah sangat mendalam dan menentukan perkembangan pribadi anak selanjutnya. Hal ini disebabkan karena pengaruh itu merupakan pengalaman yang pertama, pengaruh yang diterima anak masih terbatas jumlah dan luasnya, intensitas pengaruh itu sangat tinggi karena berlangsung terus menerus, serta umumnya pengaruh itu diterima dalam suasana bernada emosional. Kemudian semakin besar seorang anak maka pengaruh yang diterima dari lingkungan sosial makin besar dan meluas. Ini dapat diartikan bahwa faktor sosial mempunyai pengaruh terhadap perkembangan dan pembentukan kepribadian.
c. Faktor Kebudayaan
1. Nilai-nilai (Values)
Di dalam setiap kebudayaan terdapat nilai-nilai hidup yang dijunjung tinggi oleh manusia-manusia yang hidup dalam kebudayaan itu. Untuk dapat diterima sebagai anggota suatu masyarakat, kita harus memiliki kepribadian yang selaras dengan kebudayaan yang berlaku di masyarakat itu.
2. Adat dan Istiadat
Adat dan tradisi yang berlaku disuatu daerah, di samping menentukan nilai-nilai yang harus ditaati oleh anggota-anggotanya, juga menentukan pula cara-cara bertindak dan bertingkah laku yang akan berdampak pada kepribadian seseorang.
3. Pengetahuan dan Keterampilan.
Tinggi rendahnya pengetahuan dan keterampilan seseorang atau suatu masyarakat mencerminkan pula tinggi rendahnya kebudayaan masyarakat itu. Makin tinggi kebudayaan suatu masyarakat makin berkembang pula sikap hidup dan cara-cara kehidupannya.
4. Bahasa
Di samping faktor-faktor kebudayaan yang telah diuraikan di atas, bahasa merupakan salah satu faktor yang turut menentukan cirri-ciri khas dari suatu kebudayaan. Betapa erat hubungan bahasa dengan kepribadian manusia yang memiliki bahasa itu. Karena bahasa merupakan alat komunikasi dan alat berpikir yang dapat menunukkan bagaimana seseorang itu bersikap, bertindak dan bereaksi serta bergaul dengan orang lain.
5. Milik Kebendaan (material possessions)
Semakin maju kebudayaan suatu masyarakat/bangsa, makin maju dan modern pula alat-alat yang dipergunakan bagi keperluan hidupnya. Hal itu semua sangat mempengaruhi kepribadian manusia yang memiliki kebudayaan itu.
Menurut Roucek dan Warren, kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari perilaku individu. Faktor biologis misalnya, sistem syaraf, proses pendewasaan, dan kelainan biologis lainnya, sedangkan faktor psikologis adalah seperti unsur temperamen, kemampuan belajar, perasaan, keterampilan, keinginan dan lain-lain. Dan yang terakhir, adalah faktor sosiologis. Kepribadian dapat mencakup kebiasaan-kebiasaan, sikap dan lain-lain yang khas dimiliki oleh seseorang yang berkembang apabila orang tadi berhubungan dengan orang lain
Seseorang yang sejak kecil dilahirkan sampai dewasa selalu belajar dari orang-orang disekitarnya. Secara bertahap dia akan mempunyai konsep kesadaran tentang dirinya sendiri. Lama-kelamaan perilaku-perilaku si anak akan menjadi sifat yang nantinya menghasilkan suatu kepribadian. Berikut ini adalah beberapa kebudayaan khusus yang nyata mempengaruhi bentuk kepribadian yakni:
1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan
Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak permpuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.
2. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda ( urban dan rural ways of life ).
Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai ( sense of value ).
3. Kebudayaan-kebudayaan khusus kelas sosial
Di masyarakat dapat dijumpai lapisan sosial yang kita kenal, ada lapisan sosial tinggi, rendah dan menengah. Misalnya cara berpakaian, etiket, pergaulan, bahasa sehari-hari dan cara mengisi waktu senggang. Masing-masing kelas mempunyai kebudayaan yang tidak sama, menghasilkan kepribadian yang tersendiri pula pada setiap individu.
Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.
5. Kebudayaan berdasarkan profesi
Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul. Contoh lain seorang militer mempunyai kepribadian yang sangat erat hubungan dengan tugas-tugasnya. Keluarganya juga sudah biasa berpindah tempat tinggal.
C. Hubungan Kepribadian Dengan Keragaman Individu.
Keesing (1989, 1 : 95 ) menyatakan Asumsi – asumsi dasar tersebut di atas ( hubungan kepribadian dengan budaya ) menunjukkan bahwa adanya pengaruh biologis terhadap pembentukan tingkah laku manusia. Selain unsur biologis, ternyata juga dipengaruhi oleh faktor yang berbeda antara satu dengan lain. Pengakuan pentingnya faktor – faktor biologis tersebut menghilangkan dasar – dasar budaya. Sementara pendapat suatu karakteristik dapat mendasari dan membatasi keragaman budaya, sedangkan pihak lain menjelaskan bahwa berbagai perbedaan bawaan dan keragaman pengalaman individu menyulitkan pembakuan seseorang yang diasumsikan.
Hal ini sekaligus membuka kesempatan ke arah kajian tentang kemungkinan adanya pola – pola universal yang disalurkan,diutarakan dan dinilai berdasarkan tradisi budaya yang berbeda. Tradisi budaya dapat memaksakan pencapaian berbagai sasaran yang berlainan , pelampiasan. Tetapi di bawah sandi harapan budaya ini.
3.4 UNSUR-UNSUR KEPRIBADIAN
Koentjaraningrat (1985:103-110) menjelaskan ada beberapa unsur yang mempengaruhi terbentuknya kepribadian sebagai berikut :
Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui yang tersusun secara logis reseptor organismenya yang lain, sebagai getaran eter (cahaya dan warna), getaran akustik (suara), bau, rasa, sentuhan, tekanan mekanikal (berat-ringan), tekanan termikal (panas-dingin) dan sebagainya, yang masuk ke dalam sel-sel tertentu di bagian-bagian tertentu dari otaknya. Di sana berbagai proses fisik, fisiologi, dan psikologi terjadi, yang menyebabkan berbagai macam getaran tekanan tadi, kemudian diolah menjadi suatu susunan yang dipancarkan atau diproyeksikan oleh individu tersebut menjadi suatu penggambaran tentang lingkungan tadi. Seluruh proses akal yang sadar (conscious) tadi, dalam ilmu psikologi disebut “persepsi”.
2. Perasaan
Perasaan adalah rasa, kesadaran batin sewaktu menghadapi mempertimbangkan tentang sesuatu hal/pendapat. Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam perasaan. Kalau orang pada suatu hari yang luar biasa panasnya melihat papan gambar reklame minuman Green tea berwarna yang tampak segar dan nikmat, maka persepsi itu menyebabkan seolah-olah terbayang di mukanya suatu penggambaran segelas Green tea yang dingin dan penggambaran itu dihubungkan oleh akalnya dengan penggambaran lain yang timbul kembali sebagai kenangan dalam kesadarannya, menjadi suatu apersepsi tentang dirinya sendiri yang tengah menikmati segelas Green tea dingin, manis, dan menyegarkan pada waktu hari sedang panas-panasnya yang seakan-akan demikian realistiknya sehingga keluarlah air liurnya. Apersepsi seorang individu yang menggambarkan diri sendiri sedang menikmati segelas Green tea dingin tadi menimbulkan dalam kesadarannya suatu perasaan yang positif, yaitu perasaan nikmat dan perasaan nikmat itu sampai nyata mengeluarkan air liur.
sepotong ikan yang sudah busuk yang kita alami di masa lampau.Apersepsi tersebut mungkin dapat menyebabkan kita menjadi benar-benar merasa muak apabila kita mencium lagi bau ikan busuk.
3. Dorongan Naluri
Dorongan naluri adalah dorongan hati yang dibawa sejak lahir, yang tanpa disadari mendorong untuk berbuat sesuatu. Kesadaran manusia menurut para ahli psikologi juga mengandung berbagai perasaan lain yang tidak ditimbulkan karena pengaruh pengetahuannya, melainkan karena sudah terkandung dalam organismenya, dan khususnya dalam gen-nya sebagai naluri. Kemauan yang sudah merupakan naluri pada tiap makhluk manusia itu, oleh beberapa ahli psikologi disebut “dorongan” (drive).
Ada tujuh macam dorongan naluri, yaitu :
Dorongan ini timbul pada setiap individu yang normal tanpa terkena pengaruh pengetahuan, dan memang mendorong landasan biologi yang mendorong makhluk manusia untuk membentuk keturunan yang melanjutkan jenisnya. Selain untuk mendapatkan keturunan, juga untuk mendapatkan status sosial. c. Dorongan untuk usaha mencari makan/pekerjaan.
Dorongan ini tidak perlu dipelajari, sejak bayi pun manusia sudah menunjukkan dorongan untuk mencari makanan , yaitu dengan mencari susu ibunya tanpa dipengaruhi oleh pengetahuan tentang adanya hal- hal tersebut, dan ini berkembang (mencari kerja) berdasarkan pengalaman dan pengetahuan serta faktor lingkungan di sekitar.
d. Dorongan untuk bergaul atau berinteraksi dengan sesama manusia.
e. Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya.
Hal ini merupakan sumber dari adanya beraneka warna kebudayaan diantaranya di antara makhluk manusia, sebab adanya dorongan ini manusia mengembangkan adat yang memaksakan berbuat konform dengan manusia sekitarnya.
f. Dorongan untuk berbakti.
Hal ini ada karena manusia sebagai makhluk secara kolektif, sehingga ia dapat hidup bersama dengan manusia lain secara serasi. Dalam berbagai hal dorongan ini sering dieksetensikan dari sesama manusia kepada kekuatan yang diangapannya berada di luar akalnya, maka timbul religi.
g. Dorongan akan keindahan, dalam arti keindahan bentuk, warna, suara, atau gerak.
Dorongan dalam arti keindahan bentuk,warna,suara,dan gerak, pada seorang bayi dorongan itu sering tampak pada gejala tertariknya kepada bentuk – bentuk tertentu dari benda- benda di sekitarnya, warna –warna cerah, suara yang nyaring, dan berirama dan kepada gerak-gerak yang selaras. Sehingga dorongan naluri ini merupakan landasan dari suatu unsur terpenting dalam kebudayaan manuai yaitu kesenian.
3.5 TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Perkembangan kepribadian menurut Jean Jacques Rousseau berlangsung dalam beberapa tahap yaitu:
1. Tahap perkembangan masa bayi (sejak lahir- 2 tahun)
Tahap ini didominasi oleh perasaan.Perasaan ini tidak tumbuh dengan sendiri melainkan berkembang sebagai akibat dari adanya reaksi-reaksi bayi terhadap stimulus lingkungan.
2. Tahap perkembangan masa kanak-kanak (umur 2-12 tahun)
3. Tahap perkembangan pada masa preadolesen (umur 12- 15 tahun)
Pada tahap ini perkembangan fungsi penalaran intelektual pada anak sangat dominan. Anak mulai kritis dalam menanggapi ide orang lain. anak juga mulai belajar menentukan tujuan serta keinginan yang dapat membahagiakannya. 4. Tahap perkembangan masa adolesen (umur 15- 20 tahun)
Pada masa ini kualitas hidup manusia diwarnai oleh dorongan seksualitas yang kuat, di samping itu mulai mengembangkan pengertian tentang kenyataan hidup serta mulai memikirkan tingkah laku yang bernilai moral. 5. Tahap pematangan diri (setelah umur 20 tahun)
Pada tahap ini perkembangan fungsi kehendak mulai dominan.Mulai dapat membedakan tujuan hidup pribadi, yakni pemuasan keinginan pribadi, pemuasan keinginan kelompok, serta pemuasan keinginan masyarakat.Pada masa ini terjadi pula transisi peran social, seperti dalam menindaklanjuti hubungan lawan jenis, pekerjaan, dan peranan dalam keluarga, masyarakat maupun Negara. Realisasi setiap keinginan
3.6 GANGGUAN KEPRIBADIAN
a. Paranoid = Paranoid adalah curiga yang menonjol atau berlebihan.
b. Afektif = Perasaan dan emosinya yang berubah-ubah antara depresi dan euforia.
c. Skizioid = Pemalu, perasa, pendiam, suka menyendiri.
d. Eksplosif = Ledakan-ledakan amarah dan agresivitas, kemudian menyesal.
f. Histerik = sombong, egosentrik, emosi tidak stabil, suka berdusta.
g. Astenik = Hidup tidak bergairah, lemah, lesu, lemas, letih, tidak ada tenaga sepanjang hidupnya.
h. Anti sosial = Perilakunya selalu menimbulkan konflik dengan orang lain.
i. Pasif-Agresif = Ditandai dengan sikap pasif dan agresif. Agresifitas dapat dinyatakan secara pasif dengan cara bermuka masam, malas, dan keras kepala.
j. Inadequat = Ketidakmampuan seseorang secara terus menerus untuk memenuhi harapan teman.
3.7 KEPRIBADIAN UMUM
Koentjaraningrat (1985:117) mengutip pendapat Ralp Linton menyatakan bahwa yang mengembangkan suatu penelitian tentang kepribadian umum. Ia mencari hubungan dengan para ahli psikologi untuk mempertajam pengertian tentang konsep – konsep psikologi yang menyangkut kepribadian umum tersebut. Kepribadian dasar itu ada karena semua individu dari warga masyarakat mengalami pengaruh lingkungan kebudayaan yang sama selama masa tumbuhnya.
4.1 KESIMPULAN
Psikologi kepribadian merupakan salah satu ilmu dasar yang penting guna memahami ilmu psikologi. Manusia sebagai objek material dalam pembelajaran ilmu psikologi tentu memiliki kepribadian dan watak yang berbeda satu dengan yang lainnya. Watak digunakan untuk memberikan penafsiran kepada benda-benda maupun manusia.
Pembentukan watak dalam jiwa individu banyak dipengaruhi oleh pengalaman ketika ia sebagai anak – anak yang diasuh orang – orang dalam lingkungan nya seperti : bapak –ibunya, saudara-saudaranya dan orang –orang yang ada dalam sekitarnya. Watak juga ditentukan oleh cara – cara ia sewaktu masih kecil: diajari makan,kebersihan,disiplin,bermain dan bergaul dengan anak – anak lainnya. Oleh sebab itu setiap kebudayaan /masyarakat mempunyai cara pengasuhan anak menunjukkan keseragaman pola –pola adat dan norma –norma tertentu.
Purwanto, Drs. M. Ngalim. Psikologi pendidikan. Bandung; PT. Remaja Rosdakarya, 1990
Djali, Prof. Dr. H. psikologi pendidikan. Jakarta; PT. Bumi Aksara, 2007
Morgan, Clifford T. psikologi sebuah pengantar. Jakarta; PT. Pradnya Paramita, 1986
Soemanto, Drs. Wasty. Psikologi pendidikan; Landasan kerja pemimpin pendidikan. Jakarta; PT. Renika Cipta. 1990