TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN ETIKA MANAJEMENTanggung Jawab Sosial
Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility
adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan
melalui berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan,
norma masyarakat, partisipasi pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab
sosial lain. Sebagai bagian dari masyarakat, maka organisasi bisnis perlu memiliki
tanggung jawab bahwakegiatan yang dilakukannya membawa kea rah perbaikan
lingkungan masyarakat pada umumnya, dan bukan sebaliknya.Sebagai contoh,
perusahaan yang membuang limbah sembarangan pada dasarnya kurang
bertanggung jawab terhadap lingkungan masyarakat.Dengan demikian, sudah
semestinya organisasi bisnis atau perusahaan perlu menyadari bahwa dirinya
memiliki apa yang dinamakan tanggung jawab sosial.tanggung jawab social ini dapat
berupa tanggung jawab kebersihan, dan kesehatan lingkungan, keadaan ekonomi
masyarakat pada umumnya , partisipasi perusahhan dalam pembangunan
lingkungan dan sebagainya. Terdapat dua pandangan tentang kepada siapa
organisasi bertanggung jawab social, yaitu sebagai berikut : 1. Model Pemegang
saham (Shareholder) Pandangan tentang tanggung jawab social yang menyebutkan
bahwa sasaran organisasi yang utama adalah memaksimalkan keuntungan bagi
manfaat para pemegang saham. Lebih spesifik lagi, apabila keuntungan meningkat,
maka nilai saham perusahaan yang dimiliki oleh pemegang saham akan meningkat
juga. 2. Model Pihak yang berkepentingan (Stakeholder) Teori tentang tanggung
jawab social perusahaan yang mengatakan bahwa tanggung jawab manajemen
yang terpenting, kelangsungan hidup jangka panjang (bukan hanya memaksimalkan
laba), dicapai dengan memuaskan keinginan berbagai pihak yang berkepentingan
terhadap perusahaan (bukan hanya pemegang saham).
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility adalah bentuk
kepedulian perusahaan terhadap lingkungan eksternal perusahaan melalui berbagai kegiatan
yang dilakukan dalam rangka penjagaan lingkungan, norma masyarakat, partisipasi
pembangunan, serta berbagai bentuk tanggung jawab sosial lain.
Sebagai bagian dari masyarakat, maka organisasi bisnis perlu memiliki tanggung jawab
bahwakegiatan yang dilakukannya membawa kea rah perbaikan lingkungan masyarakat pada
umumnya, dan bukan sebaliknya.Sebagai contoh, perusahaan yang membuang limbah
sembarangan pada dasarnya kurang bertanggung jawab terhadap lingkungan
masyarakat.Dengan demikian, sudah semestinya organisasi bisnis atau perusahaan perlu
menyadari bahwa dirinya memiliki apa yang dinamakan tanggung jawab sosial.tanggung
jawab social ini dapat berupa tanggung jawab kebersihan, dan kesehatan lingkungan, keadaan
ekonomi masyarakat pada umumnya , partisipasi perusahhan dalam pembangunan
lingkungan dan sebagainya.
Terdapat dua pandangan tentang kepada siapa organisasi bertanggung jawab
social, yaitu sebagai berikut :
Pandangan tentang tanggung jawab social yang menyebutkan bahwa sasaran organisasi yang
utama adalah memaksimalkan keuntungan bagi manfaat para pemegang saham. Lebih
spesifik lagi, apabila keuntungan meningkat, maka nilai saham perusahaan yang dimiliki oleh
pemegang
saham
akan
meningkat
juga.
2. Model Pihak yang berkepentingan (Stakeholder)
Teori tentang tanggung jawab social perusahaan yang mengatakan bahwa tanggung jawab
manajemen yang terpenting, kelangsungan hidup jangka panjang (bukan hanya
memaksimalkan laba), dicapai dengan memuaskan keinginan berbagai pihak yang
berkepentingan terhadap perusahaan (bukan hanya pemegang saham).
3.Strategi Pengelolaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Strategi Reaktif
o
Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosial cenderung
menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab social
.
Contohnya, perusahaan
tembakau di masa lalu cenderung untuk menghindarkan diri dari isu yang menghubungkan
konsumsi rokok dengan peluang penyakit kanker.
Akan tetapi, karena adanya peraturan pemerintah unuk mencantumkan bahaya rokok setiap
iklan, maka hal tersebut dilakukan oleh perusahaan rokok.
Strategi Defensif
o
Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan terkait dengan
penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak
tanggung jawab sosial
.Perusahaan yang menghindarkan diri dari tanggung jawab limbah saja
berargumen melalui pengacara yang disewanya untuk mempertahankan diri dari tuntutan
hukum dengan berargumen bahwa tidak hanya perusahaannya saja yang membuang limbah
ke sungai ketika lokasi perusahaan tersebut beroperasi, terdapat juga prusahaan lain yang
beroperasi.
o
Strategi Akomidatif merupakan tanggung jawab sosial yang dijalankan perusahaan
dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal
tersebut.Tindakan seperti ini terkait dengan strategi akomodatif dalam tanggung jawab
sosial.contoh lainnya,perusahaan perusahaan besar pada era orde baru dituntut untuk
memberikan pinjaman kredit lunak kepada para pengusaha kecil, bukan disebabkan karena
adanya kesadaran perusahaan, akan tetapi sebagai langakah akomodatif yang diambil setelah
pemerintah menuntut para korporat untuk lebih memperhatikan pengusaha kecil.
Strategi Proaktif
o
Perusahaan
memandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab
untuk memuaskan stakeholders. Jika stakeholdersterpuaskan, maka citra positif terhadap
perusahaan akan terbangun.Dalam jangka panjang perusahaan akan diterima oleh masyarakat
dan perusahaan tidak akan khawatir akan kehilangan pelanggan, justru akan berpotensi untuk
menambah jumlah pelanggan akibat citra positif yang disandangnya.Langkah yang dapat
diambil oleh perusahaan adalah dengan mengambil inisiatif dalam tanggung jawab sosial,
misalnya dengan membuat khusus penanganan limbah, keterlibatan dalam setiap kegiatan
sosial lingkungan masyarakat atau dengan membarikan pelatihan terhadap masyarakat di
sekitar lingkungan masyarakat.
4. Manfaat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
Manfaat bagi Perusahaan
Citra Positif Perusahaan di mata masyarakat dan pemerintah.Kegiatan perushaan dalam
jangka panjang akan dianggap sebagai kontribusi positif di masyarakat.Selain membantu
perekonomian masyarakat, perusahaan juga akan dianggap bersama masyarakat membantu
dalam mewujudkan keadaan lebih baik di masa yang akan datang.Akibatnya,m perusahaan
justru akan memperoleh tanggapan yang positif setiap kali menawarkan sesuatu kepada
masyarakat.Perusahaan tidak saja dianggap sekedar menawarkan produk untuk dibeli
masyarakat, tetapi juga dianggap menawarkan sesuatu yang membawa perbaikan masyarakat.
Manfaat bagi Masyarakat
menguntungkan ke dua pihak.Hubungan bisnis tidak lagi dipahami sebagai hubungan antara
pihak yang mengeksploitasi dan pihak yang tereksploitasi, tetapi hubungan kemitraan dalam
membangun masyarakat lingkungan kebih baik.Tidak hanya di sector perekonomian, tetapi
juga dlam sektor sosial, pembangunan dan lain-lain.
Manfaat bagi Pemerintah
Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dari pemerintah dalam hal tanggung jawab
sosial.Pemerintah pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai wasit yang menetapkan aturan
main dalam hubungan masyarakat dengan dunia bisnis, dan memberikan sanksi bagi pihak
yang melanggarnya.Pemerintah sebagai pihak yang mendapat legtimasi untuk mengubah
tatanan masyarakat agar ke arah yang lebih baikakan mendapatkan partner dalam
mewujudkan tatanan masyarakat tersebut.Sebagian tugas pemerintah dapat dilaksanakan oleh
anggota masyarakat,dalam hal ini perusahaan atau organisasi bisnis.
Konflik Nilai
Konflik intrapersonal
pada dasarnya terjadi umumnya di dalam individu dan antar
individu.Salah satu contohnya adalah mereka yang bekerja karna nilai ambisi dalam dirinya
untuk meraih sesuatu di tempat pekerjaannya, barangkali akan berbenturan dengan nilai
kekeluargaan dimana, misalnya keluarga menuntut sang pekerja meluangkan waktu bersama
keluarganya.Atau dorongan ambisi ini juga tidak jarang berbenturan dengan nilai
persahabatan, nilai relasi antar individu, maupun nilai kemanusiaan lainnya.
Konflik individu-organisasi
pada dasarnya merupakan konflik yang terjadi pada saat nilai
yang dianut oleh individu berbenturan dengan nilai yang harus ditanamkan oleh
perusahaan
.
Individu yang cenderung menginginkan kebebasan akan berbenturan dengan nilai
yang dianut organisasi yang menuntutnya untuk patuh berdasarkan aturan main yang
mungkin dirasakan sebagai sesuatu yang mengikat atau formal.
Konflik antar Budaya
pada dasarnya merupakan konflik antar individu maupun antara
individu dengan organisasi yang disebabkan oleh adanya perbedaan budaya diantara individu
yang bersangkutan atau juga organisasi yang bersangkutan.Pekerja asing yang bekerja di
Indonesia barangkali menghadapi konflik secara individu maupun organisasi ketika
berhadapan dengan pekerja Indonesia maupun aturan main yang ditetapkan di Indonesia.
5. Berbagai isu seputar etika manajemen
Penggunaan obat-obatan terlarang
Pencurian oleh Para Pekerja atau Korupsi
Konflik Kepentingan
Pengawasan Kualitas atau Quality Control
Penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia
Penyelewengan dalam pencatatan keuangan
Penyalahgunaan penggunaan asset perusahaan
Pemecatan tenaga kerja
Polusi Lingkungan
Cara bersaing dari Perusahaan yang dianggap tidak etis
Penggunaan pekerja atau tenaga kerja di bawah umur
Pemberian hadiah kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan pemegang kebijakan.
dan lain sebagainya
Beberapa isu ini tak jarang terjadi dalam perusahaan, sehingga taktis perusahaan tersebut
dianggap tidak menjalankan kegiatannya secara etis.Di sisi lain, sebagian perusahaan telah
berusaha untuk melakukan terbaik sehubungan etika tersebut.Peran pemerintah sangatla
penting untuk dapat mmenjalankan kegiatannya secara lebih terbuka.
Minggu, 20 Oktober 2013
Pengantar Manajemen - Tanggung Jawab Sosial dan Etika Manajemen
Tanggung Jawab Sosial dari Organisasi
Lingkungan sebagai Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi
Suatu organisasi bisnis akan berhadapan dengan lingkungan organisasinya,
baik lingkungan yang secara langsung mempengaruhi dan dipengaruhi oleh
kegiatan organisasi bisnis, maupun lingkungan yang secara tak langsung terkait
dengan organisasi bisnis. Pada intinya, setiap organisasi atau perusahaan perlu
menyadari bahwa apa pun yang dilakukannya merupakan suatu reaksi atau
tuntutan dari lingkungan atau pun sebaliknya yang merupakan suatu upaya
untuk mempegaruhi lingkungannya. Tanggung jawab sosial ini dapat berupa
Terlepas dari pro dan kontra tersebut selayaknya suatu perusahaan memiliki
tanggung jawab sosial sebagai konsekuensi logis keberadaanya dalam
lingkungan dan masyarakat. Hanya saja tanggung jawab sosial yang harus
dipikul perusahaan ini semestinya diatur dengan lebih baik oleh pemerintah
sehingga porsinya tidak terlalu menjadi kekuatan yang dominan di masyarakat,
namun bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan
lingkungan ke arah yang lebih baik.
Mengelola Tanggung Jawab Sosial dari Perusahaan
4 strategi dalam tanggung jawab sosial menurut Kreitner antara lain adalah :
1. Reaktif
Cenderung menolak atau menghindarkan diri dari tanggung jawab sosial.
2. Defensif
Cenderung membela diri dalam menghindari tanggung jawab sosial.
3. Akomodatif
Melakukan tanggung jawab sosial untuk menghindari tekanan dari masyarakat.
4. Proaktif
Mengambil inisiatif dalam tanggung jawab sosial, membentuk model industri
yang bertanggung jawab sosial.
Manfaat Tanggung Jawab Sosial
Pada dasarnya tanggung jawab sosial akan memberikan manfaat dalam
jangka panjang bagi semua pihak yang terkait, dalam hal ini adalah perusahaan,
Manfaat bagi Perusahaan
1. Munculnya citra positif dari masyarakat akan kehadiran perusahaan di
lingkungannya.
2. Kegiatan perusahaan dalam jangka panjang akan dianggap sebagai kontribusi
yang positif bagi masyarakat.
3. Selain membantu perekonomian masyarakat, perusahaan juga akan dianggap
bersama masyarakat membantu dalam mewujudkan keadaan yang lebih baik di
masa yang akan datang.
Manfaat bagi Masyarakat
1. Masyarakat akan memiliki pandangan baru bahwa hubungan antara
masyarakat dan dunia bisnis perlu diarahkan untuk kerja sama yang saling
menguntungkan kedua belah pihak.
2. Hubungan masyarakat dan dunia bisnis tak lagi dipahami sebagai hubungan
antara pihak yang mengeksploitasi dan pihak yang tereksploitasi tetapi
hubungan kemitraan dalam membangun masyarakat lingkungan yang lebih baik,
tidak hanya di sektor perekonomian tetapi juga dalam sektor sosial,
pembangunan, dll.
Manfaat bagi Pemerintah
1. Pemerintah pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai wasit yang
menetapkan aturan main dalam hubungan masyarakat dengan dunia bisnis, dan
memberikan sanksi bagi pihak yang melanggarnya.
2. Pemerintah sebagai pihak yang mendapat legitimasi untuk mengubah tatanan
masyarakat ke arah yang lebih baik akan mendapat partner dalam
3. Sebagian tugas pemerintah dapat dijalankan oleh anggota masyarakat, dalam
hal ini perusahaan atau organisasi bisnis.
Konsep Dasar Etika Manajemen
Dimensi Etika dalam Manajemen
Menurut Kreitner, Etika pada dasarnya adalah studi mengenai tanggung
jawab moral yang terkait dengan apa yang dianggap benar dan apa yang
dianggap salah. Grifn secara ringkas menyatakan bahwa etika adalah
keyakinan akan sesuatu yang dianggap baik dan buruk. Namun Kreitner
mengingatkan bahwa etika manajemen lebih jauh lagi berbicara mengenai
nilai-nilai yang dianut oleh organisasi sehubungan dengankegiatan bisnis yang
dijalankannya.
Nilai Personal sebagai Standar Etika
Nilai dan norma dalam personal merupakan suatu hal yang penting dalam
manajemen sebab hal itu memiliki peranan penting dalam hal pengambilan
keputusan dan etika manajemen. Hal ini memunculkan perlunya pengkajian
seputar nilai personal sebagai standart etika.
Nilai sendiri pada dasarnya merupakan pandangan ideal yang
mempengaruhi cara pandang, cara berfkir, dan perilaku dari seseorang. Nilai
personal pada dasarnya merupakan cara pandang, cara berfkir dan keyakinan
yang dipegang oleh seseorang sehubungan dengan segala kegiatan yang
dilakukannya.
Nilai Terminal dan Nilai Instrumental
1. Nilai Terminal
Merupakan pandangan dan cara berfkir seseorang yang terwujud melalui
perilakunya, yang di dorong oleh motif dirinya dalam meraih sesuatu.
2. Nilai Instrumental
Adalah pandangan dan cara berfkir seseorang yang berlaku untuk segala
keadaan dan diterima oleh semua pihak sebagai sesuatu yang memang harus
diperhatikan dan dijalankan.
Pandangan Empiris mengenai Nilai Personal
1. Nilai Terminal
Nilai-nilai yang perlu dimiliki oleh personal adalah kejujuran, tanggung jawab,
kapabilitas, ambisi, dan independensi.
2. Nilai Instrumental
Nilai-nilai yang mendominasi para pekerja antara lain adalah penghargaan
terhadap pribadi, keamanan dan kesejahteraan keluarga pekerja, kebebasan dan
kemerdekaan, dorongan untuh meraih sesuatu, dan kebahagiaan.
Konflik Nilai
Terdapat 3 jenis konfik nilai yang terdapat dalam perusahaan, yaitu :
1. Konfik Intrapersonal
Pada umumnya terjdi pada individu dengan individu lainnya karena memiliki
pandangan dan cara berfkir yang berbeda.
2. Konfik Individu-Organisasi
Merupakan konfik yang terjadi pada saat nilai yang dianut oleh individu
berbenturan dengan nilai yang harus ditanamkan oleh perusahaan. Individu
dianut organisasi yang menuntutnya untuk patuh berdasarkan aturan main yang
mungkin dirasakan sebagai sesuatu yang formal dan mengikat.
3. Konfik antar budaya
Merupakan konfik antar individu maupun antar individu dengan organisasi yang
disebabkan oleh adanya perbedaan budaya di antara individu yang
bersangkutan atau juga organisasi yang bersangkutan.
Bebrapa Isu Seputar Etika
Kreitner mengemukakan beberapa uraian tentang isu seputar etika di masa
kini yang sering kali dihadapi oleh perusahaan, antara lain adalah :
1. Penggunaan obat-obatan terlarang
2. Pencurian oleh para pekerja atau korupsi
3. Konfik kepentingan
4. Pengawasan kualitas atau quality control
5. Penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia
6. Penyelewengan dalam pencatatan keuangan
7. Penyalahgunaan penggunaan ase perusahaan
8. Pemecatan tenaga kerja
9. Polusi lingkungan
10. Cara bersaing dari perusahaan yang dianggap tidak etis
11. Penggunaan pekerja atau tenaga kerja di bawah umur
12. Pemberian hadiah kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan
Cara Mengukur Etika Manajemen
4 kriteria etika untuk menilai suatu etika menurut Grifn yaitu :
1. Dari sisi manfaat (neneftss
Semua pihak bisa merasakan manfaat dari prestasi yang dilakukan pegawai.
Perusahaan memperoleh manfaat dari hasil kerja karas pegawainya yang
berprestasi demikian juga bagi pegawainya. Insentif memberikan manfaat psikis
berupa penghargaan terhadap kerja kerasnya sekaligus manfaat fsik berupa
balasan yang seimbang dengan apa yang telah dilakukannya.
2. Pemenuhan hak-hak (rightss
Memberikan insentif kepada pegawai yang berprestasi-jika memang telah
ditetapkan aturannya-memenuhi kriteria pemenuhan hak-hak dari seluruh pihak.
Bagi pegawai yang menerima insentif maka ia terpenuhi haknya setelah
memberikan prestasi kepada organisasi, bagi yang tidak berprestasi maka dia
tidak memiliki hak untuk mendapatkan insentif hingga dia dapat menunjukkan
prestasinya.
3. Prinsip keadilan (justices
Tindakan pemberian insentif bagi pegawai yang berprestasi memenuhi prinsip
keadilan yaitu dengan memberikan perlakuan yang seimbang dengan apa yang
telah ditunjukkan pegawai dalam pekerjaanya.
4. Pemeliharaan (carings
Pemberian insentif akan mampu menjaga konsistensi produktivitas kegiatan
organisasi, dikarenakan jenis pemberian insentif dapat memacu pegawai untuk
pegawai yang telah menunjukkan prestasi yang baik melalui penghargaan
dengan pemberian insentif.
Mendorong Pelaksanaan Etika dalam Manajemen
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa etika manajemen sebagai bagian dari
tanggung jawab sosial perusahaan perlu diwujudkan di masa-masa mendatang.
Ada beberapa hal yang mungkin dapat dilakukan oleh perusahaan sehubungan
dengan dorongan untuk melaksanakan etika dalam manajemen. Beberapa hal
yang mungkin dapat dilakukan, diantaranya adalah :
Pelatihan Etika
Manusia pada dasarnya membutuhkan pembiasaan dalam melakukan sesuatu.
Sebuah organisasi dalam menjalankan kegiatan pada kenyataannya memerlukan
waktu dalam mewujudkannya. Dengan demikian etika dalam bisnis maupun
etika dalam manajemen perlu adanya pembiasaan-pembiasaan yang
diberlakukan kepada pelaku organisasi, dari mulai level tertinggi hingga
terendah.
Advokasi Etika
Adalah upaya perusahaan untuk menjalankan etika dalam kegiatannya dengan
cara menempatkan orang atau tim khusus dalam tim manajemen perusahaan
yang bertugas untuk mengontrol dan mengawasi segala kegiatan perusahaan
Standar aturan mengenai etika perusahaan
Implementasi dari hal ini akan efektif jika memenuhi dua syarat yaitu :
1. Perusahaan perlu menyatakan secara spesifk kepada publik mengenai code of
ethics yang mereka jalankan
2. Agar code of ethics ini bisa berjalan secara efektif perlu adanya dukungan dari
tim manajemen puncak melalui sistem pengawasan tertentu seperti reward atau
punishment system.
Keterlibatan masyarakat dalam mengontrol etika bisnis
Upaya untuk menjamin perusahaan akan menjalankan kegiatannya secara lebih beretika adalah dengan melibatkan publik dalam setiap kegiatan perusahaan yang dianggap tidak beretika. Upaya ini akan mendorong perusahaan agar benar-benar memperhatikan kepentingan publik, dan mencoba mengingatkan perusahaan bahwa jika kegiatan tidak etis dilakukan, maka perusahaan akan menghadapi konsekuensi logis berupa penilaian buruk dari masyarakat
PENGANTAR MANAJEMEN 12 - ETIKA MANAJEMEN DAN TANGGUNG
JAWAB SOSIAL DALAM ORGANISASI
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DARI ORGANISASI
Sebagai bagian dari lingkungan masyarakat, maka organisasi bisnis perlu.memiliki tanggung jawab bahwa kegiatan yang dilakukannya membawa ke arah perbaikan lingkungan masyarakat pada umumnya, dan bukan sebaliknya. Sebagai contoh, perusah~ian yang membuang limbah seenaknya pada dasarnya kurang 'bertanggung jawab terhadap lingkungan masyarakat. Dengan demikian, sudah semestinya organisasi bisnis atau perusahaan perlu menyadari bahwa dirinya memiliki apa yang dinamakan dengan tanggung jawab sosial(corporate social responsibility). Tanggung jawab sosial ini dapat berupa tanggung jawab terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, keadcianekonomi masyarakat pada umumnya, partisipasi perusahaan dalam pembangtm,ln lingkungannya, dan lain sebagainya.
Alasan mengenai mengapa perusahaan perlu memiliki tanggung jawab social,perusahaan perlu memiliki tanggung jawab sosial meyakini bahwa sebagai bagian dari anggota masyarakat sudah semestinyalah perusahaan perlu memiliki tanggung jawab sosial. Namun, bagi mereka yang kontra berpandangan bahwa sampai sebatas mana tanggung jawab sosial tersebut. Apakah perusahaan semestinya berperan sebagai lembaga sosial? Lalu di mana letak tugasPemerintah? dan lain sebagainya. Lebih jelas mengenai pandangan mereka yangpro dan kontra tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
tanggung jawab untuk penyelesaian masalah tersebut. Sebagai contoh, limbah industri merupakan akibat dari adanya industri yang beroperasi di suatu wilayah. Oleh karena limbah ini merupakan akibat dari kegiatan industri, maka sudah sernestinyalah industri tersebue menyelesaikan pula persoalan limbah tersebut agar tidak merugikan masya. rakat. Di sisi lain, mereka yang pro terhadap tanggung jawab sosial yang harus dipikul perusallaan menganggap bahwa perusahaan juga merupakan bagian dari masyarakat,schingga perlu juga untuk bersama-sama dengan masyarakat mewujudkan keadaan yang lebih baik. Demikian pula seterusnya sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel diatas
Di sisi lain, mereka yang kontra terhadap tanggung jawab sosial yang harus dipikul perusahaan beranggapan bahwa perusahaan tidak perlu terlibat dalam tanggung jawab sosial karena pada dasarnya perusahaan tidak memiliki ahli-ahli khusus untuk menangani tanggung jawab sosial ini dalam perusahaan. Selain itu, mereka beranggapan bahwa keterlibatan perusahaan yang terlalu jauh dalam tanggung jawab sosial justru I akan memberikan kekuatan yang lebih besar bagi perusahaan untuk dapat mengontrol ! masyarakat, padahal yang bertugas untuk mengontrol masyarakat adalah pemerintah. Mereka jugabcranggapan bahwa pada dasarnya tujuan dari perusahaan adalah untuk meraih profit dan bukan untuk membantu masyarakat sebagaimana halnya yang dilakukan oleh berbagai lembaga sosial, seperti yayasan, lembaga swadaya masyarakat, dan lain sebagainya.
Perusahaan perlu memberikan tanggung jawab sosial sebagai konsekuensi logiskeberadaannya dalam lingkungan dan masyarakat. Hanya saja tanggung jawab sosial yang harus dipikul perusahaan ini semestinya diatur dengan lebih baik oleh pemerintah sehingga porsinya tidak terlalu menjadi kekuatan yang dominan di masyarakat, namun bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat mewujudkan lingkungan ke arah yang lebih baik.
Salah satu contoh tanggung jawab sosial yang telah dipikul oleh perusahaan adalah sebagaimana yang telah dilakukan oleh PT ISM Bogasari yang bergerak dalam bisnis tepung. Salah satu bentuk tanggung jawab sosial dari Bogasari adalah dengan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para petani gandum bagaimana agar dapat bertani; dengan baik dan mengelola pertaniannya dengan baik. Di sisi lain, perusahaan ini juga telah memberikan bantuan berupa fasilitas sosial kepada masyarakat sosial untuk dapat memanfaatkannya, seperti fasilitas kesehatan, tempat beribadah, dan lain-lain.Setiap tahun juga perusahaan terlibat dalam kegiatan seremonial mendukung minat dan bakat masyarakat seperti terlibat dalatn pertandingan-pertandingan olahraga.
Mengelola Tanggung Jawab Sosial dari Perusahaan
baik bagi masyarakat termasuk juga apa yang tidak. Konsekuen dari kenyataan ini, perkembangan dunia bisnis di masa yang akan datang akan berhadapan dengan masyarakat yang semakin peka terhadap lingkungannya sekaligus segala bentuk aktivitas yang dilakukan perusahaan terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, perusahaan akan berhadapan dengan tuntutan yang lebih besar dari sisi tanggung jawab sosial seiring dengan semakin besarnya kesadaran masyarakat akan lingkungannya. Ada beberapa strategiyang dapat dilakukan oleh perusahaan., sebagaimana yang dikemukakan oleh Kreitner (1992), yaitu strategi reaktif, defensif, proaktif, dan akomodatif.
Strategi Reaktif (Reactive Social Responsibility Strategy)
Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosialcenderung menolak arau menghindarkan diri. dari tanggung jawab sosial.Contohnya perusahaan tembakau di masa lalu cenderung untuk tnenghindarkan diri dari isu yang menghubungkan antara konsumsi rokok dengan peluang terjadinya penyakit kangker Akan terapi, dikarenakan adanya peraturan pemerintah untuk mencantumkan bahaya rokok dalam setiap Man,maka hal tersebut dilakukan oleh perusahaan rokok.
Strategi Defensif (Dcfensive Social Responsibility Strategy)
Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaanterkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial. Perusahaan yang menghindarkan diri dari tanggung jawab penanganan l.imbah bisa saja berargumen melalui pengacara yang disewanya untuk mempertahankan diri dari tuntutan huktma dengan berargumen bahwa tidak hanya perusahaannya sajayang membuang limbah ke sungai ketika di lokasi perusahaan tersebut beroperasi, terdapat juga perusahaan lain yang beroperasi.
Bcberapa perusal-wan memberikan tanggung jawab sosial berupa pelayanan kesehatan, kebersihan, dan lain sebagainya, bukan dikarenakan perusahaan menyadari perlunya tanggung jawab sosial, namun di,karenakan adanya tuntutan dari masyarakat dan lingkungan sekitar akan hal tersebut. Tindakan seperti ini terkait dengan strategi akomodatif dalam tanggung jawab sosial. Contoh lainnya, perusahaan-perusahaan besar pada era Orde Baru dituntut untuk memberikart pinjaman kredit lunak kepada para pengusaha kecil, bukan disebabkan karena adanya kesadaran perusahaan, akan tetapi sebagai langkah akomodatif yangdiambil setelah pemerintah menuntut para korporat untuk lebih memerhatikari para pengusaha kecil.
Stratcgi Proaktif (Proaktive Social Responsibility Strategy)
Kegiatan bisnis yang melakukan strategi proaktif dalam tanggung jawab sosialntemandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab untuk memuaskan stctlceholders. Jika stakeholders terpuaskan, maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun. Dalam jangka panjang perusahaan akan diterima oleh masyarakat dan perusahaan tidak akan khawatir akan kehilangan pelanggan, justru akan herpotensi untuk menambah jumlah pelanggan akibat citra positif yang disandangnya Langkah yang dapat diambil oleh perusahaan adalah dengan mengambil inisiatif dalam tanggung jawab sosial, rnisalnya dengan membuat kegiatan khusus penanganan limbah keterlibatan dalam setiap kegiatan sosial di lingkungan masyarakat, atau dengan memberikat, pelatihan-pelatihan terhadap tnasyarakat di lingkurigan sekitar perusahaan
MANFAAT TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Tanggung jawab sosial sebagai konsekuensi logis keberadaan perusahaan di sebua lingkungan tnasyarakat mendorong perusahaan ttntuk lebih proaktif dalam mengambil inisiatif dalam hal tanggung jawab sosial. Pandangan ini tentunya bukan tanpa alasan karena pada dasarnya tanggung jawab sosial akan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi semua pihak yang dalam hal ini perusahaan, masyarakat, dan pemerintah
Manfaat Bagi Perusahaan
diberikan masyarakat, tetapi juga dianggap menawarkan sesuatu yang akan membawa perbaikan bagi masyarakat.
Manfaat Bagi Masyarakat
Manfaat bagi masyarakat dari tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan sangatlah jelas. Selain bahwa beberapa kepentingan masyarakatdiperhatikan oleh perusahaan, tnasyarakat juga akan mendapatkan pandangan baru mengenai hubungan. perusahaan dan masyarakat yang barangkali selama ini hanya sekadar dipahami sebagai hubungan produsen-konsumen, atauhubungan antara penjual dan pembeli saja Masyarakat akan memiliki pandangan baru bahwa hubungan antara masyarakat dalam dunia bisnis perlu diarahkan untuk kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Hubungan masyarakat dan dunia bisnis tak lagi dipahami sebagai hubunganantara pihak yang tnengeksploitasi dan pihak yang tereksploitasi, tetapi hubungan kemitraan dalam membangun masyarakat lingkungan yang lebih baik. Tidak hanya sektor perekonotnian, tetapi juga dalam sektor sosial, pembangunan, dan lain-lain.
Manfaat Bagi Pemerintah
Manfaat sebagai pemerintah dengan adanya tanggung jawab sosial dari pemerintah juga sangatlah jelas. Pemerintah pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai wasit yang menetapkan aturan main dalam hubungan masyarakat dengan dunia bisnis, dalam memberikan sanksi bagi pihak yang melanggarnya. Pemerintah sebagai pihak yang mendapat legitimasi untuk mengubah tatanan masyarakat ke arah yang lebih baik akan mendapatkanpartner dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Sebagian tugas pemerintah dapat dijalankan oleh anggota masyarakat, dalam hal ini perusahaan atau organisasi bisnis.
MASA DEPAN TANGGUNG J AWAB SOSIAL .
Perusahaan akan menghadapi tuntutan untuk terlibat lebih banyak dalam tanggung jawab sosial di masa yang akan datang. Hat ini didukung oleh penelitian empiris yang dilakukan di antaranya oleh Vamos dan Power (1990), sebagaimana dapat dilihat dalam Busmess Week Edisi 23 April 1990. Strategi proaktif dari perusahaan dalam kaitannya dengan tanggung jawab sosial tampaknya tidak dapat dihindarkan lagi di masa yang akan datang. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa mayoritas responden dari para eksekutif dan mahasiswa program bisnis menyatakan bahwa perusahaan perlu untuk lebih terlibat dalam tanggung jawab sosial, seperti keterlibatan dalam sektor pendidikan, pemeliharaan kesehatan lingkungan dan masyarakat, pengangguran, dan lain-lain.
Kreitner (1992) memberikan uraian dari beberapa isu seputar etika di masa kini yang sering kali dihadapi oleh perusahaan. Di antara beberapa isu tersebut adalah:
1. Penggunaan obat-obatan terlarang
2. Pencurian oleh para pekerja atau korupsi
3. Konflik kepentingan
4. Pengawasan kualitas atau quality control
5. Penyalahgunaan informasi yang bersifat rahasia
6. Penyelewengan dalam pencatatan keuangan
1. Penyalahgunaan penggunaan aset perusahaan
2. Pemecatan tenaga kerja
1. Polusi lingkungan
2. Cara bersaing dari perusahaan yang dianggap tidak etis
3. Penggunaan pekerja atau tenaga kerja di bawah umur
4. Pemberian hadiah kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan pemegakebijakan
5. Dan lain sebagainya.
Beberapa isu ini tak jarang terjadi dalam satu perusahaan, sehingga taktis perusahaan tersebut dianggap tidak menjalankan kegiatannya secara etis. Di sisilain, sebagian perusahaan telah berusaha untuk melakukan yang terbaik sehubungan dengan berbagai isu etika tersebut. Peran pemerintah sangat penting untuk dapat menjamin perusahaan dan masyarakat dapat menjalankan kegiatannya secara lebih beretika.
MENGUKUR ETIKA MANAJEMEN
Sekalipun tidak secara sempurna menjelaskan kriteria dan panduan untuk menilai . tindakan yang etis maupun tidak, namun model penilaian etika tersebut di atas setidak nya dapat memberikan sedikit penjelasan bagaimana sebuah tindakan atau kegiatan bisa dinilai dari kriteria etikanya. Dalam praktiknya, model tersebut bisa dikembangkan Standar Aturan Mengenai Etika Perusahaan (Code of Ethics). Upaya lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan menetapkan standar aturan mengenai etika yang harus dijalankan oleh perusahaan atau sering kali dinamakan sebagai code of ethics.Implementasi dari code of ethics ini akan sangat efektif jika memenuhi dua syarat, yaitu pertama, perusahaan perlu menyatakan secara spesifik kepada publik mengenai code of ethics yang mereka jalankan. Sebagai contoh, PerusahaanXerox menetapkan aturan bahwa perusahaan mereka akan melakukan kejujuran terhadap pelanggan, tidak akan memberikan sogokan, tidak akan merahasiakan sesuatu terhadap konsumen, maupun tidak akan melakukan penipuan yangterkait dengan harga. Pernyataan spesifik ini mereka nyatakan dalam berbagai kesempatan di depan khalayak ramai dan publisitas yang mereka lakukan. Syarat kedua agar code of ethics ini bisa berjalan secara efektif adalah perlu adanya dukungan dari tim manajemen puncak melalui sistem pengawasan tertentu seperti reward and punishment system dan lain sebagainya. Tanpa ada dukungan dari manajemen puncak, code of ethics ini pun akan sulit untuk diimplementasikan.
Upaya lain untuk menjamin bahwa perusahaan akan menjalankan kegiatannyasecara lebih beretika adalah dengan melibatkan publik dalam setiap kegiatan perusahaan yang dianggap tidak beretika. Dalam istilah manajemen ini dinamakan sebagai whistle-blowing (meniup peluit). Konteksnya adalah bahwa jika sebuah perusahaan menjalankan suatu kegiatan yang tidak memenuhi standar etika dan perusahaan cenderung membiarkan praktik tersebut untuk terus berjalan, kenyataan ini kemudian dilaporkan oleh anggota perusahaan kepada pihak publik seperti media massa, lembaga swadaya masyarakat, ataupun pemerintah yang representatif untuk menangani kasus-kasus seperti ini. Upaya ini akan mendorong perusahaan agar benar-benar memerhatikankepentingan publik, dan mencoba mengingatkan perusahaan bahwa jika kegiatantidak etis dilakukan perusahaan, maka perusahaan akan menghadapi konsekuensi logis berupa penilaian buruk dari masyarakat.
PENGANTAR MANAJEMEN 12 - ETIKA MANAJEMEN DAN TANGGUNG
JAWAB SOSIAL DALAM ORGANISASI
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DARI ORGANISASI
Lingkungan sebagai Ruang Lingkup Kegiatan Organisasi, Sebagaimana telah diterangkan dalam bab sebelumnya, organisasi bisnis akan berhadapan dengan lingkungan organisasinya, baik lingkungan yang secara langsungmemengaruhi dan dipengaruhi oleh kegiatan organisasi bisnis, maupun lingkungan yang secara tak langsung terkait dengan organisasi bisnis. Pada intinya, setiap organisasi atau perusahaan pada akhirnya perlu menyadari bahwa apa pun yang dilakukannya merupakan reaksi atas tuntutan dari lingkungan atau juga sebaliknya merupakan upaya untuk memengartihi lingkungannya.
Sebagai bagian dari lingkungan masyarakat, maka organisasi bisnis perlu.memiliki tanggung jawab bahwa kegiatan yang dilakukannya membawa ke arah perbaikan lingkungan masyarakat pada umumnya, dan bukan sebaliknya. Sebagai contoh, perusah~ian yang membuang limbah seenaknya pada dasarnya kurang 'bertanggung jawab terhadap lingkungan masyarakat. Dengan demikian, sudah semestinya organisasi bisnis atau perusahaan perlu menyadari bahwa dirinya memiliki apa yang dinamakan dengan tanggung jawab sosial(corporate social responsibility). Tanggung jawab sosial ini dapat berupa tanggung jawab terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan, keadcianekonomi masyarakat pada umumnya, partisipasi perusahaan dalam pembangtm,ln lingkungannya, dan lain sebagainya.
Namun, bagi mereka yang kontra berpandangan bahwa sampai sebatas mana tanggung jawab sosial tersebut. Apakah perusahaan semestinya berperan sebagai lembaga sosial? Lalu di mana letak tugasPemerintah? dan lain sebagainya. Lebih jelas mengenai pandangan mereka yangpro dan kontra tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Mereka yang berpandangan bahwa perusahaan perlu memiliki tanggung jawalsosial menganggap bahwa banyak persoalan di masyarakat muncul sebagai akibat dari kegiatan perusahaan yang dijalankan. Oleh karena masalah tersebut merupakan akibat dari kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan, maka perusahaan perlu untuk memikul tanggung jawab untuk penyelesaian masalah tersebut. Sebagai contoh, limbah industri merupakan akibat dari adanya industri yang beroperasi di suatu wilayah. Oleh karena limbah ini merupakan akibat dari kegiatan industri, maka sudah sernestinyalah industri tersebue menyelesaikan pula persoalan limbah tersebut agar tidak merugikan masya. rakat. Di sisi lain, mereka yang pro terhadap tanggung jawab sosial yang harus dipikul perusallaan menganggap bahwa perusahaan juga merupakan bagian dari masyarakat,schingga perlu juga untuk bersama-sama dengan masyarakat mewujudkan keadaan yang lebih baik. Demikian pula seterusnya sebagaimana ditunjukkan dalam Tabel diatas
yang dilakukan oleh berbagai lembaga sosial, seperti yayasan, lembaga swadaya masyarakat, dan lain sebagainya.
Perusahaan perlu memberikan tanggung jawab sosial sebagai konsekuensi logiskeberadaannya dalam lingkungan dan masyarakat. Hanya saja tanggung jawab sosial yang harus dipikul perusahaan ini semestinya diatur dengan lebih baik oleh pemerintah sehingga porsinya tidak terlalu menjadi kekuatan yang dominan di masyarakat, namun bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat mewujudkan lingkungan ke arah yang lebih baik.
Salah satu contoh tanggung jawab sosial yang telah dipikul oleh perusahaan adalah sebagaimana yang telah dilakukan oleh PT ISM Bogasari yang bergerak dalam bisnis tepung. Salah satu bentuk tanggung jawab sosial dari Bogasari adalah dengan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada para petani gandum bagaimana agar dapat bertani; dengan baik dan mengelola pertaniannya dengan baik. Di sisi lain, perusahaan ini juga telah memberikan bantuan berupa fasilitas sosial kepada masyarakat sosial untuk dapat memanfaatkannya, seperti fasilitas kesehatan, tempat beribadah, dan lain-lain.Setiap tahun juga perusahaan terlibat dalam kegiatan seremonial mendukung minat dan bakat masyarakat seperti terlibat dalatn pertandingan-pertandingan olahraga.
Mengelola Tanggung Jawab Sosial dari Perusahaan
Strategi Reaktif (Reactive Social Responsibility Strategy)
Kegiatan bisnis yang melakukan strategi reaktif dalam tanggung jawab sosialcenderung menolak arau menghindarkan diri. dari tanggung jawab sosial.Contohnya perusahaan tembakau di masa lalu cenderung untuk tnenghindarkan diri dari isu yang menghubungkan antara konsumsi rokok dengan peluang terjadinya penyakit kangker Akan terapi, dikarenakan adanya peraturan pemerintah untuk mencantumkan bahaya rokok dalam setiap Man,maka hal tersebut dilakukan oleh perusahaan rokok.
Strategi Defensif (Dcfensive Social Responsibility Strategy)
Strategi defensif dalam tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaanterkait dengan penggunaan pendekatan legal atau jalur hukum untuk menghindarkan diri atau menolak tanggung jawab sosial. Perusahaan yang menghindarkan diri dari tanggung jawab penanganan l.imbah bisa saja berargumen melalui pengacara yang disewanya untuk mempertahankan diri dari tuntutan huktma dengan berargumen bahwa tidak hanya perusahaannya sajayang membuang limbah ke sungai ketika di lokasi perusahaan tersebut beroperasi, terdapat juga perusahaan lain yang beroperasi.
Strategi Akomodatif (Acommodative Social Responsibility Strategy)
Stratcgi Proaktif (Proaktive Social Responsibility Strategy)
Kegiatan bisnis yang melakukan strategi proaktif dalam tanggung jawab sosialntemandang bahwa tanggung jawab sosial adalah bagian dari tanggung jawab untuk memuaskan stctlceholders. Jika stakeholders terpuaskan, maka citra positif terhadap perusahaan akan terbangun. Dalam jangka panjang perusahaan akan diterima oleh masyarakat dan perusahaan tidak akan khawatir akan kehilangan pelanggan, justru akan herpotensi untuk menambah jumlah pelanggan akibat citra positif yang disandangnya Langkah yang dapat diambil oleh perusahaan adalah dengan mengambil inisiatif dalam tanggung jawab sosial, rnisalnya dengan membuat kegiatan khusus penanganan limbah keterlibatan dalam setiap kegiatan sosial di lingkungan masyarakat, atau dengan memberikat, pelatihan-pelatihan terhadap tnasyarakat di lingkurigan sekitar perusahaan
MANFAAT TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Tanggung jawab sosial sebagai konsekuensi logis keberadaan perusahaan di sebua lingkungan tnasyarakat mendorong perusahaan ttntuk lebih proaktif dalam mengambil inisiatif dalam hal tanggung jawab sosial. Pandangan ini tentunya bukan tanpa alasan karena pada dasarnya tanggung jawab sosial akan memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi semua pihak yang dalam hal ini perusahaan, masyarakat, dan pemerintah
Manfaat Bagi Perusahaan
sebagai hubungan produsen-konsumen, atauhubungan antara penjual dan pembeli saja Masyarakat akan memiliki pandangan baru bahwa hubungan antara masyarakat dalam dunia bisnis perlu diarahkan untuk kerja sama yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Hubungan masyarakat dan dunia bisnis tak lagi dipahami sebagai hubunganantara pihak yang tnengeksploitasi dan pihak yang tereksploitasi, tetapi hubungan kemitraan dalam membangun masyarakat lingkungan yang lebih baik. Tidak hanya sektor perekonotnian, tetapi juga dalam sektor sosial, pembangunan, dan lain-lain.
Manfaat Bagi Pemerintah
Manfaat sebagai pemerintah dengan adanya tanggung jawab sosial dari pemerintah juga sangatlah jelas. Pemerintah pada akhirnya tidak hanya berfungsi sebagai wasit yang menetapkan aturan main dalam hubungan masyarakat dengan dunia bisnis, dalam memberikan sanksi bagi pihak yang melanggarnya. Pemerintah sebagai pihak yang mendapat legitimasi untuk mengubah tatanan masyarakat ke arah yang lebih baik akan mendapatkanpartner dalam mewujudkan tatanan masyarakat tersebut. Sebagian tugas pemerintah dapat dijalankan oleh anggota masyarakat, dalam hal ini perusahaan atau organisasi bisnis.
MASA DEPAN TANGGUNG J AWAB SOSIAL .
Perusahaan akan menghadapi tuntutan untuk terlibat lebih banyak dalam tanggung jawab sosial di masa yang akan datang. Hat ini didukung oleh penelitian empiris yang dilakukan di antaranya oleh Vamos dan Power (1990), sebagaimana dapat dilihat dalam Busmess Week Edisi 23 April 1990. Strategi proaktif dari perusahaan dalam kaitannya dengan tanggung jawab sosial tampaknya tidak dapat dihindarkan lagi di masa yang akan datang. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa mayoritas responden dari para eksekutif dan mahasiswa program bisnis menyatakan bahwa perusahaan perlu untuk lebih terlibat dalam tanggung jawab sosial, seperti keterlibatan dalam sektor pendidikan, pemeliharaan kesehatan lingkungan dan masyarakat, pengangguran, dan lain-lain.
Beberapa lsu Seputar Etika
Kreitner (1992) memberikan uraian dari beberapa isu seputar etika di masa kini yang sering kali dihadapi oleh perusahaan. Di antara beberapa isu tersebut adalah:
1. Penggunaan obat-obatan terlarang
2. Pencurian oleh para pekerja atau korupsi
3. Konflik kepentingan
4. Pengawasan kualitas atau quality control
6. Penyelewengan dalam pencatatan keuangan
1. Penyalahgunaan penggunaan aset perusahaan
2. Pemecatan tenaga kerja
1. Polusi lingkungan
2. Cara bersaing dari perusahaan yang dianggap tidak etis
3. Penggunaan pekerja atau tenaga kerja di bawah umur
4. Pemberian hadiah kepada pihak-pihak tertentu yang terkait dengan pemegakebijakan
5. Dan lain sebagainya.
Beberapa isu ini tak jarang terjadi dalam satu perusahaan, sehingga taktis perusahaan tersebut dianggap tidak menjalankan kegiatannya secara etis. Di sisilain, sebagian perusahaan telah berusaha untuk melakukan yang terbaik sehubungan dengan berbagai isu etika tersebut. Peran pemerintah sangat penting untuk dapat menjamin perusahaan dan masyarakat dapat menjalankan kegiatannya secara lebih beretika.
MENGUKUR ETIKA MANAJEMEN
Sekalipun tidak secara sempurna menjelaskan kriteria dan panduan untuk menilai . tindakan yang etis maupun tidak, namun model penilaian etika tersebut di atas setidak nya dapat memberikan sedikit penjelasan bagaimana sebuah tindakan atau kegiatan bisa dinilai dari kriteria etikanya. Dalam praktiknya, model tersebut bisa dikembangkan Standar Aturan Mengenai Etika Perusahaan (Code of Ethics). Upaya lain yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah dengan menetapkan standar aturan mengenai etika yang harus dijalankan oleh perusahaan atau sering kali dinamakan sebagai code of ethics.Implementasi dari code of ethics ini akan sangat efektif jika memenuhi dua syarat, yaitu pertama, perusahaan perlu menyatakan secara spesifik kepada publik mengenai code of ethics yang mereka jalankan. Sebagai contoh, PerusahaanXerox menetapkan aturan bahwa perusahaan mereka akan melakukan kejujuran terhadap pelanggan, tidak akan memberikan sogokan, tidak akan merahasiakan sesuatu terhadap konsumen, maupun tidak akan melakukan penipuan yangterkait dengan harga. Pernyataan spesifik ini mereka nyatakan dalam berbagai kesempatan di depan khalayak ramai dan publisitas yang mereka lakukan. Syarat kedua agar code of ethics ini bisa berjalan secara efektif adalah perlu adanya dukungan dari tim manajemen puncak melalui sistem pengawasan tertentu seperti reward and punishment system dan lain sebagainya. Tanpa ada dukungan dari manajemen puncak, code of ethics ini pun akan sulit untuk diimplementasikan.