• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM REKOMENDASI PILIHAN SISWA PADA SE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM REKOMENDASI PILIHAN SISWA PADA SE"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM REKOMENDASI PILIHAN SISWA PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KOTA KEDIRI MENGGUNAKAN METODE LOGIKA FUZZY

Pio Ari Antono1, Venny Widyanik2, Wahyu Putra Sasongko3

Program Studi Teknik Informatika Universitas Nusantara PGRI Kediri

E-mail : [email protected], [email protected] , [email protected]

Abstrak

Sekolah Menengah Atas (disingkat SMA; bahasa Inggris: Senior High School), adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama (atau sederajat). Sekolah Menengah Atas ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Dalam pemilihan SMA di Kota Kediri terkadang seorang siswa maupun orangtuanya sulit mengetahui kriteria dari Sekolah baik kelebihan maupun kekurangannya, dikarenakan belum tersedianya suatu sistem yang bisa menyediakan informasi daftar sekolah yang sesuai dengan keinginan siswa maupun orang tua. Selain itu untuk masyarakat yang berada di luar kota yang ingin menyekolahkan anaknya di Kota Kediri, juga dirasa kebingungan dalam memilih sekolah yang ingin didaftarnya. Penggunaan internetpun semakin berkembang dan para calon siswa akan memanfaatkan fasilitas internet untuk mencari informasi pada SMA di Kota Kediri yang sesuai dengan keinginan maupun kriteria siswa karena dirasa lebih efektif dan efisien.

Penggunaan metode Fuzzy database dengan model Tahani ini adalah pemecahan masalah dengan menyediakan sistem rekomendasi, dimana calon siswa akan terbantu dengan adanya rekomendasi sekolah-sekolah yang sesuai dengan cara penginputan kriteria pada sistem oleh pengguna. Jadi pada akhir prosesnya, pengguna akan mendapat daftar rekomendasi sekolah yang direkomendasikan berdasarkan kriteria masukannya dalam memilih sebuah sekolah dengan model fuzzy tahani.

Kata Kunci : Rekomendasi, SMA, Logika Fuzzy, Fuzzy Tahani.

PENDAHULUAN

Setiap tahun pelajaran baru, dimulai banyak siswa yang mencari tempat pendaftaran di sekolah – sekolah yang menjadi kriteria mereka baik secara kualitas, ekstrakurikuler dsb. Para calon

(2)

sendiri dan terutama oleh siswa di luar Kota Kediri.

Untuk itulah perlu adanya proses pemilihan sekolah secara online berbasis website, dengan adanya fasilitas baru memanfaatkan teknoligi/internet berbasis website ini akan lebih mengefektifkan diantaranya dapat dilakukan kapan dan dimana saja baik dalam segi waktu ataupun biaya serta lebih memudahkan, lebih praktis dan lebih cepat tentunya dalam melakukan pencarian untuk mendapatkan informasi tentang Sekolah Menengah Atas di Kota Kediri.

Merujuk dari pemikiran di atas sudah selayaknya dibangun suatu sistem rekomendasi yang berbasis komputer. Sistem ini adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu calon siswa dan wali murid untuk menentukan pemilihan sekolahan yang tepat dan sesuai dengan kriteria keinginan masing-masing. Proses rekomendasi dilakukan dengan metode Fuzzy database dengan model Tahani merupakan salah satu jalan pemecahan masalah yang dapat menangani hal tersebut, dimana calon siswa akan merasa terbantu dengan adanya sistem ini dengan memberikan rekomendasi sekolah-sekolah yang sesuai dengan cara menginput kriteria pada sistem oleh pengguna. Sehingga pada akhir prosesnya,pengguna akan mendapat daftar rekomendasi sekolah yang

direkomendasikan berdasarkan kriteria masukannya.

A. Perumusan Masalah

1. Bagaimana cara memberikan rekomendasi dalam pemilihan sekolah yang sesuai dengan kriteria calon siswa?

B. Batasan Masalah

1. Sistem rekomendasi yang digunakan pemilihan sekolah hanya Sekolah Menengah Atas di Kota Kediri.

2. Metode yang digunakan adalah Fuzzy database dengan model Tahani.

(3)

Input 1

Input 2

kemampuan untuk memproses variabel yang bersifat kabur atau yang tidak dapat dideskripsikan secara eksak/pasti seperti misalnya tinggi, lambat, bising. Dalam fuzzy logic variabel yang bersifat kabur tersebut direpresentasikan sebagai sebuah himpunan yang anggotanya adalah suatu nilai crisp dan derajat keanggotaannya (membershipfunction) dalam himpunan tersebut (Hermawanto, 2008).

Proses-proses dalam fuzzy logic adalah fuzzifikasi, penalaran (reasoning), dan defuzzifikasi:

a. Fuzzifikasi: merupakan proses untuk mendapatkan derajat keanggotaan dari sebuah nilai numerik masukan (crisp) b. Penalaran: proses untuk mendapatkan

aksi keluaran dari suatu kondisi input dengan mengikuti aturan-aturan keanggotaan keluaran menjadi variabel numerik kembali.

Gambar 1. Konsep himpunan fuzzy Diantara input dan output terdapat blackbox. Di dalam blackbox terdapat proses yang tidak diketahui, bisa didekati dengan pendekatan sistem linear,

ekonometri, interpolasi, sistem pakar atau logika fuzzy, dan lain-lain. Namun, seperti yang diungkapkan Lotfi Zadeh: ”Dalam hampir setiap kasus, cara fuzzy lebih cepat dan lebih murah”. Logika fuzzy sebagai komponen utama pembangun

softcomputing, terbukti telah memiliki kinerja yang sangat baik untuk

menyelesaikan masalah-masalah yang mengandung ketidakpastian.

Implementasinya luas, baik di bidang engineering, psikologi, social, dan juga bidang ekonomi.

Fuzzy Query

Fuzzifikasi query diasumsikan sebuah konvensional (nonfuzzy) basis data yang akan mencoba membuat dan menerapkan sebuah sistem logika fuzzy query (fuzzy logic based querying system). Kelebihan query fuzzifikasi yaitu dapat mencapai kelenturan (flexibility) dari database, penanganan error otomatis, pencarian yang flexibel,dan kesanggupan

(4)

merespon kosong Konsep dari sebuah relasi fuzzy dalam DBMS menggunakan derajat keanggotaan μ didefinisikan pada kumpulan domain X = Xn}, dan telah digenerate pada relasi luar nilai tengah fuzzy.

Misalkan terdapat sebuah tabel Mahasiswa, dimana didalamnya terdapat field-field seperti Nama, NIM, Jurusan, Kelas dan IPK. Kemudian jika menggunakan sintaks SELECT nama FROM mahasiswa WHERE (IPK < 3,00 ), maka yang ditampilkan hanya data mahasiswa yang memiliki IPK kurang dari 3,00. Sedangkan jika data dari tabel diolah menggunakan operasi himpunan termasuk dalam himpunan kurang fuzzy.

Fuzzy Tahani

Basis data klasik hanya menangani datadata yang bersifat pasti dan tegas. Sedangkan pada kenyataannya manusia seringkali berkomunikasi dalam bahasa yang tidak jelas batasannya.Untuk menangani hal tersebut makadibangunlah sebuah basis data dengan pendekatan

logika fuzzy. Basis data yang menggunakan pendekatan fuzzy tidak hanya menyimpan dan memanipulasi fakta-fakta yang pasti tetapi juga pendapat-pendapat subjektif, keputusan dan nilai-nilai yang dapat dijabarkan dalam istilah linguistik. Pada umumnya, ada dua cara untuk memasukkan unsur kekaburan (fuzziness) ke dalam sebuah basis data, yaitu:

1. Fuzzy Database

Fuzzy database adalah basis data mempunyai kemampuan untuk menyimpan dan memanipulasi data-data yang mengandung ketidakpastian secara langsung. Artinya, pengguna

2. Fuzzy Query Database

(5)

Tahani adalah bentuk dari Fuzzy query-nya. Tahani mengembangkan sebuah kerangka kerja pada level konseptual tingkat tinggi untuk memproses fuzzy query pada lingkungan basis data konvensional atau non-fuzzy. Tahani merumuskan sebuah arsitektur dan pendekatan merupakan sistem rekomendasi pada pemilihan Sekolah Menengah Atas di Kota Kediri menggunakan metode logika Fuzzy Tahani. Pada Logika Fuzzy Tahani ini untuk mendapatkan daftar rekomendasi Sekolah yang sesuai dengan penginputan kriteria yang dilakukan oleh siswa atau pengguna sistem. Dengan menggunakan metode logika fuzzy model Tahani diharapkan sistem ini dapat menyelesaikan permasalahan yang relatif dalam kasus pemilihan Sekolah Menengah Atas di Kota Kediri, pada metode ini hasil keluaran yang

didapatkan memiliki nilai kelenturan terhadap grafik fungsi keanggotaan dari himpunan fuzzy setiap variabel. Sebagai sebuah sistem pendukung keputusan, tentu hasil sistem berupa alternative dan tidak mengikat keputusan pengguna, walaupun data yang disampaikan sudah valid berdasarkan sistem. Namun SPK bukan sebagai suatu hasil akhir untuk memutuskan keputusan, tetapi sebagai pertimbangan pengguna dalam menentukan pilihan.

Pemodelan Kriteria

Pada pemodelan kriteria perancangan fungsi keanggotaan, terhadap 4 grafik fungsi keanggotaan pada variabel fuzzy yang digunakan, yaitu ekstrakurikuler, penerimaan siswa, jumlah guru, dan biaya SPP per semester. Setiap variabel fuzzy menggunakan representasi kurva bahu dan kurva segitiga pada grafik fungsi keanggotaanya. Fungsi keanggotaan pada apliksai ini bersifat dinamis (dapat berubah menyesuaikan konfigurasi batas nilai pengguna).

1) Variabel Ekstrakurikuler

Pada variabel ektrakurikuler tidak digambarkan dengan grafik karena disini menggunakan inputan pilihan bermacam-macam jenis ekstrakurikuler dari berbagai sekolah.

(6)

RENDAH SEDANG TINGGI

290 328 365 Gambar 1. Fungsi Keanggotaan untuk

Variabel Penerimaan Siswa Fungsi Keanggotaan :

1 ; x ≤ 290 µ RENDAH [x] =

328−x

38 ;290≤ x ≤328

0 ; x ≥ 328

0 ; x ≤ 290 atau x ≥ 365 µ SEDANG [x] =

x−290

38 ;290≤ x ≤328

365−x

37 ;328≤ x ≤36

0 ; x ≤ 365 µ TINGGI[x] =

x−328

37 ;328≤ x ≤365

1 ; x ≥ 365

3) Variabel Guru : SEDIKIT, SEDANG, BANYAK (per orang)

SEDIKIT SEDANG BANYAK

48 60 71 Gambar 2. Fungsi keanggotaan untuk

Variabel Guru

Fungsi keanggotaan :

1 ; x ≤ 48

µ SEDIKIT [x] = 6012x;48≤ x ≤60

0 ; x ≥ 60

0 ; x ≤ 48 atau x ≥ 71

µ SEDANG [x] = x−48

12 ;48≤ x ≤60 71−x

11 ;60≤ x ≤71

0 ; x ≤ 71

µ BANYAK [x] = x−60

11 ;60≤ x ≤71 1 ; x ≥ 71

4) Variabel Biaya_SPP : MURAH, SEDANG, MAHAL (Rp/semester) MURAH SEDANG

MAHAL

750.000 1.275.000 1.800.000 Gambar 3. Fungsi keanggotaan untuk

Variabel Biaya SPP Fungsi keanggotaan :

(7)

µ MURAH [x]=

1.275 .000−x

525.000 ;750.000≤ x ≤1.275.000 0 ; x ≥ 1.275.000

0 ; x ≤ 750.000 atau x ≥ 1.800.000 µ SEDANG [x]=

x−750.000

525.000 ;750.000≤ x ≤1.275 .000

1.800 .000−x

525.000 ;1.275.000≤ x ≤1.800.000

0 ; x ≤ 1.800.000 µ MAHAL [x] =

x−1.275.000

525.000 ;1.275.000≤ x ≤1.800.000 1 ; x ≥ 1.800.000

Implementasi Sistem

Pada aplikasi ini untuk siswa yang ingin melakukan konsultasi tidak perlu login terlebih dahulu, sedangkan admin bila menggunakan sistem tersebut untuk mengedit isi dari aplikasi tersebut harus melalui login dahulu.

Berikut ini tampilan dari home merupakan tampilan awal aplikasi.

Gambar 4. Menu Home

Pada menu profil ini merupakan profil dari lembaga yang mengurus masalah informasi Sekolah Kota Kediri.

Gambar 5. Menu Profil

Pada menu Sekolah digunakan untuk user melihat daftar nama Sekolah dan profil dari sekolah tersebut.

Gambar 6. Menu Sekolah

(8)

Gambar 7. Menu Konsultasi

Pada menu login digunakan untuk admin, yaitu untuk mengedit Master pada lembaga menambah atau menghapus data lembaga.

Gambar 8. Menu Login

Pada menu admin terdapat pilihan untuk mengedit data pada aplikasi, yaitu pada menu Master ada 2 tools lembaga dan page. Berikut tampilan pada tools lembaga.

Gambar 9. Menu Master pada Lembaga

Pada menu Master tools page untuk mengedit halaman home.

Gambar 10. Menu Master pada Page

Pada siswa melakukan konsultasi, siswa langsung menginputkan kriteria yang diinginkan untuk memilih sekolah yang akan di daftarnya.

(9)

Gambar 12. Menu Hasil konsultasi

KESIMPULAN

Dari hasil implementasi sistem disimpulkan sebagai berikut:

1. Pada aplikasi menggunakan metode logika fuzzy tahani dapat memberikan pilihan alternatif untuk siswa yang

ingin mendaftar di Sekolah Menengah Atas di Kota Kediri sesuai dengan keinginan masing-masing siswa. 2. Pada implementasi program,

menampilkan 3 terbesar dari hasil perangkingan.

Daftar Pustaka

[1]. Aini,Nurul. 2014, “Metode Logika Fuzzy Untuk Rekomendasi Pilihan Siswa Kursus Di Kampung Inggris Pare Kediri”.

[2]. http://lenterakecil.com/pengertian-sekolah/, Pengertian Sekolah (diakses tanggal 19 Juni 2015 pukul 20.45).

(10)

Gambar

Gambar 1. Fungsi Keanggotaan untuk
Gambar 6. Menu Sekolah
Gambar 7. Menu Konsultasi

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Pejabat Pengadaan Bagian.. Pemerintahan Sekretariat Daerah menurut ketentuan yang berlaku dan

Lingkungan adalah tempat dimana seorang tinggal. Lingkungan dapat mempengaruhi seseorang sehingga dapat termotivasi untuk melakukan sesuatu. Selain keluarga, lingkungan

Enterprise Resource Planning (ERP) merupakan tools yang sudah terkenal kemampuannya untuk mengintegrasikan bidang – bidang dalam sebuah perusahaan, sehingga

WANTA W., & HU Y.(1994).Time-lag differences in the agenda setting process: An examination of five news media International Journal of Public Opinion Research,

Tujuan dari penelitian ini untuk pemanfaatan limbah bubut besi sebagai pigmen merah dengan menguji pengaruh suhu kalsinasi terhadap kualitas pigmen dengan parameter yang

Herawati (2010) melakukan penelitian dengan judul Pengaruh China ASEAN Free Trade Agreement (CAFTA) terhadap Kinerja Keuangan UKM Tekstil yang Ada di Pekalongan. Dengan

Hasil penelitian menujukkan bahwa penyesuaian merupakan faktor yang dapat dijadikan sebagai predictor dari kualitas pernikahan, sedangkan nilai-nilai

KEPADA PESERTA PELELANGAN YANG KEBERATAN, DIBERIKAN KESEMPATAN UNTUK MENYAMPAIKAN SANGGAHAN KHUSUSNYA MENGENAI KETENTUAN DAN PROSEDUR YANG TELAH DITENTUKAN DALAM