• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PPT DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Identitas Pasien

 Nama : Ny.E

 Jenis Kelamin : Perempuan

 Usia : 65tahun

 Alamat : Bumi Ayu

 Pekerjaan : Pegawai Salon

 Agama : Islam

(3)

Anamnesa

 Keluhan Utama : gatal pada kedua

tangan dan wajah

 Riwayat Penyakit Sekarang :

wanita usia 65 dengan keluhan gatal pada kedua

tangan sejak 1 bulan yang lalu, dan pada wajah sejak 2 minggu yang lalu.

mulai dirasakan sejak 6 bulan yang lalu.

dimulai dari kedua tangan, kemudian muncul pada

wajah.

Pasien berprofesi sebagai pegawai di salon yang

selalu berkontak dengan bahan kimia pelurus atau pewarna rambut.

sudah pernah berobat ke dokter, tetapi tidak

(4)
(5)

 Status Dermatologi:

Lokasi : antebrachii dextra et

sinistra dan facialis

Ukk : papul, vesikel, eritema,

(6)
(7)
(8)
(9)

 Pemeriksaan penunjang: tidak dilakukan

 Terapi:

Inj. Methil Prednisolon

125mg+difenhidramin 1amp Loratadin 10mg 1x1tab

(10)

Diagnosa Kerja

(11)

Diagnosa Banding

 Dermatitis Kontak Alergi

(12)

Pemeriksaaan Anjuran

(13)

Penatalaksaan

 Kompres dingin

 Glukokortikoid topikal

(14)

Prognosis

(15)
(16)

Pendahuluan

 Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan reaksi peradangan nonimunologik pada kulit yang

disebabkan oleh kontak dengan faktor eksogen maupun endogen.

 Faktor eksogen berupa bahan-bahan iritan (kimiawi, fisik, maupun biologik)

(17)

Epidemiologi

 90% klaim kesehatan -> dermatitis

kontak. Konsultasi dengan dokter kulit akibat dermatitis kontak adalah sebesar 4-7%.

 Bila dilihat dari jenis kelamin, prevalensi pada wanita adalah dua kali lipat

(18)

Etiologi

 Sekitar 80-90% kasus (DKI) disebabkan oleh pemaparan iritan berupa bahan

kimia dan pelarut.

(19)

Faktor eksogen

 Sifat kimia bahan iritan

 Sifat dari pajanan

(20)

Faktor endogen

 Genetik

 Jenis kelamin

 Umur

 Suku

 Lokasi kulit

(21)
(22)

 Dermatitis kontak iritan yang terjadi

setelah pemaparan pertama kali disebut DKI akut dan biasanya disebabkan oleh iritan yang kuat, seperi asam kuat

 Sedangkan, dermatitis kontak iritan yang terjadi setelah pemaparan

berulang disebut DKI kronis, dan

(23)

Tanda dan Gejala

 Ketika terkena paparan iritan, kulit

menjadi radang, bengkak, kemerahan dan dapat berkembng menjadi vesikel kecil atau papul (tonjolan) dan

(24)
(25)

Diagnosis

 Anamnesa

Pasien mengklain adanya pajanan yang

menyebabkan iritasi kutaneus

Onset Penderita merasakan sakit, rasa

(26)

 Pemeriksaan Fisik

Menurut Rietschel dan Flowler, kriteria

dignosis primer untuk DKI sebagai berikut:

13-14

Makula eritema, hiperkeratosis, atau fisura

predominan setelah terbentuk vesikel

Tampakan kulit berlapis, kering, atau melepuhBentuk sirkumskrip tajam pada kulit

(27)

Pemeriksaan penunjang

 Patch Test

 Kultur bakteri

 Pemeriksaan KOH

(28)

Diagnosa Banding

 DKA

 Dermatitis Atopi

(29)

Sasaran Terapi

 Menghilangkan inflamasi, rasa sakit saat kulit ditekan dan iritasi

 Mencegah pemaparan lebih lanjut pada agen iritan

(30)

 Terapi non-farmakologi ICD

1. Pencucian sesegera mungkin pada area

yang terpapar agen iritan akan mengurangi waktu kontak agen iritan dengan kulit, dan jika terjadi respon kulit, hal ini akan membantu untuk mencegah penyebaran dermatitis.

2. Beberapa substansi yang dapat

menyebabkan respon iritasi pada kulit

sebaiknya dihindari. Mengedukasikan kepada pasien bagaimana cara untuk mengurangi resiko terpapar merupakan hal yang penting.

3. Penggunaan baju pelindung, sarung tangan,

dan peralatan proteksi lainnya akan mengurangi pemaparan iritan dan sebaiknya penggunaan alat proteksi diganti secara periodik.

4. Hidropel dan pelembab penghalang kulit hollister

(31)

 Terapi Farmakologi

Kortikosteroid

Radiasi Ultraviolet

Antibiotik dan antihistamin

(32)

Prognosis

(33)

Pembahasan

 Hasil anamnesis :

Keluhan utama gatal yang dirasakan di kedua tangan dan wajah. Dimana pasien terpapar bahan iritan dan kedua tangan. Keluhan tersebut sudah mulai dirasakan

sejak 6 bulan yang lalu.

(34)

Pasien berprofesi sebagai pegawai di salon yang selalu berkontak dengan bahan kimia pelurus atau pewarna rambut.

Pasien sudah pernah berobat ke dokter, tetapi tidak mengalami perbaikan.

Pasien mempunyai riwayat sebagai pegawai salon.

Menyangkal adanya sisik yang menebal pada bagian yang gatal.

(35)

 Hasil pemeriksaan fisik status dermatologis :

Lokasi : Antebrachii dextra et sinistra dan facialis

Ukk : Papul dan vesikel berukuran milier sampai dengan lentikuler, eritema,

(36)

 Diagnosa Banding

Dermatitis kontak alergika

Psoriasis

 Pemeriksaan penunjang

(37)

 Terapi

Injeksi metilprednisolon 125 mg +

difenhidramin 1 ampul (iv)

Loratadine tablet; 1 x 10 mg per hari

(38)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian dengan uji F menunjukkan bahwa secara simultan inovasi produk dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di Pizza

Sebagai lawan istilah hukum administrasi khusus (hukum admi- nistrasi luar biasa), dikenal pula istilah hukum administrasi umum. Dengan peran pemerintahan yang begitu

Model dislokasi 3 ini merepresentasikan mekanisme gempa Padang 2009 karena nilai korelasi yang didapatkan paling besar yaitu sebesar -0.71965 untuk pergeseran

Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami karakteristik perusahaan industri sekaligus mengerti tentang sistem akuntansi biaya berdasarkan proses dan perhitungannya yang pada

Bab Keempat pada sub bab ini penulis akan menjawab tentang rumusan masalah, yaitu akan menguraikan tentang Analisis Mekanisme Jual Beli Mavro dalam Komunitas MMM

Sedangkan untuk analisis komponen struktur rangka batang didapati beberapa komponen struktur baik batang tarik maupun tekan dan sambungan yang tidak memenuhi kapasitas

Kontroler SDRE ini akan diterapkan pada plant nonlinier berorde enam yaitu Two Stage Inverted Pendulum (TSIP) yang merupakan pengembangan dari sistem pendulum

Nilai-nilai pendidikan Agama Hindu yang terkandung dalam cerita Ratnakara yaitu : 1) nilai pendidikan etika, yakni ketika Ratnakara tidak mempunyai rasa welas asih terhadap