Identitas Pasien
Nama : Ny.E
Jenis Kelamin : Perempuan
Usia : 65tahun
Alamat : Bumi Ayu
Pekerjaan : Pegawai Salon
Agama : Islam
Anamnesa
Keluhan Utama : gatal pada kedua
tangan dan wajah
Riwayat Penyakit Sekarang :
wanita usia 65 dengan keluhan gatal pada kedua
tangan sejak 1 bulan yang lalu, dan pada wajah sejak 2 minggu yang lalu.
mulai dirasakan sejak 6 bulan yang lalu.
dimulai dari kedua tangan, kemudian muncul pada
wajah.
Pasien berprofesi sebagai pegawai di salon yang
selalu berkontak dengan bahan kimia pelurus atau pewarna rambut.
sudah pernah berobat ke dokter, tetapi tidak
Status Dermatologi:
Lokasi : antebrachii dextra et
sinistra dan facialis
Ukk : papul, vesikel, eritema,
Pemeriksaan penunjang: tidak dilakukan
Terapi:
Inj. Methil Prednisolon
125mg+difenhidramin 1amp Loratadin 10mg 1x1tab
Diagnosa Kerja
Diagnosa Banding
Dermatitis Kontak Alergi
Pemeriksaaan Anjuran
Penatalaksaan
Kompres dingin
Glukokortikoid topikal
Prognosis
Pendahuluan
Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan reaksi peradangan nonimunologik pada kulit yang
disebabkan oleh kontak dengan faktor eksogen maupun endogen.
Faktor eksogen berupa bahan-bahan iritan (kimiawi, fisik, maupun biologik)
Epidemiologi
90% klaim kesehatan -> dermatitis
kontak. Konsultasi dengan dokter kulit akibat dermatitis kontak adalah sebesar 4-7%.
Bila dilihat dari jenis kelamin, prevalensi pada wanita adalah dua kali lipat
Etiologi
Sekitar 80-90% kasus (DKI) disebabkan oleh pemaparan iritan berupa bahan
kimia dan pelarut.
Faktor eksogen
Sifat kimia bahan iritan
Sifat dari pajanan
Faktor endogen
Genetik
Jenis kelamin
Umur
Suku
Lokasi kulit
Dermatitis kontak iritan yang terjadi
setelah pemaparan pertama kali disebut DKI akut dan biasanya disebabkan oleh iritan yang kuat, seperi asam kuat
Sedangkan, dermatitis kontak iritan yang terjadi setelah pemaparan
berulang disebut DKI kronis, dan
Tanda dan Gejala
Ketika terkena paparan iritan, kulit
menjadi radang, bengkak, kemerahan dan dapat berkembng menjadi vesikel kecil atau papul (tonjolan) dan
Diagnosis
Anamnesa
Pasien mengklain adanya pajanan yang
menyebabkan iritasi kutaneus
Onset Penderita merasakan sakit, rasa
Pemeriksaan Fisik
Menurut Rietschel dan Flowler, kriteria
dignosis primer untuk DKI sebagai berikut:
13-14
Makula eritema, hiperkeratosis, atau fisura
predominan setelah terbentuk vesikel
Tampakan kulit berlapis, kering, atau melepuh Bentuk sirkumskrip tajam pada kulit
Pemeriksaan penunjang
Patch Test
Kultur bakteri
Pemeriksaan KOH
Diagnosa Banding
DKA
Dermatitis Atopi
Sasaran Terapi
Menghilangkan inflamasi, rasa sakit saat kulit ditekan dan iritasi
Mencegah pemaparan lebih lanjut pada agen iritan
Terapi non-farmakologi ICD
1. Pencucian sesegera mungkin pada area
yang terpapar agen iritan akan mengurangi waktu kontak agen iritan dengan kulit, dan jika terjadi respon kulit, hal ini akan membantu untuk mencegah penyebaran dermatitis.
2. Beberapa substansi yang dapat
menyebabkan respon iritasi pada kulit
sebaiknya dihindari. Mengedukasikan kepada pasien bagaimana cara untuk mengurangi resiko terpapar merupakan hal yang penting.
3. Penggunaan baju pelindung, sarung tangan,
dan peralatan proteksi lainnya akan mengurangi pemaparan iritan dan sebaiknya penggunaan alat proteksi diganti secara periodik.
4. Hidropel dan pelembab penghalang kulit hollister
Terapi Farmakologi
Kortikosteroid
Radiasi Ultraviolet
Antibiotik dan antihistamin
Prognosis
Pembahasan
Hasil anamnesis :
Keluhan utama gatal yang dirasakan di kedua tangan dan wajah. Dimana pasien terpapar bahan iritan dan kedua tangan. Keluhan tersebut sudah mulai dirasakan
sejak 6 bulan yang lalu.
Pasien berprofesi sebagai pegawai di salon yang selalu berkontak dengan bahan kimia pelurus atau pewarna rambut.
Pasien sudah pernah berobat ke dokter, tetapi tidak mengalami perbaikan.
Pasien mempunyai riwayat sebagai pegawai salon.
Menyangkal adanya sisik yang menebal pada bagian yang gatal.
Hasil pemeriksaan fisik status dermatologis :
Lokasi : Antebrachii dextra et sinistra dan facialis
Ukk : Papul dan vesikel berukuran milier sampai dengan lentikuler, eritema,
Diagnosa Banding
Dermatitis kontak alergika
Psoriasis
Pemeriksaan penunjang
Terapi
Injeksi metilprednisolon 125 mg +
difenhidramin 1 ampul (iv)
Loratadine tablet; 1 x 10 mg per hari