• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau M"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi

241

KERBAU SUMBAWA DAN PADANG PENGGEMBALAAN

IMRAN

Fakultas Peternakan Universitas Mataram Jl. Majapahit No 62 Mataram 83125 Nusa Tenggara Barat

ABSTRAK

Keberadaan padang pengembalaan sangat menunjang produktifitas kerbau Sumbawa, terbukti daya tampungnya cukup tinggi: 122.078,68 UT. Demikian pula dengan limbah pertanian mampu menyediakan kebutuhan 85.587,09 UT ternak ruminansia. Sudah saatnya padang pengembalaan di-PERDA-kan untuk menjamin usaha ternak di Sumbawa.

Kata kunci: Kebau Sumbawa, padang pengembalaan, jerami, daya tampung

LATAR BELAKANG

Ternak ruminansia dan herbivora yang dipelihara peternak di Kabupaten Sumbawa, berkembang dan berproduksi di padang pengembalaan yang mempunyai hijauan dengan produksi dan kualitas masih rendah. Usaha perbaikan padang penggembalaan alam belum pernah dilakukan, dalam perkem-bangannya masih mengandalkan kemurahan alam (DILAGA, 2000).

Begitu penting keberadaan padang pengembalaan (LAR) sebagai tempat berkembangbiak ternak ruminasia dan herbivora maka Pemerintah Daerah Sumbawa melalui SK Bupati Sumbawa No. 832 Tahun 2000 dan No 1520 Tahun 2001 menetapkan beberapa wilayah dijadikan padang peng-gembalaan.

Dalam menunjang Kabupaten Sumbawa sebagai daerah ternak keberadaan LAR perlu dipertahankan. Namun kenyataan di lapangan, apakah LAR tersebut di atas masih berstatus LAR atau sudah berubah fungsi menjadi lahan pertanian yang telah diambil alih oleh masyarakat, karena perubahan kebijakan Pemerintah Daerah pada masa lalu, sehingga keberadaan LAR harus dikaji kembali. Selain LAR masyarakat Sumbawa mempunyai kebiasaan menggunakan lahan pertanian di saat bera sebagai tempat pengembalaan ternak terutama di musim kemarau. Jerami tanaman pangan dibiarkan begitu saja pada lahan tersebut agar dapat dimakan ternak.

Data daya tampung LAR dan limbah pertanian khusus di Kabupaten Sumbawa jarang sekali di paparkan, melalui tulisan ini

disajikan hasil penelitian tentang daya dukung LAR dan limbah pertanian dalam menunjang Kabupaten Suimbawa sebagai sumber ternak potong.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Potensi produksi hijauan padang penggembalaan

Luas keseluruhan padang penggembalaan yang ada di Kabupaten Sumbawa 67889 ha. (ANONIM, 2002). Padang penggembalaan tersebut ada yang berdasarkan SK Bupati Tahun 2001 dan ada yang tidak. Luas keseluruhan padang penggembalaan yang diatur berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sumbawa seluas 2.200 ha (Tabel 1). Padang Pengembalaan tersebut berlokasi di kabupaten Sumbawa bagian Timur.

Hasil cuplikan contoh rumput dengan menggunakan kuadrant diketahui rata-rata produksi hijauan padang penggembalaan = 1005 gram bahan kering (BK)/m² atau 1,050 ton BK/ha.

(2)

Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi

242

Berdasarkan jumlah bulan basah dan bulan kering tersebut, maka produksi hijauan pada musim hujan sebanyak 213.881, 85 ton BK sedangkan pada musim kering adalah 142.587,9 ton BK sehingga dalam setahun produksi padang penggembalaan adalah 356.469,75 ton BK/tahun.

Potensi produksi limbah pertanian

Limbah pertanian adalah sisa tanaman petanian pasca panen setelah hasil utama diambil. Limbah pertanian dalam bentuk jerami tanaman pangan seperti jerami padi,

jerami kedelai, jerami kacang hijaua, jerami kacang tanah, jerami jagung dan jerami ubi kayu dapat digunakan sebagai sumber pakan hijuan untuk ternak kerbau. Data potensi limbah pertanian tanaman pangan di Kabupaten Sumbawa (Tabel 2) memperlihat-kan produksi limbah pertanian sebesar 294.021,53 ton/tahun. Diasumsikan bahwa peternak menggunakan limbah pertanian secara efektif sebesar 85% dari total produksi limbah (REKSOHADIPRODJO, 1984). Dengan demikian jumlah produksi limbah pertanian yang tersedia sebanyak 249.914,29 ton/tahun.

Tabel 1. Lokasi padang penggembalaan bersama (LAR) di Kabupaten Sumbawa

No Kecamatan Nama LAR Luas LAR (ha) Keterangan

1 Empang Gili Rakit 1500 SK Bupati Sumbawa

No. 1520.a Th 2001 2 Plampang (Desa Plampang) Aiq Ampuk 400 SK Bupati Sumbawa

No. 700.a Th 2000 3 Plampang (Desa Muir) Lutuk Kele 200 SK Bupati Sumbawa

No. 830.a Th 2000 4 Plampang (Desa Teluk Santong) Dusun Labuan Ala 100 SK Bupati Sumbawa

No. 832.a Th 2000

Jumlah 2200 Sumber: DINAS PETERNAKAN KABUPATEN SUMBAWA, (2003)

Tabel 2. Produksi limbah pertanian

No Jenis tanaman Luas panen Produksi BK (ton/ha) Jumlah produksi (ton BK/tahun)

1. Padi 73.675 2,083 153.465,025

2. Kedelai 9.027 2,5 22.567,5

3. Kacang hijau 37.782 2,5 94.455

4. Kacang Tanah 3.320 2,5 8.300

5. Jagung 9.27 13.540,5

6. Ubi Kayu 1.129 1.693,525

Jumlah produksi limbah pertanian 294.021,53 Penggunaan efektif limbah pertanian (85 %) 249.914,29 Sumber: Data primer diolah (2004)

Daya tampung padang penggem balaan dan limbah pertanian

Daya tampung suatu daerah ditentukan oleh produksi hijauan dan limbah pertanian yang dihasilkan setiap tahun dan dibandingkan dengan kebutuhan ternak (REKSOHADI-PRODJO,1984). Produksi hijauan padang pengembalaan sebanyak 356.469,75 ton BK/

tahun dan limbah pertanian sebesar 249.914,29 ton BK/tahun, sehingga total ketersediaan hijauan sebanyak 606.384,04 ton BK/tahun.

(3)

Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi

243

Tabel 3. Populasi ternak kerbau pada tahun 2004

No Jenis ternak Jumlah (unit ternak)

1 Sapi 58.433

2 Sapi Hissar 777,25

3 Kerbau 77.378,325

4 Kuda 21.404,40

5 Kambing 5.084,56

6 Domba 5.260,61

Jumlah 163.253,58 Sumber: DATA PRIMER DIOLAH (2004)

Menurut REKSOHADIPRODJO (1984), ternak herbivora membutuhkan 8 kg BK/hari/ UT. Berdasarkan Tabel 3 kebutuhan seluruh ternak herbivora yang ada di Kabupaten Sumbawa dalam setahun adalah = 163.253,58 UT x 365 x 8 Kg BK = 461.338,83 Ton BK/tahun. Membandingkan produksi hijauan dari padang pengembalaan dan limbah petanian (606.384,04 ton BK/tahun) dengan kebutuhan seluruh ternak (461.338,83 Ton BK/tahun), masih ada kelebihan produksi hijauan sebanyak 129.684 ton BK/tahun. Andaikan kelebihan produksi hijauan dan limbah pertanian ini diperuntukkan untuk kerbau, maka dapat menambah populasi

kerbau sebanyak 44.412 UT. Hal ini sejalan dengan hasil yang diperoleh DILAGA et al. (2003) pada peternakan kerbau di Desa Penyaring Moyo Hilir Sumbawa, bahwa padang penggembalaan yang ada di sana masih mampu untuk menampung 1,5 – 2 kali lipat dari populasi kerbau yang ada. Semua kebutuhan di atas baru memenuhi kebutuhan BK dari ruminansia karena berdasarkan analisa proksimat terhadap rumput padang penggembalan dan limbah pertanian nilai nutrisi masih sangat rendah (Tabel 4), belum dapat memenuhi kebutuhan gizi ternak ruminansia dan herbivora yang hidup di LAR.

Tabel 4. Komposisi proksimat rumput dan limbah petanian (%)

Jenis tanaman Kadar air Kadar abu Lemak kasar Serat kasar Protein kasar

Rumput 4,85 6,88 1,72 38,98 3,72

Jerami padi 5,38 19,27 2,57 31,05 4,46

Jerami kedelai 5,97 7,48 1,62 39,68 5,25

Jerami kacang hijau 4,81 8,12 2,13 30,62 5,69 Jerami jagung

Sumber: HASYIMet al. (2004)

Produksi dan nilai gizi hijauan pada padang penggembalaan Kabupaten Sumbawa tidak jauh berbeda dengan hasil penelitian IMRAN (2003) pada padang pengembalaan Doroncanga Kabupaten Dompu. Walaupun dengan kondisi pakan yang demikian padang pengembalaan dan limbah pertanian yang ada mampu menunjang perkembangan ternak ruminasia yang ada di padang pengembalaan. Penelitian SUHUBDY, et al. (2004) pda kerbau Sumbawa jantan muda dengan pakan dasar limbah pertanian dengan tambahan suplement dedak padi mampu meningkatkan berat badan

harian sebesar 0.313 kg/hari, dan meningkat-kan produksi susu dari 1,65 liter menjadi 2,5 liter pehari (SUHUBDY, at al. 2005).

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

(4)

Lokakarya Nasional Usaha Ternak Kerbau Mendukung Program Kecukupan Daging Sapi

244

ruminansia terutama kerbau di Kabupaten Sumbawa

2. Kelebihan daya tampung padang pengembalaan dan limbah pertanian sebesar 44.412 UT. Ini memberi peluang untuk menambah populasi ternak di Kabupaten Sumbawa.

Saran

Jika Pemda Kabupaten Sumbawa tetap mempertahankan sistem LAR untuk pengembangan ternak, maka perlu dibuat aturan baku melalui PERDA tentang keberadaan LAR dan perlu usaha perbaikan LAR dengan cara mengintrodusir HMT unggul.

DAFTAR PUSTAKA

ANONIM. 2000. Sumbawa Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sumbawa dan Bappeda Kabupaten Sumbawa. 522 pp. ANONIM 2001. Statistik Peternakan-2001. Dinas

Peternakan Propinsi NTB, Jalan Udayana no. 15 Mataram. 59 pp.

ANONIM 2002. Peluang Kerjasama Agribisnis Antar Daerah Bidang Peternakan. Dinas Peternakan Propinsi NTB, Mataram. 19 pp.

DILAGA,S.H. 2000. Padang Pengembalaan, Ruang Bersama untuk Peternak (Suatu Upaya Pemberdayaan Daerah di Pulau Sumbawa). Info Bapeda NTB, Vol. II Nomor: 19, Juli 2000

DILAGA, S.H., C.ARMAN, HASYIM dan LESTARI, 2003. Potensi Kerbau sebagai Penghasil Susu untuk Menunjang Penelitian Uji Klinis Anti H pylory pada Anak Balita Kurang Gizi di Kabupaten Sumbawa. Proyek Penelitian & Pengembangan Teknologi- Bapeda NTB. LAKITAN, 1994. Dasar-Dasar Klimatologi. PT.

Raja Grafindo Persada. Jakarta.

HASYIM,IMRAN dan SOFYAN 2004. Kapasitas dan Potensi Kerbau Sumbawa dalam Pembangunan Daerah: Analisis Populasi, Potensi dan Ekonomi Ternak Kerbau Sumbawa. Laporan Penelitian Kerjasama. BAPPEDA Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan Pusat Kajian Sistem Produksi Ternak Gembala dan Padang Pengembalaan Kawasan Tropis. Fakultas Peternakan Uiversitas Mataram.

IMRAN, 2003. Komposisi Botani, Komposisi Nutrisi dan Kecernaan in-vitro Padang Pengembalaan Doroncanga Kabupaten Dompu. Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Vol I No 2 2003.

REKSOHADIPRODJO, 1984 Limbah Pertanian dan Industri. BPFE Yogyakarta.

SUHUBDY,IMRAN dan SOFYAN.2004 Penyelamatan Plasma Nutfah Kerbau Sumbawa dan Strategi Pengembangannya. Laporan HIBAH BERSAING XII.(Tahun I)

Gambar

Tabel 1. Lokasi padang penggembalaan bersama (LAR) di Kabupaten Sumbawa
Tabel 3. Populasi ternak kerbau pada tahun 2004

Referensi

Dokumen terkait

Perlu dilakukan optimalisasi pengembangan hijauan pakan domestik pada padang penggembalaan di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan melakukan penundaan pemotongan 1

Kendala yang dihadapi dalam Usaha Ternak Kerbau di Desa Buntu Batuan Kecamatan Malua Kabupaten Enrekang yaitu: kekurangan pakan pada musim kemarau dengan

Kondisi yang tidak jauh berbeda dengan yang ada di SMA Negeri Kabupaten Pangkep, yaitu pada SMA di Kabupaten Sidoarjo mengungkapkan bahwa kemampuan guru dalam

Program BUMDes pada setiap desa yang terbentuk di Kabupaten Sumbawa Barat memiliki karakteriktik program yang berbeda-beda. Menurut RR menjelaskan bahwa di Kabupaten

ERIFSON LUBIS , 2017 : Analisis Komposisi Botani Dan Kandungan Nutrisi Hijauan Pakan Ternak dengan Ketinggian yang Berbeda pada Pastura Alami di Pulau Samosir Kabupaten

Program Inseminasi Buatan pada ternak kerbau lumpur di Kabupaten Batanghari saat ini dan untuk masa yang akan datang merupakan pilihan terutama pada kelompok kerbau dengan

Atas dasar pemikiran tersebut penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efisiensi usaha ternak kerbau pada sistem pemeliharaan yang berbeda baik secara

Makalah ini bertujuan mengevaluasi potensi hijauan sebagai pakan utama ternak kerbau di Kalimantan Selatan dengan melihat pada agroekosistem pemeliharaan yang berbeda yaitu di