MAKALAH
DASAR KESEHATAN MASYARAKAT
INSTITUSI DAN SISTEM KESEHATAN MASYARAKAT
Oleh Kelompok 5:
1. Adi Rahmatulloh 2. Dewi Sulistyowati 3. Edi Martono 4. Ella Ayu Septia M 5. Hani Ferrani 6. Hidayati Ahmad 7. Martanto
8. Noni Chrissuda A 9. Ony Rosalia
1406647410 1406647644 1406647726 1406647745 1406647902 1406648003 1406648193 1406648344 1406648426
UNIVERSITAS INDONESIA
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
EKSTENSI SEMESTER I
KATA PENGANTAR
Puji sukur kehadirat Allah SWT sehingga makalah ini dapat dikerjakan, makalah ini dibuat sebagai tugas dalam mata pelajaran Dasar-dasar Kesehatan Masyarakat program exstensi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.
Sebelumnya kami berterima kasih kepada dosen, rekan mahasiswa yang telah membantu sehinggga makalah ini dapat dibuat. Kami merasa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu kami menerima saran dan kritik dari segala pihak. Harapan kami semoga makalah ini dapat berguna bagi pembaca pada umumnya.
Depok, 6 Desember 2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan kesehatan suatu negara tidak dapat terlepas dari suatu sistem yang disebut dengan Sistem Kesehatan. Pada intinya sistem kesehatan merupakan seluruh aktifitas yang mempunyai tujuan utama untuk mempromosikan, mengembalikan dan memelihara kesehatan. Sistem kesehatan mempunyai tujuan utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, sistem kesehatan tidak hanya mencakup “health care” atau pelayanan kesehatan, tetapi meliputi pengembangan pembiayaan dan mekasnisme risk pooling sehingga dapat melindungi masyarakat dari beban keuangan dan beban ekonomi karena penyakit. Dimensi lain menyangkut peningkatan kepuasan konsumen dan memberikan informasi dan pilihan, juga merupakan bagian penting dari sistem kesehatan. Sistem kesehatan juga harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat dengan disitribusi yang adil. Sistem kesehatan tidak hanya menilai dan berfokus pada “tingkat manfaat” yang diberikan, tetapi juga bagaimana manfaat itu didistribusikan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut, sistem kesehatan melakukan setidaknya empat fungsi yang meliputi pembiayaan, pemberian pelayanan, produksi sumber daya dan pembimbingan. Dengan melihat fungsi-fungsi tersebut, maka sistem kesehatan dapat dilihat sebagai sistem produksi. Untuk memproduksi barang dan jasanya, sistem kesehatan harus memobilisasi sumber daya, kemudian menyalurkan sumber daya tersebut ke embaga menghasilkan produk dan jasa atau individual yang membelinya. Banyak faktor yang menentukan kecukupan, efisiensi dan kualitas dari barang dan jasa sistem kesehatan. Salah satunya berkaitan dengan mobilisasi sumber pendanaan, bagaimana sumber daya ini diorganisasikan serta bagiamana sumber daya digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. National Health Account merupakan alat yang sangat membantu untuk mengelola organisasi, fungsi, dan dampak dari pembiyaaan sistem kesehatan tersebut.
1.2 Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1. Mengidentidikasi tujuan kebijakan kesehatan masyarakat.
3. Mendeskripsikan keunggulan dasar dari Institusi kesehatan masyarakat di Indonesia.
4. Mengidentifikasi organisasi dan badan kesehatan masyarakat global serta mendeskripsikan peranannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. TUJUAN KEBIJAKAN KESEHATAN MASYARAKAT
Peran pemerintah merupakan bagian dari kesehatan masyarakat yang menjadi komponen penting, meliputi bagaimana kerja badan-badan kesehatan masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, kesehatan masyarakat seringkali dianggap sama dengan peran badan pemerintahan. Kebijakan kesehatan atau health policy adalah segala sesuatu untuk mempengaruhi faktor-faktor penentu di sektor kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kebijakan kesehatan sangat penting, karena :
1. Sektor kesehatan merupakan bagian penting dalam perekonomian di berbagai negara. 2. Kesehatan dapat dipengaruhi oleh sejumlah keputusan yang tidak ada kaitannya
dengan pelayan kesehatan. (seperti kemiskinan, polusi udara, dan lain sebagainya). 3. Memberi arahan dalam pemilihan teknologi kesehatan.
Kebijakan pemerintah dalam hal kesehatan terdiri atas visi, misi, strategi dan program kesehatan. Masing-masing memiliki peran untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat. Kebijakan pemerintah tersebut antara lain:
1. Pemantapan kerjasama lintas sektor.
2. Peningkatan perilaku, kemandirian masyarakat, dan kemitraan swasta. 3. Peningkatan kesehatan lingkungan.
4. Peningkatan upaya kesehatan. 5. Peningkatan sumber daya kesehatan.
6. Peningkatan kebijakan dan menejemen pembangunan kesehatan.
7. Peningkatan perlindungan kesehatan masyarakat terhadap penggunaan obat, makanan dan alat kesehatan yang illegal.
8. Peningkatan IPTEK kesehatan.
1. Untuk mencegah epidemi dan penyebaran penyakit 2. Untuk melindungi terhadap bahaya lingkungan 3. Untuk mencegah cedera
4. Untuk mempromosikan dan mendorong perilaku sehat
5. Untuk merespon bencana dan membantu masyarakat dalam pemulihan 6. Untuk menjamin kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan
Hal diatas merupakan tujuan untuk mencapai keberhasilan. Selain itu, penting juga untuk menentukan peran lembaga kesehatan masyarakat pemerintah dan implikasinya, bahwa peran lembaga pemerintah yang lain dan kebutuhan non-pemerintah untuk bermain. Kesehatan masyarakat dalam pernyataan Amerika dibangun berdasarkan Institute of Medicine (IOM) pada tahun 1988, laporan ini disebut masa depan kesehatan masyarakat. IOM ditetapkan tiga fungsi kesehatan masyarakat inti yang lembaga kesehatan masyarakat pemerintah perlu melakukan. Konsep "fungsinya inti" menyiratkan bahwa pekerjaan tidak dapat didelegasikan kepada lembaga lain untuk atau lembaga swadaya masyarakat. Hal ini juga menyiratkan bahwa lembaga kesehatan masyarakat pemerintah akan bekerja sama dan untuk mencapai fungsi-fungsi ini karena sebagai kelompok mereka bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat secara keseluruhan - tidak ada satu lembaga di tingkat lokal, negara bagian, atau tingkat federal secara khusus atau eksklusif bertanggung jawab untuk mencapai pelayanan kesehatan masyarakat yang penting. Fungsi inti didefinisikan oleh IOM adalah: 1) penilaian, 2) pengembangan kebijakan, dan 3) jaminan.
1. Penilaian meliputi memperoleh data yang mendefinisikan kesehatan penduduk secara keseluruhan dan kelompok tertentu dalam masyarakat, termasuk menentukan sifat masalah kesehatan baru dan bertahan.
2. Jaminan mencakup lebih dari pandangan tanggung jawab kesehatan masyarakat pemerintah untuk memastikan bahwa komponen kunci dari sistem kesehatan yang efektif, termasuk perawatan kesehatan dan kesehatan masyarakat, berada di tempat meskipun pelaksanaannya akan sering dilakukan oleh orang lain.
Ketiga fungsi inti, berguna dalam memberikan penggambaran tanggung jawab dan kerangka intelektual bagi pekerjaan lembaga kesehatan masyarakat pemerintah, untuk memberikan pemahaman atau definisi kerja badan-badan kesehatan publik yang jelas. Dengan demikian, di samping tujuan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan dalam pernyataan Amerika mendefinisikan serangkaian sepuluh penting pelayanan kesehatan masyarakat yang dibangun di atas fungsi inti IOM, panduan sehari-hari tanggung jawab, dan menyediakan mekanisme untuk mengevaluasi apakah fungsi inti terpenuhi. Kesepuluh layanan telah datang untuk mendefinisikan tanggung jawab menggabungkan lokal, negara bagian, dan sistem kesehatan masyarakat pemerintah federal.
B. SEPULUH ESENSIAL PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT Layanan Penting
1. FUNGSI INTI PENILAIAN (ASSESSMENT )
a. Memonitor status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat
Hal ini penting untuk organisasi kesehatan masyarakat untuk memantau status kesehatan masyarakat untuk mengidentifikasi tren dan menargetkan sumber daya kesehatan. Komponen layanan ini antara lain: pemanfaatan sarana yang tepat untuk menafsirkan dan menyebarkan data ke khalayak yang menarik; kolaborasi dalam mengintegrasikan dan mengelola kesehatan masyarakat; dan penilaian yang akurat dan periodik status kesehatan masyarakat. Secara khusus, organisasi kesehatan masyarakat dapat memantau status kesehatan populasi mereka dengan menciptakan sistem pelaporan penyakit, profil kesehatan masyarakat, dan survei kesehatan.
b. Mendiagnosa dan menyelidiki masalah kesehatan dan bahaya kesehatan di masyarakat
masyarakat. Tim harus tersedia dan siap untuk memerangi bencana alam, cuaca buruk, wabah, bioterorisme, korban massal dan keadaan darurat kimia.
2. KEBIJAKAN FUNGSI INTI PEMBANGUNAN ( POLICY DEVELOPMENT) a. Menginformasikan, Mendidik, dan Memberdayakan masyarakat tentang masalah
kesehatan
Setelah prioritas kesehatan masyarakat telah dibentuk melalui pemantauan dan investigasi masalah kesehatan di masyarakat, kegiatan pendidikan yang mempromosikan peningkatan kesehatan harus disebarluaskan. Komponen dalam layanan ini antara lain: baik ketersediaan informasi kesehatan dan sumber daya pendidikan dan adanya program pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan. Hal ini dapat dicapai melalui advokasi media dan pemasaran sosial.
b. Memobilisasi kemitraan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan
Organisasi kesehatan masyarakat di tingkat lokal, negara bagian dan nasional dapat memobilisasi kemitraan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. Komponen layanan ini antara lain: membangun koalisi untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia; mengadakan dan memfasilitasi kemitraan yang akan melakukan didefinisikan proyek peningkatan kesehatan dan memberikan bantuan kepada mitra dan masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan. Yang paling penting adalah identifikasi stakeholder potensial yang akan memberikan kontribusi atau manfaat dari kegiatan kesehatan masyarakat.
c. Mengembangkan Kebijakan dan Rencana yang mendukung upaya kesehatan perorangan dan masyarakat
Kebijakan dapat efektif dalam memodifikasi perilaku manusia dan mengurangi hasil kesehatan negatif. Komponen dalam layanan ini antara lain: pengembangan kebijakan untuk memandu praktek kesehatan masyarakat; penyelarasan sumber daya dan strategi untuk upaya kesehatan masyarakat; dan strategi perencanaan kesehatan yang sistematis untuk memandu peningkatan kesehatan masyarakat. Selain kebijakan yang dapat mendukung upaya kesehatan, hukum dapat mengurangi hasil kesehatan negatif.
a. Menegakkan hukum dan peraturan yang melindungi dan menjamin kesehatan dan keselamatan publik
Suatu hal yang penting jika individu dan organisasi sesuai dengan hukum dan peraturan yang ada untuk memastikan kesehatan secara keseluruhan dan keselamatan masyarakat umum. Komponen layanan ini meliputi: meninjau, mengevaluasi, dan merevisi undang-undang dan peraturan diberlakukan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat; mendidik orang dan organisasi tentang hukum-hukum dan peraturan untuk meningkatkan kepatuhan dan mendorong penegakan mereka; dan menegakkan tindakan yang melindungi kesehatan masyarakat (misalnya, perlindungan air minum, penegakan standar udara bersih, mandat imunisasi; memfasilitasi tepat waktu tindak lanjut dalam hal bahaya dan wabah penyakit paparan terkait, memantau kualitas layanan kesehatan, melakukan review tepat waktu obat baru, biologi, dan alat kesehatan; memastikan keamanan pangan, dan menegakkan perumahan dan sanitasi kode).
b. Link masyarakat untuk kebutuhan pelayanan kesehatan pribadi dan menjamin penyediaan pelayanan kesehatan saat dinyatakan tidak tersedia
layanan ini sebagai salah satu langkah-langkah tindakan untuk mencapai peningkatan akses ke perawatan dan perbaikan hasil kesehatan bagi orang yang hidup dengan HIV.
c. Pastikan penyediaan publik dan pribadi tenaga kerja kesehatan yang kompeten
Petugas kesehatan dan staf yang kompeten (yaitu, terampil dalam prinsip-prinsip inti dari praktik kesehatan masyarakat) lebih mungkin untuk memberikan perawatan dan layanan lain yang lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan mereka yang tidak. Komponen layanan ini antara lain: memastikan bahwa tenaga kerja memenuhi kebutuhan kesehatan penduduk, mempertahankan standar tenaga kerja kesehatan masyarakat. Institute of Medicine (IOM) merekomendasikan melembagakan ujian sertifikasi sebagai cara untuk memastikan kompetensi minimal dalam kesehatan masyarakat.
d. Evaluasi Efektivitas, aksesibilitas, dan Kualitas Pribadi dan Penduduk Berbasis Pelayanan Kesehatan
Mengingat sumber daya yang langka, penting untuk melacak apakah program atau kebijakan akhirnya menghasilkan hasil yang diharapkan. Komponen layanan ini meliputi: menilai aksesibilitas, kualitas dan efektivitas layanan dan program yang disampaikan; memberikan kebijakan dengan informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan baik-informasi mengenai alokasi sumber daya yang langka; pelacakan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan menganalisis data mengenai status kesehatan dan pemanfaatan pelayanan; dan berusaha untuk meningkatkan kapasitas sistem kesehatan publik untuk juga melayani penduduk. Analisis efektivitas biaya telah diusulkan sebagai salah satu strategi yang mungkin untuk menginformasikan kebijakan tentang cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya kesehatan.
4. KETIGA FUNGSI INTI LEMBAGA KESEHATAN (Institute of Medicine = IOM)
a. Penelitian Wawasan Baru dan Inovatif Solusi untuk Masalah Kesehatan
kontinum solusi inovatif untuk program kesehatan dalam hal upaya praktis berbasis lapangan serta upaya akademik, mendirikan konsorsium lembaga penelitian dan lembaga pendidikan tinggi lainnya untuk mendorong lebih kolaboratif dan upaya lintas sektor, dan memastikan kapasitas sistem kesehatan publik untuk melakukan kebijakan epidemiologi dan kesehatan tepat waktu analisis.
Adopted: Fall 1994, Source: Public Health Functions Steering Committee, Members (July 1995):American Public Health Association·Association of Schools of Public Health·
C. INSTANSI KESEHATAN MASYARAKAT
Pelayanan publik merupakan tanggungjawab pemerintah dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah, baik itu di pusat, di Daerah, dan dilingkungan Badan Usaha Milik Negara. Pelayanan publik berbentuk pelayanan barang publik maupun pelayanan jasa. Dewasa ini Masyarakat semakin terbuka dalam memberikan kritik bagi pelayanan publik. Oleh sebab itu substansi administrasi sangat berperan dalam mengatur dan mengarahkan seluruh kegiatan organisasi pelayanan dalam mencapai tujuan.
pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal”.
Adapun proses pelayanan kesehatan dan kualitas pelayanan berkaitan dengan ketersediaan sarana kesehatan yang terdiri dari pelayanan kesehatan dasar (Puskesmas, Balai Pengobatan), pelayanan rujukan (rumah sakit), ketersediaan tenaga kesehatan, peralatan dan obat-obatan.
Berikut Beberapa Jenis Institusi Kesehatan Masyarakat : 1. Rumah Sakit
Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Rumah Sakit merupakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Pemahaman mendalam mengenai Rumah Sakit diperlukan untuk mengenal jenis-jenisnya. Rumah sakit dibedakan dari institusi kesehatan lain dari kemampuannya memberikan diagnosa dan perawatan medis secara menyeluruh kepada pasien. Tugas dan fungsi ini berhubungan dengan kelas dan tipe rumah sakit yang di Indonesia terdiri dari rumah sakit umum dan rumah sakit khusus, kelas a, b, c, d dan e. berbentuk badan dan sebagai unit pelaksana teknis daerah. Perubahan kelas rumah sakit dapat saja terjadi sehubungan dengan turunnya kinerja rumah sakit yang ditetapkan oleh menteri kesehatan indonesia melalui keputusan dirjen medik.
Adapun jenis-jenis rumah sakit di Indonesia dibagi-bagi menurut kategori,diantaranya sebagai berikut :
a. Berdasarkan kepemilikan
Berdasarkan kepemilikannya Rumah Sakit terdiri atas dua yaitu:
1) Rumah Sakit Pemerintah sifatnya tidak mencari keuntungan, yang dikelola oleh Departemen Kesehatan, Departemen Dalam Negeri, TNI dan BUMN.
2) Rumah Sakit Swasta, yang dimiliki dan dikelola oleh sebuah yayasan, baik yang sifatnya tidak mencari keuntungan (non profit) maupun yang memang mencari keuntungan (profit).
b. Berdasarkan Layanannya
Berdasarkan sifat layanannya rumah sakit dibagi dua yaitu sebagai berikut:
1) Rumah Sakit Umum tipe A, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis spesialistik dan subspesialistik yang luas.
2) Rumah Sakit Umum tipe B, rumah sakit umum yang memberikan layanan medis spesialistik dan subspesialistik yang terbatas.
3) Rumah Sakit Umum tipe C : Mempunyai fasilitas dan kemampuan pelayan medik spesialistik sekurang-kurangnya spesialistik 4 dasar kelengkapan.
4) Rumah Sakit Umum tipe D : Memepunyai fasilitas dan kemempuan sekurang-kurangnya pelayanan medik dasar
5) Rumah Sakit Umum tipe E : Rumah sakit khusus yang menyelenggarakan hanya satu macam pelayanan kedokteran saja.
2. Puskesmas
Berikut ini beberapa pengertian Puskesmas:
a. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/ kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pengembangan kesehatan di suatu wilayah kerja (Departemen Kesehatan RI, 2004).
b. Puskesmas adalah suatu organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok. Dengan perkataan lain puskesmas mempunyai wewenang dan tanggungjawab atas pemeliharaan kesehatan masyarakat dalam wilayah kerjanya (Departemen Kesehatan RI, 1991).
c. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertangungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu (Departemen Kesehatan RI, 2006).
d. Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten / kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja tertentu. Puskesmas berfungsi sebagai : Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat, Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.
Puskesmas Pembantu (Pustu) adalah unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu memperluas jangkauan Puskesmas dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil serta jenis dan kompetensi pelayanan yang disesuaikan dengan kemampuan tenaga dan sarana yang tersedia. Jumlah Puskesmas Pembantu (pustu) Menurut Kondisi adalah informasi mengenai jumlah Puskesmas Pembantu (pustu) yang dimiliki oleh Puskesmas yang bersangkutan yang dirinci menurut kondisi fisik bangunannya.
Untuk melancarkan pelaksanaan fungsi pelayanan kesehatan masyarakat, puskesmas pembantu merupakan bagian utama dalam jaringan pelayanan puskesmas, dalam jaringan pelayanan Puskesmas di setiap wilayah Desa dan kelurahan pustu merupakanbagian integral dari puskesmas, dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil dan derajat kecanggihan yang lebih rendah. Di Kabupaten masalah keterbatasan penduduk miskin untuk menjangkau pelayanan kesehataan juga sangat terasa.Dengan berbagai hambatan, letak geografis dan sarana transportasi seharusnya pustu menjadi pilihan masyarakat untuk dimanfaatkan karena merupakan satu-satunya pelayanan kesehatan yang bisa di jangkau oleh masyarakat. Namun kenyataannya pemanfaatan pustu masih sangat rendah. Fungsi puskesmas dan Pustu Apabila dilihat dari fungsinya Puskesmas dan Pustu memiliki tiga fungsi yaitu :
a. Pusat penggerak pembanguanan berwawasan kesehatan
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sector termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping itu puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.
b. Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat
serta ikut menetapkan, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. Pemberdayaan perorangan, keluarga, dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khusunya social budaya masyarakat setempat.
c. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama
Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab puskesmas meliputi :
1) Pelayanan kesehatan perorangan
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (private goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehtan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap.
2) Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat public (public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain adalah promosi kesehatan, pemberatasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.
4. Posyandu
Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat yang di manfaatkan untuk memperoleh pelayanan dan sebagai sumber informasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Melalui posyandu masyarakat dapat melakukan pemantauan pertumbuhan balita dengan menggunakan KMS serta dapat memperoleh informasi tentang berbagai prilaku hidup bersih dan sehat, ( Journal pangan dan Gizi, 2007).
Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari keluarga berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana. Tujuan penyelenggara posyandu :
a. Menurunkan angka kematian bayi (AKB), angka kematian ibu ( ibu hamil, melahirkan dan nifas) Membudayakan NKKBS.
b. Meningkatkan peran serta dan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan KB berta kegiatan lainnya yang menunjang untuk tercapainya masyarakat sehat sejahtera.
c. Berfungsi sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera, gerakan ketahanan keluarga dan gerakan ekonomi keluarga sejahtera.
5. Poskesdes
Poskesdes adalah upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk di desa dalam rangka mendekatkan atau menyediakan pelayanan kesehatan dasar masyarakat desa.Poskesdes dibentuk dalam rangka mendekatkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat serta sebagai sarana kesehatan yang merupakan pertemuan antara upaya masyarakat dan dukungan pemerintah.Pelayanan pokesdes meliputi upaya promotif, preventif dan kuratif yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan terutama bidan dengan melibatkan kader atau tenaga sukarela. Tujuan poskesdes antara lain:
a. Terwujudnya masyarakat sehat yang siaga terhadap permasalahan kesehatan di wilayah desanya
b. Terselenggaranya promosi kesehatan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan
c. Terselenggaranya pengamatan, pencatatan dan pelaporan dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit menular dan penyakit yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa atau KLB serta factor- factor resikonya d. Tersedianya upaya pemerdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan
kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya di bidang kesehatan
e. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh masyarakat dan tenaga professional kesehatan
a. Sebagai wahana peran aktif masyarakat di bidang kesehatan.
b. Sebagai wahana kewaspadaan dini terhadap berbagai resiko dan masalah kesehatan. c. Sebagai wahana pelayanan kesehatan dasar, guna lebih mendekatkan kepada.
masyarakat serta meningkatkan jangkauan dan cakupan pelayanan kesehatan. d. Sebagai wahana pembentukan jaringan berbagai UKBM yang ada di desa.
6. Bidan Praktek Swasta ( BPS )
Bidan praktek swasta merupakan bentuk pelayanan kesehatan dibidang kesehatan dasar.Praktek bidan adalah serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh bidan kepada pasien (individu, keluarga, dan masyarakat) sesuai dengan kewenangan dan kemampuannya.
Praktek pelayanan bidan perorangan (swasta), merupakan penyedia layanan kesehatan, yang memiliki kontribusi cukup besar dalam memberikan pelayanan, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Supaya masyarakat pengguna jasa layanan bidan memperoleh akses pelayanan yang bermutu dari pelayanan bidan, perlu adanya regulasi pelayanan praktek bidan secara jelas, persiapan sebelum bidan melaksanakan pelayanan praktek, seperti perizinan, tempat, ruangan, peralatan praktek, dan kelengkapan administrasi semuanya harus sesuai dengan standar.
7. Polindes
Pondok bersalin Desa (POLINDES) adalah salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam menyediakan tempat pertolongan persalinan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk KB didesa (Depkes RI, 1999) polindes dirintis dan dikelola oleh pamong desa setempat. Tujuan Polindes yaitu :
a. Terwujudnya masyarakat sehat yang diaga terhadap permasalahan kesehatan diwilayah desanya.
b. Terselenggaranya promosi kesehatan dalam rangka menuingkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan.
c. Terselenggarakannya pengamatan, pencatatan dan pelaporan dalam rangka meningkatkan keawspadaan dan kesigapan masyarakat terhadap resiko dan bahaya yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama penyakit menular yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) serta faktor-faktor resikonya. d. Tersedianya upaya pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan
e. Terselenggaranya pelayanan kesehatan dasr yang dilaksanakan oleh masyarakat dan tenaga professional kesehatan.
f. Terkoordinasinya penyelenggaraan UKBM lainnya yang ada didesa.
Kegiatan Utama Polindes
a. Pengamatan dan kewaspadaan dini (survey penyakit, surveilans gizi, surveilans perilaku beresiko, sueveylans lingkungan dan masalah kesehatan lainnya), penanganan kegawatdaruratan kesehatan dan kesiapsiagaan terhadap bencana serta pelayanan kesehatan dasar.
b. Promosi kesehatan, penyehatan lingkungan dan lain-lain
Kegiatan dilakukan berdasarkan pendekatan edukatif atau kemasyarakatan yang dilakukan melalui musyawarah mufakat yang disesuaikan kondisi dan potensi masyarakat setempat.
Fungsi Pondok bersalin desa
a. Sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak (termasuk KB)
b. Sebagai tempat pemeriksaan kehamilan dan pertolongan persalinan
c. Sebagai tempat untuk konsultasi, penyuluhan dan pendidikan kesehatan masyarakat dan dukun bayi maupun kader
8. POB / WOD
Warung Obat Desa (WOD) adalah tempat dimana masyarakat pedesaan dapatdengan mudahmemperoleh obat bermutu dan terjangkau untuk pengobatan sendiri.WOD diselenggarakan oleh kader kesehatan yang telah dilatih atau tenaga kesehatan. Kader WOD minimal berpendidikan tamat SD/ sederajat yang ditentukan oleh kepala desa.
Penyelenggaraan WOD mencakup pelayanan penggunaan obat dan pengelolaan obat. Pembinaan Pelayanan penggunaan obat mengacu pada pedoman pengobatan WOD, di bawah pengawasan dokter puskesmas. Pembinaan pengelolaan obat mengacu pada pedoman pengelolaan obat WOD di bawah pengawasan apoteker/ asisten apoteker puskesmas. Pembinaan penyelenggaraan WOD dilakukan oleh kepala desa dan pembinaan teknis dilakukan oleh puskesmas melalui bidan di poskesdes. WOD dapat menarik keuntungan dari pelayanan obat sesuai dengan kemampuan masyarakat setempat.
ada di lokasi penelitian belum ada yang memenuhi semua indikator yang dikembangkan berdasarkan Kepmenkes RI no.983/ 2004.
D. ORGANISASI DAN BADAN KESEHATAN MASYARAKAT GLOBAL
World Health Organization (WHO) Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization/WHO) adalah salah satu badan PBB yang bertindak sebagai sebagai koordinator kesehatan umum internasional dan bermarkas di Jenewa, Swiss. WHO didirikan oleh PBB pada 7 April 1948. Direktur Jendral sekarang adalah Margaret Chan (menjabat mulai 8 November 2006). WHO mewarisi banyak mandat dan persediaan dari organisasi sebelumnya, Organisasi Kesehatan, yang merupakan agensi dari LBB.
1. Sejarah WHO
World Health Organization (WHO) mewakili usaha-usaha puncak dari kerjasama kesehatan internasional yang dimulai hampir 150 tahun. Kegiatan kerjasama dalam bidang kesehatan ini berawal dengan diadakannya international sanitary conference yang pertama pada tanggal 23 juli 1851 di Paris, Prancis. Konstitusi WHO menyatakan bahwa tujuan didirikannya WHO "adalah agar semua orang mencapai tingkat kesehatan tertinggi yang paling memungkinkan". Tugas utama WHO yaitu membasmi penyakit, khususnya penyakit menular yang sudah menyebar luas. WHO adalah salah satu badan-badan asli milik PBB, konstitusinya pertama kali muncul pada Hari Kesehatan Dunia yang pertama (7 April 1948) ketika diratifikasi oleh anggota ke-26 PBB. Jawarharlal Nehru, seorang pejuang kebebasan utama dari India, telah menyuarakan pendapatnya untuk memulai WHO. Aktivitas WHO, juga sisa kegiatan Organisasi Kesehatan LBB (Liga Bangsa-bangsa), diatur oleh sebuah Komisi Interim seperti ditentukan dalam sebuah Konferensi Kesehatan Internasional pada musim panas 1946. Pergantian dilakukan melalui suatu Resolusi Majelis Umum PBB. Pelayanan epidemiologi Office International d'Hygiène Publique Prancis dimasukkan dalam Komisi Interim WHO pada 1 Januari 1947.
2. WHO dalam Sistem PBB
Ekonomi dan Sosial tentang masalah-masalah khusus, yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah kesehatan.Dalam menjalankan tugasnya, badan-badan khusus Dewan Ekonomi dan Sosial menjalin suatu jaringan kerjasama yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya.Hubungan timbal balik antara WHO dengan PBB secara luas ditegaskan dalam perjanjian formal antara kedua organisasi yang diterima oleh Dewan Kesehatan yang pertama. Pada tahun 1972, Dewan Ekonomi dan Sosial membuat suatu laporan yang terperinci mengenai tugas-tugas WHO. Hal ini menunjukkan bahwa eksistensi WHO dalam sistem PBB benar-benar nyata.
3. Tujuan dan Fungsi WHO
Sedangkan tujuan dan fungsi dari WHO terdapat dalam artikel 1 konstitusi WHO yang berbunyi “ attainment by all people of the highest possible levelof health ” (pencapaian tingkat kesehatan setinggi mungkin oleh semua rakyat diseluruh bangsa). Untuk pencapaian tujuannya, WHO memiliki fungsi – fungsi yang terdapat di dalam konstitusi WHO artikel 2, diantaranya : 1. Bertindak sebagai kewenangan yang memimpin dan mengkoordinasikan kerja kesehatan internasional. 2. Mendirikan dan mempertahankan kerjasama dengan PBB, agen – agen khusus, administrasi kesehatan pemerintah, grup-grup professional, dan organisasi-organisasi sejenisnya yang dianggap pantas. 3. Membantu pemerintah-pemerintah, berdasarkan permintaan,dan menguatkan pelayanan kesehatan. 4. Melengkapi bantuan teknis yang pantas, dan dalam keadaan darurat bantuan yang diperlukan atas permintaan atau penerimaan pemerintah yang bersangkutan. 5. Menyediakan atau membantu menyediakan, berdasarkan permintaan PBB. Pelayanan kesehatan dan fasilitas untuk grup – grup khusus, seperti teritori – teritori organisasi – organisasi kepercayaan. 6. Mendirikan dan mempertahankan pelayanan teknis dan administrative sebanyak yang diperlukan, termasuk pelayanan epidemologis dan statistik.
4. Strategi WHO
Mengembangkan sistem–sistem kesehatan yang seharusnya meningkatkan hasil kesehatan, menanggapi permintaan–permintaan sah masyarakat dan adil secara keuangan. 4. Membuat kerangka kebijakan yang di perkenankan dan menciptakan kelembagaan lingkungan bagi sektor kesehatan, dan mempromosikan dimensi kesehatan yang efektif untuk kebijakan sosial, ekonomi, lingkungan dan pembangunan.
5. Struktur Organisasi
memfasilitasi kerjanya. Salah satu fungsi dari Dewan Eksekutif adalah : 1. Mengambil langkah – langkah darurat sesuai dengan fungsi dan sumber keuangan WHO sehubungan dengan keperluan tindakan yang segera. 2. Secara khsusus dapat memberikan wewenang kepada direktur jenderal untuk mengambil langkah – langkah yang perlu untuk menghentikan penyebaran wabah penyakit. 3. Melaksanakan studi dan penelitian yang lebih lanjut yang di perlukan. c. Sekretariat ( The Secretariat) WHO memiliki staf yang berjumlah kurang lebih 3800 orang petugas kesehatan dan ahli khusus atau umum di bidang kesehatan. Mereka bekerja di markas besar dan kantor – kantor regional. Fungsi dari sekretariat WHO, antara lain :
a. Memberikan dukungan kepada majelis kesehatan dunia, dewan eksekutif dan kantor – kantor regional.
b. Memberikan rangsangan berpikir global dan tindakan secara menyeluruh untuk mewujudkan dan mengajukan ide – ide.
c. Memeriksa, menganalisa, mengumpulkan dan menyebarkan informasi yang valid di bidang kesehatan dan masing – masing yang berhubungan dengannya
d. Mengidentifikasikan, menggeneralisasikan dan mentransfer tekhnologi tepat guna. e. Membantu kelompok – kelompok, penasehat global
f. Menghadapi perencanaan global, manajemen pengawasan dan evaluasi g. Menjalankan program – program global dan internasional global
h. Membantu perkembangan transformasi sumber–sumber kesehatan secara internasional
i. Menyiapkan program – program usulan anggota untuk di serahkan kepada dewan eksekutif dan majelis kesehatan dunia
j. Mengadakan kerjasama dengan sistem PBB dan organisasi–organisasi non pemerintahan tertentu
k. para anggota staf tidak di perkenankan untuk menerima perintah yang berasal dari wewenang diluar WHO. Seperti tercantum dalam pasal 31 konstitusi WHO, sekretariat WHO di ketuai oleh direktur jenderal, yang ditunjuk oleh majelis kesehatan dunia atas nominasi dari dewan eksekutif dan dipilih oleh Negara– Negara anggota untuk masa jabatan lima tahun. Direktur jenderal adalah pelaksana kekuasaan dewan eksekutif.
WHO terdiri dari 193 negara anggota dan staf dari berbagai kenegaraan berjumlah 4500 orang sebagai agen khusus, WHO adalah bagian dari PBB, tetapi bukan dibawah sistem PBB, mereka dapat memperoleh keanggotaan mereka dengan menerima konstitusi. Sementara bagi Negara-Negara non anggota PBB dapat di akui ke anggotaannya melalui mayoritas suara dari majelis kesehatan dunia. Hampir setiap Negara di dunia merupakan anggota PBB da WHO, tapi terdapat perbedaan seperti halnya Swiss yang merupakan anggota WHO, tapi bukan anggota PBB.
7. Program Kerja dan Aktivitas Dasar WHO Program Kerja WHO
a. Children and Adolescent Health And Development programe
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak – anak dan remaja, serta pemberdayaan sumber daya manusia yang di miliki sejak dini. Dalam melaksanakan program ini WHO bekerjasama dengan beberapa badan PBB lainnya seperti UNICEF dan UNDP.
b. Global polio Eradication Initiative programme
Program ini berfokus pada pemberantasan polio di seluruh penjuru dunia, terutama di Negara – Negara berkembang.
c. The WHO framework Conventation on Tobacco Control Programme
WHO bersama UNDP bekerjasama untuk mengontrol penggunaan tembakau dengan tujuan untuk memsyarakatkan kesehatan yang lebih baik demi pembangunan berkelanjutan.
d. WHO Global Programme on AIDS
Program ini berfokus dalam mengatasi HIV/AIDS dilakukan oleh hampir seluruh badan PBB yang bergabung dengan UNAIDS. Program ini dilakukan di hampir seluruh Negara di dunia, terutama Negara dengan tingkat HIV / AIDS tertinggi, yaitu Negara – Negara Afrika.
e. Family planning programme
reproduction health health programme, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi manusia. Aktivitas Dasar - Perbaikan pelayanan kesehatan Dengan adanya suatu system yang dapat mencakup seluruh rakyat di suatu Negara, maka dapat diciptakan sebuah Healthly delivery system (sistem penyampaian kesehatan), yang tujuan utamanya adalah membantu pemerintah suatu Negara untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai, yang dapat di rasakan oleh seluruh masyarakatnya.
8. Kerjasama WHO dengan Organisasi Non-Pemerintah
Dalam hal ini WHO sebagai badan kesehatan dunia, melakukan kerjasama dengan pemerintah dalam rangka meneliti dan juga menanggulangi masalah-masalah kesehatan yang menjangkit di masyarakat. dan juga sebagai fasilitator dalam hal pengadaan obat-obatan untuk pemerintah suatu Negara. 3.3 World Health Organization (WHO) Global Polio Eradication Initiative melalui National Immunization Days (NID’s) National immunization days (NIDs) adalah program untuk polio dan pertama kali di di canangkan pada tahun 2003 agar anak dibawah umur lima tahun telah diimunisasi selama hari imunisasi nasional,hari imunisasi nacional bertujuan untuk melengkapi imunisasi rutin sama sekali tidak menggangu imunisasi yang ada. WHO di Indonesi baru bergabung menjadi anggota organisasi ini pada tanggal 23 Mei 1950. Sejak saat itu, WHO memiliki hubungan kerjasama yang erat dengan pemerintah Indonesia, sekaligus memainkan peran penting dalam peningkatan kesehatan nasional. WHO-Indonesia juga turut mendukung Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan memberikan bantuan teknis, training, pendidikan, kerangka acuan dan standar yang berlaku internasional. Dengan staf internasional dan lokal, WHO-Indonesia juga memberikan dukungan dan bantuannya ketika terjadi situasi darurat di dalam negeri,seperti wabah penyakit.
E. CARA LEMBAGA KESEHATAN MASYARAKAT BISA BEKERJA SAMA
Upaya kolaborasi diperlukan sehari-hari, dan tidak hanya persyaratan untuk keadaan darurat atau epidemi. Mari kita lihat hubungan yang diperlukan kolaborasi antara pemerintah kesehatan masyarakat dan lembaga pemerintah lainnya, lembaga swadaya masyarakat, dan sistem pelayanan kesehatan.
F. APA LEMBAGA PEMERINTAH LAINNYA YANG TERLIBAT DALAM MASALAH KESEHATAN?
Untuk mengatasi masalah kesehatan, penting untuk mengenali peran penting instansi pemerintah tidak ditujukan sebagai badan kesehatan dalam kesehatan masyarakat. Lembaga tersebut ada pada negara bagian, federal, dan global tingkat lokal. Untuk menggambarkan keterlibatan badan-badan tersebut dalam isu-isu kesehatan, mari kita mulai dengan peran lembaga non kesehatan di tingkat federal.
Sejumlah lembaga federal yang melayani fungsi kesehatan masyarakat meskipun mereka tidak didefinisikan sebagai lembaga kesehatan. Peran mereka bermain penting terutama ketika kita mengambil perspektif kesehatan penduduk yang mencakup totalitas upaya untuk mempromosikan dan melindungi kesehatan dan mencegah penyakit, kecacatan dan kematian .
Masalah kesehatan lingkungan merupakan bagian penting dari peran lembaga perlindungan lingkungan. Mengurangi cedera dan eksposur berbahaya di tempat kerja adalah tujuan utama dari administrasi keselamatan dan kesehatan kerja, yang merupakan bagian dari departemen tenaga kerja.
Melindungi kesehatan sebagai bagian dari persiapan dan respon terhadap bencana dan terorisme merupakan pusat peran departemen keamanan dalam negeri. Departemen saham pertanian dengan FDA peran melindungi pasokan makanan bangsa. Departemen perumahan dan pembangunan perkotaan mempengaruhi lingkungan yang dibangun dan dampaknya terhadap kesehatan. Departemen energi memainkan peran penting menetapkan standar keselamatan radiasi untuk pembangkit listrik tenaga nuklir dan sumber energi lainnya.
Beberapa lembaga federal terlibat dalam masalah kesehatan terkait, berarti bahwa koordinasi dan kolaborasi yang diperlukan di seluruh badan. Hal ini tentunya kasus dengan keamanan pangan dan perencanaan bencana dan tanggap. Memang benar juga upaya untuk mengatasi masalah yang melintasi badan, seperti paparan timbal upaya untuk mengurangi penyebab lingkungan asma.
SARS epidemi Tahun 2003. Dimulai dengan sedikit pemberitahuan. Kemungkinan besar di suatu tempat di jantung china dan menyebar ke daerah-daerah lain di Asia. Dunia setelah memperhatikan layar televisi diajukan dengan Laporan peneliti kesehatan masyarakat yang dikirim ke Asia untuk menyelidiki penyakit kemudian berkontraksi dan kematian akibat penyakit tersebut. Tidak penyakit dengan mudah menular kecuali mereka yang kontak yang sangat dekat, misalnya peneliti, anggota keluarga, dan penyedia layanan kesehatan, penyakit menyebar perlahan tapi terus melalui wilayah Cina. Di antara mereka yang terinfeksi, angka kematian sangat tinggi terutama tanpa manfaat kematian perawatan intensif modern.
Penyakit tidak menanggapi antibiotik dan dianggap penyakit virus dengan pola epidemiologi yang penyebaran dan transmisi, namun pada awalnya tidak ada penyebab dikenal. Dunia luar segera merasakan dampak dari epidemi pembuatan bir ketika kasus muncul di Hong Kong yang bisa dilacak untuk traveler dari daratan Cina. Ketakutan menyebar ketika kasus diakui yang tidak dapat dijelaskan melalui kontak pribadi yang dekat dengan SARS korban.
Epidemi terus menyebar melompat ribu mil ke Toronto, Kanada, di mana konsentrasi terbesar kedua penyakit muncul. Segera, seluruh adalah pada siaga tinggi, jika tidak di ambang kepanikan. Setidaknya 8000 orang di seluruh dunia menjadi sakit dan hampir 10 persen dari mereka meninggal. Untungnya, kemajuan datang cukup cepat. Penelitian dikoordinasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) yang mampu mengumpulkan informasi dan laboratorium data epidemiologi membangun penyebab dianggap, bentuk baru coronavirus yang belum pernah terlihat pada manusia yang mengarah ke pengenalan cepat pengujian.
WHO dan CDC mengajukan rekomendasi untuk isolasi, pembatasan perjalanan dan pemantauan intensif yang dikendalikan dengan cepat penyakit bahkan tanpa adanya pengobatan yang efektif yang ditujukan untuk penyembuhan. SARS menghilang secepat itu muncul, terutama setelah upaya sistematis untuk mengendalikan penyebaran ditempatkan di tempat di Cina. Tidak dihilangkan, tapi tidak lagi menjadi ancaman di seluruh dunia, SARS meninggalkan dampak global yang abadi. WHO menetapkan pendekatan baru untuk pelaporan dan menanggapi epidemi. Ini sekarang memiliki luas penerimaan formal dari kebanyakan pemerintah.
Rekomendasi pengendalian infeksi yang dibuat pada tingkat global dengan cepat diterjemahkan ke dalam upaya untuk mengidentifikasi penyakit pada tingkat lokal dan kudis pasien individu di rumah sakit di seluruh dunia. Ini adalah model pengendalian penyakit menular yang akan dibutuhkan di masa depan.
G. APA PERAN ORGANISASI NON PEMERINTAH BERMAIN PADA KESEHATAN MASYARAKAT
Organisasi non pemerintah memainkan peran yang semakin penting dalam kesehatan masyarakat di negara kesatuan dan seluruh dunia. Negara kesatuan memiliki tradisi panjang kelompok swasta pengorganisasian untuk mengadvokasi penyebab kesehatan masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan masyarakat, dan menyediakan dana untuk mendukung upaya-upaya kesehatan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, upaya ini telah memperluas secara global.
Palang Merah Amerika dan jaringan afiliasi internasional merupakan upaya internasional untuk memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Organisasi memainkan peran sentral dalam memperoleh relawan untuk donor darah memastikan keamanan dan efektivitas dari AS dan pasokan produk darah dunia dalam kemampuan palang merah untuk mendapatkan sumbangan, memobilisasi relawan dan mempublikasikan kebutuhan untuk bantuan bencana telah memungkinkan untuk bermain peran sentral dalam menyediakan menyelamatkan nyawa pelayanan kesehatan masyarakat.
Organisasi swasta banyak memberikan pendidikan kesehatan masyarakat, mendukung penelitian, mengembangkan rekomendasi berdasarkan bukti dan memberikan pelayanan kesehatan masyarakat lainnya. Banyak dari ini diorganisir sekitar penyakit tertentu atau jenis penyakit , seperti American Cancer Association , American Heart Association , American Lung Association dan March of Dimes, yang berfokus pada cacat lahir. Fokus lain organisasi swasta terutama pada advokasi untuk individu dengan penyakit tertentu, tetapi organisasi ini juga dapat menganjurkan untuk intervensi kesehatan masyarakat tertentu. Misalnya, ibu terhadap mengemudi dalam keadaan mabuk telah memiliki dampak yang besar pada bagian dan penegakan hukum mengemudi dalam keadaan mabuk. Kelompok advokasi HIV / AIDS telah mempengaruhi kebijakan kerahasiaan, pendanaan dan pendidikan publik.
batas, telah aktif dalam advokasi untuk upaya kesehatan masyarakat, mencari dana untuk kebutuhan kesehatan masyarakat, dan mengatasi pelaksanaan etika program kesehatan masyarakat.
Kombinasi baru dari organisasi pemerintah dan non pemerintah semakin berkembang untuk mengisi kekosongan. Pada tingkat global, dana global untuk memerangi AIDS, tuberkulosis dan malaria, sebuah upaya pemerintah swasta, menyediakan dana untuk intervensi berdasarkan bukti untuk mengatasi penyakit ini. Hal ini didanai tidak hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh yayasan swasta, seperti Bill dan Melinda Gates Foundation.
Yayasan swasta telah memainkan peran besar dalam pendanaan upaya kesehatan masyarakat dan juga merangsang pendanaan pemerintah. The Rockefeller Foundation upaya yang berperan dalam mengembangkan departemen kesehatan setempat dan memulai sekolah kesehatan masyarakat itu negara kesatuan selama tahun-tahun awal abad ke-20 . The Kellogg Foundation, Robert Wood Johnson Foundation, dan yang terbaru adalah Gates Foundation
semua memainkan peran penting dalam memajukan upaya kesehatan masyarakat di daerah mulai dari nutrisi untuk pengendalian tembakau untuk memajukan teknologi kesehatan masyarakat baru.
Dana Yayasan telah menjadi katalis dalam memulai usaha pendanaan baru dan mempertahankan orang-orang yang tidak memadai didanai oleh pemerintah . Mereka tidak bisa diharapkan, namun, untuk memberikan jangka panjang mendukung untuk layanan kesehatan dasar publik. Dengan demikian strategi tambahan yang diperlukan. Salah satu strategi kunci itu menghubungkan upaya kesehatan masyarakat dengan upaya pelayanan kesehatan profesional dan sistem perawatan kesehatan.
H. BAGAIMANA HUBUNGAN LEMBAGA KESEHATAN MASYARAKAT DENGAN PELAYANAN KESEHATAN DALAM MEMPERBAIKI DAN MENANGGAPI MASALAH KESEHATAN
Pada pertengahan tahun 1900-an, Prakarsa Kesehatan Masyarakat-Medis dimulai untuk melakukan invesitgasi dengan cara yang lebih baik untuk menghubungkan antara kesehatan masyarakat dengan medis, khususnya, dan pelayanan kesehatan, secara umum. Menghubungkan kedua bidang tersebut tidak mudah atau selalu mencapai keberhasilan. Dibutuhkan struktur tambahan untuk meresmikan obligasi secara efektif dan efisien. Terdapat model baru dan pemikiran-pemikiran baru yang diajukan untuk mengubungkan bidang perawatan secara klinis dan kesehatan masyarakat.
Walaupun usaha dalam sistem pelayanan kesehatan untuk menjangkau masyarakat dan mengatasi masalah kesehatan masyarakat (seperti COPC), hal tersebut tetap tanggung jawab utama kesehatan masyarakat untuk mengatur dan memobilisasi upaya berbasis masyarakat. Bekerja dnegan organisasi non pemerintah dan organisasi profesional kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat secara efektif dan efisien. Tetapi bagaimana cara yang tepat lembaga kesehatan masyarakat mencapai tujuan tersebut?
TABEL.12-4 Rencana Vaksin Nasional
Pada tahun 1994, Rencana Vaksin Nasional dikembangkan sebagai bagian dari upaya terkoordinasi untuk mencapai tujuan sebagai berikut:
1. Mengembangkan vaksin baru dan lebih baik.
2. Pastikan keamanan optimal dan efektivitas vaksin dan imunisasi.
3. Lebih baik mendidik masyarakat dan anggota profesi kesehatan mengenai manfaat dan risiko imunisasi.
Sebuah lembaga baru-baru Medicine (IOM) Laporan mengevaluasi kemajuan sejak tahun 1994 pada pencapaian tujuan di atas dan membuat rekomendasi untuk pengembangan Rencana Vaksin Nasional direvisi. IOM menyoroti sejumlah keberhasilan sejak tahun 1994 dalam mencapai setiap tujuan dari Rencana. Keberhasilan ini menggambarkan potensi untuk peningkatan kerjasama antara sistem kesehatan masyarakat dan sistem kesehatan.
Dalam hal keamanan, vaksin dan pendekatan vaksinasi dengan peningkatan keselamatan telah dikembangkan sejak tahun 1994, termasuk yang ditujukan terhadap rotavirus, pertusis (batuk rejan), dan polio. FDA Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologis (CBER), yang mengatur vaksin, sekarang memiliki sebuah array diperluas alat regulasi untuk memfasilitasi review dan persetujuan vaksin yang aman dan efektif. FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) telah berkolaborasi pada pengawasan dan evaluasi untuk efek samping. Berbagai upaya juga telah dilakukan untuk meningkatkan kerja sama dengan Centers for Medicare dan Medicaid, Departemen Pertahanan, dan Departemen Urusan Veteran untuk meningkatkan pengawasan dan pelaporan efek samping folloeing imunisasi pada populasi dewasa lembaga ini.
Dalam hal pendidikan yang lebih baik dari profesional kesehatan dan masyarakat, kemajuan juga telah dibuat. The American Academy of Pediatrics (AAP) bekerja sama dengan CDC untuk perusahaan Imunisasi Dukungan. The American Medical Association
(AMA) co sponsor National Influenza Vaccine Summit tahunan, yang utamanya kelompok mewakili 100 organisasi publik dan swasta yang tertarik dalam mencegah influenza.
Meskipun kolaborasi berkembang dan sukses dalam pengembangan vaksin dan penggunaan, isu-isu baru telah muncul dalam beberapa tahun terakhir, Vaksin kini benar dilihat oleh para profesional kesehatan dan masyarakat sebagai memiliki manfaat baik dan merugikan. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat telah tumbuh lebih peduli tentang keamanan vaksin, termasuk masalah penggunaan sejumlah besar vaksin pada anak-anak. Keterbatasan vaksin untuk mengatasi masalah, seperti HIV / AIDS, juga telah semakin diakui. Mudah-mudahan, Rencana Nasional Vaksin baru akan membangun keberhasilan baru-baru ini dan mengatasi realitas dan peluang baru.
I. BAGAIMANA KESEHATAN MASYARAKAT MENGAMBIL PERAN DALAM
MEMOBILISASI KEMITRAAN MASYARAKAT UNTUK
MENGIDENTIFIKASI DAN MEMECAHKAN MASALAH KESEHATAN
Pelayanan kesehatan masyarakat yang esensial adalah mobilisasi dan kemitraan masyarakat dan melakukan tindakan untuk mengidentifikasi dan memecahakan masalah kesehatan. Upaya ini dilakukan oleh lembaga kesehatan masyarakat dan sangat penting untuk menempatkan bagian-bagian sistem kesehatan bersam auntuk melindungi dan meningkatkan kesehatan serta mencegah kecacatan dan kematian.
organisasi non pemerintah, profesional kesehatan dan lembaga pemerintah lainnya. Upaya ini akan menurunkan angka merokok di suatu negara secara subtasnsial.
Upaya koordinasi yang terorganisir dari suatu program untuk mengambil peran dalm pengendalian juga telah menemukan beberapa kesuksesan. Salah satu upaya kolaborasi antara kesehatan masyarakat dengan pelayanan kesehatan, yaitu dapat mengidentifikasi dan melakukan pengobatan terhadap anak-anak yang terpapar timbal (Pb) dengan konsentrasi tinggi. Kerjasama dengan beberapa lembaga juga tersedia dalam mengurangi tingkat timbal (Pb) pada cat di rumah, melakukan pengujian dan pengendalian kandungan Pb di taman bermain, air, dan mainan anak-anak.
Hal ini mungkin untuk melihat upaya mobilisasi kerjasama antara publik dan swasta sebagai Komunitas-Berorientasi Kesehatan Masyarakat (COPH). Di COPH, upaya kesehatan telah diperluas dengan menambahkan bagian untuk kesehatan masyarakat, dan kesehatan masyarakat dapat bekerjasama dengan institusi pelayanan kesehatan, dengan komuniats lain dan upaya pemerintah, seperti contoh di bawah ini:
6 Langkah Proses Komunitas-Berorientasi Pelayanan Primer (COPC) No
.
Proses Langkah Pertanyaan
Komunitas-Berorientasi Kesehatan Masyarakat (COPH)
Komunitas-Berorientasi Pelayanan Primer (COPC) adalah upaya struktural untuk memberi perluasan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berfokus secara individual dan juga memasukkan fokus tambahan yang dibutuhkan dalam komunitas. Pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat membawa pelayanan kesehatan dan kesehatan masyarakat melakukan upaya bersama-sama. COPC bisa dilihat sebagai salah satu usaha dalam situs penyampaian kesehatan, seperti pusat kesehatan masyarakat, untuk mencapai sampai ke masyakat dan institusi pemerintah kesehatan masyarakat.
1. Definisi masyarakat Bagaimana definisi masyarakat berdasarkan geografi, afiliasi (keanggotaan) institusi, atau karakteristik umum, seperti penggunaan situs internet?
2. Karakteristik masyarakat Apa saja karakteristik demografi dan karakteristik kesehatan dalam masyarakat dan apa saja isu kesehatannya?
3. Prioritas Apa masalah kesehatan yang paling penting yang terjadi di masyarakat dan bagaimana memprioritaskan masalah kesehatan berdasarkan data objektif dan kebutuhan yang dirasakan?
4. Pengkajian secara detail dan menentukan masalah kesehatan
Apa intervensi yang paling efektif dan efisien dalam menangani masalah kesehatan berdasarkan pengkajian evidence-base?
5. Intervensi Apa strategi yang akan diimplementasikan untuk untervensi?
6. Evaluasi Bagaimana sebuah keberhasilan intervensi di evaluasi?
Prinsip-prinsip COPC antara lain:
a. Kebutuhan kesehatan didefinisikan sebagai pemeriksaan masyarakat secara keseluruhan, bukan hanya mencari yang sakit.
b. Kebutuhan pelayanan kesehatan diberikan kepada semua oranga, pada masyarakat maupun komunitas.
c. Preventif, kuratif, dan perawatan rehabilitatif teritegrasi dalam sistem penyampaian yang terkoordinasi.
d. Anggota masyarakat berpartisipasi langsung dalam semua langkah-langkah prose COPC.
Konsep dari COPC, tidak spesifik terhadap struktur, telah diterima secara luas sebagai pendekatan untuk menghubungkan penyampaian secara terorganisir pada pelayanan kesehatan dasar dengan kesehatan masyarakat. Ini menyiratkan bahwa masalah kesehatan masyarakat dapat dan harus ditangani bila mungkin terjadi di tingkat masyarakat dengan melibatkan penyedia layanan kesehatan dan anggota masyarakat itu sendiri.
Kesehatan Mulut-Gigi Anak dan Komunitas-Berorientasi Kesehatan Masyarakat (COPH)
Ilustrasi masalah kesehatan mulut-gigi pada anak-anak merupakan hal yang potensial pada Komunitas-Berorientasi Kesehatan Masyarakat (COPH). Kurangnay perawatan rutin gigi meninggalkan masalah besar, terutama di negara berkembang. Untuk perawatan tipe ini membutuhkan peranan besar dari ornag tua, guru, bahkan anak-anak itu sendiri.
Upaya kesehatan masyarakat memperbaiki kesehatan mulut kembali pada thaun 19th dan 20th Masehi saat sikat gigi dan pasta gigi merupakan teknologi yang baru dikembangkan. Promosi kesehatan masyarakat dilakukan pada awal 20th Masehi yang sangat berperan dalam membuat bahwa menyikat gigi menjadi bagian rutin dari kehidupan Amerika. Sejarah intervensi kesehatan masyarakat pada kesehatan mulut-gigi anak adalah cerita harapan besar dan sebagian berhasil. Manfaat fluoridasi air minum yang baik didasarkan pada bukti. Asosiasi Dokter Gigi Amerika dan Asosiasi Medis Amerika telah mendukung intervensi ini selama lebih dari setengah abad. Resistensi dari orang-orang yang melihatnya sebagai intrusi otoritas pemerintah, bagaimanapun, telah mencegah penggunaan universal fluoridasi di AS. Setelah lebih dari setengah abad upaya fluoridasi telah mencapai kurang dari dua pertiga dari masyarakat Amerika melalui pasokan air.
Saat ini, teknologi baru dari sealant dental lebih menggunakan metode efektif-biaya untuk merawat gigi berlubang melalui kesehatan mulut-gigi merupakan prioritas kesehatan masyarakat. Bagaimanapun, jumlah dokter gigi tidak bertambah dengan cepat dibandingkan dengan pertambahan populasi. Sebagai tambahan, perawatn gigi di klinik gigi tanpa membayar merupakan hal yang yang tidak memadai dan tidak bisa dijangkau. Oleh karena itu, strategi baru dari COPH harus dilakukan.
Pengembangan kemitraan masyarakat membutuhkan waktu yang lama dan proses politik yang tinggi sehingga membutuhkan kepemipinan yang baik dan kemampuan berdiplomasi. Otoritas pusat dan pengendalian pimpinan umumnya tidak efektif dalam struktur organisasi yang kompleks dari Amerika Serikat. Pendekatan dan strategi baru dibutuhkan untuk dibawa bersama pada organisasi dan individu yang dapat melakukan pekerjaan tersebut.
Setelah melihat organisasi yang terdapat pada sistem kesehatan masyarakat dan tantangan ke depan dalam mencapai fungsi utama dan memberikan pelayanan yang esensial. Peran kesehatan masyarakat tidak dapat dilihat dalam kondisi saat ini saja. Untuk memahami kesehatan masyarakat juga memerlukan pertimbangan di masa yang akan datang.
BAB III
1.1 Kesimpulan
Berdasarkan makalah yang kami buat, maka dapat disimpulkan :
1. Kebijakan kesehatan atau health policy adalah segala sesuatu untuk mempengaruhi faktor-faktor penentu di sektor kesehatan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Kebijakan pemerintah dalam hal kesehatan terdiri atas visi, misi, strategi dan program kesehatan. Masing-masing memiliki peran untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat.
2. Menurut IOM ditetapkan tiga fungsi inti kesehatan masyarakat yang lembaga kesehatan
masyarakat pemerintah perlu melakukan, yaitu penilaian, jaminan dan pengembangan kebijakan.
3. Sepuluh esensial pelayanan kesehatan masyarakat terdiri dari Fungsi Inti Penilaian (Assessment) meliputi : Memonitor status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan masyarakat dan Mendiagnosa dan menyelidiki masalah kesehatan dan bahaya kesehatan di masyarakat. Kedua Kebijakan fungsi inti pembangunan (Policy Development) meliputi : Menginformasikan, Mendidik, Memberdayakan masyarakat tentang masalah kesehatan dan Memobilisasi kemitraan masyarakat untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan dan Mengembangkan Kebijakan dan Rencana yang mendukung upaya kesehatan perorangan dan masyarakat. Ketiga fungsi jaminan inti (Assurance) meliputi : Menegakkan hukum dan peraturan yang melindungi dan menjamin kesehatan dan keselamatan publik, Link masyarakat untuk kebutuhan pelayanan kesehatan pribadi dan menjamin penyediaan pelayanan kesehatan saat dinyatakan tidak tersedia, Pastikan penyediaan publik dan pribadi tenaga kerja kesehatan yang kompeten dan Evaluasi Efektivitas, aksesibilitas, dan Kualitas Pribadi dan Penduduk Berbasis Pelayanan Kesehatan. 4. Pelayanan publik merupakan tanggungjawab pemerintah dan dilaksanakan oleh
persediaan dari organisasi sebelumnya, Organisasi Kesehatan, yang merupakan agensi dari LBB.
6. Untuk mengatasi masalah kesehatan, penting untuk mengenali peran penting instansi pemerintah tidak ditujukan sebagai badan kesehatan dalam kesehatan masyarakat. Lembaga tersebut ada pada negara bagian, federal, dan global tingkat lokal.
7. Terdapat hubungan antara kesehatan masyarakat dengan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat yang esensial adalah mobilisasi dan kemitraan masyarakat dan melakukan tindakan untuk mengidentifikasi dan memecahakan masalah kesehatan. Upaya ini dilakukan oleh lembaga kesehatan masyarakat dan sangat penting untuk menempatkan bagian-bagian sistem kesehatan bersam auntuk melindungi dan meningkatkan kesehatan serta mencegah kecacatan dan kematian.
http://rifkyanindika-fkm10.web.unair.ac.id/artikel_detail-35260-Umum-HAK%20DAN
%20KEWAJIBAN%20PUSKESMAS,%20RUMAH%20SAKIT,%20TENAGA %20KESEHATAN,%20DAN%20PASIEN.html
Buku public health
http://www.health.gov/phfunctions/public.htm