MAKALAH ALIF LAYYINAH DI AKHIR KATA
Makalah ini disusun guna untuk memenuhi tugas mata kuliah qowaidul imla‟ Dosen : M.Masud, M.Pd.I
Disusun oleh :
1. Isna Khoirunnisak 111-13-130 2. Alfrida Dyah Septiyani 111-13-131 3. Nur Fuadatul Hakiki 111-13-208
JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI ( STAIN)
SALATIGA 2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan berkah, rahmat serta Karunia-Nya kepada kita semua sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah ini, dengan pokok pembahasan “Alif layyinah di akhir kata”. Semoga dengan ini menemukan kebenaran yang sebenarnya. Dan dapat menjadi pedoman kita untuk memepertahankan agama kita dari problem yang ada.
Penulis juga menyadari masih terdapat kekurangan-kekurangan, oleh karena itu di mohon untuk kritik dan saran yang sifatnya membangun. Akhir kata kami mengucapkan terimakasih.
Salatiga, 16 Mei 2014
DAFTAR ISI
1.KATA PENGANTAR ... 1 2.DAFTAR ISI ... 2 3.BAB I.PENDAHULUAN A. Latar belakang ... 3 B. Rumusan Masalah ... . 3 C. Tujuan Penulisan ... 3 D. Manfaat Penulisan ... 3 E. Metode Penulisan ... 3 4.BAB II.PEMBAHASAN A.Pengertain alif layyinah ... 4
B.Cara penulisan alif layyinah di akhir kalimat ... 4
C.Macam-macam alif layyinah ... 8
5.BAB III.PENUTUP KESIMPULAN ... 10
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam penulisan bahasa arab di perlukan ketelitian oleh karena itu latihan qowa‟idul imla merupakan salah satu pelajaran penting untuk melatih menulis bahasa arab.
Jadi sebelum ke metode imla, kita hendaklah belajar terlebih dahulu tentang Qawa‟id.
Qawa‟id itu sendiri adalah tata bahasa untuk menyusun kalimat di dalam Bahasa Arab. Jika kita sudah menguasai Qawa‟id secara baik, metode selanjutnya adalah dengan belajar imla‟. Imla‟ berarti talqin yaitu menyampaikan atau mendiktekan kepada orang lain dengan suara keras agar dia memindahkan secara baik dan benar dari segi bahasa dan mempelajarinya.
Dalam makalah ini, penulis memfokuskan untuk membahas mengenai penulisan Alif Layyinah di akhir kalimat. Dimana tujuannya suyapa kita dapat menulis arab dengan kaidah-kaidah yang benar, sehingga pada akhirnya tulisan itu dapat dibaca dengan benar dan
bermakna.
B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud alflayyinah?
2. Bagaimana cara penulisan alif layyinah di akhir kalimat?
3. Apa saja macam-macam alif layyinah di akhir kalimat?
4. Apa saja kaidah alif layyinah di akhir kata?
C. TujuanPenulisan
1. Untuk mengetahui definisi alif layyinah
2. Untuk mengetahui cara penulisan alif layyinah di akhir kalimat 3. Untuk mengetahui macam-macam alif layyinah
4. Untuk mengetahui kaidah alif layyinah di akhir kalimat D. Manfaat Penulisan
1. Agar mengetahui definisi alif layyinah.
2. Agar mengetahui bagaimana cara menulis alif layyinah yang berada di akhir kalimat. E. Metode Penulisan
Dalam penyusunan makalah ini ,kami menggunakan metode pencarian situs-situs di internet dan beberapa buku.
BAB II PEMBAHASAN
a. Definisi Alif Layyinah
Alif adalah huruf tertentu yang tidak menerima harokat.Dan mempunyai dua tempat, yaitu ditengah kalimat dan akhir kalimat.
b. Cara Penulisan Alif Layyinah Ditengah Kalimat
Alif layyinah yang berada ditengah kalimat secara muthlaq ditulis dengan alif baik menengahinya tersebut disebabkan oleh huruf asal, Contoh atau selainnya, Contoh
c. Cara Penulisan Alif Layyinah Diakhir Kalimat
Alif layyinah yang berada diakhir kalimat ditulis denganya‟ didalam tujuh tempat, yaitu ;
1.Didal am setiap isim yang terdiri dari tiga huruf yang terdapat alif pengganti dari iya‟. Contoh kalau alifnya mengganti wawu maka ditulis alif.Contoh
2.Didalam setiap isim arobi yang lebih dari tiga huruf dan huruf sebelum terahir bukanya‟ contoh dan kalau huruf sebelum terakhir berupaya‟ maka ditulis alif dengan secara mutlaq, contoh
3.Didalam lima isim alam ajami contoh dan isim alam yang selain lima isim alam ini ditulis dengan alif
4.Didalam lima isim mabni contoh selain lima isim mabni tersebut ditulis dengan alif contoh
5.Didalam setiap fi‟il tiga huruf yang alifnya mengganti dari ya‟ contoh
dan kalau alifnya mengganti wawu maka ditulis alif. Contoh dan ada sebagian ulama menulis bagian yang kelima ini dengan alif secara muthlak.
6. Didalam setiap fi‟il yang lebih dari tiga huruf apabila huruf sebelum alif bukanya‟ dana abila berupaya‟ maka ditulis alif karena benci berkumpulnya dua bentukya‟.Contoh
7.Didalam empat huruf seperti sedangkan huruf yang lain ditulis alif contoh
Dan didalam keterangan diatas terdapat dua qaidah yang umum, yaitu ;
· 1.Setiap alif yang berada didalam kalimat yang fa‟ atau ain fi‟ilnya berupa wawu maka ditulis denganya‟.Contoh
· 2.Setiap alif yang berada didalam kalimat yang ain fi‟ilnya berupa hamzah juga ditulis dengan alif karena ulama benci kepada berkumpulnya dua alif. Contoh
Alif layyinah yang terletak diakhir kata ditulis dengan ya‟ tanpa dua titik dibawahnya dalam tujuh tempat selain ditujuh tempat itu ditulis dengan alif. Tujuh tempat itu adalah:
1. Dalam setiap isim tsulasti (tiga huruf) yang alif layyinah tersebut aslinya adalah ya‟ ,seperti
2. Setiap isim yang lebih dari tiga huruf dan huruf sebelum terakhir adalah ya‟ seperti
3. Dalam empat nama „ajam (Selain Arab) yaitu :
4. Dalam lima isim mabni yaitu :
5. Dalam kata kerja tsulatsi yang alif layyinah tersebut aslinya adalah ya‟ , seperti
6.Dalam kata kerja yang lebih dari tiga huruf selama huruf sebelum alif layyinah tersebut bukan ya‟,seperti
7. Dalam empat huruf yaitu,
Dan perlu dicacat disini bahwa ada dua buah kaidah penting yaitu :
2. Kata kerja yang „ain fi‟ilnya adalah hamzah juga ditulis dengan ya‟ seperti :
Alif layyinah yang berada di akhir kata harus ditulisndengan alif dalam hal berikut : 1. Huruf-huruf ma‟ani yang berakhir dengan alif contoh :
2.Isim mabni yang berakhir dengan alif contoh :
3. Isim „ajam yang berakhir dengan alif contoh :
4. Isim yang berakhir dengan alif yang aslinya adalah ya‟ mutakalim contoh :
5. Isim yang berakhir dengan alif nudbah (ratapan) seperti :
6. Isim yang berakhir dengan alif yang datang sebagai ganti dari almustaghos bih seperti :
7. Fi‟il yang berakhir dengan nud taukid hkofifah seperti :
8. Setiap yang diakhiri dengan alif yang sebelumnya adalah ya‟ dan dia bukanlah „alam seperti
9. Alif fi‟il jika terletak diakhir kata seperti :
10. Alif mustanna jika diidofahkan kepada isim dhohir seperti :
11. Fi‟il tsilasti yang huruf ke dua ke tiganya adalah alif yang berasal dari wawu seperti :
12. Isim tsulasti yang huruf ke tiganya adalah alif yang berasal dari wawau seperti :
Cara mengetahui kata dengan ya‟ atau wawu : 1. Dengan melihat bentuk tasniyahnya seperti :
2. Dengan melihat bentuk jama‟nya
3. Dengan melihat bentuk masdarnya
5. Dengan melihat fi‟il mudhore‟nya
6. Dengan menyandarkan dhomir fi‟il kepada kata kerja madhi
C.Macam-macam Alif Layyinah 1. Taknits, seperti:
2. Ithlaqatauisyba’, seperti: (padasurat Al-Insanayat 4) 3. Ilhaq, seperti:
5. Jama’ taksir, seperti: 6. Fashilah, seperti: 7. Ibdal;
a. dari nun matiseperti: (padasurat An-Nisaaayat 67 ) b. dari tanwin mansub, seperti:
c. dari hamzah, seperti : ( Fushshilat ; 44 ), 8. Takhollus, seperti: (padasurat Al-Baqorohayat 38 ) 9. Mahdzufah, seperti: (padasurat An-Naazi‟atayat 43 ), 10. Ihtimal, seperti: (padasurat Huudayat 68 )
11. Shillah, seperti: (padasurat Al-Kahfiayat 38 )
.Idhmar,seperti:
13. Mufaroqoh, seperti: (banyakterdapatdalam Al-Qur‟an) 14. Dll.
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Alif ( )merupakan salah satu huruf dari 29 huruf hijaiyyah, satu-satunya huruf yang unik penuh rahasia, tidak berbunyi, tidak pernah menerima harokat (fathah, dhommah, kasroh atau sukun)dantidak pernah menerimaimbuhan lain (nun mati, tanwin atau huruf mad). Keberadaan alif, kadang-kadang ada tetapi pada kondisi tertentu dapat tidak ada, antara ada dan tidak ada.Bentuk huruf alif selamanya tetap tidak berubah, tanpa pengaruh apapun.Apakah ditulis dengan menyendiri (ifrodh), pada awal kalimah (ibtida), ditengah-tengah kalimah (wasath) atau di akhir kalimah (thorof).Hal ini tentu sangat berbeda jauh dengan cara penulisan huruf-huruf lain selain huruf alif. Sesuai dengan kebutuhan rosam, maka huruf alif dapat ditemukan dalam bentuk tegak lurus (mamdudah) atau berbentuk huruf „ya‟( ) tanpa titik (maqshuroh).
DAFTAR PUSTAKA
http://www.drmosad.com/index121.htm buku