• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengenalan Dasar Model Checker NuSMV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengenalan Dasar Model Checker NuSMV"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

Pengenalan Dasar

Model Checker

NuSMV

Kuliah (Pengantar) Metode Formal Semester Ganjil 2015-2016

M. Arzaki Fakultas Informatika

Telkom University

FIF Tel-U

(2)

Acknowledgements

Slide ini disusun berdasarkan materi yang terdapat pada sumber-sumber berikut: Buku:

1 Logic in Computer Science: Modelling and Reasoning about Systems, Edisi 2,

2004,olehM. Huth dan M. Ryan (acuan utama).

2 NuSMV 2.5 tutorial darihttp://nusmv.fbk.eu/dan[email protected]. 3 NuSMV 2.5 user manual darihttp://nusmv.fbk.eu/[email protected].

(3)

Slide kuliah:

1 Slide kuliahModel Checking diUniversity of Waikato oleh Robi Malik. 2 Slide kuliahIntroduction to SMV diSoftware Engineering Lab, CMU, oleh

Arie Gur…nkel.

3 Slide kuliahModel Cheking with NuSMV di University of Edinburgholeh

Paul Jackson.

4 Slide kuliahA Hands-on Tutorial on Model Checking –NuSMV – di

Universitas Trento oleh A. Cimmati, M. Pistore, dan M. Roveri.

5 Slide kuliahNuSMV: A Simple Introductiondi UCL oleh F. Raimondi. 6 Slide kuliahThe NuSMV Model Chekcer di IIT Delhi oleh M. Pistore dan M.

Roveri.

7 Slide kuliah Metode Formal diFree University of Bolzano oleh Alessandro

Artale.

8 Slide kuliahIntroduction to Computational Logic diAcademia Sinicaoleh

Bow-Yaw Wang.

Beberapa gambar dapat diambil dari sumber-sumber di atas. Slide ini ditujukan untuk keperluan akademis di lingkungan FIF Telkom University. Jika Anda memiliki saran/ pendapat/ pertanyaan terkait materi dalamslide ini, silakan kirim

(4)

Bahasan

1 Apa Itu NuSMV

2 Instalasi dan Cara Memakai NuSMV

3 Sintaks Dasar NuSMV

4 Pemakaian NuSMV terkait Logika Proposisi

5 NuSMV untuk Konsistensi Spesi…kasi Sistem

(5)

Bahasan

1 Apa Itu NuSMV

2 Instalasi dan Cara Memakai NuSMV

3 Sintaks Dasar NuSMV

4 Pemakaian NuSMV terkait Logika Proposisi

(6)

Apa Itu NuSMV?

SMV:Symbolic Model Veri…er

NuSMV:New Symbolic Model Veri…er

NuSMV atau SMV merupakan sebuah alat bantu (tools) yang menyediakan suatu bahasa untuk mendeskripsikan suatu model sistem yang dijelaskan dalam LTL (Linear Time Temporal Logic) maupun CTL (Computation Tree Logic). NuSMV merupakan suatumodel checker (alat untuk memeriksa suatu model).

SMV awalnya dikembangkan oleh K. L. McMillan dan E. M. Clarke di CMU. Saat ini NuSMV dikembangkan sebagaijoint project dari: FBK-IRST, CMU,University of Genova, danUniversity of Trento.

NuSMV merupakan suatu produkopen source. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang NuSMV, silakan lihat dihttp://nusmv.fbk.eu/.

(7)

Bahasan

1 Apa Itu NuSMV

2 Instalasi dan Cara Memakai NuSMV

3 Sintaks Dasar NuSMV

4 Pemakaian NuSMV terkait Logika Proposisi

(8)

Instalasi NuSMV pada Windows

File yang diperlukan untuk instalasi NuSMV pada sistem operasi Windows maupun Linux dapat diunduh dihttp://nusmv.fbk.eu/. File yang diperlukan juga sudah di-share pada forum diskusi di idea. Silakan hapus ekstensi.pdf pada …le NuSMV.zip.pdfdan lakukan ekstraksi pada…le tersebut.

Instalasi pada Windows dapat dilakukan dengan megikuti langkah-langkah berikut:

1 Lakukan klik ganda (double click)NuSMV-2.5.4-i386-pc-mingw32.exe. 2 Ikuti langkah-langkah instalasi sesuai petunjuk. Usahakan agarpath folder

instalasi tidak mengandung spasi dan karakter non alfanumerik seperti , !, @, #, $, ^, &, *, (, ). Sebagai contoh, instalasi dapat dilakukan pada path C:nNuSMV.

3 NuSMV siap digunakan.

Instalasi telah berhasil dilakukan pada sistem operasi Windows Vista-32 bit dan Windows 7-64 bit.

(9)

Catatan

Agar eksekusi …le.smvdapat dilakukan tanpa mengkopi …le tersebut ke direktori bin(contohnyaC:nNuSMVn2.5.4nbin), Anda dapat memodi…kasipathdan environment variable yang ada pada Windows. Padaenvironment variable, tambahkanvariable dengan nama pathdenganvalue direktori bin (contohnya C:nNuSMVn2.5.4nbin).

(10)

Instalasi NuSMV pada Linux

Instalasi NuSMV pada Linux dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

1 Lakukan ekstraksi pada …leNuSMV-2.5.4.tar.gz.

2 Pindahkan folder hasil ekstraksi ke direktori yang tidak memakai spasi.

Contohnya: /Documents/NuSMV-2.5.4.

3 NuSMV siap digunakan.

Instalasi telah berhasil dilakukan pada sistem operasi Linux Ubuntu 14.04 (TLS).

(11)

Program Pertama

Silakan ketik teks berikut pada teks editor favorit Anda. Gunakan spasi atau tab untuk indensasi. --Example-01 MODULE main VAR p : boolean; q : boolean; phi1: boolean; phi2: boolean; ASSIGN phi1 := !p & q; phi2 := p -> p j q; LTLSPEC phi1 LTLSPEC phi2

(12)

Simpan program yang telah Anda buat dengan namaexample-01.smvpada folder bin, contohnya:

C:nNuSMVn2.5.4nbin(pada Windows) /Documents/NuSMV-2.5.4/

NuSMV-2.5.4-x86_64-unknown-linux-gnu/bin(pada Linux)

Jikapathdanenvironment variable sudah ditambahkan pada Windows, maka programexample-01.smvdapat disimpan padafolder apapun selain bin. Selanjutnya eksekusi perintah berikut:

(13)

Pada Windows:

1 Gunakancommand prompt (ketikkan cmd padalauncher). Masuk ke

direktoriC:nNuSMVn2.5.4nbin. Hal ini dapat dilakukan dengan perintahcd.

2 KetikC:nNuSMVn2.5.4nbin>NuSMV.exe example-01.smv. Jikapath dan

environment variable sudah ditambahkan, Anda dapat menjalankan program di direktori apapun, contohnyaD:nMyProgramnNuSMVnNuSMV

example-01.smv. Pada Linux:

1 Gunakan terminal (ketikkan terminal padalauncher). Masuk ke direktori bin,

contohnyaarzaki@arzaki-ThinkPad-E455: /Documents/NuSMV-2.5.4/ NuSMV-2.5.4-x86_64-unknown-linux-gnu/bin.

2 Tambahkan perintah./NuSMV example-01.smv.

Jika eksekusi program lancar, makacommand prompt/ terminal akan memberikan keluaran berikut:

(14)

*** This is NuSMV 2.5.4 (compiled on Fri Oct 28 13:47:30 UTC 2011) *** Enabled addons are: compass

*** For more information on NuSMV see<http://nusmv.fbk.eu>

*** or email to<[email protected]>. *** Please report bugs to<[email protected]>

*** Copyright (c) 2010, Fondazione Bruno Kessler

*** This version of NuSMV is linked to the CUDD library version 2.4.1 *** Copyright (c) 1995-2004, Regents of the University of Colorado *** This version of NuSMV is linked to the MiniSat SAT solver.

*** See http://www.cs.chalmers.se/Cs/Research/FormalMethods/MiniSat *** Copyright (c) 2003-2005, Niklas Een, Niklas Sorensson

(15)

– speci…cation phi1 is false

– as demonstrated by the following execution sequence Trace Description: LTL Counterexample

Trace Type: Counterexample – Loop starts here

->State: 1.1< -p = TRUE q = FALSE phi1 = FALSE phi2 = TRUE ->State: 1.2<

(16)

Bahasan

1 Apa Itu NuSMV

2 Instalasi dan Cara Memakai NuSMV

3 Sintaks Dasar NuSMV

4 Pemakaian NuSMV terkait Logika Proposisi

5 NuSMV untuk Konsistensi Spesi…kasi Sistem

(17)

Sintaks Dasar NuSMV

Perhatikan kembali program yang sebelumnya telah dibuat. --Example-01 MODULE main VAR p : boolean; q : boolean; phi1: boolean; phi2: boolean; ASSIGN phi1 := !p & q; phi2 := p -> p j q; LTLSPEC phi1 LTLSPEC phi2

(18)

Struktur program adalah --Example-01

(nama program yang bersifat opsional, komentar selalu didahului dengan karakter “--”) MODULE main (nama modul). VAR (deklarasi variabel). ASSIGN

(assignment, contohnya untuk membuat proposisi majemuk). LTLSPEC

(pemeriksaan spesi…kasi sistem dalam formula logika tertentu)

LTLSPECdapat diganti denganSPECsaja atauCTLSPEC. Jika diganti dengan SPEC, maka hasilnya akan sama dengan jika kita memakaiCTLSPEC.

(19)

Tipe Data

Tipe data pada NuSMV ada beberapa macam, yaitu:

boolean:

system_ok : boolean;

enumeration:

state : {ready, busy, waiting, stopped};

bounded integers:

num : 1..8;

array and bit vectors:

arr : array 0..3 of {red,yellow,green}; bv: signed word[8];

(20)

Assignment

immediate assignment: ASSIGN x := <expression>; atau DEFINE x := <expression>; initialization: ASSIGN init(x) := <expression>; progression: ASSIGN next (x) := <expression>;

(21)

Operator Logika Proposisi

Operator logika proposisi yang dipakai pada NuSMV adalah: Simbol Operator pada NuSMV

: !

^ &

_ j

! ->

$ <->

Sebagai contoh, formulap!q^rdanp$p_ :qpada NuSMV berturut-turut dapat ditulis sebagai:

p -> q & r p <-> p j !q

(22)

Bahasan

1 Apa Itu NuSMV

2 Instalasi dan Cara Memakai NuSMV

3 Sintaks Dasar NuSMV

4 Pemakaian NuSMV terkait Logika Proposisi

5 NuSMV untuk Konsistensi Spesi…kasi Sistem

(23)

Cara Kerja NuSMV

Secara umum NuSMV bekerja dengan cara memeriksa model yang dimasukkan oleh pengguna. Jika model tersebut salah (false), maka NuSMV akan memberikan suatucounterexample yang menjelaskan kesalahan model tersebut. Lihat kembali keluaran yang diberikan NuSMV untuk masukan programexample-01.smv. – speci…cation phi1 is false

– as demonstrated by the following execution sequence Trace Description: LTL Counterexample

Trace Type: Counterexample – Loop starts here

->State: 1.1< -p = TRUE q = FALSE phi1 = FALSE phi2 = TRUE ->State: 1.2<

(24)

Padaexample-01.smv, program NuSMV dibuat untuk memeriksa kebenaran formula 1:=

:p^qdan 2:=p!p_q. NuSMV memberikan keluaran bahwa spesi…kasi (formula) 1dapat salah ketikaI(p) = TdanI(q) = F. Untuk spesi…kasi 2, NuSMV menyatakan bahwa 2 adalah spesi…kasi (formula) yang benar (tidak pernah salah). Jelas bahwa 2 adalah suatu tautologi (bersifat absah/valid).

Dari observasi terhadap keluaran program ini, kita dapat melihat bahwa NuSMV dapat digunakan untuk memeriksafalsi…ability dari suatu formula logika proposisi

. Lebih jauh kita memiliki:

Untuk setiap masukan yang berupa formula logika proposisi , maka NuSMV akan mengeluarkan keluaran berikut:

counterexample berupa interpretasi untuk setiap variabel proposisi atom yang membuatI( ) = Fapabila merupakan formula yangfalsi…able,

pernyataan bahwa “speci…cation is true” apabila bukan merupakan formula yangfalsi…able.

(25)

Padaexample-01.smv, program NuSMV dibuat untuk memeriksa kebenaran formula 1:=:p^qdan 2:=

p!p_q. NuSMV memberikan keluaran bahwa spesi…kasi (formula) 1dapat salah ketikaI(p) = TdanI(q) = F. Untuk spesi…kasi 2, NuSMV menyatakan bahwa 2 adalah spesi…kasi (formula) yang benar (tidak pernah salah). Jelas bahwa 2 adalah suatu tautologi (bersifat absah/valid).

Dari observasi terhadap keluaran program ini, kita dapat melihat bahwa NuSMV dapat digunakan untuk memeriksafalsi…ability dari suatu formula logika proposisi

. Lebih jauh kita memiliki:

Untuk setiap masukan yang berupa formula logika proposisi , maka NuSMV akan mengeluarkan keluaran berikut:

counterexample berupa interpretasi untuk setiap variabel proposisi atom yang membuatI( ) = Fapabila merupakan formula yangfalsi…able,

pernyataan bahwa “speci…cation is true” apabila bukan merupakan formula yangfalsi…able.

(26)

Padaexample-01.smv, program NuSMV dibuat untuk memeriksa kebenaran formula 1:=:p^qdan 2:=p!p_q.

NuSMV memberikan keluaran bahwa spesi…kasi (formula) 1dapat salah ketikaI(p) = TdanI(q) = F. Untuk spesi…kasi 2, NuSMV menyatakan bahwa 2 adalah spesi…kasi (formula) yang benar (tidak pernah salah). Jelas bahwa 2 adalah suatu tautologi (bersifat absah/valid).

Dari observasi terhadap keluaran program ini, kita dapat melihat bahwa NuSMV dapat digunakan untuk memeriksafalsi…ability dari suatu formula logika proposisi

. Lebih jauh kita memiliki:

Untuk setiap masukan yang berupa formula logika proposisi , maka NuSMV akan mengeluarkan keluaran berikut:

counterexample berupa interpretasi untuk setiap variabel proposisi atom yang membuatI( ) = Fapabila merupakan formula yangfalsi…able,

pernyataan bahwa “speci…cation is true” apabila bukan merupakan formula yangfalsi…able.

(27)

Padaexample-01.smv, program NuSMV dibuat untuk memeriksa kebenaran formula 1:=:p^qdan 2:=p!p_q. NuSMV memberikan keluaran bahwa spesi…kasi (formula) 1dapat salah ketikaI(p) = TdanI(q) = F. Untuk spesi…kasi 2,

NuSMV menyatakan bahwa 2 adalah spesi…kasi (formula) yang benar (tidak pernah salah). Jelas bahwa 2 adalah suatu tautologi (bersifat absah/valid).

Dari observasi terhadap keluaran program ini, kita dapat melihat bahwa NuSMV dapat digunakan untuk memeriksafalsi…ability dari suatu formula logika proposisi

. Lebih jauh kita memiliki:

Untuk setiap masukan yang berupa formula logika proposisi , maka NuSMV akan mengeluarkan keluaran berikut:

counterexample berupa interpretasi untuk setiap variabel proposisi atom yang membuatI( ) = Fapabila merupakan formula yangfalsi…able,

pernyataan bahwa “speci…cation is true” apabila bukan merupakan formula yangfalsi…able.

(28)

Padaexample-01.smv, program NuSMV dibuat untuk memeriksa kebenaran formula 1:=:p^qdan 2:=p!p_q. NuSMV memberikan keluaran bahwa spesi…kasi (formula) 1dapat salah ketikaI(p) = TdanI(q) = F. Untuk spesi…kasi 2, NuSMV menyatakan bahwa 2 adalah spesi…kasi (formula) yang benar (tidak pernah salah). Jelas bahwa 2 adalah suatu tautologi (bersifat absah/valid).

Dari observasi terhadap keluaran program ini, kita dapat melihat bahwa NuSMV dapat digunakan untuk memeriksafalsi…ability dari suatu formula logika proposisi

. Lebih jauh kita memiliki:

Untuk setiap masukan yang berupa formula logika proposisi , maka NuSMV akan mengeluarkan keluaran berikut:

counterexample berupa interpretasi untuk setiap variabel proposisi atom yang membuatI( ) = Fapabila merupakan formula yangfalsi…able,

pernyataan bahwa “speci…cation is true” apabila bukan merupakan formula yangfalsi…able.

(29)

Padaexample-01.smv, program NuSMV dibuat untuk memeriksa kebenaran formula 1:=:p^qdan 2:=p!p_q. NuSMV memberikan keluaran bahwa spesi…kasi (formula) 1dapat salah ketikaI(p) = TdanI(q) = F. Untuk spesi…kasi 2, NuSMV menyatakan bahwa 2 adalah spesi…kasi (formula) yang benar (tidak pernah salah). Jelas bahwa 2 adalah suatu tautologi (bersifat absah/valid).

Dari observasi terhadap keluaran program ini, kita dapat melihat bahwa NuSMV dapat digunakan untuk memeriksafalsi…ability dari suatu formula logika proposisi

. Lebih jauh kita memiliki:

Untuk setiap masukan yang berupa formula logika proposisi , maka NuSMV akan mengeluarkan keluaran berikut:

counterexample berupa interpretasi untuk setiap variabel proposisi atom yang membuatI( ) = Fapabila merupakan formula yangfalsi…able,

pernyataan bahwa “speci…cation is true” apabila bukan merupakan formula yangfalsi…able.

(30)

Padaexample-01.smv, program NuSMV dibuat untuk memeriksa kebenaran formula 1:=:p^qdan 2:=p!p_q. NuSMV memberikan keluaran bahwa spesi…kasi (formula) 1dapat salah ketikaI(p) = TdanI(q) = F. Untuk spesi…kasi 2, NuSMV menyatakan bahwa 2 adalah spesi…kasi (formula) yang benar (tidak pernah salah). Jelas bahwa 2 adalah suatu tautologi (bersifat absah/valid).

Dari observasi terhadap keluaran program ini, kita dapat melihat bahwa NuSMV dapat digunakan untuk memeriksafalsi…ability dari suatu formula logika proposisi

. Lebih jauh kita memiliki:

Untuk setiap masukan yang berupa formula logika proposisi , maka NuSMV akan mengeluarkan keluaran berikut:

counterexample berupa interpretasi untuk setiap variabel proposisi atom yang membuatI( ) = Fapabila merupakan formula yangfalsi…able,

pernyataan bahwa “speci…cation is true” apabila bukan merupakan formula yangfalsi…able.

(31)

Memeriksa

Satis…ability

dengan NuSMV

Permasalahan

Diberikan formula logika proposisi , apakah kita dapat memeriksa keterpenuhan (satis…ability) dari ? Jika ya, bagaimana caranya?

Untuk mengetahui jawaban dari permasalahan, terlebih dulu eksekusi program .smvberikut. --Example-02 MODULE main VAR p : boolean; q : boolean; r : boolean; s : boolean; phi1: boolean; phi2: boolean; phi3: boolean;

(32)

Memeriksa

Satis…ability

dengan NuSMV

Permasalahan

Diberikan formula logika proposisi , apakah kita dapat memeriksa keterpenuhan (satis…ability) dari ? Jika ya, bagaimana caranya?

Untuk mengetahui jawaban dari permasalahan, terlebih dulu eksekusi program .smvberikut. --Example-02 MODULE main VAR p : boolean; q : boolean; r : boolean; s : boolean; phi1: boolean; phi2: boolean; phi3: boolean;

(33)

ASSIGN

phi1 := (p j q) & (! q j r) & (! r j s) -> p j s; phi2 := (p j q j r j s); phi3 := !(p j q j r js); LTLSPEC phi1 LTLSPEC phi2 LTLSPEC phi3

(34)

NuSMV akan memberikan keluaran berikut:

– speci…cation phi1 is true – speci…cation phi2 is false – as demonstrated by the following execution sequence

Trace Description: LTL Counterexample

Trace Type: Counterexample – Loop starts here

->State: 1.1< -p = FALSE q = FALSE r = FALSE s = FALSE phi1 = TRUE phi2 = FALSE phi3 = TRUE ->State: 1.2<

-– speci…cation phi3 is false – as demonstrated by the following execution sequence

Trace Description: LTL Counterexample

Trace Type: Counterexample – Loop starts here

->State: 2.1< -p = TRUE q = FALSE r = FALSE s = FALSE phi1 = TRUE phi2 = TRUE phi3 = FALSE ->State: 2.2<

(35)

Untuk memeriksa apakah bersifat terpenuhi atau tidak kita dapat memakai teorema berikut.

Teorema

Formula logika proposisi terpenuhi (satis…able) jika dan hanya jika: tersalahkan (falsi…able).

Sebagai contoh, pada programexample-02 smvsebelumnya, untuk memeriksa apakahp_q_r_sbersifatsatis…able maka kita dapat melakukannya dengan memeriksa apakah:(p_q_r_s)bersifat falsi…able. Kita melihat bahwa NuSMV meyatakan bahwa:(p_q_r_s)bersifat falsi…abledengan

counterexample berikut:I(p) = T,I(q) = F,I(r) = F, danI(s) = F. Jelas bahwa hal ini berakibatI(:(p_q_r_s)) = F, sehingga

(36)

Untuk memeriksa apakah bersifat terpenuhi atau tidak kita dapat memakai teorema berikut.

Teorema

Formula logika proposisi terpenuhi (satis…able) jika dan hanya jika: tersalahkan (falsi…able).

Sebagai contoh, pada programexample-02 smvsebelumnya, untuk memeriksa apakahp_q_r_sbersifat satis…ablemaka kita dapat melakukannya dengan memeriksa apakah:(p_q_r_s)bersifat falsi…able.

Kita melihat bahwa NuSMV meyatakan bahwa:(p_q_r_s)bersifat falsi…abledengan

counterexample berikut:I(p) = T,I(q) = F,I(r) = F, danI(s) = F. Jelas bahwa hal ini berakibatI(:(p_q_r_s)) = F, sehingga

I( ) =I(p_q_r_s) = T.

(37)

Untuk memeriksa apakah bersifat terpenuhi atau tidak kita dapat memakai teorema berikut.

Teorema

Formula logika proposisi terpenuhi (satis…able) jika dan hanya jika: tersalahkan (falsi…able).

Sebagai contoh, pada programexample-02 smvsebelumnya, untuk memeriksa apakahp_q_r_sbersifat satis…ablemaka kita dapat melakukannya dengan memeriksa apakah:(p_q_r_s)bersifat falsi…able. Kita melihat bahwa NuSMV meyatakan bahwa:(p_q_r_s)bersifat falsi…abledengan counterexample berikut:

I(p) = T,I(q) = F,I(r) = F, danI(s) = F. Jelas bahwa hal ini berakibatI(:(p_q_r_s)) = F, sehingga

(38)

Untuk memeriksa apakah bersifat terpenuhi atau tidak kita dapat memakai teorema berikut.

Teorema

Formula logika proposisi terpenuhi (satis…able) jika dan hanya jika: tersalahkan (falsi…able).

Sebagai contoh, pada programexample-02 smvsebelumnya, untuk memeriksa apakahp_q_r_sbersifat satis…ablemaka kita dapat melakukannya dengan memeriksa apakah:(p_q_r_s)bersifat falsi…able. Kita melihat bahwa NuSMV meyatakan bahwa:(p_q_r_s)bersifat falsi…abledengan

counterexample berikut:I(p) = T,I(q) = F,I(r) = F, danI(s) = F. Jelas bahwa hal ini berakibatI(:(p_q_r_s)) = F, sehingga

I( ) =I(p_q_r_s) = T.

(39)

Bahasan

1 Apa Itu NuSMV

2 Instalasi dan Cara Memakai NuSMV

3 Sintaks Dasar NuSMV

4 Pemakaian NuSMV terkait Logika Proposisi

(40)

Latihan

Buatlah NuSMV untuk memecahkan masalah-masalah berikut.

1 Periksa apakah spesi…kasi sistem berikut konsisten atau tidak dengan

memakai NuSMV: (1) ketikasystem software di-upgrade, user tidak dapat mengakses…le system; (2) jikauser dapat mengakses …le system, makauser dapat menyimpan…le baru; (3) jikauser tidak dapat menyimpan …le baru, makasystem software tidak sedang di-upgrade.

2 Periksa apakah koleksi formulaA=f:p!q;:p$r;:q$s;:p!sg

konsisten atau tidak.

3 Pecahkan masalah perampokan bank yang dijelaskan pada slide kuliah

3.LogikaProposisi-3.pdfdengan NuSMV.

Referensi

Dokumen terkait

Penggunaan Multimedia Model Tutorial untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Kompetensi Dasar Pengenalan Program Inventor mata pelajaran CAD. Universitas Pendidikan Indonesia |

Jika anda di correct directory D:\Program\ILWIS\Chapter01, anda akan melihat disisi kanan Main window , di mana peta, tabel dan objek ILWIS lainnya di direktori

Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalalh lembar observasi yang merupakan pengamatan (pengambilan data) untuk mencatat seberapa jauh

Hasil observasi yang dilakukan di Kota Denpasar menyatakan bahwa masyarakat di Kota Denpasar yang ikut berpartisipasi dalam program bank sampah rata-rata

Instrumen peneli tian yang digunakan adalah berupa lembar observasi untuk melihat aktifitas mahasiswa, angket untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran

Dengan melihat rata-rata kedua kelompok dimana kelompok kontrol rata-ratanya adalah 75,26 jauh lebih tinggi dari kelompok eksperimen yang hanya memiliki nilai rata-rata

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memperkenalkan dan menjelaskan materi logika dan algoritma berbantuan komputer, memperkenalkan,

Dari hasil pengujian ketepatan model dapat diketahui bahwa debit rata-rata 10 harian dengan menggunakan model ARIMA 2,0,11,2,136 tidak berbeda terlalu jauh dengan debit observasi