• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian. BLU dalam penelitian ini didefinisikan sebagai instansi di lingkungan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "METODE PENELITIAN. A. Metode Penelitian. BLU dalam penelitian ini didefinisikan sebagai instansi di lingkungan"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

24

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

BLU dalam penelitian ini didefinisikan sebagai instansi di lingkungan pemerintah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatarnya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Sedangkan pengukuran kinerja didefinisikan sebagai suatu sistem yang bertujuan untuk membantu menilai pencapaian suatu strategi menggunakan alat ukur tertentu.

Kinerja diukur dengan menggunakan ukuran financial yaitu rasio Composite Financial Index (CFI) 1999 yang dibuat oleh KPMG. Ukuran ini dipakai karena ukuran ini dipercaya dapat membantu tujuan institusi dengan:

1. Menghitung status dan penggunaan sumber daya.

2. Menghitung kemampuan perusahaan membayar utang sekarang dan utang masa datang.

3. Mengukur kinerja institusi dan efektivitas.

4. Mengidentifikasi anomali keuangan dan mengarahkan fokus yang menjadi perhatian institusi.

(2)

Selain hal di atas, rasio CFI ini dipercaya telah sesuai dengan prinsip dan informasi akuntansi petunjuk audit dan akuntansi AICPA untuk organisasi non profit. CFIterdiri dari empat rasio diantaranya sebagai berikut:

1. Primary Reserve Ratio

Rasio in i mengukur kekuatan keuangan institusi dengan membandingkan antara expandable net assets dengan total expense. Expandable net assets menunjukkan semua aset institusi yang dapat digunakan secara cepat, dan dapat digunakan untuk pembayaran utang. Rasio in i d irumuskan sebagai berikut:

(1)

Pembilang yang digunakan dalam rasio ini adalah semua aset bersih yang tidak terikat atau tidak d ibatasi, termasuk investasi permanen dan aset tetap setelah dikurangi dengan hutang untuk membiaya aset tetap. Pembilang dapat dirumuskan sebagai berikut:

(2) Primary Reserve Ratio

Expendable Net Assets Total Expenses

Expendible Net Asset = Total Net Assets – Permanently Restricted Net Assets – (Property, Plant,and Equipment – Long Term Debt)

(3)

2. Net Income Ratio

Rasio ini mengukur apakah hasil operasi menghasilkan surplus/defisit dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Rasio ini merupakan indikator utama yang mempengaruhi ketiga rasio lainnya. Surplus/defisit secara langsung berdampak pada jumlah dana, menambah atau mengurangi aktiva bersih, sehingga mempengaruhi Primary Reserve, Return on Net Assets, dan Viability. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut:

(3)

Pembilang yang digunakan dalam rasio ini adalah selisih antara pendapatan operasi yang tidak dibatasi dikurangi dengan biaya operasi yang tidak dibatasi. Penyebut rasio ini yaitu total pendaptan operasi yang tidak dibatasi. Rasio yang positif menunjukkan bahwa institusi mengalami surplus operasi. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin kuat kinerja institusi.

3. Return on Net Asset Ratio

Rasio ini mengukur total return ekonomi. Peningkatan rasio ini menujukkan bahwa institusi meningkatkan aset bersih dan kemungkinan untuk dapat menyisihkan sumber daya keuangan untuk memperkuat fleksibilitas keuangan masa datang. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut:

Net Income Ratio

Excess (Deficiency) of Unrestricted Operating Revenues Over Unrestricted Operating Expenses

(4)

(4)

Pembilang rasio in i adalah perubahan aset bersih tidak terikat, perubahan aset bersih dibatasi sementara, dan perubahan aset bersih dibatasi permanen.Sedangkan penyebut dalam rasio ini adalah jumlah aset bersih terikat, jumlah aset bersih terikat sementara dan jumlah aset bersih terikat permanen.

4. Viability Ratio

Rasio ini mengukur kesehatan keuangan yaitu ketersediaan expendible net assets untung menutup utang jangka panjangnya. Pembilang rasio ini sama dengan pada primary reserve. Sedangkan penyebut didefinisikan sebagai semua pinjaman untuk tujuan jangka panjang dari pihak ketiga. Rasio in i dirumuskan sebagai berikut:

(5)

Sedangkan fleksibilitas dioperasional dengan menggunakan kenaikan atau penurunan kinerja sebelum dan sesudah pola pengelolaan BLU. Hal ini dilakukan mengingat yang membedakan BLU dan non BLU adalah masalah fleksibilitas. Dalam PP 24 tahun 2012 jo PP 23 tahun 2005 telah dijelaskan mengenai fleksibilitas BLU yang tertuang dalam bab II penelitian ini. Untuk menguji

Return on Net Assets Ratio

Change in Net Assets Total Net Assets

Viability Ratio

Expendable Net Assets Long-Term Debt

(5)

hipotesis pertama, penelitian ini menggunakan rasio kinerja 29 Universitas Negeri yang telah BLU pada tahun pelaporan BLU dan tahun sebelumnya sebelum ditetapkan menjadi BLU yang terlihat pada Tabel 1 berikut.

Tabel 1 Universitas BLU

No Satuan Kerja Sesudah

BLU Sebelum BLU 1 UNIVERSITAS AIRLANGGA 2011 2010 2 UNIVERSITAS ANDALAS 2010 2009 3 UNIVERSITAS BENGKULU 2009 2008 4 UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2009 2008 5 UNIVERSITAS DIPONEGORO 2009 2008

6 UNIVERSITAS GAJAH MADA 2012 2011

7 UNIVERSITAS HALU OLEO 2010 2009

8 UNIVERSITAS HASANUDDIN 2009 2008

9 UNIVERSITAS INDONESIA 2012 2011

10 UNIVERSITAS JENDERAL SUDIRMAN 2010 2009

11 UNIVERSITAS LAMPUNG 2009 2008

12 UNIVERSITAS MATARAM 2012 2011

13 UNIVERSITAS MULAWARMAN 2009 2008

14 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO 2009 2008

15 UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2010 2009

16 UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2009 2008

17 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009 2008

18 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2009 2008

19 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2009 2008

20 UNIVERSITAS PAJAJARAN 2009 2008

21 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2012 2011

22 UNIVERSITAS RIAU 2010 2009

23 UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2009 2008

24 UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2010 2009

25 UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2012 2011

26 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2012 2011

27 UNIVERSITAS TADULAKO 2012 2011

28 UNIVERSITAS TERBUKA 2011 2010

(6)

Untuk menguji hipotesis dua, penelitian ini menggunakan rasio kinerja 48 Universitas Negeri pada tahun 2012. Universitas negeri terbagi menjadi 2 kategori yaitu universitas BLU dan Universitas non BLU seperti pada tabel 2 berikut.

Tabel 2

Universitas Negeri di Indonesia Tahun 2012

No Satuan Kerja Ket

1 UNIVERSITAS CENDRAWASIH Non BLU

2 UNIVERSITAS JAMBI Non BLU

3 UNIVERSITAS JEMBER Non BLU

4 UNIVERSITAS KHAIRUN Non BLU

5 UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT Non BLU

6 UNIVERSITAS MALIKUSSALEH Non BLU

7 UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Non BLU

8 UNIVERSITAS NEGERI MANADO Non BLU

9 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Non BLU

10 UNIVERSITAS NEGERI PADANG Non BLU

11 UNIVERSITAS NEGERI PAPUA Non BLU

12 UNIVERSITAS NUSA CENDANA Non BLU

13 UNIVERSITAS PALANGKARAYA Non BLU

14 UNIVERSITAS PATTIMURA Non BLU

15 UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA Non BLU

16 UNIVERSITAS SAM RATULANGI Non BLU

17 UNIVERSITAS SYIAH KUALA Non BLU

18 UNIVERSITAS TANJUNGPURA Non BLU

19 UNIVERSITAS TRUNOJOYO Non BLU

20 UNIVERSITAS AIRLANGGA BLU

21 UNIVERSITAS ANDALAS BLU

22 UNIVERSITAS BENGKULU BLU

23 UNIVERSITAS BRAWIJAYA BLU

24 UNIVERSITAS DIPONEGORO BLU

25 UNIVERSITAS GAJAH MADA BLU

26 UNIVERSITAS HALU OLEO BLU

27 UNIVERSITAS HASANUDDIN BLU

28 UNIVERSITAS INDONESIA BLU

29 UNIVERSITAS JENDERAL SUDIRMAN BLU

30 UNIVERSITAS LAMPUNG BLU

31 UNIVERSITAS MATARAM BLU

(7)

Tabel 2 (Lanjutan)

Universitas Negeri di Indonesia Tahun 2012

No Satuan Kerja Ket

33 UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO BLU

34 UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA BLU

35 UNIVERSITAS NEGERI MALANG BLU

36 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG BLU

37 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA BLU

38 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BLU

39 UNIVERSITAS PAJAJARAN BLU

40 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BLU

41 UNIVERSITAS RIAU BLU

42 UNIVERSITAS SEBELAS MARET BLU

43 UNIVERSITAS SRIWIJAYA BLU

44 UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA BLU

45 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA BLU

46 UNIVERSITAS TADULAKO BLU

47 UNIVERSITAS TERBUKA BLU

48 UNIVERSITAS UDAYANA BLU

Hipotesis tiga bertujuan sama untuk mengukur kinerja antara satker BLU dan non BLU dengan pendekatan yang berbeda. Jika dalam hipotesis dua mengukur dengan membandingkan satker kelompok BLU dan non BLU, dalam hipotesis 3 pendekatan yang dipakai adalah hypothesis testing. Hipotesis testing dilakukan dengan melihat pengaruh fleksibiltas, yang merupakan ciri BLU terhadap kinerja satker.

B. Cara Pengumpulan Data

Populasi dapat dijelaskan sebagai kumpulan atau kelompok orang, peristiwa atau sesuatu yang menarik minat peneliti untuk melakukan penelitian (Sekaran, 2000). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia. Sampel merupakan bagian dari populasi yang terdiri dari

(8)

elemen-elemen yang diharapkan memiliki karakteristik yang sama dengan populasi (Sekaran, 2000). Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan menggunakan kriteria berikut:

1. Merupakan perguruan tinggi universitas, bukan institut atau politeknik. 2. Berada d ibawah Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kemendikbud. 3. Menyampaikan Laporan Keuangan Mulai tahun 2009-2012.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu Laporan Keuangan Universitas Negeri di Indonesia tahun 2009 sampai dengan tahun 2012. Data ini didapatkan dari Subbagian Akuntansi Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

C. Teknik Analisis

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Paired sample t-test untuk menguji hipotesis satu dan untuk menguji hipotesis dua dengan menggunakan Independet sample t-test. Sedangkan untuk menguji hipotesis tiga digunakan analisis regression linear, dengan didahului dengan pengujian asumsi klasik. Penelitian ini juga menyajikan analisis deskriptif yang memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi, maksimum, dan minimum. Pengujian dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS release 19.

1. Paired sample t-test

Analisis ini digunakan untuk menguji apakah ada perbedaan rata-rata dua sampel yang berhubungan. Sampel yang digunakan sama tetapi pada periode

(9)

yang berbeda karena ada suatu peristiwa (bersifat before-after) H0 diterima

bila Asymp sig lebih besar dari alpha 0,05, jika Asymp sig lebih kecil dari alpha 0,05 maka Ha diterima.

2. Independent Sample t-test

Pengujian ini digunakan untuk menentukan apakah dua sampel yang tidak berhubungan memiliki nilai rata-rata yang berbeda. Uji beda t-test dilakukan dengan cara membandingkan perbedaan antara dua nilai rata-rata dengan standar eror dari perbedaan rata-rata dua sampel. Pengujian dilakukan pada hipotesis dua. Jika probabilitas > 0,05, maka H0 diterima atau variancesama,

tetapi apabila jika probabilitas < 0,05 maka H0 dito lak atau varianceberbeda.

3. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Model regresi yang baik adalah yang mempunyai distribusi normal (Ghozali, 2005). Pengujian normalitas data dilakukan dengan menggunakan One Sample Kormogorov-Smirnov Test, dengan melihat tingkat signifikansi 5%. Dasar pengambilan keputusan dari uji normalitas adalah dengan melihat probabilitas asymp.sig (2-tailed) > 0,05 maka data mempunyai distribusi norm al dan sebaliknya jika probabilitas asymp.sig(2 tailed) < 0,05 maka data mempunyai distribusi yang tidak normal.

b. Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu observasi ke

(10)

observasi lain. Penulis akan menggunakan Uji Glejseruntuk pengujian ini, jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka terjadi Heteroskedastisitas. Pengujian ini dilakukan dengan cara meregresikan antara variabel independen dengan nilai absolut residualnya. Jika nilai signifikansi antara variabel independen dengan absolut residualnya lebih dari 5% maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas.

c. Uji Mu ltikolinearitas

Uji Multikoloniaritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Multikolinearitas dapat dilihat dengan VI F (variance inflation factor) bila nilai VIFkurang dari 10 dan nilai tolerance diatas 0,10, maka tidak terdapat gejala multikolinearitas dan begitu pula sebaliknya.

d. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu dalam periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Untuk mengetahui apakah data yang digunakan dalam model regresi terdapat autokorelasiatau tidak, dapat diketahui melalui uji Durbin-Watson (DW). Apabila nilai DW lebih besar dari batas atas (du)

(11)

dan kurang dari 4-du, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi.

4. Linear Regression

Regresi linear pada adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen dengan variabel independennya. Untuk pengujian hipotesis tiga, regresi dilakukan dengan cara mengukur goodness of fitmodel regresi, untuk menilai ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual. Adapun persamaan linear regression untuk pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1 1 0 Y (6) Keterangan: Y = Kinerja, dan X1 = Fleksibilitas

Fleksib ilitas diukur dengan menggunakan kenaikan/penurunan kinerja sebelum dan setelah pengelolaan BLU. Sedangkan kinerja dioperasionalkan dengan 4 (empat) rasio yaitu reserve ratio, net income ratio, aset ratio dan viability ratio. Penelitian ini menggunakan tingkat signifikasi 1%-10%, apabila tingkat signifikasi kurang dari 10% berarti menerima Ha dan menolak H0.

Gambar

Tabel 1 Universitas BLU

Referensi

Dokumen terkait

Lebih jauh lagi, model regresi yang dihasilkan tidak dapat digunakan untuk menaksir variabel dependen pada nilai variabel independen tertentu..

Adapaun pertimbangan menggunakan sampel penelitian adalah: (1) ketepatan dan kepercayaan bahwa sampel yang diambil telah dapat mengukur parameter yang di duga dalam penelitian

Uji normalitas ialah pengujian statistik yang dipakai guna mengukur distribusi data apakah normal atau tidak. Bentuk regresi yang bagus yaitu bentuk regresi yang

Penelitian ini dilakukan pada populasi dan sampel tertentu yang representatif (Ramadhani, 2017) Metode ini dipergunakan untuk mengukur, menyajikan, serta menganalisis

Analisis atas kesesuaian model (Goodness-of-fit), yaitu menguji hipotesis nol yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarians data sampel

Pengujian hipotesis berdasarkan Gain peningkatan menggunakan uji-t satu sampel Pengujian Gain digunakan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar matematika yang terjadi pada

Analisis Regresi Linier Berganda Analisis data untuk pengujian hipotesis ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk menguji ada tidaknya pengaruh variabel - variabel

Uji hipotesis bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel X terhadap variable Y dengan pengujian koefisien regresi, dapat dirumuskan sebagai berikut : aApabila nilai b koefisien