BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 1 Tiparkidul pada semester II, tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak II siklus. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan sehingga jumlah pertemuannya ada empat kali pertemuan. Alokasi waktu tiap pertemuan 2 jam pelajaran yaitu 2 x 35 menit. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilaksanakan mulai tanggal 6 April sampai tanggal 15 April 2016. Peneliti sebagai observer sedangkan guru kelas sebagai pelaksana tindakan.
1. Deskripsi Siklus I a Perencanaan
Pada penelitian tindakan kelas ini, sebelum peneliti melaksanaan sebuah tindakan, maka diperlukan sebuah perencanaan. Tujuan diadakan perencanaan adalah agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diinginkan. Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti meminta izin kepada kepala sekolah SD Negeri 1 Tiparkidul. Perencanaan tindakan kelas pada siklus I yang dibuat oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1) Menentukan jadwal penelitian.
2) Mengalokasikan waktu kegiatan pembelajaran.
3) Menganalisis silabus untuk mengetahui kompetensi dasar yang akan disampaikan.
4) Menyiapkan dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada mata pelajaran IPS materi teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi untuk pertemuan satu dan dua yang disesuaikan dengan pendekatan saintifik dengan metode
outdoor study.
5) Menyiapkan lembar kerjas siswa (LKS) dan lembar jawaban peserta didik untuk pertemuan satu dan dua.
6) Menyusun kisi-kisi soal evaluasi.
8) Menyusun lembar observasi aktivitas peserta didik dan aktivitas guru.
9) Menyusun kisi-kisi angket sikap dan membuat lembar angket sikap tanggung jawab
b Hasil Pelaksanaan Tindakan Kelas
Pelaksanaan siklus I terdiri dari dua kali pertemuan yaitu pertemuan satu yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6 April 2016 jam 07.00 – 08.10 dan pertemuan kedua pada tanggal 8 April jam 07.00 – 08.10 dengan masing-masing alokasi waktu tiap pertemuan 2 jam pelajaran (2 x 35 menit).
1. Pelaksanaan siklus I pertemuan I
Adapun pelaksanaan tindakan kelas sebagai berikut :
Pada awal kegiatan pembelajaran guru mengondisikan siswa untuk siap mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian, guru bersama pesera didik membuka pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu. Setelah selesai berdoa ketua kelas memimpin peserta didik yang lain untuk memberikan salam kepada guru dan guru menjawab salam. Setelah itu guru menanyakan kehadiran peserta didik dengan memanggil satu persatu nama siswa. Kemudian, guru memotivasi peserta didik dengan melakukan tepuk prestasi. Guru mulai melakukan pembelajaran dengan mengulas kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Kegiatan inti pembelajaran dilakukan dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik mengenai materi yang akan disampaikan “Siapa yang pernah melihat
proses pembuatan genteng di Ajibarang dan bagaimana cara
pembuatannya?”. Siswa menjawab pernah dan bingung untuk
Gambar 4.1. Siswa dibagi menjadi 6 kelompok
Pada gambar 4.1, siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 4 siswa. Pembentukan kelompok dibagi secara rata dengan bantuan guru baik berdasarkan jenis kelamin, maupun tingkat kemampuan peserta didik dengan tujuan agar dalam kelompok sama rata. Kelompok dibentuk dengan nama kelompok A, B, C, D, E, F. Setelah selesai membentuk kelompok, selanjutnya guru memerintahkan siswa untuk duduk tertib sesuai dengan kelompok masing-masing. Kemudian setiap siswa mendapat lembar kerja siswa (LKS). Lembar kerja siswa digunakan sebagai pedoman pembelajaran agar sesuai dengan langkah-langkah pendekatan saintifik dan metode outdoor study
Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan metode outdoor study sebagai berikut :
1) Mengamati
Siswa keluar kelas dan menuju objek pengamatan yaitu tempat pembuatan tugu yang berada di depan sekolah. Sesampainya di tempat objek pengamatan, siswa mengamati objek pengamatan yaitu cara pembuatan tugu. Gambar siswa mengamati objek pengamatan seperti terlihat pada gambar 4.2 berikut :
Gambar 4.2. Siswa mengamati cara pembuatan tugu 2) Menanya
Gambar siswa menanyakan pertanyaan kepada guru seperti terlihat pada gambar 4.3 berikut :
Gambar 4.3. Siswa menanyakan materi yang belum dipahami
3) Mengumpulkan informasi
Setelah siswa melihat contoh konkrit objek pengamatan, siswa diberi waktu untuk berdiskusi dengan kelompok yang telah dibuat. Siswa mengumpulkan informasi dengan cara berdiskusi seperti terlihat pada gambar 4.4 berikut :
Pada gambar di atas hasil diskusi siswa dicatat dalam tabel pengamatan yang ada di lembar kerja siswa. Kemudian siswa kembali ke ruang kelas.
4) Menalar
Siswa duduk sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan oleh guru. Siswa berdiskusi kembali mengenai hasil pengamatan di lapangan. Setelah itu siswa menjawab pertanyaan yang ada di lembar kerja siswa dengan berdiskusi kelompok. Ada beberapa kelompok yang terlihat serius berdiskusi dengan teman sekelompoknya dan ada pula sebagian anak yang hanya bermain sendiri. Gambar sisw berdiskusi seperti terlihat pada gambar 4.5 berikut :
5) Mengkomunikasikan
Setelah mendapat hasil pengamatan diskusi kelompok, setiap kelompok memilih salah satu perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pengamatan di depan kelas. Dalam tahap ini siswa masih ragu-ragu dalam mempresentasikan hasil penelitiannya. Guru membantu jalannya presentasi dan membantu menyimpulkan hasil pengamatan siswa. Gambar siswa mengkomunikasikan hasil pengamatan dapat dilihat pada gambar 4.6 berikut :
Gambar 4.6. Siswa mengkomunikasikan hasil pengamatan
Guru melakukan tanya jawab untuk lebih memantapkan siswa mengenai materi pelajaran teknologi produksi. Guru meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan.
Kegiatan akhir dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mebuat kesimpulan dari materi yang sudah dipelajari dengan bimbingan guru. Setelah itu guru mengadakan evaluasi dengan memberikan soal-soal secara lisan. Hal ini dimaksudkan supaya siswa lebih tertantang untuk menjawab pertanyaan yang akan diberikan guru pada pertemuan berikutnya. Guru menyampaikan materi pelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Setelah selesai, siswa bersama guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa bersama dan diikuti dengan salam serta hamdalah.
2. Pelaksanaan siklus I pertemuan II
pertemuan dua sebanyak 24 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan sama seperti pertemuan sebelumnya. Peneliti bertindak sebagai observer I, teman sejawat sebagai observer II, dan guru bertindak sebagai pelaksana tindakan. Rencana pelaksanaan yang telah dipersiapkan dijadikan sebagai pedoman proses pembelajaran. Pertemuan dua proses tindakan yang dilakukan langsung mengenai teknologi komunikasi. Adapun pelaksanaan tindakan kelas sebagai berikut :
Pada awal kegiatan pembelajaran guru mengondisikan siswa untuk siap mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian, guru bersama pesera didik membuka pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu. Setelah selesai berdoa ketua kelas memimpin peserta didik yang lain untuk memberikan salam kepada guru dan guru menjawab salam. Setelah itu guru menanyakan kehadiran peserta didik dengan memanggil satu persatu nama siswa. Kemudian, guru memotivasi peserta didik dengan melakukan tepuk prestasi. Guru mulai melakukan pembelajaran dengan mengulas kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
materi yang akan disampaikan “Siapa yang mempunyai telepon genggam dan apa kegunaan dari telepon genggam?”. Sebagian banyak siswa menjawab punya dan selebihnya menjawab tidak punya dan banyak dari siswa menjawab kegunaan telepon genggam untuk berkirim kabar dengan saudara yang rumahnya jauh. Kemudian siswa mendengarkan penejelasan guru tentang materi pelajaran teknologi komunikasi.
Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan metode outdoor study sebagai berikut :
1) Mengamati
Dalam tahap pengamatan ini dilakukan di dalam kelas. Siswa diberi kesempatan untuk mengamati alat komunikasi yaitu leptop dan HP. Leptop disambungkan dengan internet agar siswa dapat mengakses internet dan mencari informasi-informasi yang ingin mereka ketahui. Gambar siswa mencari informasi seperti terlihat pada gambar 4.7 berikut :
Gambar 4.7. Siswa mencari informasi melalui internet
berantusias untuk menggunakan alat komunikasi yang telah disediakan.
2) Menanya
Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal yang belum di pahami seperti gambar 4.8 berikut :
Gambar 4.8. Siswa bertanya kepada guru
Pada gambar di atas ,kemudian guru menjawab pertanyaan yang belum dipahami oleh siswa.
3) Mengumpulkan informasi
4) Menalar
Siswa duduk sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan oleh guru sebelumnya. Siswa berdiskusi kembali mengenai hasil pengamatan seperti terlihat pada gambar 4.9 berikut :
Gambar 4.9. Siswa berdiskusi kelompok Pada gambar di atas, siswa menjawab pertanyaan yang ada di lembar kerja siswa dengan berdiskusi kelompok. Siswa begitu antusias meberikan pendapatnya karena sebagian banyak siswa memiliki alat komunikasi dan dapat menggunakannya.
5) Mengkomunikasikan
mempresentasikan di depan kelas, siswa diberi reward yaitu tepuk prestasi. Setelah selesai mengerjakan lembar kerja siswa kemudian siswa diberi soal evaluasi yang bersifat individu dalam pengerjaannya. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih paham dan mengasah daya ingat siswa mengenai materi yang telah dipelajari pada pertemuan I dan II. Kemudian setelah itu lembar kerja siswa dan lembar soal evaluasi yang telah diisi dikumpulkan dimeja guru.
Guru melakukan tanya jawab untuk lebih memantapkan siswa mengenai materi pelajaran teknologi produksi. Guru meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan.
dengan berdoa bersama dan diikuti dengan salam serta hamdalah.
c Observasi Siklus I
Pengamatan yang dilakukan pada siklus I, yaitu pengamatan terhadap sikap tanggung jawab siswa, prestasi belajar siswa, aktivitas guru dan aktivitas siswa. Sikap tanggung jawab siswa dapat diketahui dengan angket sikap tanggung jawab yang telah diisi oleh siswa setiap akhir siklus, sedangkan prestasi belajar siswa diukur dengan lembar evaluasi yang dikerjakan oleh siswa pada setiap akhir siklus. Pengamatan aktivitas guru dilakukan oleh observer I yaitu Arnaizda Dewi Anjanu selaku peneliti, sedangkan pengamatan aktivitas siswa dilakukan oleh observer II yaitu Nita Marchelina. Hasil dari sikap tanggung jawab, prestasi belajar siswa, pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Sikap Tanggung Jawab Siswa
Hasil Pengamatan sikap tanggung jawab siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel 4.1 di bawah ini :
Tabel 4.1. Hasil Rekapitulasi Angket Sikap Tanggung Jawab Siklus I
Jumlah 84,5
Rata-rata 3,5
Kriteria Sangat baik
Tabel di atas merupakan hasil perhitungan angket sikap tanggung jawab siswa memperoleh rata-rata 3,5. Hal ini berarti sikap tanggung jawab siswa masuk dalam rentang 3,25 < ≤ 4 dengan kriteria sangat baik. Kriteria tersebut sudah memenuhi indikator keberhasilan.
2) Prestasi Belajar Siswa
Prestasi belajar siswa yang diperoleh pada siklus I dari hasil penilaian evaluasi yang dilakukan setiap akhir siklus dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut ini :
Tabel 4.2. Hasil Rekapitulasi Prestasi Belajar Siswa Siklus I
Prestasi
Siklus I
Jumlah Persentase Kriteria
Siswa Tuntas Belajar 19 79%
Baik Siswa Tidak Tuntas Belajar 5 20,8%
Nilai Rata-rata 78,3
Data evaluasi pada siklus I yang tercantum dalam tabel 4.2, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelasnya adalah 78,3. Persentase ketuntasan pada siklus I yaitu 79%, dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 19 anak dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 anak. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 90 dan nilai terendah adalah 60. Persentase ketuntasan yang diperoleh pada siklus I sebesar 79%. Hal itu menunjukan bahwa ketuntasan kelas sudah mencapai tujuan yang diharapkan yaitu ≥70%, namun harus lebih ditingkatkan. Berdasarkan data diatas maka kegiatan pembelajaran akan dilanjutkan pada siklus II.
3) Hasil Observasi Aktivitas Guru
Hasil dari pengamatan terhadap aktivitas guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus I, dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut ini :
Tabel 4.3. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus I
Aspek yang diamati
Penilaian Rata-rata
P1 P2
2. Guru melakukan apersepsi tentang materi yang akan disampaikan
3 4 3,5
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 4 3 3,5
4. Guru memutar video pada LCD untuk menjelaskan materi pelajaran teknonologi produksi, komunikasi dan transportasi.
2 2 2
5. Guru membentuk kelompok outdoor study dengan anggota 4 siswa per kelompok
4 3 3,5
6. Guru mengkondisikan siswa keluar kelas menuju objek pengamatan
3 3 3
7. Guru membimbing siswa dalam pengamatan 3 4 3,5
8. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal yang belum dipahami.
4 3 3,5
9. Guru membimbing siswa berdiskusi kelompok mengenai pengamatan mereka
3 3 3
10. Guru membimbing siswa mencatat hasil pengamatan setiap kelompok pada tabel pengamatan.
3 4 3,5
11. Siswa kembali ke kelas dengan panduan guru 3 3 3 12. Guru membantu siswa membentuk
kelompok-kelompok yang telah dibuat.
4 3 3,5
13. Guru membimbing siswa berdiskusi mengenai hasil pengamatan kelompok masing-masing
14. Guru mengawasi siswa dalam menjawab pertanyaan di LKS dengan berdiskusi kelompok.
3 3 3
15. Guru membimbing siswa dalam memilih salah satu anggota untuk menjadi perwakilan kelompok
4 4 4
16. Guru membimbing perwakilan kelompok mengkomunikasikan/mempresentasikan hasil pengamatan kelompok mereka di depan kelas.
3 3 3
17. Guru membantu jalannya presentasi dan membantu menyimpulkan.
3 3 3
18. Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah diajarkan
3 3 3
19. Guru memberikan evaluasi untuk mengukur keberhasilan belajar siswa
3 4 3,5
20. Guru menutup pelajaran dengan memberikan motivasi dan salam
3 3 3
Jumlah Perolehan Skor 64 65 64,5
Jumlah Skor Maksimal 80 80 80
Rata-rata 3,2 3,3 3,2
Kriteria Baik
Keterangan :
P1 = Pertemuan pertama P2 = Pertemuan kedua
4) Hasil observasi aktivitas siswa
Hasil observasi aktivitas siswa yang dilakukan pada siklus I yang terdiri dari dua pertemuan dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut ini :
Tabel 4.4. Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus I
Pernyataan Keterangan Penilaian Rata-rata
P1 P2 A Siswa mengamati objek pengamatan
(mengamati)
85 88 86,5
B Siswa ikut aktif dalam melaksanakan tugas yang dipelajari dengan kegiatan
outdoor study dan aktif bertanya (menanya)
81 84 82,5
C Siswa ikut aktif dalam diskusi dan bekerja sama mengumpulkan informasi (mengumpulkan informasi)
78 82 80
D Siswa ikut aktif berdiskusi dalam mempersiapkan laporan pengamatan
kelompok (mengolah
informasi/menalar)
78 81 79,5
E Siswa berpartisipasi aktif dalam mengkomunikasikan hasil pengamatan dan menyimpulkan pembelajaran (mengkomunikasikan)
71 75 73
Rata-rata 3,3
Kriteria Sangat baik
Aktivitas siswa dapat diketahui berdasarkan tabel di atas dari pertemuan 1 dan pertemuan 2 mengalami peningkatan. Siklus I pertemuan I jumlah skor yang diperoleh siswa mencapai 308 dengan rata-rata 2,56 dan pada pertemuan II meningkat menjadi 410 dengan rata-rata 3,4. Rata-rata aktivitas siswa dari pertemuan I dan II adalah 3,3. Hal ini berarti aktivitas siswa masuk dalam rentang 3,25 < ≤ 4 dengan kriteria aktivitas siswa sangat baik.
Beberapa aspek kegiatan masih harus ditingkatkan. Hal ini disebabkan karena pada tahap pertama siswa masih kebingungan dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
d Refleksi
Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan pada siklus II, maka guru, peneliti, dan observer berdiskusi mengenai hasil dari pembelajaran yang telah dilaksanakan melalui metode
berlangsung sehingga dapat dicari pemecahan masalahnya dan dilakukan perbaikan saat proses pembelajaran pada siklus II.
Tabel 4.5. Saran Perbaikan Siklus I
No Kekurangan Saran Perbaikan
1 Siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran
Guru harus memberikan perhatian kepada seluruh anak ketika pembelajaran berlangsung dan memberikan penghargaan agar anak lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas.
2 Sikap tanggung jawab siswa dalam
mengerjakan tugas kurang optimal
Guru memberikan arahan kepada siswa untuk bertanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan
3 Beberapa siswa tidak ikut berdiskusi kelompok
Guru harus mengarahkan siswa untuk berdiskusi kelompok dan memberikan sanksi ketika siswa sulit untuk diarahkan
4 Guru dalam mengelola kelas kurang optimal
Guru dalam mengajar harus lebih tegas, sehingga dapat menarik perhatian siswa. Perhatian guru harus menyeluruh kepada seluruh siswa, jika ada yang tidak memperhatikan penjelasan dari guru atau bermain sendiri, maka dapat langsung ditangani dengan memberikan sanksi atau memberikan pertanyaan kepada siswa yang berkaitan dengan pelajaran
5 Guru kurang lancar dalam mengoperasikan video dengan bantuan LCD.
2. Deskripsi Siklus II a Perencanaan
Tahap perencanaan pertemuan I siklus II ini, peneliti merancang pelaksanaan pembelajaran melalui pendekatan saintifik dan metode outdoor study pada mata pelajaran IPS materi teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi. Pada pertemuan I ini materi yang akan dipelajari adalah teknologi transoprtasi dan mengulas seluruh materi yang telah dilaksanakan pada siklus I. Pelaksanaan pertemuan I siklus II ini pada hari Rabu tanggal 13 April dan hari Jumat tanggal 15 April 2016 di ruang kelas IV SD Negeri 1 Tipar Kidul.
Perencanaan tindakan kelas pada siklus II yang dibuat oleh peneliti adalah sebagai berikut :
1) Mengalokasikan waktu kegiatan pembelajaran.
2) Menyiapkan dan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) pada mata pelajaran IPS materi teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi untuk pertemuan satu dan dua yang disesuaikan dengan pendekatan saintifik dengan menggunakan metode outdoor study.
3) Menyiapkan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan lembar jawaban peserta didik untuk pertemuan satu dan dua.
4) Menyusun kisi-kisi soal evaluasi.
6) Menyusun lembar observasi aktivitas peserta didik dan aktivitas guru.
7) Menyusun kisi-kisi angket sikap dan membuat lembar angket sikap tanggung jawab
a Hasil Pelaksanaan Tindakan Kelas
Pelaksanaan siklus II terdiri dari dua kali pertemuan yaitu pertemuan satu yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 April 2016 jam 07.00 – 08.10 dan pertemuan kedua pada tanggal 15 April jam 07.00 – 08.10 dengan masing-masing alokasi waktu tiap pertemuan 2 jam pelajaran (2 x 35 menit).
1. Pelaksanaan siklus II pertemuan I
transportasi. Adapun pelaksanaan tindakan kelas sebagai berikut :
Pada awal kegiatan pembelajaran guru mengondisikan siswa untuk siap mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian, guru bersama pesera didik membuka pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu. Setelah selesai berdoa ketua kelas memimpin peserta didik yang lain untuk memberikan salam kepada guru dan guru menjawab salam. Setelah itu guru menanyakan kehadiran peserta didik dengan memanggil satu persatu nama siswa. Kemudian, guru memotivasi peserta didik dengan melakukan tepuk prestasi. Guru mulai melakukan pembelajaran dengan mengulas kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
Kegiatan inti pembelajaran dilakukan dengan melakukan tanya jawab dengan peserta didik mengenai materi yang akan disampaikan “Siapa yang dapat
menyebutkan apa saja teknologi transportasi?”. Sebagian
Siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang setiap kelompoknya terdiri dari 4 siswa. Pembentukan kelompok dibagi secara rata dengan bantuan guru baik berdasarkan jenis kelamin, maupun tingkat kemampuan peserta didik dengan tujuan agar dalam kelompok sama rata. Kelompok dibentuk dengan nama kelompok A, B, C, D, E, F. Setelah selesai membentuk kelompok, selanjutnya guru memerintahkan siswa untuk duduk tertib sesuai dengan kelompok masing-masing. Kemudian setiap siswa mendapat lembar kerja siswa (LKS). Lembar kerja siswa digunakan sebagai pedoman pembelajaran agar sesuai dengan langkah-langkah pendekatan saintifik dengan metode outdoor study. Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan metode outdoor study sebagai berikut :
1) Mengamati
2) Menanya
Dalam kegiatan menanya, siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal yang belum di pahami. Salah satu siswa bernama Ukky bertanya,”apakah gerobak merupakan teknologi
transportasi?”. Kemudian guru menjawab,”Gerobak
merupakan salah satu teknologi transportasi zaman dulu, karena gerobak belum menggunakan mesin”.
3) Mengumpulkan informasi
Siswa melihat contoh konkrit objek pengamatan, siswa diberi waktu untuk berdiskusi dengan kelompok yang telah dibuat. Seluruh siswa berpartisipasi dalam kegiatan ini, banyak siswa yang telah mengetahui teknologi transportasi karena kebanyakan siswa mempunyai kendaraan dan banyak transportasi di lingkungan rumah. Hasil diskusi siswa dicatat dalam tabel pengamatan yang ada di lembar kerja siswa. Kemudian siswa kembali ke kelas dengan panduan guru. 4) Menalar
siswa dengan berdiskusi kelompok. Dalam tahap ini siswa berantusias mengeluarkan pendapat dalam diskusi kelompok.
5) Mengkomunikasikan
Hasil pengamatan diskusi kelompok kemudian dipresentasikan, setiap kelompok memilih salah satu perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil pengamatan di depan kelas. Dalam tahap ini siswa mulai berani untuk mempresentasikan hasil penelitiannya. Guru membantu jalannya presentasi dan membantu menyimpulkan hasil pengamatan siswa. Bagi siswa yang berani mempresentasikan di depan kelas, siswa diberi reward yaitu tepuk prestasi. Kemudian setelah mempresentasikan di depan kelas, lembar kerja siswa yang telah diisi dikumpulkan dimeja guru.
Setelah itu, guru melakukan tanya jawab untuk lebih memantapkan siswa mengenai materi pelajaran teknologi transportasi. Siswapun bersemangat dalam menjawab pertanyaan walaupun masih ada sedikit kesalahan dalam menjawab. Guru meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan.
materi yang sudah dipelajari dengan bimbingan guru. Setelah itu guru mengadakan evaluasi dengan memberikan soal-soal secara lisan. Hal ini dimaksudkan supaya siswa lebih tertantang untuk menjawab pertanyaan yang akan diberikan guru pada pertemuan berikutnya. Guru menyampaikan materi pelajaran yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Setelah selesai, siswa bersama guru mengakhiri pembelajaran dengan berdoa bersama dan diikuti dengan salam serta hamdalah.
2. Pelaksanaan siklus II pertemuan II
Pertemuan dua proses tindakan yang dilakukan langsung yaitu mengulas materi sebelumnya. Adapun pelaksanaan tindakan kelas sebagai berikut :
Pada awal kegiatan pembelajaran guru mengondisikan siswa untuk siap mengikuti kegiatan pembelajaran. Kemudian, guru bersama pesera didik membuka pembelajaran dengan berdoa terlebih dahulu. Setelah selesai berdoa ketua kelas memimpin peserta didik yang lain untuk memberikan salam kepada guru dan guru menjawab salam. Setelah itu guru menanyakan kehadiran peserta didik dengan memanggil satu persatu nama siswa. Kemudian, guru memotivasi peserta didik dengan melakukan tepuk prestasi. Guru mulai melakukan pembelajaran dengan mengulas kembali materi sebelumnya dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
bertanya,”Pak apa bedanya telepon genggam pada zaman
sekarang dan zaman dulu?. Guru menjawab,”Perbedaan telepon genggam zaman sekarang dan dulu yaitu telepon genggam pada zaman sekarang banyak fungsinya selain sebagai alat komunikasi seperti menelpon dan kirim pesan singkat, telepon genggam zaman sekarang juga dapat digunakan untuk mengambil gambar dan mencari informasi melalui internet. Kemudian siswa mendengarkan penejelasan guru tentang materi pelajaran teknologi produksi, transportasi, dan komunikasi.
Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan metode outdoor study sebagai berikut :
1) Mengamati
Dalam tahap pengamatan ini siswa diminta untuk menyebutkan teknologi apa saja yang telah dipelajari sebelumnya. Kemudian siswa menggolongkan teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi yang siswa sebutkan termasuk kedalam teknologi zaman sekarang atau zaman dahulu secara lisan bersama dengan guru.
2) Menanya
Dalam kegiatan menanya, siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal yang belum di pahami. Kemudian guru menjawab pertanyaan yang belum dipahami oleh siswa.
3) Mengumpulkan informasi
transportasi. Hasil diskusi siswa dicatat dalam tabel pengamatan yang ada di lembar kerja siswa.
4) Menalar
Siswa duduk sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan oleh guru sebelumnya. Siswa berdiskusi kembali mengenai hasil pengamatan. Setelah itu siswa menjawab pertanyaan yang ada di lembar kerja siswa dengan berdiskusi kelompok. Siswa sangat antusias karena siswa telah mempelajari seluruh materi. Siswa saling bertukar pikiran dan menjawab secara bersama-sama.
5) Mengkomunikasikan
individu dalam pengerjaannya. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih mantap dalam menangkap pelajaran yang telah diberikan guru pada pertemuan I dan II. Kemudian setelah selesai mengerjakan soal evaluasi, lembar kerja siswa dan lembar soal evaluasi yang telah diisi dikumpulkan dimeja guru.
Guru melakukan tanya jawab untuk lebih memantapkan siswa mengenai materi pelajaran teknologi produksi. Guru meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan, dan penyimpulan.
a Observasi Siklus II
Pengamatan yang dilakukan pada siklus II, yaitu pengamatan terhadap sikap tanggung jawab siswa, prestasi belajar siswa, aktivitas guru dan aktivitas siswa. Sikap tanggung jawab siswa dapat diketahui dengan aangket sikap tanggung jawab yang telah diisi oleh siswa setiap akhir siklus, sedangkan prestasi belajar siswa diukur dengan lembar evaluasi yang dikerjakan oleh siswa pada setiap akhir siklus. Pengamatan aktivitas guru dilakukan oleh observer I yaitu Arnaizda Dewi Anjanu selaku peneliti, sedangkan pengamatan aktivitas siswa dilakukan oleh observer II yaitu Nita Marchelina. Hasil dari sikap tanggung jawab, prestasi belajar siswa, pengamatan terhadap aktivitas guru dan siswa dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Sikap Tanggung Jawab Siswa
Hasil Pengamatan sikap tanggung jawab siswa pada siklus II dapat dilihat pada tabel 4.6 di bawah ini :
Tabel 4.6. Hasil Rekapitulasi Angket Sikap Tanggung Jawab Siklus II
Jumlah 88,7
Rata-rata 3,7
Kriteria Sangat baik
Berdasarkan tabel tersebut, hasil perhitungan angket sikap tanggung jawab siswa memperoleh rata-rata 3,7. Hal ini berarti sikap tanggung jawab siswa masuk dalam rentang 3,25 < ≤ 4 dengan kriteria sangat baik. Kriteria tersebut sudah memenuhi indikator keberhasilan.
2) Prestasi Belajar Siswa
Prestasi belajar siswa yang diperoleh pada siklus II dari hasil penilaian evaluasi yang dilakukan setiap akhir siklus dapat dilihat pada tabel 4.7 berikut ini :
Tabel 4.7. Hasil Rekapitulasi Prestasi Belajar Siswa Siklus II
Prestasi
Siklus I
Jumlah Persentase Kriteria
Siswa Tuntas Belajar 24 100%
Sangat baik Siswa Tidak Tuntas Belajar 0 0%
Nilai Rata-rata 90,4
Dari data evaluasi pada siklus II yang tercantum dalam tabel 4.7, dapat diketahui bahwa nilai rata-rata kelasnya adalah 90,4. Persentase ketuntasan pada siklus II yaitu 100%, dengan jumlah seluruh siswa tuntas belajar. Nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 100 dan nilai terendah adalah 70. Persentase ketuntasan yang diperoleh pada siklus II sebesar 100%. Hal itu menunjukan bahwa adanya peningkatan yang baik dari siklus sebelumnya.
3) Hasil Observasi Aktivitas Guru
Hasil dari pengamatan terhadap aktivitas guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II, dapat dilihat pada tabel 4.8 berikut ini :
Tabel 4.8. Hasil Observasi Aktivitas Guru Siklus II
Aspek yang diamati
Penilaian Rata-rata
P1 P2
1. Guru mengkondisikan siswa untuk siap belajar 3 4 3,5 2. Guru melakukan apersepsi tentang materi yang
akan disampaikan
3 4 3,5
menjelaskan materi pelajaran teknonologi produksi, komunikasi dan transportasi.
5. Guru membentuk kelompok outdoor study
dengan anggota 4 siswa per kelompok
4 4 4
6. Guru mengkondisikan siswa keluar kelas menuju objek pengamatan
3 4 3,5
7. Guru membimbing siswa dalam pengamatan 3 4 3,5
8. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengajukan pertanyaan mengenai hal yang belum dipahami.
4 3 3,5
9. Guru membimbing siswa berdiskusi kelompok mengenai pengamatan mereka
3 3 3
10. Guru membimbing siswa mencatat hasil pengamatan setiap kelompok pada tabel pengamatan.
3 3 3
11. Siswa kembali ke kelas dengan panduan guru 3 3 3 12. Guru membantu siswa membentuk
kelompok-kelompok yang telah dibuat.
4 3 3,5
13. Guru membimbing siswa berdiskusi mengenai hasil pengamatan kelompok masing-masing
3 4 3,5
14. Guru mengawasi siswa dalam menjawab pertanyaan di LKS dengan berdiskusi kelompok.
3 4 3,5
satu anggota untuk menjadi perwakilan kelompok
16. Guru membimbing perwakilan kelompok mengkomunikasikan/mempresentasikan hasil pengamatan kelompok mereka di depan kelas.
3 4 3,5
17. Guru membantu jalannya presentasi dan membantu menyimpulkan.
3 3 3
18. Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah diajarkan
3 4 3,5
19. Guru memberikan evaluasi untuk mengukur keberhasilan belajar siswa
3 4 3,5
20. Guru menutup pelajaran dengan memberikan motivasi dan salam
3 3 3
Jumlah Perolehan Skor 65 72 68,5
Jumlah Skor Maksimal 80 80 80
Rata-rata 3,3 3,6 3,4
Kriteria Sangat baik
Keterangan :
P1 = Pertemuan pertama P2 = Pertemuan kedua
rata-rata keseluruhan pada pertemuan I dan II pada siklus I mencapai 68,5 dengan rata-rata 3,4. Hal ini berarti aktivitas guru masuk dalam rentang 3,25 < ≤ 4 dengan kriteria aktivitas guru sangat baik.
4) Hasil observasi aktivitas siswa
Tabel 4.9 Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus II
Pernyataan Keterangan Penilaian Rata-rata
P1 P2 A Siswa mengamati objek pengamatan
(mengamati)
89 89 89
B Siswa ikut aktif dalam melaksanakan tugas yang dipelajari dengan kegiatan
outdoor study dan aktif bertanya (menanya)
85 87 86
C Siswa ikut aktif dalam diskusi dan bekerja sama mengumpulkan informasi (mengumpulkan informasi)
84 85 84,5
D Siswa ikut aktif berdiskusi dalam mempersiapkan laporan pengamatan
kelompok (mengolah
informasi/menalar)
82 83 82,5
E Siswa berpartisipasi aktif dalam mengkomunikasikan hasil pengamatan dan menyimpulkan pembelajaran (mengkomunikasikan)
76 79 77,5
Jumlah 836 419,5
Rata-rata 3,5
Berdasarkan tabel tersebut, dapat diketahui bahwa aktivitas siswa dari pertemuan I dan pertemuan II mengalami peningkatan. Siklus I pertemuan I jumlah skor yang diperoleh siswa mencapai 416 dengan rata-rata 3,5 dan pada pertemuan II mencapai 423 dengan rata-rata 3,5. Rata-rata aktivitas siswa dari pertemuan I dan II adalah 3,5. Hal ini berarti aktivitas siswa masuk dalam rentang 3,25 <
≤ 4 dengan kriteria aktivitas siswa sangat baik. e Refleksi
Pada tahap refleksi siklus II ini peneliti, observer beserta guru berdiskusi mengenai hasil pelaksanaan pembelajaran dan observasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan pada siklus II, peneliti, obeserver dan guru dapat mengetahui adanya peningkatan prestasi belajar pada siklus II.
keseluruhan jumlah siswa yaitu 24 seluruhnya tuntas belajar dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 70. Maka dari itu peneliti dan guru mengambil keputusan bahwa kegiatan penelitian hanya sampai pada siklus II karena melihat hasil yang telah diperoleh sudah mengalami peningkatan. Sedangkan sikap tanggung jawab siswa pada siklus II juga telah mengalami peningkatan dan masuk dalam kriteria sangat baik. Hal ini dibuktikan dengan sikap tanggung jawab siswa yang semakin baik setiap harinya.
B. Pembahasan
1. Sikap tanggung jawab siswa
Peningkatan sikap tanggung jawab siswa pada penelitian ini mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini dapat dilihat berdasarkan hasil observasi sikap tanggung jawab siswa seperti terlihat pada tabel 4.10 berikut :
Tabel 4.10. Hasil Rekapitulasi Angket Sikap Tanggung Jawab Siswa
Siklus Jumlah Rata-rata Kriteria
Siklus I 84,5 3,5 Sangat baik
Gambar peningkatan sikap tanggung jawab siswa dapat dilihat pada gambar 4.10 berikut :
Gambar 4.10. Diagram Peningkatan Sikap Tanggung Jawab Tabel di atas menunjukan bahwa ada peningkatan rata-rata sikap tanggung jawab dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I rata-rata sikap tanggung jawab siswa mencapai 3,5 dengan kriteria sangat baik dan pada siklus II rata-rata sikap tanggung jawab siswa meningkat menjadi 3,7 dengan kriteria sangat baik. Peningkatan sikap tanggung jawab siswa ditandai dengan siswa lebih bertanggung jawab terhadap setiap perbuatannya dari awal kegiatan pembelajaran sampai akhir seperti : siswa tidak bermain ketika menyebrang jalan menuju objek pengamatan, siswa berkumpul sesuai dengan kelompoknya, siswa mengerjakan tugas kelompok berupa LKS, siswa mengerjakan tugas individu yang berupa soal akhir siklus, dan setiap siswa bertukar
Siklus I Siklus II
84.5 88.7
3.5 3.7
pendapat ketika berdiskusi kelompok. Data yang diperolah tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan saintifik dengan metode
outdoor study dapat meningkatkan sikap tanggung jawab siswa kelas IV dalam mengikuti pembelajaran IPS materi teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi.
2. Prestasi belajar siswa
Peningkatan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Tipar Kidul pada mata pelajaran IPS materi teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi melalui pendekatan saintifik dengan metode outdoor study mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hasil dari prestasi belajar siswa dapat dilihat dari tabel 4.11 di bawah ini :
Tabel 4.11. Rekapitulasi Hasil Prestasi Belajar Siswa
No Pencapaian Siklus I Siklus II
1. Nilai tertinggi 90 100
2. Nilai terendah 60 70
3. Rata-rata nilai 78,3 90,4
4. Siswa tuntas belajar 19 24
5. Siswa tidak tuntas belajar 5 0
6. Persentase tidak tuntas belajar
20,8% 0%
7. Persentase tuntas belajar 79% 100%
Gambar peningkatan hasil prestasi belajar siswa seperti terlihat pada gambar 4.11 berikut :
Gambar 4.11. Diagram Peningkatan Hasil Prestasi Belajar Siswa Tabel di atas terlihat adanya peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I diperoleh hasil evaluasi nilai terendah siswa adalah 60 dan nilai tertinggi adalah 90, dengan rata-rata nilai 78,3 dan memperoleh presentase ketuntasan belajar mencapai 79% dengan kriteria baik. Sedangkan pada siklus II hasil evaluasi siswa mengalami peningkatan nilai yang sangat baik dibandingkan dengan siklus I. Pada siklus II diperoleh hasil evaluasi nilai terendah adalah 70 dan nilai tertinggi adalah 100, dengan rata-rata nilai 90,4 dan memperoleh presentase ketuntasan belajar mencapai 100% dengan kriteria sangat baik. Pada siklus I jumlah siswa tuntas belajar sebanyak 19 siswa dan tidak tuntas belajar
Siklus I Siklus II
20.80%
0% 79%
100%
meningkat menjadi 24 siswa dan tidak ada siswa yang tidak tuntas belajar. Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS materi teknologi produksi, komunikasi, dan transportasi meningkat dipengaruhi oleh keseriusan siswa dalam proses pembelajaran. Keseriusan siswa dalam pembelajaran timbul karena siswa merasa tertarik dengan proses pembelajaran yang tidak seperti biasanya. Pelajaran IPS biasanya disajikan di dalam kelas dan membuat siswa seringkali bosan. Setelah diterapkan proses pembelajaran IPS melalui pendekatan saintifik dan metode outdoor study, siswa jadi aktif dan merasa senang karena pembelajaran dilakukan diluar kelas. Sehingga siswa dapat melihat langsung objek yang sedang dipelajari. Selain itu, siswa juga lebih aktif karena langkah-langkah pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan membuat siswa disibukkan dengan kegiatan tersebut sehingga siswa tidak bermain-main sendiri ketika proses pembelajaran berlangsung.
komunikasi, dan transportasi melalui pendekatan saintifik dengan metode outdoor study dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri 1 Tipar Kidul.
Peningkatan prestasi siswa selain dilihat dari hasil evaluasi juga didukung oleh hasil pengamatan aktivitas guru yang baik. Pengamatan aktivitas guru digunakan untuk mengetahui kegiatan yang dilakukan ketika proses belajar mengajar dari awal hingga akhir pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran IPS melalui pendekatan saintifik dengan metode outdoor study yang telah disusun.
3. Observasi aktivitas guru
Rekapitulasi hasil observasi aktivitas guru dapat dilihat pada tabel 4.12 dibawah ini :
Tabel. 4.12. Hasil Rata-rata Nilai Observasi Aktivitas Guru Siklus Rata-rata
tindakan I
Rata-rata tindakan II
Rata-rata Kriteria
I 3,2 3,3 3,2 Baik
Gambar peningkatan aktivitas guru seperti terlihat pada gambar 4.12 berikut :
Gambar 4.12. Diagram Peningkatan Aktivitas Guru
Tabel 4.12 dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I diperoleh rata-rata 3,2 dengan kriteria baik sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata 3,4 dengan kriteria sangat baik.
Aktivitas guru dari setiap pertemuan mengalami peningkatan karena setiap akhir mengajar dilakukan refleksi, sehingga guru dapat mengetahui kekurangan atau kendala yang dihadapi pada siklus I dan siklus II. Selain itu guru juga berusaha untuk memperbaiki cara mengajar agar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran IPS melalui pendekatan saintifik dengan metode outdoor study.
Siklus I Siklus II
64.5 68.5
3.2 3.4
4. Observasi aktivitas siswa
Observasi aktivitas siswa mengalami peningkatan pada siklus I ke siklus II. Peningkatan aktivitas siswa dapat dilihat pada tabel 4.13 sebagai berikut :
Tabel 4.13 Hasil Observasi Aktivitas Siswa
Siklus Jumlah Rata-rata Kriteria
Siklus I 401,5 3,3 Sangat baik
Siklus II 419,5 3,5 Sangat Baik
Gambar peningkatan sktivitas siswa seperti terlihat pada gambar 4.13 berikut :
Gambar 4.13. Diagram Peningkatan Aktivitas Siswa
Siklus I Siklus II
401.5 419.5
3.3 3.5