• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis kualitas air muara sungai kurau Kabupaten Bangka Tengah ditinjau dari indeks saprobitas plankton - Repository Universitas Bangka Belitung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Analisis kualitas air muara sungai kurau Kabupaten Bangka Tengah ditinjau dari indeks saprobitas plankton - Repository Universitas Bangka Belitung"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil Perhitungan Nilai Koefisien Saprobik Indeks (SI) Stasiun I
Gambar 4. Bacteriastrum sp.
Gambar 12. Fragillaria sp.
Gambar 4.

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 4.8 Nilai Korelasi Spearman yang diperoleh antar parameter fisik kimia perairan dengan Keanekaragaman Plankton yang didapatkan pada setiap Stasiun Penelitian. PARAMETER R

Pada stasiun IV genus yang memiliki nilai Kelimpahan Populasi (K) tertinggi yaitu pada Radiofillum sebesar 32,65 ind/l, Kelimpahan Relatif (KR) sebesar 4,34% dan Frekuensi

Dari hasil perhitungan indeks saprobiknya untuk ke 5 stasiun penelitian yang telah ditentukan, ternyata pada semua lokasi yang distudi berkisar >1 – < 1,5

Berdasarkan PP No.82 Tahun 2001, parameter Nitrat untuk baku mutu kelas I berada pada nilai 10mg/L, hal ini menandakan bahwa semua stasiun pengamatan memiliki

Air sumber gadung di desa watesnegoro memiliki kualitas air sedang karena hasil menunjukkan bahwa kadar oksigen sebesar 3,3 mg/l dan indeks keanekaragaman sebesar 1,6

Metode penelitian diawali dengan pengambilan sample air di 2 titik pengamatan yang terbentang pada ruas Kuantan tengah sepanjang 1 km, dan dilaksanakan pengujian kualitas air

Sedangkan konsentrasinitrat terendah terdapat di stasiun 1 yakni 0,054 mg/L.Pada kondisi perairan pasang menuju surut (B), konsentrasi nitrat tertinggi yaitu 0,200 mg/L terdapat

Stasiun Pengamatan II memiliki kelimpahan lebih tinggi karena berada dekat dengan aktivitas PKS yang mana air limbah hasil treatment yang sudah sesuai bakumutu masuk ke badan sungai