• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Akuisisi pada PT Bentoel Iternasional Investama, Tbk (Periode 2007-2011).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Akuisisi pada PT Bentoel Iternasional Investama, Tbk (Periode 2007-2011)."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Comparative Analysis of Financial Performance Before and After The Acquisition of PT Bentoel Internasional Investama, Tbk (Period 2007-2011)

Aditya Fadila Ardy

Management Department of Economics Faculty Maranatha Christian University

ABSTRACT

Competitive strategy is an attempt to develop the company in accordance with an agreed scale size to achieve the company's long-term goals or also called growth strategy. One of the industries that employ these strategies by takeover another company or acquisition is the tobacco industry. The object of this study was PT Bentoel International Investama (RMBA), data analyzed were the company's financial performance before the acquisition in 2007 until 2008 and after acquisitions in the years 2010 until 2011. Data analysis used the paired sample t-test using financial ratios such as liquidity ratios, activity ratios, solvency ratios, profitability ratios, and market ratios. The results of this research is the enhancement of the company’s financial performance after the acquisition

(2)

Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perusahaan Sebelum dan Sesudah Akuisisi Pada PT Bentoel Internasional Investama, TBK (Periode 2007-2011)

Aditya Fadila Ardy

Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Strategi bersaing merupakan suatu usaha untuk mengembangkan perusahaan sesuai dengan ukuran besaran yang disepakati untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan atau disebut juga strategi pertumbuhan. Salah satu industri yang menerapkan strategi ini dengan cara mengambilalih perusahaan lain atau akuisisi adalah industri rokok.. Objek dalam penelitian ini adalah PT Bentoel Internasional Investama Tbk (RMBA), data yang dianalisa yaitu kinerja keuangan perusahaan sebelum akuisisi pada tahun 2007 sampai 2008 dan sesudah akuisisi pada tahun 2010 sampai 2011. Analisis data yang digunakan adalah uji-t sampel berpasangan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan seperti rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio pasar. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah peningkatan kinerja keuangan perusahaan setelah melakukan akuisisi.

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Identifikasi Masalah ... 5

1.3. Tujuan Penelitian ... 5

1.4. Kegunaan Penelitian ... 6

BAB II LANDASAN TEORI DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS ... 7

2.1. Penggabungan Usaha ... 7

2.1.1. Bentuk-Bentuk Penggabungan Usaha ... 8

2.1.2. Jenis-Jenis Merger dan Akuisisi ... 10

2.1.3. Faktor Yang Memengaruhi Merger dan Akuisisi ... 13

2.1.4. Tahapan Dalam Melakukan Merger dan Akuisisi ... 15

2.1.5. Kelebihan dan Kekurangan Merger dan Akuisisi ... 17

2.1.6. Kinerja Keuangan ... 19

(4)

2.4. Hipotesis Statistik ... 27

BAB III METODE PENELITIAN... 28

3.1. Objek Penelitian ... 28

3.2. Jenis Penelitian ... 29

3.3. Sumber Data Penelitian ... 29

3.4. Periode Pengamatan ... 30

3.5. Devinisi Operasional Variabel ... 30

(5)

DAFTAR GAMBAR

(6)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel I Perhitungan Current Ratio ... 38

Tabel II Perhitungan Quick Ratio ... 39

Tabel III Perhitungan Fixed Asset Turnover ... 40

Tabel IV Perhitungan Total Asset Turnover ... 41

Tabel V Perhitungan Debt Ratio ... 42

Tabel VI Perhitungan Long Term Debt to Equity Ratio ... 43

Tabel VII Perhitungan Debt to Equity Ratio... 44

Tabel VIII Perhitungan Net Profit Margin ... 45

Tabel IX Perhitungan Return on Asset ... 46

Tabel X Perhitungan Return on Equity ... 46

Tabel XI Perhitungan Earning Per Share ... 47

Tabel XII Perhitungan Price Earning Ratio ... 48

Tabel XIII Perhitungan Market Book Ratio ... 49

Tabel XIV Data Penelitian Kinerja Keuangan Perusahaan ... 50

Tabel XV Uji Normalitas ... 55

(7)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

(8)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Perkembangan bisnis di Indonesia mulai berkembang pesat, ditambah lagi dengan adanya perubahan dalam lingkungan bisnis, seperti globalisasi, perdagangan bebas, deregulasi, kemajuan teknologi, dan telekomunikasi yang telah menciptakan persaingan menjadi lebih ketat antar perusahaan. Alasan inilah yang menuntut perusahaan untuk selalu memikirkan strategi yang tepat agar dapat bertahan, berkembang, dan juga bersaing dengan perusahaan lainnya. Menurut Wibowo (2012), strategi bersaing merupakan suatu usaha untuk mengembangkan perusahaan sesuai dengan ukuran besaran yang disepakati untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan atau disebut juga strategi pertumbuhan.

Salah satu strategi bersaing yang mulai diterapkan perusahaan saat ini adalah menggabungkan diri dengan perusahaan lain menjadi satu, atau yang lebih dikenal dengan istilah merger dan akuisisi. Sejak tahun 1992 perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi terus meningkat, sampai pada tahun 1996 peningkatan merger dan akuisisi yang terjadi mencapai 67% (Sotensen dalam Meta, 2010). Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan agar perusahaan bisa berkembang adalah dengan melakukan merger dan akuisisi (Koesnadi dalam Wibowo, 2012).

(9)

(Black & Cambell dalam Fuady, 2008). Sedangkan akuisisi adalah pengambilan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau aset suatu perusahaan oleh perusahaan lain, dan dalam peristiwa ini baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah (Moin, 2010:5). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 27 Tahun 1998 tentang Penggabungan, Peleburan dan Pengambilalihan Perseroan Terbatas mendefinisikan akuisisi sebagai perbuatan hukum yang dilakukan oleh badan hukum atau orang perseorangan untuk mengambilalih baik seluruh atau sebagian besar saham perseroan yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap perseroan tersebut.

(10)

Merger dan akuisisi yang dilakukan perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan saja, tapi ada kalanya perusahaan melakukan strategi ini untuk mempertahankan eksistensinya dalam dunia bisnis yang lebih dikenal dengan istilah motif ekonomis dan non-ekonomis (Surtojo dalam Wiriastari, 2010).

Salah satu industri yang harus mempertahankan eksistensinya yaitu industri rokok. Konsumen perokok di Indonesia yang terus meningkat dari tahun ke tahun memaksa industri ini untuk terus meningkatkan kinerjanya. Global Adult Tobacco Survey mencatat bahwa di Indonesia sampai dengan pertengahan 2012 mencapai 69,7% perokok aktif (sumber: www.kompas.com). Alasan inilah yang mengharuskan perusahaan rokok untuk menerapkan strategi merger dan akuisisi. PT Gudang Garam Tbk melakukan akuisisi terhadap PT Karyadibya Mahardika pada tahun 2002, PT HM Sampoerna Tbk diakusisi oleh Philip Morris International pada tahun 2005, dan PT Bentoel International Investama Tbk diakuisisi oleh British America Tobacco (BAT) pada tahun 2009.

(11)

Sedangkan setelah perusahaan diakuisisi, pada tahun 2010 ada kenaikan laba bersih sebesar 309,32% (sumber: Annual Report 2009).

Secara teori, setelah dua perusahaan atau lebih bergabung, maka dengan sendirinya ukuran perusahaan bertambah besar karena aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan digabung bersama. Namun, penelitian yang dilakukan Mariana dan Hasnawati (2008) tentang analisa kinerja keuangan PT Gudang Garam sebelum dan sesudah melakukan akuisisi terhadap PT Karyadibya Mahardika menunjukkan tidak adanya peningkatan kinerja keuangan perusahaan. Adanya perbedaan teori dengan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa ada hal yang memicu terjadinya penurunan kinerja perusahaan.

Penelitian ini ingin membahas tentang peningkatan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah melakukan akuisisi. Dan salah satu perusahaan yang melakukan strategi akuisisi adalah PT. Bentoel International Investama Tbk.

(12)

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian di atas, maka yang menjadi identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

− Bagaimana kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi?

− Bagaimana analisa perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi jika dilihat dari Current Ratio, Quick Ratio, Fixed Assets

Turnover, Total Assets Turnover, Debt Ratio, Long Term Debt to Equity Ratio, Debt Equity Ratio, Net Profit Margin, Return on Assets, Return on Equity, Earning Per Share, Price Earning Ratio, dan Market to Book Ratio?

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah di atas maka tujuan penelitian ini dilakukan adalah: − Untuk mengetahui kinerja perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi.

− Untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi jika dilihat dari Current Ratio, Quick Ratio, Fixed Assets

(13)

1.4. Kegunaan Penelitian Bagi Penulis

Penelitian ini berguna untuk mengintegrasikan teori - teori manajemen yang telah dipelari terutama dalam menganalisa kinerja keuangan perusahaan.

Bagi Perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan perusahaan dalam mengevaluasi kinerja perusahaan di masa mendatang.

Bagi Akademisi

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam bidang keuangan khususnya akuisisi.

Bagi Peneliti Selanjutnya

(14)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1. Simpulan

Hasil pengujian yang telah dilakukan pada penelitian ini yaitu membandingkan kinerja perusahaan sebelum melakukan akuisisi dan setelah melakukan akuisisi. Dari hasil yang didapat secara keseluruhan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan perusahan sebelum akuisisi dan setelah akuisisi. Perbedaan yang terjadi setelah akuisisi adalah peningkatan kinerja keungan perusahaan menjadi lebih baik.

Namun jika dilihat dari kelompok-kelompok rasio, tidak semua rasio menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berikut ini adalah penjelasan kelompok-kelompok rasio yang digunakan pada penelitian ini:

1. Pada rasio likuiditas, terjadi penurunan setelah dilakukannya akuisisi. Peningkatan aset akibat akuisisi yang dibarengi juga dengan peningkatan kewajiban perusahaan, memungkinkan rasio likuiditas perusahaan tidak memperlihatkan perbedaan yang signifikan setelah dilakukannya akuisisi.

2. Pada rasio aktivitas, terjadi peningkatan perputaran total aset perusahaan dibandingkan sebelum perusahaan melakukan akuisisi. Peningkatan penjualan menjadi salah satu faktor meningkatnya rasio aktivitas setelah akuisisi.

(15)

4. Pada rasio profitabilitas, terjadi penurunan pada beberapa rasio. Hal ini disebabkan bertambahnya beban bunga yang dimiliki perusahaan setelah melakukan akuisisi. Namun jika dilihat dari pendapatan per lembar saham, terjadi peningkatan setelah akuisisi.

5. Pada rasio pasar, terjadi peningkatan setelah dilakukan akuisisi. Artinya tingkat kepercayaan investor akan semakin tinggi untuk menanamkan modalnya pada saham perusahaan.

5.2. Saran

Di bawah ini peneliti akan memberikan saran yang terkait dengan penelitian ini, antara lain :

1. Saran Bagi Manajemen Perusahaan

− Meningkatkan proporsi ekuitas daripada proporsi pinjaman sebagai sumber dana. Bertujuan untuk mengurangi risiko perusahaan tidak mampu bayar hutang dan bunga, sehingga perusahaan dapat menjalankan usahanya dengan stabil. Dengan begitu dapat meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya ke perusahaan serta meningkatkan kepercayaan kreditur terhadap perusahaan.

(16)

perusahaan masih belum bisa melakukan peningkatan kinerja. Sehingga pihak manajemen perusahaan harus benar-benar memperhitungkan apakah dengan melakukan akuisisi sesuai dengan tujuan perusahaan.

2. Saran Bagi Penelitian Selanjutnya

− Hendaknya melakukan penelitian dengan periode pengamatan lebih lama, agar lebih terlihat perubahan jangka panjang perusahaan setelah melakukan akuisisi.

Menganalisa rasio keuangan lainnya seperti EVA (Economic Value Added). − Bagi penelitian selanjutnya hendaknya juga menganalisis motif atau tujuan

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Fahmi, Irham. (2012). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta Fuady, Munir. (2008). Hukum Tentang Merger. Bandung: Citra Aditya Bakti Gitman, J. Lawrence. Principles of Manajerial Finance 12th edition.

Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS

19. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Hadiningsih, Murni. (2007). Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi

Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakusisi Dan Perusahaan Diakuisisi Di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Skripsi. Manajemen. Universitas Islam

Indonesia Yogyakarta.

Hutagalung, Anita. (2002). Reaksi Pemegang Saham Terhadap Pengumuman Merger dan Akuisisi di Bursa Efek Jakarta. Sinergi Kajian Bisnis dan Manajemen. Vol 4, No 2, 2002

Kurniawan, Stanislaus Albert. (2012). SPSS 20 Anaisis Deskriptif dan Multivariate. Bandung: Bisnis2030

Mariana, Y., dan Hasnawati, S. (2008). Analisis Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Akuisisi (Studi Kasus Pada PT Gudang Garam Tbk). Telaah

Manajemen. 3(1), 75-101.

Meta, Anisa. (2010). Analisis Manajemen Laba dan Kinerja Keuangan Perusahaan

Pengakuisisi Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2009. Skripsi. Manajemen. Universitas

Diponegoro Semarang.

Moin, Abdul. (2010). Merger, Akuisisi, dan Divestasi. Yogyakarta: Ekonisia

(18)

Nugroho, Muhammad Aji. (2010). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan

Perusahaan Sebelum dan Sesudah Merger dan Akuisisi (Pada Perusahaan Pengakuisisi, periode 2002-2003). Skripsi. Manajemen. Universitas Diponegoro

Semarang.

Nurdin. (1996). Analisis Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Akuisisi Pada Perusahaan Go Publik di Indonesia. Jurnal Siasat Bisnis. 1(3).

Reswanti, Roro Arinda. (2012). Analisis Dampak Merger dan Akuisisi Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia. Skripsi. Manajemen Universitas Widyatama Bandung.

Sopiyudin, D. 2009. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta : Salemba Medika

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif,

dan R&D. Bandung: Alfabeta

Sutrisno dan Sumarsih. (2004). Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi Terhadap Pemegang Saham di BEJ Perbandingan Akusisi Internal dan Eksternal. JAAI. 8(2), ISSN: 1410-2420.

Suliyanto. (2006). Metode Riset Bisnis. Yogyakarta: Andi Offset

Uyanto, Stanlius. S. (2009). Pedoman Analisis Data Dengan SPSS. Edisi Ketiga. Jakarta: Graha Ilmu.

Weston, J. Fred. dan Brigham Eugene F. (1994). Dasar-Dasar Manajemen

Keuangan jilid 2. Jakarta: Erlangga

Wibowo, Fairuz Angger. (2012). Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan

Perusahaan Sebelum Dan Sesudah Merger dan Akuisisi (Studi Pada Perusahaan yang Melakukan Merger dan Akuisisi, periode 2004-2010). Skripsi.

Manajemen. Universitas Diponegoro Semarang.

Widyaputra, Dyaksa. (2006). Analisis Perbandingan Kinerja Perusahaan &

Abnormal Return Saham Sebelum & Sesudah Merger Dan Akuisisi (Di Bursa Efek Jakarta Periode 1998-2004). Tesis. Magister Manajemen. Universitas

(19)

Wiriastari, Rahadiani. (2010). Analisis Dampak Pengumuman Merger dan Akuisisi

Terhadap Return Saham Perusahaan Akuisitor Yang Terdaftar Di BEI (Tahun 2004-2008). Skripsi. Manajemen. Universitas Diponegoro Semarang.

http://www.kemendagri.go.id/

Referensi

Dokumen terkait

Dengan mengambil keputusan dengan cepat tidak akan membuang- buang waktu, Contoh: jika ada karyawan yang tidak masuk dan pesanan banyak segera mencari pengganti. Jika barang habis

Dengan telah dilakukannya penelitian tentang pengaruh non performing financing dan financing to deposit ratio terhadap profitabilitas dengan Capital Adequacy Ratio

biaya produksi rata-rata yang dikeluarkan petani untuk usahatani jeruk nipis per. tahun di daerah penelitian adalah Rp 44.530.000,-

Pada tahun 2017 PT.ASDP Ferry (persero) melakukan pengembangan dan peningkatan fasilitas pelabuhan yakni Terminal eksekutif di pelabuhan Merak, Banten, dan

Salah satu aspek dalam peningkatkan derajat kesehatan adalah tingkat pengetahuan masyarakat, berbagai hasil penelitian telah menemukan adanya perbedaan signifikan

 Hukum Internasional dapat didefinisikan sebagai keseluruhan hukum yang untuk sebagian besar terdiri dari prinsip-prinsip dan kaidah- kaidah perilaku yang terhadapnya

Keterampilan BHD menjadi penting karena didalamnya diajarkan mengenai teknik dasar penyelamatan korban dari berbagai kecelakaan atau musibah sehari-hari yang biasa

Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan segala kerendahan hati yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis mampu