• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANAN PETANI SALAK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PADANGSIDIMPUAN DARITAHUN 2001-2012.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PERANAN PETANI SALAK DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT PADANGSIDIMPUAN DARITAHUN 2001-2012."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PERANAN PETANI SALAK DALAM MENINGKATKAN

PENDAPATAN MASYARAKAT PADANGSIDIMPUAN

DARI TAHUN 2001-2012

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

OLEH:

WILDA RAMADHANI NASUTION

NIM. 309321057

JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

FAKULTAS ILMU SOSIAL

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Wilda Ramadhani Nasution, NIM 309321057, “Peranan Petani Salak Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Padangsidimpuan Dari Tahun 2001-2012”, Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, 2014.

Tujuan penelitian ini adalah : (1) untuk mengetahui bagaimana tahapan produksi dari budidaya buah salak Sibakkua di kecamatan Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan mulai dari tangan petani hingga dapat dijangkau konsumen; (2) untuk mengetahui bagaimana hubungan ekonomis yang terjalin antara petani dan buruh tani yang bekerjasama membudidayakan salak di kebun-kebun rakyat di kecamatan Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan; (3) untuk mengetahui bagaimana dampak dari potensi besar budidaya salak Sibakkua tersebut terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat petani salak di kota Padangsidimpuan sejak tahun 2001 sampai 2012.

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena

atas berkat dan rahmat-NYA, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan

baik. Adapun judul dari skripsi ini adalah “ Peranan Petani Salak dalam

Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Padangsidimpuan dari Tahun 2001

2012”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan memperoleh

gelar sarjana pendidikan di Jurusan Pendidikan Sejarah.

Dalam penulisan skripsi ini, penulis banyak menerima bantuan moril

maupun materil. Peneliti juga menyadari banyak hambatan dan kesulitan yang

dialami dalam penysunan skripsi ini. Namun berkat dukungan dari berbagai pihak,

akhirnya peneliti dapat menyelesaikannya tepat waktu. Dengan segala

kerendahan hati, penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Prof. Dr. Ibnu Hajar Damanik selaku rektor Universitas Negeri Medan

beserta jajarannya.

2. Dr. H. Restu, M.S selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri

Medan beserta jajarannya.

3. Ibu Dra. Lukitaningsih, M.Hum selaku ibu Ketua Jurusan dan Ibu Dra.

Hafnita S.D Lubis, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Sejarah

Universitas Negeri Medan.

4. Ibu Drs. Ponirin, M.Si selaku Pembimbing Akademik (PA) dan penguji

utama yang telah banyak membimbing dan memeberi masukan kepada

(7)

iii

5. Ibu Dra. Hafnita SD Lubis, M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi (PS),

yang telah meluangkan waktunya untuk memberi saran dan masukan

kepada penulis.

6. Para penguji Ibu Dr. Samsidar Tanjung, M.Pd dengan Bapak Tappil

Rambe, S.Pd.M.Si selaku penguji yang telah memberi banyak saran dalam

memperbaiki penyusunan perbaikan skripsi, serta seluruh Bapak/Ibu

Dosen Jurusan Pendidikan Sejarah UNIMED yang telah membuka

cakrawala pengetahuan sekaligus mendidikasi melalui proses belajar

mengajar selama bebearapa tahun saya ucapkan terimakasih atas

bimbingannya.

7. Kepada orang tua Ayahanda Suardi Nasution, SE dan Ibunda Chalidah

Nasution, S.Ag, terimakasih untuk Do’a yang dipanjatkan, didikan,

dukungan dan curahan kasih sayang yang tidak terhingga dan tidak

terbatas. Terimakasih pula kepada Abangku Rahmad Surkhalid Naution,

SH yang selalu menasehati dan memberi contoh yang baik dan juga

kepada Adik tersayang Lia Maulida Nasution yang selalu memberi

keceriaan.

8. Kepada Ahmad Muhajir, S.Pd yang selalu memotivasi, membimbing dan

memberi masukan kepada saya. Terimakasi untuk waktu dan perhatiannya.

9. Kepada sahabat saya yang paling saya sayangi, susah senang selalu

bersama Rita Musrifah, Tya Anugrah Ginting, Ayu Rahmayani, Devita

Syahfitri, Utari Rahayu Tami. Terima kasih untuk canda tawa dan

(8)

iv

10.Kepada teman – teman Syahwina Mahareni, Yuyun, Ayu, Ali Munthe,

Sahat Parmohonan Harahap dan Darfilia. Dan seluruh teman-teman kelas

A,B Ekstensi 2009 dan A,B Reguler 2009 terima kasih untuk kebersamaan

kita selama ini.

11.Kepada teman - teman PPL dan guru sewaktu PPL, terutama kepada

Bapak Guru Terkece Sahrul Mubaraq Hamzah, S.Pd. Terimakasih atas

waktu, dukungan, dan kebaikannya selama ini.

12.Kepada adik – adik angkat kesayangan Andhika Wiranata Subono, Hazra

Aditya dan keluarga besarnya yang telah saya anggap sebagai keluarga

sendiri, Ririn, Sita, Anita, Fitri, Yudha, Reza.

Akhir kata peneliti mengucapkan banyak terimakasih kapada

pihak-pihak yang telah membantu dan jika ada pihak yang terlewatkan

mendapatkan ucapan terimakasih, peneliti meminta maaf atas kesalahan

dan kekhilafan. Semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan dapat

menjadi bahan masukan bagi yang membutuhkannya.

Medan, Februari 2014

Penulis

(9)

iv

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 4

C. Rumusan Masalah ... 5

D. Tujuan Penelitian ... 5

E. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II LANDASAN TEORITIS 1. Kerangka Konseptual ... 7

A. Peranan ... 7

B. Pemasaran ... 8

C. Pendapatan ... 9

D. Masyarakat ... 10

E. Patron Klien ... 11

(10)

v BAB III METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian ... 15

B. Lokasi Penelitian ... 15

C. Populasi dan Sampel ... 15

D. Sumber Data ... 16

E. Teknik Pengumpulan Data ... 17

F. Teknik Analisis Data ... 18

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Tinjauan Umum Lokasi Penelitian ... 20

1. Letak dan Kondisi Geografis Kota Padangsidimpuan ... 20

2. Lingkungan Alam ... 24

3. Lingkungan Fisik ... 26

4. Kehidupan Ekonomi, Sosial dan Budaya ... 38

B. Sejarah Singkat Kota Padangsidimpuan ... 40

C. Temuan dan Hasil Penelitian ... 45

1. Budidaya Salak Sibakkua Kota Padangsidimpuan ... 45

2. Jalinan Kerja sama Ekonomis dalam Lingkungan Masyarakat Petani Salak ... 46

3. Potensi Budidaya Salak dan Peningkatan Kesejahteraan Petani Salak . 46 D. Pembahasan Penelitian ... 47

1. Tahapan Budidaya Salak Sibakkua di Kecamatan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan Periode 2001 - 2012 ... 47

(11)

vi

3. Dampak Budidaya Salak Sibakkua Terhadap Peningkatan

Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Petani salak ... 53

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ... 69

B. Saran ... 71

DAFTAR PUSTAKA ... 72

(12)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 1

Letak Geografis Menurut Kecamatan... 21

Tabel 2

Nama Sungai yang Melintasi Kota Padangsidimpuan ... 22

Tabel 3

Perubahan Jumlah Penduduk Dari Tahun 1990-2001 ... 31

Tabel 4

Data Penduduk Pemerintah Kota Padangsidimpuan Tahun 2002 ... 32

Tabel 5

Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin ... 35

Tabel 6

Persentase Penduduk yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha dan Jenis Kelamin .... 36

Tabel 7

Persentase Penduduk Menurut Agama di Kecamatan Hutaimbaru ... 37

Tabel 8

Peningkatan Pendapatan ... 59

Tabel 8

(13)

73

DAFTAR PUSTAKA

Anne Booth, (1985). Ekonomi Orde Baru. Malaysia : LP3ES

A.T Mosher, (1985). Menggerakkan dan Membangun Pertanian. Jakarta : CV. Yasaguna

Basu Swastha, (1995). Pengantar Bisnis Modern. Yogyakarta : Liberty

Basyral, (2003). Pemerintah Kota Padangsidimpuan Menghadapi Tantangan Zaman. Jakarta :

Metro Pos

BPS Kota Padangsidimpuan, (2006). Pendapatan Regional Kota Padangsidimpuan.

Padangsidimpuan : Badan Pusat Statistik Kota Padangsidimpuan

BPS Kota Padangsidimpuan, (2012). Padangsidimpuan dalam Angka. Padangsidimpuan :

Badan Pusat Statistik Kota Padangsidimpuan

BPS Kota Padangsidimpuan, (2012). PDRB Kota Padangsidimpuan Menurut Lapangan

Usaha 2007 – 2011. Padangsidimpuan : Badan Pusat Statistik Kota Padangsidimpuan

Haris Herdiansyah, (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : Salemba Humanika

Helius Sjamsudin, (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta : Ombak

Lexi J Moleong, (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta : PT Remaja Rosdakarya

Bandung

Moch Soetomo, (1990). Teknik Bertanam Salak. Bandung : Sinar Baru

Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, (2003). Kamus Besar Bahasa Indonesia.

(14)

73

Sadono Sukirno, (2008). Mikro Ekonomi Teori Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo

Persada

Setijadi D Sastrapradja, (2012). Perjalanan Panjang Tanaman Indonesia. Jakarta : Yayasan

Pustaka Obor Indonesia

Soerjono Soekanto, (1982). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakatra : CV Rajawali

Soerjono Soekanto, (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : CV Rajawali

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang dan Permasalahan

Kota Padangsidimpuan terletak di daerah perbukitan dalam rentangan

pegunungan Bukit Barisan. Kesuburan tanah di daerah tersebut memberi banyak

keuntungan untuk usaha-usaha di bidang pertanian dan perkebunan yang

mendominasi perputaran roda perekonomian provinsi Sumatera Utara. Secara

umum usaha-usaha unggulan di bidang pertanian dan perkebunan Sumatera Utara

adalah produksi bahan pangan seperti beras, buah-buahan dan sayuran. Lahan

produksi beras tersebar hampir di seluruh wilayah provinsi ini, sedangkan lahan

produksi buah-buahan dan sayuran terdapat di daerah-daerah dataran tinggi dan

bersuhu sejuk seperti di kabupaten Tanah Karo, kabupaten Tapanuli Tengah dan

kabupaten Tapanuli Selatan. Selain menghasilkan bahan pangan, provinsi

Sumatera Utara juga menghasilkan bahan non-pangan, seperti minyak kelapa

sawit dan karet dengan lahan produksi yang paling besar. Menurut pengamatan

peneliti, usaha-usaha pada sektor pertanian pada umumnya diusahakan oleh rakyat

berbasis wirausaha mandiri sedangkan usaha-usaha pada sektor perkebunan

mayoritas diusahakan oleh perusahaan-perusahaan besar milik pemerintah dan

swasta.

Namun yang menarik adalah usaha minoritas di sektor perkebunan

non-perusahaan dan menjadi andalan serta ikon kota Padangsidimpuan justru berasal

dari produk pangan hasil kebun rakyat setempat, yaitu buah salak. Buah salak

(16)

oleh petani salak secara mandiri. Informasi awal dari masyarakat menyebutkan

bahwa budidaya salak di daerah ini sudah ada sejak tahun 1930-an atau sejak

zaman kolonial Belanda. Namun informasi ini belum dapat dibenarkan dan perlu

dilakukan penelitian lebih lanjut.

Kebun-kebun salak rakyat yang tersebar di kota Padangsidimpuan sangat

banyak di jumpai di kecamatan Hutaimbaru dan sejumlah kebun yang lebih kecil

di sekitar pusat kota. Salak asal Padangsidimpuan ini juga populer dengan sebutan

“salak Sibakkua”. Sebutan salak Sibakkua lebih populer karena pusat

kebun-kebun salak rakyat di seluruh daerah Tapanuli Selatan sejak lama berada di daerah

Sibakkua dan Hutalambung, kabupaten Tapanuli Selatan. Ada beberapa

keunggulan buah salak Sibakkua, diantaranya bentuk fisik buah yang besar,

memiliki rasa manis dan agak sepat (kelat). Salak ini memiliki cita rasa yang jauh

berbeda dengan salak Pondoh yang berasal dari Yogyakarta. Salak Sibakkua dari

daerah ini sudah lama menjadi ikon kota Padangsidimpuan, menjadi buah tangan

khas, dan mudah dijumpai di pasar-pasar. Selain itu buah salak yang dijual oleh

pedagang khasnya dibungkus dengan “sumpit”, yaitu kantong persegi yang

terbuat dari bahan yang sama untuk membuat tikar pandan.

Menurut pengamatan peneliti, pelaku usaha kebun-kebun salak tersebut

terdiri dari: (1) petani pemilik modal atau lahan (farmer);dan (2) buruh tani yang

tidak memiliki modal atau lahan (peasant). Peneliti mengklasifikasikan keduanya

berdasarkan peranannya agar memudahkan dan memperjelas perbedaannya dalam

pembahasan penelitian ini. Peneliti berasumsi bahwa dalam usaha produksi salak

hasil kebun rakyat yang ada di kota Padangsidimpuan, terdapat hubungan

(17)

tenaga kerja di sektor pertanian dan perkebunan menunjukkan bahwa antara

petani dan buruh tani memiliki ikatan saling membutuhkan dan saling

menguntungkan atas dasar kepentingan ekonomis. Lantas seperti apa pola

hubungan yang terjalin antara petani dan buruh tani yang membudidayakan

kebun-kebun salak rakyat di kota Padangsidimpuan? Karena tentunya antara

petani dan buruh tani akan saling berbagi keuntungan secara ekonomis pula.

Dalam pembangunan sektor ekonomi, peran buah-buahan dapat dikatakan

cukup banyak dikalangan masyarakat, karena buah-buahan sangat dibutuhkan

oleh semua kalangan umur, baik itu anak-anak, remaja dewasa, orang tua, bahkan

lansia (lanjut usia). Kebun-kebun salak rakyat tersebut mampu memberikan peran

ekonomis dan membuka peluang tersedianya lapangan pekerjaan tetap maupun

tidak tetap bagi masyarakat kota Padangsidimpuan. Semakin berkembangnya

budidaya salak ini dibarengi juga dengan adanya peningkatan produksi salak

hingga mencapai angka 10 ribu ton, menjadikan buah salak sebagai komoditi buah

terbesar di kota Padangsidimpuan (BPS, 2012:150). Hal ini sangat bermanfaat

sekali karena dengan meningkatnya produksi buah salak berarti menciptakan

kerjasama antara masyarakat petani salak dengan penjualnya atau agen untuk

memenuhi permintaan kebutuhan para konsumen. Lantas yang menjadi

pertanyaan apakah dari besarnya potensi komoditi buah salak Sibakkua tersebut

dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani salak (petani dan buruh tani)

yang hidup di kota yang dikenal sebagai “Kota Salak” ini?

Periode penelitian ini mencakup tahun 2001 sampai 2012. Tahun awal

(18)

hasil pemekaran dari kabupaten Tapanuli Selatan. Sedangkan tahun akhir dipilih

berdasarkan tahun yang sudah berakhir sebagai batas lingkup temporal penelitian.

Melihat jenis buah-buahan yang banyak tumbuh di Indonesia terutama

salak yang terdapat di kota Padangsidimpuan memberikan harapan untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui budidaya tanaman salak yang

dilakukan oleh masyarakat petani salak dari awal tanam hingga sampai pada

proses penjualannya dan sampai ketangan para konsumen, maka peneliti tertarik

meneliti hal-hal yang berkaitan dengan salak, dengan melakukan penelitian yang

berjudul “Peranan Petani Salak Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat

Padangsidimpuan Dari Tahun 2001-2012”.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas, maka dapat

dikemukakan identifikasi masalah adalah sebagai berikut :

1. Buah salak yang hasil produksinya terbesar dan menjadi ikon kota

Padangsidimpuan dibudidayakan oleh masyarakat petani salak atau

dihasilkan dari kebun-kebun rakyat sendiri.

2. Ada hubungan ekonomis yang terjalin antara petani dan buruh tani yang

bekerjasama membudidayakan salak di kebun-kebun rakyat di kecamatan

Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan.

3. Ada potensi besar dari komoditi buah salak Sibakkua yang dibudidayakan

yang memungkinkan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi

(19)

C. Perumusan Masalah

Adapun yang menjadi perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana tahapan produksi dari budidaya buah salak Sibakkua di

kecamatan Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan mulai dari tangan petani

hingga dapat dijangkau konsumen?

2. Bagaimana hubungan ekonomis yang terjalin antara petani dan buruh tani

yang bekerjasama membudidayakan salak di kebun-kebun rakyat di

kecamatan Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan.

3. Bagaimana dampak dari potensi besar budidaya salak Sibakkua tersebut

terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat petani salak di

kota Padangsidimpuan sejak tahun 2001 sampai 2012?

D. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk :

1. Untuk mengetahui tahapan produksi dari budidaya buah salak Sibakkua di

kecamatan Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan mulai dari tangan petani

hingga dapat dijangkau konsumen.

2. Untuk mengetahui hubungan ekonomis yang terjalin antara petani dan

buruh tani yang bekerjasama membudidayakan salak di kebun-kebun

rakyat di kecamatan Hutaimbaru, kota Padangsidimpuan.

3. Untuk mengetahui dampak potensi besar budidaya salak Sibakkua

terhadap peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat petani salak di

(20)

E. Manfaat Penelitian

Dengan tercapainya tujuan penelitian diatas, maka diharapkan penelitian ini

bermanfaat untuk :

1. Untuk mengetahui wawasan pengetahuan tentang seberapa besar peranan

petani salak dalam meningkatkan pendapatan masyarakat

Padangsidimpuan pada tahun 2001-2012.

2. Dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan perbandingan bagi pembaca

dan instansi pemerintah atau swasta sehubungan dengan usaha

pembudidayaan buah salak.

3. Sebagai bahan referensi bagi pembaca yang ingin meneliti dan mengkaji

lebih dalam lagi dengan masalah ini.

4. Sebagai bahan referensi bagi perpustakaan Universitas Negeri Medan,

terlebih bagi perpustakaan Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu

(21)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari seluruh pembahasan penelitian ini, maka peneliti dapat menarik

beberapa kesimpulan sebagai berikut.

1. Tanaman salak memiliki nama ilmiah Salacca edulis reinw. Salak merupakan

tanaman asli Indonesia. Salak termasuk family Palmae, serumpundengan

kelapa, kelapa sawit, aren (enau), palem, pakis yang bercabang rendah dan

tegak. Batangnya hampir tidak kelihatan karena tertutup pelepah daun yang

tersusun rapat dan berduri. Dari batang yang berduri itu tumbuh tunas baru

yang dapat menjadi anakan atau tunas bunga-bunga salak dalam jumlah yang

banyak.

2. Buah Salak merupakan salah satu ciri khas dari Kota Padangsidimpuan

sehingga dijuliki Kota Padangsidimpuan Kota Salak.

3. Perkembangan bisnis buah salak dari tahun ke tahun mempunyai prospek

yang cerah di pasaran. Usaha buah salak ini merupakan salah satu usaha yang

menguntungkan walaupun bagi sebahagian masyarakat hanyalah sebagai

sampingan namun dapat meningkatkan pendapatan para petani salak dalam

setiapp kali panennya.

4. Pembangunan perniagaan salak ini mencerminkan adanya perubahan pola

pikir masyarakat, yaitu yang tadinya diabaikan kini setelah melihat

prospeknya yang besar maka banyak masyarakat yang membudidayakannya

(22)

5. Adanya perubahan positif yang dirasakan langsung oleh para petani salak tiap

kali selesai panen dilakukan, yaitu dengan adanya pendapatan tambahan

sehingga dapat mencukupi kebutuhan diluar kebutuhan sehari – hari mereka.

6. Peranan perniagaan buah salak secara perlahan – lahan mengalami kemajuan

atau peningkatan dalam sektor distribusi kerena kebutuhan konsumen yang

(23)

B. SARAN

Adapun beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut :

1. Hendaknya pemerintah dan para petani memperhatikan dan tetap

menjaga kelestarian lingkungan sehingga setiap hasil panen termasuk

tanaman salak memiliki kualitas buah yang baik, karena buah – buahan

memiliki peran yang penting dalam perniagaan pangsa pasar.

2. Hendaknya pemerintah kiranya senantiasa memberikan arahan kepada

para petani salak ataupun petani lainnya bahkan kepada non petani

agar senantiasa memanfaatkan lahan kosong guna mengembangkan

usaha agar adanya penambahan pendapatan secara berskala agar

mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

3. Kepada pemerintah hendaknya tetap memperhatikan swadaya

masyarakat agar pengolahan dan pengembangan nilai panen senantiasa

meningkat. Karena hal itu dapat memberi dampak positif bagi daerah

yaitu menambah anggaran atau kas daerah sehingga perbaikan –

perbaikan guna perkembangan kota tetap berjalan.

4. Hendaknya para petani salak tetap menjaga kuaitas salak yang baik

demi kepuasan sendiri maupun kepuasan para pembeli.

5. Hendaknya semua kalangan tetap mempromosikan Salak Sibakkua ini

agar ciri khas dari Kota Padangsidimpuan ini selalu diingat oleh orang

Gambar

Tabel 1 Letak Geografis Menurut Kecamatan............................................................................

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat optimasi dan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi oJeh para petambak, perbedaan skala ekonomi, pengaruh usaha tambak

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbandingan partisi pasi politik warga antara masyarakat kota dengan masyarakat desa di desa Purwodadi dan

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peranan persediaan bahan baku dalam menunjang efektivitas produksi dan mengetahui tingkat efektivitas

Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi nelayan di Kecamatan Ampenan Kota Mataram dalam melakukan kegiatan produksi,

5 Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hasil dari produksi genteng menggunakan teknologi yang sesuai dengan Perspektif Ekonomi Islam Didesa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya yang digunakan oleh keluarga nelayan di Desa Keramut Kecamatan Jemaja Barat Kabupaten Kepulauan Anambas untuk meningkatkan

Permasalahan yang dihadapi petani nanas desa Galang dari segi produksi dan manajemen, yaitu diantaranya produksi buah yang tinggi tidak diimbangi dengan meningkatnya permintaan sehingga

Menurunnya produksi padi setiap tahunnya berdampak terhadap kesejahteraan petani tersebut Tujuan dari pengamatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberdayaan petani padi yang