Perilaku Bisnis yang Terlarang
Kelompok 5:
Chanty Paramitha (2102055012) Bunga Adelia Juliandini (2102055018)
Kelas 2B
Prodi Ekonomi Islam
Point-point yang akan di bahas:
⚫
Riba
⚫
Penipuan (Ghisy)
⚫
Tathfif (Curang dalam Menimbang)
⚫
Qimaar (Judi)
⚫
Ghaban Fahisy (Melambungkan Harga)
⚫
Tadlis (Menutupi Cacat pada Komoditi)
⚫
Ihtikar (Menimbun)
⚫
Tas’ir (Kebijakan Negara Menetapkan Harga)
RIBA
⚫ Pengertian Riba
⚫ Riba atau bunga uang atau usury adalah penetapan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.
⚫ Riba secara etimologi dalam Bahasa Arab bermakna ziyadah atau tambahan.
⚫ Menurut kamus Cambridge, riba adalah the activity of lending someone money with the agreement that they will pay back a very much larger amount of money later. Menurut oxford languanges, riba adalah the illegal action or practice of lending money at unreasonably high rates of interest.
⚫ Dalam islam riba dilarang. Larangannya sudah jelas tertera dalam Quran dan hadis, seperti dalam Q.S Al-Baqarah ayat 275 dan Q.S Al-Imran ayat 130
Jenis-jenis Riba
⚫ Riba Fadhl
⚫ Riba adalah kegiatan transaksi jual beli maupun pertukaran barang-barang yang menghasilkan riba, namun dengan jumlah atau takaran berbeda. Contoh riba pada jenis ini yaitu penukaran uang Rp100 ribu dengan pecahan Rp2 ribu, akan tetapi totalnya 48 lembar saja, sehingga jumlah nominal uang yang diberikan hanya Rp96 ribu. Selain itu juga penukaran emas 24 karat menjadi 18 karat.
⚫ Riba Yad
⚫ Pada jenis ini, riba adalah hasil transaksi jual-beli dan juga penukaran barang yang menghasilkan riba maupun non ribawi. Namun, waktu penerimaan serah terima kedua barang tersebut mengalami penundaan. Contoh riba yad dalam kehidupan sehari-hari yaitu penjualan motor dengan harga Rp12 juta jika dibayar secara tunai dan Rp15 juta melalui kredit. Baik pembeli maupun penjual tidak menetapkan berapa nominal yang harus dilunaskan hingga transaksi berakhir.
⚫ Riba Nasi'ah
⚫ Riba adalah kelebihan yang didapatkan dari proses transaksi jual-beli dengan jangka waktu tertentu.
Adapun transaksi tersebut menggunakan dua jenis barang yang sama, namun terdapat waktu penangguhan dalam pembayarannya. Contoh riba nasi’ah yaitu penukaran emas 24 karat oleh dua pihak berbeda. Saat pihak pertama telah menyerahkan emasnya, namun pihak kedua mengatakan akan memberikan emas miliknya dalam waktu satu bulan lagi. Hal ini menjadi riba karena harga emas dapat berubah kapan saja.
⚫ Riba Qardh
⚫ Pada jenis qardh, riba adalah tambahan nilai yang dihasilkan akibat dilakukannya pengembalian pokok utang dengan beberapa persyaratan dari pemberi utang. Contoh riba di kehidupan sehari-hari yaitu pemberian utang Rp100 juta oleh rentenir, namun disertai bunga 20% dalam waktu 6 bulan.
⚫ Riba Jahilliyah
⚫ Riba adalah tambahan atau kelebihan jumlah pelunasan utang yang telah melebihi pokok pinjaman.
Biasanya, hal ini terjadi akibat peminjam tidak dapat membayarnya dengan tepat waktu sesuai perjanjian. Contoh riba jahilliyah adalah peminjaman uang sebesar Rp20 juta rupiah dengan ketentuan waktu pengembalian 6 bulan. Jika tidak dapat membayarkan secara tepat waktu, maka akan ada tambahan utang dari total pinjaman.
GHISY/PENIPUAN
⚫ Pengertian Ghisy/Penipuan
⚫ Ghisy merupakan penyembunyian cacat barang dan mencampur antara barang-barang yang berkualitas baik dengan yang berkualitas buruk.
⚫ Dalam islam ghisy dilarang dan tidak mendapatkan keberkahan karena menyebabkan adanya kerugian di salah satu pihak. Hal ini sudah ada dalam hadis Rasulullah, yaitu: “hingga keduanya berpisah. Jika keduanya jujur dan menampakkan cacat dagangannya maka keduanya diberkahi dalam jual belinya dan bila menyembunyikan cacat dan berdusta maka akan dimusnahkan keberkahan jual belinya". (HR. Bukhari)
⚫ Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat membeli telur ternyata ada beberapa yang kualitasnya yang tidak baik dan kita tidak bisa melihat kondisi telur saat ingin membeli dikarenakan telur sudah dikemas dengan sangat baik, atau penjual menjual bensin oplosan dengan dicampur dengan zat lain. Dengan itu kita harus lebih teliti atau boleh mengadukan complain karena hal tersebut.
Tathfif (curang dalam menimbang)
⚫ Sudah jelas bagi orang yang berbuat curang akan memberikan keburukan di dunia dan di akhirat.
Allah berfirman dalam surat Al-Mutaffifin ayat 1-3: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (1), (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi (2), dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi (3).”
⚫ Hukum mengurangi timbangan dalam Islam termasuk dalam dosa besar atau sama dengan dosa orang yang melalaikan shalatnya. Allah akan membawa pelakunya ke neraka Wayl (fawaiilul lil mushallin). Wailun atau Wayl adalah lembah jahannam dimana bukit-bukit apabila dimasukkan ke dalamnya langsung mencair karena amat panasnya.
Qimaar (Judi)
⚫ Pengertian Qimaar (Judi)
⚫ Qimar atau disebut juga maysir adalah suatu bentuk permainan yang didalamnya dipersyaratkan, jika salah seorang pemain menang, maka ia akan mengambil keuntungan dari pemain yang kalah dan sebaliknya.
⚫ Contoh dari qimar ini adalah judi, sedangkan beberapa aktivitas yang termasuk dalam kategori judi yang telah dilarang misalnya seperti SMS berhadiah sesuai dengan Fatwa MUI No. 9 Tahun 2008 Tentang SMS Berhadiah dan kuis berbasis telepon sesuai arahan dari Dr. Nasr Farid, Mufti Mesir, Sekjen Majma al Buhuts al Islamiyyah, Wafa Abu ‘Ajuz dan Syeikh Abdul Aziz bin Baz. Contoh lainnya seperti taruhan, misalnya ada pertandingan bola, terus si A dan si B mengadakan taruhan masing- masing 240.000, bila tebakan si A yang benar maka akan mendapatkan 480.000 dan sebaliknya demikian jika yang benar tebakan si B maka akan mendapatkan 480.000. Transaksi seperti ini dinamakan dengan qimar.
⚫ Ciri umum transaksi ini adalah unsur spekulatif, berupa pengumpulan harta dari semua pemain
dengan kesepakatan bahwa pemenang akan mengambil seluruh atau sebagian harta milik pihak lain yang berpartisipasi sehingga keuntungan hanya dapat dirasakan satu pihak saja. Hal ini sudah
terdapat dalil Al-Qur’an yang melarang qimar dalam QS. Al Maidah:90
GHABN Fahisy
⚫ Pengertian GHABN Fahisy
⚫ GHABN Fahisy adalah kerugian besar yang diderita oleh suatu pihak dalam kontrak sebagai hasil dari penggelapan atau penggambaran yang salah, atau penipuan yang dilakukan oleh pihak lain. Secara sederhana dapat diartikan dengan “Penentuan harga diluar batas kewajaran.”
⚫ Ghabn Fahisy dikatakan haram karena ia mengandung unsur penipuan dan merugikan pihak yang satu. Suatu transaksi dapat digolongkan kepada keadaan Ghabn Fahisy adalah ketika harga yang diberikan sudah melewati batas kewajaran dan calon pelanggan tidak mengetahui harga pasar dari barang tersebut.
⚫ Ghabn Fahisy biasanya terjadi karena adanya informasi asimetris (tidak seimbang dan menyeluruh) tentang informasi pasar, terutama dalam harga. Di mana informasi tersebut hanya dimiliki oleh
sebagian yang lain. Bahkan hal tersebut tidak diketahui oleh para calon pelanggan. Padahal, jika terjadi transparansi mengenai harga pasar, maka Ghabn Fahisy dapat diminimalisir peredarannya.
⚫
Tadlis (Menutupi Cacat pada Komoditi)
⚫ Pengertian Tadlis (Menutupi Cacat pada Komoditi)
⚫ Secara bahasa tadlîs artinya al-khidâ’ wa al-ibhâm wa at-tamwiyah (penipuan, kecurangan, penyamaran, penutupan). Para ahli fikih mengartikan tadlîs di dalam jual-beli adalah menutupi aib barang.
⚫ Beberapa contoh tadlis
1. Merekondisi barang bekas hingga tampak seolah-olah baru atau belum lama dipakai, lalu dia jual dengan harga baru tanpa memberi tahu pembeli bahwa itu barang bekas.
2. Mengganti casing HP dengan casing baru lalu tidak dijelaskan bahwa yang dijual itu sudah lama.
3. Memaksa sapi untuk banyak minum air sebelum dijual dan ditimbang.
4. Tadlis dalam jual-beli ini bisa terjadi baik oleh penjual maupun pembeli. Penjual dalam hal barang yang dia jual, sedangkan pembeli dalam hal harga yang ia bayarkan baik berupa uang atau barang.
⚫ Hukum Tadlis
⚫ Tadlis hukumnya haram. Siapa saja yang melakukannya berdosa. Sebab, tadlis itu merupakan bagian dari penipuan dan Rasulullah saw. bersabda:
َّسَ غ ْن َم اَّ
ن ِم َسْيَل
Tidak termasuk golongan kami orang yang menipu (HR Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi dan Ibn Majah).
⚫ Solusi Jika Terjadi Tadlis
⚫ Jika terjadi tadlis maka orang yang tertipu (al-mudallas) memiliki khiyar. Ia boleh tetap melanjutkannya dan mempertahankan barang itu, yang artinya ia ridha dengan barang itu. Ia juga boleh mem-fasakh (membatalkan) akad jual-beli itu, yakni ia kembalikan barang tersebut dan meminta kembali secara penuh harga yang telah ia bayarkan. Tidak ada opsi ketiga selain dua opsi itu. Hal itu sesuai dengan hadis Abu Hurairah di atas, yakni bahwa Nabi saw. hanya memberikan dua opsi: in syâa amsakahâ wa in syâa raddahâ (jika ia mau ia boleh mempertahankannya, jika ia mau ia boleh mengembalikannya).
⚫
Ihtikar (Menimbun)
⚫ Pengertian Ihtikar (Menimbun)
⚫ Ihtikar adalah membeli suatu barang dan menyimpangnya agar barang tersebut berkurang di masyarakat sehingga harganya meningkat sehingga manusia akan mendapatkan kesulitan akibat kelangkaan dan mahalnya harga barang tersebut.
⚫ Ada beberapa definisi dari ikhtikar
1. Ihtikar juga bisa disebut menahan (menimbun) barang-barang pokok manusia untuk dapat meraih keuntungan dengan menaikkan harganya.
2. Ihtikar adalah membeli barang-barang yang kalau disimpan akan menimbulkan bencana, seperti makanan, minyak, biji rami, kapas, dan sebagainya kemudian menyimpannya.
3. Ihtikar adalah membeli suatu barang dan menyimpangnya agar barang tersebut berkurang di masyarakat sehingga harganya meningkat sehingga manusia akan mendapatkan kesulitan akibat kelangkaan dan mahalnya harga barang tersebut.
⚫ Adapun teks hadis yang berhubungan langsung dengan persoalan ihtikar (baca: penimbunan barang) adalah sebagai berikut: “Dari Ma’mar Bin Abdullah, Rasulullah SAW, bersabda, “tidaklah seseorang menimbun (makanan pokok) melainkan ia berdosa.” (H.R.Muslim).
⚫ Pada dasarnya, dalam hadis Nabi Muhammad Saw tersebut di atas tidak dijelaskan jenis barang yang dilarang untuk ditimbun, sehingga kalangan ulama berbeda pendapat. Di antara mereka ada yang berpendapat bahwa diharamkan menimbun barang apa saja yang akan menudaratkan orang lain.
Salah satunya Abu Yusuf yang menyatakan bahwa barang apa saja dilarang untuk ditimbun kalau akan menyebabkan kemudaratan kepada manusia walaupun barang tersebut emas dan perak.
⚫ dikatakan bahwa Islam itu sendiri memandang perbuatan menimbun barang sebagai bentuk kezaliman dan bertentangan dengan maqashid syariah dalam proses perdagangan, karena tindakan menimbun akan menyengsarakan kahalayak ramai. Dan dalam hubungannya dengan ekonomi Islam adalah mengakibatkan kerugian yang berarti kepada konsumen. Juga dalam lingkungan sosial kemasyarakatan akan terjadi satu bentuk kemiskinan.
⚫
Tas’ir (Kebijakan Negara Menetapkan Harga)
⚫ Pengertian Tas’ir (Kebijakan Negara Menetapkan Harga)
⚫ At-tas’ir adalah intervensi pemerintah dalam menetapkan harga komoditi barang yang beredar di pasar. Islam mengakui kebebasan setiap individu untuk melakukan kegiatan ekonomi dengan tidak merugikan orang lain, dimana setiap individu diperintahkan untuk memanfaatkan hartanya untuk memenuhi kebutuhannya dan memperbaiki kehidupannya dengan cara yang tidak bertentangan dengan kemashlahatan masyarakat.
⚫ Pengertian At-Tas’ir Tas’ir menurut bahasa sama dengan si’r yaitu menetapkan ataumenentukan harga. Dapat juga dikatakan bahwa al-si’r adalah harga dasar (Price Rate), yang berlaku di kalangan pedagang.
⚫ Definisi ini menjelaskan bahwa :Tas’ir dilakukan oleh pejabat khusus yaitu penguasa pasar. Pedagang tidakwajib mengikuti penetapan harga yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak berwenang untuk itu,berdasarkan ayat an-nisayang artinya ”Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antaramu” (An- Nisa’ : 59).
⚫ Definisi ini menjelaskan bahwa tas’ir itu berlaku umum terhadap semua barang yang dijual yang bertujuan untuk kemaslahatan dengan tidak menzhalimi pedagang dan pembeli.
⚫ Dasar Hukum at-Tas’ir al-Jabari
⚫ Sebagian ulama berpendapat bahwa campur tangan ini memperoleh landasannya pada firman Allah swt :
⚫ {مكنم رملاا لىواو لوسرلااوعیطاو اللهاوعیطاو} ءاسنلا: 59
⚫ “ Taatilah Allah dan taatilah Rasul dan ulil amri di antaramu “(An- Nisa’: 59).
⚫ Pada kenyataannya Islam adalah satu-satunya agama yang mengemukakan prinsip-prinsip yang meliputi semua segi kehidupan manusia, tidak hanya membicarakan tentang nilai-nilai ekonomi.
Karena prinsip-prinsip ini universal dan fundamental, maka ia berlaku untuk segala zaman. Suatu sistem ekonomi yang didasarkan atas prinsip-prinsip ini, tidak dapat secara sederhana menjabarkan kurva-kurva permintaan atau meletakkan kebijakan pasar daging dan ikan sehari-hari. Islam telah menanamkam kerangka kerja yang luas berdasarkan atas kesempatan berekonomi yang sama dan adil bagi penganutnya untuk mengarahkan mereka ke arah kehidupan ekonomi yang seimbang.