• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH STRATEGI MEMBANGUN MEREK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MAKALAH STRATEGI MEMBANGUN MEREK"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

STRATEGI MEMBANGUN MEREK

DISUSUN OLEH Kelompok 1 :

Adam Nur Alfajri 1806015464 Panji Maulana Rahman 1806015452 Alamsyah Al – Kautsar 1806015453 Rizki Aulia Rahman 1806015436

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI 2021

(2)

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur alhamdulillah kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa tuhan semesta alam yang karena-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul

“Strategi dalam membangun merek”. Tak lupa shalawat serta salam tetap tercurahkan kepada baginda Nabi dan Rasul yang paling mulia Muhammad SAW. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan, hingga ke zaman terang benderang.

Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Mustiawan selaku dosen Integrated Marketing Comunnication. Serta semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga dapat terealisasikanlah makalah ini.

Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca. Namun terlepas dari itu, kami memahami bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, jadi kami sangat berharap kritik serta saran yang bersifat membangun demi terciptanya makalah selanjutnya yang lebih baik lagi.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 17 Oktober 2021

Penyusun

(3)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

Strategi Membangun Merek adalah rencana jangka panjang yang akan dilakukan oleh sebuah bisnis untuk menetapkan identitas merek nya tersebut dan menemukan posisinya di dalam benak audiens ataupun target marketnya. Saat ini ada banyak perusahaan ataupun bisnis yang menawarkan hal serupa dengan sedikitnya perbedaan yang ada, merek atau sebuah brand bukan lah hanya sebuah nama yang terpampang di sebuah produk/ jasa akan tetapi sebuah pengalaman yang didapatkan oleh target atau audiens ketika mereka membeli suatu produk entah itu dari kualitas ataupun harga yang ditawarkan. Merek atau brand juga dapat memberikan sebuah identitas di dalam pasar, membuatnya dapat lebih mudah untuk dikenali, dan juga dapat membantu membangun hubungan emosional antara perusahaan dengan konsumen.

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana Cara Merek berpengaruh pada Sebuah produk

2. Faktor apa saja yang menjadikan sebuah kegiatan komunikasi pemasaran dapat berkerja dengan baik

3. Bagaimana komunikasi pemasaran berkerja

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Mengetahui bagaimana proses komunikasi pemasaran berkerja

2. Memperoleh cara yang tepat untuk membangun sebuah identitas dalam merek 3. Memahami bagaimana sebuah komunikasi pemasaran dapat berkerja sehingga dapet

menjadi efektif

3. Mendapat kan dan memahami faktor-faktor apa saja yang dapat menjadi penentu sebuah strategi pemasaran dengan baik

4. Memahami sebuah dampak dari sebuah pesan merek kepada masyarakat luas atau konsumen

(4)

BAB II PEMBAHASAN

A. BAGAIMANA KOMUNIKASI PEMASARAN BEKERJA

Komunikasi pemasaran adalah sebuah strategi menciptakan pesan kepada audiens melalui media-media ,dimana media di tuju adalah tempat berkumpulnya para audiens.Pada prakteknya komunikasi pemasaran mempunyai 3 dasar poin yang membuatnya berkerja yaitu:

1. Pesan: Pesan apa yang ingin disampaikan oleh brand 2. Target: Audiens yang ingin dituju

3. Media: Saluran yang ingin digunakan

Ketiga poin dasar tersebut harus bisa terpenuhi, sehingga nantinya komunikasi pemasaran yang dilakukan bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, perusahaan harus membuat semua pesan, pencitraan merek, iklan, dan promosi penjualan Anda konsisten untuk konsumen di seluruh saluran, dan ini membutuhkan departemen organisasi Anda untuk bekerja sama.

B. ENCODING

Pengkodean (Encoding) adalah pengirim pengkodean informasi yang akan disampaikan ke dalam symbol atau isyarat. Proses (Encoding), adalah penyandian tujuan di atas menjadi sebuah pesan. Agensi iklan merancang pesan yang disandikan dalam bentuk iklan.

Pesan disandikan wiraniaga dalam bentuk presentasi penjualan.

 Hambatan dalam Proses Encoding

Sumber kegagalan komunikasi pemasaran bisa juga ada pada proses encoding.

Misalnya, copy writer dan perancang iklan lebih terobsesi membuat iklan kreatif yang original ketimbang fokus pada penyampaian benefit produk. Alhasil, iklan tersebut mungkin sukses menarik perhatian namun gagal mengkomunikasikan benefit produk pada konsumen.

Iklan yang menyesatkan (deceptive advertising) juga bisa kita golongkan sebagai hambatan dalam proses encoding karena sejak awal berusaha menyesatkan konsumen dari kondisi sebenamya benefit produk.

Contohnya:

(5)

Iklan obat atau jamu yang klaimnya sengaja dilebih-Iebihkan, sehingga membuat konsumen bingung memilah mana iklan yang benar dan mana yang tidak akurat.

 Hambatan dalam Transmisi Pesan

Dalam tahap pengiriman pesan, hambatan yang umumnya ditemui komunikator adalah competitive clutter, kekusutan yang terjadi karena banyaknya iklan. Cara mudahnya adalah frekuensi iklan digencarkan agar kesan tertancap lebih lama. Hal ini bisa dibenarkan kalau pesan betul-betul berkaitan dengan kebutuhan konsumen (artinya, pesan tak punya masalah hambatan sumber ataupun hambatan encoding).

C. DECODING

Penafsiran kode (Decoding) adalah proses dimana penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya. Proses Decoding bertujuan agar penerima pesan dapat memahami dua pertanyaan utama, pertama apakah konsumen menafsirkan pesan seperti yang diinginkan pengiklan, dan yang kedua apakah pesan berdampak positif pada sikap dan perilaku konsumen.

 Hambatan dalam Proses Decoding

Buruknya konsep produk dan kegagalan dalam mengembangkan pesan iklan yang relevan dengan kebutuhan konsumen bisa menimbulkan hambatan pada proses decoding.

Konsumen umumnya mengabaikan pesan yang tidak menarik minat mereka. Konsumen juga akan menolak pesan apabila sumber pesan dianggap tidak kredibel.

Contohnya:

Iklan Le Minarele dengan slogan “kayak ada manis-manisnya,” padahal ketika diminum tidak ada rasa manisnya.

 Hambatan karena kurangnya perhatian pada pesan.

Competitive clutter selain merupakan hambatan dalam transmisi, juga mengganggu proses decoding karena bisa mendorong pemirsa makin cuek. Iklan yang ditayangkan terus- menerus juga merupakan penyebab pengabaian (inattention). Advertising wearout bisa terjadi; yaitu turunnya efektivitas iklan lantaran kebosanan pemirsa dan konsumen sudah merasa familiar dengan kampanye iklan tersebut.

C. PESAN MEREK

(6)

Cara brand berkomunikasi adalah menentukan karakteristik yang telah di bangun untuk menentukan citra merek yang akan menjadi identitas terhadap publik atau target audiens.

Pesan merek mengacu pada definisi nada suara, jalur komunikasi, dan pesan utama yang dibuat merek saat berkomunikasi dengan audiensnya.

Penetapan standar ini tentunya sangat penting agar setiap kali perusahaan memposisikan diri, publik dapat dengan mudah mengetahui identitasnya. Itu hanya mungkin dengan definisi ide yang menyeluruh, selalu berdasarkan nilai.

Usulan merek terhadap publik inilah yang akan mempengaruhi pesan yang disampaikan. Oleh karena itu, segmen perusahaan, produk yang dijualnya, dan layanan yang diberikannya akan berdampak langsung pada pesan merek. Dengan menyusun pola isi pesan ini, perusahaan dapat menyampaikan apa yang diinginkan merek dan apa nilai intinya.

Contoh dari pesan merek ini ada didalam produk pocari sweat slogan pesan merek yang menyebutkan “ GO ION ” yang berarti didalam pesan tersebut adalah produk tersebut bisa mengembalikan ion yang dikeluarkan setelah kita beraktifitas ataupun berolah raga.

D. SALURAN MEDIA

Saluran Media adalah cara yang digunakan oleh komunikator untuk menyampaikan pesanya kepada komunikan, yang mana terdapat 2 jalan agar pesan dari komunikator tersebut bisa sampai ke komunikan yaitu tanpa media ataupun dengan media

saluran (channel) merupakan suatu alat yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Saluran (channel) berupa bahasa verbal maupun non verbal.

Wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, dan bahasa mesin Saluran komunikasi terbagi menjadi 2, yaitu:

1. Tatap muka, yang menyampaikan isi pertanyaan yang berkaitan dengan kepentingannya (aktivitas komunikasi), berupa pertemuan tatap muka, forum, diskusi panel, rapat, dan ceramah

2. Media, terdiri dari media massa, yaitu periodic (terbit atau bertahap) seperti elektronik dan cetak. Sedangkan non media massa yaitu manusia seperti kurir dan benda, yaitu elektronik dan non elektronik.

F. KONSEPTUALISASI MEREK

(7)

Dalam membangun sebuah merek,dibutuh kan beberapa upaya untuk menjadikan sebuah merek,menjadi sebuah merek yang berkarakter, serta memiliki pesan komunikasi pemasaran yang berdampak pada penjualan maupun sampainya sebuah pesan merek yang efektif.

Di setiap tahap dalam proses membentuk sebuah merek di perlukan sebuah proses yang mempunyai kaitan nya antara satu sama lain yang mempengaruhi berhasilnya sebuah pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah komunikasi pemasaran, beberapa diantaranya yaitu.

1. Menentukan target audiens

Membangun sebuah merek,diperlukan sebuah riset tentang produk yang nantinya akan di konsumsi oleh konsumen.Hal ini diperlukan agar kita mengetahui target audiens mana ,yang nantinya akan menjadi audiens dalam setiap pesan merek yang akan kita berikan.Menentukan Target audiens juga mempunyai urgensi yang tinggi ketika kita ingin menentukan sebuah pesan komunikasi dari sebuah merek,karena layak nya sebuah bidikan mengenai sebuah target untuk mengenai sebuah sasaran.

2. Menentukan Karakter Merek

Apablia sebuah merek belum mempunyai sebuah karakteristik yang merepresentasikan akan produk atau value yang ia miliki,maka hal ini harus di pertimbangkan dan tentukan matang-matang.Karakter yang nantinya akan merepresentasikan merek adalah sebuah impresi masyarakat luas,serta kesan yang akan di berikan pada benk audiens,maka karena itu hal ini dinilai penting agar dimiliki sebuah merek,

3. Menentukan Slogan Merek

Ketika merek tampil di masyarakat luas ,hal ini melibatkan 2 unsur yang mempengaruhi pesan sebuah merek terhadap audiens atau masyarakat luas.Hal itu adalah Visual dan Tekstual,dan keduanya memiliki peranan penting terhadap sebuah interaksi kepada audiens atau masyarakat luas.Slogan adalah salah satu unsuk tekstual yang mempengaruhi sebuah produk,juga mempengaruhi value yang di miliki sebuah produk,maka memnentukan slogan dinilai penting untuk tahapan awal dalam sebuah strategi komunikasi pemasaran

4. Mengembangkan sebuah bisnis

Setelah selesai memnciptakan beberapa faktor internal sebuah merek maka mengembangkan sebuah bisnis dengan seiring berkembang nya teknlogi yang sedang di gunakan adalah hal yang perlu di lakukan secara konsisten.

G. DEFINISI MEREK

(8)

Merek atau brand merupakan komponen penting dalam penjualan suatu produk, baik itu barang maupun jasa. Merek dapat membantu penjualan produk karena memberikan identitas yang nantinya menarik perhatian pembeli, merek bisa berupa simbol, nama, atau desain dari produk.

Merek oleh Suyanto diartikan sebagai kombinasi nama, kata, symbol, atau desain yang memberi identitas produk. Merek adalah salah satu atribut yang penting dari sebuah produk, di mana merek suatu produk dapat memberikan nilai tambah bagi produk tersebut. Merek tidak hanya sebuah nama bagi produk, tetapi lebih dari itu merupakan identitas untuk membedakan dari produk-produk yang dihasilkan dari perusahaan lain. Dengan identitas khusus, produk tertentu akan lebih mudah dikenali oleh konsumen dan pada gilirannya tentu akan memudahkan pada saat pembelian ulang produk tersebut (Philip Kotler, 2009).

Merek adalah suatu tanda atau simbol yang memberikan identitas suatu barang atau jasa tertentu yang dapat berupa kata-kata, gambar atau kombinasi keduanya (Dr. Buchori Alma, 2000).

 Berikut adalah cara untuk membuat pesan merek yang sukses:

1. Slogan

Menggunakan Slogan menjadi salah satu cara paling ampuh untuk meningkatkan pemasaran produk yang ingin dijual, karena slogan akan memberikan ciri khas kepada produk yang anda jual, serta akan membekas di telinga audiens.

2. Identifikasi Audiens

Dengan siapa perusahaan Anda berbicara, tepatnya? Audiens adalah pertanyaan awal dalam mendefinisikan pesan merek Anda. Setelah mengidentifikasi audiens, anda bisa mempengaruhi persepsi orang tentang perusahaan anda, cara ini merupakan strategi keterlibatan yang sering memicu keinginan untuk menarik audiens membeli produk anda.

3. Mencari Referensi

Referensi sangat penting untuk membuat produk anda bisa bertahan lama, karena dengan begitu, perusahaan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk bertahan dalam industri yang digeluti.

4. Amati Tren Pasar

Untuk bersaing dengan merek lain, produk yang kita jual juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman supaya bisa mengikuti tren pasar.

5. Menentukan Nada Suara Merek

(9)

Nada suara merek bisa memperkuat identitas dari suatu merek, karena nada suara dapat mempengaruhi persepsi orang-orang tentang suatu merek. Identitas suatu merek akan terlihat saat nada tersebut bersifat serius, menyenangkan.

H.. PERSPEKTIF MEREK

Sebuah Merek mempunyai sudut pandang yang luas akan kebutuhan audiens nya,karena hanya dengan sudut pandang inilah konsumen dapat terpuaskan dengan baik akan permasalahan yang mereka miliki.Merek dapat dengan bangga menggunakan atau bahkan dapat di promosikan oleh audiens ,ketika merek memberikan sebuah value yang dibutuhkan para audiensnya,maka dari itu peninjauan secara rutin terhadap sifat perilaku para audiens yang sewaktu-waktu dapat berubah, adalah hal yang rutin dan secara konsisten harus di lakukan,agar merek dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan para audiens yang akan berubah seiring berkembannya zaman dan kebiasaan para audiens yang dapat berubah karena teknologinya.

I. MANFAAT MEREK 1. Alat Promosi Produk

Dalam melakukan penjualan produk, merek digunakan untuk mempromosikan produk.

Untuk menjual produk dibutuhkan merek agar calon konsumen mengetahui produk yang ingin dibeli. Hanya dengan menyebut merknya saja, konsumen langsung mengenali produk yang perusahaan Anda tawarkan. Merek bermanfaat sebagai jaminan atas mutu produk atau jasa.

2. Perlindungan Terhadap Produk dan Jasa

Secara konsep, merek dapat menjadi perlindungan atas sebuah produk atau jasa setelah merek tersebut terdaftar dan telah diterbitkannya sertifikat merek oleh Menteri Hukum dan HAM. Berbeda dengan hak cipta dan hak paten yang mempersyaratkan kebaruan (novelty) dan keaslian (orisinalitas). Menurut Undang-Undang, merek merupakan tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk dua dimensi dan atau tiga dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari dua atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan atau jasa.

3. Hak Eksklusif Merek

Berdasarkan Pasal 1 angka 5 UU MIG, hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar untuk jangka waktu tertentu

(10)

dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. UU Merek dan Indikasi Geografis memberikan hak eksklusif kepada pemilik merek yang terdaftar untuk dapat menggunakan sendiri mereknya atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakan mereknya.

4. Mencegah Aksi Pembajakan Merek dan Penggunaan Tanpa Hak

Anda dapat terjerat masalah hukum jika menggunakan merek orang lain tanpa izin. Oleh karena itu, pendaftaran merek ke Direktorat Merek DJKI akan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Prinsip pendaftaran merek di Indonesia adalah first to file, yakni siapa yang pertama kali mendaftarkan merek nya lah yang dianggap sebagai pemilik atau pemegang hak atas merek. Berdasarkan pasal 83 UU Merek dan Indikasi Geografis, apabila terjadi pembajakan merek dan penggunaan tanpa hak maka pemilik merek terdaftar dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga.

5. Sebagai Pembeda Dengan Produk Perusahaan Lain

Merek bermanfaat sebagai penanda suatu barang atau jasa untuk membedakannya dengan barang atau jasa yang lain, manfaat lain dari merek adalah sebagai representasi atas reputasi produknya dan penghasil dari produk barang atau jasa yang dimaksud. Jika menyebut susu formula dengan merek Procal Gold, Enfagrow, atau Promil Gold maka akan terbayang kualitas susu formula yang optimal sekaligus level harganya. Inilah salah satu manfaat merek yakni ciri khas suatu produk dari perusahaan tertentu dan juga reputasi perusahaan.

6. Memiliki Hak Pengajuan Pembatalan Merek

Apabila Anda hendak mengajukan keberatan terhadap merek dagang yang sama seperti produk perusahaan Anda miliki, Anda dapat mengajukan gugatan pembatalan terhadap merek terdaftar lainnya yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek terdaftar tersebut ke Pengadilan Niaga. Suatu merek yang tidak didaftarkan dan tidak memperoleh sertifikasi maka merek tersebut akan mudah diambil pihak lain.

J. SEJARAH SINGKAT MEREK

Praktik branding pada dasarnya telah berlangsung berabad-abad. Kata “brand” dalam bahasa Inggris berasal dari kata “brandr” dalam bahasa yang berarti “to burn” yang mengacu pada pengidentifikasian ternak(Blcket,2003; Keller, 2003; Riezebos, 2003). Pada waktu itu, pemilik ternak menggunakan “cap” khusus untuk menandai ternak miliknya dan membedakanya dari ternak milik orang lain. Melalui cap seperti ini, konsumen menjadi lebih

(11)

mudah mengidentifikasi ternak-ternak berkualitas yang ditawarkan oleh para peternak bereputasi bagus.

Sejumlah bukti histories mengungkap bahwa merek dalam bentuk tanda identitas (identity marks) telah digunakan sejak ribuan tahun lalu. Sebagai contoh, tulisan dan gambar di dinding-dinding kuburan Mesir Kuno menunjukkan bahwa ternak pada zaman itu telah diberi merek/ tanda sejak tahun 2000 SM. Di zaman Romawi kuno, Toko-Toko memakai gambar-gambar (seperti sepatu, sapi atau daging) untuk mengidentifikasi produknya.

Contoh-contoh lainnya meliputi tanda identitas pada porselin Tiongkok kuno dan guci Yunani dan Romawi kuno.

Pada abad pertengahan, sejumlah bisnis (seperti pembuat roti dan pengrajin perak) dikendalikan oleh serikat pekerja yang memberikan semacam tanda sertifikasi kualitas.

Tanda semacam ini kemudian dijadikan entitas hukum dibeberapa Negara (seperti Inggris dan Jerman) pada abad 14 dan 15.

Selama Masa Revolusi Industri (1830-1870) dan tahun tahun sesudahnya (1870-1914) merek (sebagai identifikasi produk pemanufaktur) berkembang secara pesat, terutama difasilitasi oleh sejumlah factor berikut (Low & Fullerton, 1994) :

1. Perkembangan dan kemajuan teknologi transportasi (perkretapian) dan komunikasi (telegraf,telepon, dan jasa pos) memfasilitasi distribusi regional dan nasional.

2. Kemajuan teknologi produksi memungkinkan produksi missal produk berkualitas bagus and berbiaya rendah.

3. Kemajuan teknologi pengemasan produk membuat kemasan individual yang menonjolkan merek dagang pemanufaktur semakin berperan penting.

4. Perubahan undang-undang merek dagang di Amerika pada tahun 1870, decade 1880-an dan tahun 1906 memberikan perlindungna yang lebih kuat bagi produ-produk bermerek.

5. Pertumbuhan periklanan dan ketergantungan media massa (terutama surat kabar dan majalah) pada penerimaan iklan membuka peluang besar bagi periklanan merek.

6. Pertumbuhan institusi ritel baru, seperti took serba ada (department store), Variety stores dan national mail order houses, menstimulasi pengeluaran konsumen yang semakin besar.

7. Peningkatan industrialisasi dan urbanisasi meningkatkan standar hidup Amerika dan mengubah gaya hidup dari produksi mandiri (self-production) menjadi pembelanja sebagian besar produk.

Memasuki abad 20, hukum merek dagang (trademark law) telah mapan. Peranan merek dagang adalah untuk mengidentifikasi perancang dan atau pemanufaktur spesifik,

(12)

contohnya Mercedes Benz, Singer, Heinze, dan Ford. Baru pada akhir abad 19 dan awal abad 20 para pemanufaktur menggunakan merek untuk mengidentifikasi produk secara spesifik. Banyak diantara merek-merek terkemuka saat ini yang telah dikembangkan pada periode tersebut, diantaranya sereal sarapan Shredded Wheat, Film Kodak, travelers checks American Express, Prudential Insurance, dan Sebagainya.

K. STRTEGI PEMEREKAN DAN DAMPAK MEREK

Strategi dalam menentukan cara untuk dapat mendapat kan perhatian dari audiens sedikit banyak harus melalui banyak eksperimen yang di uji beberapa kali,sehingga dapat menemukan formula yang efektif dalam membuat strategi komunikasi pemasaran berkerja.

setiap strategi pemasaran yang di buat tidak bias dipukul rata akan efektif terhadap setiap brand,namun sedikit banyak cara-cara di tersebut bisa di kombinasikan dengan pertimbangan yang menyesuaikan audiens dan perilaku yang menjadi kebiasaan audiens yang mungkin memilki kesamaan kebiasaan.

Cara penyampaian pesan dan pesan yang disampaikan adalah sebuah factor yang sangat erat kaitanya dalam keberhasilan menciptakan strategi merek,dan di balik itu,dalam prosesnya harus memiliki strategi yang matang,dalam konteks visual maupun tekstual.Merek akan sangat dikenal atau akan menjadi “Top Of Mind” Ketika memiliki makna yang melekat di benak audiens ,disaat itulah strategi merek bisa dikatakan efektif dan sudah mencapai “brand Awareness”.

Dampak dari sebuah Merek merupakan sebuah bentuk dari pengaruh pesan yang di berikan Merek ketika menyampaikan pesan itu sendiri,Baik itu pesan tersurat maupun tersirat.Dan hal ini bisa memiliki dampak yang beragam,mulai dari fashion,gaya berbicara,dan daya konsumtif masyarakat akan menjadi faktor penentu dari sebuah pesan yang di berikan merek.

KESIMPULAN

Dalam melakukan strategi membangun merek, perusahaan harus mampu memenuhi syarat-syarat untuk melakukan pemasaran produk, perusahaan harus memahami bagaimana komunikasi pemasaran bekerja untuk bisa memasuki industri yang akan digeluti. Perusahaan harus bisa menentukan pesan, target, dan media yang akan digunakan untuk memasarkan produk yang akan dijual. Pesan yang disampaikan merek harus bisa diterima oleh para audiens, agar proses komunikasi pemesaran sukses, selain itu perusahaan juga harus bisa memberikan slogan untuk merek mereka untuk bersaing dengan parah kompetitor.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Alma, Buchari. 2000. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa.Edisi Revisi. Cetakan Keempat. Bandung: Alfabeta.

Kotler, Philip. 2009. Marketing Management Volume 1. Jakarta: Erlangga.

Gie. 2021. “Pengertian Komunikasi Pemasaran, Tujuan, Fungsi, dan Strateginya”, https://accurate.id/marketing-manajemen/komunikasi-pemasaran/, diakses pada 16 Oktober 2021.

(14)

Affde. 2021. “Pesan Merek: Bagaimana Membuat Komunikasi Yang Disengaja dan Strategis Untuk Merek Anda”, https://www.affde.com/id/brand-messaging-guide.html, diakses pada 16 Oktober 2021.

Sanjaya, Suryadi. 2019. “Channel (Media Komunikasi)”, https://slideplayer.info/slide/13558924/, diakses pada 16 Oktober 2021.

Ghasani, Divia. 2020. “6 Manfaat Merek Bagi Perusahaan”, https://xwork.co/blog/6- manfaat-merek-bagi-perusahaan/, diakses pada 16 Oktober 2021.

The Marketing Management’s Blog. 2009. “Sejarah Merek”, https://ilmumanajemenpemasaran.wordpress.com/artikel/merek/sejarah-merek/, diakses pada 16 Oktober 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Tidak terpenuhinya target penjualan ini diindikasikan oleh menurunnya loyalitas merek konsumen akan produk Suzuki Smash , dimana konsumen merasa keberatan karena mahalnya suku

Hasil penelitian menunjukkan strategi komunikasi pemasaran terpadu yang digunakan oleh penyelenggara membangun ekuitas merek produk lokal berkualitas berupa rangkaian

Tidak terpenuhinya target penjualan ini diindikasikan oleh menurunnya loyalitas merek konsumen akan produk Suzuki Smash , dimana konsumen merasa keberatan karena mahalnya suku

Penelitian ini mengenai preferensi merek konsumen produk shampoo sunsilk dan sejauh mana preferensi merek tersebut dapat mempengaruhi loyalitas konsumen terhadap produk shampoo

Hasil yang ditemukan berupa kualitas produk, persepsi harga dan citra merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan, kepuasan memiliki pengaruh

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran kecintaan merek dengan pendekatan kausal dan faktor-faktor yang membangun hubungan merek

harus mengetahui penilaian atau persepsi konsumen terhadap produk atau merek pesaingnya, sehingga dapat diketahui pula preferensi konsumen untuk ekuitas merek, tanggung

Tidak terpenuhinya target penjualan ini diindikasikan oleh menurunnya loyalitas merek konsumen akan produk Suzuki Smash , dimana konsumen merasa keberatan karena mahalnya suku