39 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian
Berdasarkan surat persetujuan tempat penelitian dari SMA Negeri 1 Jatiwangi Nomor: 070/316/SMA01/Disdik/2015, maka penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Jatiwangi yang beralamat di Jl. Raya Timur No. 02 Jatiwangi-Majalengka dengan ketentuan rentang waktu berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon Nomor:
In.14/F.I.1/PP.00.9/1760/2015 yaitu selama 3 bulan terhitung dari tanggal 23 Februari s.d 23 Mei 2015.
Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan dimulai dari tahap persiapan berupa analisis kebutuhan, perancangan RPP, pembuatan RPP dan instrumen penelitian, pelaksanaan, pengolahan sampai penulisan laporan. Dengan perincian dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1
Jadwal Kegiatan Penelitian
No. Nama Kegiatan
Bulan
Maret April Mei Juni
3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1. Analisis
kebutuhan √
2. Penyusunan rancangan RPP berkarakter
√ √ √ 3. Pembuatan RPP
berkarakter dan penyusunan instrumen penelitian
√ √
4. Validasi RPP dan instrumen
penelitian
√ √ √ √ √ √ √
5. Uji coba √
6. Analisis data dan
hasil uji coba √ √ √
7. Penyusunan dan penulisan laporan penelitian
√ √ √ √ √ √ √ √
No. Nama Kegiatan
Bulan
Maret April Mei Juni
3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 8 Penyempurnaan
RPP √ √ √ √ √ √ √ √
3.2 Metode dan Desain Penelitian 3.2.1 Metode penelitian
Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Terdapat empat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu cara ilmiah, data, tujuan, dan kegunaan.
Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Yang selanjutnya data yang diperoleh adalah data empiris (teramati). Setiap penelitian memiliki tujuan dan kegunaan tertentu.
Secara umum ada tiga macam tujuan penelitian yaitu yang bersifat penemuan, pembuktian, dan pengembangan. Dengan adanya penelitian, manusia dapat menggunakan hasilnya yaitu untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah (Sugiyono, 2012:2).
Dalam penelitian ini, jenis metode yang digunakan merupakan penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development (R
& D). Menurut Sugiyono (2012:297), metode R & D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Dalam bidang pendidikan, Borg and Gall (dalam Sugiyono, 2012:4) menyatakan bahwa penelitian dan pengembangan (research and development/ R & D) merupakan metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan atau memvalidasi produk-produk yang digunakan dalam pendidikan dan pembelajaran.
3.2.2 Desain penelitian
Desain penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian (Nazir, 1988:99). Berdasarkan metode yang digunakan yaitu R & D, maka penelitian ini difokuskan pada pengembangan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Matematika berkarakter dengan penerapan metode Gallery Walk yang mampu membangkitkan kreativitas siswa.
Sehingga produk yang dihasilkan berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) matematika berkarakter. Adapun langkah-langkah pengembangan yang
digunakan adalah mengacu pada langkah-langkah pengembangan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:298) yaitu sebagai berikut.
Gambar 3.1
Langkah-langkah penggunaan metode Research and Development (R & D) Sebelum dijelaskan mengenai langkah-langkah pengembangan yang dikemukakan Sugiyono, perlu diketahui bahwa peneliti hanya melakukan langkah sampai pada langkah ke delapan yaitu revisi produk. Berikut ini adalah penjelasan mengenai langkah-langkah pengembangan RPP berkarakter berdasarkan penjelasan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2012:298-311).
a. Potensi dan Masalah
Potensi adalah segala sesuatu yang bila didayagunakan akan memiliki nilai tambah. Namun, apabila potensi yang berkembang tidak dapat didayagunakan maka akan menjadi masalah. Potensi dan masalah yang dikemukakan dalam penelitian harus ditunjukkan dengan data empirik. Data tentang potensi dan masalah tidak harus dicari sendiri, tetapi bisa berdasarkan laporan penelitian orang lain, atau dokumentasi laporan kegiatan dari perorangan atau instansi tertentu yang masih up to date (Sugiyono, 2012:298- 300). Dalam tahap ini akan menghasilkan informasi mengenai subjek penelitian serta produk yang akan dikembangkan, yaitu RPP Matematika.
b. Pengumpulan Data
Tahap ini dilakukan untuk mengetahui masalah pembelajaran yang perlu mendapatkan solusi. Pembelajaran matematika cenderung diikuti oleh siswa dalam keadaan jenuh, ini bisa saja disebabkan kurangnya motivasi dari
Potensi dan Masalah
Pengumpulan Data
Desain Produk
Validasi Desain
Ujicoba Pemakaian
Revisi Desain Ujicoba
Produk
Revisi Produk
Produksi Masal Revisi Produk
guru untuk belajar, kurangnya variasi metode pembelajaran yang digunakan guru, atau sebab lainnya. Selain itu, peneliti juga perlu mengetahui kemampuan-kemampuan atau kompetensi yang perlu dipelajari oleh siswa untuk membangkitkan karakter atau sikap belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Untuk dapat mengumpulkan data mengenai hal-hal yang telah disebutkan di atas, maka peneliti melakukan observasi pembelajarann, wawancara serta telaah RPP di sekolah yang dijadikan tempat penelitian.
c. Desain Produk
Setelah peneliti melalui kedua tahap di atas, ini sebagai bekal untuk menemukan alternatif solusi dari masalah yang ditemukan. Peneliti membuat desain RPP yang didalamnya dimunculkan karakter yang ingin dicapai oleh siswa, dimulai dari menetapkan tujuan pembelajaran, skenario pembelajaran, merancang materi, dan evaluasi hasil belajar, sehingga produk yang akan dihasilkan adalah RPP berkarakter.
d. Validasi desain
Tahap ini merupakan tahap penilaian oleh para validator terhadap hasil desain RPP berkarakter yang telah dibuat oleh peneliti. Validator yang dipilih merupakan para pakar yang dipercaya ahli dalam bidang yang berkaitan dengan produk yang dikembangkan. Para validator menilai kelebihan dan kekurangan dari desain produk yang dibuat oleh peneliti.
e. Revisi desain
Setelah desain RPP berkarakter divalidasi oleh para validator, maka selanjutnya peneliti memperbaiki desain RPP berkarakter berdasarkan masukan dari para validator. Tahap ini diperlukan untuk mengurangi kelemahan yang terdapat pada RPP berkarakter yang akan dihasilkan.
f. Uji coba produk
Setelah kelima tahap dipenuhi, selanjutnya adalah mengujicobakan RPP berkarakter atau dalam penelitian ini disebut dengan penerapan RPP berkarakter pada pembelajaran matematika di kelas penelitian.
g. Revisi produk
Setelah RPP matematika berkarakter diterapkan pada pembelajaran di kelas, selanjutnya jika masih terdapat kelemahan, maka peneliti harus merevisi kembali produk tersebut. Revisi dilakukan berdasarkan pertimbangan masukan dari siswa dan temuan peneliti sendiri terhadap
kelangsungan pembelajaran dengan penggunaan RPP matematika berkarakter.
h. Uji coba pemakaian
Uji coba pemakaian merupakan tahap mengujicobakan produk pada lingkup yang lebih luas dengan tetap menilai kekurangan pada produk tersebut. Peneliti tidak melakukan uji coba pemakaian pada lingkup yang lebih luas, dikarenakan keterbatasan waktu, dana, dan berjalannya materi pembelajaran.
i. Revisi produk
Revisi produk dilakukan apabila dalam pemakaian kondisi nyata terdapat kekurangan dan kelemahan.
j. Produksi masal
Setelah produk yang diujicoba dinyatakan efektif dan layak, maka produksi masal dapat dilakukan untuk kemudian digunakan di lembaga terkait.
Produk yang akan dihasilkan dalam penelitian ini berupa perangkat pembelajaran yaitu RPP yang didalamnya telah dilengkapi dengan LKS. RPP yang dikembangkan mengacu pada format RPP kurikulum 2013 sehingga tempat uji coba dilakukan di sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013. RPP ini merupakan pengembangan dari RPP sebelumnya. Produk ini diberi nama RPP matematika berkarakter karena didalamnya memuat karakter yang akan dimunculkan dan dikembangkan yaitu kreativitas. Nilai-nilai karakter terutama kreativitas dieksplisitkan dalam tujuan pembelajaran dan dikembangkan melalui kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran didesain sedemikian rupa agar siswa dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Selain itu, siswa diharapkan memiliki pikiran positif tentang pembelajaran matematika. Produk RPP yang dihasilkan digunakan dalam proses pembelajaran di kelas XI semester II pada bab transformasi geometri dengan topik translasi dan refleksi.
3.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel 3.3.1 Populasi
Di dalam Encyclopedia of Educational Evaluation (dalam Arikunto, 2010:173) tertulis a population is a set (collection) of all elements possessing one or more attributes of interest. Sedangkan menurut Arikunto (2010:173),
populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa yang menjadi populasi adalah segala sesuatu yang menjadi sasaran dalam penelitian. Dalam konteks penelitian ini, yang menjadi populasi adalah seluruh siswa SMA Negeri 1 Jatiwangi. Data mengenai populasi penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.2 Populasi Penelitian
No. Kelas Jumlah Siswa
L P Jumlah
1 X MIA 1 9 29 38
2 X MIA 2 12 28 40
3 X MIA 3 12 28 40
4 X MIA 4 13 27 40
5 X MIA 5 10 29 39
6 X MIA 6 13 27 40
7 X IIS 1 11 26 37
8 X IIS 2 14 25 39
9 X IIS 3 12 24 36
10 X IIS 4 14 22 36
11 X IIS 5 14 20 34
12 XI MIA 1 13 23 36
13 XI MIA 2 13 23 36
14 XI MIA 3 13 23 36
15 XI MIA 4 14 24 38
16 XI MIA 5 14 23 37
17 XI MIA 6 14 24 38
18 XI IIS 1 14 23 37
19 XI IIS 2 15 20 35
20 XI IIS 3 13 21 34
21 XI IIS 4 15 18 33
22 XII IPA 1 10 25 35
23 XII IPA 2 13 21 34
24 XII IPA 3 12 22 34
25 XII IPA 4 13 22 35
26 XII IPA 5 12 23 35
27 XII IPS 1 10 26 36
28 XII IPS 2 10 26 36
29 XII IPS 3 10 24 34
30 XII IPS 4 8 23 31
31 XII IPS 5 9 21 30
Total 377 740 1.117
Sumber: Website SMA Negeri 1 Jatiwangi 3.3.2 Sampel dan teknik pengambilan sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2012:81). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini
adalah purposive sampling. Menurut Sugiyono (2012:85), purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Peneliti mengambil sampel pengujian RPP matematika berkarakter yaitu kelas XI MIA 6. Alasan ditetapkan kelas XI MIA 6 karena menurut hasil wawancara dengan guru matematika yang bersangkutan bahwa tidak ada perbedaan strata untuk semua kelas XI MIA dan pertimbangan lainnya adalah kelas tersebut merupakan tempat observasi pembelajaran sebagai proses analisis kebutuhan sehingga peneliti menetapkan untuk melanjutkan di kelas XI MIA 6. Selengkapnya, data sampel dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.3 Sampel Penelitian
Kelas Jumlah Siswa
L P
XI MIA 6 14 24
3.4 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data (Sugiyono, 2012:224). Penelitian ini terdiri atas dua variabel, yakni RPP berkarakter dan kreativitas siswa.
3.4.1 Instrumen pengumpulan data
Adapun instrumen pengumpulan data untuk variabel RPP berkarakter adalah observasi guru, tes hasil belajar, dan angket respon siswa, sedangkan untuk variabel kreativitas siswa adalah observasi siswa.
a. Observasi
Observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala alam dengan jalan pengamatan dan pencatatan (Kartono, 1990:157). Observasi yang dilakukan menggunakan lembar check list untuk mengamati kreativitas siswa selama proses pembelajaran dan lembar observasi keterlaksanaan kegiatan guru dalam menerapkan RPP matematika berkarakter.
b. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arifin,
2012:66). Pada penelitian ini digunakan tes dengan jenis uraian berjumlah 5 butir soal. Tes ini untuk mengukur kualitas RPP matematika berkarakter yang dikembangkan dalam pencapaian kompetensi dasar (KD).
c. Angket atau kuesioner
Angket atau kuesioner adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang digunakan untuk memperoleh data dari responden, dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal lain yang diketahui (Hasan, 2012:28).
Sedangkan menurut Sugiyono (2012:142), angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Arifin (2012:66) mengemukakan pengertian angket adalah alat untuk mengumpulkan dan mencatat data/informasi, pendapat, dan paham dalam hubungan kausal. Angket yang digunakan adalah untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan RPP matematika berkarakter.
3.4.2 Definisi konseptual a. RPP berkarakter
RPP berkarakter merupakan suatu rancangan yang menggambarkan prosedur pembelajaran dalam satu kali pertemuan atau lebih yang dapat mengarahkan siswa pada penanaman dan pengembangan karakter serta pencapaian Kompetensi Dasar (KD).
b. Kreativitas siswa
Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh seorang individu dalam melahirkan/menciptakan karya baru baik berasal dari dorongan internal/diri sendiri ataupun dorongan eksternal/lingkungan.
3.4.3 Definisi operasional a. RPP berkarakter
RPP berkarakter adalah skor total dari jawaban lembar validasi ahli, lembar observasi untuk guru, tes hasil belajar siswa, dan angket siswa.
b. Kreativitas siswa
Kreativitas adalah skor total dari jawaban hasil observasi terhadap siswa selama proses pembelajaran.
3.4.4 Kisi-kisi instrumen
Kisi-kisi instrumen ini dibuat untuk dijadikan acuan oleh peneliti dalam menyusun instrumen pengumpulan data (IPD). Berikut ini adalah kisi-kisi instrumen angket dan soal tes hasil belajar.
Tabel 3.4
Kisi-kisi Angket Respon Siswa
Variabel Definisi
Operasional Dimensi Indikator
Jenis
Penyataan Jumlah Butir
+ -
Respon siswa terhadap penerapan
metode gallery walk
Respon siswa terhadap penerapan metode gallery walk merupakan skor total yang diperoleh dari respon siswa terhadap butir- butir
pernyataan yang diajukan dan disusun berdasarkan kisi-kisi instrumen yang didalamnya meliputi aspek motivasi, produk hasil belajar, dan berinovasi.
Motivasi Membangkitkan motivasi dan minat belajar
1, 5, 13, 19, 24, 25
4, 7, 11,
20 10
Produk hasil belajar
Memberikan kesempatan untuk mewujudkan hasil karya
2, 6, 10, 16, 21, 22
12, 17
8
Berinovasi Membangkitkan keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut dan melakukan inovasi
3, 8, 15, 18, 23
9, 14
7
Total 17 8 25
Tabel 3.5
Kisi-kisi Soal Tes Hasil Belajar
Kompetensi Dasar Indikator Jenjang Kognitif No Butir Soal C1 C2 C3 C4
Menganalisis sifat-sifat transformasi geometri (translasi, refleksi, dilatasi, dan rotasi) dengan
pendekatan koordinat dan
Memahami sifat-sifat dan konsep translasi dan refleksi.
1
2
3
4
Kompetensi Dasar Indikator Jenjang Kognitif No Butir Soal C1 C2 C3 C4
menerapkannya dalam
menyelesaikan masalah. 5
3.4.5 Validasi instrumen
Sebelum instrumen pengumpulan data digunakan, terlebih dahulu dilakukan validasi instrumen oleh beberapa ahli dalam bidang yang bersangkutan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai tahapan validasi instrumen.
a. RPP
Untuk mengukur kesesuaian RPP dengan tujuan yang ingin dicapai maka peneliti membuat lembar validasi RPP. Adapun aspek penilaian untuk RPP adalah perumusan tujuan pembelajaran, isi yang disajikan, bahasa, dan waktu, yang kemudian 4 aspek tersebut dijabarkan dalam 19 item penilaian.
Selanjutnya, RPP tersebut diajukan kepada beberapa ahli (expert judgment) untuk dinilai kelayakannya. Diantara ahli yang dipilih oleh peneliti untuk memvalidasi RPP adalah 1 orang ahli dalam bidang pengelolaan pembelajaran (validator 1/V1), 1 orang ahli dalam bidang psikologi (validator 2/V2), dan 1 orang ahli dalam materi (validator 3/V3).
Adapun hasil validasi yang diperoleh dari validator 1 yaitu sebanyak 17 item diberi nilai 5 yang berarti “Sangat Baik” dan nilai 4 yang berarti “Baik”
sebanyak 2 item. Hasil validasi oleh validator 2 dilakukan pada 2 tahap, yaitu pada tahap 1 diperoleh sebanyak 6 item dengan nilai 5, 9 item dengan nilai 4, 3 item dengan nilai 3, dan 1 item dengan nilai 2, sedangkan pada tahap 2 diperoleh nilai 5 untuk seluruh item penilaian. Hasil validasi oleh validator 3 diperoleh nilai 5 sebanyak 10 item dan nilai 4 sebanyak 9 item. Untuk lebih jelasnya mengenai hasil validasi dari ketiga validator tersebut dapat dilihat pada lampiran A8.
b. Lembar observasi
Penelitian ini menggunakan dua jenis lembar observasi, yaitu lembar observasi untuk siswa dan guru. Validasi untuk lembar observasi siswa diajukan bersamaan dengan validasi RPP, karena lembar observasi siswa
merupakan bagian dari instrumen penilaian sikap12, sedangkan lembar observasi guru tidak diajukan untuk divalidasi, karena komponen pengamatan dalam lembar observasi guru ini merupakan langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang telah tercantum dalam RPP matematika berkarakter.
c. Tes hasil belajar
Untuk memvalidasi soal tes hasil belajar, peneliti memilih 2 orang ahli dalam materi matematika. Jumlah butir soal tes hasil belajar yaitu sebanyak 5 butir dengan bentuk soal berupa uraian. Hasil validasi oleh validator 1 dilakukan pada 2 tahap, yaitu pada tahap 1 diperoleh 4 butir soal diberi nilai 3 yang berarti “langsung bisa digunakan” dan 1 butir soal dengan nilai 2 yang berarti “revisi”, sedangkan pada tahap 2 diperoleh nilai 3 pada semua soal sehingga bisa langsung digunakan. Sedangkan hasil yang diperoleh dari validator 2 yaitu sebanyak 5 soal diberi nilai 3. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran A3.
d. Angket
Untuk memvalidasi kesesuaian indikator-indikator dengan pernyataan dalam angket, peneliti memilih 2 orang ahli dalam bidang kebahasaan dan psikologi. Terdapat 25 pernyataan yang terdiri dari 17 pernyataan positif dan 8 pernyataan negatif. Hasil validasi oleh validator 1 dilakukan sebanyak 5 tahap, yaitu pada tahap 1 diperoleh nilai 2 yang berarti “revisi” untuk semua item, pada tahap 2 diperoleh nilai 3 yang berarti “langsung bisa digunakan”
pada 6 item pernyataan, dan nilai 2 pada 19 item pernyataan, pada tahap 3 diperoleh nilai 3 pada 10 item pernyataan dan nilai 2 pada 15 item pernyataan, pada tahap 4 diperoleh nilai 3 pada 23 item pernyataan, dan nilai 2 pada 2 pernyataan, sedangkan pada tahap 5 diperoleh nilai 3 pada semua item pernyataan. Hasil validasi oleh validator 2 diperoleh nilai 3 pada semua item pernyataan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran A2.
Sebelum tes dan angket disebarkan, maka perlu diketahui validitas butir soal dan angket guna mengetahui syarat terpenuhi atau tidaknya instrumen yang baik. Gronlund (dalam Surapranata, 2004:50) mengatakan bahwa validitas berkaitan dengan hasil suatu alat ukur, menunjukkan tingkatan, dan bersifat
2 Kurikulum 2013 menerapkan penilaian autentik untuk menilai kemajuan belajar siswa yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan
khusus sesuai dengan tujuan pengukuran yang akan dilakukan. Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2012:121). Validitas untuk butir soal tes hasil belajar dan angket siswa menggunakan validitas internal. Instrumen yang mempunyai validitas internal adalah jika kriteria yang ada dalam instrumen secara rasional (teoritis) telah mencerminkan apa yang diukur atau dengan kata lain kriterianya ada dalam instrumen tersebut (Sugiyono, 2012:123). Validitas internal untuk instrumen yang berupa tes menggunakan validitas isi (content validity) sedangkan untuk angket menggunakan validitas konstruksi (construct validity). Pengujian validitas internal yaitu berdasarkan hasil penilaian yang diperoleh dari expert judgment atau pendapat para ahli yang telah disebutkan di atas.
Hasil yang diperoleh dari expert judgment kemudian dianalisis menggunakan CVR (Content Validity Ratio) untuk setiap komponen. Penskoran terdiri dari 3 alternatif yaitu skor 3 untuk kategori langsung digunakan tanpa revisi, 2 untuk kategori revisi/perbaiki, dan 1 untuk kategori buang/ganti.
Penskoran dilakukan pada setiap item pernyataan dan pertanyaan. Setelah semua item mendapat skor, kemudian skor tersebut diolah dengan cara:
CVR = Keterangan:
CVR = rasio validitas konten
= jumlah validator yang memberikan nilai 3 = jumlah semua validator
(Hendryadi, 2014:4) Hasil perhitungan CVR ini kemudian dibandingkan dengan nilai minimum CVR yang telah disajikan oleh Lawshe, yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.6 Nilai Minimum CVR
Number of Panelists Minimum Value
2 1
5 0,99
6 0,99
7 0,99
8 0,75
9 0,78
Number of Panelists Minimum Value
10 0,62
11 0,59
12 0,56
13 0,54
14 0,51
15 0,49
20 0,42
25 0,37
30 0,33
35 0,31
40 0,29
Berikut ini akan dijelaskan mengenai perhitungan CVR untuk butir soal tes hasil belajar, namun untuk mempermudah maka terlebih dibuat tabel persiapan perhitungan CVR berdasarkan nilai yang diperoleh dari para validator. Adapun tabelnya dapat dilihat di bawah ini:
Tabel 3.7
Persiapan Perhitungan CVR untuk Butir Soal Tes No
Soal
Nilai dari
validator Ne
1 2
1 3 3 2
2 3 3 2
3 3 3 2
4 3 3 2
5 3 3 2
Jumlah validator untuk menilai soal tes hasil belajar yaitu sebanyak 2 orang, sehingga 2. Di bawah ini adalah perhitungan CVR untuk butir soal Nomor 1.
CVR =
= = = 1
Hasil perhitungan CVR tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai minimum CVR yang telah dijelaskan pada tabel 3.6. Seperti yang telah diketahui bahwa jumlah validator untuk menilai soal tes hasil belajar yaitu sebanyak 2 orang, sehingga nilai minimum CVR = 1. Karena hasil perhitungan CVR untuk butir
soal Nomor 1 sama dengan nilai minimum CVR, maka dapat disimpulkan bahwa butir soal Nomor 1 mempunyai validitas isi yang baik, demikian juga dengan Nomor 2 sampai Nomor 5, mempunyai validitas isi yang baik. Data selengkapnya untuk hasil perhitungan CVR pada butir soal Nomor 2 sampai dengan 5 dapat dilihat pada lampiran B1.
Adapun tabel persiapan perhitungan untuk item pada pernyataan angket dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.8
Persiapan Perhitungan untuk Item Pernyataan Angket No
Item
Nilai dari
validator Ne
1 2
1 3 3 2
2 3 3 2
3 3 3 2
4 3 3 2
5 3 3 2
6 3 3 2
7 3 3 2
8 3 3 2
9 3 3 2
10 3 3 2
11 3 3 2
12 3 3 2
13 3 3 2
14 3 3 2
15 3 3 2
16 3 3 2
17 3 3 2
18 3 3 2
19 3 3 2
20 3 3 2
21 3 3 2
22 3 3 2
23 3 3 2
24 3 3 2
25 3 3 2
Jumlah validator untuk menilai item pernyataan angket yaitu sebanyak 2 orang, sehingga 2. Di bawah ini adalah perhitungan CVR untuk item pernyataan Nomor 1.
CVR =
= = = 1
Hasil perhitungan CVR tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai minimum CVR yang telah dijelaskan pada tabel 3.6. Karena hasil perhitungan CVR untuk item pernyataan Nomor 1 sama dengan nilai minimum CVR, maka dapat disimpulkan bahwa item pernyataan Nomor 1 mempunyai validitas isi yang baik, demikian juga dengan Nomor 2 sampai Nomor 25 mempunyai validitas isi yang baik. Data selengkapnya untuk hasil perhitungan CVR pada item pernyataan Nomor 2 sampai dengan 25 dapat dilihat pada lampiran B2.
Hasil validasi ahli terhadap komponen RPP matematika berkarakter dianalisis dengan menjumlahkan skor yang diberikan oleh expert judgment.
Penskoran yang diberikan yaitu dengan skala penilaian 1 – 5. Adapun makna poin 1 untuk kategori tidak baik, 2 untuk kategori kurang baik, 3 untuk kategori cukup baik, 4 untuk kategori baik, dan 5 untuk kategori sangat baik. Penentuan interval dari skor yang didapat didasarkan pada rumus di bawah ini:
1) Jangkauan 2) Banyak kelas ( ) log 3) Panjang kelas
(Noor, 2013:188) Kriteria skor penilaian RPP dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.9
Kriteria Skor Penilaian RPP
Interval Kriteria
1 – 19 Tidak Baik
20 – 38 Kurang Baik
39 – 57 Cukup Baik
58 – 76 Baik
77 – 95 Sangat Baik
Adapun hasil penilaian yang diberikan oleh para expert judgment terhadap 19 item penilaian RPP dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 3.10
Penilaian Expert Judgment Terhadap RPP Matematika Berkarakter
No Item
Hasil Penilaian V1
V2
V3 Tahap
1 2
1 5 5 5 5
2 5 2 5 4
3 5 4 5 5
4 5 4 5 4
5 5 4 5 5
6 5 3 5 4
7 5 4 5 5
8 5 5 5 4
9 5 5 5 4
10 5 3 5 5
11 5 5 5 4
12 5 4 5 4
13 5 3 5 5
14 5 4 5 4
15 5 4 5 4
16 4 4 5 5
17 4 4 5 5
18 5 5 5 5
19 5 5 5 5
Jumlah 93 77 95 86
Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa jumlah skor yang diperoleh dari setiap validator jika dibandingkan dengan kriteria skor penilaian RPP yang terdapat dalam tabel 3.9 termasuk dalam kriteria sangat baik.
3.4.6 Teknik pengumpulan data a. Lembar validasi ahli
Lembar validasi ahli digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kelayakan RPP yang dikembangkan berdasarkan penilaian para ahli. Lembar validasi ini diserahkan bersamaan dengan rancangan RPP yang dikembangkan.
b. Lembar observasi 1) Untuk guru
Observasi dilakukan pada saat guru memulai pembelajaran sampai mengakhiri pembelajaran. Observer memberikan penilaian terhadap kegiatan guru dalam menerapkan RPP matematika berkarakter dengan memberikan tanda ceklis ( ) pada kolom yang tersedia dan dilengkapi dengan skala penilaian.
2) Untuk siswa
Lembar observasi siswa digunakan untuk mengumpulkan data mengenai tingkat kreativitas siswa selama proses pembelajaran matematika menggunakan metode Gallery Walk. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran. Observer mengamati kreativitas masing- masing siswa dalam kelompoknya dan memberikan penilaian dengan memberikan skor pada kolom yang tersedia.
c. Tes
Tes pada penelitian ini digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada pokok bahasan transformasi geometri dengan tema translasi dan refleksi setelah pembelajaran menggunakan metode Gallery Walk. Tes yang digunakan berupa tes uraian dengan jumlah soal sebanyak 5 butir.
Pelaksanaan tes yaitu selama 15 menit.
d. Angket/kuesioner
Angket ini digunakan untuk mengumpulkan data mengenai respon siswa setelah proses pembelajaran menggunakan metode Gallery Walk.
Angket yang dibuat berisi beberapa item pernyataan yang terdiri dari pernyataan positif dan negatif dengan 5 pilihan alternatif jawaban yang disajikan dengan menggunakan skala Likert. Skala Likert adalah salah satu model skala pengukuran yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2012:93). Dalam angket ini, alternatif jawabannya adalah Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Tahu (TT), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Skor untuk pernyataan positif adalah SS = 4, S = 3, TT = 2, TS
= 1, dan STS = 0 sedangkan untuk pernyataan negatif adalah SS = 0, S = 1, TT = 2, TS = 3, dan STS = 4. Angket siswa diberikan setelah selesai dilakukannya tes hasil belajar.
3.5 Teknik Analisis Data
Spradley (dalam Sugiyono, 2012:244) mengemukakan bahwa:
Analysis of any kind involve a way of thinking. It refers to the systematic examination of something to determine its parts, the relation among parts, and the relationship to the whole. Analisis dalam penelitian jenis apapun adalah merupakan cara berpikir. Hal itu berkaitan dengan pengujian secara sistematis terhadap sesuatu untuk menentukan bagian, hubungan antarbagian, dan hubungannya dengan keseluruhan. Analisis adalah untuk mencari pola.
3.5.1 Analisis data kualitatif
Data kualitatif didapatkan dari hasil yang diperoleh dari langkah-langkah yang telah dilakukan oleh peneliti dalam mengembangkan RPP matematika berkarakter, yaitu pada tahapan analisis kebutuhan, desain, dan pengembangan.
3.5.2 Analisis data kuantitatif
Data kuantitatif diperoleh dari tahapan implementasi RPP mencakup tes hasil belajar, angket siswa, dan observasi guru dan siswa selama proses pembelajaran yang kemudian data-data ini diolah untuk menemukan jawaban atas persoalan pokok yang telah dirumuskan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan terhadap pengujian data kuantitatif.
a. Analisis lembar observasi 1) Untuk siswa
Data hasil pengamatan sikap siswa selama proses pembelajaran dihitung rata-ratanya menggunakan rumus:
̅ = ∑
∑ 5 (5 merupakan nilai maksimum) Skor maksimum dalam penelitian ini adalah 40.
Dari rata-rata yang diperoleh dapat diketahui kategori berdasarkan kelompok kategori yang telah ditetapkan oleh peneliti, sebagaimana tercantum dalam lembar observasi kreativitas siswa (dapat dilihat pada lampiran A7). Berikut ini adalah penentuan kategori untuk aspek yang diamati.
: Tidak Baik : Kurang Baik : Cukup Baik : Baik
: Sangat Baik
2) Untuk guru
Data hasil pengamatan terhadap kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran sesuai dengan RPP yang diberikan dianalisis dengan mencari rata-rata untuk 3 aspek yang diamati, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Dari data tersebut dapat diketahui kemampuan guru dalam menerapkan RPP dengan menggolongkan rata-rata yang didapatkan pada kategori yang telah ditetapkan oleh peneliti, sebagaimana tercantum dalam lembar observasi keterlaksanaan kegiatan guru dalam menerapkan RPP matematika berkarakter (dapat dilihat pada lampiran A6). Berikut ini adalah penentuan kategori untuk aspek yang diamati.
: Kurang Baik : Cukup Baik : Baik
: Sangat Baik
b. Analisis tes hasil belajar dan ketuntasan belajar
Nilai tes yang diperoleh dihitung menggunakan rumus:
Nilai = ∑
∑ 100 (untuk skala 100) atau Nilai = ∑
∑ 4 (untuk skala 4)
Keterangan: Skor maksimum untuk instrumen tes hasil belajar dalam penelitian ini adalah 20.
Untuk mengkonversi nilai angka ke huruf yaitu dengan melihat rincian skala penilaian yang telah dijelaskan pada Bab II berdasarkan Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014. Adapun ketuntasan belajar menurut Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 Tentang Penilaian Hasil Belajar oleh pendidik pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah Pasal 9 (NN3, 2014:6) dapat dilihat dalam tabel di bawah ini:
Tabel 3.11
Ketuntasan Hasil Belajar
Kompetensi Skor Minimal/Predikat
Sikap Baik
Pengetahuan 2,67
Keterampilan 2,67
Adapun implikasi dari adanya persyaratan ketuntasan belajar (Prihartini, dkk, 2014:3) tersebut adalah sebagai berikut:
1) Untuk siswa yang memperoleh nilai pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan (KD pada KI-3 dan KI-4) kurang dari 2,67 diberikan remedial individual sesuai kebutuhan siswa.
2) Untuk siswa yang memperoleh nilai pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan (KD pada KI-3 dan KI-4) 2,67 atau lebih dari 2,67 diberikan kesempatan untuk melanjutkan pelajarannya ke KD berikutnya.
3) Apabila lebih dari 75% peserta didik memperoleh nilai kurang dari 2,67 diadakan remedial klasikal sesuai dengan kebutuhan.
4) Untuk siswa yang secara umum profil sikapnya (KD pada K-I dan K-2) belum berkategori baik dilakukan pembinaan secara holistik (paling tidak oleh guru mata pelajaran, guru BK, dan orang tua).
c. Analisis angket respon siswa
Respon siswa terhadap komponen kegiatan pembelajaran dikelompokkan dalam kategori Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Tahu (TT), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Skor yang didapat selanjutnya dihitung berdasarkan rumus dibawah ini:
Tabel 3.12
Rumus Perhitungan Skor Angket
No Item Skor F Jumlah skor Presentase
No Pernyataan
SS Skor F Jml skor SS: jml skor 100%
S Skor F Jml skor S: jml skor 100%
TT Skor F Jml skor TT: jml skor 100%
TS Skor F Jml skor TS: jml skor 100%
STS Skor F Jml skor STS: jml skor 100%
Jumlah Jml F Jml skor Jumlah presentase
Skor Maksimal 4 jml siswa jml item Presentase Rata-
rata Jml skor: skor maks 100
Untuk interpretasi skor yang diperoleh, penulis menggunakan kategorisasi skor sebagaimana menurut Riduwan (2011:41), yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.13
Kriteria Interpretasi Skor Skala No Presentase (%) Kriteria
1. 0-20 Sangat Lemah
2. 21-40 Lemah
3. 41-60 Cukup
4. 61-80 Kuat
5. 81-100 Sangat Kuat