QC : 13/09/2016
PT. GARDA MUTU PRIMA Bukit Cimanggu City Blok R2A No.4, Bogor [email protected] www.gardamutuprima.com PENGUMUMAN PUBLIK
HASIL PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA PHPL
LPPHPL Garda Mutu Prima telah melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) terhadap :
Nama Auditee IUPHHK-HA PT. Gunung Raya Utama Timber Industries AlamatAuditee Pusat :Jl. Alaydrus No.48 C-D, Jakarta Pusat
Cabang :Jl. Kol. Sugiono No.10 D-E-F, Medan, Sumatera Utara Nomor&TanggalIzin
Usaha Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.386/Menlhk/Setjen/HPL.0/10/2020 tanggal 5 Oktober 2020
Luas ± 106.930 Ha
Lokasi Kabupaten Dairi, Pakpak Barat, Humbang Hasundutan, Samosir, Mandailing Natal, dan Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara
TanggalPelaksanaan 05 – 11 Oktober 2021
Jenis Audit Audit Awal / Survailen / Re-Sertifikasi / Audit Khusus Ke-4
Standar Penilaian Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2021, dan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor : SK.62/PHPL/SET.5/KUM.1/12/2020 Lampiran 1.2.
dan 2.2., dan Surat Edaran Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor : SE.06/PHPL/PPHH/HPL.3/7/2020
Berdasarkan hasil pengambilan keputusan, bahwa Auditee tersebut dinyatakan “MEMENUHI” standar penilaian sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2021, dan Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor : SK.62/PHPL/SET.5/KUM.1/12/2020 dengan predikat “BAIK“, sehingga layak diterbitkan Sertifikat Pengelolaan Hutan Produksi.
Kepada para pihak yang berminat untuk menyampaikan data, informasi dan masukan terkait dengan kegiatan tersebut di atas dapat disampaikan secara tertulis dan dilengkapi dengan data pendukung kepada Tim Audit di lokasi pada saat penilaian berlangsung, atau dapat juga disampaikan ke :
PT. Garda Mutu Prima
Bukit Cimanggu City Blok R2A No.4, Bogor 0251-7554068
Bogor, 01 November 2021 PT GARDA MUTU PRIMA,
Ir. SugengHariyadi, M.M.
(Direktur)
QC : 13/09/2016 Halaman 1 RESUME HASIL AUDIT
PENILAIAN KINERJA PHPL
A. Identitas LPPHPL
Nama PT. Garda Mutu Prima
Nomor Akreditasi LPPHPL-022-IDN
Alamat Bukit Cimanggu City Blok R2A No.4, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat Nomor Telepon/Faks/E-Mail Telp : 0251-7554068
Email : [email protected] Website : www.gardamutuprima.com Direktur Ir. Sugeng Hariyadi, MM
Tim Audit 1. Hermansyah Putra, S.Hut., M.Si (Lead Auditor/Auditor Ekologi) 2. Dr. Tatan Sukwika, S.P., M.Si (Auditor Sosial/Magang Lead
Auditor)
3. Ir. E. Gangga Permana (Auditor Prasyarat) 4. Ir. Warsito (Auditor Produksi) 5. Asep kurniawan, S.Hut (Auditor VLK Hutan ) Pengambil Keputusan Ir. Sugeng Hariyadi, MM
B. Identitas Auditee
Nama PT GUNUNG RAYA UTAMA TIMBER INDUSTRIES
Nomor & Tanggal SK Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.386 / Menlhk / Setjen / HPL.0 / 10 / 2020 tanggal 5 Oktober 2020
Luas dan Lokasi ±106.930 Ha Ha
Alamat Kantor Pusat : Jl. Alaydrus No.48 C-D, Jakarta Pusat
Cabang : Jl. Kol. Sugiono No.10 D-E-F, Medan, Sumatera Utara Nomor Telepon/Faks/E-Mail Telp : 061 – 4554099
Email : [email protected] Pengurus 1. Komisaris Utama : Kendrik Ali
2. Komisaris : Yansen Ali, Ir. Sumahadi; MBA 3. Direktur : Irwan Mulyadi
Nomor Sertifikat GMP/2017/10003
Masa berlaku Sertifikat 6 (enam) tahun, terhitung dari tanggal 27 November 2017 s.d 26 November 2023
C. Tahapan Audit
Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan
Koordinasi dengan
Instansi Kehutanan 05 Oktober 2021
Zoom meeting - Melapor dan berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dan BPHP Wilayah II Medan terkait pelaksanaan Audit Awal Peniliaian Kinerja PHPL dan VLK PT GRUTI.
QC : 13/09/2016 Halaman 2 - Diperoleh beberapa informasi dan masukan yang perlu ditindaklanjuti terkait dengan Audit Awal PHPL dan VLK PT GRUTI.
Pertemuan Pembukaan 05 Oktober 2021
Zoom meeting - Dilaksanakan dengan metode
remote audit melalui video teleconference menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting.
- Dihadiri oleh Tim Audit PT Garda Mutu Prima (PT GMP) termasuk auditor, Wakil Manajemen/MR dan perwakilan karyawan Auditee.
- Materi Pertemuan Pembukaan diantaranya: Perkenalan peserta dan penjelasan peran dan tugas masing-masing; Konfirmasi rencana, ruang lingkup, tujuan dan sasaran, standar, dan tata waktu audit; Penjelasan metodologi dan tahapan audit; Penjelasan bahwa perkembangan audit akan diinformasikan kepada auditee;
Konfirmasi bahasa yang digunakan;
Konfirmasi ketersediaan sumber daya dan fasilitas yang diperlukan oleh tim audit; Konfirmasi terkait kerahasiaan dan kesediaan auditee untuk menyediakan data/informasi secara lengkap dan transparan;
Informasi terkait penyampaian dan konfirmasi temuan audit, termasuk pengkategorian temuan audit;
Informasi mengenai ketentuan yang dapat menyebabkan audit dihentikan; Konfirmasi Perwakilan Manajemen (MR); Tanya jawab;
dan Penandatanganan Berita Acara Pertemuan Pembukaan.
Verifikasi Dokumen dan
Observasi Lapangan 06 Oktober 2021
Zoom Meeting - Melakukan verifikasi dokumen dan bukti - bukti lapangan, serta klarifikasi melalui wawancara dengan Auditee sesuai dengan ruang lingkup dan standar audit mengacu kepada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021.
- Verifikasi dokumen dan bukti lapangan dilakukan secara offline di kantor PT GMP dan lokasi masing- masing auditor, dan secara online melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, panggilan telepon dan grup Whatsapp.
Pertemuan Penutupan 11 Oktober 2021
Zoom meeting - Dilaksanakan dengan metode
remote audit melalui video
QC : 13/09/2016 Halaman 3 teleconference menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting.
- Dihadiri oleh Tim Audit PT GMP, Wakil Manajemen/MR dan perwakilan karyawan Auditee.
- Materi Pertemuan Penutupan diantaranya: Konfirmasi bahwa bukti audit dikumpulkan berdasarkan data/informasi yang tersedia serta pengambilan contoh/sampling;
Pemaparan kesimpulan hasil audit secara ringkas; Penjelasan dan konfirmasi temuan ketidaksesuaian dan observasi serta waktu pemenuhannya; penjelasan tahapan sertifikasi selanjutnya setelah audit lapangan; Tanya jawab; Penandatanganan Berita Acara Pertemuan Penutupan.
Pengambilan Keputusan 25 Oktober 2021
Kantor PT Garda Mutu Prima, Bogor – Provinsi Jawa Barat
- Keputusan Penilikan Ke-4 Penilaian Kinerja PHPL IUPHHK-HA PT GRUTI adalah “Lulus” dengan predikat
“Baik”.
- Sertifikat PHPL PT GRUTI Nomor GMP/2017/10003 “Dapat Dilanjutkan”.
- Menetapkan waktu pelaksanaan Resertifikasi selambat-lambatnya 6 bulan sebelum berakhirnya SPHPL
D. Resume Hasil Penilaian Kriteria PHPL
Kriteria/Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi Prasyarat
1.1 Kepastian Kawasan Pemegang IUPHHK-HA 1.1.1 Ketersediaan dokumen legal dan
administrasi tata batas (PP/ SK IUPHHK-HA, Pedoman TBT, Buku TBT, Peta TBT, BATB).
Sedang Dokumen legal perusahaan dan IUPHHK-HA PT GRUTI tersedia lengkap, sedangkan dokumen administrasi tata batas belum ada perkembangan serta masih menunggu Instruksi Kerja Pelaksanaan tata batas dari Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Medan.
1.1.2 Realisasi tata batas dan
legitimasinya (BATB). Sedang Tata batas belum terealisasi 100% dari target pelaksanaan tata batas. Telah dilakukan upaya berupa penyampaian surat kepada Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Medan perihal permohonan tata batas namun sampai saat dilakukan audit belum keluar Instruksi Kerja.
1.1.3 Pengakuan para pihak atas eksistensi areal IUPHHK kawasan hutan (BATB/ Peta SK IUPHHK).
Sedang Di dalam areal konsesi PT GRUTI masih terdapat konflik batas berupa perladangan dan pemukiman masyarakat. Terdapat upaya
QC : 13/09/2016 Halaman 4 untuk mencegah dan menangani konflik batas serta telah dilaporkan kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara periode tahun 2021.
1.1.4 Tindakan pemegang izin dalam hal terdapat perubahan fungsi hutan kawasan (Apabila tidak ada perubahan fungsi maka verifier ini menjadi Not Applicable).
Baik Terdapat perubahan fungsi kawasan serta perubahan luas areal kerja yang dituangkan dalam dokumen revisi RKUPHHK-HA periode Tahun 2021-2030 dan telah mendapat pengesahan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
1.1.5 Penggunaan kawasan di luar sektor kehutanan (Apabila tidak ada penggunaan kawasan di luar sektor Kehutanan maka verifier ini menjadi Not Applicable).
Sedang PT GRUTI telah melakukan pendataan areal yang masih dikuasai oleh masyarakat dan telah dilaporkan kepada instansi terkait, namun upaya untuk penyelesaian areal yang dikalim oleh masyarakat belum maksimal sehingga luasan lahan masih sama dengan tahun sebelumnya.
1.1.6 Penyelesaian konflik tenurial
kawasan di areal IUPHHK. Sedang Perusahaan telah memiliki struktur organisasi resolusi konflik dan telah ada upaya pemegang izin untuk menyelesaikan sesuai dengan mekanisme peraturan perundang- undangan namun pencapaianya masih rendah (<50%).
1.2.1 Keberadaan dokumen visi, misi dan tujuan perusahaan yang sesuai dengan PHL serta sosialisasi visi, misi dan tujuan perusahaan.
Baik Perusahaan telah memiliki dokumen visi dan misi, legal dan sesuai dengan kerangka PHL serta tersedia rekaman sosialisasi dilakukan mulai dari karyawan ataupun masyarakat setempat, serta ada bukti pelaksanaan (Berita Acara).
1.2.2 Kesesuaian visi, misi dengan
implementasi PHL. Sedang Perusahaan telah memiliki dokumen visi dan misi yang mencerminkan pengelolaan hutan lestari dimana telah mencakup prinsip-prinsip kelestarian produksi, ekologi dan sosial.
Implementasi PHL namun hanya sebagian yang sesuai dengan visi dan misi PHL.
1.3.1 Keberadaan tenaga profesional bidang kehutanan (Sarjana Kehutanan dan Ganis PHPL) sarjana kehutanan dan tenaga teknis menengah kehutanan) di lapangan pada setiap bidang kegiatan/organisasi pengelolaan hutan sesuai dokumen perencanaan.
Sedang Perusahaan telah memiliki tenaga profesional bidang kehutanan yaitu Ganis PHPL dan Sarjana Kehutanan pada beberapa bidang sebanyak 18 orang yaitu : Ganis Pengukuran Perpetaan (Kurpet), Perencanaan Hutan (Canhut), Pembinaan Hutan (Binhut), dan Penguji Kayu Bulat Rimba (PKB-R), namun jumlahnya masih kurang.
1.3.2 Peningkatan kompetensi SDM. Baik Realisasi peningkatan kompetensi tenaga profesional bidang kehutanan dan bidang lainnya sesuai ketentuan peraturan perundangan >70% dari rencana sesuai kebutuhan.
1.3.3 Ketersediaan dokumen
ketenagakerjaan. Baik Perusahaan telah memiliki dokumen ketenagakerjaan tersedia dan lengkap (data
QC : 13/09/2016 Halaman 5 tenaga kerja, kesempatan kerja, training, promosi karyawan, Serikat Pekerja, K3, pengupahan dan Jamsostek/BPJS, dll).
1.4.1 Kelengkapan unit kerja perusahaan dalam kerangka PHPL.
Sedang Tersedia Struktur Organisasi PT GRUTI terbaru yang dilengkapi dengan job description yang ditetapkan dengan Keputusan Direksi PT GRUTI, dan telah sesuai dengan kerangka pengelolaan hutan produksi lestari namun belum dapat mencakup keseluruhan areal konsesi.
1.4.2 Keberadaan perangkat Sistem Informasi Manajemen dan tenaga pelaksana.
Baik PT GRUTI memiliki perangkat SIM dan tenaga pelaksana.
1.4.3 Keberadaan Tenaga Pelaksana untuk mengoperasikan SIM milik Kementerian LHK dan kepatuhan pengisiannya.
Sedang Tersedia tenaga pelaksana untuk sebagian besar Sistem Informasi Manajemen pada KemenLHK yang telah ditunjuk oleh direksi dan telah patuh melaksanakan kewajiban sesuai ketentuan.
1.4.4 Keberadaan SPI /internal auditor
dan efektifitasnya. Sedang PT GRUTI telah memiliki organisasi SPI/internal auditor, namun belum berjalan dengan efektif untuk mengontrol seluruh tahapan kegiatan.
1.4.5 Keterlaksanaan tindak koreksi dan pencegahan manajemen berbasis hasil monitoring dan evaluasi.
Sedang Terdapat keterlaksanaan sebagian tindak koreksi dan pencegahan manajemen berbasis hasil monitoring dan evaluasi.
1.5.1 Persetujuan rencana penebangan melalui peningkatan pemahaman, keterlibatan, pencatatan proses dan diseminasi isi kandungannya.
Sedang Kegiatan RKT yang akan mempengaruhi kepentingan hak-hak masyarakat setempat telah dikonsultasikan atas dasar informasi awal yang memadai namun keterwakilan peserta sosialisasi belum memadai.
1.5.2 Persetujuan dalam proses dan
pelaksanaan CSR/CD. Baik Dalam proses dan pelaksanaan program Community Development (CD) PT GRUTI tahun 2021 telah mendapat persetujuan dari para pihak. Bentuk persetujuan berupa BA kesepakatan rencana kelola sosial PT GRUTI pada areal kerja RKT tahun 2021 berupa kesepakatan fee kayu sebesar Rp. 10.000/m3 dan biaya kompensasi penebangan kayu Lagan (Keruing) yang diusahai masyarakat sebesar Rp. 30.000 setiap batang kayu yang ditebang kepada petani Laga yang telah disepakati oleh masyarakat.
1.5.3 Persetujuan dalam proses
penetapan kawasan lindung. Baik Penetapan kawasan lindung di areal kerja perusahaan telah disosialisasikan kepada masyarakat sekitar pada kegiatan kajian NKT (HCV) tahun 2021 dan kegiatan RKT berjalan.
Produksi
QC : 13/09/2016 Halaman 6 2.1 Penataan Areal Kerja Jangka Panjang dalam Pengelolaan Hutan Lestari.
2.1.1 Keberadaan dokumen rencana jangka panjang (management plan) yang telah disetujui oleh pejabat yang berwenang.
Baik Tersedia dokumen RKUPHHK-HA PT GRUTI Berbasis IHMB periode 2011-2020 lengkap dengan lampiran-lampirannya yang sudah disetujui oleh pejabat yang berwenang dengan Keputusan SK.8896/MENLHK- PHPL/UHP/HPL.1/10/2019, Tanggal 18 Oktober 2019. Serta RKUPHHK-HA periode 2021 – 2030 beserta lampirannya, yang telah disahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan SK No. 8050/MenLHK- PHPL/UHP/HPL.1/12/2020 tanggal 30 Desember 2020 tentang “Persetujuan RKUPHHK-HA Periode 2021 – 2030 a.n PT GRUTI Provinsi Sumatera Utara”. PT GRUTI tidak dikenai peringatan terkait pemenuhan kewajiban RKUPHHK-HA.
2.1.2 Kesesuaian implementasi penataan areal kerja di lapangan dengan rencana kerja jangka panjang.
Sedang Luas blok RKT untuk kegiatan tahun 2020 tidak seluruhnya mengacu kepada dokumen Revisi RKUPHHK-HA periode 2011 – 2020.
Tingkat kesesuaian antara RKT 2020 dengan Revisi RKUPHHK-Ha periode 2011 – 2020 adalah sebesar 87,52% ; demikian juga untuk luas blok RKT 2021 tidak seluruhnya mengacu kepada dokumen RKUPHHK-HA periode 2021 – 2030. Tingkat kesesuaian antara RKT 2021 dengan RKUPHHK-Ha periode 2021 – 2030 adalah sebesar 73,66%.
2.1.3 Pemeliharaan batas blok dan
petak/compartment kerja. Sedang Berdasarkan hasil uji petik di lapangan, dari beberapa titik uji petik keberadaan dan kondisi batas blok/petak RKT 2020 dan RKT 2021, hanya sebagian yang dapat ditunjukkan oleh pihak auditee. Kondisi tanda batas blok dan petak tersebut pada beberapa titik uji petik yang ditunjukkan oleh pihak auditee masih dapat terlihat di lapangan.
2.2.1 Terdapat data potensi tegakan per tipe ekosistem yang ada (berbasis IHMB/survei potensi, ITSP, risalah hutan).
Sedang Auditee telah memiliki data potensi tegakan berdasarkan data hasil ITSP selama 3 tahun terakhir (2019, 2020, dan 2021). Dalam pelaksanaan kegiatan ITSP tersebut, sebagian telah dilengkapi dengan peta pendukungnya, seperti peta kerja ITSP skala 1 : 15.000, peta jalur ITSP skala 1 : 10.000. Namun untuk hasil ITSP pada blok RKT 2020 auditee hanya menunjukkan peta sebaran pohon untuk petak BZ65, BZ66, CB64, CB65, CB66, dan CB67 ; sedangkan untuk petak : BY65, BZ64, CA64, CA65, CA66, CA67, CB63, CC64, CC65, CC66, CC67, CD64, CD65, CD66, CD67 tidak ada. Demikian pula Auditee tidak dapat menunjukkan peta sebaran pohon hasil ITSP pada blok RKT 2021.
2.2.2 Terdapat informasi tentang riap
tegakan sebagai dasar Sedang Auditee telah melakukan kegiatan pengukuran riap tegakan pada PUP secara
QC : 13/09/2016 Halaman 7 perhitungan rencana panen
( JTT/Etat Volume). berulang pada tahun 2019 s/d 2021 dan telah menyampaikan laporan hasil pengukurannya kepada Dirjen PHPL dan Litbang LHK, namun belum dijadikan dasar oleh auditee di dalam perhitungan JTT (etat volume).
2.3.1 Ketersediaan dan Implementasi SOP seluruh tahapan kegiatan sistem silvikultur.
Sedang ▪ Masih terdapat SOP yang belum mengakomodir teknis pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan peraturan peundangan yang terbaru, seperti pada SOP ITSP dan SOP Pemanenan.
▪ Terkait dengan bukti implementasi SOP di lapangan, auditee telah menunjukkan 7 bukti implementasinya di lapangan dari 8 tahapan kegiatan system silvikultur, namun dari 7 bukti pelaksanaan kegiatan di lapangan.
2.3.2 Tingkat kecukupan potensi
tegakan sebelum masak tebang. Baik Jumlah pohon inti dan pohon yang disisakan (tidak ditebang) dari jenis-jenis komersial yang tersebar di areal kerja PT GRUTI tersedia dalam jumlah 69 pohon/Ha, sehingga dapat menjamin kelestarian hasil pada rotasi kedua.
2.3.3 Tingkat kecukupan potensi
permudaan. Baik Terdapat potensi pada areal bekas tebangan berupa pohon induk sebanyak 69 ph/Ha, dan tingakt permudaan pada tingkat tiang > 100 ph/Ha (yakni sebanyak 121 ph/Ha).
2.3.4 Penerapan SILIN (apabila tidak ada SILIN maka verifier ini menjadi Not Applicable).
Sedang PT GRUTI telah melaksanakan kegiatan SILIN sesuai dengan tahapan kegiatan yang ditetapkan di dalam dokumen RKUPHHK-HA periode 2021 – 2030 yakni pada tahap
“Perencanaan tapak SILIN” dan kegiatan
“Pengadaan Bibit”. Namun dari 5 sub kegiatan pada perencanaan tapak silin aru 4 kegiatan yang terlaksana, sedangkan kegiatan Penghitungan luas optimum penanaman silin belum terlaksana.
2.3.5 Realiisasi Pelaksanaan SILIN dalam setiap tahapan (apabila tidak ada SILIN maka verifier ini menjadi Not Applicable).
Sedang Rencana kegiatan SILIN tahun 2021 terdiri dari 2 (dua) kegiatan yaitu perencanaan tapak silin dan pe ngadaan bibit. Berdasarkan realisasi fisiknya untuk kegiatan perencanaan tapak silin sub kegiatan Pembuatan baseline petak dan jalur ITSP telah terealisasi 54,84%, dan sub kegiatan Pendataan sebaran pohon terealisasi 53,16%. Sedangkan untuk kegiatan pengadaan bibit telah terealisasi sebesar 67,03% dari rencana 117.529 btg.
Namun demikian kegiatan tersebut masih dalam proses pelaksanaan sampai dengan akhir RKT 2021.
2.4.1 Ketersediaan prosedur pemanfaatan / pengelolaan hutan ramah lingkungan.
Baik Tersedia SOP pemanfaatan/pengelolaan hutan ramah lingkungan untuk seluruh kegiatan pengelolaan, dan isinya lengkap sesuai dengan karakteristik kondisi areal kerja PT GRUTI
QC : 13/09/2016 Halaman 8 2.4.2 Penerapan teknologi ramah
lingkungan. Sedang PT GRUTI telah menerapan teknologi ramah lingkungan pada 1-2 tahapan kegiatan pemanenan hasil atau pengelolaan hutan.
2.4.3 Tingkat kerusakan tegakan tinggal minimal dan keterbukaan wilayah.
Sedang Tingkat kerusakan tegakan tinggal dan keterbukaan wilayah akibat penebangan pada areal bekas tebangan blok RKT 2020 adalah sebesar = 3,5% + 19,68% = 23,22%.
2.4.4 Limbah pemanfaatan hutan
minimal. Baik Berdasarkan hasil uji petik nilai Faktor Eskploitasi (Fe) pada realisasi kegiatan pemanenan tahun 2020 adalah sebesar 0,72.
2.5.1 Keberadaan dokumen rencana kerja jangka pendek (RKT) yang disusun berdasarkan rencana kerja jangka panjang (RKU) dan disahkan sesuai peraturan yang berlaku (Dinas Prov, self approval).
Sedang Terdapat dokumen RKT secara lengkap selama periode penilikan, namun tidak sepenuhnya mengacu kepada dokumen RKUPHHK-HA yang telah ditetapkan.
2.5.2 Kesesuaian peta kerja dalam rencana jangka pendek dengan rencana jangka panjang.
Baik Terdapat peta kerja sesuai RKT 2020 dan RKT 2021, serta Peta RKUPHHK-HA yang disahkan oleh pejabat yang berwenang yang menggambarkan areal yang boleh ditebang/
dipanen/ dimanfaatkan/ditanam/ dipelihara beserta areal yang ditetapkan sebagai kawasan lindung.
2.5.3 Implementasi peta kerja berupa penandaan batas blok tebangan / dipanen / dimanfaatkan / ditanam / dipelihara beserta areal yang ditetapkan sebagai kawasan lindung (untuk konservasi / buffer zone / pelestarian plasma nutfah / religi / budaya / sarana prasarana, dan penelitian dan pengembangan).
Sedang Berdasarkan hasil uji petik di lapangan, dari beberapa titik uji petik keberadaan dan kondisi batas blok/petak RKT 2020 dan RKT 2021, hanya sebagian yang dapat ditunjukkan oleh pihak auditee. Kondisi tanda batas blok dan petak tersebut pada beberapa titik uji petik yang ditunjukkan oleh pihak auditee masih dapat terlihat di lapangan.
2.5.4 Kesesuaian lokasi, luas, jenis, dan volume panen dengan rencana kerja jangka pendek serta minimum produksi pemanfaatan hutan.
Sedang Rata-rata persentase realisasi volume tebangan per jenis RKT tahun 2020 adalah sebesar 30,17% dari rencana keseluruhan.
Sedangkan untuk periode RKT tahun berjalan (RKT 2021) yakni s/d September 2021 telah terealisasi sebesar 25,20% ; atau secara terbobot selama periode 9 bulan (Januari s/d September 2021) tercapai 33,60%. Rencana dan realisasi lokasi blok RKT penebangan tahun 2020 maupun 2021 telah sesuai dengan lokasi blok tebangan yang telah disahkan.
Berdasarkan data di atas, dengan pertimbangan bahwa ketetapan norma di
dalam SK Dirjen PHPL No.
SK.62/PHPL/SET.5/KUM.1/12/2020 baru diterbitkan pada tanggal 2 Desember 2020, maka dalam kesimpulan audit dengan bukti audit realisasi persentase volume produksi tahun 2020 masih disandarkan pada Perdirjen PHPL No. P.14/PHPL/SET/4/2016. Sedangkan
QC : 13/09/2016 Halaman 9 bukti audit realisasi persentase volume produksi tahun 2021 yakni sebesar 25,20%
atau secara terbobot selama 9 bulan untuk realisasi s/d September 2021 yakni sebesar 33,60% adalah masih dalam proses pelaksanaan pekerjaan, yang masih akan terdapat penambahan realisasi volume produksi hingga akhir Desember 2021.
2.6.1 Kondisi kesehatan finansial. Sedang • Berdasarkan laporan akuntan publik tersebut, opini auditor independen atas laporan keuangan PT GRUTI untuk tahun 2020 menyatakan bahwa laporan keuangan
menyajikan “wajar dengan
pengecualian”.
• Dari segi rentabilitas untuk tahun 2020 bernilai positif 9,53% yang menunjukkan bahwa perusahaan memperoleh laba dari investasi yang ditanamkan. Berdasarkan nilai likuiditasnya (kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek) dan juga nilai solvabilitas (kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka panjang) juga cukup baik yakni di atas 150%.
2.6.2 Realisasi alokasi dana yang cukup berdasarkan laporan penatausahaan keuangan yang dibuat sesuai dengan Pedoman
Pelaporan Keuangan
Pemanfaatan Hutan Produksi (yang telah di audit oleh akuntan publik).
Baik Realisasi biaya kegiatan pengelolaan hutan PT GRUTI tahun 2020 seperti pada tabel di atas, PT GRUTI telah merealisasikan anggaran untuk setiap komponen kegiatan dengan realisasi keseluruhan sebesar 96,73% dari rencana yang dibutuhkan.
2.6.3 Realisasi alokasi dana yang
proporsional. Sedang Realisasi alokasi pembiayaan tertinggi adalah untuk biaya penelitian dan pengembangan yakni sebesar 125,92% ; dan terendah adalah untuk biaya perencanaan yakni sebesar 78,03%. Dari perbandingan realisasi kedua alokasi pendanaan tersebut, terdapat perbedaan sebesar 47,89%.
2.6.4 Realisasi pendanaan yang lancar. Sedang Realiasi biaya pengusahaan hutan tahun 2020 terealisasi sebesar 96,73% dari yang dianggarkan, namun untuk sebagian kegiatan seperti kegiatan penanaman dari realisasi biaya sebesar 90,5% hanya mencukupi realisasi fisik sebesar 39,48%, dan kegiatan pemanenan dari realisasi biaya sebesar 96,07% hanya mencukupi untuk merealisasikan kegiatan fisik sebesar 24,9%
untuk realisasi luas, dan 30,17% untuk volume produksi.
2.6.5 Modal yang ditanamkan
(kembali) ke hutan. Sedang Terealisasi modal yang ditanamkan kembali ke hutan untuk kegiatan tahun 2020, yakni berdasarkan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Pembinaan Hutan (Pengadaan
QC : 13/09/2016 Halaman 10 bibit, penanaman, pemeliharaan tanaman) termasuk di dalamnya untuk kegiatan penanaman tanah kosong, serta biaya perlindungan hutan (Pengendalian Kebakaran dan Pengamanan Hutan) terealisasi sebesar 88,15% dari yang direncanakan. Namun berdasarkan dokumentasi (foto dan video) realisasi kegiatan penanaman tanah kosong yang disampaikan oleh auditee, menunjukkan bahwa lokasi pelaksanaan penanaman pada areal tanah kosong belum sesuai dengan lokasi yang telah diperuntukan dan direncanakan di dalam peta tata ruang (zonasi) Peta RKUPHHK-HA maupun peta RKT.
2.6.6 Realisasi kegiatan fisik
penanaman/pembinaan hutan. Sedang Berdasarkan realisasi kegiatan fisik pembinaan hutan yang telah dilaksanakan oleh PT GRUTI untuk kegiatan tahun 2020 seperti pada table di atas, untuk kegiatan pengadaan bibit terealisasi sebesar 86,03%, luas penanaman (pengayaan, kanan-kiri jalan tanah kosong) terealisasi 39,61%, dan luas pemeliharaan tanaman teralisasi sebesar 90,21%. Sehingga secara keseluruhan untuk kegiatan pembinaan hutan (pengadaan bibit, penanaman, dan pemeliharaan) rata-rata terealisasi sebesar 71,95%. Berdasarkan Hasil uji petik terhadap persentase tumbuh tanaman yang dilakukan oleh auditee pada petak CA.62 sebesar 75% dan pada petak CA.63 sebesar 85%.
Ekologi
3.1 Keberadaan, kemantapan dan kondisi kawasan dilindungi pada setiap tipe hutan.
3.1.1 Luasan kawasan dilindungi. Baik Berdasarkan dokumen RKU Priode – 2021- 2030, Luas kawasasan lindung mengalami peningkatan luasan menjadi 23.612 Ha, dengan kondisi biofisik Kawasan lindung telah sesuai dengan ketentuan dan fungsinya.
3.1.2 Penataan kawasan dilindungi (persentase yang telah ditandai, tanda batas dikenali).
Sedang Realiasi kegiatan penataan batas kawasan lindung sempadan sungai, KPPN, DPSL dan BZ Hutan Lindung sampai tahun 2021 sebesar 55,20% yang telah di tanda batas 3.1.3 Kondisi penutupan kawasan
dilindungi. Baik Berdasarkan hasil penafsiran citara satelit kondisi kawasan lindung yang berhutan sebesar 87,04%
3.1.4 Pengakuan para pihak terhadap
kawasan lindung. Baik Berdasarkan kegiatan yang dilakukan secara de jure, auditee telah melakukan kegiatan konsultasi public kegiatan kajian nilaik konservasi tinggi (NKT)/HCV diseluruh Unit dan desa dan juga melakukan sosialiasi Kawasan lindung sesuai dengan lokasi kegiatan RKT, sedangkan secara de fakto kondisi kawasan lindung sebagian besar tidak
QC : 13/09/2016 Halaman 11 terganggu
3.1.5 Laporan pengelolaan kawasan lindung hasil tata ruang areal / land scaping sesuai RKL / RPL dan / atau tata ruang yang ada di dalam RKU.
Sedang Sebagian kecil terdapat laporan pengelolaan yang sesuai dengan ketentuan terhadap sebagian Kawasan lindung yang ada disetiap unit, kegiatan pengelolaan sebagian besar dilakukan di unit Pulau Pini (Blok RKT tahun 2021)
3.2.1 Ketersediaan prosedur perlindungan yang sesuai dengan jenis-jenis gangguan yang ada.
Sedang Tersedia prosedur yang mencakup seluruh jenis gangguan yang ada.
3.2.2 Sarana prasarana perlindungan
gangguan hutan. Sedang Jenis, jumlah dan fungsi sarana prasarana sesuai dengan ketentuan (minimal 50%).
3.2.3 SDM Perlindungan hutan. Sedang PT GRUTI telah memiliki SDM perlindungan hutan berupa SDM SATPAMHUT dan DAMKARHUTLA. SDM SATPAMHUT dan DAMKARHUTLA tersebut tersebar untuk tiap Blok areal PT GRUTI (Blok A, B, dan C) dengan jumlah regu telah memenuhi tetapi kualifikasi personil belum sesuai ketentuan
3.2.4 Implementasi perlindungan gangguan hutan (preemptif / preventif / represif).
Sedang Kegiatan perlindungan diimplementasikan melalui tindakan tertentu (preemptif/
preventif/represif) tetapi belum
mempertimbangkan jenis-jenis gangguan yang ada.
3.3.1 Ketersediaan prosedur pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air.
Baik Tersedia prosedur pengelolaan yang mencakup seluruh dampak terhadap tanah dan air akibat pemanfaatan hutan.
3.3.2 Sarana pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air.
Sedang PT GRUTI telah memiliki sebagian sarana pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air hingga 57,69% (<80%) dari perencanaan yang ada
3.3.3 SDM pengelolaan dan pemantauan dampak terhadap tanah dan air.
Sedang Tersedia SDM pengelolaan dan pemantauan dengan jumlah dan kualifikasi personil sesuai dengan ketentuan (minimal 50%).
3.3.4 Rencana dan implementasi pengelolaan dampak terhadap tanah dan air (teknis sipil dan vegetatif).
Sedang Terdapat dokumen, dan ada implementasi kegiatan pengelolaan dampak terhadap tanah dan air (minimal 50%)
3.3.5 Rencana dan implementasi pemantauan dampak terhadap tanah dan air.
Sedang Terdapat dokumen perencanaan pemantauan dampak terhadap tanah dan air berupa Dokumen RPL PT GRUTI tahun 1999, dan terdapat implementasi pemantauan hingga 50%
3.3.6 Dampak terhadap tanah dan air. Sedang Terdapat indikasi terjadinya dampak yang besar dan penting terhadap tanah dan air, serta ada upaya pengelolaan dampak sesuai ketentuan.
3.4.1 Ketersediaan prosedur identifikasi Baik Tersedia prosedur identifikasi untuk seluruh
QC : 13/09/2016 Halaman 12 flora dan fauna yang dilindungi
dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik mengacu pada perundangan yang berlaku.
jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin.
3.4.2 Implementasi kegiatan
identifikasi. Baik Terdapat implementasi identifikasi flora dan fauna tetapi tidak mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan
endemik yang terdapat di areal pemegang izin (minimal 50%).
3.5.1 Ketersediaan prosedur pengelolaan flora yang dilindungi mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku.
Baik Tersedia prosedur pengelolaan flora untuk seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin.
3.5.2 Implementasi kegiatan pengelolaan flora sesuai dengan yang direncanakan.
Sedang Terdapat implementasi pengelolaan flora tetapi tidak mencakup seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin (minimal 50%).
3.5.3 Kondisi spesies flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik.
Sedang Terdapat gangguan terhadap kondisi sebagian species flora dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin.
3.6.1 Ketersediaan prosedur pengelolaan fauna yang dilindungi mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku, dan tercakup kegiatan perencanaan, pelaksana, kegiatan, dan pemantauan).
Sedang Tersedia prosedur pengelolaan fauna untuk sebagian jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin (minimal 50%).
3.6.2 Realisasi pelaksanaan kegiatan pengelolaan fauna sesuai dengan yang direncanakan.
BAIK Terdapat implementasi pengelolaan fauna untuk seluruh jenis yang dilindungi dan/atau langka, jarang, terancam punah dan endemik yang terdapat di areal pemegang izin.
3.6.3 Kondisi spesies fauna dilindungi dan/atau jarang, langka dan terancam punah dan endemik.
Sedang Terdapat gangguan tetapi ada upaya penanggulangan gangguan oleh pemegang izin seperti dijelaskan pada verifier 3.6.2 dan 3.2.4 Sosial
4.1 Kejelasan deliniasi kawasan operasional perusahaan/pemegang izin dengan kawasan masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat.
4.1.1 Ketersediaan dokumen/laporan mengenai pola penguasaan dan pemanfaatan SDA/SDH setempat, identifikasi hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat, dan
Baik Auditee telah memiliki dokumen/laporan mengenai pola penguasaan dan pemanfaatan SDA/SDH setempat, identifikasi hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat, dan rencana pemanfaatan SDH oleh pemegang izin, berupa:
QC : 13/09/2016 Halaman 13 rencana pemanfaatan SDH oleh
pemegang izin. 1) Laporan Utama Analisis Dampak
Lingkungan IUPHHK-HA PT GRUTI Tahun 1999.
2) Revisi RKUPHHK-HA Berbasis IHMB PT GRUTI Periode Tahun 2021 – 2030 3) RKTUPHHK-HA Tahun 2021 dan
Tahun 2021 PT GRUTI.
4) Rencana Operasional Kelola Sosial PT GRUTI Tahun RKT 2021 - Tahun 2021.
5) Laporan Hasil Kajian Rencana Pengelolaaan Areal kerja IUPHHK-HA PT GRUTI 2017.
4.1.2 Tersedia mekanisme pembuatan batas/rekonstruksi batas kawasan secara parsitipatif dan penyelesaian konflik batas kawasan.
Sedang Auditee telah memiliki mekanisme penataan batas/ rekonstruksi batas kawasan secara partisipatif, berupa:
1) SOP Deliniasi Batas Partisipatif dengan Masyarakat (S.09_GRT_SOP).
2) SOP Deliniasi Batas Kawasan (S.03_GRT_SOP).
3) SOP Resolusi Konfik (S.04_GRT_SOP).
Ketiga dokumen tersebut telah disosialisasikan dan diketahui oleh parapihak.
4.1.3 Tersedia mekanisme pengakuan hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan masyarakat setempat dalam perencanaan pemanfataan SDH.
Baik Auditee telah memiliki mekanisme mengenai pengakuan hak-hak dasar masyarakat hukum adat dan masyarakat setempat dalam perencanaan pemanfataan SDH, yang legal, lengkap dan jelas, berupa:
1) SOP Pembinaan Masyarakat Sekitar Hutan (GRUTI/KS/PL/000-03).
2) SOP Meningkatkan Akses Masyarakat
Terhadap Hutan Hutan
(GRUTI/KS/PL/000-04).
3) SOP Distribusi Insentif Kepada Para Pihak (GRUTI/PL/000-25).
4) SOP Pemberian Dana Kompensasi Kepada Masyarakat (GRUTI/PL/000-25).
4.1.4 Terdapat batas yang memisahkan secara tegas antara kawasan/areal kerja unit manajemen dengan kawasan kehidupan masyarakat.
Sedang Laporan tata batas PT GRUTI Laporan TBT No. 1/1978, TBT No. 422/1991, TBT No.
611/1992, TBT No.9/II-BIPHUT.1/TBT/1994 dan TBT No.1325/1998 yang pelaksanaanya disetujui dan ditandatangani oleh para pihak termasuk wakil masyarakat desa setempat.
Pedoman Penataan Batas dari Baplan No.02/GRT/III/2016 serta Surat Persetujuan Tata Batas Tahap I Tahun 2020 (No.
061/GRUTI-MDN/V/2020.
Sementara, kegiatan tata batas baru dilaksanakan untuk sebagian areal kerja dan masyarakat setempat belum memahami secara pasti tentang batas areal kerja Auditee. Realisasi penataan batas areal kerja PT GRUTI dengan batas persekutuan dan atau pemegang izin lain belum 100 % (belum
QC : 13/09/2016 Halaman 14 temu gelang).
4.1.5 Terdapat persetujuan para pihak atas luas dan batas areal kerja IUPHHK/ KPH.
Sedang Auditee telah memperoleh persetujuan atas luas dan batas areal kerja dari para pihak dan masih terdapat konflik yang dibuktikan dengan:
1) SK IUPHHK-HA sesuai Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.362/Menhut- II/2005 tanggal 14 Oktober 2005.
2) BA dalam Laporan TBT No. 9/II-BIPHUT I/TBT/1994 Tahun 1994 tentang Laporan Penataan Batas Areal Kerja HPH PT GRUTI Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara, Wilayah CDK VI Dairi.
3) BA dalam Laporan TBT No. 1305 Tahun 1998 tentang Laporan Penataan Batas Sendiri Areal Kerja HPH PT GRUTI Propinsi Daerah Tingkat I Sumatera Utara. Lokasi P.Tanah Bala dan Pulau Pini, wilayah CDK XI Nias.
4) Laporan Kondisi Sosial di Areal Luar Batas HPH, Tabel Monitoring Konflik Trayek Tata Batas PT GRUTI tahun 2016.
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka penataan unit manajemen PT GRUTI dan pengamanan batas unit operasional lokasi.
5) Surat Persetujuan Pelaksanaan Tata Batas Tahap I Areal PT GRUTI (Unit Tele II) di Kabupaten Dairi No. 061/GRUTI- MDN/V/2020 tanggal 13 Mei 2020.
6) Surat Permohonan untuk menindaklanjuti Pelaksanaan Tata Batas Tahap I PT GRUTI tersebut yang disampaikan kepada Kepala BPKH Wilayah I Medan (No.103.A/GRT-MDN/VIII/2021 tanggal 19 Agustus 2021.
7) Terdapat Surat Pernyataan Dukungan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Lae Mbentar dan Camat Pacindar Kabupaten Pakpak Bharat terhadap Rencana Pemanfaatan HHBK oleh PT GRUTI tertanggal 07-08-2020.
8) Pada areal kerja GRUTI masih terdapat konflik tenurial dengan masyarakat Lae Ordi, Tele, P. Tanah Masa, P. Tana Basa.
& P. Pini.
4.2.1 Ketersediaan dokumen yang menyangkut tanggung jawab sosial pemegang izin sesuai dengan peraturan perundangan yang relevan/ berlaku.
Baik PT GRUTI telah memiliki dokumen yang lengkap menyangkut tanggung jawab sosial sesuai dengan peraturan perundangan yang relevan yang dijabarkan pada dokumen (1) Amdal (1999) dan Revisi RKUPHHK-HA Peiode 2021-2030 (2020), (2) RKTUPHHK (2020- 2021), (3) RO Kelola Sosial (2020-2021) dan Rencana Pengelolaaan Areal kerja IUPHHK-HA
QC : 13/09/2016 Halaman 15 PT GRUTI Kelompok Hutan Lae Ordi dan Tele Kabupaten Pakpak Bharat Provinsi Sumatera Utara tahun 2017.
4.2.2 PT BLM telah memiliki dokumen yang lengkap menyangkut tanggung jawab sosial pemegang izin sesuai dengan peraturan perundangan yang relevan.
Baik Auditee telah memiliki acuan mekanisme yang lengkap dan legal terkait pemenuhan kewajiban sosial terhadap masyarakat yang mengacu pada dokumen SOP yang berlaku di lingkup kerja perusahaan, yang legal, lengkap dan jelas, berupa: (1) SOP PMDH (S.01 /GRT- SOP/2016; (2) SOP Distribusi Manfaat, (S.12/GRT-SOP/2016); (3) SOP Meningkatkan Akses Masyarakat di Wilayah IUPHHK (S.10 /GRT-SOP/2016); (4) SOP Penerimaan Tenaga Kerja (A.05_GRT_SOP_Penerimaan Tenaga Kerja); (5) SOP Peerhutanan Sosial dan Kemitraan Masyarakat (S.10 /GRT- SOP/2020).
4.2.3 Kegiatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban pemegang izin terhadap masyarakat dalam mengelola SDH.
Sedang Auditee telah memiliki sebagian bukti tentang pelaksanaan kegiatan sosialisasi mengenai hak dan kewajibannya terhadap masyarakat dalam mengelola SDH, berupa:
1) Laporan Pelaksanaan sosialisasi PT. GRUTI tahun 2021.
2) Daftar hadir, foto dan berita acara pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat tersedia sebagian.
3) Papan pengumuman, himbauan dan larangan di lokasi yang strategis.
4.2.4 Realisasi pemenuhan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat/ implementasi hak- hak dasar masyarakat hukum adat dan masyarakat setempat dalam pengelolaan SDH.
Sedang Auditee telah memiliki sebagian bukti realisasi pemenuhan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat, berupa:
1) Realisasi program PMDH sebesar 78,58%.
2) Pembayaran Kompensasi sebesar 50,00%.
Nilai rata-rata realisasi pemenuhan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat kurang dari 100% yaitu sebesar 82.15%.
4.2.5 Ketersediaan laporan/dokumen terkait pelaksanaan tanggung jawab sosial pemegang izin termasuk ganti rugi.
Sedang PT GRUTI menyediakan laporan/ dokumen terkait pelaksanaan tanggung jawab sosial pemegang izin termasuk ganti rugi namun belum lengkap selama periode RKTUPHHK-HA 2020 – 2021, berupa:
1) Laporan Program PMDH/CSR.
2) Pembayaran fee kayu/kompensasi 3) Laporan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal.
4) Laporan ganti rugi 4.3.1 Ketersediaan data dan informasi
masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat yang terlibat, tergantung, terpengaruh oleh aktivitas pengelolaan SDH.
Baik Auditee telah memiliki data dan informasi tentang masyarakat hukum adat dan/ atau masyarakat setempat yang terlibat, tergantung, terpengaruh oleh aktivitas pengelolaan SDH, berupa:
1) Laporan Kelola sosial dan profil desan binaan (kurang lengkap).
QC : 13/09/2016 Halaman 16 2) Dokumen Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan Hidup (AMDAL) PT GRUTI.
3) Laporan Identifikasi pemanfaatan hak- hak tradisional dalam kawasan Konsensi PT GRUTI.
4) Dokumen Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).
5) Nilai persentase rata-rata ketersediaan sumber data dan informasi aktifitas kegiatan masyarakat sebesar 82.50 %.
4.3.2 Ketersediaan mekanisme peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat.
Baik Auditee memiliki mekanisme yang legal, lengkap dan jelas mengenai peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat, berupa:
1) SOP Kelola Sosial/ Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) (S.01 /GRT- SOP/2016).
2) SOP Distribusi Manfaat, (S.12 /GRT- SOP/2016).
3) SOP Pengelolaan Lahan Non Produktif Berbasis Agroforestry/PLNP, (S.14 /GRT- SOP/2016).
4) SOP Perhutanan Sosial dan Kemitraan Masyarakat No.S.10/GRT-SOP/2020.
4.3.3 Keberadaan dokumen rencana pemegang izin mengenai kegiatan peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Baik Auditee telah memiliki dokumen rencana pemegang izin mengenai kegiatan peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat, yang lengkap dan jelas, berupa:
1) Dokumen Revisi RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode Tahun 2021 s/d 2030.
2) Dokumen RKT PT GRUTI Tahun 2021- 2021.
3) Dokumen RO PMDH PT GRUTI tahun 2021-2021.
4.3.4 Implementasi kegiatan peningkatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat hukum adat dan atau masyarakat setempat oleh pemegang izin yang tepat sasaran.
Baik Auditee telah memiliki sebagian bukti (66.75%) implementasi kegiatan peran serta dan aktivitas ekonomi masyarakat hukum adat dan/atau masyarakat setempat oleh pemegang izin, berupa:
1) Laporan Bantuan Sosial Peningkatan Ekonomi.
2) Laporan Pembayaran Kompensasi.
3) Laporan Penggunaan/Keterlibatan Tenaga Kerja Lokal.
4.3.5 Keberadaan dokumen/laporan mengenai pelaksanaan distribusi manfaat kepada para pihak.
Sedang Auditee telah memiliki bukti dokumen/Laporan mengenai pelaksanaan distribusi manfaat kepada para pihak yang lengkap dan terdokumentasi dengan baik, berupa:
1) Dokumen Laporan PMDH/CSR tahun 2021.
QC : 13/09/2016 Halaman 17 2) BAP Pembayaran Fee/Kompensasi dan
penyerahan bantuan tahun 2021 3) Bukti Pembayaran PBB tahun 2021 Terdapat bukti sebagian realisasi kelola sosial,
pembayaran PBB dan pembayaran Dana Ganti Rugi Lagan Tahun 2021
4.4.1 Tersedianya mekanisme resolusi
konflik. Baik PT GRUTI telah memiliki mekanisme resolusi konflik yang lengkap dan jelas sesuai Perdirjen PHPL P.5/PHPL/UHP.1/2/2016 yang dijadikan referensi atau acuan serta SOP tersebut disahkan Perusahaan.
4.4.2 Tersedia peta konflik. Sedang PT GRUTISS telah memiliki dokumen Peta Area Konflik dan Laporan Pemetaan Potensi dan Resolusi Konflik. Peta potensi konflik telah dilengkapi dengan Pewarnaan peta dibuat sesuai level potensi konflik. Dalam dokumen peta tidak tersedia tanggal pengesahan pada peta.
4.4.3 Adanya kelembagaan resolusi konflik yang didukung oleh para pihak.
Sedang PT GRUTI telah memiliki kelembagaan resolusi konflik yang dilengkapi dengan uraian tugas dan tanggung jawab masing- masing personil dalam kelembagaan resolusi konflik, namun belum melibatkan para pihak (wakil BPHP). Sedangkan terkait pengalokasian dana anggaran penanganan konflik perusahaan sudah termuat dalam alokasi dana kelola sosial/PMDH dan atau dalam anggaran operasional Camp.
4.4.4 Ketersediaan dokumen proses penyelesaian konflik yang pernah terjadi.
Sedang PT GRUTI menyediakan dokumen/laporan dan upaya penanganan konflik mencakup kegiatan identifikasi, sosialisasi, dan pelaporan namun tahapan belum tersedia progress laporan perkembangan upaya penyelesaian klaim lahan per tahun secara maksimal, khususnya yang berkaitan langsung dengan penggunaan lahan oleh masyarakat di dalam areal GRUTI dan alternatif penyelesaian melalui program pola Kerjasama dan atau kemitraan pemanfataan HHBK dengan masyarakat.
4.5.1 Adanya hubungan industrial. Sedang Auditee telah merealisasikan sebagian besar (89%) hubungan industrial dengan seluruh karyawan yang dibuktikan dengan:
1) Peraturan Perusahaan PT. GRUTI.
2) Organisasi Perusahaan.
3) Serikat Pekerja/ Surat Pernyataan Bebas Berserikat.
4) Surat Pernyataan Manager Direktur
Utama PT GRUTI Nomor:
001/SKK/GRUTI/HR-SMD/KPPG/XII/2021 Tidak mempekerjakan Anak di bawah umur.
QC : 13/09/2016 Halaman 18 5) Perjanjian Kerja /SPK.
6) Peraturan Perundangan Ketenagakerjaan.
7) HRD.
8) Dokumen Wajib Lapor.
Organisasi Perusahaan PT GRUTI yaitu APHI secara legalitas sudah habis masa berlakunya No. 003/NI/SMD/I/2018 tanggal 5 Januari 2018. PT GRUTI belum memiliki dokumen bipartite/tripartite.
4.5.2 Adanya rencana dan realisasi pengembangan kompetensi tenaga kerja.
Sedang PT GRUTI telah merealisasikan sebagian besar peningkatan kompetensi tenaga kerjanya selama periode RKTUPHHK-HA Tahun 2021 - 2021 sebesar 83%.
4.5.3 Dokumen standar jenjang karir
dan implementasinya. Baik Auditee telah memiliki dokumen standar jenjang karir berupa:
1) Peraturan Perusahaan PT GRUTI periode 2021-2021
2) Dokumen SOP Pengembangan Karir.
Dokumen standar jenjang karir tersebut telah diimplementasikan dan dibuktikan dengan data kenaikan level karyawan dan pernyataan kepala HRD.
4.5.4 Adanya Dokumen tunjangan kesejahteraan karyawan dan implementasinya.
Sedang Audite memiliki dokumen tunjangan kesejahteraan karyawan dan telah diimplementasikan seluruhnya dibuktikan dengan:
1) Semua karyawan gajinya di atas UMP.
2) Semua karyawan diikutkan program jaminan Kesejahteraan dan Kesehatan, seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
3) Karyawan PT GRUTI diberikan fasilitas kantor, mess, sarana ibadah (masjid), kantin, sarana olah raga, kendaraan dan Alat Pelindung Diri (APD).
Sarana jaringan internet alat transportasi di camp kurang memadai dan menunjang operasional camp.
Keterangan : N/A (Not applicable/Tidak diterapkan) E. Resume Hasil Verifikasi LK
Prinsip/Kriteria/Indikator/Verifier Nilai Ringkasan Justifikasi 1 Kepastian areal IUPHHK-HA, IUPHHK-HT, IUPHHK-RE, dan Hak Pengelolaan.
1.1 Areal unit manajemen hutan terletak di kawasan hutan produksi.
1.1.1 Pemegang izin mampu menunjukkan keabsahan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dan izin lain yang berada dalam kawasan hutan yang dikelola IUPHHK.
QC : 13/09/2016 Halaman 19 a Dokumen legal terkait perizinan
usaha (SK IUPHHK). Memenuhi 1. Tersedia lengkap dokumen SK IUPHHK- HA PT GRUTI yaitu :
• Keputusan Menteri Kehutanan No:
SK.362/MENHHUT-II/2005, tanggal 14 Oktober 2005 Tentang Perpanjangan IUPHHK-HA PT GRUTI Seluas ±126.550 Ha di Provinsi Sumatera Utara. Jangka Waktu izin adalah 45 tahun sejak berakhirnya Keputusan HPH Jangka I (pertama) tanggal 9 November 1997.
• Keputusan Menteri Kehutanan No:
SK.32/MENHHUT-II/2007, tanggal 22 Januari 2007 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Kehutanan No:
SK.362/MENHHUT-II/2005 Tentang Perpanjangan IUPHHK-HA PT GRUTI.
Luas areal kerja PT GRUTI ditetapkan menjadi ± 116.920 ha.
2. SK IUPHHK-HA PT GRUTI dan peta lampirannya tersebut adalah absah, proses perizinannya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dan lokasi areal telah sesuai dengan peruntukannya yaitu pada kawasan Hutan Produksi (HP dan HPT).
b Bukti pemenuhan kewajiban Iuran Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu. (IIUPHHK).
Memenuhi PT GRUTI telah melunasi kewajiban pembayaran IIUPHHK sesuai SPP IIUPHHK Nomor S.176/VI-BIKPHH/2007, tanggal 14 Maret 2007 sebesar Rp. 3.794.543.958,75.
c Penggunaan kawasan yang sah di
luar kegiatan IUPHHK (jika ada). NA Verifier ini Tidak Diterapkan / Not Applicable.
2 Memenuhi sistem dan prosedur penebangan yang sah.
2.1 Pemegang izin memiliki rencana penebangan pada areal tebangan yang disahkan oleh pejabat yang berwenang.
2.1.1 RKUPHHK / RPKH dan Rencana Kerja Tahunan (RKT / Bagan Kerja / RTT) disahkan oleh yang berwenang.
a Dokumen RKUPHHK / RPKH, RKT / Bagan Kerja / RTT beserta lampirannya yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang, meliputi :
- Dokumen RKUPHHK / RPKH &
lampirannya yang disusun berdasarkan IHMB / risalah hutan dan dilaksanakan oleh Ganis PHPL Timber Cruising dan / atau Canhut.
- Dokumen RKT / RTT yang disusun berdasarkan RKU / RPKH dan disahkan oleh pejabat yang berwenang atau yang disahkan secara self approval
Memenuhi 1.Tersedia dokumen revisi RKUPHHK-HA Berbasis IHMB PT GRUTI Periode 2011- 2020 yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No: SK.8896/MENLHK- PHPL/UHP/HPL.1/ 10/2019 tanggal 18 Oktober 2019 tentang Persetujuan Revisi RKUPHHK-HA Berbasis IHMB PT GRUTI periode 2011 – 2020.
2. Tersedia dokumen RKUPHHK-HA PT GRUTI Periode 2021-2030 yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No:
SK.8050/MenLHK-
PHPL/UHP/HPL.1/12/2020 tanggal 30 Desember 2020 tentang Persetujuan RKUPHHK-HA pada Hutan Produksi Periode Tahun 2021 - 2030 atas nama PT GRUTI.
QC : 13/09/2016 Halaman 20 - Peta rencana penataan areal
kerja yang dibuat oleh Ganis PHPL Canhut.
3. Tersedia lengkap dokumen RKTUPHHK-HA tahun 2020 yang disahkan secara Self Approval melalui Keputusan Direktur PT GRUTI Nomor SK.004/GRUTI-MDN/I/2020 tanggal 14 Januari 2020 Tentang Persetujuan RKTUPHHK-HA Tahun 2020, Carry Over Blok Tebangan RKT Tahun 2019. SK ditetapkan oleh Direktur PT GRUTI (Irwan Mulyadi), dengan masa berlaku dari tanggal 14 Januari s.d. 31 Desember 2020.
4. Tersedia lengkap dokumen RKTUPHHK-HA tahun 2021 yang disahkan secara Self Approval melalui Keputusan Direktur PT GRUTI Nomor SK.001/GRUTI-MDN/I/2021 tanggal 04 Januari 2021 Tentang Persetujuan RKTUPHHK-HA Tahun 2021 (Carry Over Blok Tebangan RKT Tahun 2020). SK ditetapkan oleh Direktur PT GRUTI (Irwan Mulyadi), dengan masa berlaku dari tanggal 04 Januari s.d. 31 Desember 2021.
5. Tersedia lengkap dokumen Revisi RKTUPHHK-HA tahun 2021 yang disahkan secara Self Approval melalui Keputusan Direktur PT GRUTI Nomor SK.002/GRUTI- MDN/V/2021 tanggal 03 Mei 2021 Tentang Persetujuan Revisi RKTUPHHK-HA Tahun 2021 dan Carry Over Blok Tebangan RKT Tahun 2020. SK ditetapkan oleh Direktur PT GRUTI (Irwan Mulyadi), dengan masa berlaku dari tanggal 03 Mei s.d. 31 Desember 2021.
6. Hasil telaah dokumen RKTUPHHK-HA 2020 dan 2021 beserta lampirannya, menunjukkan bahwa dokumen RKT tersebut disusun berdasarkan dokumen RKUPHHK-HA yang berlaku dan kelengkapan serta keabsahannya telah terpenuhi.
b Peta areal yang tidak boleh ditebang pada RKT / Bagan Kerja / RTT dan bukti implementasinya di lapangan.
Memenuhi Tersedia peta yang menggambarkan areal yang tidak boleh ditebang (Peta Kerja RKT 2020, Peta Kerja RKT 2021 dan Peta Kerja Revisi RKT 2021) yang dibuat dengan prosedur yang benar, dan keberadaan areal tersebut (bufferzone Hutan Lindung) terbukti di lapangan. Terdapat penandaan di lapangan diantaranya berupa papan informasi lokasi dan tanda batas lokasi.
QC : 13/09/2016 Halaman 21 c Penandaan lokasi blok tebangan /
blok RKT / petak RTT yang jelas di peta dan terbukti di lapangan.
Memenuhi Tersedia peta kerja RKT PT GRUTI tahun 2020 dan 2021 yang disahkan pejabat berwenang dan/atau secara Self Approval, dimana blok/petak tebangan tahun 2020 (termasuk Carry Over) dan peta RKT tahun 2020 (termasuk Carry Over RKT 2019) telah disahkan secara Self Approval oleh Direktur PT GRUTI. Posisi/lokasi blok/petak tebangan di lapangan sudah sesuai dengan peta yang disahkan, dan terdapat bukti-bukti penandaan blok/petak di lapangan.
2.2 Adanya rencana kerja yang sah.
2.2.1 Pemegang izin mempunyai rencana kerja yang sah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
a Dokumen Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (RKUPHHK) (bisa dalam proses) dengan lampiran-lampirannya.
Memenuhi 1. Tersedia lengkap dokumen RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode 2011-2020 PT GRUTI yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Kehutanan No:
SK.130/VI-BUHA/2011 tanggal 5 Oktober 2011, dan tersedia dokumen Revisi RKUPHHK-HA Berbasis IHMB Periode 2011-2020 yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No: SK.88896/MENLHK- PHPL/UHP/HPL.1/10/2019 tanggal 18 Oktober 2019 tentang Persetujuan Revisi RKUPHHK-HA Berbasis IHMB PT GRUTI periode 2011 – 2020.
2. Tersedia lengkap dokumen RKUPHHK-HA PT GRUTI Periode 2021-2030 yang telah disahkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No:
SK.8050/MenLHK-
PHPL/UHP/HPL.1/12/2020 tanggal 30 Desember 2020 tentang Persetujuan RKUPHHK-HA pada Hutan Produksi Periode Tahun 2021 - 2030 atas nama PT GRUTI.
3. Proses penyusunan dan pengesahaan RKUPHHK-HA PT GRUTI dan revisinya telah sesuai dengan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.
b Kesesuaian lokasi dan volume pemanfaatan kayu hutan alam pada areal penyiapan lahan yang diizinkan untuk pembangunan hutan tanaman industri.
NA Verifier ini Tidak Diterapkan / Not Applicable.
3 Keabsahan perdagangan atau pemindahtanganan kayu bulat.
3.1 Pemegang izin menjamin bahwa semua kayu yang diangkut dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK) hutan ke TPK Antara dan dari TPK Antara ke industri primer hasil hutan (IPHH) / pasar, mempunyai identitas fisik dan dokumen yang sah.
3.1.1 Seluruh kayu bulat yang ditebang / dipanen atau yang dipanen / dimanfaatkan telah di–LHP-
QC : 13/09/2016 Halaman 22 kan.
3.1.1 Dokumen LHP yang telah disahkan oleh pejabat yang berwenang.
Memenuhi 1. Tersedia lengkap dokumen LHP PT GRUTI periode Oktober 2020 s.d. September 2021 yaitu sebanyak 14 kali penerbitan LHP atau sebanyak 14 set LHP (LHP KBB, KBS dan KBK) yang merupakan realisasi produksi RKT 2020 (termasuk Carry Over RKT 2019) dan RKT 2021 (termasuk Carry Over RKT 2020), dengan volume produksi total sebesar 40.518,85 m3.
2. Dokumen LHP periode Oktober 2020 s.d.
September 2021 dibuat dan ditandatangani oleh Petugas Pembuat LHP a.n. Supangat Manik (No.Reg. 04210013336), dan diterbitan melalui aplikasi SIPUHH.
3. Hasil uji petik antara dokumen LHP dan Buku Ukur dengan fisik kayu bulat di TPK Hutan menunjukan bahwa dokumen LHP sesuai dengan fisik kayu, dan nomor batang di LHP dan Buku Ukur dapat ditemukan di lapangan/petak tebangan.
3.1.2 Seluruh kayu yang diangkut keluar areal izin dilindungi dengan surat keterangan sahnya hasil hutan.
3.1.2 Surat keterangan sahnya hasil hutan dan lampirannya dari : - TPK hutan ke TPK Antara.
- TPK hutan ke industri primer dan/ atau penampung kayu terdaftar.
- TPK Antara ke industri primer hasil hutan dan / atau penampung kayu terdaftar.
Memenuhi 1. Seluruh kayu yang diangkut dari TPK Hutan ke Tujuan Pembeli/Industri selama periode Oktober 2020 s.d. September 2021 telah dilindungi dengan dokumen SKSHHK sesuai ketentuan. Selama periode tersebut, terdapat 20 kali penerbitan dokumen SKSHHK dengan 19 kali pengapalan kayu ke Tujuan Pembeli dengan volume sebesar 41.702,76 M3.
2. Hasil uji petik persediaan kayu yang tercantum di LMKB TPK Hutan telah sesuai dengan dokumen SKSHH terkait pada periode yang sama.
3.1.3 Pembuktian asal usul kayu bulat (KB) dari pemegang IUPHHK-HA.
a Tanda-tanda PUHH / barcode pada kayu bulat dari pemegang IUPHHK-HA bisa dilacak balak.
Memenuhi Tanda-tanda PUHH (Label/ID Barcode) pada kayu bulat PT GRUTI telah sesuai dengan dokumen dan dapat ditelusuri hingga ke petak tebangan.
b Identitas kayu diterapkan secara
konsisten oleh pemegang izin. Memenuhi PT GRUTI telah menerapkan sistem penatausahaan hasil hutan kayu melalui aplikasi SIPUHH dengan menerapkan tanda- tanda PUHH (label pohon dan ID-barcode) pada setiap kayu bulat secara konsisten.
3.1.4 Pemegang izin mampu membuktikan adanya catatan angkutan kayu ke luar TPK 3.1.4 Arsip SKSKB dan dilampiri Daftar
Hasil Hutan (DHH) untuk hutan alam, dan arsip FAKB dan lampirannya untuk hutan
Memenuhi Tersedia lengkap dokumen angkutan kayu berupa SKSHHK dan lampiran DK sebanyak 19 set/18 kali pengapalan kayu ke Tujuan Pembeli/Industri, yang diterbitkan oleh
QC : 13/09/2016 Halaman 23
tanaman. petugas yang berwenang sesuai ketentuan
yang berlalu. Arsip SKSHHK tersebut juga dilengkapi dengan Berita Acara Serah Terima Dokumen SKSHHK, dan Berita Acara Serah Terima Dokumen Pengapalan.
Dokumen SKSHHK KB periode Oktober 2020 s.d. September 2021 ditandatangani oleh Petugas Penerbit SKSHHK a.n. Edi Sanjaya (No.reg: 00178-02/PKB-R/II/2019).
3.2 Pemegang izin telah melunasi kewajiban pungutan pemerintah yang terkait dengan kayu.
3.2.1 Pemegang izin menunjukkan bukti pelunasan Dana Reboisasi (DR) dan atau Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH).
a Dokumen SPP (Surat Perintah Pembayaran) DR dan / atau PSDH telah diterbitkan.
Memenuhi Dokumen tagihan/SPP PSDH dan DR yang diterbitkan atas LHP PT GRUTI selama periode Oktober 2020 s.d. September 2021 telah sesuai dengan jumlah dan volume kayu yang telah di-LHP-kan, baik menurut kelompok jenis, volume maupun tarif yang berlaku.
b Bukti Setor DR dan / atau PSDH. Memenuhi PT GRUTI telah melunasi kewajiban pembayaran PSDH dan DR sesuai dengan tagihan/SPP yang diterbitkan selama periode Oktober 2020 s.d. September 2021.
c Kesesuaian tarif DR dan PSDH atas kayu hutan alam (termasuk hasil kegiatan penyiapan lahan untuk pembangunan hutan tanaman) dan kesesuaian tarif PSDH untuk kayu hutan tanaman.
Memenuhi Pembayaran PSDH dan DR PT GRUTI selama periode Oktober 2020 s.d. September 2021 telah sesuai dengan tarif yang berlaku baik jenis maupun ukurannya.
3.3 Pengangkutan dan perdagangan antar pulau.
3.3.1 Pemegang izin yang mengirim kayu bulat antar pulau memiliki pengakuan sebagai Pedagang Kayu Antar Pulau Terdaftar (PKAPT).
3.3.1 Dokumen PKAPT. NA Verifier ini Tidak Diterapkan / Not Applicable.
3.3.2 Pengangkutan kayu bulat yang menggunakan kapal harus kapal yang berbendera Indonesia dan memiliki izin yang sah.
3.3.2 Dokumen yang menunjukkan
identitas kapal. Memenuhi Setiap kapal pengangkut kayu PT GRUTI selama periode Oktober 2020 s.d. September 2021 adalah kapal berbendera Kebangsaan Indonesia.
3.4 Pemenuhan penggunaan Tanda V-Legal 3.4.1 Implementasi Tanda V-Legal
3.4.1 Tanda V-Legal yang dibubuhkan
sesuai ketentuan. Memenuhi PT GRUTI telah membubuhkan Tanda V-Legal pada kayu bulat maupun dokumen sesuai ketentuan.
4 Pemenuhan aspek lingkungan dan sosial yang terkait dengan penebangan.
QC : 13/09/2016 Halaman 24 4.1 Pemegang izin telah memiliki dokumen lingkungan (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) / Dokumen Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan (DPPL) / Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)) dan melaksanakan kewajiban yang dipersyaratkan dalam dokumen lingkungan tersebut.
4.1.1 Pemegang izin telah memiliki dokumen lingkungan yang telah disahkan sesuai peraturan yang berlaku meliputi seluruh areal kerjanya.
4.1.1 Dokumen AMDAL / DPPL / UKL-
UPL / RKL-RPL. Memenuhi PT GRUTI telah memiliki dokumen AMDAL (ANDAL, RKL, RPL) yang telah dinyatakan lengkap dan disetujui oleh Direktur Jenderal PHPA/Ketua Komisi Pusat AMDAL Departemen Kehutanan dan Perkebunan dengan Nomor : 40/DJ-VI/AMDAL/99 tanggal 8 April 1999.
Proses penyusunan dokumen AMDAL PT GRUTI telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4.1.2 Pemegang izin memiliki laporan pelaksanaan RKL dan RPL yang menunjukkan penerapan tindakan untuk mengatasi dampak lingkungan dan menyediakan manfaat sosial.
a Dokumen RKL dan RPL. Memenuhi Tersedia dokumen RKL-RPL PT GRUTI yang disusun dengan mengacu kepada dokumen ANDAL yang telah disahkan oleh Direktur Jenderal PHPA/Ketua Komisi Pusat AMDAL Departemen Kehutanan dan Perkebunan dengan Nomor : 40/DJ-VI/AMDAL/99 tanggal 8 April 1999.
b Bukti pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan dampak penting aspek fisik, kimia, biologi dan sosial.
Memenuhi Terdapat bukti pelaksanaan sebagian kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan PT GRUTI selama 12 (dua belas) bulan terakhir/sejak Penilikan Ke-3 tahun 2020, sesuai dengan rencana dan dampak penting yang terjadi di lapangan dengan mengacu kepada dokumen RKL-RPL PT GRUTI yang disahkan oleh pejabat berwenang.
PT GRUTI telah menyusun laporan pelaksanaan RKL-RPL per semester, dan menyampaikannya ke instansi berwenang.
5 Pemenuhan terhadap peraturan ketenaga kerjaan
5.1 Pemenuhan ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
5.1.1 Prosedur dan Implementasi K3.
a Pedoman / prosedur K3. Memenuhi PT GRUTI telah memiliki prosedur K3 dan dalam implementasi kegiatan K3 di lapangan telah ditunjuk personil K3 dan dibentuk P2K3 melalui Keputusan Direktur Utama PT GRUTI Nomor 076/DIR-GRUTI/MDN/VI/2021, tanggal 14 Juni 2021 dan telah disahkan melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara Nomor 566/167.7/DTK/SU/VI/2021 tanggal 7 Juni 2021.
b Ketersediaan peralatan K3. Memenuhi PT GRUTI telah menyediakan peralatan K3 sesuai dengan kebutuhan dan berfungsi baik
QC : 13/09/2016 Halaman 25 seperti: APD bagi karyawan (helm, sepatu safety, sarung tangan, kacamata safety, pelampung, masker, dan sebagainya);
peralatan pemadam Api Ringan (APAR) dan peralatan Damkarhutla; serta tersedia kotak P3K dan persediaan obat-obatan, serta tersedia poliklinik dan tenaga medis.
Terdapat beberapa rambu-rambu/ himbauan K3 di sekitar basecamp dan areal kerja PT GRUTI, serta di sepanjang jalan angkutan terdapat rambu-rambu jalan.
c Catatan kecelakaan kerja. Memenuhi Tersedia laporan catatan kecelakaan kerja bulanan PT GRUTI periode bulan Oktober 2020 s.d. September 2021, diketahui bahwa tidak terdapat kejadian kecelakaan kerja (nihil). Informasi yang termuat pada laporan bulanan catatan kecelakaan kerja tersebut diantaranya adalah nama korban kecelakaan kerja, jabatan, lokasi kejadian, waktu kejadian, penyebab kecelakaan, tindakan P3K/medis, dan keterangan. Namun, PT GRUTI masih perlu memperjelas informasi/keterangan terkait tingkat keparahan kecelakaan dan cedera yang ditimbulkan.
Upaya pencegahan kecelakaan kerja yang telah dilakukan oleh PT GRUTI diantaranya adalah dengan penyediaan APD bagi karyawan, pemasangan rambu-rambu K3, pemasangan rambu-rambu jalan angkutan, dan sebagainya.
5.2 Pemenuhan hak-hak tenaga kerja.
5.2.1 Kebebasan berserikat bagi pekerja.
5.2.1 Serikat pekerja atau kebijakan perusahaan (auditee) yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja.
Memenuhi Sampai dengan pelaksanaan Penilikan Ke-4 ini, tidak terdapat organisasi serikat pekerja PT GRUTI. Terdapat Surat Keputusan No.
004-a/DIR-GRUTI/MDN/I/2019 tanggal 09 Januari 2019 yang ditandatangani oleh Direktur PT GRUTI (Irwan Mulyadi), yang menyatakan bahwa Perusahaan tidak keberatan dan menerima segala bentuk organisasi serikat buruh pekerja di lingkungan PT GRUTI, sepanjang organisasi tersebut diakui eksistensinya oleh Pemerintah Republik Indonesia. Hasil wawancara dengan perwakilan karyawan menyatakan bahwa perusahaan telah memberikan kebebasan berserikat kepada karyawannya selama tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
5.2.2 Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hak- hak pekerja.
5.2.2 Ketersediaan Dokumen KKB atau Memenuhi Tersedia Peraturan Perusahaan (PP) PT
QC : 13/09/2016 Halaman 26
PP. GRUTI yang masa berlakunya telah
diperpanjang melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara Nomor : 560/79-6/DTK/III/2021 tanggal 31 Maret 2021. PP PT GRUTI berlaku selama 2 (dua) tahun terhitung mulai tanggal 31 Maret 2021 s.d. 30 Maret 2023.
5.2.3 Tidak mempekerjakan anak di bawah umur (diluar ketentuan).
5.2.3 Pekerja yang masih di bawah
umur. Memenuhi Ditemukan pekerja di bawah umur atas nama
Raju Panggabean, lahir tanggal 01-08-2004, jabatan Hlp Chainsaw, masuk kerja tanggal 29 Juni 2021. Tersedia surat pernyataan dari Marihot Panggabean (orang tua dari Raju Panggabean) yang menyatakan bahwa sebagai orang tua memberikan ijin sepenuhnya kepada anak saya Raju Panggabean untuk bekerja di perusahaan PT GRUTI Unit Pulau Pini. Hal ini telah memenuhi ketentuan sesuai peraturan ketenagakerjaan yang berlaku.
Keterangan : N/A (Not applicable/Tidak diterapkan)