SKRIPSI
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG STROKE PADA MASYARAKAT KECAMATAN MEDAN SELAYANG
KELURAHAN TANJUNG SARI LINGKUNGAN XIV TAHUN 2016
Oleh : RIZKY AYUNI
130100215
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG STROKE PADA MASYARAKAT KECAMATAN MEDAN SELAYANG
KELURAHAN TANJUNG SARI LINGKUNGAN XIV TAHUN 2016
SKRIPSI
Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh kelulusan Sarjana Kedokteran
Oleh : RIZKY AYUNI
130100215
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017
ABSTRAK
Latar belakang: Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Stroke menjadi penyebab kematian tersering di Negara maju setelah penyakit jantung dan kanker. Indonesia menjadi penyumbang terbesar kematian yang disebabkan atroke di Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan-RI, diperkirakan sebanyak 151.080 orang (16,9%) menderita stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat mengenai stroke pada masyarakat di Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Lingkungan XIV Tahun 2016.
Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional.
Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner pada masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk dalam kriteria eksklusi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 100 orang.
Hasil: Dari 100 orang responden, didapatkan karakteristik kelompok usia terbanyak adalah kelompok usia ≤29 tahun (60%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (51%), tingkat pendidikan terakhir terbanyak adalah SMA/Sederajat (72%), dan sebagian besar responden belum bekerja (40%). Tingkat pengetahuan masyarakat di Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Lingkungan XIV Tahun 2016 sebagian besar adalah kategori rendah yaitu 46%, kategori cukup 38%, dan kategori baik 16%.
Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tentang stroke pada masyarakat di Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Lingkungan XIV Tahun 2016 sebagian besar adalah kategori rendah yaitu sebanyak 46%.
Kata kunci: Pengetahuan, stroke, masyarakat
ABSTRACT
Background: Stroke is a rapidly developing clinical sign caused by focal (or global) disorder with symptoms that last for 24 hours or more and can lead to death without any other apparent causes other than vascular. Stroke became the third highest cause of death in developed countries after heart diseases and cancers. Indonesia has become the biggest contributor of stroke caused deaths in South East Asia. Based on data from the ministry of health-RI, estimated of 151.080 people (16,9%) is diagnosed with stroke. This study aims to understand the representation of people’s knowledge about stroke in Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Area XIV in the year of 2016.
Methods: Design of study was descriptive using the cross sectional approach.
Data accumulation was done by giving out questionnaires to the community that matched the inclusion criteria and was not included in the exclusion criteria. A total of 100 people participated as the sample in this study.
Result: From 100 respondents, we found that most of them are on the age group of ≤29 years old (60%) with the majority of female (51%), latest educational level of High School/equal (72%), and most respondents are not working (40%). The level of stroke knowledge in Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Area XIV community is diverse, mostly in low category (46%), moderate category (38%), and good category (16%).
Conclusion: The level of stroke knowledge in Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Area XIV community is mostly low (46%).
Key words: Comprehension level, stroke, community
KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillaah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimmpahkan rahmat dan karunia-Nya yang tak terhingga sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Laporan hasil penelitian dengan judul ―Tingkat Pengetahuan tentang Stroke pada Masyarakat Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari Lingkungan XIV Tahun 2016‖ ini disusun sebagai tugas akhir serta sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
Proses penyelesaian penelitian ini, tidak terlepas dari bantuan bantuan, bimbingan, dan dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K), selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara
2. dr. Irina Kemala Nasution, Sp.S dan Dr. dr. Oke Rina R. Sp.A(K), selaku dosen pembimbing yang telah memberikan banyak bimbingan, nasihat, saran dan masukan sehingga laporan penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik.
3. dr. Ayodhia Pitaloka Pasaribu. M.Ked(Ped), Sp.A, Ph.D (CTM) dan dr.
Hemma Yulfi, DAP&E, Med.Ed, selaku dosen penguji yang telah memberikan berbagai saran dan kriitik untuk menyempurnakan hasil penelitian ini.
4. Dr. dr. Sarma Nursani Lumbanraja, Sp.OG (K), selaku dosen Pembimbing Akademik saya selama menjalani pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.
5. Kantor Kecamatan Medan Selayang selaku lembaga terkait yang telah memberikan izin untuk peneliti melakukan penelitian.
6. Keluarga tercinta, Ayahanda Riswansyah dan Ibunda Sri Indriani, yang senantiasa mendo’akan dengan penuh cinta kasih, memberi dukungan dalam segala bentuk, baik moril maupun material dalam situasi sesulit apapun, abangda Ardiansyah Putra, Ferri Ardi, S.Pd, adik tersayang Rizka Aulia yang senantiasa mendo’akan dan memberi semangat.
7. Seluruh sanak saudara penulis yang telah memberikan semangat dan dukungan kepada penulis untuk menyelesaikan penelitian ini.
8. M. iqbal Nusa, Teuku Syiva, Sari Shafadena Siregar, selaku teman satu dosen pembimbing yang telah banyak memberikan dukungan dan bantuan dalam penyelesaian penelitian ini.
9. Faisal Azhari, selaku sahabat penulis yang sudah banyak membantu penulis baik dari segi sarana, dukungan, dan semangat sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik.
10. Aldi Nurcahyo, Febriyanti, Sabrina Dwi Putri, Farisa, Avie Hanindya, Siti Utari, Teguh Pangestu, dan Lily, yang telah banyak membantu dan memberi dukungan selama proses penelitian ini berlangsung.
11. Keluarga kedua-ku, TBM-ers, yang senantiasa memberikan dukungan dan semangat kepada penulis selama penyelesaian penelitian ini.
12. Kepada teman-teman GANBATE, yang senantiasa memberikan semangat kepada penulis selama penelitian ini berlangsung.
13. Agustira Sitorus, selaku sahabat penulis yang telah memberikan dukungan kepada penulis dalam penyelesaian penelitian ini.
14. Diyah, teman sekaligus adik satu kontrakan penulis, tempat berbagi cerita, yang telah banyak membantu dan memberikan dukungan dalam menyelesaikan penelitian ini.
15. Segenap keluarga besar Mahasiswa/i Fakultas Kedokteran USU stambuk 2013 yang berpartisipasi membantu dan memberikan semangat kepada peneliti.
Demikianlah penelitian ini penulis perbuat. Penelitian ini adalah penelitian yang sangat jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk penyempurnaan penelitian ini. Semoga penelitian ini dapat memberi manfaat bagi pembacanya maupun bidang kesehatan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Medan, 07 Desember 2016 Penulis,
Rizky Ayuni 130100215
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN PERSETUJUAN... i
ABSTRAK ... ii
ABSTRACK... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR TABEL... ix
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR SINGKATAN ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB 1 PENDAHULUAN ... 1
1.1.Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah... 3
1.3. Tujuan Penelitian ... 3
1.3.1. Tujuan Umum ... 3
1.3.2. Tujuan Khusus ... 3
1.4. Manfaat Penelitian ... 3
1.4.1. Bidang Pendidikan ... 3
1.4.2. Bidang Pelayanan Masyarakat ... 4
1.4.3. Bidang Penelitian ... 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 5
2.1. Stroke ... 5
2.1.1. Definisi ... 5
2.1.2. Epidemiologi ... 5
2.1.3. Faktor Resiko ... 6
2.1.4. Klasifikasi Stroke ... 10
2.1.5. Pengenalan Dini Gejala Stroke ... 12
2.1.6. Manajemen Prehospital ... 13
2.1.7. Komplikasi Stroke ... 15
2.1.8. Pencegahan Stroke ... 15
2.2. Pengetahuan ... 16
2.2.1. Definisi Pengetahuan ... 16
2.2.2. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan ... 18
BAB 3 KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP ... 20
3.1. Kerangka Teori ... 20
3.2. Kerangka Konsep ... 21
BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN ... 22
4.1. Desain Penelitian ... 22
4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 22
4.3. Populasi dan Sampel ... 22
4.3.1. Populasi ... 22
4.3.2. Sampel ... 23
4.3.2.1. Kriteria Inklusi dan Eksklusi ... 23
4.3.2.2. Cara Pengambilan Sampel ... 23
4.3.2.3. Besar Sampel ... 24
4.4. Teknik Pengumpulan Data ... 24
4.4.1. Uji Validitas dan Realibilitas ... 24
4.5. Variabel Penelitian ... 25
4.5.1. Definisi Operasional ... 26
4.6. Jadwal Penelitian ... 27
4.7. Pengolahan dan Analisa Data... 28
4.7.1. Pengolahan Data... 28
4.7.2. Analisa Data ... 28
BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN ... 29
5.1. Hasil Penelitian ... 29
5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian... 29
5.1.2. Deskripsi Karakteristik Responden ... 29
5.1.3. Tingkat Pengetahuan Responden ... 31
5.1.3.1. Distribusi Jawaban Responden tentang Sumber Informasi Stroke ... 31
5.1.3.2. Distribusi Jawaban Responden tentang Gejala Stroke ... 32
5.1.3.3. Distribusi Jawaban Responden tentang Faktor Resiko Stroke ... 32
5.1.3.4. Distribusi Jawaban Responden tentang Komplikasi Stroke ... 33
5.1.3.5. Distribusi Jawaban Responden tentang Pencegahan Stroke ... 34
5.1.3.6. Distribusi Frekuensi dan Persentase Jawaban Responden untuk Tiap Item Pertanyaan ... 35
5.2. Pembahasan ... 37
5.2.1. Karakteristik Demografi Responden ... 37
5.2.2. Pengetahuan Responden... 39 5.2.2.1. Tingkat Pengetahuan Responden tentang Stroke 39 5.2.2.2. Jawaban Responden pada Tiap Item Pertanyaan 39
BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN ... 43
6.1. Kesimpulan ... 43
6.2. Saran ... 43
DAFTAR PUSTAKA ... 44 LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 2.1. Klasifikasi hipertensi menurut JNC VII... 8 Tabel 2.2. Diagnosis DM dalam pemeriksaan laboratorium... 9 Tabel 2.3. Klasifikasi LDL, HDL, dan total kolesterol menurut ATP III ... 9 Tabel 3.2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas ... 25 Tabel 3.3. Definisi Operasional ... 26 Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Karakteristik Usia,
Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, dan Jenis Pekerjaan……… 30 Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden………... 31 Tabel 5.3. Distribusi Jawaban Responden tentang Sumber Informasi
Stroke ... 31 Tabel 5.4. Distribusi Jawaban Responden tentang Gejala Stroke………… 32 Tabel 5.5. Distribusi Jawaban Responden tentang Faktor Risiko Stroke…. 33 Tabel 5.6. Distribusi Jawaban Responden tentang Komplikasi Stroke…… 33 Tabel 5.7. Distribusi Jawaban Responden tentang Pencegahan Stroke…... 34 Tabel 5.8. Distribusi Frekuensi dan Persentase Jawaban Responden
Pada tiap Item Pertanyaan……… 35
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1. Circle of Willis ... 11
Gambar 2.2. Suplai darah arteri ke otak ... 12
Gambar 3.1. KerangkaTeori ... 20
Gambar 3.2. Kerangka Konsep ... 21
DAFTAR SINGKATAN
AHA = American Heart Association
SEAMIC =SouthEast Asian Medical Information Centre RSUP HAM =RumahSakitUmumPusatH. Adam Malik Kec. = Kecamatan
Kel. = Kelurahan
Lk = Lingkungan
WHO = World Heart Organization GPDO = GangguanPeredaranDarahOtak DM = Diabetes Mellitus
AIDS = Acquired Immune Deficiency Syndrome JNC =Joint National Comitte
NCEP = National Cholesterol Education Program ATP = Adult Treatment Panel
LDL = Low Density Lipoprotein HDL = High Density Lipoprotein PIS = PerdarahanIntraserebral PSA = Perdarahan Subarachnoid AVM = Arterivenous Malformation TIA = Transient Ischemic Attack EKG = Elektrokardiogram
ABC = Airway Breathing Circulation ISK = InfeksiSaluranKemih
DVT = Deep Vein Thrombosis BMI = Body Mass Index
SPSS = Statistical Product for Service Solutions
FK USU = FakultasKedokteranUniversitas Sumatera Utara
SD = SekolahDasar
SMP = SekolahMenengahPertama SMA = SekolahMenengahAtas
ACSM = American College of Sport Medicine
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Daftar Riwayat Hidup Lampiran 2. Lembar Penjelasan
Lampiran 3. Lembar Persetujuan Responden Lampiran 4. Kuesioner Pengetahuan Stroke
Lampiran 5. Data Induk Uji Validitas dan Realibilitas Kuesioner Lampiran 6. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner
Lampiran 7. Data Induk Karakteristik dan Tingkat Pengetahuan Responden Lampiran 8. Data Induk Jawaban Responden
Lampiran 9. Data Induk Persentase Jawaban Responden tiap Item Pertanyaan Lampiran 10. Hasil Analisis Data Penelitian
Lampiran 11. Surat Izin Penelitian dari Komisi Etik FK USU
Lampiran 12. Surat Izin Penelitian dari Kecamatan Medan Selayang Lampiran 13. Surat Keterangan Selesai Penelitian
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Stroke menjadi penyebab kematian tersering di Negara maju setelah penyakit jantung dan kanker. Diperkirakan hampir 700.000 orang Amerika mengalami stroke dan stroke megakibatkan hampir 150.000 kematian setiap tahunnya. Prevalensinya meningkat sampai 40% pada usia 80 tahun dan 45% pada usia 85 tahun.1 American Hearth Association (AHA), dalam AHA Statistical Update-2015, Pada tahun 2011 merincikan, setidaknya stroke menyebabkan 1 dari setiap 20 kematian di Amerika Serikat. Rata-rata, setiap 40 detik, seseorang di Amerika Serikat terserang stroke, dan setiap 4 menit satu orang meninggal dunia.2
Di negara-negara ASEAN penyakit stroke juga merupakan masalah kesehatan utama yang menyebabkan kematian. Dari data South East Asian Medical Information Centre (SEAMIC) diketahui bahwa angka kematian stroke terbesar terjadi di Indonesia yang kemudian diikuti secara berurutan oleh Filipina, Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand.3
Melalui Pusat data dan informasi kementerian kesehatan RI-InfoDatin (2013), jumlah penderita penyakit stroke di Indonesia tahun 2013 berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan diperkirakan sebanyak 1.236.825 orang (7,0‰), sedangkan berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan/gejala diperkirakan sebanyak 2.137.91 orang (12,1‰).4
Melalui sumber yang sama, berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dirincikan bahwa di provinsi Sumatera utara diperkirakan sebanyak 92.078 orang (10,8%) menderita stroke dan melalui diagnosis tenaga kesehatan/gejala diperkirakan sebanyak 151.080 orang (16,9%) menderita stroke.4
Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik (RSUP HAM) Medan, terdapat 11.396 jumlah kasus stroke tahun 2013 hingga 2015 yang terdiri dari pasien rawat jalan dan pasien rawat inap.
Sebanyak 9236 kasus (81,3%) merupakan stroke iskemik dan 2128 kasus (18,7%) merupakan stroke hemoragik.
Data di Indonesia menunjukkan kecenderungan peningkatan kasus stroke baik dalam hal kematian, kejadian, maupun kecacatan. Angka kematian berdasarkan umur adalah: sebesar 15,9% (umur 45-55 tahun) dan 26,8% (umur 55-64 tahun) dan 23,5% (umur 65 tahun).5
Pengetahuan terhadap faktor risiko tentunya sangat penting karena dengan pahamnya seseorang terhadap faktor risiko suatu penyakit, maka upaya pencegahan secara tidak langsung akan dilakukan oleh individu tersebut.6
Berdasarkan hasil penelitian Stroebele, N. dkk pada tahun 2011, pengetahuan tentang faktor risiko maupun tanda-tanda peringatan stroke, keduanya masih rendah dalam populasi umum di berbagai negara khususnya di negara-negara berkembang.7
Hal ini sesuai dengan teori yang kemukakan oleh Notoatmodjo, bahwa aspek pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang di mana semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang akan dapat mempengaruhi pola pikir dan sikap terhadap sesuatu. Hal ini akan mempengaruhi perubahan perilaku.8
Permasalahan yang muncul pada pelayanan stroke di Indonesia adalah:
rendahnya kesadaran akan faktor risiko stroke, kurang dikenalinya gejala stroke, belum optimalnya pelayanan stroke dan ketaatan terhadap program terapi untuk pencegahan stroke berulang yang rendah. Keempat hal tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kejadian stroke baru dan tingginya angka kematian akibat stroke serta tingginya kejadian stroke ulang.9 Maka dari itu, diperlukan pengetahuan yang baik tentang stroke.
Bergerak dari masalah tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang tingkat pengetahuan mengenai stroke.
1.2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat pengetahuan tentang stroke pada masyarakat di Kecamatan (Kec.) Medan Selayang, Kelurahan (Kel.) Tanjung Sari, Lingkungan (Lk) XIV tahun 2016?.
1.3. Tujuan Penelitian 1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan tentang stroke pada masyarakat di Kec. Medan Selayang, Kel. Tanjung Sari, Lk XIV tahun 2016.
1.3.2. Tujuan Khusus
1. Mengetahui gambaran karakteristik subyek penelitian.
2. Mengetahui sumber informasi yang didapatkan masyarakat mengenai stroke.
3. Mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang gejala-gejala stroke.
4. Mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang faktor resiko penyebab stroke.
5. Mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang komplikasi yang dapat ditimbulkan dari stroke.
6. Mengetahui gambaran pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan stroke.
1.4. Manfaat Penelitian 1.4.1. Bidang Pendidikan
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber bacaan bagi mahasiswa sehingga dapat menambah pengetahuan mahasiswa tentang stroke.
1.4.2. Bidang Pelayanan Masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang stroke sehingga dapat mengenali gejala-gejala dini dari stroke dan mencegah kejadian stroke.
1.4.3. Bidang Penelitian
Hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai data dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai stroke dan selanjutnya dapat menurunkan insiden stroke.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Stroke
2.1.1. Definisi
Stroke merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kerusakan otak yang disebabkan oleh kelainan suplai darah ke bagian otak tertentu.10
Menurut World Health Organization (WHO), stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fokal (atau global) dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskuler.11
Stroke adalah sindrom yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak (GPDO) dengan awitan akut,disertai manifestasi klinis berupa defisit neurologis dan bukan sebagai akibat tumor, trauma ataupun infeksi susunan saraf pusat.12
2.1.2. Epidemiologi
WHO memperkirakan sekitar 15 juta orang terserang stroke setiap tahunnya. Stroke merupakan penyebab kematian utama urutan kedua pada kelompok usia diatas 60 tahun dan urutan kelima kematian pada usia 15-59 tahun. Stroke merupakan penyebab kecacatan utama di kalangan usia dewasa di Amerika Serikat dan Eropa.
Di Inggris, stroke menjadi penyebab kematian terbanyak setelah serangan jantung, yang diikuti kanker di urutan ketiga. Begitu juga di dunia, stroke menjadi penyebab utama kematian nomor dua. Di masa depan, stroke diperkirakan menjadi penyebab kematian nomor satu.9
Meskipun stroke lebih sering menyerang orang dengan usia di atas 65 tahun dan banyak orang menganggap bahwa stroke hanya terjadi pada orang tua, stroke juga dapat terjadi pada semua kelompok umur, termasuk bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa muda.10
Peningkatan risiko terjadinya stroke pada masyarakat kelompok ekonomi menengah ke bawah antara lain dipicu oleh pola hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi obat antihipertensi yang tidak teratur, dan berbagai penyakit kronis lainnya. Dapat juga disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi kadar garam, seperti ikan asin dan mi instan.
Sementara itu, pada kelompok ekonomi menengah ke atas, meningkatnya risiko stroke terutama disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tinggi kadar lemak, kalori dan kadar garamnya, seperti makanan cepat saji yang terkategori junk food. Selain itu, penyakit hipertensi dan kencing manis (DM tipe 2), penyakit dan kelainan irama jantung (aritmia) yang tidak diobati secara teratur juga meningkatkan risiko terjadinya stroke pada kelompok ekonomi menengah ke atas. Insidensi stroke lebih tinggi pada laki- laki. Meskipun demikian, tingkat kematian akibat penyakit stroke lebih banyak dijumpai pada wanita. Ini disebabkan umumnya wanita terserang stroke pada usia yang lebih tua dibandingkan laki-laki.13
2.1.3. Faktor risiko
Faktor risiko stroke dikelompokkan menjadi faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (non modifiable risk factor) dan faktor risiko yang dapat (modifiable risk factor).
1. Non modifiable risk factor a) Usia
Semakin tua usia seseorang akan semakin mudah terkena stroke.
Stroke dapat terjadi pada semua usia, namun lebih dari 70% kasus stroke terjadi pada usia di atas 65 tahun.
b) Jenis kelamin
Laki-laki lebih mudah terkena stroke. Hal ini dikarenakan lebih tingginya angka kejadian faktor risiko stroke (misalnya hipertensi) pada laki-laki. Menurut studi kasus yang sering ditemukan, laki-laki lebih berisiko terkena stroke tiga kali lipat dibanding dengan wanita.
c) Riwayat keluarga
Risiko stroke meningkat pada seseorang dengan riwayat keluarga stroke. Seseorang dengan riwayat keluarga stroke lebih cenderung menderita diabetes dan hipertensi (Hertzberg, dkk, 2006). Hal ini mendukung hipotesis bahwa peningkatan kejadian stroke pada keluarga penyandang stroke adalah akibat diturunkannya faktor resiko stroke.
d) Ras
Kejadian stroke pada ras kulit berwarna lebih tinggi dari kaukasoid.14
2. Modifiable risk factor, terdiri dari behaviour dan physiologycal risk factor.
Faktor risiko behaviour atau perilaku meliputi: merokok, diet yang tidak sehat sepperti lemak, garam berlebihan, asam urat, kolesterol, low fruit diet, alkoholik, obat-obatan seperti narkoba (kokain), antikoagulansia, antiplatelet, amfetamin, dan pil kontrasepsi. Physiologycal risk factor meliputi: hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, infeksi, arteritis, traumatik, Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), lupus, gangguan ginjal, kegemukan (obesitas), polisitemia, kelainan anomali darah, dan lain-lain.11
Mayor risk factor:11 1. Hipertensi
Hipertensi merupakan salah satu penyakit utama di dunia, mengenai hampir 50 juta orang di Amerika Serikat dan hampir 1 miliar orang di seluruh dunia. Prevalensi hipertensi meningkat sesuai peningkatan usia.14 Joint National Comitte (JNC) VII megklasifikasikan hipertensi sebagai berikut:15
Tabel 2.1. Klasifikasi Hipertensi Menurut JNC VII
2. Merokok
Merokok memacu peningkatan kekentalan darah, pengerasan dinding pembuluh darah, dan penimbunan plak di dinding pembuluh darah. Merokok meningkatkan risiko stroke sampai dua kali lipat.
Terdapat hubungan linier antara jumlah batang rokok yang dihisap per hari dengan penigkatan risiko stroke. Risiko stroke akan meningkat 1,5 kali setiap penambahan 10 batang rokok per hari.
3. Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus (DM) dijumpai pada 15-20% populasi dewasa.
Diabetes merupakan salah satu faktor risiko stroke iskemik yang utama.
Diabetes akan meningkatkan risiko stroke dua kali lipat. Semakin tinggi kadar gula darah, semakin mudah terkena stroke.
Kategori Sistol (mmHg) Dan/atau Diastole (mmHg)
Normal <120 Dan <80
Pre hipertensi 120-129 Atau 80-89 Hipertensi tahap 1 140-159 Atau 90-99 Hipertensi tahap 2 ≥160 Atau ≥100
Tabel 2.2. Diagnosis DM dalam Pemeriksaan Laboratorium
GTT: Gangguan Toleransi Glukosa
4. Kolesterol
Jumlah kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL) yang tinggi akan menyebabkan penimbunan koleserol di dalam sel. Hal ini akan memacu munculnya proses atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri). Proses atherosclerosis akan menimbulkan komplikasi pada organ target (jantung, otak, dan ginjal). Proses tersebut, pada otak akan meningkatkan risiko terkena stroke.14
Kadar kolesterol menurut National Cholesterol Education Program (NCEP) dalam Adult Treatment Panel (ATP) III adalah sebagai berikut:16
Tabel 2.3. Klasifikasi Low Density Lipoprotein (LDL), High Density Lipoprotein (HDL), dan Total Kolesterol Menurut ATP III
LDL Cholesterol
<100 100-129 130-159 160-189
≥190
Optimal
Near optimal/above optimal Borderline high
High Very high Total Cholesterol
<200 200-239
≥240
Desirable Borderline high High
HDL Cholesterol
<40
≥60
Low High
Normal GTT DM
Gula darah puasa <110 110-125 ≥126 2 jam setelah beban glukosa <140 140-200 ≥200
5. Kelainan jantung
Risiko terkena stroke serangan pertama meningkat pada orang dengan penyakit vascular aterosklerotik non serebrovaskular (penyakit jantung koroner, gagal jantung, atau klaudikasio intermiten).5
2.1.4. Klasifikasi Stroke
Stroke dapat dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu stroke hemoragik dan iskemik.
1. Stroke Hemoragik
Terdapat beberapa subtipe dari stroke hemoragik, yang dibedakan berdasarkan lokasi perdarahan di dalam tengkorak.
a. Perdarahan intraserebral (PIS): perdarahan primer yang berasal dari pembuluh darah dalam parenkim otak.
b. Perdarahan subaraknoid (PSA): keadaan terdapatnya atau masuknya darah ke dalam ruangan subaraknoid karena pecahnya aneurisma, AVM (arteriovenosus malformation), atau sekunder dari PIS.12 Perdarahan subaraknoid terjadi diantara piameter dan araknoid.10
2. Stroke Iskemik
Stroke iskemik disebabkan oleh obstruksi pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak.17 Penurunan aliran darah ke otak pada awalnya akan menyebabkan iskemik, kehilangan fungsi yang reversible, dan kemudian jika iskemik berlanjut dan semakin memberat, akan terjadi infark dengan kematian sel yang irreversible. Jika pemulihan dari keadaan iskemik tersebut terjadi dalam hitungan menit atau jam, disebut sebagai Transient Ischemic Attack (TIA). Jika pemulihan berlangsung lebih dari 24 jam, maka didiagnosis sebagai stroke.18
Kondisi yang mendasari obstruksi adalah perkembangan deposit lemak yang melapisi dinding pembuluh, disebut aterosklerosis.
Deposit lemak ini dapat menyebabkan obstruksi melalui dua cara, yaitu:
1. Trombosis otak, mengacu pada thrombus (bekuan darah) yang berkembang dari bagian pembuluh darah yang tersumbat.
2. Emboli otak, ditujukan secara umum untuk bekuan darah yang terbentuk di lokasi lain dalam sistem peredaran darah, biasanya jantung dan arteri besar dada dan leher. Sebagian bekuan darah lepas, memasuki aliran darah dan berjalan menuju pembuluh darah otak sampai mencapai pembuluh darah yang terlalu kecil untuk ia lewati sehingga akhirnya menyebabkan sumbatan.
Penyebab kedua dari emboli otak adalah denyut jantung yang tidak teratur, yang disebut dengan fibrilasi atrium.
Ini menyebabkan kondisi terbentuknya bekuan darah (trombus) di jantung, yang kemudian terlepas dan berjalan ke otak.19
Arteri yang mensuplai darah ke otak, dapat dilihat pada gambar berikut:
Gambar 2.1. Circle of Willis
Gambar 2.2. Suplai darah arteri ke otak18
2.1.5. Pengenalan Dini Gejala Stroke
Gejala umum yang terjadi pada stroke adalah kelemahan secara tiba-tiba pada muka, lengan atau tungkai, dan sering terjadi pada salah satu sisi bagian tubuh. Tanda dari stroke bergantung pada bagian otak mana yang terkena dan seberapa parah bagian otak tersebut mengalami kerusakan, tetapi setiap orang dapat memiliki tanda yang berbeda-beda.
Stroke dapat berhubungan dengan sakit kepala atau tidak ada sakit kepala sama sekali.
Agar mudah diingat, gejala stroke dapat disingkat dengan FAST, yang terdiri atas:
- F = face (wajah)
Wajah tampak mencong atau tidak simetris. Sebelah sudut mulut jatuh ke bawah saat tersenyum.
- A = arms (lengan)
Lengan mengalami kelemahan atau kesemutan. Angkat lengan lurus ke depan, jika terjadi kelumpuhan, maka lengan yang lumpuh akan turun (menjadi tidak sejajar).
- S = speech (bicara)
Kesulitan bebicara. Bicara menjadi pelo (artikulasi terganggu), tidak bisa bicara, atau sulit mengerti pembicaraan orang lain sehingga komunikasi terganggu.
- T = time (waktu)
Segera panggil bantuan atau ke rumah sakit jika menemukan gejala- gejala tersebut. Lakukan sesegera mungkin setelah gejala terdeteksi.20
Gejala-gejala lain dari stroke dapat berupa kesemutan (rasa baal) yang tiba-tiba pada wajah, lengan, atau tungkai khususnya pada satu sisi tubuh, penurunan kesadaran yang tiba-tiba, masalah dalam berbicara atau memahami pembicaraan, masalah dalam penglihatan yang terjadi secara tiba-tiba, pada satu atau kedua mata, masalah dalam berjalan, pusing, atau kehilangan keseimbangan, sakit kepala hebat yang tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas.21
2.1.6. Manajemen Pra Rumah Sakit
Stroke merupakan keadaan gawat darurat dan membutuhkan penanganan prehospital yang cepat dan tepat. Filosofi yang harus dipegang adalah “time is brain” dan “the golden hour”.5
Golden periode atau jendela emas adalah waktu yang amat berharga bagi seseorag ketika terkena stroke awal untuk segera mendapat pertolongan oleh Rumah Sakit terdekat dan mempunyai fasilitas penanganan stroke. Waktu yang dimiliki oleh seseorang ketika terjadi stroke adalah 3-6 jam untuk segera mendapat pertolongan yang tepat di Rumah Sakit. Lebih dari jam yang tersebut di atas pasien yang terkena stroke dapat mengalami kecacatan yang berat, kaena berat ringannya kecacatan yang ditimbulkan akibat stroke ditentukan dengan penanganan awal yang tepat dengan memanfaatkan golden period tersebut, disamping itu juga tergantung kepada jenis stroke yang ada pada seseorang.22
Penanganan prehospital yang kita curigai sebagai stroke meliputi:
- Deteksi
Identifikasi onset dan terjadinya gejala-gejala stroke.
- - Pengiriman pasien
Bila seseorang dicurigai terkena serangan stroke, maka segera panggil ambulans gawat darurat. Ambulans gawat darurat sangat berperan penting dalam pengiriman pasien ke fasilitas yang tepat untuk penanganan stroke.
- Transportasi/ambulans
Utamakan transportasi (termasuk transportasi udara) untuk pengiriman pasien ke rumah sakit yang dituju.
Petugas ambulans gawat darurat harus mempunyai kompetensi dalam penilaian pasien stroke pra rumah sakit.
Fasilitas ideal yang harus ada dalam ambulans meliputi: personil yang terlatih, mesin Elektrokardiogram (EKG), peralatan dan obat- obatan resusitasi dan gawat darurat, obat-obat neuroprotektan, telemedisin, ambulans yang dilengkapi dengan peralatan gawat darurat antara lain; pemeriksaan glukosa (glucometer), alat memantau kadar saturasi O2 (pulse oximeter).
Personil pada ambulans gawat darurat yang terlatih mampu mengerjakan hal-hal sebagai berikut: memeriksa dan menilai tanda- tanda vital, tindakan stabilisasi dan resusitasi (Airway Breathing Circulation/ABC). Intubasi perlu dipertimbangkan pada pasien dengan koma yang dalam, hipoventilasi, dan aspirasi. Bila kardiopulmuner stabil, pasien diposisikan setengah duduk. Memeriksa dan menilai gejala dan tanda stroke, pemasangan kateter intravena, memantau tanda-tanda vital dan keadaan jantung, memberikan oksigen untuk menjamin saturasi > 95%, memeriksa kadar gula darah, menghubungi unit gawat darurat secepatnya (stroke is emergency), dan melakukan transportasi secepatnya (time is brain).
2.1.7. Komplikasi Stroke
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi pada penderita stroke diantaranya Infeksi Saluran Kemih (ISK), bronkopneumonia, perdarahan lambung, ulkus dekubitus, hiponatremia, Deep Vein Thrombosis (DVT), spastisitas, disfagia (kesulitan menelan), disfungsi kandung kemih dan pencernaan, dan dapat menyebabkan depresi.5
2.1.8. Pencegahan Stroke
Stroke dapat dicegah dengan merubah gaya hidup dan mengendalikan/
mengontrol/ mengobati faktor-faktor risiko. Pencegahan stroke dibagi dua yaitu:
1) Pencegahan primer
Pencegahan primer adalah upaya pencegahan sebelum terkena stroke.
a. Hentikan kebiasaan merokok
b. Berat badan diturunkan atau dipertahankan sesuia berat badan ideal - Body Mass Index (BMI) <25 kg/m2
- Garis lingkar pinggang <80 cm untuk wanita - Garis lingkar pinggang <90 cm untuk laki-laki c. Makan makanan sehat:
- Rendah lemak jenuh dan kolesterol
- Menambah asupan kalium dan mengurangi natrium - Buah-buahan dan sayuran
d. Olahraga yang cukup dan teratur dengan melakukan aktivitas fisik yang punya nilai aerobik (jalan cepat, bersepeda, berenang, dan lain-lain) secara teratur minimal 30 menit dan minimal tiga kali per minggu e. Kadar lemak (kolesterol) darah <200 mg%
f. Kadar gula darah puasa <100 mg/dl
g. Tekanan darah dipertahankan 120/80 mmHg h. Pencegahan sekunder
i.
2) Pencegahan sekunder adalah upaya agar tidak terkena stroke berulang, dengan cara:
j. Mengendalikan faktor risiko yang telah ada seperti mengontrol tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, gula darah, asam urat.
k. Merubah gaya hidup.
l. Minum obat sesuai anjuran dokter Anda secara teratur.
m. kontrol ke dokter secara teratur.23
2.2 Pengetahuan
2.2.1. Definisi Pengetahuan
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan terjadi setelah penginderaan manusia terhadap suatu objek. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui penglihatan dan pendengaran.
Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Ada enam tingkatan pengetahuan yaitu:
1. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat kembali (recall) suatu materi yang telah dipelajari atau diterima sebelumnya. Oleh sebab itu, tahu merupakan tahap paling rendah dari pengetahuan.
2. Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan secara benar
3. Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi yang sebenarnya.
4. Analisis (analysis)
Analisis merupakan kemampuan untuk menjabarkan, memisahkan kemudian mencari hubungan antara komponen-komponen yang diketahui dari suatu objek. Indikasi bahwa orang telah sampai pada
tingkat analisis, ketika dia mampu membedakan, mengelompokkan, membuat diagram terhadap pengetahuan atas objek tersebut.
5. Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjukkan kemampuan seseorang untuk merangkum dan meletakkan satu hubungan yang logis dari komponen-komponen pengetahuan yang dimiliki.
6. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi adalah kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek tertentu. Penilaian ini didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau norma-norma yang berlaku di masyarakat.24
2.2.2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
Pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Faktor Internal a. Pendidikan
Pendidikan adalah suatu proses yang dapat membawa seseorang untuk memiliki ataupun meraih wawasan dan pengetahuan yang seluas-luasnya. Tingkat pendidikan dapat mempengaruhi pola pikir dan daya cerna seseorang terhadap informasi yang diterima.
Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, semakin tinggi pula informasi yang dapat diserap dan tingginya informasi yang diserap mempengaruhi tingkat pengetahuannya, begitu juga sebaliknya.
b. Pengalaman
Pengalaman adalah hal yang pernah dialami oleh seseorang ataupun orang lain sehingga dikatakan bahwa pengalaman dapat bersumber dari diri sendiri ataupun orang lain.
c. Inteligensi
Inteligensi merupakan kemampuan yang dibawa sejak lahir yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu.
Tingkat inteligensi mempengaruhi seseorang dalam menerima suatu informasi. Orang yang memiliki inteligensi tinggi akan mudah menerima suatu pesan maupun informasi.
d. Usia
Usia adalah umur individu mulai saat dilahirkan. Pada umumnya seiring bertambahnya usia, seseorang akan lebih matang dalam berpikir, bekerja dan menerima informasi. Dari segi kepercayaan masyarakat, seseorang yang lebih dewasa lebih dipercaya dibandingkan orang yang belum tinggi tingkat kedewasaannya.
Namun perlu ditekankan, seseorang yang berumur lebih tua tidak mutlak memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang lebih muda.
e. Pekerjaan
Pekerjaan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menunjang kehidupan pekerjaan dapat membuat seseorang memperoleh pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai contoh, individu yang bekerja sebagai tenaga kesehatan akan memiliki pengetahuan yang lebih mengenai sesuatu yang berhubungan dengan bidang yang dikerjakannya dibandingkan dengan orang yang bekerja diluar bidang kesehatan.
2. Faktor Eksternal a. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan merupakan segala sesuatu yang ada disekitar individu dan mempengaruhi perkembangan dan perilaku seseorang.
Dapat berkaitan dengan keadaan di sekitar daerah tempat tinggalnya.
Lingkungan berpengauh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu yang berada dalam lingkungan tersebut.
b. Tingkat ekonomi
Tingkat ekonomi berpengaruh terhadap tingkah lakunya. Individu yang berasal dari keluarga yang berstatus ekonomi baik umumnya memiliki sikap positif dalam memandang kesehatan dan masa depannya bila dibandingkan dengan mereka yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah. Faktor ekonomi berhubungan pula dengan kesempatan mendapatkan informasi.
c. Media massa
Media massa dapat memberikan informasi yang dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact), sehingga menghasilkan pengetahuan. Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, termasuk penyuluhan kesehatan mempunyai pengaruh terhadap pembentukan pengetahuan seseorang. Semakin banyak seseorang menerima informasi maka pengetahuannya pun akan meningkat.8
STROKE
BAB 3
KERANGKA TEORI DAN KERANGKA KONSEP
TINGKAT PENGETAHUAN
Definisi (WHO):
Stroke adalah suatu tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fokal atau global dengan gejala-gejala yang berlangsug selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematian tanpa adanya penyebab lain selain vaskuler Gejala dan
tanda peringatan stroke (Stroke Center):
- Kelemahan sebelah wajah - Kelemahan
lengan - Kesulitan
berbicara - Segera bawa
ke RS
Faktor risiko stroke (Sjahrir):
- Unmodifiable risk factor : usia, jenis kelamin, ras, riwayat keluarga - Modifiable risk
factor : hipertensi, merokok, diabetas mellitus, kolesterol.
Pencegahan stroke (PERDOSSI):
- Pencegahan primer : tidak merokok, menjaga berat badan ideal, makan makanan sehat, olahraga - Pencegahan sekunder :
mengendalikan tekanan darah, kolesterol, gula darah dan asam urat, minum obat teratur, kontrol ke dokter secara teratur
Komplikasi stroke (PERDOSSI):
- Infeksi saluran kemih - Ulkus dekubitus - Disfagia
- Disfungsi kandung kemih dan pencernaan
- Deep Vein Thrombosis - Depresi
Gambar 3.1. Skema kerangka teori
3.1. Kerangka Konsep
Sumber informasi Gejala stroke Faktor risiko
Komplikasi
Pencegahan
Gambar 3.2. Skema Kerangka Konsep Penelitian Tingkat
Pengetahuan mengenai Stroke
BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN
4.1. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional.
4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Kec. Medan Selayang berdasarkan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan daerah yang cukup padat penduduk dengan suku yang cukup bervariasi, pekerjaan yang beragam dan tingkat pendidikan yang beragam pula. Daerah tesebut tidak tergolong perkotaan sehingga responden lebih mudah ditemui dibanding di daerah perkotaan yang memiliki rutinitas padat sehingga mereka sulit meluangkan waktu untuk dimintai pendapatnya dalam penelitian ini. Daerah tersebut juga tidak tergolong pinggiran sehingga masyarakatnya tidak terlalu awam dalam menyikapi penelitian ini. Untuk membatasi jumlah populasi, peneliti telah melakukan randomisasi dan terpilih Kelurahan Tanjung Sari, Lingkungan XIV. Penelitian dilakukan dalam rentang waktu Maret-November 2016.
4.3. Populasi dan Sampel 4.3.1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Kec. Medan Selayang, Kel.
Tanjung Sari, Lk XIV, Medan, Sumatera Utara. Jumlah masyarakat Lk XIV adalah 2173 jiwa.
4.3.2. Sampel
Sampel penlitian merupakan sebagian atau wakil dari keseluruhan populasi yang diteliti dan dianggap mewakili populasi. Sampel penelitian ini adalah masyarakat di Kec. Medan Selyang, Kel. Tanjung Sari, Lk XIV yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
4.3.2.1. Kriteria Inklusi dan Eksklusi
a. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
- Masyarakat yang bertempat tinggal di Kec. Medan Selayang, Kel.
Tanjung Sari, Lk XIV, Medan, Sumatera Utara.
- Usia dewasa (>18 tahun)
- Mengisi lembar pernyataan persetujuan ikut dalam penelitian (informed consent)
b. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
- Tidak mengisi data diri dengan lengkap - Tidak mengisi kuesioner dengan lengkap - Memiliki keterbatasan fisik atau mental
4.3.2.2. Cara Pengambilan Sampel
Cara pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan jenis non-probability sampling dengan metode consecutive sampling dimana semua subjek yang memenuhi kriteria yang pemilihan dimasukkan dalam penelitian sampai jumlah subyek yang diperlukan terpenuhi.25
4.3.2.3. Besar Sampel
Perhitungan besar sampel dalam penelitian ini menurut Slovin (1960) dapat dihitung berdasarkan rumus berikut:26,27
n =
N 1 + N (d)2 n = jumlah sampel N = jumlah populasi
d = tingkat ketepatan/ketelitian ( dalam penelitin ini ditetapkan 10%)
Maka, angka perhitungannya adalah sebagai berikut:
2173 1 + 2173 (0,1)2
= 99, 96 = dibulatkan menjadi 100 orang
4.4. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner yang berisi 13 pertanyaan tentang pengetahuan stroke, yang sudah digunakan dalam penelitian sebelumnya dan sudah divalidasi.9
4.4.1. Uji Validitas dan Realibilitas
Pada bulan Agustus sebelum penelitian dimulai, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan realibitas untuk setiap item pertanyaan kepada 40 orang responden di Kecamatan Medan Selayang yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Dari 13 pertanyaan, 10 pertanyaan valid, dan 3 pertanyaan tidak valid sehingga dikeluarkan dari daftar pertanyaan. Hasil uji validitas dan realibilitas seperti tercantum pada Tabel 3.2. di bawah ini:
n =
Tabel 3.2. Hasil Uji Validitas dan Realibilitas Variabel Pertanyaan
Total Pearson Correlation
Status Alpha
Cronbach Status
1 0,339 Valid 0,810 Realibel
2 0,863 Valid
3 0,497 Valid
4 0,572 Valid
Pengetahuan 5 0,452 Valid
6 0,665 Valid
7 0,734 Valid
8 0,585 Valid
9 0,451 Valid
10 0,828 Valid
4.5. Variabel Penelitian
Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah usia, pekerjaan, pendidikan terakhir, dan tingkat pengetahuan masyarakat tentang stroke.
4.5.1. Definisi Operasional
Tabel 3.3. Definisi Operasional NO Variabel Definisi
Operasional
Alat
Ukur Hasil Ukur
Skala Ukur
1.
2.
3.
4.
Umur
Pekerjaan
Pendidikan terakhir
Pengetahuan Umur responden pada saat menjadi subyek penelitian Upaya yang dilakukan responden untuk memenuhi kebutuhannya dan mencapai kesejahteraan pada saat ini Jenjang pendidikan tertingi yang dikenyam responden terakhir kali
Segala
sesuatu yang diketahui responden mengenai stroke
Kuesioner
Kuesioner
Kuesioner
Kuesioner
1. ≤29 tahun 2. 30-39 tahun 3. 40-49 tahun 4. ≥50 tahun
1. PNS/TNI/POLRI 2. Wiraswasta 3. Ibu rumah tangga 4. Mahasiswa/i 5. Petani 6. dll
1. Tidak sekolah 2. SD
3. SMP 4. SMA 5. S1 6. S2 7. Dll
1. Pengetahuan baik : bila skor > 80 % dari nilai
maksimal.
2. Pengetahuan sedang : bila skor
> 60 % - <80 % dari nilai maksimal.
3. Pengetahuan rendah : bila skor
<60 % dari nilai maksimal.
Nominal
Nominal
Ordinal
Ordinal
4.6. Jadwal Penelitian
Persiapan Maret 2016
m
Survey awal penelitian April-Mei 2016
Pengumpulan data Juli-Agustus 2016
Pengolahan dan analisa data Agustus-September 2016
Penyusunan laporan September-Oktober 2016
Penyajian laporan Oktober 2016
Melalui proses bimbingan dengan Dosen Pembimbing I
dan Dosen Pembimbing II
Dilakukan di RSUP HAM dan Kantor Kelurahan
Tanjung Sari
Membagikan kuesioner di Kel.Tanjung Sari Lk. XIV
4.7. Pengolahan dan Analisis Data
4.7.1. Pengolahan Data
Data yang telah diperoleh, kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan program komputer SPSS (Statistical Product and Service Solutions) versi 21,0.
4.7.2. Analisis Data
Analisa data yang dilakukan adalah analisa univariat dan ditampilkan dalam bentuk persentase dan table distribusi frekuensi. Analisa data dalam penelitian ini bersifat deskriptif, meliputi :
1. Tingkat pengetahuan mengenai stroke
2. Gambaran pengetahuan mengenai gejala stroke 3. Gambaran pengetahuan mengenai faktor resiko 4. Gambaran pengetahuan mengenai komplikasi stroke 5. Gambaran pengetahuan tentang upaya pencegahan stroke 6. Gambaran karakteristik responden
BAB V
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
5.1. Hasil Penelitian
5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus-November 2016 di Kecamatan Medan Selayang, Kelurahan Tanjung Sari, Lingkungan XIV. Kelurahan Tanjung Sari terletak di jalan Setia Budi, terbagi menjadi 14 lingkungan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Kantor Kelurahan Tanjung Sari, jumlah penduduk di Lingkungan XIV adalah 2173 jiwa.
5.1.2. Deskripsi Karakteristik Responden
Penelitian ini dilakukan pada 100 orang responden yang merupakan penduduk kelurahan Tanjung Sari Lingkungan XIV yang termasuk dalam kriteria inklusi dan tidak termasuk dalam kriteria eksklusi. Karakteristik yang diamati pada responden meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendidikan.
Dari data yang diperoleh, dapat dilihat bahwa usia responden yang terbanyak adalah kelompok usia ≤29 tahun yaitu sebanyak 60 orang (60%), kelompok usia 30-39 tahun sebanyak 10 orang (10%), kelompok usia 40-49 tahun sebanyak 15 orang (15%), dan usia >50 tahun sebanyak 15 orang (15%).
Dari 100 orang responden, terdiri dari 49 orang laki-laki dan 51 orang perempuan.. Tingkat pendidikan terakhir yang terbanyak adalah SMA/Sederajat yaitu sebanyak 72 orang (72%), sebanyak 16 orang (16%) menempuh pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 12 orang (12%) Perguruan Tinggi. Sedangkan untuk jenis pekerjaan, sebagian besar responden belum bekerja yaitu sebanyak 40 orang (40%), diikuti Ibu Rumah Tangga 21 orang (21%), dan kemudian wiraswasta 20 orang (20%).
Karakteristik responden dalam penelitian ini dapat dilihat pada Table 5.1.
berikut ini:
Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Responden Menurut Karakteristik Usia, Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, dan Jenis Pekerjaan
Karakteristik Responden Frekuensi (N=100) Usia
≤29 30-39 40-49
≥50
60 10 15 15
Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
49 51
Tingkat Pendidikan
SD/SMP 16
Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat 72
Perguruan Tinggi 12
Pekerjaan
PNS/TNI/POLRI Ibu Rumah Tangga Wiraswasta
Buruh kasar Belum bekerja
4 21 20 15 40
Total 100
5.1.3. Tingkat Pengetahuan Responden
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner yang dilakukan oleh 100 orang responden tentang pengetahuan stroke, maka dapat dilihat bahwa dari 100 orang responden tercatat sebanyak 46 orang (46%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang rendah, 38 orang (38%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, dan 16 orang (16%) responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik.
Tingkat pengetahuan responden dapat dilihat pada Tabel 5.2 berikut ini:
Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden
Tingkat Pengetahuan N
Baik 16
Cukup 38
Rendah 46
Total 100
5.1.3.1 Distribusi Jawaban Responden tentang Sumber Informasi Stroke Hasil penelitian tentang sumber informasi mengenai stroke yang didapat oleh responden dapat dilihat pada Tabel 5.3. berikut ini:
Tabel 5.3. Distribusi Jawaban Responden tentang Sumber Informasi Stroke Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%) Keterangan
Media cetak 10 10
Media elektronik 55 55
Teman,saudara 34 34
Lainnya 1 1 Perkuliahan
Total 100 100%
Dari Tabel 5.3 di atas dapat dilihat bahwa sebagian besar responden mendapat informasi tentang stroke melalui media elektronik yaitu sebanyak 55 orang (55%), melalui media cetak ada sebanyak 10 orang (10%), melalui teman atau saudara sebanyak 34 orang (34%), dan 1 orang (1%) menyebutkan sumber lainnya yaitu perkuliahan.
5.1.3.2. Distribusi Jawaban Responden tentang Gejala Stroke
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner, gambaran pengetahuan responden mengenai gejala stroke adalah sebagai berikut:
Tabel 5.4. Distribusi Jawaban Responden tentang Gejala Stroke
Berdasarkan Tabel 5.4. di atas, dari 100 orang responden, paling banyak mengetahui gejala stroke berupa mulut mencong yaitu sebanyak 87 orang. Dari 100 orang responden yang menjawab kelemahan sesisi sebanyak 38 orang, yang menjawab bicara menjadi pelo sebanyak 55 orang, responden menjawab penglihatan tiba-tiba menjadi buram hanya sebanyak 14 orang, dan 5 diantara 100 orang responden masih tidak mengetahui tentang gejala stroke.
5.1.3.3. Distribusi Jawaban Responden tentang Faktor Risiko
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner, gambaran pengetahuan responden tentang faktor risiko stroke adalah sebagai berikut:
Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Kelemahan sesisi 38 38
Mulut mencong 87 87
Bicara menjadi pelo 55 55
Penglihatan tiba-tiba menjadi buram 14 14
Tidak tahu 5 5
Tabel 5.5. Distribusi Jawaban Responden tentang Faktor Risiko
Berdasarkan Tabel 5.5. di atas, dari 100 orang responden, jawaban terbanyak berturut-turut adalah hipertensi, kolesterol, dan riwayat stroke yaitu 70%, 45%, dan 34%. Hanya sebagian kecil responden yang mengetahui bahwa merokok, DM, dan riwayat penyakit jantung juga merupakan faktor risiko stroke, dan 9 diantara 100 orang responden tidak mengetahui faktor risiko stroke.
5.1.3.4. Distribusi Jawaban Responden tentang Komplikasi Stroke
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner, gambaran pengetahuan responden tentang komplikasi stroke adalah sebagai berikut:
Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Hipertensi 70 70
Diabetes Mellitus 19 19
Riwayat stroke 34 34
Riwayat penyakit jantung 17 17
Merokok 22 22
Kolesterol 45 45
Tidak tahu 9 9
Tabel 5.6. Distribusi Jawaban Responden tentang Komplikasi Stroke
Berdasarkan Tabel 5.6. di atas, dari 100 orang responden, jawaban terbanyak tentang komplikasi stroke berturut-turut adalah kelumpuhan, ketidakmampuan berbicara, dan kematian yaitu 79%, 64%, dan 41%. Hanya 15 orang dari 100 responden yang mengetahui bahwa gangguan BAB/BAK juga merupakan komplikasi stroke, dan 2 orang menjawab tidak tahu tentang komplikasi stroke.
5.1.3.5. Distribusi Jawaban Responden tentang Pencegahan Stroke
Berdasarkan hasil pengisian kuesioner, gambaran pengetahuan responden tentang pencegahan stroke adalah sebagai berikut:
Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Kelumpuhan 79 79
Kematian 41 41
Kesulitan/ketidakmampuan berbicara 64 64
Gangguan BAB/BAK 15 15
Tidak tahu 2 2
Tabel 5.7. Distribusi Jawaban Responden tentang Pencegahan Stroke
Berdasarkan Tabel 5.7. di atas, paling banyak responden menjawab cara mencegah stroke adalah dengan rajin berolahraga yaitu sebanyak 72%, diikuti tidak makan makanan tinggi lemak sebanyak 50%, dan mengendalikan hipertensi sebanyak 39%. Responden yang menjawab tidak merokok sebagai pencegahan stroke hanya sebanyak 31%, dan hanya 8% yang menjawab kendalikan DM. 9 dari 100 responden tidak mengetahui tentang pencegahan stroke.
Pilihan Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak merokok 31 31
Tidak makan makanan tinggi lemak/fast food 50 50
Kendalikan hipertensi 39 39
Kendalikan DM 8 8
Rajin berolahraga 72 72
Tidak tahu 9 9
5.1.3.6. Distribusi Frekuensi dan Persentase Jawaban Responden untuk Tiap Item Pertanyaan
Distribusi frekuensi dan persentase jawaban responden untuk setiap item pertanyaan dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5.8. Distribusi Frekuensi dan Persentase Jawaban Responden pada tiap Item Pertanyaan
Item Pertanyaan
Jawaban Benar Salah N % N % 1. Dari manakah Anda mendapatkan sumber
informasi tentang stroke?
2. Apakah yang Anda ketahui tentang stroke yang terjadi di otak?
3. Apakah yang Anda ketahui tentang gejala stroke?
4. Apakah yang Anda ketahui tentang risiko yang menyebabkan terjadinya stroke?
5. Apa yang Anda ketahui tentang komplikasi stroke?
6. Apa yang Anda ketahui tentang cara agar tidak terkena stroke?
7. Berapa menit seharusnya waktu minimal yang dibutuhkan untuk olahraga secara efektif?
8. Pada usia berapakah risiko seseorang terkena stroke mulai meningkat?
9. Tekanan darah bagaimana yang dapat menyebabkan stroke?
10. Apa yang dapat dilakukan agar tidak terkena stroke untuk yang kedua kalinya?
Tidak dinilai
88 88 12 12
97 97 3 3
92 92 8 8
97 97 3 3
93 93 7 7
66 58 34 34
21 21 79 79
93 93 7 7
89 89 11 11
Berdasarkan Tabel 5.6 di atas, dapat dilihat bahwa hampir seluruh responden dapat menjawab dengan benar setiap item pertanyaan tentang stroke, dengan frekuensi jawaban benar tertinggi adalah pertanyaan ketiga dan kelima tentang gejala dan komplikasi stroke yaitu sebanyak 97 orang (97%), sedangkan frekuensi jawaban benar terendah adalah pertanyaan kedelapan tentang usia meningkatnya risiko stroke yaitu sebanyak 21 orang (21%).
5.2. Pembahasan
5.2.1. Karakteristik Demografi Responden
Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan adanya variasi karakteristik berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
Berdasarkan data pada hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa responden terbanyak adalah usia 21 tahun, usia termuda adalah 18 tahun, dan usia tertua adalah 67 tahun. Distribusi responden menurut kelpmpok usia menunjukkan bahwa responden terbanyak berada pada kelompok usia ≤29 tahun yaitu sebanyak 60 orang. Hal ini sesuai dengan survei awal yang dilakukan di kantor Kelurahan Tanjung Sari, bahwa mayoritas penduduknya adalah usia produktif. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jakarta9, dengan sebaran usia terbanyak adalah kelompok usia 35-45 tahun. Kelompok usia yang lebih tua, cenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh tingkat pemahaman yang lebih baik dan pengalaman yang didapatkan semasa hidup. Meskipun begitu, usia yang lebih tua tidak selalu memiliki pengetahuan yang lebih baik. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Notoatmodjo bahwa seiring bertambahnya usia, seseorang akan lebih matang dalam berpikir, bekerja dan menerima informasi. Namun perlu ditekankan, seseorang yang berumur lebih tua tidak mutlak memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan seseorang yang lebih muda.8
Pada karakteristik jenis kelamin, dapat dilihat bahwa tidak terdapat perbedaan jumlah yang signifikan antara laki-laki dan perempuan, dimana jumlah responden laki-laki sebanyak 49 orang dan perempuan sebanyak 51 orang.
Untuk tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan responden bervariasi, mulai dari SD, SMP, SMA/Sederajat, dan Perguruan Tinggi.
Tingkat pendidikan terakhir responden yang terbanyak adalah SMA/Sederajat yaitu 72 orang. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa responden yang mengenyam pendidikan terakhir di perguruan tinggi, tidak semuanya memiliki pengetahuan yang lebih baik dibandingkan yang tidak mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Ini sesuai dengan teori yang mengatakan bahwa, seseorang yang berpendidikan rendah tidak mutlak berpengetahuan rendah pula.28 Dari hasil uji
Chi-Square antara tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan, didapati hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan terhadap tingkat pengetahuan seseorang. Dimana dalam uji ini terdapat dua kelompok tingkat pendidikan yaitu responden yang sudah menyelesaikan pendidikan tingkat perguruan tinggi (Sarjana) dan kelompok yang tidak atau sedang mengenyam pendidikan di tingkat perguruan tinggi (tidak Sarjana). Sehingga hal ini dapat menyebabkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik meskipun responden tidak sarjana. Berbeda dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jakarta,9 yang mendapatkan pendidikan terbanyak adalah Perguruan Tinggi.
Dalam penelitiannya, Mukhlis menyebutkan bahwa tingkat pendidikan di suatu daerah dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya motivasi individu dan keluarga, kondisi sosial ekonomi, budaya dan aksesibilitas.29
Jenis pekerjaan responden juga sangat bervariasi, mulai dari PNS/TNI, buruh (karyawan/karyawati, office boy, nazir masjid, penarik becak, buruh cuci, petani, dan satpam), Ibu Rumah Tangga (IRT), wiraswasta serta ada yang belum bekerja (sedang mencari pekerjaan dan mahaiswa/dalam masa pendidikan).
Sebagian besar responden dalam penelitian ini belum bekerja yaitu sebanyak 40 orang yang terdiri dari 33 orang mahasiswa/i (dalam masa pendidikan) dan 7 orang yang memang belum bekerja dan tidak sedang dalam masa pendidikan.
Jenis pekerjaan responden di urutan kedua terbanyak adalah Ibu Rumah Tangga sebanyak 21 orang, dan kemudian wiraswasta sebanyak 20 orang. Dari hasil uji Chi-Square antara pekerjaan dan tingkat pengetahuan seseorang, didapati hasil bahwa tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dan tingkat pengetahuan seseorang. Dimana hal ini bisa terjadi karena responden yang masih mengenyam pendidikan tingkat perguruan tinggi/mahasiswa dimasukkan ke dalam kelompok yang tidak bekerja. Hal ini dapat menyebabkan tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik meskipun responden belum bekerja. Pekerjaan dapat membuat seseorang memperoleh pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung.8
5.2.2. Pengetahuan Responden
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu dan terjadi setelah penginderaan manusia terhadap suatu objek. Sebagian besar pengetahuan diperoleh melalui penglihatan dan pendengaran. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang.24 pengetahuan pada penelitian ini adalah responden mampu mengetahui tentang stroke seperti definisi stroke, gejala, faktor resiko, dan pertanyaan lain seputar penyakit stroke.
5.2.2.1. Tingkat Pengetahuan Responden tentang Stroke
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tingkat pengetahuan responden tentang stroke masih banyak yang kategori rendah yaitu 46 orang (46%), dan kategori cukup sebanyak 38 orang (38%). Sedangkan yang memiliki pengetahuan baik hanya 16 orang (16%).
Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Jakarta9 memperoleh hasil bahwa tingkat pengetahuan masyarakat yang terbanyak adalah kategori cukup yaitu 44,7%. Hal ini disebabkan masih lemahnya kegiatan promosi kesehatan di Indonesia khususnya Provinsi Sumatera Utara.30
5.2.2.2. Jawaban Responden pada Tiap Item Pertanyaan
Pada pertanyaan tentang sumber informasi mengenai stroke, dari 100 orang responden, 55 orang (55%) menjawab mendapatkan informasi mengenai stroke melalui media elektronik. Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi yang sangat pesat khususnya di bidang elektronik. Saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak lepas dari peran serta internet. Keberadaan internet memungkinkan pengguna memperoleh berbagai informasi.31
Pada pertanyaan tentang definisi stroke, responden menjawab bahwa stroke terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak dan tersumbatnya pembuluh darah di otak, dengan frekuensi masing-masing jawaban yaitu sebanyak 49 orang (49%) . Hasil ini berbeda dari penelitian sebelumnya,9 yang mendapatkan bahwa sebagian besar responden menjawab bahwa stroke terjadi akibat tersumbatnya pembuluh darah di otak (70,3%).9 Stroke merupakan gangguan fungsi otak fokal