4.1. Gam baran Um um Perusabaan (dikutip dari S hopping a t P asar A tu m edisi M ei 2006)
Peijalanan Pasar Atum sebagai salah satu pasar grosir terbesar di Surabaya dimulai pada 1960-an. Sejak pertama kali didirikan, Pasar Atum yang “dihuni”
para pedagang multi etnis itu berkembang sangat pesat. Tak tanggung-tanggung, beberapa tahun setelah berdiri, pasar ini sudah menjadi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kawasan A sia Pasifik saat itu.
Pada awalnya, pasar ini berada di sekitar sungai Kalimas, sebelah timur dan barat Jalan Bunguran dan sekitar Jalan Waspada. Setelah kurang lebih satu dekade lamanya, para pedagang di Pasar Atum mulai dialokasikan ke tempat baru, yakni tempat dimana Pasar Atum sekarang berdiri. Sebetulnya, tempat tersebut merupakan asrama Brimob. Namun, setelah asrama tersebut dipindah sekitar tahun 1971, tempat itu tidak digunakan. Karena pada saat itu pemerintah kota sedang mengadakan proyek pengerukan sungai Kalimas, jadilah Pasar Atum dipindahkan ke lahan di sekitar bekas asrama Brimob tersebut. Mulailah Pasar Atum memasuki “babak baru” peijalanannya hingga berkembang seperti sekarang ini,
Sejak saat itu, Pasar Atum terus berbenah. FT. Prosam Plano selaku
pengelola melakukan pengembangan tahap demi tahap, dan lantai demi lantai, hingga saat ini mencapai tahap ke-5 yang tersebar di empat lantai.
Kini, Pasar Atum menjelma menjadi pusat perbelanjaan di bagian utara wilayah Surabaya Pusat. Fasilitas yang disediakan pun tergolong sangat lengkap.
Mulai dari fasilitas pertokoan, supermarket, restoran, kolam renang, arena anak- anak, perbelanjaan, salon kecantikan, jajan lokal, fa s t fo o d , coffee shop, ruang pamer pentas, pusat jajanan. Selain itu, Pasar Atum juga ditunjang dengan areal parkir yang luas sebagai salah satu syarat pasar grosir besar. Namun demikian, areal parkir yang luas tidak mampu menampung kuota pengunjung yang
“bejibun" setiap harinya. Tidak heran, pengunjung tidak datang hanya dari wilayah sekitar Pasar Atum namun hampir seluruh penduduk Surabaya menempatkan Pasar Atum sebagai pilihan pertama untuk berbelanja, entah itu
untuk kebutuhan pribadi ataupun untuk dijual kembali. Belum lagi pedagang dan perorangan yang datang dari wilayah luar kota Surabaya turut meramaikan perdagangan di Pasar Atum setiap harinya.
Konsep Pasar Atum yang merupakan perpaduan antara mal modem dan pasar tradisional, dirasakan sebagai salah satu nilai tambah dari pusat
perbelanjaan
ini. Disamping itu, situasi dankondisi
yang memungkinkan pembeliuntuk melakukan tawar menawar terhadap
barang-barangyang akan dibelinya
merupakan salah satu faktor yang paling mempengaruhi besamya jumlah pengunjung Pasar Atum. Bukan hanya karena bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan menawar, namun kegiatan tawar menawar menjadi satu keasyikan tersendiri bagi pembeli, terutama kaum Hawa. Saat mereka berhasil menawar harga satu barang, bahkan bila hanya mendapat potongan harga sedikit, memberikan perasaan senang dan bangga dalam diri pembeli tersebut. Hal ini juga dikemukakan salah satu konsultan Public Relation dan Communications terkemuka
di Surabaya, Joewono {Shopping at Pasar Atum edisi Mei 2006 hal. 4)
yang mencoba berpendapat dari sisi dirinya sebagai konsumen. Menurutnya, berbelanja di pasar grosir seperti Pasar Atum mempunyai romansa tersendiri.
“Selain nyaman dan lengkap, barang-barang di pasar grosir seperti Pasar Atum juga bisa ditawar. Itu juga merupakan kenikmatan tersendiri Iho buat para konsumen!”, ujamya ketika ditemui reporter Surabaya Shopping M edia ketika sedang berbelanja di salah satu butik di Pasar Atum.
Sementara itu, Ketua Kadinda Jatim, Satriagung {Shopping a t P a sar Atum edisi M ei 2006 hal. 4 ) lebih menyoroti peran pemerintah yang kurang memperhatikan perkembangan pasar-pasar grosir yang ada di Surabaya.
Menurutnya, sehanisnya pemerintah mendorong pengusaha untuk melirik sektor ini. Promosi yang selama ini hanya dilakukan terbatas pada produk, sekarang hams lebih diperhatikan insentif bagi investor dan wajib pajak. Niscaya perlakuan khusus ini akan mendorong timbulnya lebih banyak investor yang berminat berbisnis di bidang retail ini.
Universitas Kristen Petra
4.2. Deskripsi Hasil Penelitian
4.2.1. Klasifikasi Responden Pertanyaan Umum
Kuesioner yang disebar oleh penulis sebanyak 100 kuesioner dan setelah
terkumpul, penulis mengolahnya dan hasilnya dapat dilihat sebagai berikut:
4.2.1.1 .Klasifikasi Responden Menurut Jenis Usaha
Idenlitas responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang jenis usaha responden :
Tabel 4.1.
Klasifikasi Jenis Usaha n = 100
Jenis Usaha Frekuensi Persentase Makanan & Minuman 10 10,0 Pakaian & Asesoris 45 45,0
Entertainment 15 15,0
Lain - Lain 30 30,0
Total 100 100,00
Sumber : Hasil pengumpulan data kuesioner dan diolah penulis
Berdasarkan tabel 4.1., diketahui jumlah responden yang memiliki jenis usaha Makanan & Minuman sebanyak 10 orang (10%), jumlah responden yang memiliki jenis usaha Pakaian & Asesoris sebanyak 45 responden (45%), jumlah responden yang memiliki jenis usaha Entertainment sebanyak 15 responden (15%), jumlah responden yang memiliki jenis usaha Lain-Lain sebanyak 30
responden (30%). Sehingga dapat disimpulkan jenis usaha yang terbanyak adalah
pakaian & asesoris.
4.2.1.2.Klasifikasi Responden Menurut Lama Sewa
Identitas responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang lama sewa responden:
Tabel 4.2.
00
)
Lama Sewa Frekuensi Persentase
1 Tahun - 2 Tahun 23 23,0
2 Tahim - 3 Tahun 36 36,0
3 Tahun - 4 Tahun 14 14,0
Lain - Lain 27 27,0
Total 100 100,00
Sumber : Hasil pengumpulan data kuesioner c an diolah penulis
Berdasarkan tabel 4.2., diketahui jumlah responden yang memiliki lama sewa selama 1 T a h u n - 2 Tahun sebanyak 23 responden (23%), jumlah responden yang memiliki lama sewa selama 2 Tahun - 3 Tahun sebanyak 36 responden (36%), jumlah responden yang memiliki lama sewa selama 3 Tahun - 4 Tahun sebanyak 14 responden (14%), jumlah responden yang memiliki lama sewa lain- lain sebanyak 27 responden (27%). Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden telah menjalankan usahanya di Pasar Atum selama 2 Tahim - 3 Tahun.
4.2.1.3.Klasifikasi Responden Menurut Letak Toko
Identitas responden berikut ini disajikan tabe! frekuensi tentang letak toko responden:
Tabel 4.3.
Klasifikasi Letak Toko n = 100
Letak Toko Frekuensi Persentase
Lantai 1 10 10,0
Lantai 2 15 15,0
Lantai 3 30 30,0
Lantai 4 45 45,0
Total 100 100,00
Sumber : Hasil pengumpulan data kuesioner dan diolah penulis
Universitas Kristen Petra
Berdasarkan tabel 4.3., diketahui jumlah responden yang memiliki toko di lantai 1 sebanyak 10 responden (10%), jumlah responden yang memiliki toko di lantai 2 sebanyak 15 responden (15%), jumlah responden yang memiliki toko di lantai 3 sebanyak 30 responden (30%), jumlah responden yang memiliki toko di la n tai 4 s e b a n y a k 4 5 re s p o n d e n (4 5 % ). D a ri d a ta d id a p a t b a h w a re sp o n d e n terbanyak adalah para penyewa di lantai 4 Pasar Atum.
4.2.2. Klasifikasi Variabel Independent
4.2.2.l.Klasifikasi Penilaian Tata Letak Toko {Tenant Mix): Xi
Klasifikasi responden yang dilakukan ini ditujukan untuk melihat berapa banyak frekuensi dari setiap altematif jawaban yang diberikan mulai dari skor 1 sampai dengan 6, yang mana skor 1, 2, 3 mewakili rentang tidak setuju dan skor 4, 5, 6 mewakili rentang setuju (Lampiran 1, halaman 42).
a. Klasifikasi Penilaian Tata Letak Toko yang Semakin Teratur
Id e n tita s p e n ila ia n re s p o n d e n b e rik u t ini d is a jik a n ta b e l fre k u e n s i te n ta n g
Tata Letak Toko yang Semakin Teratur :
Tabel 4.4.
Klasifikasi Penilaian Tata Letak Toko yang Semakin Teratur n = 100
Jawaban Frekuensi Persentase
1 0 0,0
2 1 1.0
3 12 12,0
4 41 41,0
5 37 37,0
6 9 9,0
Total 100 100,00
Sumber : Hasil pengumpulan data kuesioner dan diolah penulis
Tata Letak Toko yang Semakin Teratur, artinya setelah penambahan konsep Mai ini pengaturan tata letak toko semakin rapi, terklasifikasi menurut jenis usahanya, dan semakin enak dipandang. Dari hasil penelitian didapat 41
responden dari berbagai jenis usaha menjawab “setuju” bahwa tata letak toko setelah penambahan konsep Mai menjadi semakin teratur. Diikuti jawaban
“sangat setuju” oleh 37 responden, “sangat setuju sekali” sebanyak 9
responden, 12 responden “tidak setuju”, dan hanya 1 responden menjawab
“sangat tidak setuju”.
b. Klasifikasi Penilaian Tata Letak Toko yang Baru Memudahkan Pengunjung Untuk Menemukan Toko Anda
Identitas penilaian responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang Tata LetaK Toko yang Baru Memudahkan Pengunjung UnluK Menemukan Toko A nd a:
Tabel 4.5.
Klasifikasi Penilaian Tata Letak Toko yang Baru Memudahkan Pengunjung Untuk Menemukan Toko Anda
n = 100
Ja w a b a n F re k u e n s i P e rs e n ta s e
1 0 0,0
2 2 2,0
3 21 21,0
4 34 34,0
5 30 30,0
6 13 13,0
Total 100 100,00
>il p e n g u m p u a n d a ta k u e s io n e r d a n d io la 1 penulis
Berdasarkan tabel hasil penelitian, jawaban tertinggi sebanyak 34 adalah
“setuju” bahwa tata letak toko yang baru memudahkan pengunjung untuk menemukan toko mereka, dalam arti sebelum penambahan konsep Mai tata letak toko kurang teratur sehingga toko mereka kurang terlihat dan sulit ditemukan pengunjung. Namun setelah penambahan konsep Mai dan pengaturan tata letak yang baru, toko mereka lebih banyak terlihat dan lebih
banyak dikunjungi orang. Sisanya, 30 responden menjawab “sangat setuju”,
21 responden “tidak setuju”, 13 responden menjawab “sangat setuju sekali”, dan 2 responden menjawab “sangat tidak setuju”.
U n lv e rs ita s K riste n Petra
c. Klasifikasi Penilaian Tata Letak Toko Yang Baru Semakin Menguntungkan Penyewa
Identitas penilaian responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang Tata Letak Toko Yang Baru Semakin Menguntungkan Penyewa :
Tabel 4.6.
Klasifikasi Penilaian Tata Letak Toko Yang Baru Semakin Menguntungkan Penyewa
n = 100
Jawaban Frekuensi Persentase
0 0,0
J
5 5,0
3 7 7,0
4 35 35,0
5 44 44,0
6 11 11,0
Total 100 100,00
Sumber : Hasil pengumpulan data kuesioner dan diolah penulis
Hasii penelitian menunjukkan bahwa 44 responden menjawab “sangat setuju” bahwa tata letak toko yang baru semakin menguntungkan penyewa, yakni dengan tata letak yang baru, toko mereka semakin terlihat, mudah dicari dan mudah ditemukan sehingga mendatangkan lebih banyak pengunjung ke to k o m e re k a . S e la n ju tn y a , 35 re s p o n d e n m e n ja w a b “ se tu ju ” , 11 re sp o n d e n
“sangat setuju sekali”, 7 responden “tidak setuju”, dan 3 responden menjawab
“sangat tidak
setuju”.
4.2.2.2.Klasifikasi Penilaian Perilaku Pengunjung ( Customer Behavior )\ X i a. Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada konsep Trade Center
Pasar Atum Menyebabkan Jumlah Pengunjung Bertambah
Identitas penilaian responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Menyebabkan Jumlah Pengunjung Bertambah :
Tabel 4.7.
Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Menyebabkan Jumlah Pengunjung Bertambah
n = 100
Jawaban Frekuensi Persentase
2 0 0,0
3 6 6,0
4 25 25,0
5 38 38,0
6 31 31,0
Total 100 100,00
>il pengumpu an data kuesioner dan diola1 penulis
Dari hasil penelitian, sebanyak 38 responden “sangat setuju” bahwa ju m la h p e n g u n ju n g b e rta m b a h se te la h p e n a m b a h a n k o n s e p M a i d i d a la m Pasar Atum. 31 responden lainnya menjawab “sangat setuju sekali”, 25 responden menjawab “setuju”, dan 6 sisanya menjawab “tidak setuju” dengan pemyataan ini.
b. Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Meningkatkan Variasi Jumlah Pengunjung
Identitas penilaian responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Meningkatkan Variasi Jumlah Pengunjung:
Tabel 4.8.
Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Meningkatkan Variasi Jumlah Pengunjung
n = 1 30
Jawaban Frekuensi Persentase
2 0 0,0
3 3 3,0
4 19 19,0
5 39 39,0
6 39 39,0
Total 100 100.00
)il pengumpu an data kuesioner dan diola1 penulis
Berdasarkan tabel 4.8., diketahui masing-masing 39 responden menjawab
“sangat setuju” dan 39 lainnya menjawab “sangat setuju sekali” bahwa penambahan konsep Mai di dalam Pasar Atum meningkatkan variasi jumlah
Universitas Kristen Petra
pengunjung. Yang dimaksud dengan “variasi” di sini adalah jika sebelumnya pengunjung Pasar Atum kebanyakan hanya orang-orang dewasa ke atas {senior citizens) serta mayoritas etnis Tionghoa, kini banyak juga remaja yang menghabiskan waktu luangnya di Pasar Atum, dan dari berbagai etnis.
Sisanya, sebanyak 19 responden menjawab “setuju” dan 3 responden lainnya
menjawab “tidak setuju”.
c. Klasifikasi Penilaian Bertambahnya Variasi Jumlah Pengunjung Menyebabkan Kenaikan Jumlah Pembeli
lab el 4.9.
Klasifikasi Penilaian Bertambahnya Variasi Jumlah Pengunjung Menyebabkan Kenaikan Jumlah Pembeli
n = 130
Jawaban Frekuensi Persentase
2 1 1,0
3 6 6,0
4 27 27,0
5 43 43,0
6 23 23,0
Total 100 100,00
)il pengumpu an data kuesioner dan diola b penulis
Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 43 responden “sangat setuju”
bahwa bertambahnya variasi jumlah pengunjung menyebabkan kenaikan
jumlah pembeli. Meningkatnya ragam dan jumlah pengunjung Pasar Atum menyebabkan jumlah pembeli di toko mereka juga meningkat. 27 responden
“setuju” dengan pemyataan ini, 23 responden menjawab “sangat setuju sekali”, 6 responden “tidak setuju”, dan hanya 1 responden yang menjawab
“sangat tidak setuju” dengan pemyataan ini.
4.2.3. Klasifikasi Variabel Dependent (Y)
Klasifikasi Penilaian Pengaruh Keuntungan (Financial Benefit) sebagai variabel dependent yakni sebagai berikut:
a. Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Menyebabkan Biaya Sewa Toko Naik
Identitas penilaian responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Menyebabkan Biaya Sewa Toko Naik :
Tabel 4.10.
Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center P a s a r A tu m M e n y e b a b k a n B ia y a S e w a T o k o N a ik
n = 100
Jawaban Frekuensi Persentase
2 0 0,0
3 9 9,0
4 32 32,0
5 32 32,0
6 27 27,0
Total 100 100,00
>il pengumpu an data kuesioner dan diola1 penulis
Dari data pada Tabel 4.10, masing-masing 32 responden menjawab
“setuju’ dan 32 lainnya menjawab “sangat setuju” bahwa penambahan konsep Mai di dalam Pasar Atum menyebabkan biaya sewa yang dibebankan pemilik kepada penyewa, khususnya para penyewa di Atum Mai, lebih tinggi dari sebelumnya. 27 responden menjawab “sangat setuju sekali”, dan 9 responden lainnya menjawab “tidak setuju”.
b. Klasifikasi Penilaian Kenaikan Biaya Sewa Toko Menyebabkan Kenaikan Harga Jual Barang Dagangan
Identitas penilaian responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang Kenaikan Biaya Sewa Toko Menyebabkan Kenaikan Harga Jual Barang Dagangan :
Universitas Kristen Petra
label 4.11.
Kenaikan Biaya Sewa Toko Menyebabkan Kenaikan Harga Jual Barang Dagangan
n = 100
Jawaban Frekuensi Persentase
2 0 0,0
3 5 5,0
4 29 29,0
5 37 37,0
6 29 29,0
Total 100 100,00
Sumber : Hasil pengumpulan data kuesioner dan diolah penulis
Hasil penelitian menunjukkan, penilaian tertinggi sebanyak 37 responden menjawab “sangat setuju”, diikuti masing-masing 29 responden menjawab
“sangat scluju SCkali” dan 29 lainnya “setuju” bahwa kenaikan biaya sewa yang harus mereka bayar menyebabkan harga jual barang dagangan mereka ikut naik, dengan pemikiran biaya operasional yang tinggi ditambah biaya sewa yang meningkat tidak akan menghasilkan keuntungan apabila harga barang dagangan tidak dinaikkan. Namun di sisi lain, 5 responden “tidak setuju” dengan pemyataan ini.
c. Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Membawa Dampak Positif Bagi Usaha Anda
Identitas penilaian responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Membawa Dampak Positif Bagi Usaha Anda:
Tabel 4.12
Klasifikasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Membawa Dampak Positif Bagi Usaha Anda
n = 1 0 0
Jawaban Frekuensi Persentase
2 0 0,0
3 3 3,0
4 21 21,0
5 44 44,0
6 32 32,0
Total 100 100,00
Sumber : Hasil pengumpulan data kuesioner dan diolah penulis
Berdasarkan Tabel 4.12 di atas, diketahui sebanyak 44 responden menjawab “sangat setuju”, 32 responden “sangat setuju sekali”, 21 responden
“setuju”, dan hanya 3 responden yang “tidak setuju” bahwa penambahan konsep Mai di dalam Pasar Atum membawa dampak positif bagi u sa h a mereka. Berarti, adanya Atum Mai mendorong usaha para tenants lebih maju dari sebelumnya dan diprediksi akan lebih sukses lagi di masa mendatang.
d. Klasiflkasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center
Pasar Atum Meningkatkan Keuntungan Pemilik Toko
Identitas penilaian responden berikut ini disajikan tabel frekuensi tentang Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Meningkatkan Keuntungan Pemilik Toko :
Tabel 4.13
Klasiflkasi Penilaian Penambahan Konsep Mai pada Konsep Trade Center Pasar Atum Meningkatkan Keuntungan Pemilik Toko
n = 100
Jawaban Frekuensi Persentase
2 0 0,0
3 3 3,0
4 23 23,0
5 46 46,0
6 28 28,0
Total 100 100,00
Sum ber: Hasil pengumpulan data kuesioner dan diolah penulis
Hasil penelitian pada Tabel 4.13 menunjukkan penilaian tertinggi sebanyak 46 responden “sangat setuju” bahwa penambahan konsep Mai di
dalam Pasar Atum meningkatkan keuntungan pemilik toko. Keuntungan yang
dimaksud adalah keuntungan fmansial toko, dapat berasal dari peningkatan kuantitas penjualan barang dagangan ataupun peningkatan pendapatan.
Selanjutnya, 28 responden menjawab “sangat setuju sekali”, 23 responden menjawab “setuju”, dan hanya 3 responden menjawab “tidak setuju” bahwa penambahan konsep Mai di dalam Pasar Atum meningkatkan keuntungan pemilik toko.
Universitas Kristen Petra
4.3. Analisis Data
4.3.1. Uji Validitas
Validitas merupakan unsur penting bagi suatu alat ukur karena uji ini menunjukkan sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan ftmgsi ukumya. Karena keterbatasan peneiiti, maka validitas diuji hanya terbatas pada validitas item-item (pemyataan-pemyataan dalam kuesioner).
Pengujiannya dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total. Dalam hal ini koefisien korelasi yang tinggi menunjukkan kesesuaian
antara fiingsi item dengan tes secara keselumhan. Data yang diuji sebanyak 100
data ( 1 0 0 responden) menggunakan program SPSS 11.0.
Berdasarkan hasil perhitungan uji validitas dan reliabilitas seperti tercantum pada tabel dapat diketahui bahwa keselumhan item dalam penelitian ini memiliki validitas tinggi. Hal ini disebabkan karena keseluruhan koefisien validitas berada di bawah tingkat signifikan ( a = 5 %). Adapun nimus validitas adalah sebagai berikut:
rxy = . , i ( Syaifliddin, 2001:19) (4,1)
Dimana : r = koefisien korelasi
X = Skor tanggapan responden setiap pemyataan
Y - Skor total tanggapan responden seluruh pemyataan n = Jimilah responden
Tabel 4.14
Uji Validitas Tata Letak Toko (Tenant Mix)\ X]
N o Corrected Item-total correiation
1 0,4915
2 0,6439
3 0,6258
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan tabel 4.14, setiap atribut pertanyaan mempunyai nilai lebih besar dari tabel r. Dimana nilai tabel r didapat dari pembuatan tabel r dengan SPSS (d f = jumlah responden-2, dalam kasus ini d f = 100-2 = 98. Tingkat
signifikansi 5%. Didapat angka 0,13). Semua pertanyaan pada tabel 4.14 mempunyai nilai lebih besar dari 0,13, jadi semua butir pertanyaan Tata Letak Toko (Tenant Mix) adalah valid.
Tabel 4.15
Uji Validitas Perilaku Pengunjung (Customer Behavior): X2 No Corrected Item-total correlation
1 0,4125
2 0,5580
3 0,4795
Sumber. Lampiran 3
Berdasarkan tabel 4.15, setiap atribut pertanyaan mempunyai nilai lebih besar dari tabel r. Dimana nilai tabel r didapat dari pembuatan tabel r dengan SPSS (d f = jumlah responden-2, dalam kasus ini d f = 100-2 = 98. Tingkat signifikansi 5%. Didapat angka 0,13). Semua pertanyaan pada tabel 4.15 mempunyai nilai lebih besar dari 0,13, jadi semua butir pertanyaan Perilaku Pengunjung (Customer Behavior) adalah valid.
Tabel 4.16
Uji Validitas Keuntungan Tenant (Financial Benefit): Y
No Corrected Item-total correlation
1 0,5880
2 0,6902
3 0,7175
4 0,6542
Sumber: Lampiran 3
Berdasarkan tabel 4.16, setiap atribut pertanyaan mempunyai nilai lebih besar dari tabel r. Dimana nilai tabel r didapat dari pembuatan tabel r dengan SPSS (d f = jumlah resp6nden-2, dalam kasus ini d f = 100-2 = 98. Tingkat signifikansi 5%. Didapat angka 0,13). Semua pertanyaan pada tabel 4.16 mempunyai nilai lebih besar dari 0,13, jadi semua butir pertanyaan Keuntungan
Tenant (Financial Benefit) adalah valid.
Universitas Kristen Petra
4.3.2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas merupakan cara untuk menguji sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Alat ukur memiliki reliabilitas yang tinggi apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap kelompok subyek yang
sama
diperoleh hasil yang relatif sama, selama aspek yang diukur daiam din subyek memang belum berubah. Mengggunakan program SPSS ll.O diperoleh nilai reliabilitas untuk setiap variabel pada tabel.Kemudian untuk reliabilitas, diketahui bahwa semua variabel yaitu Tata Letak Toko (Tenant M ix), Perilaku Pengunjung (Customer Behavior), Keuntungan Tenant (Financial Benefit) adalah reliabel. Hal ini dapat dilihat dari r hasil adalah angka ALPHA lebih besar dari r tabel (d f = jumlah responden-2, dalam kasus ini d f = 100 — 2 = 98. Tingkat signifikansi 5%. Didapat angka 0,13).
Dan rumus untuk reliabilitas adalah sebagai berikut:
Z
2 \a = K
dimana:
K - \
a K
1- Simianto (2002:71) (4.2)
= Koefisien reliabilitas Alpha
= Banyaknya belahan = banyaknya item Sj2 = Varians skor belahan
Sx2 = Varians skor total
Tabel 4.17.
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Alpha Keterangan
Tata Letak Toko (Tenant Mix): X i
Perilaku Pengunjung^Cw-s^o/wer Behavior):
X2
Keuntungan Tenant (Financial Benefit): Y
0,7540 0,6688 0,8304
Reliabel Reliabel Reliabel S itm b er: Lampiran 3
Uji reliabilitas yang diperoleh untuk keseluruhan variabel adalah sebesar 0,7540, 0,6688 dan 0,8304 yang berarti data tersebut reliabel karena nilainya lebih dari 0,13.
4.3.3, Analisis Dan Pengujian Hipotesis
Dimana dari hasil perhitungan yang menggunakan komputer dengan aplikasi program SPSS 11.0 {Statistical Program f o r S ocial Science) di bawah operasi Windows.
la b e l 4.18.
Hubungan Regresi Antara Variabel Bebas Dengan Variabel Terikat Dengan Penerapan Model Linier
C oefficient^
Model
Unstandardtzedi Coefficients
Standard!
zed Coefficien
ts
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) .7 2 5 .405 1.790 .077
VAR00001 .297 .069 .318 4.334
.000V A R00002 .583 .076 .563 7.678 .000
a. Dependent Variable: VAR00003 S u m b er: Lampiran 4
Berdasarkan tabel diatas diperoleh persamaan regresi linier sebagai berikut:
Y = a+ b X i + cX2
Y = 0 .J 2 5 + 0 ,2 9 7 X 1 + 0 ,5 8 3 X 2
Dari persamaan tersebut diatas dapat dijelaskan sebagai berikut;
Konstanta sebesar 0,725 menunjukkan besamya pengaruh hubungan antara Tata Letak Toko atau Tenant M ix (X i), Perilaku Pengunjung atau Customer Behavior (X2) terhadap Keuntungan Tenant atau Financial Benefit (Y ), artinya apabila variabel bebas tersebut sama dengan konstan, maka diprediksikan
Financial Benefit (Y) naik sebesar 0,725 satu skala responden.
Koefisien regresi untuk Tenant M ix (X i) sebesar 0,297. Berarti Tenant M ix (X i) naik satu-satuan, maka Financial Benefit (Y ) akan mengalami kenaikan sebesar 0,297 satu skala responden.
Koefisien regresi untuk Customer Behavior (X2) sebesar 0,583. Berarti jika Customer Behavior (X2) naik satu-satuan, maka Financial Benefit (Y ) akan
mengalami kenaikan sebesar 0,583 satu skala responden.
Universitas Kristen Petra
4.3.3.1. Analisis Parsial (Uji t)
Untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas secara
parsial atau individu terhadap variabel terikai dlgunaKan anaiisis uji t. Daiam tabei
4.18. Disajikan hubungan regresi antara variabel bebas dengan variabel terikat dapat diuraikan sebagai b erik u t:
a. Hubungan secara parsial antara variabel Y dengan variabel bebas X i Langkah-Iangkah pengujian:
■ Ho : b] = 0 (tidak ada pengaruh) Hi : bi 0 (ada pengaruh)
■
Level o f significant= 0,05/2 (0,025)
- t h i t u n g - ' ( S u d j a n a , 1 9 9 2 : 1 1 1 )
Hbj
■ t tabel pada d f = 97 sebesar 1,2900
Dari perhitungan didapat t hitung sebesar 4,334 (tX i), karena t hitung > dari t tabel 1,2900, maka Ho ditolak pada level o f significant 5%.
Sehingga secara parsial Tenant M ix (X i) berpengaruh secara nyata terhadap Financial Benefit (Y). Hal ini menunjukkan bahwa jika ada perubahan pada variabel Tenant M ix (X i) maka ada perubahan pada Financial Benefit (Y).
N ilai r parsial untuk variabel Tenant M ix (X ]) sebesar 0,403 berarti bahwa variabel Tenant M ix (X i) mampu menjelaskan variabel Financial Benefit (Y ) sebesar 40,3 %.
b. Hubungan secara parsial antara variabel Y dengan variabel bebas X2 Langkah-Iangkah pengujian:
■ Ho : b2 “ 0 (tidak ada pengaruh) Hi : b2 0 (ada pengamh)
■
L evel o f significant =0,05/2 (0,025)
■ thitung = (Sudjana, 1992 : 111) S e\p.)
■ t tabel pada d f = 97 sebesar 1,2900
Dari perhitungan didapat t hitung sebesar 7,678 (t X2) karena t hitung >
dari t tabel 1,2900, maka Ho ditolak pada level o f significant 5 %. Sehingga
secara parsial variabel Customer Behavior (X2) berpengaruh secara nyata terhadap Financial Benefit (Y). Hal ini menunjukkan bahwa jika ada perubahan pada variabel Customer Behavior (X2) maka akan ada perubahan pada Financial Benefit (Y).
N ilai r parsial imtuk variabel Customer Behavior (X2) sebesar 0,615 berarti bahwa variabel Customer Behavior (X2) mampu menjelaskan variabel Financial Benefit (Y ) sebesar 61,5 %.
4.3.3.2. Analisis Pengaruh Secara Serempak (uji F)
Untuk mengetahui hubungan atau pengaruh dari variabel bebas secara simultan atau keseluruhan terhadap variabel terikat digunakan uji F. Dalam tabel 4.19. disajikan analisis varians hubungan secara simultan atau keseluruhan.
Tabel 4.19.
Hasil Perhitungan Hubungan Secara Simultan Atau Keseluruhan ANOV>)f’
Model
S um of
Squares df M ean Square F Sig.
1 Regression 25.866 2 12.933 54.730 .000®
Residual 22.921 97 .236
Total 48.787 99
a- Predictors: (Constant). V A R 00002, VAR00001 b. Dependent Variable: V A R 00003
Sitmber: Lampiran 4
Langkah-langkah pengujian:
■ H o : b = 0 = 0 (secara keseluruhan tidak ada pengaruh) Hi : b 5* c
0
(secara keseluruhan ada pengaruh)■ a = 0,05
d f pembilang = 2; d f penyebut = 97
Seperti dijelaskan pada awal sub bab, tingkat signifikansi perhitungan ini
menggunakan a = 0,05. Oleh karena hasil perhitungan pada Tabel
4.19menunjukkan signifikansi = 0; maka regresi dapat digunakan untuk memprediksi (Sudjana,1992: 108)
Universitas Kristen Petra
keuntungan tenants, atau secara bersama-sama variable bebas Tenant M ix (X i) dan Customer B ehavior (X i) berpengaruh terhadap Financial Benefit (Y ) pada taraf kepercayaan 100%.
Tabel 4.20 Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .728® .530 .520 .4961
a- Predictors; (Constant), VAROOO02, v a r o o o o i
Sumber: Lampiran 4
Nilai koefisien determinasi (r square model summary) berganoa sebesar
0,53 berarti selizruh variabel bebas dapat menjelaskan Financial Benefit (Y) sebesar 53 %. sedangkan R multiple-nya sebesar 0,728 menunjukkan bahwa hubimgan antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 72,8 %.
4.4 Pembahasan
Dari penelitian yang dilakukan diatas, didapat pembahasan sebagai berikut:
a. Keuntungan Penyewa atau Financial Benefit (Y ) dilihat dari variabel Tenant M ix (X i) serta Customer B ehavior (X2), dapat dijelaskan bahwa hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat sebesar 0,728 (72,8 %) yang menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara Tenant M ix serta Customer Behavior terhadap Financial Benefit adalah kuat. Definisi kuat yang dimaksudkan adalah angka R diatas 0,5.
b. Angka R Square atau koefisien determinasi adalah 0,53. Berarti seluruh
variabel bebas
(Tenant M ix dan Seafood serta Customer Behavior) dapat menjelaskan Financial Benefit sebesar 53 %.c. Nilai koefisien regresi imtuk Tenant M ix pCi) sebesar 0,297 yang berarti Financial Benefit akan mengalami kenaikan sebesar 0,297 satu skala responden. Sedangkan nilai koefisien regresi untuk Customer Behavior (Xz) sebesar 0,583 yang berarti Financial Benefit akan mengalami kenaikan sebesar 0,583 satu skala responden.
d. Nilai r parsial untuk variabe! Tenant Mix (X i) sebesar 0,403 berarti bahwa variabel Tenant M ix (X i) mampu menjelaskan variabel Financial Benefit (Y) sebesar 40,3 % dan nilai r parsial untuk variabel Customer Behavior sebesar 0,615 yang berarti bahwa variabel Customer Behavior (X2) mampu menjelaskan variabel Financial Benefit (Y ) sebesar 61,5 %. Jadi, dapat disimpulkan bahwa variabel Customer Behavior (X2) memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap variabel Financial Benefit dibandingkan dengan variabel Teudflt M ix (X l). Hal ini dikarenakan nilai parsial Customer Behavior (X2) sebesar
0,615 (61,5
%) lebih besar daripada nilai r parsial Tenant M ix (X i) yang sebesar0,403 (40,3%).
Universitas Kristen Petra