dr. Agustina Tri P. Sp.KK
Daftar Pustaka
• Fitzpatrick's Dermatology, Ninth Edition
• Panduan Praktik Klinik PERDOSKI thn
2017
1. Gambaran histologi yang dapat ditemukan pada epidermis kulit yang mengalami penuaan berupa:
a. Bertambahnya jumlah sel Langerhans di epidermis b. Bertambahnya melanosit pada epidermis
c. Taut dermo epidermal yang mendatar d. Jumlah fibroblast yang berkurang
e. Pembuluh darah menjadi lebih sedikit
Penuaan Kulit
• Proses penurunan kemampuan
mengembalikan fungsi normal kulit
• Merupakan suatu proses biologis
kompleks yang mengenai berbagai lapisan
kulit, sehingga mempengaruhi fungsi dan
penampilan kulit
Klinis
• Kekeringan kulit, kerut, kelonggaran kulit,
berbagai neoplasma jinak, elastisitas kulit hilang
Pemeriksaan Penunjang 1. Pemeriksaan
histopatologi 2. Dermoskopi
2. Patofisiologi yang mendasari terjadinya pruritus pada kulit usia tua yaitu:
a. Hilangnya homeostatis fokal epidermis sehingga menyebabkan peningkatan endothelin-1
b. Paparan sinar ultraviolet yang menginhibisi kerusakan DNA c. Infestasi parasit
d. Berkurangnya jumlah antibody yang beredar dalam sirkulasi darah e. Penngkatan jumlah Growth Factor
3. Zona berbahaya penting untuk dipahami dalam melakukan
prosedur bedah pada kepala dan leher. Dibawah ini yang termasuk dalam zona berbahaya tersebut adalah:
a. Cabang temporal dari nervus fasialis b. Area glabella
c. Cabang V1 dari nervus trigeminal d. Area kelopak mata
e. Area leher
4. Metode bedah listrik yang menggunakan gelombang sinus
teredam, tegangan tinggi, kekuatan arus bolak-balik yang rendah, dengan elektroda mono terminal yang ditempelkan langsung pada jaringan dan bertujuan menimbulkan kerusakan jaringan yang
superfisial disebut:
a. Elektrolisis b. Elektroseksi c. Elektrodesikasi d. Elektrofulgurasi e. Elektrokoagulasi
5. Cedera area “danger zone” pada percabangan temporal nervus fasialis akan mengakibatkan kelainan berupa :
a. Eksoftalmus b. Lagoftalmus c. Brow Ptosis d. Enteropion e. Ektropion
6. Bahan dalam pelembab untuk perawatan kulit topical yang dapat memperbaiki barrier kulit adalah :
a. Urea
b. Glycerin c. Squalane d. Kolesterol
e. Hyaluronic acid
7. Seorang laki-laki usia 60 tahun berobat ke poliklinik kulit dan kelamin dengan keluhan gatal di hampir seluruh
tubuh, kulit tampak kering dengan lesi hiperkeratotik.
pasien menderita penyakit gagal ginjal kronis.
Penyebab gatal pada kasus diatas adalah
a. Peningkatan filagrin b. Penurunan vitamin A
c. Penurunan serum histamine d. Peningkatan endotelial -1
e. Peningkatan hormon paratiroid
8. Pemeriksaan histopatologi pada proses penuaan kulit dijumpai
a. Dijaringan kelenjar appendix kulit bertambah b. Fibroblas pada dermis bertambah
c. Hipertrofi lapisan dermal
d. Pembuluh darah di lapisan dermis berkurang e. Sel langerhans di epidermis bertambah
9. Kelainan yang sering dijumpai pada proses penuaan kulit
a. Acrodermatitis b. Hemangioma c. Acne rosacea d. Miliaria
e. Keratosis seboroik
10. Sinar UV yang bisa menembus sampai lapisan dalam dermis adalah
a. Broadband UVB b. Narrowband UVB c. UVC
d. UVA
e. UVB dengan panjang gelombang 308nm
11. Efek radiasi UV pada epidermis akan menyababkan
a. Akantosis
b. Penepisan epidermis c. Hipopigmentasi
d. Sel melanosit tidak bermultiplikasi e. Aktivasi sel B limfosit
12. Panjang gelombang sinar UVA1
a. 340-400nm b. 320-340nm c. 308nm
d. 311nm
e. 290nm-320 nm
13. Pada luka bakar derajat 2 dapat ditemukan gambaran klinis berupa
a. Lesi merah kering, dan tidak nyeri b. Lesi merah kering dan nyeri
c. Lesi merah basah dan nyeri
d. Lesi kasar, basah, berminyak dan mati rasa e. Lesi kasar, kering, berminyak dan mati rasa
14.Seorang pria, usia 75 tahun, menjalani rawat inap di Bangsal Penyakit Dalam dengan diabetes mellitus. Pasien sudah dirawat
selama 3 bulan, saat ini dikonsultasikan ke bagian Kulit dan Kelamin dengan keluhan adanya luka di daerah punggung, pinggang dan
bokong. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: ulcus, kehilangan seluruh lapisan kulit, nekrosis hingga subcutis. Komplikasi yang paling berbahaya dari kasus tersebut adalah
a. Infeksi lokal b. Osteomyelitis c. Myonecrosis
d. Terjadinya kematian pada pasien e. Necrotizing fasciitis
15.Seorang pria, usia 75 tahun, menjalani rawat inap di Bangsai Penyakit Dalam dengan diabetes mellitus. Pasien sudah dirawat selama 3 bulan, dikonsultasikan ke bagian Kulit dan Kelamin
dengan keluhan adanya luka di daerah punggung, pinggang, dan bokong. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: ulcus, kehilangan seluruh lapisan kulit, nekrosis hingga subcutis. Komplikasi yang paling berbahaya dari kasus tersebut adalah:
a. Infeksi lokal b. Osteomyelitis c. Myonecrosis
d. Kematian pasien e. Necrotizing fascilitis
DIABETIC ULCERS
16. Pada neonatus cukup bulan umumnya kulit mengalami deskuamasi fisiologis pada … setelah kelahiran.
a. 0-12 jam b. 12-24 jam c. 24-36 jam d. 36-48 jam e. >60 jam
17.Seorang anak laki-laki usia 3 tahun, dibawa berobat karena terdapat sisik kasar di seluruh tubuh sejak lahir.
Penderita mengalami kesulitan saat akan dilahirkan.
Pemeriksaan kadar kolesterol sulfat pada serum darah meningkat. Ibu penderita kuatir dengan keadaan anak.
Penderita anak kedua dari dua bersaudara dan saudara penderita yang lain tidak ada keluhan seperti ini.
Kelainan pada penderita di atas adalah:
a. Iktiosis vulgaris b. Iktiosis lamelaris
c. Iktiosis resesif X-linked
d. Epidermolytic hyperkeratosis
e. Congenital ichtyosiform erythroderm
18. Pola penurunan genetik Autosomal semi dominan dengan karakteristik lesi berupa, skuama halus, hiperlinear telapak tangan atau telapak kaki,
keterlibatan adanya keterlibatan gen FLG ditemukan pada :
a. Iktiosis vulgaris b. Iktiosis bulosa
c. Iktiosis X-linked resesif d. Iktiosis lamelar
e. Iktiosisforme eritroderma kongenital
Iktiosis Vulgaris
• Tidak dijumpai saat lahir, biasanya timbul dalam tahun pertama kehidupan
• Skuama putih keabuan yang luas terutama pada ekstensor ektremitas dan badan
• Skuama melekat di tengah, dengan “cracking” (fisura superfisial pada stratum korneum) pada tepinya.
• Sering disertai keratosis folikularis, ditemukan terutama pada anak-anak dan remaja dan aksentuasi
palmoplantar
Penatalaksanaan
• Iktiosis vulgaris berespons baik terhadap salep topikal yang mengandung urea atau asam laktat
• Hati-hati penggunaan urea pada daerah tubuh yang luas sebelum usia 1 tahun (boleh diberikan, tetapi harus
dalam pengawasan dokter bila daerah luas)
• Iktiosis vulgaris tidak boleh diterapi dengan salep yang mengandung salisilat karena dapat menyebabkan
keracunan yang membahayakan jiwa disebabkan oleh absorpsi perkutan
19.Seorang anak laki-laki usia 3 tahun dibawa ibunya berobat dengan keluhan kulit kering dengan sisik lebar, berwarna kecokelatan, yang timbul sejak usia 1 tahun. Kelainan kulit tersebut terdapat pada
seluruh tubuh terutama di leher, bagian belakang
telinga, dan tungkai bawah bagian ekstensor. Pada saat lahir tampak kulit kering. Diagnosis?
a. Iktiosis vulgaris
b. Iktiosis lamellar klasik
c. Hiperkeratosis epidermolitik d. X-linked recessive ichtiosis e. Iktiosiformis klasik kongenita
Iktiosis Lamelar (Nonbullous congenital ichthyosiform erythroderma, Nonerythrodermic
autosomal recessive lamellar ichthyosis)
• Sebagian besar bayi saat lahir terbungkus membran kolodion disertai eritroderma yang secara bertahap menjadi skuama lebar
generalisata
• Skuama berwarna coklat gelap, pipih membentuk pola mosaik
dengan eritroderma minimal atau tidak ada. Skuama lebar, melekat di tengah dan meninggi pada tepinya, sering menimbulkan fisura superfisial, terdapat pada hampir seluruh tubuh.
• Sering terdapat ektropion, eklabium, serta hipoplasia kartilago nasal dan aurikular. Ektropion yang parah dapat menyebabkan madarosis, konjungtivitis, dan keratitis
• Terdapat alopesia sikatrisial terutama pada bagian perifer skalp
• Dapat timbul distrofi kuku berupa penebalan lempeng dan rigi kuku
20.Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa berobat karena terdapat kelainan kulit pada wajah, dada,
ekstremitas bagian ekstensor, terutama tungkai bawah.
Lesi berupa sisik lebar, retak-retak, dan terdapat
penebalan pada telapak tangan dan kaki. Mata tidak dapat menutup dengan sempurna. Diagnosis pasien tersebut adalah ...
a. Iktiosis Lamelar b. Iktiosis Vulgaris
c. Eritroderma Kongenital Iktiosisformis d. X-linked Recessive Ichtyosiformis e. Hiperkeratotik Epidermolitik
21.Perbaikan skar akne atrofi dapat dilakukan dengan berbagai modalitas terapi, salah satunya adalah
pengelupasan kimiawi (chemical peeling). Pilihan bahan chemical peeling apakah yang dapat memberikan hasil yang baik dan cukup aman digunakan untuk kasus ini?
a. Phenol 88%
b. AsamGlikolat 70%
c. Solid CO2 + TCA 50%
d. Jessner solution + TCA 35%
e. Trichloroacetic acid (TCA)50%
22.Seorang perempuan berusia 20 tahun datang kepraktek dokter spesialis kulit dan kelamin mengeluhkan
munculnya bintil-bintil dan bisul kemerahan yang
sebagian tampak bernanah, pada wajah dan punggung.
Keluhan dialami pasien sejak 6 bulan yang lalu dan dirasakan semakin memberat. Pasien menyatakan
sering kali bisul bernanah di punggung pecah dan agak berbau serta beberapa berbekas seperti daging tumbuh.
Pemeriksaan dermatologis ditemukan komedo (multiple opening), pustul, papul, nodul eritema, abses dengan traktus sinus, skar keloid dan skar atrofi pada region fasialis dan trunkus posterior. Apakah terapi yang tepat diberikan kepada pasien ini ?
a. Minosiklin 100mg/12jam/oral + retinoid topikal
b. Spironolakton 100mg/12jam/oral + kortikosteroid oral c. Isotretinoin1,5 mg/kgBB/hari + kortikosteroid oral
d. Doksisiklin 100mg/12jam/oral + kortikosteroidintralesi e. Azitromisin 500 mg / 24 jam / oral 3 kali seminggu +
Kortikosteroidintralesi
AKNE VULGARIS
• Akne adalah penyakit peradangan kronis pada folikel pilosebasea,ditandai dengan
adanya lesi polimorfik berupa komedo, papul, pustul, nodul, dan kista di tempat predileksi
• Gradasi :
- Akne derajat ringan (mild)
- Akne derajat sedang (moderate)
- Akne deraja berat (severe)
Gradasi keparahan (ringan, sedang dan berat) (Lehman et al, 2002)
• Akne gradasi ringan: komedo <20 atau lesi inflamasi <15, total lesi <30
• Akne gradasi sedang: komedo 20-100, atau lesi inflamasi 15-50 atau total lesi 30-125
• Akne gradasi berat: kista >5 atau komedo >100
atau lesi inflamasi >50 atau total lesi >125
23.Seorang laki-laki berusia 17 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin dengan keluhan muncul banyak bintil dan bisul-bisul disertai nanah yang terasa nyeri pada dada dan punggung sejak 3 minggu yang lalu. Keluhan ini juga disertai demam tinggi dan nyeri sendi. Pasien memiliki riwayat jerawat yang parah selama 1 tahun terakhir yang telah diterapi dengan anti biotic topical dan oral oleh dokter praktek umum. Pada
pemeriksaan fisik status vitalis, suhu 39° C. Pada pemeriksaan dermatologis ditemukan multiple papul, pustul, noduleritema, dan abses dengan traktus sinus, sebagian tampak erosi, krusta dan skar atrofik. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan
leukositosis dengan neutrofilia dan meningkatnya CRP (C- Reactive Protein). Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
a. Akne Vulgaris b. Sindrom PAPA c. Sindrom SAPHO d. Akne Fulminans e. Akne Konglobata
24. Terapi bedah merupakan salah satu pilihan pada penatalaksanaan hidradenitis superatif. Berikut ini manakah pernyataan yang paling tepat?
a. Penggunaan laser CO2 tidak dianjurkan
b. Marsupilasi meningkatkan rekurensi secara lokal
c. Tindakan insisi pada lesi yang inflamatif baik dilakukan
d. Rekurensi tinggi terjadi setelah suatu tindakan flap atau graft
e. Penyembuhan luka pasca-bedah secara sekunder akan lebih baik
HIDRADENITIS SUPURATIVA
25. Terapi yang efektif untuk mengatasi akne yang diketahui bekerja dengan cara menurunkan kadar sebum, dan
komedogenesis adalah
a. Dapson b. Estrogen c. Tetrasiklin d. Isotretinoin e. Spironolakton