LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN BERACARA
DILAPORKAN
( 041605724 ) ( UPBJJ-PALEMBANG )
FAKULTAS ILMU HUKUM
UNIVERSITAS TERBUKA TAHUN 2022
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Akhir kegiatan Praktik Pengalaman Beracara ini merupakan Tugas Akhir Semester 6 (Enam) Fakultas Hukum Mahasiswa Universitas Terbuka, yang tentunya serangkaian
isinya telah diperiksa dan disahkan oleh para pihak yang berwenang dalam kegiatan ini.
Kepala Pokjar Lahat UPBJJ-UT Palembang
TUSIRAN, S. Pd
Tutor Pembimbing
Karlina Sofiyanto, SH, MH
Lahat, 10 Juni 2022
dto
ISHAK NASRONI
KATA PENGANTAR
Sebagai ungkapan rasa syukur kami selaku Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Terbuka UPBJJ-Palembang, tak ada kat-kata yang patut kami ucapkan selain terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah terlibat di dalam proses praktik beracara hingga ke penyusunan laporan tentang Peraktik Pengalaman Beracara (PPB) ini.
Untaian puja dan puji yang seagung-agungnya juga tak luput kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas Rahmat dan HidayahNyalah kami dapat melaksanakan serangkaian proses Praktik Beracara dan menyusun Laporan Praktik Pengalaman Beracara ini sebagai penutup dari kegiatan observasi dan juga simulasi peradilan untuk memenuhi persyaratan dari mata kuliah Praktik Pengalaman Beracara.
Terpenting, kami juga mengucapkan terima kasih yang tak terbatas atas jasa semua pihak yang telah membantu kami dalam pelaksanaan Praktik Pengalaman Beracara, yaitu :
1. Kepala Pokjar Disdik Lahat Universitas Terbuka UPBJJ-Palembang.
- Tusiran, S. Pd
2. Pihak Pengurus Pokjar Disdik Lahat Universitas Terbuka UPBJJ-Palembang.
- Nanang, AM, Pd - Marpendi
- Vera
- Dan seterusnya
3. Dosen Pembimbing Praktik Pengalaman Beracara.
- Karlina Sofiyanto, SH, MH
4. Dosen Pembimbing Hukum Acara Perdata - Karlina Sofiyanto, SH, MH
5. Dosen Pembimbing Hukum Acara Pidana - M. Hidayat, SH, MH
6. Pembimbing Praktik Pengalaman Beracara - Karlina Sofiyanto, SH, MH
Serta pihak-pihak lain yang tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.
Praktik Pengalaman Beracara merupakan mata kuliah yang berisi observasi langsung ke pihak Salut Lahat, sehingga diharapkan mahasiswa dapat mengerti dan melihat secara implementasi dari teori yang didapat selama ini di perkuliahan.
Kami sadar bahwa laporan yang kami buat ini masih jauh dari sempurna, hal ini disebabkan karena sesuai dengan tingkat pengetahuan dari kami sebagai penyusun yang terbatas. Karenanya, sebagai penulis dan penyusun laporan ini, kami sangat mengharapkan adanya saran dan juga masukan dari pembaca demi perbaikan laporan yang kami buat ini.
Lahat, 10 Juni 2022
ISHAK NASRONI
DAFTAR ISI
COVER SAMPUL LAPORAN...1
LEMBAR PENGESAHAN...2
KATA PENGANTAR...3
DAFTAR ISI...4
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang PPB...5
B. Maksud dan Tujuan PPB...5
C. Tempat PPB...6
D. Jadwal Waktu PPB...6
BAB II TINJAUAN UMUM TEMPAT PPB A. Kegiatan Umum...6
B. Proses Penanganan Perkara...6
BAB III PELAKSANAAN PPB A. Observasi Peradilan Kasus Pidana dan Perdata...6
1. Observasi Peradilan Kasus Pidana...6
a. Jenis Kasus...6
b. Uraian Persidangan...6
2. Observasi Peradilan Kasus Perdata...8
a. Jenis Kasus...8
b. Uraian Persidangan...8
B. Simulasi Beracara Kasus Pidana...10
1. BAP...10
2. Dakwaan, Tuntutan, Pledoi, Putusan...12
3. Eksepsi (Optinal) 4. Tanggapan Eksepsi (Optinal) 5. Surat Sela (Optinal) 6. Surat Tuntutan...14
7. Pledoi...18
8. Replik 9. Duplik 10. Putusan...23
C. Simulasi Bercara Kasus Perdata...27
1. Somasi...27
2. Surat Kuasa...29
3. - Gugatan...30
- Eksepsi...32
4. Jawaban Gugatan 5. Replik 6. Duplik 7. Pembuktian...36
8. Kesimpulan...36
9. Putusan ...37
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan...39
B. Saran...39
C. Daftar Pustaka...40
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Kegiatan
Bagi Mahasiswa Fakultas Hukum di berbagai Universitas, mempelajari Ilmu Hukum bukan suatu jaminan bagi Mahasiswa untuk serta merta dapat mengemplimentasikan ilmu yang diserap selama masa perkuliahan jika tidak disertai dengan pengetahuan umum Praktik Peradilan di luar teori yang ada disemua materi. Oleh sebab itu, penting bagi Mahasiswa melakukan simulasi Peraktik Pengalaman Beracara yang digelar secara langsung oleh Mahasiswa dengan dipandu oleh Dosen Pembimbing atau pihak Lembaga Peradilan.
Di Universitas Terbuka sendiri misalnya, Mahasiswa memang diharapkan dapat
mempraktikkan ilmu atau teori-teori yang didapat selama masa perkuliahan untuk diterapkan di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, Praktik Peradilan adalah merupakan suatu upaya mengoptimalkan ilmu yang didapat Mahasiswa dari bangku Kuliah dalam bidang hukum atau peradilan. Dengan harapan, nantinya setelah Mahasiswa lulus kuliah akan menjadi lebih berpengalaman dalam dunia kerja yang sesungguhnya. Selain itu Mahasiswa juga akan lebih mengerti cara kerja di Instansi Peradilan secara riil setelah melakukan Praktik peradilan.
Melalui program Praktek Peradilan pihak Universitas diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan profesionalitas lulusannya.
Karena itu, Universitas Terbuka sebagai salah satu lembaga pendidikan yang Notabene akan ikut bertanggung jawab atas kualitas tenaga ahli Indonesia mengupayakan agar lulusannya berhasil menjadi tenaga ahli yang profesional dan kompeten di masyarakat melalui Program Praktik Peradilan. .
Sebagai buah dari Pengalaman yang telah diperoleh selama Praktik Peradilan ini, maka Mahasiswa dapat menuangkannya di dalam sebuah laporan, yang tidak hanya digunakan untuk memenuhi tugas Mahasiswa, akan tetapi pelaksanaan Laporan Praktik Peradilan bermaksud untuk mengemas hasil Praktik Peradilan dalam bentuk tulisan yang bermanfaat bagi pembacanya.
Dengan adanya cikal-bakal pentingnya laporan dengan Latar Belakang tersebut di atas, maka Fakultas Hukum Universitas Terbuka melaksanakan Praktek Peradilan, yang
merupakan menerapan ilmu yang didapat di bangku kuliah ke dalam suasana peradilan yang sesungguhnya. Dengan demikian, maka Mahasiswa dapat menambah wawasan, pengetahuan, dan keterampilan kerja yang diharapkan yang handal, mumpuni serta meraih kesuksean profesi di bidang Penegakkan Hukum di tengah-tengah masyarakat.
B. Maksud dan Tujuan PPB 1. Maksud :
Praktik Pengalaman Beracara bermaksud menggelar simulasi dari proses peradilan yang sebenarnya, namun semua perangkat peradilan semu yang dimaksud
haruslah dilengkapi sesuai dengan kebutuhan perkara yang dipersidangkan di peradilan tersebut.
2. Tujuan :
- Mengaplikasikan teori ke dalam kenyataan.
- Memahami dunia praktik di dalam bidang penegakan hukum.
- Mempelajari kompetensi dasar di dalam praktik beracara.
C. Tempat Pelaksanaan Aula Gedung Salut Lahat
D. Waktu Pelaksanan Hari : Sabtu
Tanggal : 14 Mei 2022 Pukul : 10.00 WIB
BAB II
TINJAUAN UMUM TEMPAT PELAKSANAAN PERADILAN SEMU
A. Kegiatan Umum
Aula Gedung Salut Lahat dapat digunakan sebagai lokasi, karena : 1. Sepi aktivitas
2. Hari Sabtu merupakan hari libur dan Aula Salut Lahat tidak digunakan kegiatan rutinitas.
3. Jaraknya mudah dijangkau oleh Mahasiswa sebagai peserta.
4. Jauh dari kebisingan dan permukiman.
B. Proses Penanganan Perkara
Jalannya proses penanganan perkara peradilan semu memungkinkan dapat terlaksana dengan baik, karena ditinjau dari segi :
1. Keamanan (Tidak akan terganggu oleh hiruk-pikuk diluar aktivitas Perailan Semu) 2. Ketenangan (Para Mahasiswa sebagai peserta dapat mengatur lokasi masing- masing sesuai dengan perannya dalam Peradilan Semu. :
BAB III PELAKSANAAN PPB A. Observasi Peradilan Kasus Pidana dan Perdata
1. Observasi Peradilan Kasus Pidana
a. Jenis Kasus : Pencurian dengan Pemberatan b. Uraian Persidangan :
1. Panitera pengganti, jaksa penuntut umum, penasehat hukum dan pengunjung sidang terlebih daulu memasuki ruang peradilan.
2. Panitera pengganti mengumumkan bahwa hakim/majlis hakim akan memasuki ruang sidan.
3. Semua yang hadir dalam ruangan sidang tersebut, termasuk jaksa penuntut umum dan penasehat hukum berdiri.
4. Hakim/majelis hakim memasuki ruangan sidang melalui pintu khusus, kemudian hakim uduk di tempat duduknya masing masing.
5. Panitera pengganti mempersilahkan hadirin duduk kembali.
6. Hakim ketua membuka sidang dengan diikuti dengan ketokan palu sebanyak tiga kali
7. Hakim ketua menanyakan terdakwa sudah siap di hadirkan pada Jaksa Penuntut Umum.
8. Hakim ketua memerintahkan terdakwa dipanggil masuk.
9. Petugas membawa terdakwa ke ruang sidang dan mempersilahkan terdakwa duduk di kursi pemeriksaan.
10. Hakim ketua menanyakan identitas, kondisi kesehatan dan kesiapan terdakwa yang akan disidang.
11. Hakim mengingatkan terdakwa agar memperhatikan segala sesuatu yang didengar dan dilihatnya dalam sidang.
12. Hakim menanyakan penasehat hukum terdakwa.
13. Hakim menanyakan kepada penasehat hukum apakah benar dalam sidang ini ia bertindak sebagai penasehat hukum terdakwa.
14. Hakim memita penasehat hukum untuk menunjukkan surat kuasa khusus dan kartu ijin praktek pengacara/advokat.
15. Setelah hakim ketua mengamati surat kuasa dan karrtu ijin praktek tersebut lalu hakim ketua menunjukkan kedua dokumen itu kepada para hakim anggota dan pada penuntut umum.
16. Jaksa Penuntut Umum membacakan Surat Dakwaan 17. Hakim ketua sidang meminta pada terdakwa untuk
mendengarkan dengan seksama pembacaan surat dekwaan dan selanjutnya mempersilahkan jaksa pennuntut mum untuk membacaka surat dakwan.
18. Jaksa membacakan surat dakwaan.berdiri/duduk.boleh bergantian dengan rekan JPU.
19. Selanjutnya hakim ketua menayakan kepada terdakawa apakah ia sudah paham tentang apa ang didakwakan padanya. Apabila terdakwa ternyata tidak mengerti maka penuntut umum atas permintaan hakim ketua,wajib memberikan penjelasan seperlunya.
20. Hakim Ketua menanyakan pada terdakwa atau penasehat hukumnya, apakah mengajukan keberatan (eksepsi) terhadap dakwaan jaksa penuntu umum.
21. Setelah pengajuan eksepsi dari terdakwa/penasehat hukum, hakim ketua memberikan kesempatan pada penuntut umum untuk mengjukan tanggapan atas eksepsi (replik) tersebut.
22. Atas tanggapan tersebut hakim ketua memberikan kesempatan kepada terdakw/penasehathukum untuk mengajukan tanggapan sekali lagi (duplik).
23. Atas eksepsi dan tanggapan-tanggapan tersebut, selanjutnya hakim ketua meminta waktu untuk mepertimbangkan dan menyusun putusan sela.
24. Apabila hakim/majelis hakim berpendapat bahwa pertimbangan untuk memutuskan permohonan eksepsi tersebut mudah
/sederhana,maka sidang dapat di skors selama beberapa waktu (menit) untuk menentukan putusan sela.
25. Majelis hakim meninggalkan ruang sidang untuk
membahas/mempertimbangkan putusan sela di ruang hakim, sedangkan penuntut umum, terdakwa/penasehat hukum sera pengunjung sidang tetap tinggal di tempat.
26. Hakim ketua memppersilahkan semua yang hadir di persidangan tersebut supaya keluar dari ruang sidang, selanjutnya petugas menutup pintu ruang sidang dan majelis hakim merundingkan itusanseladalam ruangan sidang(cara ini yang paling sering dipakai)
27. Setelah hakim mencabut skorsing atau membuka sidang kembali, hakim ketua menjelaskan kepada para pihak yang hadir dipersidangan bahwa acara selanjutnya pembacaan putusan sela.
28. Kemudian Hakim Ketua menjelaskan seperlunya mengeni garis besar isi putusan sela sekaligus menyampaikan hak penuntut umum, terdakwa/penasehat hukum untuk mengambil sikap menerima putusan sela tersebut atau akan mengajukan perlawanan.
3. Observasi Peradilan Kasus Perdata
a. Jenis Kasus : Pemberhentian Perangkat Desa Secara Sepihak (Tata Usaha Negara) b. Uraian Persidangan ;
1. Sidang dinyatakan dibuka dan terbuka untuk umum;
2. Para pihak (penggugat dan tergugat) diperintahkan memasuki ruang sidang;
3. Para pihak diperiksa identitasnya (surat kuasanya), demikian pula diperiksa surat ijin praktik dari organisasi advokat;
4. Apabila kedua belah pihak lengkap maka diberi kesempatan untuk menyelesaikan dengan perkara secara damai;
5. Ditawarkan apakah akan menggunakan mediator dari lingkungan PN atau dari luar (PERMA RI No.1 Tahun 2008);
6. Apabila tidak tercapai kesepakatan damai maka sidang dilanjutkan dengan pembacaan surat gugat oleh penggugat/kuasanya;
7. Apabila perdamaian berhasil maka dibacakan dalam persidangan dalam bentuk akta perdamaian yang bertitel DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YME;
8. Apabila tidak ada perubahan acara selanjutnya jawaban dari tergugat; (jawaban berisi eksepsi, bantahan, permohonan putusan provisionil, gugatan rekonvensi);
9. Apabila ada gugatan rekonvensi tergugat juga berposisi sebagai penggugat rekonvensi;
10. Replik dari penggugat, apabila digugat rekonvensi maka ia berkedudukan sebagai tergugat rekonvensi;
11. Pada saat surat menyurat (jawab jinawab) ada kemungkinan ada gugatan intervensi (voeging, vrijwaring, toesenkomst);
12. Sebelum pembuktian ada kemungkinan muncul putusan sela (putusan provisionil, putusan tentang dikabulkannya eksepsi absolut, atau ada gugat intervensi);
13. Pembuktian
14. Dimulai dari penggugat berupa surat bukti dan saksi.
15. Dilanjutkan dari tergugat berupa surat bukti dan saksi;
16. Apabila menyangkut tanah dilakukan pemeriksaan setempat;
17. Kesimpulan.
18. Musyawarah oleh Majlis Hakim (bersifat rahasia);
19. Pembacaan Putusan;
20. Isi putusan: a. Gugatan dikabulkan, b. Gugatan ditolak, c.
Gugatan tidak dapat diterima;
21. Atas putusan ini para pihak diberitahu hak-haknya apakah akan menerima, pikir-pikir atau akan banding. Apabila pikir- pikir maka diberi waktu selama 14 hari;
22. Dalam hal ada pihak yang tidak hadir maka diberitahu terlebih dahulu dan dalam waktu 14 hari setelah
pemberitahuan diberi hak untuk menentukan sikap. Apabila waktu 14 hari tidak menentukan sikap maka dianggap menerima putusan.
B. Simulasi Beracara Kasus Pidana
Struktur Kelengkapan Peradilan Semu Perkara Pidana
1. Hakim Katua : Ishak Nasroni 2. Hakim Anggota : Dina Sefriayanti 3. Panitera Pengganti : Ganjar Satya Atmaja 4. Jaksa Penuntut Umum : Ardiansyah
5. Kuasa Hukum (Pengacara) : Andika
6. Tersangka : Andri Agustian
7. Saksi : Dendi
1. BAP
Berdasarkan Surat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Polsek Banyumanik Polres Kota Semarang.
Bahwa Terdakwa :
Nama Lengkap : Erik Bin A Tempat Lahir : Semarang
Umur/Tgl. Lahir : 30 tahun/24 November 1992 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat tinggal : RT 03/01 Kelurahan A Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang - Provinsi Jawa Tengah
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta Pendidikan : SMA
Telah dengan melawan hukum melakukan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud d alam pasa l 363 KUH Pidan a sesuai dengan Laporan Po lis i Nomor LP/51 /II /2022/Po lsek Banyumanik tangga l 7 Februari 2022 yang dilimpahkan ke Ke jaksaan Nege ri Se mara ng untuk dilkakukan penuntu tan dem i kead ialan terhadap terdak wa di Pe ngadilan Negeri Semarang.
2. Dakwaan, :
JPU membacakan Dakwaan KEJAKSAAN NEGERI
SEMARANG ____________________
"UNTUK KEADILAN"
SURAT DAKWAAN
No. Reg. Perkara : 375/PDM-/SMRG/02/2022
A. Terdakwa
Nama Lengkap : Erik Tempat Lahir : Semarang
Umur/Tgl. Lahir : 30 tahun/24 November 1992 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat tinggal : RT 03/01 Kelurahan A Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang - Provinsi JawaTimur
Agama : Islam Pekerjaan : Wiraswasta Pendidikan : SMA
B. Penahanan
Penyidik : Dilakukan penahanan.
Penuntut Umum : Rutan tanggal 15 Februari 2022
C. Dakwaan:
PERTAMA:
Bahwa terdakwa Erik Bin A pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam bulan Februari Tahun 2022 bertempat di sebuah rumah mewah beralamat di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Semarang telah memasuki rumah dan mencuri di rumah tersebut dengan cara sebagai berikut :
Bahwa bermula terdakwa masuk melalui pintu belakang ruang dapur dengan mencongkel menggunakan alat. Kemudian terdakwa masuk ke dalam kamar utama dan membuka paksa lemari dan mengambil sejumlah perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih yang ada di dalam kamar utama. Perbuatan terdakwa dipergoki oleh seorang Asisten Rumah Tangga atau ART di rumah tersebut dan ART tersebut berteriak. Karena hal tersebut terdakwa memukul kepala ART menggunakan asbak rokok yang terdapat di dalam kamar tersebut yang mengakibatkan ART tersebut kemudian pingsan dan terdakwa melarikan diri. Saat sedang melarikan diri, terdakwa di pergoki oleh satpam setempat, dan akhirnya terdakwa di bawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
Bahwa Berdasarkan Visum et Repertum Nomor: XYZ/VER/a/II/2022 tanggal 8 Februari 2022 yang ditandatangani oleh Dr. Manalu, Sp. F dokter pada Rumah Sakit Umum Pemerintah Kota Semarang pada kesimpulannya menerangkan bahwa pada pemeriksaan luka di bagian
kepala ART tersebut dengan riwayat akibat benturan benda keras, ditemukan luka memar di bagian kepala sebelah kiri, yang dapat mengakibatkan seseorang jatuh pingsan, saat ART tersebut pingsan diperkirakan antara lima jam sampai di bawah enam jam sebelum dilakukan pemeriksaan.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat) diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
ATAU KEDUA:
Bahwa terdakwa Erik Bin A pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam bulan Februari Tahun 2022 bertempat di sebuah rumah mewah beralamat di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Semarang telah memasuki rumah dan mencuri di rumah tersebut telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan merugikan orang lain.
Bahwa bermula terdakwa telah mencelakai seseorang yang dengan sengaja melawan hukum hingga membuat seseorang jatuh pingsan.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 351. (1) Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,–.
Semarang, 22 Februari 2022 Penuntut Umum
Ttd.
ARDIANSYAH
JAKSA MADYA NIP. 00000000 Lampiran:
1. Laporan Polisi;
2. SKET;
3. BAP DI TKP;
4. Berita Acara Pemotretan Tempat Kejadian Perkara;
5. Surat Perintah Tugas;
6. Surat Perintah Penyidikan;
7. Surat Perintah Pengawasan Penyidikan;
8. SPDP;
9. Surat Perintah Penyitaan;
10. Berita Acara Penyitaan;
11. Dan seterusnya.
3. Eksepsi (Tidak adal).
4. Tanggapan Eksepsi (Tidak ada) 5. Surat Sela (Optinal)
6. Surat Tuntutan
JPU Membacakan Tuntutan
KEJAKSAAN NEGERI SEMARANG P-42 “ UNTUK KEADILAN “
SURAT TUNTUTAN
No. Reg. Perkara : PDM-/SMRG/02/2022
Majelis Hakim yang terhormat,
Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Semarang dengan memperhatikan hasil pemeriksaan sidang dalam perkara atas nama terdakwa :
Nama Lengkap : Erik Tempat Lahir : Semarang
Umur/Tgl. Lahir : 30 tahun/24 November 1992 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat tinggal : RT 03/01 Kelurahan A Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang - Provinsi JawaTimur
Agama : Islam Pekerjaan : Wiraswasta Pendidikan : SMA
Berdasarkan Surat Penetapan Hakim pada Pengadilan Negeri Semarang tanggal 27 Februari 2022 Nomor : 248/Pen.Pid.B/2009/PN.Smr, dengan Surat Pelimpahan Acara Pemeriksaan Biasa tanggal 22 Februari 2022 Nomor : No. Reg. Perkara : PDM/SMRG/02/2022 terdakwa dihadapkan ke depan persidangan dengan Dakwaan :
PERTAMA: ---
Bahwa terdakwa Erik Bin A pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam bulan Februari Tahun 2022 bertempat di sebuah rumah mewah beralamat di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Semarang telah memasuki rumah dan mencuri di rumah tersebut denga n cara sebagai berikut :
Bahwa bermula terdakwa masuk melalui pintu belakang ruang dapur dengan mencongkel menggunakan alat. Kemudian terdakwa masuk ke dalam kamar utama dan membuka paksa lemari dan mengambil sejumlah perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih yang ada di dalam kamar utama. Perbuatan terdakwa dipergoki oleh seorang Asisten Rumah Tangga atau ART di rumah tersebut dan ART tersebut berteriak. Karena hal tersebut terdakwa memukul kepala ART menggunakan asbak rokok yang terdapat di dalam kamar tersebut yang mengakibatkan ART tersebut
kemudian pingsan dan terdakwa melarikan diri. Saat sedang melarikan diri, terdakwa di pergoki oleh satpam setempat, dan akhirnya terdakwa di bawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
Bahwa Berdasarkan Visum et Repertum Nomor: XYZ/VER/a/II/2022 tanggal 7 Februari 2022 sekira pukul 08.00 wib yang ditandatangani oleh dr. Manalu, Sp. F dokter pada Rumah Sakit Umum Pemerintah Kota Semarang pada kesimpulannya menerangkan bahwa pada pemeriksaan luka di bagian kepala ART tersebut dengan riwayat akibat benturan benda keras, ditemukan luka memar di bagian kepala sebelah kiri, yang dapat mengakibatkan seseorang jatuh pingsan, saat ART tersebut pingsan diperkirakan antara lima jam sampai di bawah enam jam sebelum dilakukan pemeriksaan.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), orang yang melakukan pencurian dengan pemberatan (Curat) diancam dengan pidana penjara paling lama 7 tahun.
ATAU KEDUA:
Bahwa terdakwa Erik Bin A pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam bulan Februari Tahun 2022 bertempat di sebuah rumah mewah beralamat di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Semarang telah memasuki rumah dan mencuri di rumah tersebut telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan merugikan orang lain.
Bahwa bermula terdakwa telah mencelakai seseorang yang dengan sengaja melawan hukum hingga membuat seseorang jatuh pingsan.
Perbuatan terdakwa tersebut sebagaimana diatur dan diancam pidana menurut Pasal 351.
(1) Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,–.
PERTAMA---
Fakta-fakta yang terungkap dalam pemeriksaan dipersidangan : I. KETERANGAN SAKSI-SAKSI :
1. . Saksi ART, di bawah sumpah di depan persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :
Bahwa saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, membenarkan semua keterangannya di BAP Penyidik dan keterangannya itu memuat kejadian yang sebenarnya ;
Benar terdakwa telah memasuki sebuah rumah Tuan rumahnya di mana di tempat saksi bekerja dan memergoki terdakwa berada di dalam kamar utama dan mengambil barang-barang berupa perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih milik Tuan saksi bekerja.
Benar kejadiannya pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib saat Tuannya sedang tidak berada di rumah;
Selanjutnya saksi menerangkan pada saat saksi memergoki terdakwa di dalam kamar utama, terdakwa mengambil sebuah asbak yang terletak diatas meja dan memukulkan asbak tersebut ke kepala saksi.
Kemudian saksi menerangkan, setelah dipukul menggunakan asbak oleh terdakwa saksi jatuh pingsan
Bahwa saksi dalam keadaan sadar memeriksakan kondisi luka memar di bagian kepalanya di sebuah rumah sakit Pemerintah guna mendapatkan Visum et Repertum.
2. Saksi Satpam, di bawah sumpah di depan persidangan pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Bahwa saksi dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, membenarkan semua keterangannya di BAP Penyidik dan keterangannya itu memuat kejadian yang sebenarnya;
Benar terdakwa hendak mengambil barang milik Tuan rumahnya berupa perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih yang disimpan di dalam lemari di sebuah kamar utama milik Tuan rumahnya;
Benar kejadiannya pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib saat Tuannya sedang tidak berada di rumah;
Selanjutnya saksi menerangkan pada saat kejadian saksi sedang berjaga di pos Satpam rumah tersebut, tiba-tiba saksi melihat terdakwa berlari dan terjatuh di dekat pintu pagar rumah dan terdengar teriakan “Aduh, sialan. Pakek jatuh, lagi!” dan saksi langsung mendekati dan memborgol terdakwa.
Lalu saksi menerangkan, saat diperiksa di dalam tas sandang yang ada pada terdakwa terdapat perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih.
Benar kemudian saksi menyerahkan terdakwa ke Kantor Polsek Banyumanik.
Atas keterangan saksi-saksi tersebut terdakwa membenarkan.
II. KETERANGAN TERDAKWA :
o Terdakwa dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, membenarkan seluruh keterangannya di BAP Penyidik dan keterangannya itu memuat kejadian yang sebenarnya ;
o Benar terdakwa mengakui akan mengambil barang berupa perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih yang disimpan di dalam lemari di sebuah kamar utama di sebuah rumah mewah beralamat di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang.
o Benar kejadiannya pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib saat Tuan rumahnya sedang tidak berada di rumah;
o Benar pada saat sedang suasana hening terdakwa telah memasuki rumah tersebut dan mengambil sejumlah barang berharga serta memukul kepala saksi ART menggunakan asbak.
o Benar kemudian terdakwa berusaha kabur dan terjatuh saat melarikan diri serta ditangkap dan dierahkan Satpam ke Kantor Polsek Banyumanik.
III. PETUNJUK :
Dari fakta-fakta yang dalam pemeriksaan di persidangan didapat adanya persesuaian satu sama lainnya yang saling berhubungan antara keterangan saksi-saksi, barang bukti yang diajukan dan keterangan terdakwa sehingga diperoleh petunjuk tentang telah terjadinya tindak pidana yang dilakukan oleh terdakwa.
IV. BARANG BUKTI :
- 1 (satu) buah Laptop macbook pro berwarna putih.
- Perhiasan emas senilai 100 juta rupiah.
- Uang tunai 10 juta rupiah.
- 1 (satu) lembar kain yang terdapat bercak darah.
- 1 (satu) buah asbak.
- 1 (satu) lembar kertas bertuliskan keterangan hasil Visum et Repertum
Barang bukti yang diajukan di depan persidangan ini telah disita secara sah menurut hukum, karena itu dapat dipergunakan untuk memperkuat pembuktian dan Majelis Hakim telah memperlihatkan barang bukti tersebut kepada saksi dan atau terdakwa dan oleh yang bersangkutan telah membenarkannya.
V. ANALISA FAKTA :
Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan yang berasal dari keterangan saksi-saksi, keterangan terdakwa dan didukung adanya petunjuk dari hasil pemeriksaan yang selaras dengan yang terungkap di persidangan dan adanya barang bukti, dan setelah dilakukan analisa dapat diketahui adanya fakta-fakta hukum antara lain :
o Benar pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib bertempat di sebuah rumah mewah beralamat di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang terdakwa telah ditangkap oleh Petugas Polsek Banyumanik Kota Semarang karena melakukan tindak pidana pencurian.
o Benar pada saat kejadian terdakwa memasuki kamar uatama sebuah rumah mewah di Banyumanik.
o Benar di dalam kamar tersebut terdakwa mengambil barang-barang berharga di dalam lemari dan dipergoki ART serta memukul kepala ART tersebut menggunakan asbak.
o Benar kemudian Satpam menangkap terdakwa saat hendak melarikan diri tapi terjatuh dan diborgol kemudian diserahkan ke Kantor Polsek Banyumanik.
VI. ANALISA YURIDIS/PEMBUKTIAN :
Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan sebagaimana dikemukakan di atas, maka kami akan membuktikan Dakwaan yang didakwakan kepada terdakwa yaitu pasal 363 KUHP ayat (1) angka ke-(3) pencurian di waktu malam dalam sebuah rumah atau pekarangan tertutup yang ada rumahnya, yang dilakukan oleh orang yang ada di situ tidak diketahui atau tidak dikehendaki oleh yang berhak.
Ad. 1 Unsur ,“ Pencurian.”
- Bahwa yang dimaksud dengan “ Pencurian” adalah pengambilan property milik orang lain secara tidak sah tanpa seizin pemilik.
- Bahwa dengan dimajukannya terdakwa Erik Bin A dalam perkara ini maka unsur
“ Pencurian “ tersebut terpenuhi.
Ad. 2. Unsur “Malam Hari” :
- Malam Hari adalah waktu setelah matahari terbenam hingga matahari terbit.
Malam juga dapat didefinisikan sebagai suatu masa (waktu) ketika sebuah tempat sedang berada pada posisi yang tidak berhadapan dengan matahari, dan oleh karenanya menjadi gelap. Di mana susana dalam keadaan sepi dan dilakukan pada pukul 01.00 dinihari.
Ad.3. Unsur, “ Tidak Berhak”:
- Adalah terdakwa tidak memiliki Hak untuk mengambil barang yang bukan miliknya.
Ad.4. Unsur, “Dengan maksud untuk memiliki secara melawan hukum” :
- Adalah mengambil tanpa seizin pemiliknya untuk memiliki artinya mencuri dengan maksud ingin menguasai sebagai pemiliknya, seakan-akan dialah yang berhak atas barang itu dan barang bukti yang dihadirkan di depan persidangan berupa perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih adalah sah milik pemilik rumah mewah tersebut dan bukan sah milik terdakwa.
Berdasarkan uraian-uraian tersebut di atas maka kami Jaksa Penuntut Umum berpendaapt bahwa terdakwa Erik Bin A telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 363 seperti tersebut dalam Dakwaan kami.
ATAU KEDUA---
Terdakwa dapat dikenakan Pasal 351 ayat (1) tentang Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
Ad.5. Unsur, “Penganiayaan”
- Penganiayaan merupakan suatu tindakan yang melawan hukum, memang
semuanya perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang berakibat kepada dirinya sendiri.
- Bahwa dalam fakta persidangan saksi ART menerangkan bahwa proses kejadian pencurian yang dilakukan oleh terdakwa tersebut juga telah terjadi peristiwa pengainayaan oleh terdakwa dengan memukul kepala saksi ART menggunakan asbak yang menyebabkan kepala saksi ART mengalami luka memar kemudian jatuh pingsan.
- Bahwa dalam fakta persidangan terdakwa dalam keadaan sehat jasmani dan rohani telah mengakui jika dirinya memang telah memukul kepala saksi ART karena dipergoki saat mencuri.
- Bahwa barang bukti berupa 1 (satu) asbak, kain yang terdapat bercak darah serta hasil Visum et Repertum yang diperlihatkan dalam persidangan merupakan petunjuk sah bagi majelis untuk mengadili terdakwa.
Majelis Hakim yang terhormat,
Sebelum kami sampai kepada Tuntutan Pidana atas diri terdakwa perkenankanlah kami mengemukakan hal-hal yang kami jadikan pertimbangan dalam mengajukan Tuntutan Pidana yaitu :
Hal-hal yang memberatkan :
o Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat ; o Menimbulkan kerugian pihak lain ;
Hal-hal yang meringankan :
o Terdakwa belum pernah dihukum ;
o Terdakwa bersikap sopan selama di persidangan ; o Terdakwa mengakui semua perbuatannya.
Berdasarkan uraian tersebut diatas kami Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini, dengan memperhatikan ketentuan Undang-undang yang bersangkutan :
M E N U N T U T
Supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan :
1) Menyatakan terdakwa Erik Bin A bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 363 KUHP ayat (3) atau tuntutan alternatif Pasal 351 ayat (1).
2) Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erik Bin A dengan pidana penjara selama tujuh tahun atau dua tahun delapan bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah supaya tetap ditahan ;
3) Menyatakan barang bukti berupa :
- Perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih
(dikembalikan kepada pemilik rumah mewah di Kecamatan Banyumanik).
4) Menetapkan supaya terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 1.000,- (seribu rupiah)
Demikian Tuntutan Pidana ini kami bacakan dan serahkan dalam sidang hari Jumat tanggal 27 Februari 2022.
JAKSA PENUNTUT UMUM
dto ARDIANSYAH
JAKSA MADYA NIP. 00000000
7. Pledoi
Penasehat Hukum Membacakan Pledoi
NOTA PEMBELAAN/PLEIDOI PENASEHAT HUKUM
Dalam Perkara Pidana Nomor : 375/PDM-/SMRG/02/2022 DISAMPAIKAN ANDRIANSYAH
Mempermaklumkan dengan segala hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini : ANDIKA
Advokat & Penasehat Hukum pada Kantor Pengacara Barokah Lowyer, beralamat di Jalan Veteran RT 03/01 Kelurahan RD. PJKA Bandar Agung, Kec amatan Lahat Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan.
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tertanggal 12 Februari 2022, dan telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Semarang tanggal 12 Februari 2022 Nomor
11/SK/Pid/2022/PN.SMR, perkenankan kami selaku Penasehat Hukum dari Terdakwa :
Nama Lengkap : Erik Bin A Tempat Lahir : Semarang
Umur/Tgl. Lahir : 30 tahun/24 November 1992 Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat tinggal : RT 03/01 Kelurahan A Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang - Provinsi JawaTimur
Agama : Islam Pekerjaan : Wiraswasta Pendidikan : SMA
Bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Sdr. Jaksa Penuntut Umum dalam surat dakwaannya dengan dakwaan Alternatif yaitu melanggar pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dan Pasal 351.
Majelis Hakim Yang Mulia,
Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati :
Bahwa surat tuntutan (Requisitoir) Sdr. Jaksa Penuntut Umum telah dibacakan pada persidangan Pengadilan Negeri Semarang tanggal 22 Februari 2022 yang terbuka untuk umum, dimana Terdakwa telah dinyatakan terbukti melakukan perbuatan pidana sebagaimana yang diatur dan diancam dalam pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dan 351 KUHP, maka pada kesempatan ini izinkanlah kami selaku Penasehat Hukum dari Terdakwa -terdakwa
menyampaikan Pleidoi dengan Judul “KAMI BUTUH KEADILAN, BUKAN SEKEDAR ANALISA HUKUM”, sebagai berikut :
PENDAHULUAN
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan kekuatan fisik dan mental kepada kita semua dan pada akhirnya kami selaku Penasehat Hukum dari Terdakwa-terdakwa dapat menyusun dan membacakan Pleidoi ini.
Majelis Hakim Yang Mulia,
Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati :
Pertama-tama izinkanlah kami selaku Penasehat Hukum dari Terdakwa memulai Pleidoi ini dengan penggalan alinea pertama penjelasan Undang-Undang Nomor 16 tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, yang berbunyi sebagai berikut :
“Hak atas Bantuan Hukum telah diterima secara universal yang dijamin dalam Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR)). Pasal 16 dan Pasal 26 ICCPR menjamin semua orang berhak memperoleh perlindungan hukum serta harus dihindarkan dari segala bentuk diskriminasi.
Sedangkan Pasal 14 ayat (3) ICCPR, memberikan syarat terkait Bantuan Hukum yaitu: 1) kepentingan-kepentingan keadilan, dan 2) tidak mampu membayar Advokat.”
Karena itulah dasar dedikasi kami selaku Penasehat Hukum dalam menangani perkara ini.
Majelis Hakim Yang Mulia,
Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati :
Setelah kami mengikuti dan mengetahui hasil pemeriksaan saksi-saksi, pemeriksaan Terdakwa dalam perkara Pencurian, kami selaku Penasehat Hukum dari Terdakwa wajib mengemukakan apa yang benar dan apa yang salah, apa yang masuk akal dan apa yang tidak masuk akal. Karena dengan demikianlah kebenaran baru dapat terungkap dalam persidangan yang terhormat ini.
Dalam menegakkan hukum, tujuan kita bersama baik Majelis Hakim Yang Mulia, Penuntut Umum serta kami selaku Penasehat Hukum Terdakwa adalah sama, yaitu sama-sama mencari kebenaran yang sejati dalam perkara bukan hanya sekedar mencari alat bukti yang dapat menghukum Terdakwa-terdakwa belaka. Hal inilah sesungguhnya yang diminta oleh hukum dan didambakan oleh Terdakwa, keluarga Terdakwa maupun oleh masyarakat luas.
Kebenaran sejati itu hanya dapat ditemui dan ditegakkan dalam suatu proses peradilan yang jujur dan adil. Jika tidak demikian, bukan kebenaran sejati yang akan kita peroleh, melainkan potongan-potongan dari kebenaran dan jika dari potongan-potongan kebenaran itu ditarik suatu kesimpulan apalagi dijadikan dasar untuk memutus perkara ini, maka hasilnya akan lebih kejam dari seluruh kebohongan yang ada.
Majelis Hakim Yang Mulia,
Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati :
Setelah mendengar dan mempelajari surat tuntutan (Requisitoir) dari Jaksa Penuntut Umum, maka kami selaku Penasehat hukum Terdakwa menyampaikan pembelaan sebagai berikut :
1. Bahwa, asal muasal terjadinya kasus yang menyeret Terdakwa dalam perkara Pencurian adalah karena adanya perintah JABRIK (yang sekarang masuk dalam DPO) sebagai musuh dalam persaingan bisnis pemilik rumah mewah di Kecamatan Banyumanik dengan imbala n akan mendapatkan biaya pengobatan isteri terdakwa yang sedang dirawat di rumah sakit karena menderita penyakit kanker, sehingga terjadinya peristiwa pidana sebagaimana tertuang dalam Dakwaan Jaksa Penuntut Umum. Akan tetapi berdasarkan fakta-fakta yang
terungkap di persidangan, menurut kami adanya ketidakjelasan penerapan pasal yang tidak sesuai dengan perbuatan terdakwa.
TERDAKWA melakukan tindak pidana pencurian karena disuruh.
TERDAKWA melakukan tindak pidana pencurian karena terpaksa
JABRIK (DPO) sebagai pesaing bisnis pemilik rumah adalah orang yang memerintahkan terdakwa untuk mencuri barang-barang milik pemilik rumah.
JABRIK (DPO) sebagai sebagai pesaing bisnis pemilik rumah adalah orang yang berjanji akan memberikan sejumlah uang sebagai upah.
JABRIK (DPO) sebagai pesaing bisnis pemilik rumah adalah orang yang memerintahkan sekaligus pesaing bisnis pemilik rumah patut dituntut seberat- beratnya, karena JABRIK adalah Otak Pelaku.
Untuk itu perlu kiranya kami sampaikan dalam pembelaan (Pledoi) ini, antara lain : 1. Bahwa, Terdakwa adalah seorang pedagang kelontongan yang biasa beroperasi di
kawasan Pasar di Kecamatan Banyumanik.
2. Bahwa, Terdakwa dalam kesehariannya hanya mendapatkan hasil yang sangat minim dalam usahanya sebagai pedagang kelontongan.
3. Bahwa, semua tindakan yang dilakukan oleh Terdakwa dalam konteks perkara ini tiada lain mengenai “Misdaden plegen in opdracht van anderen” atau melakukan kejahatan atas perintah orang lain. Sebagaimana diatur dalam pasal 406 KUHP, yang berbunyi sebagai berikut :
Pasal 406 KUHP : (1) Barangsiapa dengan sengaja dan dengan melawan hak membinasakan, merusakkan, membuat sehingga tidak dapat dipakai lagi atau
menghilangkan sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya kepunyaan orang lain, dihukum penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak- banyaknya Rp. 4.500,—.
Kesimpulan : Bahwa tindak pidana yang dilakukan Terdakwa karena atas perintah seseorang “Misdrijven plegen omdat op bevel”, yaitu bahwa perkataan Loon atau “upahan”. Maka hal-hal dapat dihukumnya perbuatan-perbuatan untuk melaksanakan perintah tersebut menjadi ditiadakan.
4. Bahwa, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, Terdakwa menjalankan perintah dari JABRIK sebagaimana dimuat dalam Pasal 406. Oleh karena itu kami mohon YANG MULIA MAJELIS HAKIM dapat
mempertimbangkan dengan bijaksana sehingga perbuatan Terdakwa yang menyebabkan dapat dihukum menjadi ditiadakan.
2. Bahwa, apa yang didakwakan dan pasal yang dinyatakan Jaksa Penuntut Umum sebagai terbukti telah Terdakwa langgar itu adalah semata-mata merupakan keterpaksaan Terdakwa- selaku pedagang kelontongan dengan penghasilan kecil yang disuruh JABRIK dan
mendapatkan imbalan. Jadi secara hukum apa yang dilakukan Terdakwa adalah sesuai dengan keadaan yang terpaksa dan diberi upah oleh JABRIK, hingga Terdakwa melakukan kejatahan sebagaimana apa yang didakwakan dan pasal yang dinyatakan Jaksa Penuntut Umum. Oleh sebab itu, secara yuridis tidaklah sesuai pelanggaran hukum yang dilakukan Terdakwa dikenakan pasal tantang pencurian sebagai murni kejahatan yang disangaja dan penganiayaan.
3. Bahwa, dengan dibuktikan adanya perintah dari JABRIK sebagaimana dimaksud dalam pasal 406 KUHP sebagai pesaing bisnis pemilik rumah dan menyuruh Terdakwa, maka dapatlah disimpulkan bahwa secara jujur dan benar untuk kelurusan hukum (rektifikatif) tidak ada sedikitpun terbukti bahwa Terdakwa secara murni berniat sendiri melakukan dan melanggar ketentuan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP, sebagaimana telah didakwakan dan dinyatakan terbukti oleh Jaksa Penuntut Umum dalam Surat Tuntutannya.
4. Bahwa, berdasarkan hal-hal yang telah kami sampaikan tersebut di atas adalah sangat tidak yuridis untuk SERTA-MERTA HANYA MENGANALISA perbuatan Terdakwa dengan Pasal 363 KUHP dan mempersalahkan Terdakwa telah melakukan perbuatan pidana sebagaimana dinyatakan terbukti dalam Surat Tuntutan tertanggal 22 Februari 2022.
Majelis Hakim Yang Mulia,
Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati :
Berdasarkan argumentasi yuridis yang telah kami uraikan di atas, telah cukup dasar bagi kami selaku Penasehat Hukum Terdakwa memohon kepada Majelis Hakim Yang Mulia untuk memberikan putusan yang amarnya berbunyi sebagai berikut :
1. Menyatakan TERDAKWA tidak dapat dipidana melakukan tindak pidana yang didakwakan pada dakwaan tunggal pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP, karenanya mohon melepaskan Terdakwa dari segala dakwaan (ontslag van alle recht vervolging);
2. Mengembalikan nama baik, harkat dan martabat TERDAKWA kepada keadaan semula;
3. Membebankan segala biaya yang timbul dalam perkara ini kepada Negara;
Untuk menutup Pleidoi ini, izinkanlah kami mengutip kata-kata Nabi Muhammad SAW
“Menghukum dalam keraguan adalah dosa” dan di dunia hukum juga dikenal dalam keadaan
“IN DUBIO PRO REO” adalah “Jika terjadi keragu-raguan apakah Terdakwa salah atau tidak maka sebaiknya diberikan hal yang menguntungkan bagi Terdakwa, yaitu dibebaskan dari dakwaan”, kiranya Majelis Hakim Yang Mulia akan sependapat dengan kami.
Jika Majelis Hakim berpendapat lain, kami mohon agar Terdakwa mendapatkan keadilan yang seadilan-adilnya.
Semarang, 27 Februari 2022
Hormat kami,
Untuk dan atas nama Terdakwa Penasehat Hukumnya,
dto _________
ANDIKA
8. Replik 9. Duplik
10. Putusan
Hakim Membacakan Putusan PUTUSAN
Nomor : 876/PID/B/2013/PN.SMR
Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa
(1.1) Pengadilan Negeri Kota Semarang yang mengadili perkara Pidana pada Pengadilan tingkat pertama dengan acara pemeriksaan biasa telah menjatuhkan putusan atas terdakwa sebagai berikut :
(1.2) Nama Lengkap : Erik Bin A.
Tempat Lahir : Semarang
Umur/Tgl. Lahir : 30 tahun/24 November 1992.
Jenis Kelamin : Laki-laki
Kebangsaan/Kewarganegaraan : Indonesia.
Tempat tinggal : RT 03/01 Kelurahan A Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang - Provinsi JawaTengah.
Agama : Islam.
Pekerjaan : Wiraswasta.
Pendidikan : SMA.
(1.3)
Bahwa terdakwa Erik Bin A pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam bulan Februari Tahun 2022 bertempat di sebuah rumah mewah beralamat di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Semarang telah memasuki rumah dan mencuri di rumah tersebut dengan cara sebagai berikut :
(1.4)
Bahwa bermula terdakwa masuk melalui pintu belakang ruang dapur dengan mencongkel menggunakan alat. Kemudian terdakwa masuk ke dalam kamar utama dan membuka paksa lemari dan mengambil sejumlah perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih yang ada di dalam kamar utama.
Perbuatan terdakwa dipergoki oleh seorang Asisten Rumah Tangga atau ART di rumah tersebut dan ART tersebut berteriak. Karena hal tersebut terdakwa memukul kepala ART menggunakan asbak rokok yang terdapat di dalam kamar tersebut yang mengakibatkan ART tersebut kemudian pingsan dan terdakwa melarikan diri. Saat sedang melarikan diri, terdakwa di pergoki oleh satpam setempat, dan akhirnya terdakwa di bawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
(1.5)
Bahwa Berdasarkan Visum et Repertum Nomor: XYZ/VER/a/II/2022 tanggal 8 Februari 2022 yang ditandatangani oleh Dr. Manalu, Sp. F dokter pada Rumah Sakit Umum Pemerintah Kota Semarang pada kesimpulannya menerangkan bahwa pada pemeriksaan luka di bagian kepala ART tersebut dengan riwayat akibat benturan benda keras, ditemukan luka memar di bagian kepala sebelah kiri, yang dapat mengakibatkan seseorang jatuh pingsan, saat ART tersebut pingsan diperkirakan antara lima jam sampai di bawah enam jam sebelum dilakukan pemeriksaan.
(1.6)
Bahwa terdakwa Erik Bin A pada hari Senin tanggal 7 Februari 2022 sekitar jam 01.00 Wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu yang masih dalam bulan Februari Tahun 2022 bertempat di sebuah rumah mewah beralamat di Kecamatan Banyumanik Kota Semarang atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk daerah hukum Pengadilan Negeri Semarang telah memasuki rumah dan mencuri di rumah tersebut telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan merugikan orang lain.
(1.7)
Bahwa bermula terdakwa telah mencelakai seseorang yang dengan sengaja melawan hukum hingga membuat seseorang jatuh pingsan.
(2.1)
Dakwaan Jaksa Penuntut Umum ;
Jaksa Penuntut Umum dalam surat Dakwaan Nomor 375/PDM-/SMRG/02/2022 Bahwa sesuai fakta-fakta di persidangan, agar Pengadilan Negeri Semarang ;
- Menyatakan terdakwa Erik Bin A bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 363 KUHP ayat (3) atau tuntutan alternatif Pasal 351 ayat (1).
- Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Erik Bin A dengan pidana penjara selama tujuh tahun atau dua tahun delapan bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara dengan perintah supaya tetap ditahan ;
- Menyatakan barang bukti berupa : Perhiasan emas senilai 100 juta rupiah, uang tunai 10 juta rupiah, 1 unit laptop macbook pro berwarna putih dikembalikan kepada pemilik rumah mewah di Kecamatan Banyumanik.
- Menetapkan supaya terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.
1.000,- (seribu rupiah) (2.2)
Menimbang bahwa Unsur - unsur yang esensial yang harus dibuktikan pada dakwaan tersebut adalah :
1. Pencurian ; 2. Malam Hari ; 3. Tidak Berhak
4. Dengan Maksud Ingin Memiliki Secara Melawan Hukum
5. Memasuki Rumah atau Pekarangan Orang Lain di Malam Hari tapa izin Pemilik Sah.
(2.3)
Menimbang, bahwa selanjutnya masing - masing unsur tersebut akan dipertimbangkan satu persatu, apakah memenuhi perbuatan pidana yang dilakukan terdakwa sebagaimana
Dakwaan Penuntut Umum sebagai berikut dibawah ini;
(2.4)
Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi – saksi dan keterangan Terdakwa dihubungkan dengan barang bukti sebagaimana terurai dalam pemeriksaan perkara tersebut di atas, maka seluruh unsur yang ada dalam dakwaan Penuntut Umum telah terpenuhi, sehingga terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan perbuatan pidana sebagaimana dakwaan Penuntut Umum yang kualifikasinya akan disebut dalam amar putusan ini;
(2.5)
Menimbang, bahwa karena terdakwa telah terbukti melakukan perbuatan pidana
sedangkan bagi terdakwa tidak terdapat adanya alasan pemaaf ataupun pembenar ,maka terdakwa haruslah dinyatakan bersalah dan dihukum setimpal dengan kesalahanya ; (2.6)
Menimbang, bahwa karena terdakwa ditahan dalam perkara ini maka lamamnya terdakwa dalam tahanan dikurangkan dengan pidana yang dijatuhkanya ;
(2.7)
Menimbang bahwa karena terdakwa sekarang berada dalam tahanan, maka dalam amar putusan perkara ini dinyatakan terdakwa tetap dalam ditahan;
(2.8)
Menimbang, bahwa karena terdakwa dinyatakan bersalah, maka terdakwa dibebani untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini;
(2.9)
Menimbang, bahwa dalam penentuan pidana terdapat pada diri Terdakwa akan dipertimbangkan hal - hal :
(3.1)
YANG MEMBERATKAN
- Perbuatan Terdakwa merugikan orang lain ;
- Perbuatan Terdakwa telah meresahkan Masyarakat;
(3.2)
YANG MERINGANKAN
- Terdakwa bersikap sopan di persidangan ;
- Terdakwa mengakui dan menyesal atas perbuatannya ; - Terdakwa belum menikmati hasil perbuatannya ; - Terdakwa telah menjalani masa tahanan ;
(4.1)
Amar Putusan Hakim
a. Menyatakan Terdakwa : ERIK BIN A telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘’Pencurian dengan Pemberatan’’
b. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa oleh karena itu dengan penjara selama : 4 (Empat) tahun 6 (Enam) bulan ;
c. Menetapkan masa penahananya yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya;
d. Menetapkan barang bukti berupa : 1. Perhiasan senilai 100 juta rupiah ; 2. Uang tunai sebesar 10 juta rupiah ;
3. Satu unit Laptop Macbook warna putih dikemalikan kepada pemilik rumah mewah di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
e. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp 1000,-( Seribu rupiah) f. Menetapkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
Dimusyawarah pada tanggal ; 30 Februari 2022 ;
Oleh Hakim Ketua ;
Isak Nasroni ...dto
Oleh Hakim Anggota ;
Dina Sepriyanti...dto
Dibacakan pada tanggal ; 7 Maret 2022
C. Simulasi Bercara Kasus Perdata 1. Somasi.
Penggugat Melayangkan Somasi SOMASI
Kepada Yth.:
Jurianto
Kepala Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat Di Dusun I Desa Lubuk Atung
Dengan hormat,
Saya atas nama Armansyah selaku warga sekaligus Perangkat Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu, Kabupaten bersama ini menyampaikan Somasi kepada saudara selaku Kepala Desa Lubuk Atung yang telah memberhentikan saya secara sepihak dari jabatan Perangkat Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Lubuk Atung, No 17/SK/P-Des/II/12/2021, Tanggal 4 Februari 2021.
Somasi ini saya lakukan karena tidak adanya itikad baik dari Kepala Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu Kabupaten Lahat, Jurianto sebagai aparat pemerintah dalam menjalankan amanat pasal 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, perangkat desa itu bisa diberhentikan apabila yang bersangkutan meninggal dunia, berhenti sendiri (mengundurkan diri), atau diberhentikan.
Melalui Somasi ini, saya menyampaikan beberapa hal :
1. Dalam deklarasi Pilkades Serentak “Damai” yang dilakukan oleh Bupati Lahat, Cik Ujang, SH selaku deklarator menyampaikan bahwa sesuai dengan himbauan menteri dan Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan, Kepala Desa yang terpilih tidak boleh mengganti Perangkat Desa aktif dan masih dalam koridor aturan yang berlaku.
2. Pada tanggal 12 Desember 2020, Pilkades Seraentak digelar di seluruh kecamatan dalam lingkup Kabupaten Lahat. Saat itu, saya selaku rakyat yang mempunyai hak memilih tidak memilih saudara Jurianto sebagai Calon Kepala Desa Lubuk Atung.
3. Setelah saudara terpilih menjadi Kepala Desa Lubuk Atung, maka pada tanggal 15 Februari 2022 saudara telah mengumpulkan tim pemenagnan saudara menjadi kepala desa secara tertutup dan tidak mengundang saya selaku Perangkat Desa aktif.
4. Pada tanggal 4 Februari 2021, saudara telah mengeluarkan Surat Keputusan Kepala Desa Lubuk Atung, No 17/SK/P-Des/II/12/2021. (pasal 1 angka 9 UU Peradilan TUN).
Oleh sebab itu saya merasa dirugikan dan seperti tidak dihargai sebagai Perangkat Desa, karenanya tindakan saudara telah melanggar aturan yang berlaku.
Atas hal-hal tersebut di atas ksaya berpendapat sebagai berikut:
1. Bahwa SK pemberhentian saya dari Perangkat Desa yang saudara terbitkan saya anggap cacat demi hukum.
2. Bahwa saudara tidak mematuhi Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan.
3. Keputusan yang saudara lakukan terlalu dini dan prematur.
4. Saudara sudah tidak beritikad baik terhadap saya.
Kami menilai tindakan Saudara memberhentikan saya secara sepihak dari jabatan sebagai Perangkat Desa Lubuk Atung adalah tindakan penghinaan terhadap prinsip-prinsip negara hukum dan tindakan Contemt of Court atau penghinaan terhadap lembaga peradilan dalam
bentuk ketidakpatuhan terhadap apa yang telah diputuskan oleh atasan. Hal ini didasarkan pada:
1. Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan Negara Indonesia adalah Negara Hukum. Dalam sturuktur pemerintahan Indonesia dikenal lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Pengadilan Tata Usaha Negara merupakan lembaga yudikatif yang berfungsi menegakkan hukum dan keadilan atas setiap tindakan hukum Pejabat Tata Usaha Negara yang melanggar hak orang lain. Berdasarkan doktrin hukum yang ada putusan pengadilan merupakan hukum yang berlaku untuk setiap orang tanpa kecuali. Sehingga sudah seharusnya untuk dipatuhi;
2. Tindakan Saudara melanjutkan memecat saya merupakan tindakan yang
mempertontonkan arogansi kekuasaan ketimbang kebijaksanaan aparat pemerintah dalam mengelola negara. Sebagai seorang aparat pemerintah yang memegang Jabatan Kepala Desa hal ini merupakan preseden yang sangat buruk dalam menjalankan amanat pemerintahan yang diberikan oleh Presiden selaku atasan Saudara yang notabene dipilih secara demokratis oleh masyarakat desa;
3. Tindakan saudara melanggar pasal 7 huruf K Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan sehingga tindakan saudara melanggar asas
kepastian hukum serta asas kecermatan demikian juga merupakan pelanggaran terhadap undang-undang;
Atas hal-hal tersebut di atas, saya menuntut Kepala Desa Lubuk Atung, Kecamatan Pseksu, Kabupaten Lahat dalam jangka waktu 3 X 24 jam sejak surat peringatan ini dibacakan wajib untuk menghormati hukum dan mencabut Surat Keputusan Pemberhentian saya dari
Perangkat Desa sampai adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap.
Jika Saudara tidak mematuhi Somasi, saya akan:
1. Melakukan tindakan hukum dengan mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Tat Usaha (TUN) Provinsi Sumatera Selatan Negara di Palembang;
2. Memperbaiki nama baik saya yang telah tercoreng oleh Pemecatan Sepihak yang saudara laukukan.
Lubuk Atung, 6 Februari 2021 Hormat saya,
dto ARMANSYAH Tembusan :
1. Camat Kecamatan Pseksu;
2. Bupati Kabupaten Lahat;
2. Surat Kuasa
Penggugat melalui Pengacaranya Memberikan Surat Kuasa SURAT KUASA KHUSUS
No. / 001/SKK-BL/IV/20 Yang bertanda tangan dibawah ini:
Nama : ARMANSYAH Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Gang Cempaka, RT 04/01 Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Lahat, - Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri, selanjutnya disebut sebagai Pemberi Kuasa;
MEMBERI KUASA PENUH KEPADA : 1. ISHAK NASRONI, SH
2. HENDRIADI, SH 3. IVI HAMSYAH, SH 4. NOPIRIADI, SH
ADVOKAT / PENASIHAT HUKUM, baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri,
berkantor pada kantor Pengacara Barokah Lawyer di Jalan Veteran RT 03/01 Kelurahan RD PJKA Bandar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.. Pemberi Kuasa memilih kediaman hukum / domisili hukum di kantor tersebut di atas. Selanjutnya disebut sebagai Penerima Kuasa
--- K H U S U S --- Berdasarkan Pasal 1792 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUH Perdata”) menyatakan bahwa: “Pemberian kuasa ialah suatu persetujuan yang berisikan pemberian kekuasaan kepada orang lain yang menerimanya untuk melaksanakan sesuatu atas nama orang yang memberikan kuasa”.
Untuk itu pemberi kuasa menguasakan sepenuhnya kepada penerima kuasa untuk mendampingi, memberikan nasihat hukum dan mengajukan permohonan dalam arti seluas-luasnya tanpa sesuatu yang dikecualikan kepada Pemberi Kuasa di Pengadilan Negeri Lahat.
Dan selanjutnya untuk menghadap semua instansi baik Kepolisian RI, Kejaksaan RI, Pengadilan, Petugas/pejabat diseluruh Indonesia, menyusun, menandatangani, mengesahkan, mengajukan / menjalankan gugatan Praperadilan, mengajukan / menjalankan gugatan-2 perkara-perkara, mengambil, menerima segala surat-surat, dokumen-dokumen, memberi keterangan-keterangan, memorie-memorie, kesimpulan-kesimpulan, mengajukan bukti-bukti, membantah, keterangan-keterangan, bukti-bukti pihak lawan, membuat dan menyuruh membuat segala panggilan-panggilan, somasi-somasi/teguran-teguran, meminta putusan sela, maupun akhir, dan penetapan-penetapan, memohon atau membantah sita jaminan (conservatoir beslag), revindicatoir beslag dan/atau putusan provisional, meminta salinan atau petikan dari semua surat-surat, meminta/mengajukan verzet/perlawanan terhadap semua
putusan, menghentikan dan mengangkat lagi terhadap semua pelaksanaan putusan, menjalankan, melawan perkara, memohon putusan dijalankan dengan segala cara menurut hukum, juga perlu dengan paksaan badan, untuk itu memberi kuasa kepada juru sita, meminta angkat sumpah, apabila perlu menggugat kembali (rekonpensi), menyerahkan kepada dan/atau menerima pertimbangan pengadilan, membuat penawaran-penawaran, perundingan- perundingan, perdamaian, dan menentukan syarat-syaratnya, baik diluar maupun didalam pengadilan dan menandatangani akte perdamaian atas izin dan sepengetahuan pemberi kuasa, menunjuk dan menentukan syarat-syarat arbitrase, mengajukan banding, kasasi, dan meminta perkara diperiksa lagi menurut hukum (peninjauan kembali), menghadap atau menghubungi semua instansi, pejabat, swasta, atau/pribadi, baik secara lisan maupun tertulis guna memperoleh keterangan-keterangan, salinan-salinan atau petikan dan/atau foto copy dari segala surat guna pembuktian dalam persidangan, menentukan syarat-syarat lelang, menandatangani berita atau tuntutan, memilih tempat kedudukan (domicilie) umum dan khusus, membela semua kepentingan pemberi kuasa, didalam maupun diluar pengadilan, dengan mempergunakan segala upaya hukum dan/atau mengambil tindakan-tindakan hukum, membuat segala-galanya menurut hukum yang dianggap perlu, penting, baik dan berguna oleh yang diberi kuasa, tidak ada yang dikecualikan, kuasa ini diberikan hak retensi, serta dimana perlu kuasa ini dapat disubtitusikan kepada orang lain dengan syarat-syarat yang sama.
Surat kuasa ini berlaku sejak ditandatangani bersama. Pembatalan dan pencabutan secara sepihak tidak akan mengakhiri kuasa ini.
Lahat, 18 April 2020 Penerima Kuasa, Pemberi Kuasa,
dto dto
ISHAK NASRONI, SH ARMANSYAH HENDRIADI, SH : ...dto
IVI HAMSYAH, SH : ...dto NOPIRIADI, SH : ...dto
3. - Gugatan
Penggugat melalui Kuasa Hukunya mengajukan Gugatan
SURAT GUGATAN
Lahat, 8 Februari 2021
Kepada
Yth. Ketua Pengadilan Tata Usaha Sumatera Selatan di-.
Jl. Jenderal Ahmad Yani Palembang, Provinsi Sumatera Selatan 30116 Dengan hormat,
Yang bertanda tangan di bawah ini saya :
Nama : ARMANSYAH Kewarganegaraan : Indonesia Tempat tinggal : 4 Januari 2000 Pekerjaan : Perangkat Desa
Berdasarkan surat kuasa khusus Nomor 17 tanggal 20 Desember 2021 memberikan kuasa kepada :
Nama : ISHAK NASRONI, SH Kewarganegaraan : INDONESIA
Pekerjaan : Advokat, berkantor di Kelurahan RD. PJKA Bandar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat.
selanjutnya disebut sebagai PENGGUGAT ;
Dengan ini Penggugat mengajukan gugatan terhadap Kepala Desa Lubuk Atung berkedudukan di Lubuk Atung, untuk selanjutnya disebut sebagai TERGUGAT ; I. Objek Sengketa :
Surat Keputusan Kepala Desa Lubuk Atung, No 17/SK/P-Des/II/12/2021, Tanggal 4 Februari 2021.
(pasal 1 angka 9 UU Peradilan TUN).
II. Tenggang Waktu Gugatan : 7 hari
- Bahwa Objek Sengketa diterbitkan Tergugat tanggal 4 Februari 2021
- Bahwa Objek Sengketa tersebut diterima /diketahui Penggugat pada tanggal 7 Februari 2021.
- Bahwa gugatan a quo diajukan pada tanggal 8 Februari 2021
- Bahwa oleh karenanya Gugatan a quo diajukan masih dalam tenggang waktu sesuai dengan pasal 55 UU Peradilan TUN
(pasal 55 UU Peradilan TUN).
III. Kepentingan Penggugat Yang Dirugikan :
Penggugat merasa dirugikan karena Penggugat adalah perangkat desa yang masih berlaku masa Surat Keputusan Kepala Desa sebelumnya sesuai dengan alat bukti
SK Pengangkatan Perangkat Desa atas nama penggugat. Dan Kepala Desa Lubuk Atung yang baru terpilih dengan memberhentikan penggugat secara sepihak.
Sehingga penggugat merasa dirugikan. (pasal 53 UU Peradilan TUN) IV. Posita/Alasan Gugatan :
(Uraikan kronologi dan alasan gugatan :
- SK pemberhentian terhadap penggugat melanggar pasal 5 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, perangkat desa itu bisa diberhentikan apabila yang bersangkutan meninggal dunia, berhenti sendiri (mengundurkan diri), atau diberhentikan.
- Dan/atau Melanggar Asas-asas pemerintahan yang menghargai perangkat desa.
V. Permohonan Penundaan :
- Bahwa Objek sengketa ternyata akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2021, sehingga terdapat keadaan mendesak .
- Bahwa apabila Surat Objek Sengketa dilaksanakan maka Penggugat akan sangat dirugikan/terdapat keadaan yang sulit untuk dikembalikan/dipulihkan seperti keadaan semula.
- Bahwa fakta fakta diatas telah memenuhi ketentuan pasal 67 UU Peradilan TUN.
- Bahwa oleh karenanya Penggugat mohon agar diterbitkan Penetapan yang berisi perintah kepada Tergugat agar menunda Pelaksanaan Pemberhentian terhadap Penggugat, sampai perkara a quo berkekuatan hukum tetap. (pasal 67 UU Peradilan TUN).
VI. Petitum/Tuntutan : A. Dalam Penundaan.
- Mengabulkan Permohonan Penundaan yang diajukan Penggugat.
- Jika Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berpendapat lain mohon kiranya memberikan putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).
B. Dalam Pokok Perkara/Sengketa.
1. Mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya ;
2. Menyatakan batal atau tidak sah Surat Keputusan Pemberhentian Perangkat Desa17/SK/P-Des/II/12/2021, Tanggal 4 Februari 2021.
3. Mewajibkan Tergugat untuk mencabut Surat Gugatan Penggugat No Nomor 123/Pdt.G/2021/PTUN Sumsel
4. Menghukum Tergugat membayar biaya perkara ;
Hormat Kami,
Penggugat/ Kuasa Hukum Penggugat, dto
ISHAK NASRONI
- Eksepsi
Tergugat Menyampaikan Eksepsinya
EKSEPSI DAN JAWABAN TERGUGAT Dalam perkara Perdata Nomor 123/Pdt.G/2021/PTUN-Sumsel
Antara
JURIANTO --- TERGUGAT Melawan
ARMANSYAH --- PENGGUGAT _____________________________________________________________
Lahat, 7 Februari 2022
Kepada Yth:
Ketua dan Majelis Hakim Perkara Nomor 123/Pdt.G/2021/PTUN-Sumsel Pengadilan Tata Usaha Negara Sumatera Selatan
di
Palembang
Mempermaklumkan dengan segala hormat,
Kami yang bertanda tangan di bawah ini, ISHAK NASRONI, SH ; ARDIANSYAH, SH ; DINA SEFRIANTI, SH ; DENDI ABSORYANTO, SH ; ANDIKA PUTRALIANZAH, SH ; GANJAR STYA ATMAJA, SH ; ANDRI AGUSTIAN, SH Advokat/Pengacara; adalah adalah advokat pada Kantor Hukum BAROKAH LAWYER yang berkantor di Kelurahan RD. PJKA Bandar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat Sumatera Selatan, dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama serta mewakili kepentingan hukum klien kami JURIANTO sebagai Tergugat dalam perkara a quo berdasarkan Surat Kuasa yang telah didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Tata Usaha Negara Sumatera Selatan di Palembang dengan ini menyampaikan eksepsi dan jawaban atas gugatan Penggugat dalam perkara perdata Nomor 123/Pdt.G/2021/PTUN-Sumsel sebagai berikut:
A. DALAM EKSEPSI
1. GUGATAN PENGGUGAT ADALAH GUGATAN PREMATUR (Terlalu dini).
--- Bahwa Penggugat terlalu cepat mengambil tindakan atau langkah hukum dengan melayangkan surat gugatan ke PTUN, karena hingga surat gugatan tersebut didaftarkan ke PTUN Sumsel, TERGUGAT belum pernah secara sah memberikan Surat Keputusan dan melantik Perangkat Desa yang baru.
--- Bahwa karena surat gugatan prematur atau terlalu dini dan tidak berdasar. Karena itu gugatan Penggugat sudah seharusnya dinyatakan tidak diterima.
2. GUGATAN PENGGUGAT SALAH ALAMAT
--- Bahwa Penggugat dalam gugatannya yang didaftarkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara Sumatera Selatan di bawah Register perkara Nomor 123/Pdt.G/2021/PTUN-Sumsel pada tanggal 8 Februari 2022 dengan objek Pemberhentian Perangkat Desa secara sepihak Surat Keputusan Kepala Desa Lubuk Atung, No 17/SK/P-Des/II/12/2021, Tanggal 4 Februari 2021.
--- Bahwa kalaulah dalam hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat terputus karena diberhentikan, maka wajar bila Camat Pseksu dijadikan sebagai Tergugat oleh Penggugat. Namun sebagaimana didalilkan Penggugat sendiri bahwa Surat Keputusan tidak