Sidang Paripurna II DRN dan Seminar Nasional :
“ Dukungan Kebijakan Riset dan Inovasi Untuk Peningkatan Daya Saing Industri”
Jakarta, 14 November 2016
KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA
Dr. Ir. Jumain Appe, M.Si
Direktur Jenderal Penguatan Inovasi
14/11/2016 2
14/11/2016 2
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
Arahan RPJPN 2005-2025
• Visi:
INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU, ADIL DAN MAKMUR
• MISI:
1.Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila.
2.Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing.
3.Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum.
4.Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu.
5.Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan 6.Mewujudkan Indonesia asri dan lestari
2
Mewujudkan
masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang dengan
struktur
perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif
Menata kembali NKRI, membangun Indonesia yg aman dan damai, yg adil dan demokratis dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik
Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM,
membangun
kemampuan iptek, memperkuat daya saing perekonomian
RPJMN Tahun 2005-2009
RPJMN Tahun 2015-2019
RPJMN Tahun 2020-2024
Memantapkan
pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan
pembangunan
keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan iptek RPJMN
Tahun 2010-2014
VISI
Pembangunan 2025
Penciptaan nilai tambah berbasis keunggulan kompetitif
(SDA + SDM + IPTEK)
Arah Pembangunan Nasional Jangka Panjang
14/11/2016 4
14/11/2016 4
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
9 (Sembilan) Agenda Prioritas Pembangunan (Nawa Cita)
1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara;
2. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan terpercaya;
3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan;
4. Memperkuat kehadiran negara dalam melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya;
5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia;
6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional;
7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik;
8. Melakukan revolusi karakter bangsa;
9. Memperteguh ke-bhinneka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.
‘Empowering’ Politik Luar Negeri Bebas aktif (Non Alignment);
Memaksimalkan kerjasama G20, B20
Mencegah Middle Income Trap
Ekonomi Inovasi (Iptek) berbasis SDA dan Budaya
– Keunggulan Komparatif menjadi Keunggulan Kompetitif – Konsumtif menjadi Produktif
– Diferensiasi menjadi Terintegrasi
PILIHAN UNTUK INDONESIA
14/11/2016 6
14/11/2016 6
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS
MENUJU KEUNGGULAN KOMPETITIF
14/11/2016 8
14/11/2016 8
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
GLOBAL COMPETITIVE INDEX – INDONESIA 2015-2016
http://reports.weforum.org/global-competitiveness-report-2015- 2016/economies/#economy=IDN
Rank at 41 of 140 Countries
1st pillar: Institutions 4.1
2nd pillar: Infrastructure 4.2
3rd pillar: Macroeconomic environment 5.5 4th pillar: Health and primary education 5.6 5th pillar: Higher education and training 4.5 6th pillar: Goods market efficiency 4.4 7th pillar: Labor market efficiency 3.7 8th pillar: Financial market development 4.2 9th pillar: Technological readiness 3.5
10th pillar: Market size 5.7
11th pillar: Business sophistication 4.3
12th pillar: Innovation 3.9
Indicators Score Rank Indicators Score Rank Indicators Score Rank 9th pillar: Technological
Readiness 3.5 85 11th Pillar: Business
Sophistication 4.3 36 12th pillar: Innovation 3.94 30
Availability of latest
technologies 4.8 68 Local Supplier Quantity 4.7 39 Capacity for innovation 4.7 30
Firm-level technology
absorption 5.1 41 Local Supplier Quality 4.2 74 Quality of scientific
research institutions 4.3 41
FDI and technology transfer 4.6 54 Value Chain Breadth 4.3 31 Company spending on
R&D 4.2 24
Individuals using Internet,
%* 17.1 113 State of Cluster
Develop. 4.4 28 University-industry
collaboration in R&D 4.5 30
Fixed-broadband Internet
subscriptions/100 pop.* 1.2 106 Nature of competitive
advantage 3.7 51 Gov’t procurement of
advanced tech products 4.2 13
Int’l Internet bandwidth, kb/s
per user* 6.2 111 Production process
sophistication 4.1 48 Availability of scientists
and engineers 4.6 34
Mobile-broadband
subscriptions/100 pop.* 34.7 76 Extent of marketing 4.8 35 PCT patents,
applications/million pop.* 0.1 102
Pillar: Technological Readiness, Business Sophistication & Innovation
Sumber: http://reports.weforum.org/global-competitiveness-report-2015-2016/economies/#economy=IDN
14/11/2016 10
14/11/2016 10
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
(1) Postur Tipe-Tipe Industri di Indonesia
Sumber: Presentasi Kementerian PPN/Bappenas, Raker 2016
Kondisi Eksisting Industri Indonesia
Sumber: Presentasi Kementerian PPN/Bappenas, Raker 2016
(2) Rantai Penciptaan Nilai Tambah
14/11/2016 12
14/11/2016 12
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti 12
INTEG- RATOR
Industri Pembuatan Komponen
Industri Pendukung
IKM Komponen Pendukung
& Part
Pendanaan Riset dan Inovasi
DUKUNGAN RISET DAN INOVASI
Kerjasama dengan lembaga Litbang (SDM dan Infrastrutkur Lab)
Inkubator Teknologi
Inkubasi Bisnis Teknologi
Model Kemandirian Industri Nasional
dan Peran Kemenristek Dikti
IMPLEMENTASI SISTEM INOVASI NASIONAL
Potensi Nasional
(SDA & BUDAYA)
Mendorong Kekuatan
Ekonomi Nasional.
Inovasi
•Masyarakat
•BUMD/BUMN
•Investor
•PT
•LPNK
•Lemlit
•KEUANGAN, BAPENAS
•SEKTOR
•RISTEKDIKTI
•Perindustrian dll
ACADEMIA
PENGIKAT (Kebijakan Nasional)
KESAMAAN LANGKAH (INSENTIF)
TRIGGER (INSENTIF)
INDUSTRI/
COMMUNITY
14/11/2016 14
14/11/2016 14
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
PENGUATAN SISTEM INOVASI
NASIONAL INDONESIA
Contoh Inisiatif Pelaksanaan Sistem Inovasi
1. Pengembangan Klaster Inovasi untuk mendukung Kawasan Ekonomi a.l KEK, Kawasan Industri 2. Revitalisasi PUSPITEK sebagai S & T Park
• Menjadikan PUSPITEK sebagai Badan Layanan Umum (BLU)
• Menjadikan PUSPITEK sebagai pusat unggulan riset berteknologi tinggi 3. Pembentukan Klaster Inovasi Daerah untuk Pemerataan Pertumbuhan
• Model Pengembangan Kasawasan Inovasi Perikanan di Wilayah Bagian Timur Indonesia,
• Model Pengembangan kawasan industri inovasi produk-produk hilir yang terintegrasi, untuk pengembangan kelapa sawit, kakao dan kopi.
• Model Pengembangan Kawasan Inovasi Energi yang berbasis non-renewable dan renewable energy,
• Model Pengembangan Kawasan Peternakan di Wilayah Sulawesi Selatan, NTB dan NTT
• Model Pengembangan Kawasan Industri Perkapalan di Jawa Timur dan Batam
• dll
4. Penguatan Aktor Inovasi
• Menciptakan SDM yang kompeten
• Optimalisasi sumber daya manusia berpendidikan S2 dan S3
• Pengadaan laboratorium berstandar internasional
• Kerjasama internasional
14/11/2016 16
14/11/2016 16
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti 16
Peran Strategis
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
DAYA SAING LEMBAGA YANG
BERKUALITAS INOVASI
SUMBERDAYA BERKUALITAS
TENAGA KERJA TERAMPIL DIKTI PENELITIAN DAN
PENEMBANGAN
Arah Kebijakan Kemenristek Dikti
Arah:
1. Meningkatkan tenaga terdidik dan terampil berpendidikan tinggi.
2. Meningkatkan kualitas
pendidikan tinggi dan lembaga litbang.
3. Meningkatkan sumber daya litbang dan pendidikan tinggi yang berkualitas.
4. Meningkatkan produktivitas penelitian dan pengembangan.
5. Meningkatkan inovasi bangsa.
Fokus bidang utama : 1.Pangan,
2.Energi,
3.Teknologi dan Manajemen Transportasi,
4.Teknologi Infomasi dan Komunikasi, 5.Teknologi Pertahanan dan
Keamanan,
6.Teknologi Kesehatan dan Obat, dan
7.Material Maju.
14/11/2016 18
14/11/2016 18
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti 18
UJI ALPHA (α)
1. Pengembangan purwarupa (prototype) 2. Replikasi
3. Uji laboratorium
UJI BETA (β)
1. Uji Lapangan (lingkungan pengguna/nyata) 2. Pengembangan
Lanjut
DIFUSI
1. Aplikasi di pengguna 2. Komersialisasi awal 3. Pengembangan pasar 4. Komersialisasi lanjut
EKSPLORASI
1. Ide/Konsep 2. Riset Eksplorasi 3. Feasibility/Scanning
Penguatan Inovasi
Lingkup Penguatan Riset dan Inovasi Nasional
Inventions
Penguatan R&D
Innovation
TRL 1 - 6 TRL 7 – 9
STRATEGI RISET DAN INOVASI:
Balanced Demand Driven dan Supply Push
Product Development
Tecnology
Take to
market Take
to market
Basic Research
2-3 Years
Market identified
Market to be identified
Many years of R&D Research
grants
Technology grants
Innovation Support: sertifikasi, uji, standarisasi, pilot scale, trial productin, insentif, regulasi
Demand Driven
Supply Push
14/11/2016 20
14/11/2016 20
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti Perilaku budaya
Kesesuaian Iptek yang dimiliki dengan yang dibutuhkan
Kebutuhan pasar dan perkembangan teknologi Dunia Usaha/Industri
atau Perusahaan Kapasitas litbang Tatakelola perusahaan
Struktur pasar Kapasitas produksi
Kinerja inovasi
Perguruan Tinggi
& Lembaga litbang Kapabilitas litbang Fokus bidang riset Pola pengorganisasian Kapasitas pemanfaatan
Kinerja litbang
Saluran Interaksi
Promosi
program Insentif fiskal dan pendanaan
INDUSTRY – SCIENCE RELATIONSHIP
(ISR)
Dukungan pengelolaan dan pendanaan riset
Tatakelola dan tatalaksana Intermediaries
Struktur Insentif
Regulasi
Kerangka Konseptual
Hubungan Industri dengan Organisasi Publik Sains/Iptek
Sumber : Benchmarking Industry-Science Relationships. OECD. 2002
(*) Teaching Industry, dikembangkan sesuai target pembangunan bidang/sektor
Konsep Pengembangan Teaching Industry
Teaching Industry
(*)
Pemerintah Republik Indonesia
(Kementerian Keuangan, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Ristek & Dikti)
Perguruan Tinggi
Lembaga Litbang Industri/Pabrik
Insentif pajak Pemenuhan
kebutuhan anggaran
market driven,
foresight technology., revenue SDM ahli, teknologi,
kebutuhan spesifik
order/load kapasitas
Peran PT/Litbang : 1.Memenuhi fixed cost 2.Teknologi dan SDM ahli
3.Kapasitas produksi/ “fabrication lab”
Nilai Tambah Nasional 1. Pemenuhan kebutuhan dalam negeri
2. Peningkatan TKDN (daya saing dan kemandirian industri) 3. Pengembangan dan pemenuhan tenaga kerja trampil 4. Peningkatan ekspor produk DN
Peran Industri :
1.Pemberi order (load) 2.Quality control 3.“Bapak angkat”
4.Informasi dinamika pasar
Pengadaan pemerintah
Pengadaan pemerintah
14/11/2016 22
14/11/2016 22
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
Regulating Executing Empowering
1. Mobility Peneliti/ Perekayasa/
Dosen ke Industri 2. Reward bagi Peneliti/
Perekayasa/Dosen Penilaian angka kredit 3. Pengaturan Royalti atas
Komersialisasi Paten DN 4. Flexibility pendanaan riset,
pengembangan dan inovasi melaui skema Block Grant
5. Insentif Fiskal dan Non Fiskal 6. Pengadaan Pemerintah untuk pre
komersial produk hasil R&D 7. Penjaminan Resiko/Asuransi
Teknologi/ sistem jaminan inovasi 8. Kewajiban bagi setiap PTN
untuk menghasilkan produk inovasi setiap tahun
9. Harmonisasi Kebijakan Sektoral
1. Roadmap Prioritas Produk Inovasi Thn. 2025)
2. Fasilitasi Pendanaan Inovasi a. Penerapan Teknologi di
Industri
b.Inovasi PT di Industri c. Perusahaan Pemula
Berbasis Teknologi d.Inovasi PPBT di PT 3. Pengembangan Teaching
Industri
4. Pengembangan Konsorsium Inovasi
5. Pengembangan Wahana Interaksi ABG Industri (STP, Klaster Inovasi)
1. Pengembangan/Penguatan unit-unit Intermediasi/ Technology Transfer Office – TTO
2. Pengembangan Help Desk untuk konsultasi inovasi bagi IKM
3. Pengembangan Pusat – Pusat Pelatihan 4. Penguatan Standarisasi berbasis hasil R&D
Penguatan Lembaga Uji dan Sertifikasi 5. Memperkuat kolaborasi dengan BUMN dan
Industri sebagai penggerak inovasi 6. Regionalisasi Inovasi PT 7. Pengembangan database dan sistem
informasi inovasi
8. Penguatan difusi dan diseminasi; pameran dan promosi; Business Gathering
9. Penguatan Kerjasama Internasional (G to G;
B to B)
10. Penguatan Neraca Inovasi dan Daya Saing
INISIATIF PENGUATAN INOVASI NASIONAL
(Rakernas 2016)
Contoh Program Riset dan Inovasi Inovasi untuk
Kemandirian dan Substitusi Impor
14/11/2016 24
14/11/2016 24
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
PRODUK ALAT KESEHATAN - UGM
Berfungsi sebagai blood
haemostatic pasca pencabutan atau operasi gigi
Sponge pertama di Indonesia yang memiliki sertifikasi halal dan aman digunakan
Untuk mengetahui adanya sel kanker nasfaring dalam darah pasien
Ina Shunt
Berfungsi untuk
mengalirkan cairan otak dari rongga ventrikel menuju rongga perut (peritoneal) pada pasien hidrosefalus
Membantu mengatasi problema kesehatan bagi penderita jantung korones
Ina Stent
Lembaga Pelaksana : UGM
Lembaga Mitra :
PT. Gama Multi Usaha, Yayasan Hepatika, PT. Swayasa Prakarsa, PT. Phapros, PT. Indofarma, PT. Kimia Farma dan PT. Kalbe FarmaIjin produksi sudah keluar dan siap produksi (proses trial produksi)
Ijin Produksi sudah keluar dan siap produksi
Ijin produksi dan edar sudah keluar, dan masih
dalam proses pengurusan e catalog Proses Uji Klinis
03
5
M A T E R IA L M A J U
Pemanfaatan Inovasi Teknologi Biomaterial untuk Pembuatan Implan Tulang Berbasis Stainless
Steel 316L Lokal di Industri Alat Kesehatan
Implan Tulang SS 316L untuk Rehabilitasi Organ Tulang yang Patah
Keunggulan Stainless steel SS316 dan SS316L:
• bahan baku tersedia melimpah berupa bijih nikel dan pabrik pengolahan bijih nikel menjadi paduan Fe-Ni atau Fe-Ni-Cr
• merupakan jenis austenitic steel yang dapat bertahan hingga suhu 871
oC dengan tetap mempertahankan sifat mekanik yang baik.
Dibandingkan seri sebelumnya yaitu tipe stainless steel SS 304 maka SS 316 ini telah ditingkatkan ketahanan korosinya dengan penambahan Molybdenum (Mo).
• non-hardenable dengan proses heat
treatment, dapat juga dilakukan dengan
proses pemanasan (annealing) pada suhu
1038
oC – 1149
oC yang diperlukan untuk
membentuk karbida elemen penstabil,
yang kemudian diikuti pendinginan cepat
Kondisi saat ini
14/11/2016 26
14/11/2016 26
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
BENIH PADI IPB 3S
Lembaga Pelaksana : IPB
Mitra Kerjasama : PT. BLST dan ASBENINDO STATUS :
Telah dihasilkan benih sumber sebanyak 250 Ton
01
PERBIBITAN SAPI
Lembaga Pelaksana : UNHAS
Mitra Kerjasama : LIPI, Pemprov NTB, Pemkab Enrekang, PT. Karya Alam Rumpin (KAR), CV Agro Bukit Indah
Status :
Inisiasi pembentukan PT Unhas Livestock Industry
02
14/11/2016 28
14/11/2016 28
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B)
12
T E K N O L O G I IN F O R M A S I D A N K O M U N I K A S I
Peneliti : BPPT Industri: PT. INTI
ADS-B ini merupakan sistem navigasi dalam dunia penerbangan yang dengan frekuensinya dapat di deteksi oleh radar dengan berbagai data yang dapat ditampilkan dalam bentuk text, visual 2D dan 3D.
Data yang ditampilkan lebih rinci dan lengkap, termasuk informasi pesawatnya. ADS-B yang dikembangkan mampu menangkap signal dari transponder yang dimiliki setiap pesawat sipil dalam radius 200 mil, sehingga setiap pergerakan pesawat akan terdeteksi.
Sistem
• sistem avionik dari suatu pesawat dapat
memancarkan secara terus menerus informasi penting (kecepatan, ketinggian, dan parameter lainnya) secara lengkap
Pengguna Teknologi
• Operator dan pemeliharaan: PT. Angkasa Pura I dan II; UPT HUBUD
• Pembangunan prasarana: Kemenhub
Efisiensi
• Harga yang lebih murah karena produksi dan ide teknologi dari dalam negeri
TKDN
• Reciever (RX) 11%
• Data Processor 10 %
• HMI 15 %
• Power Supply Unit 11%
• Perkiraan TKDN 47%
Cara kerja sistem ADS- B
RADAR CUACA
Lembaga Pelaksana : ITB
Lembaga Mitra : PT. LAPI, PT. INTI, LIPI, BMKG Status :
Telah dibuat Prototipe Skala Mini Radar Cuaca
Reflectivity (Very Good Match)
IDRA/TU Delft ITB
Antenna Pedestal untuk Radar FMCW
Antenna Pedestal untuk Radar Pulse Compression
Prototipe Mini Scale Radar
04
14/11/2016 30
14/11/2016 30
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
20
T E K N O L O G I IN F O R M A S I D A N K O M U N I K A S I PENGEMBANGAN SISTEM OPERASI MULTIAPLIKASI
PADA SMART CARD
Lembaga Pelaksana : PT.
Xirka Silicon Technology Lembaga Mitra : ITB, UI, Universitas Telkom, Unhas Output :
Dokumen Spesifikasi Operating System Smart Card
Hasil Uji Operating system smart Card
Sistem operasi di mana berbagai aplikasi dapat ditempatkan
pada sebuah smart card, tanpa tergantung oleh penyedia
smart card dan penyedia layanan, sehingga negara bisa
mengkontrol fitur, protokol, dan sistem operasinya untuk
jaminan keamanan data, juga agar mudah dilakukan
kostumisasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan
standar dalam negeri.
11
T E K N O L O G I IN F O R M A S I D A N K O M U N I K A S I
Mechatronic Training Unit
MTU (Mechatronic Training Unit): Adalah alat bantu pembelajaran terpadu “multidisiplin ilmu”
berbasiskan mesin perkakas berteknologi CNC dan Mekatronika yang merupakan miniatur dari mesin-mesin yang umum dipakai di dunia industri, sehingga mampu memproduksi komponen standar industri yang berukuran relatif kecil.
MTU dihasilkan dari kolaborasi riset perguruan tinggi (ITS) dengan industri (PT.CNC Controller Indonesia) untuk
“menjawab” kebutuhan industri dan masyarakat Indonesia bahkan dunia, melalui perwujudan sektor pendidikan dan pelatihan menjadi lebih baik
PT. CNC Controller Indonesia
14/11/2016 32
14/11/2016 32
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
05
T E K N O L O G I IN F O R M A S I D A N K O M U N I K A S I OPTICAL NETWORK TERMINATION (ONT)
Latar Belakang
Untuk memenuhi kebutuhan komunikasi data yang semakin besar adalah fiber optik sampai ke rumah (Fiber to The Home/FTTH) dengan teknologi Gigabit Pasive Optical Network (GPON) yang terdiri dari 3 bagian yaitu Optical Line Termination (OLT) yang ada di pusat jaringan, Optical Network Termination (ONT) yang ada di sisi pelanggan, serta Pasive Network. Saat ini, baik teknologi OLT maupun ONT masih terkunci pada single vendor, sehingga Operator tidak memiliki banyak pilihan dalam desain dan penentuan spesifikasi ONT.
Diskripsi dan Kegunaan
Teknologi ONT berfungsi sebagai perangkat gateway di rumah. Berbagai services yang diberikan oleh Operator tergantung dari kemampuan ONT.
Dengan pengembangan produk ONT ini, memudahkan Operator Telekomunikasi untuk mengelola jaringan FTTH, serta memungkinkan Operator untuk melakukan interoperability pada berbagai OLT yang sudah ada,
Potensi Pasar
Puluhan ribuan pelanggan internet untuk rumah
SMALL CELL 4G LTE
Lembaga Pelaksana : ITB
Lembaga Mitra : PT. LEN, PT Fusi Global Teknologi Status :
Uji Interoperability di gedung Lab TTC Telkomsel Buaran
Small Cell 4G LTE merupakan perangkat telekomunikasi nirkabel berbasis teknologi 4G LTE, memiliki fungsi sebagai perpanjangan Macro Cell BTS di dalam memberikan layanan konektivitas data yang tinggi (terutama di kota- kota besar Indonesia).
Live di Metro TV
05
14/11/2016 34
14/11/2016 34
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
Computer Based Interlocking (CBI)
15
T R A N S P O R T A S I
CBI adalah system interlocking yang dikembangkan oleh industri dalam negeri dengan kemampuan menengani sistem persinyalan dimulai dari stasiun dengan skala kecil, menengah sampai dengan stasiun besar, didesain sebagai solusi yang tepat dengan produk interlocking berbasis mikroprosesor pertama di Indonesia.
Manfaat
• Alat utama keselamatan perjalanan kereta api yang dapat mengatur, melancarkan, dan menjaga keselamatan perjalanan kereta api dengan
menjaga tumburan terjadi antar kereta api.
• Sistem Interlocking dengan pelayanan purna jual local dan mudah dalam perawatannya karena diproduksi di dalam negeri.
Kelebihan
• Mengatur headway lalu-lintas kereta api terutama untuk stasiun pada jalur mainline.
• Dengan produk yang sama buatan luar negeri, harga relatif bersaing
TKDN
• Desain
• SDM
Stakeholder :
• Kementerian Perhubungan sebagai fasilitator implementasi produk CBI
• ITB dan ITS sebagai konsultan software
• BPPT sebagai validator
Pengguna: Stasiun Kereta Api (PT. KAI)
• Telah terpasang di Stasiun Gumilir, Cilacap Jawa Tengah sejak tahun 2012, yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan, Menteri BUMN dan Menteri Riset & Teknologi pada tanggal 19 Desember 2012.
PENERAPAN TEKNOLOGI RUBBER AIRBAG PADA INDUSTRI KARET NASIONAL
14
T R A N S P O R T A S I
LATAR BELAKANG
• Rubber air bag yang digunakan pada industri perkapalan/maritim/galangan kapal untuk membantu proses menaikan dan menurunkan kapal.
Pusat Teknologi Industri Proses – BPPT sebagai salah satu lembaga litbang yang mempunyai fungsi sebagai fasilitator dan katalisator dalam penerapan teknologi. BPPT mulai melaksanakan penelitian dan pengembangan rubber air bag dan pada tahun 2013-2014 telah berhasil membuat prototipe rubber air bag.
dengan ukuran: diameter 1 meter dan panjang 10 dan 12 meter yang telah diuji aplikasi bekerja sama dengan galangan kapal PT. Barokah Marine –
PT. Mitra Prima Sentosa;
BPPT
14/11/2016 36
14/11/2016 36
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti
PENGUJIAN PERFORMANCE SEPEDA MOTOR LISTRIK GESITS SESUAI STANDAR INTERNASIONAL ISO-13064-
2
33
T R A N S P O R T A S I
Instansi pengusul :
Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Sistem dan Kontrol Otomotif ITS Deskripsi:
Sepeda motor listrik sebagai fokus utama kegiatan ini merupakan sebuah teknologi yang tidak hanya potensial bagi pasar Indonesia, namun juga dapat mengurangi polusi dan ketergantungan terhadap BBM.
Pengujian yang akan dilakukan (Output) 1. Kondisi maximum speed
2. Kondisi range at 80% maximum speed 3. Kondisi acceleration ability
4. Kondisi hill starting ability 5. Kondisi speed UP hill
Stakeholder
22
UJI PRODUKSI DAN APLIKASI DI INDUSTRI UNTUK MENDORONG HILIRISASI DAN KOMERSIALISASI TEKNOLOGI ENZIM
B A H A N B A K U D A N M A T E R I A L M A J U
LATAR BELAKANG
• Permintaan enzim industri cenderung meningkat seiring dengan makin meningkatnya jumlah dan jenis indusri yang menggunakannya. Berdasarkan laporan Bussiness Communication Company Inc. permintaan global terhadap enzim diprediksi meningkat rata-rata 7.0% pada tahun 2015 – 2020 (BCC Research, 2015). Sayangnya hingga saat ini belum ada produsen enzim berskala industri di Indonesia, dan hampir 99% kebutuhan enzim untuk industri nasional dipenuhi oleh enzim impor
DESKRIPSI DAN KEGUNAAN TEKNOLOGI
• PT. Petrosida Gresik telah membangun industri enzim dengan kapasitas 3 ton/hari dengan dukungan teknologi dari BPPT. Saat ini, unit enzim tersebut dalam tahap melaksanakan Performance Test untuk mendapatkan kondisi operasi yang optimal sehingga dapat menghasilkan enzim dengan kualitas dan spesifikasi produk yang diharapkan, meliputi: Uji produksi (production trial) protease di PT. Petrosida Gresik; Uji aplikasi protease skala produksi di industri penyamakan kulit, PT. Rajawali, Tanjungsari, Sidoarjo; dan Uji aplikasi xilanase skala produksi di PT. Fajar Paper bekerjasama dengan PT. Sadya Balawan
POTENSI PASAR
• Industri kulit dan kertas
TUJUAN INOVASI
• Berhasilnya penerapan teknologi enzim di industri pada skala produksi komersial; Berhasilnya komersialisasi produk enzim dan pemanfaatannya oleh industri pengguna (end user);
Meningkatnya kapasitas dan kapabilitas SDM didalam
OUTPUT
•Dokumen alih teknologi
•Laporan hasil kegiatan uji produksi
•Laporan hasil uji aplikasi enzim
•Perjanjian Lisensi
STAKEHOLDERS
•Kemenperin, Kemenristekdikti, Industri Kulit, Industri Kertas, BPPT
TIM PENGUSUL
•Konsorsium Enzim
TARGET
•Performance test/optimasi proses produksi protease di PT.
Petrosida Gresik
•Uji produksi protease (production trial) di PT. Petrosida Gresik
•Uji aplikasi protease di PT. Rajawali Tanjungsari (industri kulit)
•Uji aplikasi xilanase di PT. Fajar Paper (industri pulp dan
14/11/2016 38
14/11/2016 38
Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Ristek dan Dikti