Buletin Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta
"Assessment center ini adalah dalam rangka pembinaan terhadap para warga binaan, jadi ada semacam raport terkait dengan apa yang mereka lakukan di lapas selama proses
pembinaan dan diharapkan ketika kembali ke masyarakat bisa menyalurkan apa yang diperoleh di lapas,"
2022 2022
KUMHAM SEHAT, KUMHAM PRODUKTIF
“Semangat dan antusiasme pegawai dalam pembangunan Zona Integritas adalah modal awal Lapas Yogyakarta agar meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi
di tahun 2022 ” - Soleh Joko Sutopo, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta
P
uji Syukur kehadirat Allah SWT, sehingga Humas Lapas Kelas IIA Yogyakarta dapat menerbitkan Buletin #WartaWiro edisi Triwulan I Tahun 2022 dalam Pembangunan Zona Integritas (ZI) ini.Edisi kali ini, kami menginfokan Peluncuran Inovasi Assessment Center Narapidana dan kegiatan yang mendukung terciptanya Wilayah Bebas dari Korupsi. Di dalamnya juga termasuk layanan prima yang dihadirkan gratis selama pandemi Covid-19. Tidak lupa kami sajikan pula informasi kegiatan pembinaan Warga Binaan Pemasyarkatan (WBP), baik kepribadian maupun kemandirian.
Saya selaku pembina, mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak sehingga Buletin #WartaWiro ini berhasil diterbitkan.
Penerbitan ini tentu masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu kritik dan sumbang saran kami harapkan untuk penerbitan selanjutnya yang lebih baik. Selamat membaca.
Soleh Joko Sutopo
Kalapas Sambutan
Daftar Isi Daftar Isi
Penerbit: HUMAS LAPAS KELAS IIA YOGYAKARTA | Izin Penerbitan: W14.PAS.PAS.1-0213.HH.01.05 Tahun 2021 | Pelindung: Tuhan Yang Maha Esa | Pembina: Soleh Joko Sutopo, A.Md.I.P, S.H., M.H. | Penanggung Jawab: Catur Hambawanta, S.E., M.Acc., R. Jati Suryono | Pemimpin Redaksi: Noor Sidiq Dwi Saputro, S.H., M.M. | Sekretaris Redaksi: Tika Pratiwi H. | Editor Bahasa: Husni Tamrin |
: Tika Pratiwi H., Reka Adi P., Manggala GAS., Febby Ilham S., Okta Amanah A., Reporter Drs. Ambar Kusuma PH.,
Yonatan Vernandito TK., Rizki Yoga P., Salman Daris A., Darmaji R., Sigit DL., Taufik AK., |Fotografer: Drs. Ambar Kusuma PH., N. Meydiawan, S.I.P, Husni Tamrin, Astika R., Okta Amanah A. | Ilustrator: Krizman Adil KZ., Triyana bayu R., Nurkholish Khoironi M. | Videografer: Yonatan Vernandito TK.,
LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA YOGYAKARTA
Jln. Tamansiswa No. 6 Yogyakarta 55111 Telp.0274 - 376126, 0274-375802 (Faks.) ALAMAT REDAKSI:
Berita Aktual Seputar Pembangunan Zona Integritas Lapas kelas IIA Yogyakarta
Profil Singkat Seputar Pembangunan Zona Integritas Lapas kelas IIA Yogyakarta
Assessment Center Lapas Yogyakarta, Inovasi Unggulan Mendapat Pujian Wamenkumham
Terima Audiensi BNNP, Kalapas: P4GN akan Berjalan Baik dengan Dukungan Assesment Center
Didukung Wamenkumham RI, Assesment Center Wujud Kontribusi Lapas Yogyakarta bagi Pemasyarakatan
Tinjau Wirogunan, Wamenkumham Puji Assessment Center
Dukung Pembinaan WBP, Wamenkumham RI Mencicipi Bakpia ‘Mbah Wiro 378’
L
embaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta merupakan Unit Pelaksana Teknis di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.Terle tak di Ja lan Ta ma nsiswa Nomor 6 Yogyakarta, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta berdiri pada Tahun 1910. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta memiliki Luas kurang lebih 3,8 hektar dengan kapasitas 47 5 orang.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta mempunyai Visi dan Misi yang selaras dengan Tujuan Fungsi dan Sasaran Pemasyarakatan. Visi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta yaitu Mengedepankan Lembaga Pemasyarakatan yang bersih, kondusif, tertib dan transparan dengan dukungan petugas yang berintegritas dan berkompeten dalam pembinaan WBP.
Misi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta yakni Mewujudkan tertib pelaksanaan tupoksi Pemasyarakatan secara konsisten dengan mengedepankan penghormatan terhadap hukum dan HAM serta transparansi publik, membangun
kerja sama dengan mengoptimalkan keterlibatan stake holder dan masyarakat dalam upaya pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan, mendayagunakan potensi sumber daya manusia petugas dengan kemampuan penguasaan tugas yang tinggi dan inovatif serta berakhlak mulia.
Pada tahun 202 , Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2 IIA Yogyakarta terus melakukan inovasi untuk memperbaiki dan meningkatkan pelayanan dalam mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta terus berkomitmen membangun Unit Kerja yang bersih dari praktik korupsi, pungli, dan gratifikasi
Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bersih dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih d a n M e l a y a n i p a d a j a j a r a n L e m b a g a Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta terdiri dari 6 area perubahan yang meliputi Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penguatan Manajemen SDM,Penguatan Akuntabilitas, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. (Tim Humas)
SELAYANG PANDANG
LAPAS KELAS IIA YOGYAKARTA
Fasad Lapas Kelas IIA Yogyakarta. | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
#WartaWiro
Berita Aktual Seputar Pembangunan Zona Integritas
Lapas Kelas IIA Yogyakarta
Assessment Center Lapas Yogyakarta, Inovasi
Unggulan Mendapat Pujian Wamenkumham
Di Rumah Assessment Center, WBP tengah menerima layanan integrasi. | Foto: Dok.Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Assessment Center Narapidana Lapas Kelas IIA Yogyakarta adalah inovasi dalam pembangunan Zona Integritas yang memudahkan petugas dalam menjalankan fungsinya yakni pembinaan dan perekaman perkembangan perilaku Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau narapidana secara akuntabel, profesional, dan transparan.
Hal itu diutarakan Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, disela-sela aktivitasnya memantau pengusulan remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 2022.
Lebih lanjut, Kepala sekaligus penggagas inovasi itu, menerangkan bahwa Assesment Center bertujuan melaksanakan penilaian terhadap narapidana berdasar Standar Sistem Penilaian Pembinaan Narapidana (SPPN) dan juga dalam assessment
“Ada Rumah Assessment Center, ada Aplikasi Assessment Center, jadi ini berbasis teknologi informasi, bertujuan melaksanakan penilaian terhadap narapidana berdasarkan pedoman penilaian sesuai SPPN dan juga assessment terhadap penempatan sesuai risiko dan penempatan pembinaan sesuai semangat revitalisasi pemasyarakatan,”terangnya.
Selain tengah dijalankan untuk pengusulan Remisi Khusus Idul Fitri 2022, Inovasi teranyar Lapas Yogyakarta ini, juga mendapat perhatian khusus dari Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Edward Omar Sharief Hiariej, pada kunjungan kerjanya Februari lalu.
“Lapas Wirogunan masih Ideal Capacity, dan ini kreatifitas yang luar biasa dari Kalapas. Assesment Center tentunya dalam rangka pembinaan bagi WBP. Jadi ada semacam record mereka, apa yang mereka lakukan di Lapas selama dalam proses pembinaan dan diharap bisa menyalurkan apa yang mereka peroleh di Lapas. Di sisi lain, Warga Binaan tentunya mempunyai hak. Dengan adanya Assesment Center mempermudah bapak ibu yang bekerja di Lapas untuk melihat apakah ini berhak mendapat remisi dan lain sebagainya, itulah salah satu fungsi Assesment Center,” jelas Guru Besar Fakultas Hukum UGM itu kepada wartawan.
Selain itu, Eddy, sapaan akrab Wamenkumham, berharap ketika para WBP selesai menjalani proses Assessment dan pembinaan diharapkan ketika kembali ke masyarakat dapat menyalurkan apa yang didapat selama di Lapas. Sehingga Assesment ini menjadi inovasi yang berkemajuan bagi Pemasyarakatan
Apel Perdana 2022, Kalapas : Momentum Berkinerja Lebih Baik!
Kalapas mengajak peserta apel untuk memupuk kerja sama guna meningkatkan kinerja lebih baik lagi. | Foto: Astika/ Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA- Hari pertama kerja di 2022, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, memimpin apel perdana pegawai di halaman depan Lapas pada Senin (03/01).
Mengawali amanatnya, Kalapas mengapresiasi lengkapnya kehadiran pegawai setiap apel pagi, termasuk pada awal tahun ini.
Selanjutnya Ia juga mengajak peserta untuk memupuk kerja sama guna meningkatkan kinerja lebih baik lagi.
“Mari kita sama-sama meningkatkan pemikiran yang lebih kreatif, bisa mengevaluasi kinerja pada tahun sebelumnya.
Apa yang menjadi target kinerja kita agar dapat dilaksanakan dengan baik. Tahun 2022 ini adalah momentum kita semua untuk berkinerja lebih baik lagi,” ujarnya.
Poster Ucapan Selamat Tahun Baru Lapas Kelas IIA Yogyakarta. | Grafis: Krisman/ Humas Lapas Yogyakarta
Dihadapan para peserta apel yang terdiri dari Pejabat Eselon IV dan V, serta para pegawai itu, kalapas juga mengingatkan untuk meningkatkan kedisiplinan.
“Salah satu pembentuk integritas kita sebagai ASN yang baik adalah dengan terus meningkatkan disiplin, mulai dari disiplin dalam kehadiran juga disiplin dalam melaksanakan kinerja,” tegasnya.
Mengakhiri amanatnya Kalapas berharap agar semua konsisten menjaga kesehatan.
“Semoga bapak-ibu semua tetap sehat, dan dapat menjaga kesehatan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” himbaunya.
Apel pagi berjalan dengan lancar dan terpantau penuh semangat. Penyebabnya, awal tahun ini ada penyegaran Sumber Daya Manusia, baik pegawai yang mendapatkan promosi ataupun mutasi, sehingga membawa atmosfer baru pada Lapas Kelas II A Yogyakarta.
[HW, TPH]
Seorang WBP tengah bertanya langsung kepada Kalapas dalam acara pengarahan di Lapas Kelas IiA Yogyakarta.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
Bangun Komunikasi, Kalapas Yogyakarta Menjawab Tuntas
Pertanyaan Kritis WBP
YOGYAKARTA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA
hampir seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di tengah lapangan olah raga untuk dibekali pengarahan pada Selasa (04/01).
Dihadapan 314 orang dari 315 jumlah WBP hari itu, Soleh memperkenalkan diri sebagai Kepala Lapas yang baru. Ia juga menyampaikan beberapa program pembinaan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta kedepan.
Selain itu, usai memberikan pengarahan, Ia mempersilahkan WBP untuk bertanya.
Tidak menyiakan kesempatan, salah seorang WBP Tipikor, ML (nama samaran) langsung menanyakan hak WBP dalam putusan Mahkamah Agung terkait gugatan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 99 tahun 2012.
Usai menyimak pertanyaan, Kalapas secara gamblang menjelaskan hal tersebut.
”PP 99 /2012 tidak dibatalkan seluruhnya.
Jadi peraturan tersebut tetap berlaku, dan hanya ada beberapa pasal yang harus dirubah sesuai keputusan MA. Masih ada waktu sembilan puluh hari untuk merubah, dan bila telah dirubah secara resmi dengan terbitnya peraturan yang baru, segera saya akan sosialisasikan kepada saudara-saudara. Mohon bersabar, Lapas Kelas IIA Yogyakarta pasti memperhatikan dan memberikan pelayanan dengan baik segala hak saudara,” jelasnya.
Memasuki sesi tanya-jawab kedua, DI (nama samaran) bertanya terkait Layanan Kunjungan yang masih online.
“Pak, kapan pelayanan kunjungan dibuka kembali? kami sudah kangen dengan keluarga,” ungkapnya.
Dengan bijak Soleh menjelaskan agar WBP memahami situasinya.
“Lapas Kelas IIA Yogyakarta selalu siap untuk membuka kembali pelayanan kunjungan, hanya saja, kami mematuhi kebijakan dari pemerintah terkait pandemi Covid-19. Kita berdoa saja agar pandemi ini segera hilang dan saudara-saudara bisa dikunjungi keluarga.
Sementara ini gunakan dengan baik fasilitas video call sebagai pengganti kunjungan,” jelas Kalapas.
Mengakhiri amanatnya, Kalapas berpesan untuk tidak memanfaatkan situasi dengan menambah beban kepada keluarga.
“Satu pesan saya, bahwa keluarga di rumah sudah susah karena kalian ada di Lapas. Jadi jangan menambah kesusahan dengan meminta belas kasihan mereka. Bersikaplah dewasa dan mengerti secara bijak, serta berusaha untuk tidak menambah kesusahan keluarga,” pesan kalapas.
Tak lupa, kalapas berterima kasih karena selama Perayaan Natal dan Tahun Baru kemarin, Lapas Yogyakarta dalam kondisi aman dan kondusif. [AK]
Tancap Gas, Kalapas Yogyakarta Prakarsai Renovasi Sejumlah
Fasilitas Layanan Publik
Kalapas tengah memberikan arahan kepada salah satu pekerja pembangunan fasad Lapas Yogyakarta, Rabu (5/1).| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Begitu mengemban jabatan sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas ll A Yogyakarta 2 minggu yang lalu, Soleh Joko Sutopo, langsung tancap gas memprakarsai renovasi sejumlah bangunan fasilitas pelayanan publik. Tidak hanya itu, Ia juga membenahi kinerja pegawai dan meningkatkan kualitas layanannya.
Seperti yang terlihat pada hari ini, Rabu (05/01) beberapa pekerja bangunan tampak tengah memoles beberapa sudut lapas. Mulai dari Aula, Ruang Pusat Layanan Terpadu, Ruang Perpustakaan, Gudang, Balai Kesehatan, dan Fasad bangunan lapas. Yang telah tampak perubahannya adalah fasad atau muka bangunan lapas sekaligus pedestrian di sekitarnya.
Terkait progres ini, Kalapas menyatakan bahwa Lapas Yogyakarta sebagai salah satu cagar budaya harus dilestarikan.
“Saya ingin merubah kesan menyeramkan bangunan lapas, sehingga menjadi lebih asri, indah, dan berkarakter sebagai salah satu bangunan cagar budaya di kota Yogyakarta,”
terang Kalapas.
Lebih lanjut Ia mengungkapkan bahwa konsep perubahan wajah depan lapas adalah menjadikannya sebagai sarana informasi dan edukasi.
“Selain melestarikan salah satu bangunan cagar budaya, bagian depan bangunan Lapas Yogyakarta ini akan dimanfaatkan sebagai sarana informasi kepada masyarakat terkait sejarah Lapas Wirogunan dan Edukasi terkait Pemasyarakatan,” ungkapnya.
Sejumlah pekerja tengah mengerjakan bagian depan bangunan lapas. | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
Terpantau pembangunan wajah depan Lapas Yogyakarta atau yang dulu dikenal dengan
‘Penjara Wirogunan’ saat ini mulai tampak perubahannya. Dengan polesan-polesan bertema klasik dan permainan tata lampu yang terkonsep, wajah ‘Penjara Wirogunan’
sekarang tampak lebih syahdu di malam hari.
Rencananya, dalam waktu seratus hari pertama kepemimpinannya, Soleh, menargetkan revitalisasi bangunan bagian depan lapas sudah selesai dikerjakan.
Tidak menutup kemungkinan, taman depan lapas yang telah dirubah menjadi selasar itu juga akan mampu dimanfaatkan menjadi panggung ekspresi hasil pembinaan warga binaan. Bahkan dimungkinkan dapat menarik seniman kota Yogyakarta untuk berkiprah di selasar itu.
“Semoga wajah depan lapas yang baru bisa segera terwujud sesuai harapan, dapat mempercantik sudut-sudut kota Yogyakarta,”
pungkasnya. [JS]
Lapas Yogyakarta Hadiri Deklarasi Janji Kinerja Kemenkumham 2022
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, bersama jajaran pejabat struktural, hadir secara virtual 15 menit sebelum acara Deklarasi Janji Kinerja dimulai.| Foto: Catur/ Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta beserta jajaran pejabat struktural menghadiri telekonferensi Deklarasi Janji Kinerja Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) tahun 2022, Kamis (06/01).
Tahun ini, Kemenkumham menggagas tema
‘Kita Tingkatkan Kinerja Kemenkumham Semakin PASTI dan BerAKHLAK Mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Reformasi Struktural’.
Dalam sambutannya Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna H. Laoly
mengatakan kegiatan ini dilakukan untuk mengukuhkan komitmen pegawai guna mencapai target kinerja.
“Deklarasi janji kinerja bertujuan mengukuhkan komitmen seluruh Pegawai untuk bekerja sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” kata Yasonna.
Kemenkumham berkomitmen merealisasikan program-program K/L dan PN. | Foto: Dok.
Humas Lapas Yogyakarta
Deklarasi janji kinerja yang diucapkan di gedung Graha Pengayoman Jakarta tersebut, diikuti oleh seluruh jajaran, baik yang hadir langsung, maupun secara virtual se-Indonesia.
Lebih lanjut Menkumham menjelaskan bahwa janji kinerja dan komitmen tinggi dibutuhkan Kemenkumham, untuk melihat tuntutan sejumlah Program Utama dan Prioritas Nasional (PN) yang diamanatkan Presiden kepada Kemenkumham. Ada tiga PN yang diemban Kemenkumham yakni peningkatan SDM berkualitas dan berdaya saing, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, dan
memperkuat stabilitas Polhukhankam dan transformasi pelayanan publik, serta mandatori lainnya dari berbagai Kementerian/Lembaga (K/L).
“Kita memastikan agar program-program K/L dan Prioritas Nasional terealisasi dengan baik sesuai target yang telah ditetapkan,” ucap Menkumham.
Selain Deklarasi Janji Kinerja, dilaksanakan pula Penandatanganan Perjanjian Kinerja, dan Penandatanganan Komitmen Zona Integritas.
Terkait kegiatan hari ini, Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Andap Budhi Revianto, berharap Jajaran Kemenkumham dapat menjadi Insan Pengayoman yang semakin baik.
“Diharapkan kita dapat melaksanakan Perjanjian Kinerja yang telah kita deklarasikan bersama dengan hasil capaian Target Kinerja yang optimal serta berkualitas. Dan pada akhirnya kita semua menjadi Insan Pengayoman yang semakin baik dari waktu ke waktu,” kata Sekjen Kemenkumham. [HT]
Tingkatkan Imunitas,
Kalapas Ajak WBP Senam Bersama
Para WBP terlihat antusias mengikuti agenda Jumat Sehat. | Foto: Krisman/ Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA- Bertempat di lapangan olahraga, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo mengajak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) senam bersama pada Jumat (07/01) pagi.
Kegiatan yang juga diikuti oleh pegawai ini dipandu oleh 2(dua) orang instruktur senam.
Selain sebagai sarana rekreasi bagi warga binaan, kegiatan senam ini merupakan usaha untuk memupuk kebersamaan. Hal ini seperti yang diungkapkan Kalapas pada kegiatan pengarahan WBP.
“Untuk kesehatan dan kebersamaan, akan kita mulai lagi, dengan senam bersama,” ucap
Semua peserta tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Usai senam bersama, dilanjutan dengan agenda coffee morning ala Lapas Yogyakarta. [TPH]
Para Petugas Lapas Yogyakarta tengah mengambil kudapan yang tersedia. | Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta
Coffee Morning Pupuk
Kekompakan Pegawai Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Setelah berbilang bulan tidak dapat berkumpul bersama karena adanya wabah Covid-19, akhirnya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta kembali menggelar Coffee Morning pada Jumat (07/01) pagi.
Acara yang kembali digagas oleh Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo ini dilaksanakan serangkaian dengan senam pagi
bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
“Agar para pegawai lebih bersemangat dan tambah kompak,” ungkapnya.
Terkait hal ini, terdengarnya obrolan akrab dan juga senda gurau para pegawai menjadi bukti kekompakan. Bahkan makanan yang tersaji pun bisa menjadi obyek obrolan yang dapat membuat mereka terbahak-bahak.
Kalapas Yogyakarta (paling kiri) tengah ngobrol santai bersama jajaran pejabat struktural Lapas Yogyakarta. | Foto: Sidiq/ Humas Lapas Yogyakarta
Beragam Kudapan tradisional juga tersedia.
Mulai dari kedelai rebus, pisang rebus, atau pun sarapan bubur nasi dengan lauk tahu, krecek, dan telur opor. Para pegawai juga dapat memilih minuman yang disukainya seperti teh manis, wedang serai, maupun kopi panas.
Suasana kekompakan semakin terlihat, ketika pegawai mengambil kudapan sendiri, tetapi sebagian yang lain disajikan oleh rekan mereka karena tidak dapat meninggalkan tugas.
Kembali terbukti, meski acara santai, tetapi para pegawai tidak mengurangi kewajiban dalam memberikan pelayanan. Seperti yang terlihat di Balai Kesehatan Lapas Yogyakarta.
Tenaga kesehatan tetap melaksanakan tugasnya, sehingga WBP yang sakit tidak perlu menunggu hingga acara Coffee Morning selesai.
Dokter dan Perawat yang bertugas tetap sigap memberikan pelayanan, begitu juga dalam melayani WBP yang berkonsultasi. Selain itu, petugas pengamanan juga tidak mengendorkan kewajibannya. Hal ini semata agar suasana tetap kondusif.
Hingga akhir kegiatan, acara Coffee Morning berjalan tertib. Setelahnya para pegawai kembali menjalankan tugasnya masing-masing. [AK]
#WiroBijak
"Kerja tim yang hebat adalah satu-satunya cara kami menciptakan terobosan yang
menentukan karier kita." - Pat Riley
Dharma Wanita Lapas Yogyakarta Gelar Sharing Motivasi ‘Mengelola Stress Para Ibu Hebat’
Ketua Dharma Wanita Persatuan Lapas Yogyakarta, Ika Soleh Joko Sutopo (ketiga dari kanan) tengah memaparkan arah kebijakan organisasi ke depan selama masa kepemimpinannya.|
Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Bertempat di Aula Sasana Krida Wiraguna, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta menyelenggarakan pertemuan rutin anggota pada Sabtu (08/01).
Menurut ketua Dharma Wanita Lapas yang baru, Ika Soleh Joko Sutopo, pertemuan perdana di awal tahun 2022 ini bertujuan untuk menghidupkan kembali pertemuan rutin yang dua tahun terakhir terhambat karena pandemi.
Pada kesempatan itu Ika sekali lagi memperkenalkan diri sebagai Ketua Dharma
beberapa arah kebijakan organisasi ke depan selama masa kepemimpinannya.
“Saya berharap setiap pertemuan nantinya akan ada ilmu yang didapat oleh ibu-ibu,”
ungkapnya.
Pertemuan rutin Dharma Wanita menjadi ajang silaturahmi antar anggota.| Foto: Husni/Humas Lapas Yogyakarta
Sejalan dengan gagasan tersebut, pada pertemuan kali ini diisi sharing motivasi bertema ‘Mengelola Stress Para Ibu Hebat’.
Materi disampaikan oleh penggiat Komunitas Parenting Familia Indonesia, Anggarasmi Indrajati, S.Pd.
Dalam paparannya Anggarasmi mengungkapkan apa yang dimaksud dengan stress, penyebab, dan cara pengelolaannya.
Dengan pengelolaan stress yang benar, para Ibu akan menjadi lebih bahagia dalam menjalani rutinitas hidup sehari-hari.
“Sebab, dibalik Ibu-Ibu yang kuat dan mampu mengelola stress dengan baik, akan mendukung tugas para suami sehingga selalu prima dalam melaksanakan tugas kedinasannya,” terang Anggarasmi, Ibu berputra dua tersebut.
Rencananya, pertemuan rutin akan diselenggarakan kembali dengan isian-isian yang diharapkan mampu menambah wawasan bagi para anggota Dharma Wanita Persatuan Lapas Yogyakarta. [JS]
Para anggota DWP Lapas Yogyakarta menyempatkan foto bersama di halaman dalam Lapas Yogyakarta seusai acara.| Foto: Krisman/
Humas Lapas Yogyakarta
#WiroBijak
"Secara individu kita adalah satu tetes;
tapi bersama-sama kita adalah lautan." - Ryunosuke Satoro
Kalapas Kukuhkan Satops Patnal dan Satgas Kamtib Lapas Yogyakarta
Apel Pengukuhan Satops Patnal dan Satgas Kamtib Lapas Kelas IIA Yogyakarta. | Foto: Krisman/
Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, mengukuhkan Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan (Satops Patnal Pas) dan Satuan Tugas (Satgas) Keamanan dan Ketertiban (Kamtib) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, Senin (10/01).
Pada acara yang digelar di Aula Sasana Krida Wiraguna tersebut, Kalapas secara simbolis memasangkan handbadge serta rompi kepada perwakilan tim yang dikukuhkan.
Kepala Lapas Yogyakarta secara simbolis menyematkan handbadge Satops Patnal kepada perwakilan.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta
Dalam amanatnya Kalapas berpesan kepada anggota Satops Patnal dan Satgas Kamtib untuk memahami acuan dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Tugas-tugas yang terperinci dari Satops Patnal dan Satgas Kamtib merupakan pengawasan dari pelaksanaan SOP.
“ Kita ketahui Kepdirjen tahun 2021 terkait pedoman standar pelayanan di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, kurang lebih ada 82 hal. Itulah yang menjadi acuan Bapak-ibu dalam melaksanakan tugas untuk pelaksanaan dari Satops Patnal dan Satgas Kamtib. Jadi sekali lagi Bapak-ibu bisa pelajari, jangan sampai Bapak-ibu menjadi anggota tim tetapi tidak mengetahui SOPnya seperti apa.
Karena garis besar dari SK yang sudah dibacakan adalah mengawasi pelaksanaan dari SOP yang ada di Lapas ini,” terang Kalapas.
Lebih lanjut, Kalapas juga berharap agar tugas sebagai Satops Patnal dan Satgas Kamtib dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab . Hal ini dimaksudkan mendukung program dari Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Lapas/Rutan.
“ Saya berharap sekali lagi bapak-ibu untuk bisa melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab. Melaksanakan tugas ini dengan rasa senang dan juga memahami tugas dan tanggung jawab bapak-ibu sekalian, terutama yang ditekankan Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait peredaran narkoba. Beliau sangat konsen terhadap hal seperti itu, jadi saya berharap kepada bapak- ibu sekalian untuk dapat mendukung apa yang telah diprogramkan oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait mencegah peredaran gelap narkoba di Lapas/Rutan”.[TPH]
#WiroBijak
"Bersatu adalah sebuah awal; menjaga
kebersamaan adalah kemajuan; bekerja sama adalah sukses. " - Henry Ford
Berantas Peredaran Gelap Narkoba, Pemasyarakatan Perkuat Sinergi dengan Bareskrim Polri
Dirjenpas Reynhard Sitonga mengatakan pihaknya terbuka dalam kerjasama dan berkontribusi aktif dalam mengungkap peredaran narkoba. | foto:
istimewa
JAKARTA – Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba masih menjadi salah satu agenda utama Pemasyarakatan.
Bersinergi dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Pemasyarakatan telah menggagalkan berbagai upaya penyelundupan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan).
Terhitung sepanjang tahun 2021, telah berhasil digagalkan 148 upaya penyelundupan narkoba ke dalam lapas/rutan di seluruh wilayah Indonesia.
Tak hanya itu, Pemasyarakatan dan Bareskrim Polri juga bekerja sama memindahkan narapidana kategori bandar narkoba ke lapas super maximum security di Pulau Nusakambangan yang menerapkan sistem one man one cell. Pemindahan dilakukan untuk mencegah peredaran gelap narkoba dari lapas/rutan serta mencegah pengaruh buruk bandar narkoba terhadap narapidana lainnya.
Sepanjang 2021, setidaknya 215 bandar narkoba dipindahkan ke Nusakambangan.
Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Riau, Jambi, Sumatera Utara, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Papua, hingga Papua Barat.
Sinergi APH ungkap peredaran sabu-sabu jaringan internasional | foto: istimewa
Upaya Pemasyarakatan tak berhenti sampai di sana. Pemasyarakatan juga terus mempelajari dan mengamati berbagai modus penyelundupan yang mungkin digunakan.
Petugas pun diberikan pelatihan dalam pelaksanaan pengawasan dan peningkatan kewaspadaan untuk mencegah masuknya barang haram ke lapas dan rutan.
Komitmen penuh juga ditunjukkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Lapas dan rutan berlomba- lomba mendeklarasikan diri untuk Zero Halinar (Bersih dari Hape, Pungli, dan Narkoba). Semboyan ‘Bersinar’ atau Bersih dari Narkoba juga semakin digaungkan.
Bukan semboyan semata, komitmen ini juga ditunjukkan melalui kegiatan razia gabungan dengan melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan aparat penegak hukum setempat.
Pemasyarakatan juga menggelar pemeriksaan urine rutin bagi warga binaan dan petugas untuk memastikan lapas/rutan bersih dari narkoba.
Koordinator Hubungan Masyarakat dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Rika Aprianti mengatakan, berbagai upaya ini dilakukan untuk mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap
Narkoba (P4GN). Menurutnya, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga telah menginstruksikan jajaran Pemasyarakatan untuk melaksanakan “3+1”, yaitu Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju dan Back to Basics.
“Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju, yaitu deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran gelap narkoba, dan sinergi dengan aparat penegak hukum lainnya menjadi senjata utama Pemasyarakatan dalam memerangi narkoba.
Ditambah dengan Back to Basics, mengembalikan tugas dan fungsi Pemasyarakatan sebagaimana mestinya,”
terang Rika. [Afn]
#WiroBijak
"Tidak ada individu yang bisa memenangkan permainan sendiri." - Pele
Pelantikan PNS, Kalapas:
Tunjukkan Kinerja Terbaik!
Didampingi seorang Rohaniwan, CPNS yamg dilantik, Taufik Ardi Kurniawan tengah
mengucapkan janji sebagai PNS.| Foto: Ambar/
Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, mengambil sumpah serta melantik 1 orang Tunas Pengayoman 2019 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Selasa (11/01).
Disaksikan 2 orang pejabat dan didampingi 1 orang rohaniwan, Taufik Ardi Kurniawan, pegawai yang melaksanakan sumpah PNS, menirukan kalimat-perkalimat yang dibacakan Kalapas.
Dalam amanatnya, Kalapas berpesan kepada PNS yang dilantik agar melaksanakan janji
yang sudah diucapkan dengan menunjukkan kinerja terbaiknya.
“Saudara adalah penerus estafet kepemimpinan dari para senior, jadi harus menunjukan kinerja terbaik, berintegritas terhadap pelaksanaan fungsi dan tugas di Lapas Kelas IIA Yogyakarta,” pesannya.
Kalapas Yogyakarta tengah menyampaikan amanatnya usain pengambilan sumpah dan pelantikan PNS.| Foto: Husni/Humas Lapas Yogyakarta
Lebih lanjut Soleh menjelaskan bahwa merujuk Perpres 81 tahun 2010, Reformasi Birokrasi bertujuan terwujudnya tata kepemimpinan yang baik dengan birokrasi pemerintahan yang professional, berintegritas tinggi menjadi pelayan masyarakat dan abdi negara, untuk mencapai visi reformasi birokrasi Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur.
“Saudara yang bertugas pada pintu terdepan memiliki peran menjadi salah satu kunci atau
suksesnya tahapan awal dalam pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat. Jadi harus memperhatikan sikap, tingkah laku, dan kecekatan dalam melaksanakan tugas. Tata nilai ‘PASTI’ harus tertanam dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Sementara itu, menjadi PNS merupakan anugrah tersendiri bagi Taufik. Perjalanan yang tidak mudah baginya. Setelah mengikuti seleksi, dia termasuk yang tidak lolos dan menjadi cadangan. Beruntung salah satu peserta yang terpilih mengundurkan diri, sehingga kesempatan besar itu datang mepada Taufik untuk mengabdi di Lapas Kelas IIA Yogyakarta.
“Alhamdulillah, Maha Besar Allah atas segala Kehendaknya,” kata Taufik mengungkapkan rasa syukur.[AK]
Salam Komando. Taufik tersenyum bahagia usai diselamati Kalapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo.|
Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta
Pertegas Komitmen, Kalapas Yogyakarta Tandatangani Komitmen Bersama Janji Kinerja
Kepala Lapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, tengah menandatangani Komitmen bersama Janji Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas Menuju WBK WBBM. | Foto: Humas Kanwil Kemenkumham DIY
YOGYAKARTA- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, menandatangani Komitmen bersama Janji Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bebas dan Melayani (WBBM) Tahun 2022, Rabu (12/01). Acara tersebut berlangsung di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) D.I. Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham DIY, Budi Argap Situngkir, menyampaikan bahwa momentum
ini merupakan komitmen untuk mewujudkan WBK dan WBBM.
“Tahun ini menjadi janji komitmen Bapak-Ibu untuk mewujudkan WBK WBBM. Bahwa negara ini membuat standar pelayanan melalui WBK dan WBBM. 7 (tujuh) satker lagi di Yogyakarta ini, semoga bisa mewujudkan WBK. Semangat untuk maju,” kata Kakanwil.
Sementara itu, Kepala Ombudsman Perwakilan D.I. Yogyakarta, Budhi Masthuri, mengapresiasi Jajaran Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DIY atas inovasi yang dilakukan dan telah berubah secara dinamis ke arah lebih baik.
“Dan saya melihat Kementerian Hukum dan HAM termasuk banyak inovasinya, mulai dari tata nilai PASTI sampai berbagai layanan elektronik ini luar biasa. Ada beberapa perubahan di depan, ini menunjukkan betapa inovatif dan dinamiknya Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, pada acara yang diikuti secara virtual oleh seluruh pegawai di Jajaran Kanwil Kemenkumham DIY itu, Budhi memberikan masukan kepada Unit Pelaksana Teknis yang tengah membangun Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.
Jajaran Pejabat Struktural Lapas Kelas IIA Yogyakarta mengikuti serangkaian kegiatan penandatanganan Komitmen bersama Janji Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas di ruang Sekretariat Zona Integritas. | Foto: Catur/ Humas Lapas Yogyakarta
“Kalau selama ini misinya untuk mencapai keterpenuhan penilaian Menpan RB, sekarang kita ubah. Misinya adalah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik,” sarannya.
Selain dihadiri oleh para Kepala Unit Pelaksana Teknis se-DIY, kegiatan ini juga dihadiri oleh Plt. Kepala Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta, Rudi Margono. [TPH]
#WiroBijak
"Ketika Anda memulai dalam sebuah tim, Anda harus menjalankan kerja tim dan
kemudian Anda mendapatkan sesuatu kembali." - Michael Schumacher
Wujudkan Kemenkumham Semakin PASTI dan
Berakhlak, Lapas Yogyakarta Deklarasikan Janji Kinerja
Seluruh Pegawai dan Struktural Lapas Kelas IIA Yogyakarta berfoto bersama pra tamu undangan yang hadir | Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta YOGYAKARTA – Bertempat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, Deklarasi Janji Kinerja dan Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dilaksanakan oleh Empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan Kota Yogyakarta pada Rabu (19/1).
Empat UPT yang telah menggelar deklarasi janji kinerja itu yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Yogyakarta, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Yogyakarta, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Yogyakarta, serta Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kelas I Yogyakarta.
Kepala Lapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, tengah menyampaikan sambutannya.| Foto: Husni/
Humas Lapas Yogyakarta
Kegiatan diawali dengan laporan pelaksanaan oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, selaku ketua penyelenggara. Dalam laporannya, Kalapas menyampaikan tujuan digelarnya kegiatan ini.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah memperkuat komitmen bersama dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi serta menumbuh kembangkan keterbukaan dan kejujuran serta memperlancar pelaksanaan tugas yang berkualitas efektif, efisien dan akuntabel,” tegas Kalapas.
Dalam sambutan selanjutnya, Kepala Keasistenan Pencegahan Ombudsman Perwakilan DIY, Chasidin, menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian kinerja memuat tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik.
“Hari ini telah ditandatangani deklarasi janji kinerja, pada saat ini juga rekan-rekan sekalian yang telah mengucapkan deklarasi janji kinerja maka sudah mengemban tugas dan tanggung jawab sesuai tugas, sesuai yang telah ditargetkan. Dalam memberikan pelayanan publik, itu melayani dengan hati, dengan hati- hati artinya sesuai prosedur, dan jangan setengah hati apalagi sesuka hati,” terangnya.
Inspektur Wilayah V, Budi Ateh, tengah membubuhkan tanda tangan dalam Deklarasi Janji Kinerja 2022 di Lapas Wirogunan Yogyakarta. | Foto: Ambar Kusuma/ Humas Lapas Yogyakarta Senada, Kepala Divisi (Kadiv) Administrasi Kementerian Hukum dan HAM, Faisol Ali, yang dalam hal ini membacakan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY, menyampaikan untuk melaksanakan janji kinerja yang telah dideklarasikan.
“ Laksanakan janji kinerja yang telah dideklarasikan bersama, capailah target kinerja yang telah ditentukan dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam deklarasi kinerja tersebut, turut hadir Inspektur Wilayah V Kemenkumham RI, Budi Ateh. Dalam kesempatan yang sama, Ia menegaskan deklarasi kinerja menjadi komitmen Kementerian. Melalui komitmen kinerja tersebut diharapkan semua UPT di Kanwil Kemenkumham DIY 100 persen meraih predikat WBK dan WBBM.
“Melalui komitmen kinerja ini kami akan mengejar target dan terus evaluasi lagi.
Mudah-mudahan bisa 100 persen,” terangnya.
“Saya berharap kawan-kawan semua khususnya, UPT Lapas dan Rutan dapat memberikan pelayanan dengan hati, tapi tetap hati-hati sesuai SOP,” imbuhnya.
Kegiatan deklarasi ini juga disaksikan langsung oleh Kepolisian Resort Kota Yoagyakarta, Kejaksaan Negeri Yogyakarta, Pengadilan Negeri Yogyakarta, dan Badan Narkotika Nasional Kota Yogyakarta. [TPH]
Peduli Hak WBP, Kalapas Terjun Langsung Tampung Aspirasi dan Keluhan
Seorang WBP tengah menyampaikan aspirasinya kepada Kalapas Yogyakarta di lingkungan Wisma Huniannya. | Foto: Istimewa
YOGYAKARTA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, menerima langsung aspirasi dari para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat kontrol lingkungan di wisma hunian WBP pada Kamis (20/1).
Kontrol lingkungan ini merupakan tindakan konkrit ‘back to basics’ serta sebagai langkah antisipasi gangguan keamanan sesuai arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan terkait 3 Kunci Pemasyarakatan Maju, salah satunya yakni deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kegiatan ini adalah bentuk deteksi dini, sekaligus sarana memberikan informasi terkait hak-hak warga binaan, serta menampung aspirasi dan keluhan warga binaan”, jelasnya.
‘Back to Basics’ dan Tiga Kunci Pemasyarakatan Maju mengiringi Petugas Pemasyarakatan dalam menerapkan tata nalai PASTI saat bertugas. | Foto: Istimewa
Pada kesempatan itu pula, Kalapas berpesan kepada seluruh petugas untuk selalu waspada dan melaksanakan kontrol keliling setiap jam pada titik-titik rawan.
“Lebih baik lelah saat bertugas, dari pada lelah menyelesaikam masalah,” pesannya.
Dalam kegiatan tersebut, Kalapas didampingi oleh Kepala Kesatuan Pengaman Lapas (KPLP), Suyadi, dan dikawal langsung Komandan Regu Jaga, Susanta. [HT]
Pelayanan Prima, Lapas Yogyakarta Akan Bangun Ruang Informasi Dekat Wisma Hunian
Pembangunan Ruang Layanan Informasi ditujukan agar WBP dapat segera mengetahui perkembangan proses asimilasi dan integrasi serta pelayanan lainnya.| Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA- Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, berencana membuat ruang informasi yang dekat dengan wisma hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Hal tersebut diungkapkannya saat memberikan arahan kepada Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), Kamis (20/01).
Hal ini ditujukan agar WBP dapat segera mengetahui perkembangan proses asimilasi dan integrasi serta pelayanan lainnya.
“Setiap hari di tempat informasi ada pegawai dari Subsi Bimkemaswat yang piket dengan tugas memberikan informasi sesuai aturan dan prosedur kepada WBP. Bangun kerja sama
dengan WBP. Mereka yang berkelakuan baik, tidak melanggar aturan, syarat administrasi terpenuhi, regulasi berjalan baik, maka segera ditindaklanjuti pengusulan asimilasi maupun integrasinya,” arahannya.
Lebih lanjut Soleh menjelaskan bahwa di dalam memberikan pelayanan integrasi Lapas tidak berdiri sendiri atau membawa beban tanggung jawab sendiri. Ada beberapa instansi yang terlibat, seperti Balai Pemasyarakatan (Bapas) yang bertugas membuat Penelitian Pemasyarakatan, Tempat asal WBP baik Rutan maupun Lapas lain, terkait kelengkapan administrasi maupun waktu pengiriman, juga Kanwil maupun Dirjen Pemasyarakatan, yang menindaklanjuti dan mengolah usulan integrasi. Instansi-Instansi tersebut memiliki peranannya masing-masing dalam proses pemberian hak kepada WBP.
Suasana Sidang TPP, bagi 16 orang WBP Lapas Yogyakarta. | Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta
Pada kesempatan itu pula, di hadapan para WBP, Soleh juga berpesan bahwa mereka yang mengikuti sidang TPP saat ini, secara administrasi telah lulus, tetapi secara substantif para pejabat teknis itu lebih tahu dan berkewajiban menilai WBP.
“Kalian sudah diusulkan integrasi, atau bahkan SK integrasi sudah datang, tetapi jika melanggar tata tertib, maka kalian gagal mendapatkan hak kalian untuk sosialisasi atau integrasi,” jelasnya. [AK]
#WiroBijak
“Kerja, kerja, kerja” – Presiden Jokowi
Back to Basics, Strategi Ditjenpas Wujudkan Good and Clean
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga. | Foto: Istimewa
JAKARTA– Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) siap menyongsong 2022 dengan berbagai resolusi demi perbaikan penyelenggaraan sistem Pemasyarakatan di Indonesia. Pelaksanaan prinsip dasar Pemasyarakatan atau Back to Basics masih dipercaya sebagai senjata utama mewujudkan pelaksanaan clean and good governance. Hal ini terungkap dalam pembukaan Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan (Rakernispas) Tahun 2022 bertema “Evaluasi Kinerja Tahun 2021 Back to Basics”, Rabu (19/01).
Pada kegiatan yang digelar di Ancol, Jakarta Utara tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), Reynhard
Silitonga menyampaikan apresiasi terhadap capaian dan prestasi jajaran Pemasyarakatan di 2021. Menurutnya, jajaran Pemasyarakatan telah mampu menunjukkan dedikasi dan pengabdian terbaik meskipun dalam situasi pandemi COVID-19. Hal ini dibuktikan keberhasilan penggagalan berbagai upaya penyelundupan narkoba ke lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan), pemindahan bandar narkoba ke lapas maximum security di Nusakambangan, pelaksanaan rehabilitasi medis dan sosial bagi pengguna narkotika, ikrar setia NKRI narapidana terorisme, dan sederet prestasi membanggakan lainnya.
Namun Ia berpendapat, hal tersebut tak boleh membuat Pemasyarakatan berpuas diri, melainkan terus berbenah agar dapat memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.
“Mari kita satukan tekad dan perbuatan untuk memberikan yang terbaik bagi Pemasyarakatan melalui pemikiran-pemikiran yang cerdas, sebagai respon atas harapan dan tuntutan dari masyarakat,” tuturnya.
Foto bersama peserta Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan (Rakernispas) Tahun 2022. | Foto: Istimewa
Ia pun berpesan agar jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia menjaga profesionalisme, komitmen, dan integritas. Melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya, baik di lapas, rutan, balai pemasyarakatan (bapas), Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), maupun rumah penyimpanan barang sitaan negara (rupbasan). “Kita kembali pada Basics, penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman dan tertib,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Heni Yuwono mengatakan, kegiatan Rakernispas ini dilaksanakan untuk mengevaluasi kinerja Pemasyarakatan di 2021 sekaligus menetapkan strategi pencapaian target di tahun 2022.
Kegiatan dihadiri oleh jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, 33 Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, 27 Kepala
serta mitra kerja Pemasyarakatan. Rakernispas yang akan berlangsung selama tiga hari, 19 – 21 Januari 2021 ini, juga diikuti UPT Pemasyarakatan se-Indonesia yang terhubung secara virtual.
“Semoga melalui Rakernispas ini dapat kita dapat mengakselerasi kinerja Pemasyarakatan dan menyatukan sinergi untuk menjawab tantangan-tantangan Pemasyarakatan yang semakin kompleks,” tandasnya. (afn)
Sumber: Humas Ditjenpas
Tingkatkan Pelayanan Prima, Lapas Yogyakarta Gandeng BSI Gelar Pelatihan
YOGYAKARTA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogakarta, Soleh Joko Sutopo, membuka acara Pelatihan Budaya Pelayanan Prima kepada para pegawai pada Senin (24/01) pagi. Kegiatan tersebut hasil kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) Kantor Cabang Kolonel Sugiyono Yogyakarta.
Kalapas Soleh Joko Sutopo tengah membuka acara Pelatihan Pelayanan Prima yang dikerjasamakan dengan BSI. | Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta
Dalam sambutannya, Soleh mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan menciptakan budaya pelayanan primabagi pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Disamping itu, secara umum Lapas dan bank memiliki beberapa kegiatan layanan yang sama, berupa layanan kunjungan, layanan informasi, dan layanan pengaduan. Pelayanan di BSI Ia nilai sangat baik, oleh sebab itu Lapas Kelas IIA Yogyakarta ingin mencontohnya.
“Saya berharap pegawai bisa menyimak arahan tutor dari BSI bagaimana strategi menghadapi masyarakat yang mengeluh atau melakukan pengaduan kepada Lapas Kelas IIA Yogyakarta itu dapat ditangani tanpa emosi, sehingga masyarakat merasa bahwa pelayanan di Lapas tetap sangat baik,” jelasnya.
Sementara itu, Area Manager BSI, Nugroho Agung Dewanto, berharap coaching yang
mereka berikan kepada pegawai Lapas Kelas IIA Yogyakarta dapat meningkatkan kualitas pelayanan yang berarti. Ia juga berpesan agar hati-hati terhadap risiko reputasi.
“Pada saat ini keluhan masyarakat dapat dengan mudah disalurkan lewat gadget. Media sosial dengan mudah menjadi sarana kekecewaan mereka, dan itu dapat meruntuhkan reputasi instansi pemberi layanan jasa,” ungkapnya.
Selanjutnya pelatihan singkat tentang Budaya Pelayanan Prima dipandu oleh Winda Kartikasari dan timnya. Mereka merupakan Customer Services dari BSI. Dalam kesempatan itu, Ia terlihat memberikan materi dengan santai, menarik, dan jelas. Winda menjelaskan mulai dari sikap pemberi layanan seperti cara berdiri, cara menyapa, cara berbicara, cara mendengarkan, dan lain sebagainya.
Selain itu coaching dikuatkan dengan melakukan role play atau bermain peranan.
Pelatihan tersebut direspon baik oleh para pegawai.
Banyak pertanyaan yang seakan tidak henti dilontarkan para peserta. Suasana semakin menarik, karena pihak BSI banyak memberikan hadiah baik kepada pegawai yang
bersedia melakukan praktik, memberikan pertanyaan, maupun berpendapat. [AK]
Selain aktif bertanya, peserta pelatihan yang terdiri dari para pegawai, juga melakukan role play pelayanan prima. | Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta
#WiroBijak
"Bakat memenangkan pertandingan, tetapi kerja tim dan kecerdasan memenangkan kejuaraan." - Michael
Jordan
Perangi Covid-19, Lapas Yogyakarta Akan Lakukan Vaksinasi Booster
Kepala Lapas Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo (paling kiri) saat berkoordinasi dengan perwakilan dari RS DKT dr. Soetarto pada Rabu (19/1).|
Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA, Soleh Joko Sutopo, menerima kunjungan dari Kepala Rumah Sakit Dinas Kesehatan Tentara (DKT) dr. Soetarto Yogyakarta, Letkol Ckm dr. Zamroni, Sp.U, dan Koordinator Bidang Keluarga Berencana dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi D.I. Yogyakarta, Dra. Joehananti beserta tim pada Senin (24/01).
Kunjungan ini membahas Vaksinasi Booster Covid-19 dan penyuluhan kesehatan yang
akan diselenggarakan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta dalam waktu dekat. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Lapas Kelas IIA Yogyakarta, RS DKT dr. Soetarto, dan BKKBN Provinsi D.I Yogyakarta dalam memutus dan mencegah persebaran mata rantai Covid-19 dan segala variannya.
Kalapas Yogyakarta menyampaikan pihaknya membutuhkan vaksinasi booster untuk memutus mata rantai persebaran Covid-19 di Lapas.
“Kami butuh vaksin itu karena ini momen penting. Di tengah kondisi pandemi seperti ini kalau penyuluhan dan pemberian vitamin saja sepertinya kurang mengena,” jelas Kalapas.
Kalapas juga setuju jika pelaksaaan kegiatan ini dilakukan secara bertahap.
“Jika nanti dilakukan bertahap kami setuju, karena mengingat kita menyiapkan tempat dan petugasnya. Jadi nanti dengan dokter dan nakes kami bisa menjadwalkan berapa jumlahnya dalam satu hari,” tambahnya.
Setelah kegiatan koordinasi, Kalapas mengajak Kepala RS DKT dr. Soetarto dan Koordinator Bidang Keluarga Berencana BKKBN Provinsi D.I Yogyakarta memeriksa tempat yang akan digunakan untuk kegiatan vaksinasi dan melihat kegiatan pembinaan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta. [TPH]
Formulasikan Strategi Baru, Lapas Yogyakarta Selenggarakan Penguatan Kehumasan
Para peserta terlihat antusias menyimak sesi praktik fotografi dalam acara in house training Penguatan Kehumasan Lapas Yogyakarta. | Foto: Darmaji/
Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogakarta menyelenggarakan in house training bagi Tim Humasnya pada Selasa (25/01). Kegiatan yang bersifat penguatan itu bertujuan mendukung pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada Lapas tersebut.
Saat membuka acara, Kepala Lapas (Kalapas) Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, menegaskan bahwa strategisnya posisi humas dapat mendukung pembangunan ZI, selain itu adanya acara penguatan fungsi kehumasan ini
diharapkan agar saat menyampaikan informasi, lebih mudah diterima masyarakat.
“Diperlukan strategi kehumasan, dimana informasi tersebut bisa membuat masyarakat memahami, akan tetapi dengan konsep yang mudah diterima dan menarik untuk dibaca,”
ungkapnya.
Senada, Direktur Digital Force Jogja TV, Heri Susanto, selaku narasumber dalam acara tersebut mengatakan dalam era digital ini untuk mencapai tujuan tersebut, setiap personel dituntut untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Jadi dalam dunia kreatif, mau tidak mau harus upgrading. Misal, kalau ada anak muda dalam tim, saya nyerap limunya dia, sementara dia menyerap pengalaman saya. Itulah untungnya kalau ada senior dan junior, jam terbang juga dapat mempengaruhi kualitas,”
ungkapnya.
Lebih lanjut, menurut Mas Timbul, begitu Ia akrab disapa, apapun yang diposting pada media sosial jika itu rutin akan membantu eksistensi sebuah instansi.
“Eksistensi itu meneguhkan keberadaan kita, itu nanti secara algoritma atau analisis pada media sosial itu bisa berpotensi naik
intensitasnya dilihat orang, tinggal dikuatkan bagian narasinya,” ujarnya.
Dalam In House Training Penguatan Kehumasan, Kalapas menegaskan strategisnya posisi humas dapat mendukung pembangunan ZI di Lapas
Yogyakarta.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
Dalam acara tersebut juga diserahkan gawai berupa laptop dari Kalapas kepada Tim Humas untuk menunjang kerja-kerja kehumasan.Terpantau, Tim Humas menyambut positif kegiatan ini, terbukti dengan aktifnya sesi diskusi hingga acara berakhir. [HT]
#WiroBijak
"Tidak peduli seberapa brilian pikiran atau strategi Anda, jika Anda bermain sendirian, Anda akan selalu kalah dari
tim." - Reid Hoffman
Produksi Kotak Kado, Cara WBP Menghasilkan Uang di Lapas Yogyakarta
Simbolis, seorang WBP tengah menyerahkan hasil karyanya berupa kotak kado ke salah seorang pegawai PT Margaria Group. | Foto: Reka/
Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Sebagai instansi yang berfungsi membina kemandirian narapidana atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, pada Kamis (27/1) menyerahkan hasil kerja para WBP berupa kotak kado kepada PT Margaria Group.
Pembuatan kotak kado ini merupakan bentuk dari kerja sama antara Lapas Kelas IIA Yogyakarta dengan PT Margaria Group di bidang pelatihan dan sub produksi.
Dalam keterangannya, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja), Wachid Kurniawan Budi Santoso, mengungkapkan bahwa bahan pembuatan kotak kado ini disediakan PT
Margaria Group sesuai orderan yang disepakati, kemudian akan diproses menjadi kotak kado oleh WBP di dalam Lapas Kelas IIA Yogyakarta dengan batas waktu yang ditentukan.
“Minggu ini, kami menerima orderan sejumlah 120 buah dan harus jadi dalam waktu 7 hari saja,” ungkapnya.
Bertempat di Ruang Bimbingan Kerja, WBP Lapas Yogyakarta tengah menyelesaikan pesanan Kotak Kado hasil kerja sama PT Margaria Group. | Foto:
Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa selain mendapatkan keterampilan, WBP yang dilatih ini mendapatkan premi sebagai imbalan dalam bentuk voucher/ uang digital. Premi adalah upah untuk WBP, didapat dari hasil mengikuti Kegiatan Kerja yang diselenggarakan oleh UPT dalam hal ini Lapas Kelas IIA Yogyakarta.
Ia juga menambahkan bahwa WBP yang dilatih keterampilannya dalam bidang ini dituntut memiliki tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan ketelitian agar menghasilkan produk yang layak dipasarkan.
“Sebelumnya WBP telah dilatih oleh Margaria, sehingga mendapatkan pengalaman dan pelajaran baru membuat kotak kado, deadline untuk menyelesaikan orderan juga mengajarkan mereka untuk bertanggung jawab atas pekerjaan. Mereka juga mendapat premi dari kegiatan ini,” jelas petugas yang pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban Lapas IIA Karanganyar Nusakambangan itu. [RAP]
Kota Kado hasil pembinaan keterapilan – kemandirian WBP Lapas Yogyakarta. | Foto:
Dok. Humas Lapas Yogyakarta
Sinergi Antar Instansi, Lapas Yogyakarta Fasilitasi Lokasi Vaksin Booster
Salah seorang Petugas Lapas Yogyakarta, Silam Khodirin, tengah menjalani pemeriksaan tensi sebelum menerima vaksin dosis ke-3.| Foto: Husni/
Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta kembali menjadi lokasi Vaksinasi Dosis Ketiga pada Sabtu (29/01) pagi. Sebanyak 355 orang dari 388 yang mendaftar telah menerima vaksinasi booster tersebut. Jumlah itu terdiri dari pegawai, keluarga pegawai, dan masyarakat di sekitar lapas. Ada pun target penerima vaksin adalah orang berusia di atas 18 tahun, para lansia, penderita penyakit komorbid, serta orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah (imunodefisiensi). Sedangkan jarak minimal setelah vaksin dosis kedua adalah 6 bulan.
Kegiatan ini merupakan Bakti Sosial (Baksos) dari beberapa instansi diantaranya Asosiasi Rumah Sakit TNI & Polri dalam hal ini Rumah Sakit (Rumkit) Dinas Kesehatan Tentara (DKT) dr. Soetarto, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi D.I. Yogyakarta, dan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Fakultas Kedokteran (Kagamadok), serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dalam hal ini Lapas Kelas IIA Yogyakarta.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Rumkit DKT dr. Soetarto, Letkol Ckm dr. Zamroni, Sp.U. di tengah acara berlangsung.
“Acara ini serentak dilaksanakan di 30 provinsi, tujuannya menyukseskan program pemerintah dalam rangka meningkatkan percepatan vaksinasi Covid-19 dan mempererat sinergi antar instansi dalam memerangi penyebaran Covid-19, terlebih adanya varian baru,” jelasnya.
Senada, Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, A.Md.I.P, M.H., menambahkan bahwa Vaksinasi Booster ini merupakan bentuk sinergi antar instansi dalam memutus dan mencegah persebaran mata rantai Covid-19 dan segala variannya.
Dari kiri ke kanan; Koordinator Bidang Keluarga Berencana BKKBN DIY, Dra. Joehananti, Kepala Rumkit DKT dr. Soetarto, Letkol Ckm dr.
Zamroni, Sp.U., Kepala Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, A.Md.I.P, M.H.|
Foto: Ambar/ Humas Lapas Yogyakarta
“Ini salah satu upaya kita selain tetap menerapkan prokes dan menjaga imun.
Setelah seluruh pegawai sudah divaksin harapannya dalam bekerja dapat melakukan pelayanan lebih maksimal sesuai bidang tugasnya termasuk pembinaan kepada warga binaan,” ujarnya.
Masih di tempat yang sama, Koordinator Bidang Keluarga Berencana dari BKKBN DIY, Dra. Joehananti, berharap semoga dengan adanya kegiatan ini kekebalan masyarakat semakin tinggi.
“Sehingga Pandemi Covid 19 segera berakhir,” harapnya.
Menutup keterangannya, Letkol Ckm dr.
Zamroni menginformasikan masih ada
kegiatan dari rangkaian baksos ini, yaitu Penyuluhan Kesehatan, Pap Smear, Pemeriksaan Laborat Sederhana, dan Kegiatan Konsultasi pada tanggal 5 Februari 2022.
“Untuk Daerah Istimewa Yogyakarta akan dipusatkan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta atau Lapas Wirogunan ini,” pungkasnya.[HT]
Beberapa petugas Lapas Yogyakarta tengah menjalani skrining kesehatan oleh Tim Vaksinator.
| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
#WiroBijak
"Jika setiap orang bergerak maju bersama, maka kesuksesan akan mengurus dirinya sendiri." - Henry
Ford
RAT Tutup Buku 2021, KPPDK Lapas Yogyakarta Koperasi Sehat
Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, selaku Pembina KPPDK Lapas Yogyakarta, menyampaikan ada target yang harus dipenuhi oleh KPPDK Lapas Yogyakarta.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Koperasi Pengayoman Pegawai Departemen Kehakiman (KPPDK) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta menyelenggarakan agenda rutin Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tutup Buku Tahun 2021 pada Sabtu (29/01).
Kegiatan yang digelar di Aula Sasana Krida Wiraguna ini merupakan wujud dari pertanggungjawaban program kerja dalam kurun 1 (satu) tahun terakhir.
Para anggota KPPDK Lapas Yogyakarta tengah mengikuti jalannya RAT.| Foto: Husni/ Humas Lapas Yogyakarta
Dalam sambutannya Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Nugroho, menyampaikan bahwa KPPDK Lapas Yogyakarta adalah koperasi yang sehat.
“Saya sampaikan apresiasi kepada KPPDK Lapas Yogyakarta, setelah dilakukan penilaian oleh tim penilai, KPPDK Lapas Yogyakarta adalah koperasi yang berkatagori sehat dengan nilai baik yaitu 81. Jadi bapak ibu patut berbangga,” ungkap Tri Karyadi.
Lebih lanjut Tri Karyadi juga secara simbolis menyampaikan Nomor Induk Koperasi kepada Ketua KPPDK Lapas Yogyakarta, Marwan Fauzi.
Masih di tempat yang sama, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Yogyakarta, Soleh Joko Sutopo, selaku Pembina KPPDK Lapas Yogyakarta,
menyampaikan target yang harus dipenuhi oleh KPPDK Lapas Yogyakarta.
“Koperasi yang sehat adalah koperasi yang bisa melaksanakan RAT yang baik diawal tahun. Alhamdulillah terima kasih, pengurus koperasi telah berhasil menjawab tantangan saya untuk memajukan agenda RAT yang biasanya pada Bulan Maret. Saya sampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Yogyakarta yang telah memberikan apresiasi. Tahun depan RAT diselenggarakan pada minggu ketiga dan nilai 81 tadi meningkat menjadi 85. Saya yakin bisa,” tantangnya.
Kalapas juga berharap agar anggota dapat lebih kritis guna memberi masukan untuk program kerja.
“Saya harap, Bapak Ibu lebih kritis memberikan masukan kepada program kerja,”
tambah Kalapas.
Kegiatan yang dihadiri hampir seluruh anggota ini terlihat sangat meriah bertabur ratusan doorprize, dengan hadiah utama 3 unit sepeda gunung.
Turut hadir dalam agenda tahunan ini; Harri Soewarsono dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) DIY dan Hadi Muhtar dari Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKP RI) DIY. [TPH]
#WiroBijak
"Ada kekuatan yang sangat besar ketika sekelompok orang dengan minat yang sama berkumpul untuk bekerja menuju tujuan yang sama." - Idowu Koyenikan
Libur Tahun Baru Imlek, Kadivpas Lakukan Sidak di Lapas Yogyakarta
Kadivpas saat memasuki ruang portier Lapas Yogyakarta. | Foto: Dok. Humas Lapas Yogyakarta
YOGYAKARTA – Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) D.I. Yogyakarta, Gusti Ayu Putu Suwardani melaksanakan kegiatan pembinaan, monitoring, pengawasan, pengendalian, dan penindakan (Bintorwasdaldak) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta, pada Selasa (01/02). Hal ini merupakan langkah antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) pada saat hari libur.
Dalam kesempatan ini, pimpinan tinggi pratama Kemenkumham DIY itu, meninjau
dengan Balai Kesehatan Lapas Yogyakarta.
Kadivpas mengajak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan petugas untuk meningkatkan kebersihan lingkungan wisma hunian.
“Anggap seperti rumah sendiri, mari kita rawat bersama,” ajaknya.
Kadivpas saat meninjau langsung wisma hunian WBP di Wisma Bale Sehat I Lapas Yogyakarta. | Foto: Dok. Humas Lapas Yogyakarta
Melanjutkan inpeksinya, Gusti Ayu didampingi Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Suyadi meninjau area lingkungan pembinaan di Lapas. Ia berpesan untuk terus meningkatkan kamtib, dengan melaksanakan deteksi dini di segala lini.
“Optimalkan SDM yang ada untuk laksanakan program back to basic,” instruksinya.
Selain itu, Kadivpas juga memberikan apresiasinya karena Lapas Kelas IIA Yogyakarta terus berbenah dalam memberikan