METODE PENGHITUNGAN INDEKS
HARGA SAHAM
INDEKS PASAR SAHAM
Indeks pasar saham merupakan indikator dari keadaan dinamis dari pasar sekuritas. Untuk memperkirakan perilaku pasar, reaksi terhadap perubahan makroekonomi dan acara perusahaan caranya dengan membandingkan nilai indeks pasar saat ini dengan nilai-nilai sebelumnya.
Indeks saham dihitung atas dasar harga dari kelompok sekuritas tertentu.
INDEKS PASAR SAHAM
Indeks pasar saham yang lebih sering dihitung dan diterbitkan oleh berita atau agen penilaian dan bursa saham. Indeks pasar saham juga merupakan dasar untuk instrumen derivatif, seperti kontrak berjangka dan opsi, yang digunakan untuk tujuan investasi dan spekulasi, serta untuk perlindungan nilai untuk mengurangi risiko. Selain itu, nilai indeks diinterpretasikan sebagai harga instrumen ini.
INDEKS PASAR SAHAM
Indeks pasar saham pertama dikembangkan pada tahun 1884 di Amerika Serikat - Charles Dow mulai menghitung rata-rata perubahan harga pasar untuk 11 perusahaan industri besar. Sejak tahun 1928, Dow Jones telah menghitung sebanyak 30 perusahaan.
Indeks yang paling populer di dunia adalah indeks saham perusahaan yang diperdagangkan di Bursa AS (DJI, S&P 500, NASDAQ 100) dan Eropa (DAX, CAC 40, FTSE 100), serta indeks saham Jepang disebut NIKKEI 225. Selain indeks utama, masing-masing indeks pasar saham ini memiliki kelompok indeks berbeda dengan komposisi, sektor ekonomi, dan parameter yang berbeda juga.
INDEKS BERDASARKAN HARGA
Dow Jones Industrial Average (DJIA) merupakan indeks pasar saham berdasarkan harga yang paling populer.
DJIA dihitung dari total harga 30 saham dan membaginya dengan sebuah pembagi (divisor) yang angkanya disesuaikan setiap kali ada pemecahan saham (stock split) dari saham-saham tersebut.
Tujuan penyesuaian saham-saham ini adalah yaitu agar nilai indeks akan tetap sama sebelum dan sesudah pemecahan saham.
Tabel 1.
CONTOH PENYESUAIAN PEMBAGI AKIBAT PEMECAHAN SAHAM
SAHAM HARGA SEBELUM
PEMECAHAN HARGA SESUDAH PEMECAHAN
x Rp300 Rp100*
y Rp200 Rp200
z Rp100 Rp100
PEMBAGI Rp600:3 =200 Rp400 : x = 200 X = 2 (pembagi baru)
*Saham x melakukan pemecahan saham (stock split) 3 untuk 1 (3 for 1)
CONTOH PERHITUNGAN INDEKS BERDASARKAN HARGA
SAHAM PERIODE 0 PERIODE 1
KASUS A KASUS B
A Rp100 Rp110 Rp100
B Rp50 Rp50 Rp50
C Rp30 Rp30 Rp33
JUMLAH Rp180 Rp190 Rp183
PEMBAGI 3 3 3
INDEKS
(RATA-RATA) 60 63,3 61
PERUBAHAN 5,5% 1,7%
Perhitungan indeks berdasarkan harga menyebabkan saham yang berharga tinggi mempunyai bobot lebih besar dibandingkan saham yang berharga rendah.
2. INDEKS BERDASAR NILAI KAPITALISASI PASAR
Indeks berdasarkan nilai memberikan bobot
yang lebih besar pada saham yang
berkapitalisasi pada pasar besar bukan pada
saham berharga tinggi. Kapitalisasi pasar
suatu saham adalah jumlah saham yang
beredar dikalikan dengan harga pasar saham.
Indeks awal ditetapkan secara bebas, tetapi yang paling populer adalah 100. Selanjutnya, setelah kita mendapatkan kapitalisasi pasar untuk semua saham yang dimasukkan dalam indeks, kita menjumlahkannya untuk mendapatkan total kapitalisasi pasar pada periode dasar t = 0, yang indeksnya ditetapkan 100. Kemudian, pada periode t, total kapitalisasi pasar kembali dihitung dan hasilnya dibagi dengan total kapitalisasi pasar periode dasar dan dikalikan dengan indeks awal (100) untuk mendapatkan indeks pada periode t.
Jika indeks awal ditetapkan 100, maka persamaan diatas
menjadi:
Contoh Soal :
1. Hitunglah indeks pasar saham jika pada t = 0 diketahui:
dan pada t = 1, harga-harga saham menjadi:
a. Saham A = Rp 120, saham B = Rp 150, dan saham C = Rp 200
b. Saham A = Rp 100, saham B = Rp 150, dan saham C = Rp 240
Pertama, kita harus menghitung kapitalisasi pasar masing-masing saham dan total pasar pada t
= 0 untuk menjadi pembagi pada t = 1. Berapapun nilai kapitalisasi pasar pada t = 0, kita tetapkan indeksnya adalah 100 (paling umum). Penghitungan indeks di periode t = 1 adalah sebagai berikut:
Lanjutan...
Perhatikan bahwa dalam contoh di atas, bobot terbesar adalah untuk saham C yaitu ±50%, berikutnya saham B ± 45%, dan terendah saham A yaitu ±5%. Bobot saham A hanya 10% bobot saham C walaupun kalau berdasarkan harga, bobotnya adalah 50% bobot saham C. Bobot saham B dibandingkan bobot saham C adalah 90 : 100 atau 9 : 10 walaupun perbandingan harganya15 : 20 atau 3 : 4 pada periode 0.
INDEKS TIDAK TERTIMBANG
Indeks Tidak Tertimbang : Metode angka indeks yang digunakan untuk mengetahui perkembangan suatu
harga, yaitu terfokus hanya pada harga dan tidak mempertimbangkan kuantitasnya
Karena tidak menggunakan faktor penimbang maka
semua saham dianggap sama penting
Contoh Perhitungan Indeks Tidak
Tertimbang
Contoh Perhitungan Lain Indeks Tidak Tertimbang
• Angka Indeks Aggregate Sederhana: yaitu membandingkan jumlah dari harga-harga barang persatuan untuk tiap-tiap tahun.
Rumus yang digunakan adalah :
I = (ΣPn/ΣPo) x 100%
Keterangan :
I = Angka Indeks
Pn = Jumlah harga tahun yang dicari indeksnya Po = Jumlah harga tahun dasar
Indeks aggregate sederhana pada tahun 2002 sebesar 104,79% atau mengalami kenaikan sebesar 4,79%
dibandingkan dengan harga pada tahun 2001.
• Angka Indeks Rata-Rata Relatif, yaitu dimulai dengan mencari angka relatif dari masing-masing barang dan kemudian dicari rata- rata dari angka relatif tersebut.
Rumus yang digunakan adalah : I = [(Σ(Pn/Po) x 100%) / (k)].
Keterangan :
I = Angka Indeks
Pn = Jumlah harga tahun yang dicari indeksnya Po = Jumlah harga tahun dasar
k = Jumlah barang.
Indeks rata-rata relatif tahun 2002 sebesar 422,23% / 4 = 105,56%.
Dengan menggunakan angka indeks rata-rata relatif, pada tahun 2002 terjadi kenaikan harga komoditi A, B, C dan D sebesar 5,56% dibandingkan tahun tahun 2001.
INDEKS HARGA SAHAM
GABUNGAN (IHSG)
BURSA EFEK
INDONESIA
(BEI)
IHSG adalah indikator gabungan berdasarkan nilai dari
seluruh saham yang tercatat di BEI baik saham biasa maupun saham preferen. Harga dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100. Total kapitalisasi pasar
BEI per 2 Desember 2005 adalah Rp. 773.042.917.524.265 (339 saham tercatat yaitu 335 saham biasa dan 4 saham
preferen) atau Rp 717.269.617.524.2654 (337 saham tercatat tanpa HMPS dan EXCL)
10 saham berkapitalisasi terbesar (diluar HMSP dan EXCL)
10 Besar Emiten Berkapitalisasi Pasar Terbesar 9 Februari 2019
Kode Emiten Kapitalisasi Pasar (Rp triliun)
BBCA 674
BBRI 475
HMSP 436
TLKM 381
UNVR 380
BMRI 350
ASII 330
BBNI 166
GGRM 156
CPIN 125
10 saham berkapitalisasi terendah per 2 Desember 2005
Persentase dari total nilai kapitalisasi pasar yang disajikan pada kolom paling kanan adalah
merupakan bobot masing-masing saham dalam IHSG untuk perdagangan esok harinya atau tanggal 5 Desember 2005 (tanggal 3 dan 4
Desember 2005 tidak ada perdagangan karena Sabtu dan Minggu)
Total nilai kapitalisasi pasar BEJ 2003-2005
Setiap hari tidak hanya 1 saham yang naik atau turun tetapi beberapa saham mengalami kenaikan dan beberapa penurunan sementara sebagian besar tetap.
Jika demikian, perubahan IHSG adalah jumah persemtase perubahan harga saham dikalikan dengan bobotnya
Saham-saham yang menempati posisi top gainers (peraih
keuntungan terbesar) dan top losers (pencetak kerugian terbesar :
Jika IHSG dihitung berdasarkan harga, ternyata 10 saham berbobot terbesar berdasarkan nilai akan mempunyai bobot sebagai berikut:
Perbandingan pembobotan berdasarkan harga, nilai, dan tidak tertimbang untuk 10 saham berkapitalisasi terbesar di BEJ adalah sebagai berikut
Fraksi Harga Saham dan IHSG
• Fraksi harga saham merupakan rentang
perubahan harga saham dalam satu saat. Dalam melakukan transaksi jual dan beli saham
terdapat batasan perubahan atau kelipatan harga yang diperbolehkan
• Agar ada keseragaman maka dibentuk prosedur prosedur yang ditentukan oleh Bursa Efek
Indonesia, Besar kecilnya fraksi harga saham tergantung dari harga saham yang
diperdagangkan, semakin tinggi harga saham semakin tinggi pula fraksi harga saham.
Fraksi Harga Saham dan IHSG
Bila kita menggunakan fraksi harga saham lama dengan kelompok harga dibawah 500, misalnya Saham A harga sahamnya saat ini adalah 400. Ketika harga Saham naik 1 poin atau sebesar Rp. 1,- maka keuntungan yang diperoleh Trader adalah sebesar 0.25%
(belum termasuk fee broker). Sedangkan, bila kita menggunakan fraksi harga saham baru, maka Saham A yang mengalami kenaikan 1 point atau sebesar Rp. 2,- maka keuntungan yang diperoleh Trader adalah sebesar 0.5% (belum termasuk fee broker). Contoh tersebut menunjukkan salah satu hal yang positif dengan adanya perubahan fraksi harga terbaru
Fraksi Harga Saham dan IHSG
Apakah IHSG berdasarkan poin kenaikan/ penurunan atau berdasarkan perubahan ?
Untuk perubahan IHSG, tidak mempertimbangkan besar kenaikan/penurunan poin tetapi persentasenya. Fraksi harga boleh saja dan bisa diubah oleh otoritas bursa (PT BEI) untuk tujuan likuiditas perdagangan, namun hal itu tidak berpengaruh secara langsung terhadap IHSG. Namun, dengan adanya perubahan fraksi harga saham, diharap semakin memberikan peluang keuntungan bagi Trader yang memicu pertumbuhan jumlah nasabah di pasar modal Indonesia.
Contoh soal :
Suatu indeks saham dihitung dari 3 saham dalam sampelnya. Informasi yang berhubungan dengan
harga dan jumlah beredar 3 saham itu pada tanggal T dan tanggal T+1 diberikan sebagai berikut:
Saham Jumlah Saham
Harga
T T+1
Audi 1.000.000 Rp6.000 Rp8.000 Benz 10.000.000 Rp2.000 Rp3.500 Crys 30.000.000 Rp1.800 Rp2.500
Hitunglah:
a. Indeks pasar saham berdasarkan harga untuk T+1 dan presentase perubahan dari periode T ke T+1
b. Indeks pasar saham berdasarkan nilai kapitalisasi pasar untuk T+1 dan persentase perubahan
c. Indeks pasar saham tak tertimabang (indeks berbobot sama)
d. Jika seorang investor membeli jumlah saham yang sama dari masing-masing saham di atas pada periode T, misalkan 1000 saham masing-masingnya, indeks mana yang mencerminkan perubahan nilai portofolionya?
e. Jika seorang investor menginvestasikan jumlahrupiah yang sama misalkan Rp18.000.000 untuk masig-masing saham, indeks mana yang menjelaskan peruahan investasi dengan tepat?
f. Jika seorang investor membeli masing-masing saham dalam jumlah rupiah yang proporsional dengan kapitalisasi pasar, tunjukan bahwa perubahan indeks berdasarkan nilai.
Jawab
Saham
Harga (Rp)
Jumlah Saham
Kapitalisasi Pasar (Rp)
T T+1 T T+1
Audi 6.00
0 8.000 1.000.000 6.000.000.000 8.000.000.000 Benz 2.00
0 3.500 10.000.000 20.000.000.00
0 35.000.000.00 0
Crys 1.80
0 2.500 30.000.000 54.000.000.00
0 75.000.000.00 0
Jumlah 41.000.000 80.000.000.000 118.000.000.0 00
Saham Besar Investas i (Rp)
Harga Saham Periode T (Rp)
Jumlah Saham
Harga Saham
Periode T+1 (Rp)
Nilai
portofolio (Rp)
Audi 7.500.00
0 6.000 1.250 8.000 10.000.00
0 Benz 25.000.0
00 2.000 12.500 3.500 43.750.00
0 Crys 67.500.0
00 1.800 37.500 2.500 93.750.00
0 Jumlah 100.000.
000 51.250 147.500.0
00