42 BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN 4.1. Rancangan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Metode Eksperimental yaitu membandingkan pengaruh peningkatan kadar polietilen glikol (PEG) 1500 pada sediaan masker gel peel-off ekstrak daun teh hijau kombinasi kojic acid.
Menggunakan basis polivinil alcohol (PVA) terhadap karakteristik fisik dan kimia (organoleptis, viskositas, homogenitas, daya sebar, waktu mongering, pH) serta stabilitas sediaan.
4.2. Tempat dan Waktu Penelitian 4.2.1. Tempat Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Formulasi Sediaan Farmasi dan Laboratorium Kimia Terpadu II Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
4.2.2. Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Maret 2021 sampai dengan bulan Juni 2021.
4.3. Variabel Penelitian 4.3.1. Variabel Bebas
Variabel bebas pada penelitian ini adalah perbedaan kadar polietilen glikol (PEG) 1500 sebanyak 3%, 5%, 7%.
4.3.2. Variabel Tergantung
Variabel tergantung pada penelitian ini adalah karakteristik fisika dan kimia (organoleptis, viskositas, homogenitas, daya sebar, waktu mongering dan pH) serta stabilitas pada sediaan makser gel peel-off ekstrak daun teh hijau kombinasi kojic acid.
4.4. Bahan
Bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah daun teh hijau (Camelia sinensis) yang diperoleh dari lawang, kojic acid, PVA (Polivinil Alkohol), Propilenglikol, Metil paraben (Nipagin), Propil paraben (Nipasol), Vitamin C, Polietilen glikol 1500, dan Aquadest
4.5. Alat dan Instrumen
Alat yang akan digunakan pada penelitian ini meliputi mortar dan stemper, beaker glass, cawan porselen, dan gelas ukur. Instrumen yang akan digunakan meliputi pH meter basic 20+, Spektrofotometer UV-Vis, Neraca analitik digital, Brookfield Engineering, oven, hotplate, dan peralatan uji daya sebar.
4.6. Metode Kerja
4.6.1. Pembuatan Eksrak Daun Teh Hijau
Daun teh hijau segar 15kg di rajang lalu dicuci, didiamkan 15 menit sampai airnya turun. Daun teh hijau yang sudah behsih dijemur selama 3 jam dibawah sinar matahari. Daun teh hijau yang dijemur ditutupi menggunakan jaring hitam (paranet) dan diangin-anginkan selama 5 hari. Daun teh hijau yang sudah kering kemudian ditimbang, didapat simplisia kering sebanyak 1,5 kg.
Simplisia daun teh hijau sebanyak 1,5 kg diserbukan dengan mesh 4/18, serbuk daun teh hijau di campur pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:10L., kemudian campuran serbuh daun teh hijau dan pelarut etanol diaduk selama 3 jam kemudian diendapkan selama 32 jam. Pemisahan antara ampas dan pelarut dilakukan dengan cara penyaringan menggunakan kertas khusus penyaring.
Ampas daun teh hijau dibuang dan ekstrak cair daun teh hijau diuapkan menggunakan alat Rotapavor selama 8 jam dan didapat ekstrak cair sebanyak 1,5 liter, kemudian ekstrak cair tersebut dipindahkan kedalam rotapavor yang lebih kecil dan dirotari selama 5 jam sehingga didapat ekstrak kental dengan randemen et al., 2016).
4.6.2. Pembuatan Masker Gel Pell-Off Ekstrak Daun Teh Hijau
Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan sediaan masket gel peel-off ekstrak daun teh hijau kombinasi kojic acid. Menggunakan basis polivinil alcohol (PVA) sebagai film former agent dan polietilen glikol (PEG) 1500 sebagai plasticizer dengan variasi kadar 3%, 5%, 7%. Terdapat 4 formula sediaan masker gel peel-off yang akan dibuat dan dilakukan evaluasi karakteristik fisik dan kimia (organoleptis, viskositas, homogenitas, daya sebar, waktu mengering,pH) sediaan meliputi formula 1 menggunakan polietilen glikol (PEG) 1500 sebanyak 3% , formula 2 menggunakan polietilen glikol (PEG) 1500 sebanyak 5%, dan formula
3 menggunakan polietilen glikol (PEG) 1500 sebanyak 5%. Semua uji dilakukan replikasi sebanyak 3 kali dengan bobot sediaan 100 g. skema kerja dapat dilihat pada gambar 4.1
Gambar 4. 1 Cara Pembuatan Masker Gel Peel Off
Pembuatan sediaan masker gel peel-off ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) kombinasi kojid acid menggunakan basis polivinil alkohol (PVA)
dan polietilen glikol (PEG) 1500
Formula 2 dengan kadar polietilen glikol (PEG) 1500
sebanyak 5%
Formula 3 dengan kadar polietilen glikol (PEG) 1500
sebanyak 7%
Formula 1 dengan kadar polietilen glikol (PEG) 1500
sebanyak 3%
Evaluasi sediaan meliputi uji karakteristik fisik (organoleptis, viskositas, homogenitas, daya sebar, waktu mengering), uji karakteristik kimia (pH)
Analisis data
Penelitian ini terdapat 3 formula gel peel off ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) kombinasi kojic acid dengan basis masker dan formula masker ekstrak daun teh hijau kombinasi kojic acid dapat dilihat pada tabel 4.1 dan 4.2.
4.6.3. Formula Sediaan Masker Gel Peel Off ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) kombinasi kojic acid.
Bahan dan jumlah yang digunakan dalam formulasi basis Gel Peel Off dapat dilihat pada tabel 4.1
Tabel 4. 1 Formula Masker Peel-Off
No Bahan Fungsi Formula (%)
I II III
1 Ekstrak daun teh hijau Bahan aktif 2 2 2
2 Kojic acid Bahan aktif 1 1 1
3 Polivinil alcohol (PVA) Film former agent 14 14 14
4 Propilenglikol Humektan 8 8 8
5 Polietilen glikol 1500 Plasticizer 3 5 7
6 Metil Paraben (Nipagin) Pengawet 0,18 0,18 0,18
7 Propil paraben (Nipasol) Pengawet 0,02 0,02 0,02
8 Vitamin C Antioksidan 0,5 0,5 0,5
9 Aquadest Pelarut Ad
100
Ad 100
Ad 100
4.6.4. Spesifikasi Sediaan
Tabel 4. 2 Spesifikasi Sediaan
No Karakteristik Spesifikasi
1 Organoleptis Warna : Hijau
Bau : Khas daun teh Tekstur : Lembut (Gel)
2 Viskositas 2000 - 30000 cPs
3 Ph 4,5 – 6,5
4 Homogenitas sediaan Homogen
5 Waktu mengering Kurang dari 30 menit
6 Daya sebar 5,0 – 7,0 cm
4.6.5. Cara Pembuatan Sediaan Masker Gel Peel-Off
Pembuatan sediaan masker gel peel-off dapat dimualai dengan cara mengembangkan PVA menggunakan aquades panas (4 kali berat PVA) dalam beaker glass kemudian ditutup menggunakan aluminium foil lalu dipanaskan diatas hotplate dengan suhu 80oC selama 15 menit. Setelah mengembang, PVA didiamkan selama satu malam atau 12 jam. Kojic acid dan Polietilen glikol (PEG) 1500 yang telah ditimbang dengan variasi kadar pada masing-masing formula dilarutkan menggunakan aquades didalam mortir. Larutkan metilparaben dan propilparaben menggunakan propilenglikol kemudian masukkan dalam mortir aduk sampai homogeny lalu tambahkan polivinil alkohol yang telah dikembangkan dalam mortir aduk hingga terbentuk basis gel. Vitamin C dilarutkan dengan aquadest kemudiaan dimasukkan kedalam mortir lalu aduk hingga homogeny. Ekstrak daun teh hijau yang telah ditimbang dimasukkan kedalam mortir lalu diaduk hingga terbentuk sediaan masker gel peel off . pada scale up sediaan dibuaat sebanyak 150 g. Cara pembuatan dapat dilihat pada gambar 4.2
Tambahkan Vitamin C aduk sampai homogen Campur PVA dan
aquadest dalam beaker glass lalu tutup aluminium foil.
Panaskan pada suhu 80oC menggunakan hotplate selama 15
menit (hingga mengembang)
Diamkan 12 jam
PEG 1500 +kojic acid aquades 30 ml
aduk sampai larut
Nipagin + Nipasol dilarutkan kedalam
propilenglikol sampai larut
Campur (dalam mortir) aduk sampai homogen
Campur (dalam mortir) aduk sampai terbentuk basis gel
Masukkan ekstrak daun teh hijau pada campuran diatas, aduk hingga terbentuk sediaan masker gel peel-off
4.7. Evaluasi Sediaan 4.7.1. Evaluasi Fisik Sediaan 4.7.1.1. Organoleptis
Evaluasi dilakukan dengan cara mengamati secara visual atau langsung yakni tekstur, warna dan bau dari sediaan yang telah dibuat. Tekstur yang diamati beberapa konsistensi (lembut atau kaku) sediaan (Indradewi Armadany & Sirait, n.d.)
4.8.1.2. Homogenitas
Sediaan diambil 1 gram kemudian dioleskan dan disebarkan pada kaca transparan kemudian ditimpa dengan objek gelas lainnya kemudian dilihat dengan ada tidaknya partikel yang kasar tersebar didalamnyaa ketika dibari permukaannya halus merata. Jika sediaan tidak homogeny, maka gerus kembali hingga diperoleh sediaan yang bening pada saat dioleskan diatas kaca transparan atau sampai tidak ada partikel yang kasar. Ketidak-homogenan ini menunjukan adanya partikel yang tidak larut dalam pembawa yang disebabkan oleh pengembang PVA yang kurang sempurna, sehinggan terjadi pengumpalan pada sediaan (Ardini & Rahayu, 2019).
4.8.1.3. Viskositas dan Tipe Aliran
Pengujian viskositas dari sediaan gel dilakukan dengan alat viskometer Brookfield. Sediaan dilakukan dengan memasukkan sejumlah sampel kedalam beaker glass sebanyak 50 gram(Prabowo, 2013). Ukuran spindle yang digunakan adalah ukuran 64 dan rotor dijalankan dengan kecepatan (3,6,12,30,dan 60 rpm) dan selanjutnya alat dinyalkan, jika jarum pada viscometer telah menunjukkan ngka yang stabil, hasil dicatat lalu dikalikan dengan factor koreksi. Nilai viskositas sediaan gel yang baik yaitu 2000- 3000cPs. (Kartikasari & Anggraini, 2018). Tipe aliran diliat pada reogram dan data yang diperoleh dapat ditentukan tekanan geser (shearing stress) dan kecepatan geser (rate of share) ialah sebanding sehingga aliran yang diperoleh ialah aliran plastis karena menunjukkan sifat dari aliran plastis merupakan garis lurus dengan interst pada sumbu tekanan geser (Sholikhah & Apriyanti, 2020). Pengujian sifat alir dilakukan dengan mengubah-ubah rpm sehingga didapat nilai viskositas pada berbagai rpm. Sifat alir dapat diketahui dengan cara membuat kurva antara kecepatan geser (rpm) dengan gaya (dyne/cm2).Pengujian viskositas dilakukan 3 kali replikasi.
4.8.1.4. Daya Sebar
Pada evaluasi ini digunakan alat sepasang lempeng kaca yang telah ditimbang sebelumnya. Sediaan ditimbang sebanyak 1 gram sediaan lalu diletakkan diatas lempeng kaca yang bagian bawahnya terdapat kertas millimeter yang berdiameter 20 cm, kemudian bagian atasnya diberi lempeng kaca yang sama, dan ditingkatkan bebannya dengan menggunakan anak timbangan 50g, dan 100g dan diberi rentangwaktu 1 menit. Kemudian diameter penyebaran diukur pada setiap penambahan beban pada saat sediaan berhenti menyebar dengan menggunakan jangka sorong. Daya sebar 5-7 cm menunjukkan onsistensi semi solid yang sangat nyaman dalam penggunaan (Kartikasari & Anggraini, 2018).
Dilakukan 3 kali replikasi.
4.8.1.5. Waktu Mengering
Evaluasi waktu mengering dari suatu sediaan masker peel-off merupakan salah satu parameter penting yang perlu diketahui. Hal ini dapat disebabkan karena suatu formulasi sediaan masker peel-off yang memiliki waktu mengering lebih singkat mmemungkinkan proses pengelupasan yang lebih cepat. Sediaan yang diuji adalah masker peel-off yang telah diformulasikan 48 jam sebelum evaluasi. Sediaan diambil sebanyak 0.7 gram dengan cara mengoleskan sediaan dan disebarkan di atas permukaan kaca dengan area seluas 5,0x2,5 cm sampai terbentuk lapisan tipis yang merata dengan tebal kurang lebih 1 mm, kemudian dimasukkan ke dalam oven pada temperatur 37±2 ºC yang bertujuan untuk menggambarkan pengaplikasian masker pada wajah. Sediaan yang dioven diamati sampai pengeringan selesai. Pengujian waktu mengering ini dilakukan karena masker gel peel off diharapkan akan membentuk lapisan film dalam waktu tertentu setelah diaplikasikan. Waktu mengering sediaan gel peel-off yang baik ialah kurang dari 30 menit. Formulasi yang menggunakan PVA sebagai pembentuk lapisan film sehingga lapisan film yang terbentuk dapat diangkat dengan mudah tanpa retak atau robek (Puluh et al., 2019). Dilakukan 3 kali replikasi. + 4.8.1.6. Evaluasi Kimia Sediaan (Pengukuran pH Sediaan)
Pada evaluasi ini digunakan pH meter basic 20+ untuk mengukur pH sediaan masker gel peel-off. Sebelum digunakan alat terlebih dahulu dikalibrasi dengan menggunakan larutan dapar standar netral (pH 7,01) dan larutan dapar pH
asam (pH 4,01) hingga alat menunjukkan harga pH tersebut. Kemudiaan elektroda dicuci dengan aquadest, lalu dikeringkan dengan tissue. Selanjutnya masukkan sediaan gel kedalam beakerglass kemudian pH meter dicelupkan pada sediaan selama 1 menit. Dibiarkan alat menunjukkan harga pH sampai konstan. Angka yang ditunjukkan pH meter merupakan pH sediaan. Nilai pH sediaan masker gel peel-off harus sesuai dengan pH kulit yaitu pH 4,5 – 6,5 (Andini et al., 2017).
Dilakukan 3kali replikasi.
4.9. Evaluasi Stabilitas Sediaan 4.9.1. Freeze Thaw Cycling
Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas dari suatu sediaan yang dikondisikan pada suhu berbeda yaitu 4oC 2oC dan 40oC 2oC/75% RH yang dilakukan selama 6 siklus. Tiap siklus berlangsung selama 24 jam pada tiap-tiap suhu (4o dan 40oC) (Tiara Misericordia Lasut1 et al., 2019). Evaluasi ini dilakukan dengan cara memasukkan sejumlah Sediaan pada pot kaca tertutup rapat atau vial, kemudian dibekukan dalam lemari es pada suhu 4ºC selama 24 jam, setelah itu sediaan disimpan dalam incubator dengan suhu 40oC selama 24 jam lalu dilakukan pengamatan organoleptis dan pengukuran pH (Danimayostu, 2017).
4.10. Analisis Data
Analisis data uji sediaan masker gel peel-off dilakukan dengan software IBM SPSS Statistics 23 metode Oneway Anova. Data yang diperoleh dilakukan analisis statistika dengan tingkat kepercayaan = 0,05. Cara untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan pada ke-3 formula dapat dilihat dari nilai p yang diperoleh. Apabila nilai p hitung < nilai maka dapat dikatakan adanya perbedaan yang signifikan, sehingga perlu dilanjutkan dengan Least Significant Difference (LSD) untuk mengetahui data yang berbeda. Hipotesis yang digunakan ialah :
H0 : Tidak ada perbedaan yang bermakna antara peningkatan kadar polietin glikol (PEG) 1500 dengan karakteristik fisika dan kimia masker gel peel-off ekstrak daun teh hijau kombinasi kojic acid. H0 dapat diterima apabila signifikan > 0,05.
H1 : Ada perbedaan yang bermakna antara peningkatan kadar polietilen glikol (PEG) 1500 dengan karakteristik fisika dan kimia masker gel peel off ekstrak daun teh hijau kombinasi kojic acid. H1 dapat diterima apabila signifikan < 0,0.
Analisis data uji stabilitas metode Freeze thaw cycling dilakukan dengan metode Paired Sampel T Test. Metode ini digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata sebelum diberi perlakuan (Pre-test) dengan rata-rata setelah diberi perlakuan (Post-test). Hipotesis yang digunakan ialah:
H0 : Tidak ada perbedaan yang bermakna antara nilai rata-rata Pre-test dengan nilai rata- rata Post-test. H0 dapat diterima apabila signifikan > 0,05.
H1 : Ada perbedaan yang bermakna antara nilai rata-rata Pre-test dengan nilai rata-rata Post-test. H1 dapat diterima apabila signifikan < 0,05.