PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SEMESTER II SMA
NEGERI 1 PANCUR BATU T.P. 2012/2013
Oleh:
Mula Sirait NIM 409121059
Program Studi Pendidikan Fisika
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
iv
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala
kasih karunia dan berkat-Nya yang memberikan hikmat dan kesehatan kepada
penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik sesuai dengan
waktu yang direncanakan.
Skripsi yang berjudul: Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Listrik Dinamis di Kelas X Semester II SMA Negeri 1 Pancurbatu T.P. 2012/2013.
Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak
Drs. Makmur Sirait, M.Si selaku dosen pembimbing skripsi yang telah banyak
memberikan bimbingan dan saran–saran kepada penulis sejak awal sampai
selesainya penyusunan skripsi ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada
Bapak Drs. Sehat Simatupang, M.Si, Ibu Dr. Derlina, M.Si dan Bapak Drs. Karya
Sinulingga, M.Si, sebagai dosen penguji 1, 2 dan 3 yang telah memberikan
masukan dan saran – saran mulai perencanaan sampai selesainya penyusunan
skripsi ini serta Ibu Dr. Derlina, M.Si selaku dosen pembimbing akademik yang
selama ini memberikan bimbingan dan saran–saran dalam perkuliahan. Ucapan
terima kasih juga disampaikan kepada seluruh Bapak dan Ibu dosen beserta Staf
pegawai Jurusan Fisika FMIPA UNIMED yang telah banyak membantu penulis.
Terima kasih kepada Bapak Porang Siregar, S.Pd sebagai kepala sekolah
SMA Negeri 1 Pancur Batu, seluruh komite sekolah SMA Negeri 1 Pancur Batu
khususnya kepada Ibu Sri Imelda, S.Pd, dan Ibu Johani Sinulingga S.Pd selaku
guru mata pelajaran Fisika di SMA Negeri 1 Pancur Batu yang telah banyak
membantu selama penelitian.
Teristimewa kepada kedua orangtua penulis yaitu : Ayahanda R. Sirait dan
Ibunda tercinta B. Baringbing yang telah memberikan motivasi ,doa dan dana
kepada penulis untuk dapat menyelesaikan studi di UNIMED, demikian juga
terima kasih penulis ucapkan kepada my big family (abangda, kakanda dan
v
Ucapan terima kasih juga kepada rekan-rekan juang Mak Bengges Grup
yang banyak memberikan dukungan untuk menyelesaikan skripsi ini. Ucapan
terima kasih khusus kepada teman–teman Fisika Dik B 2009 telah bersama–
bersama menjalankan perkuliahan yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kelemahan dalam penulisan
skripsi ini, untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membangun. Semoga skripsi ini bermanfaat dalam memperkaya ilmu
pengetahuan.
Medan, Juli 2013
iii
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATERI POKOK LISTRIK DINAMIS DI KELAS X SEMESTER II SMA
NEGERI 1PANCUR BATU T.P. 2012/2013
MULA SIRAIT (409121059) Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Listrik Dinamis di Kelas X SMA Negeri 1 Pancur Batu T.P. 2012/2013.
Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas X SMA Negeri 1 Pancur Batu T.P.2012/2013, yang terdiri dari 8 kelas.Teknik pengambilan sampel Cluster Random Sampling. Sampel dari penelitian ini terdiri dari 2 kelas yaitu kelas X1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X2 sebagai kelas kontrol dimana setiap kelas terdiri dari 34 orang siswa. Kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan kelas kontrol dengan model pembelajaran konvensional. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes yang berbentuk pilihan ganda sebanyak 20 soal dan terdiri dari 5 pilihan jawaban. Semua soal dalam penelitian ini diambil dari buku Fisika SMA kelas X disesuaikan dengan kompetensi dan soal divalidasi kepada validator yaitu dua orang dosen dan satu orang guru fisika. Untuk menguji hipotesis digunakan uji beda (uji t), setelah uji prasyarat dilakukan, yaitu uji
normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata pre-test adalah 36,62
dan nilai rata-rata post-test adalah 74,41. Nilai rata-rata pre-test pada kelas kontrol adalah 34,12 dan nilai rata-rata post-test adalah 67,35. Pada pengujian data Pre-test kedua kelas diperoleh bahwa data kedua kelas berdistribusi normal, memiliki varians homogen dan mempunyai kemampuan awal yang sama. Setelah diberi perlakuan yang berbeda kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol, diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen pada pertemuan I sebesar 67,64%, pada pertemuan II sebesar 77,57%.Rata-rata keseluruhan aktivitas siswa di kelas eksperimen adalah 72,65% dengan kategori aktif. Hasil pengujian normalitas post-test kelas eksperimen diperoleh Lhitung sebesar 0,1224 dan Ltabel sebesar 0,1485 dengan Lhitung < Ltabel , dapat disimpulkan bahwa data post-test kelas eksperimen terdistribusi normal. Hasil pengujian homogenitas data post-test diperoleh Fhitung =1,165 dan Ftabel =2,678 dengan Fhitung < Ftabel ,sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berasal dari kelompok yang homogen. Hasil pengujian hipotesis post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh thitung = 2,3686 dan ttabel = 1,668 (α = 0,05). Hasil perhitungan diperoleh thitung > ttabel pada taraf signifikan , nilai post-test pada kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yang berarti dalam penelitian ini Ha diterima sekaligus menolak Ho .Dengan demikian diperoleh kesimpulan ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Thik Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Listrik Dinamis di kelas X SMA Negeri 1 Pancur Batu T.P 2012/2013.
vi
2.1.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 10
2.1.6 Model Pembelajaran ... 11
2.1.6.1 Pembelajaran Kooperatif ... 11
2.1.6.1.1 Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif... 14
2.1.6.1.2 Model Pembelajaran Kooperatif Think Pair Share (TPS) ... 15
vii
2.1.6.2 Model Pembelajaran Konvensional ... 20
2.1.7 Materi Pelajaran ... 22
2.1.7.1 Listrik Dinamis ... 22
2.1.8 Penelitian Terdahulu ... 31
2.2 Kerangka Berpikir ... 33
2.3 Hipotesis Penelitian ... 34
BAB III METODE PENELITIAN ... 35
3.1 Tempat dan Waktu Penelitian ... 35
3.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 35
3.3 Variabel Penelitian ... 35
3.4 Jenis dan Desain Penelitian ... 36
3.5 Instrumen Penelitian... 37
3.6 Lembar Observasi ... 38
3.7 Validitas Tes ... 39
3.8 Prosedur Penelitian ... 39
3.9 Teknik Analisis Data ... 42
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47
4.1 Hasil Penelitian………...47
4.2 Pembahasan………53
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 55
ix
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 2.1 Langkah-langkah Model Pembelajaran Kooperatif TPS 18
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu Model Pembelajaran TPS 31
Tabel 3.1 Desain Penelitian tipe Two Group (Pre-Test dan Post-test) 36
Tabel 3.2 Perincian Kisi-Kisi Tes Hasil Belajar Siswa 38
Tabel 4.1 Nilai Pre-Test Siswa Kelas Eksperimen 47
Tabel 4.2 Nilai Pre-test Siswa Kelas Kontrol 48
Tabel 4.3 Nilai Post-Test Siswa Kelas Eksperimen 49
Tabel 4.4 Nilai Post-Test Siswa Kelas Kontrol 49
Tabel 4.5 Ringkasan Perhitungan Uji Normalitas Data 50
Tabel 4.6 Ringkasan Uji Homogenitas Varians Pre-Test 51
Tabel 4.7 Ringkasan Uji Homogenitas Varians Post-Test 51
viii
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 2.1 Penghantar yang menghubungkan dua benda berbeda
Potensial 23
Gambar 2.2 Muatan listrik q melalui penampang penghantar A
Tiap satuan waktu 23
Gambar 2.3 Sebuah Multimeter atau AVO meter 24
Gambar 2.4 Rangkaian Listrik sederhana, beserta skema 25
Gambar 2.5 Memasang Amperemeter secara seri 25
Gambar 2.6 Cara menggunakan Voltmeter 26
Gambar 2.7 Salah satu bentuk Resistor 27
Gambar 2.8 Skema penghambat dalam rangkaian listrik 27
Gambar 2.9 Susunan hambatan seri 28
Gambar 2.10 Susunan hambatan tersusun paralel 29
Gambar 3.1 Bagan Alur Penelitian 41
Gambar 4.1 Diagram batang data pretest siswa kelas eksperimen
dan kontrol 48
Gambar 4.2 Diagram batang data postest siswa kelas eksperimen
1
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu sarana dalam pembentukan sumber daya
manusia yang berkualitas. Oleh karena itu pendidikan mempunyai peranan yang
penting karena selain untuk membentuk manusia yang berkualitas, pendidikan
juga penting bagi kelangsungan dan kemajuan hidup bangsa. Menurut
Undang-Undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa : “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.
Keberhasilan pendidikan dipengaruhi oleh perubahan dan pembaharuan
dalam segala unsur-unsur yang mendukung pendidikan. Adapun unsur tersebut
adalah siswa, guru, alat dan metode, materi dan lingkungan pendidikan. Semua
unsur tersebut saling terkait dalam mendukung tercapainya tujuan pendidikan.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas
pendidikan di Indonesia. Misalnya, dengan memberikan bantuan-bantuan dalam
pos pendidikan untuk meringankan biaya sekolah. Dalam hal ini, pemerintah telah
mengalokasikan dana sebesar 20% dari APBN untuk bidang pendidikan (Fenroll
news, 2013), namun hasilnya belum sebanding dengan apa yang telah
dikeluarkan, dan juga mengganti kurikulum pendidikan dengan maksud
terciptanya proses transformasi ilmu yang lebih efektif, namun kenyataanya
berbanding terbalik dengan apa yang dimaksudkan. Tidak hanya itu saja, kualitas
guru pun ditingkatkan dengan adanya sertifikasi guru untuk menambah
kemampuan guru dalam menyampaikan mata pelajaran kepada para peserta
didik.Tetapi dalam kenyataannya upaya-upaya tersebut belum sepenuhnya
berhasil.
2
Menurut Sanjaya (2008:1), “salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan adalah masalah lemahnya proses pembelajaran”. Dalam proses
pembelajaran, anak kurang didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir.
Proses pembelajaran di dalam kelas diarahkan kepada kemampuan anak untuk
menghafal informasi. Otak anak dipaksa untuk mengingat dan menimbun
berbagai informasi tanpa dituntut untuk memahami informasi yang diingatnya
untuk menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari, akibatnya ketika anak
didik lulus dari sekolah siswa pintar secara teoritik tetapi miskin secara aplikasi.
Salah satu mata pelajaran yang memiliki nilai terendah dan paling
ditakuti siswa adalah mata pelajaran fisika. Hampir semua siswa tidak suka
belajar fisika dan merupakan pelajaran yang paling sulit dimengerti siswa. Ada
banyak hal yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar ini, salah satunya
adalah proses pembelajaran yang tidak berpihak pada siswa. Dalam pembelajaran
siswa bersifat hanya pendengar saja dan guru yang bersifat dominan (teacher
centered). Dominasi guru dalam pembelajaran ini menyebabkan siswa lebih banyak menunggu sajian dari guru daripada menemukan sendiri pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan. Akibatnya siswa hanya dapat
menghapal tanpa mengerti apa yang dipelajari dan apa hubungannya dengan
kehidupan sehari-hari.
Kenyataan ini sesuai dengan hasil studi pendahuluan peneliti dengan
melakukan wawancara kepada guru Fisika kelas X SMA Negeri 1 Pancur Batu,
Sri , Beliau mengatakan adanya kecenderungan kurang memuaskannya hasil
belajar siswa dikarenakan oleh pola pikir siswa yang menganggap bahwa Fisika
itu sulit untuk dimengerti/dipahami membosankan, banyak menghafal rumus.
Beliau juga mengatakan bahwa pembelajaran yang selama ini digunakan adalah
konvensional atau dapat dikatakan bahwa model pembelajaran yang digunakan
kurang bervariasi. Diperoleh data hasil belajar Fisika siswa yang pada umumnya
masih rendah yaitu rata-rata 60 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
yang akan dicapai adalah 65. Sehingga dapat dikatakan nilai rata-rata siswa tidak
mencapai kriteria yang diharapkan. Meskipun jumlah siswa yang sudah mencapai
3
guru yaitu penilaian guru terhadap tugas pribadi/kelompok, kehadiran
siswa,disiplin siswa dan keaktifan siswa pada saat proses belajar mengajar
berlangsung.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar yang
diperoleh siswa masih rendah khususnya untuk mata pelajaran Fisika. Hal-hal yang
mempengaruhi hasil belajar salah satunya lingkungan pembelajaran, kurikulum,
proses, dan produk yang merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dalam
belajar, sangat dibutuhkan kerja sama dalam tim. Hasil pembelajaran akan kurang
memuaskan apabila peserta didik tidak bekerja sama antara satu dengan yang lain.
Permasalahan di atas, perlu diupayakan pemecahannya yaitu dengan
melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengubah suasana pembelajaran yang
melibatkan siswa dan menghadapkannya pada pembelajaran kooperatif. Model
pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang dikembangkan
atas dasar teori bahwa siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami
konsep yang sulit apabila siswa tersebut mendiskusikan masalah itu dengan
temannya.
Salah satu tipe model pembelajaran yang mengarahkan siswa untuk bekerja
sama dalam tim adalah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS .Model
Pembelajaran Kooperatif TPS adalah model pembelajaran yang bertumpu pada
pengembangan kemampuan berpikir (Thinking), berpasangan (pairing), dan
berbagi (shairing) siswa melalui analisis pemecahan masalah yang diajukan.
Dalam model pembelajaran Tipe TPS , siswa dibimbing untuk menemukan
jawaban suatu permasalahan yang diajukan dengan menggunakan konsep yang
diketahui siswa, serta siswa lebih bebas mengeluarkan ide/gagasan untuk
didiskusikan di depan kelas dan dikreasikan oleh siswa, sehingga ide/gagasan
tersebut dapat diingat siswa.
Model pembelajaran TPS sudah pernah diteliti sebelumnya ( Riama :
2010) yang menunjukkan bahwa hasil belajar Fisika siswa dengan model
pembelajaran kooperatif Tipe TPS untuk kelas eksperimen dengan skor rata-rata
4
masih terdapat kendala yaitu kurang aktifnya siswa pada fase Pairing dan
Sharing, serta cenderung membahas masalah di luar materi yang sedang dipelajari.Robert (2012) dengan model pembelajaran kooperatif tipe TPS
diperoleh hasil belajar fisika meningkat dimana sebelum diterapkannya model
pembelajaran kooperatif tipe TPS nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah
36,87 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 35,46. Namun setelah model ini
diterapkan diperoleh hasil postes kelas eksperimen 74,06 dan nilai rata-rata kelas
kontrol 67,65. Tetapi penelitian ini masih memiliki kelemahan yaitu kurang
maksimal dalam membimbing siswa pada setiap tahap terutama pada tahap
Pairing.
Kelemahan-kelemahan peneliti sebelumnya menjadi pelajaran bagi
peneliti selanjutnya untuk mengadakan perbaikan sehingga hasil belajar siswa
lebih meningkat lagi. Upaya yang akan dilakukan harus mampu mengelola dan
mengontrol keadaan kelas serta cermat dalam menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) serta alokasi waktu sehingga waktu yang tersedia dapat
digunakan secara efektif dan langkah-langkah pembelajaran dalam setiap fase
dapat dilakukan. Untuk itu penulis merasa terdorong untuk meneliti kembali
dengan memperhatikan aktivitas siswa dan menggunakan LKS dalam proses
pembelajaran. Berdasarkan latar belakang uraian masalah di atas, maka peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: Pengaruh Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pokok Listrik Dinamis Kelas X Semester II SMA Negeri 1 Pancur Batu T.P. 2012/2013.
1.2Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka permasalahan
yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Rendahnya hasil belajar Fisika.
5
3. Kurangnya keterlibatan dan keaktifan siswa dalam proses belajar
mengajar.
4. Kurangnya variasi model pembelajaran yang disampaikan oleh guru.
1.3Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Model pembelajaran yang digunakan adalah Model Pembelajaran
Kooperatif Think Pair Share (TPS) yang diterapkan di kelas eksperimen.
2. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Semester II SMA Negeri 1 Pancur
Batu T.P. 2012/2013.
3. Materi pokok yang diajarkan adalah Listrik Dinamis di kelas X SMA
Negeri 1 Pancur Batu T.P. 2012/2013.
1.4Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah:
1. Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan menggunakan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) ?
2. Bagaimanakah aktivitas siswa selama Proses Belajar Mengajar (PBM)
dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair
Share (TPS) ?
3. Bagaimanakah pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think
Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa pada Materi Pokok Listrik Dinamis di kelas X SMA Negeri 1 Pancur Batu T.P. 2012/2013?
1.5Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan Model
6
2. Untuk mengetahui aktivitas siswa selama Proses Belajar Mengajar (PBM)
dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS .
3. Untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think
Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa pada Materi Pokok Listrik Dinamis di kelas X SMA Negeri 1 Pancur Batu T.P. 2012/2013.
1.6Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah:
1. Sebagai bahan informasi hasil belajar menggunakan Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) di SMA Negeri 1 Pancur Batu .
2. Sebagai bahan informasi alternatif pemilihan model pembelajaran yang
sesuai digunakan guru.
1.7Defenisi Operasional
1. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah
ia menerima pengalaman belajarnya.(Sudjana,2009 :22).
2. Model Pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) adalah model
pembelajaran dengan cara siswa berbagi pengetahuan dengan kelompok l
ain. Sintaksnya adalah berpikir individu, berpasangan dan berbagi.
Masing-masing siswa digali kemampuan awalnya dengan suatu pertanyaan
atau demonstrasi. Siswa dikelompokkan dengan teman sebangku, siswa
melakukan diskusi, dan berbagi hasil diskusi dengan kelompok lain di
61
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah:
1. Hasil belajar siswa pada Materi Pokok Listrik Dinamis yang diajar dengan
Model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS), diperoleh nilai
rata-rata post-test adalah 74,41.
2. Persentase rata-rata aktivitas siswa kelas eksperimen yang diajar dengan
Model pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) adalah
72,65% (Aktif) dan Model Konvensional adalah 68,13% (Aktif).
3. Ada pengaruh yang signifikan Model pembelajaran Kooperatif Tipe Think
Pair Share (TPS) terhadap hasil belajar siswa pada materi pokok Listrik Dinamis di kelas X SMA Negeri 1 Pancur Batu T.P. 2012/2013.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka diberikan beberapa saran antara lain:
1. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share dapat dijadikan salah
satu alternative dalam pembelajaran fisika karena pada model ini siswa lebih
aktif dan semangat untuk belajar.
2. Bagi mahasiswa calon guru yang ingin meneliti lebih lanjut dengan model
pembelajaran yang sama diharapkan dapat mengkondisikan waktu yang
disediakan terkhusus pada tahap diskusi kelompok. Peneliti juga diharapkan
mampu untuk melihat bagaimana kemampuan berpikir setiap siswa itu, agar
masalah yang akan disajikan tidak terlalu sulit untuk diselesaikan oleh siswa.
3. Bagi mahasiswa calon guru yang ingin meneliti lebih lanjut dengan model
pembelajaran yang sama diharapkan sebelum mengakhiri pembelajaran
terlebih dahulu menyampaikan kesimpulan dari pembelajaran itu agar siswa
dapat memahami pengetahuan yang sebenarnya tentang materi yang baru saja
62
4. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin meneliti permasalahan yang sama
disarankan untuk memperhatikan kemampuan awal siswa dan
mempersiapkan permasalahan yang menggugah rasa ingin tahu siswa
sehingga siswa termotivasi untuk menemukan jawaban dari permasalahan