ANALISIS PRODUKTIVITAS OPERATOR MESIN KOMPRESOR PADA PRODUKSI ES BALOK DENGAN MENGGUNAKAN METODE
SAMPLING PEKERJAAN
Stephanus Benedictus Bera Liwun
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma
Jl. Margonda Raya No. 100 Pondokcina, Depok, 16424 Telp. (021) 78881112 Ext. 403
E-Mail: [email protected]
ABSTRAK
Operator mesin adalah salah satu komponen yang paling utama dalam sebuah industri manufaktur. Operator ini berfungsi untuk menjalankan mesin-mesin yang digunakan dalam sebuah proses produksi. Penelitian ini yang ditekankan adalah produktivitas dari operator mesin kompresor pada produksi es balok. Ilmu Ergonomi ada banyak cara untuk mengukur produktivitas dari operator. Salah satunya adalah sampling pekerjaan. Metodologi yang digunakan dalam riset dan penulisan ini adalah metodologi deskriptif, yakni metode pengumpulan data dengan teknik riset lapangan. Teknik riset lapangan yang digunakan yaitu wawancara kepada pihak responden yang berjumlah delapan orang operator mesin kompresor dan melakukan penyebaran kuesioner. Berdasarkan hasil pengamatan, pada produktivitas kerja operator dilakukan dengan mengestimasikan beratnya. Produktivitas operator dapat dikatakan baik yaitu berkisar antara 80% sampai dengan 86% yang membutuhkan rata-rata waktu standar sebesar 7 detik/balok. Hal ini disebabkan oleh operator yang dipekerjakan merupakan operator yang ahli dibidangnya yaitu dengan latar pendidikan Sekolah Menengah Teknik (STM), sehingga operator sangat mengerti mengenai masalah-masalah dari mesin. Peningkatan produktivitas pada perusahaan ini dilakukan dengan memberi pelatihan yang terkait dengan pekerjaan yang dilakukan oleh operator mesin tersebut.
Kata kunci: operator, produktivitas, mesin kompresor, es balok.
ANALYSIS OF PRODUCTIVITY ON THE COMPRESSOR MACHINE OPERATOR PRODUCTION ICE BLOCKS USING WORK SAMPLING
METHOD ABSTRACT
Machine operator is one of the most important recources in a manufacturing industry. This operator serves to run the machines that are used in a production process. This study emphasizes the productivity of machine operators in the production of ice blocks. Ergonomics science has many ways to measure the productivity of the operator. One of them is a sampling of work. The methodology used the research is a descriptive methodology, by collecting data with field research techniques, by interviewing respondents, observing eight compressors and machine operators performance, and distributing questionnaire. Based on observation, on the productivity of your work is done by estimating the weight.
Productivity can be recognized as good and it ranged between 80% to 86%
operators and require an average of the standard time of 7 seconds / block. This is caused by operators who are employed is skilled operator in their field of work and supporting by the educational background Technical High School, so that the operator is very competent and about operation and the problems of the machine.
Increased productivity in companies is done by providing training related to work performed by the machine operator.
Key words: operator, productivity, compressor machines, ice blocks.
PENDAHULUAN
Bidang industri baik yang bergerak dibidang jasa maupun manufaktur selalu melakukan proses perekrutan tenaga kerja yang kompeten dalam bidangnya dan menguasai teknologi guna menunjang produktivitas perusahaan tersebut.
Selain penguasaan teknologi yang menunjang produktivitas perusahaan dan kualitas produk yang dihasilkan yakni es balok, juga pengalaman kerja dari pekerja, jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan lain-lain. Untuk menghasilkan produktivitas dan kualitas produk yang baik maka digunakan sampling pekerjaan guna menganalisis produktivitas kerja agar mengurangi tingkat kesalahan kerja atau tidak ada kesalahan yang berakibat fatal terhadap pekerjaan yang dihadapi.
Adapun kegiatan analisis sampling pekerjaan ini meliputi: input, proses, dan luaran yang dapat menunjang pendapatan (income) harapan ke depan sesuai dari visi dan misi perusahaan tersebut. Kegiatan analisis input yang terdiri atas kinerja dari pekerja meliputi ketanggapan pekerja terhadap kegiatan yang dilakukannya seperti pekerja yang menjalankan mesin untuk memproduksi balok es.
Kemudian kegiatan analisis proses dilakukan juga terhadap kemampuan
pekerja secara kelompok sesuai tugas dan beban kerjanya sehingga target dan
sasaran kerja dapat tercapai. Analisis yang terakhir yakni luaran merupakan hasil kerja yang dicapai oleh pekerja, meliputi ketepatan kerja, dan kecepatan kerja dari hasil kerja sesuai tugas dan beban kerja yang diberikannya.
Semua gagasan dan kebijakan yang diambil terhadap usaha yang dilakukan dengan menggunakan peningkatan produktivitas kerja dalam penerapan proses mekanisasi produksi melalui teknologi canggih. Produktivitas berkaitan erat dengan sistem produksi karena faktor utama dalam produksi yakni tenaga kerja, modal atau kapital berupa mesin, peralatan kerja, bahan baku, bangunan pabrik dan lain-lain.
Masalah dari penelitian mengungkapkan semua yang akan terjadi di dalam produktivitas, yaitu seberapa besar tingkat produktivitas dari operator mesin kompresor dan faktor-faktor apa saja yang terkait dengan produktivitas dari operator mesin kompresor pada produksi es balok.
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Barnes (1980), produktivitas adalah istilah yang memiliki beberapa arti yang berbeda. Meskipun istilah ini paling sering dikaitkan dengan efektivitas tenaga kerja di industri. Produktivitas adalah rasio luaran untuk beberapa atau semua sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan luaran.
Produktivitas tenaga kerja dapat didefinisikan sebagai "luaran per unit waktu"
atau "luaran per jam-orang".
Produktivitas kerja sebagai salah satu orientasi manajemen dewasa ini, keberadaannya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap produktivitas pada dasarnya dapat diklasifikasikan kedalam dua jenis, yaitu pertama faktor-faktor yang berpengaruh secara langsung, dan kedua faktor-faktor yang berpengaruh secara tidak langsung (Massofa, 2010).
Suatu organisasi disebut produktif jika organisasi tersebut dapat mencapai tujuannya, melalui transformasi masukkan menjadi keluaran, pada penggunaan biaya yang sekecil-kecilnya. Oleh karena itu, produktivitas mempunyai implikasi baik pada efektivitasnya, maupun pada efisiesinya. Pada perilaku organisasi dapat diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas dan efisiensi dari individu, dari kelompok, dan dari organisasi secara keseluruhan. Efektivitas mempunyai pengertian tercapainya tujuan organisasi, dan efisien mengandung pengertian perbandingan (rasio) dari keluaran yang efektif, dibandingkan dengan masukkan yang digunakan untuk mencapai keluaran tersebut (Sunyoto, 1996).
Produktivitas dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu produktivitas total dan produktivitas parsial (Tarwaka, 2004). Produktivitas total sama halnya dengan produktivitas parsial juga memiliki keuntungan.
Keuntungannya yaitu pertama, mempertimbangkan semua faktor luaran dan input
yang dapat dihitung, sehingga lebih akurat dalam mencerminkan keadaan
ekonomi perusahaan yang sesungguhnya. Kedua, bila digunakan dengan
pengukuran produktivitas parsial, dapat menarik perhatian pihak manajemen
untuk melakukan tindakan yang lebih efektif. Ketiga, analisis sensitivitas lebih mudah digunakan. Keempat, mudah dihubungkan dengan total biaya (Gaspersz, 2000).
Selain itu keuntungan yang dimilikinya. Produktivitas total juga memiliki keterbatasan seperti data untuk perhitungan relatif sulit diperoleh pada level produk dan level konsumen, serta sama juga seperti produktivitas parsial, faktor yang intangible (tidak nyata) tidak dipertimbangkan (Gaspersz, 2000).
Produktivitas parsial adalah perbandingan keluaran dengan satu jenis input per satuan waktu, seperti upah tenaga kerja, kapital, bahan, energi, beban kerja (Tarwaka, 2004).
Menurut Gaspersz (2000), produktivitas parsial sering juga disebut sebagai produktivitas faktor tunggal (single factor productivity) yang menunjukkan perbandingan antara luaran dengan salah satu faktor yang dipergunakan untuk menghasilkan luaran tersebut.
Produktivitas pada dasarnya merupakan suatu perbandingan antara input dengan luaran dari sebuah pekerjaan. Menurut Sodomo dalam Tarwaka (2004) produktivitas pada dasarnya merupakan sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari ini dikerjakan untuk kebaikan hari esok.
Pengukuran produktivitas dipengaruhi beberapa indikator seperti kualitas penggunaan tenaga kerja, material, energi, jam kerja standar, kualitas unit yang diperiksa, jumlah lot yang diserahkan, kualiatas produksi sesuai dengan rencana produksi, kekurangan dan tambahan inventori. Indikator tersebut berpengaruh dalam pengukuran produktivitas karena dapat meningkatkan produktivitas perusahaan (Intranspro, 2011).
Pada evaluasi produktivitas dilihat beberapa faktor yaitu sumberdaya manusia yang ada, beban kerja yang diemban oleh pekerja, serta target produksi yang ada pada perusahaan tersebut (Wisnel, 2011). Ada tiga langkah untuk mengevaluasi produktivitas yaitu
membandingkan kinerja pada periode yang terukur dengan periode dasar, membandingkan kinerja suatu unit organisasi dengan unit organisasi lain, dan membandingkan kinerja yang sebenarnya dengan target yang telah ditetapkan(Theresia, 2004).
Perencanaan produktivitas meliputi jumlah sumberdaya manusia yang dibutuhkan, metode yang digunakan dalam penentuan jumlah tenaga kerja, dan alat yang digunakan. Metode yang biasa digunakan untuk mengukur produktivitas diantaranya adalah Objective Matrix (OMAX), dan Productivity Evaluation Tree (PET). Metode Productivity Evaluation Tree (PET) digunakan karena memberi kemudahan bagi perusahaan dalam mengembangkan dan menilai seluruh alternatif yang mungkin dilakukan dalam menetapkan target dan usaha peningkatan produktivitas (Anis, 2007). Sedangkan metode Objective Matrix (OMAX) digunakan untuk menantau setiap bagian pada perusahaan (Gasperz, 2000).
METODOLOGI PENELITIAN
Tahap pertama adalah melakukan studi pendahuluan. Hal ini dilakukan dengan cara melakukan survei awal di bagian sumberdaya manusia dan pada bidang produksi di perusahaan tersebut. Tahap ini dimulai dengan kegiatan wawancara yang dilakukan didapatkan gambaran permasalahan yang ada pada perusahaan. Pada tahap ini juga dilakukan studi pustaka yang berupa referensi tentang sampling pekerjaan, produktivitas, dan tenaga kerja.
Masalah yang akan diteliti dalam hal ini adalah produktivitas tenaga kerja.
Masalah ini dipilih karena dalam kenyataannya pada sebuah perusahaan akan mendapatkan nilai tambah dari masyarakat jika produknya dihasilkan berkualitas baik dan untuk menghasilkan produk yang berkualitas baik maka dibutuhkan produktivitas yang tinggi dari pekerjaanya guna menunjang hal tersebut.
Tujuan dari dilakukan penelitian ini adalah mengukur dan menganalisis tingkat produktivitas dari operator mesin kompresor, serta menganalisis cara kerja dan beban kerja dari operator tersebut.
Pada tahap ini dilakukan pengumpulan dan pengolahan data dari data yang telah dihimpun. Data dan keterangan yang dikumpulkan kemudian dikaji untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah mempelajari dokumen berupa data jumlah operator mesin kompresor, data keterangan karyawan berdasarkan latar belakang pendidikan, dan jabatan saat ini serta peraturan ketenagakerjaan berkaitan dengan sistem tenaga kerja waktu tertentu. Data yang dihimpun juga meliputi aktivitas produktif yaitu aktivitas yang berkaitan dengan beban kerja dan tanggungjawab kerja, sedangkan aktivitas tidak produktif yaitu aktivitas yang tidak berkaitan dengan beban kerja dan tanggungjawab.
Pengamatan dilakukan terhadap delapan orang operator mesin kompresor dengan shift kerja, latar belakang pendidikan, beban kerja, dan usia yang berbeda.
Pada pengamatan ini tidak menggunakan sampel karena jumlah anggota populasi sangat kecil sehingga jika digunakan sampel pun hasilnya tidak akan mewakili populasi yang ada. Jumlah anggota populasi yang diamati adalah sebanyak delapan orang operator. Selain itu data yang ada pun bersifat tidak homogen.
Tahap analisis data dilakukan terhadap jumlah operator yang dipekerjakan pada setiap shift, beban kerja yang diberikan kepada operator, dan kesesuaian kualifikasi operator sekarang dengan jabatan berdasarkan umur, latar belakang pendidikan keahlian dan keterampilan yang dimiliki.
Tahap terakhir adalah melakukan penarikan kesimpulan yang didasarkan
pada tujuan yang ingin dicapai. Selain itu juga, diberikan saran-saran yang
berguina bagi perusahaan dan pihak lain yang ingin melakukan penelitian
berkaitan dengan produktivitas dari operator.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Produktivitas secara keseluruhan dari operator mesin kompresor dapat dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat pada nilai produktivitas dari operator yang berada di atas normal (lebih dari 65%). Perbedaan nilai produktivitas ini disebabkan oleh adanya perbedaan cara kerja yang dilakukan oleh setiap operator.
Kebanyakan operator selama waktu kerja hanya berjalan-jalan tanpa ada kegiatan yang menunjang sehingga dapat menghasilkan nilai tambah. Nilai-nilai produktivitas dapat disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1 Perbandingan Rata Produktivitas Berdasarkan Kegiatan dan Waktu
Operator
Rata-Rata Aktivitas
Kegiatan Waktu
Produktif (%) Tidak Produktif (%) Produktif (%) Tidak Produktif (%)
1 0,8586 0,1414 0,9544 0,0456
2 0,8500 0,1500 0,9367 0,0633
3 0,8350 0,1543 0,9360 0,0640
4 0,8567 0,1433 0,9591 0,0409
5 0,8150 0,1850 0,9094 0,0906
6 0,8350 0,1650 0,9204 0,0796
7 0,8100 0,1900 0,9347 0,0653
8 0,8683 0,1317 0,9386 0,0614
Berdasarkan Tabel 1, dapat disimpulkan bahwa persentase produktivitas berdasarkan waktu lebih tinggi dibandingkan dengan berdasarkan kegiatan. Besar produktivitas berdasarkan waktu dipengaruhi oleh waktu standar yang diperlukan oleh setiap orang operator untuk menghasilkan satu buah es balok yang utuh.
Hasil perhitungan uji keseragaman data untuk setiap operator dapat diringkas dalam Tabel 2.
Tabel 2 BKA dan BKB dari setiap Operator
Operator N P BKA BKB Jumlah Data Keluar
BKA BKB
1 75 0,8586 0,9391 0,7781 Tidak Ada
2 75 0,8500 0,9325 0,7675 Tidak Ada Satu
3 75 0,8350 0,9387 0,7678 Tidak Ada Dua
4 75 0,8567 0,9376 0,7758 Tidak Ada Satu
5 75 0,8150 0,9047 0,7253 Tidak Ada Satu
6 75 0,8350 0,9207 0,7493 Tidak Ada Satu
7 75 0,8100 0,9006 0,7194 Dua Satu
8 75 0,8683 0,9464 0,7902 Tidak Ada