• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

6

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Selama magang di Nimpuna Sinema, penulis dipercaya untuk berposisi sebagai

Development Writer, di bawah bimbingan dan koordinasi Gunawan Raharja

selaku Head of Story Lab. Selain itu, penulis turut mengemban beberapa tugas yang dikoordinasikan oleh Alex Gunawan, yang menjabat sebagai Chief of

Creative.

1. Kedudukan

Penulis berkedudukan sebagai Development Writer di Nimpuna Sinema, di bawah naungan Gunawan Raharja selaku Head of Story Lab sekaligus Pembimbing Lapangan. Tak jarang, penulis ikut dilibatkan dalam beberapa tugas yang berada di bawah koordinasi Alex Gunawan selaku Chief of

Creative. Secara keseluruhan, penulis mengambil bagian dalam

pekerjaan-pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan cerita, skenario, konsep, dan kreatif.

2. Koordinasi

Dalam situasi pandemi tahun 2021 ini, Nimpuna Sinema memberlakukan kerja offline dengan menerapkan protokol kesehatan. Oleh sebab itu, pekerjaan dan koordinasi yang terjalin bersama Gunawan Raharja seringkali dilakukan di kantor Nimpuna Sinema. Dengan demikian, proses koordinasi berlangsung dengan efektif.

Namun terkadang jika Gunawan Raharja sedang sibuk dan tidak hadir di kantor, koordinasi dilakukan melalui aplikasi Whatsapp. Alex Gunawan selaku Chief of Creative lah yang akhirnya turut berkoordinasi dengan penulis. Terdapat beberapa klien berbeda yang bekerja sama dengan Nimpuna Sinema. Pada umumnya, sistem koordinasi kerja rumah produksi Nimpuna Sinema adalah sebagai berikut:

(2)

7 (Sumber: Arsip Pribadi)

Pada tahap pertama, klien akan memberikan brief kepada Wida Handoyo dan Age Maulana. Selanjutnya, Wida Handoyo dan Age Maulana berkoordinasi dengan Gunawan Raharja dan Alex Gunawan untuk membahas konsep dan ide cerita. Gunawan Raharja dan Alex Gunawan kemudian memimpin rapat dengan tim kreatif dan penulis, untuk brainstorming segala ide konsep dan ide cerita. Setelah ide konsep dan cerita ditetapkan oleh Gunawan Raharja dan Alex Gunawan, penulis dilibatkan dalam pengembangan ide cerita. Terkadang terdapat beberapa opsi ide konsep dan cerita. Opsi konsep dan cerita diajukan kepada Wida Handoyo dan Age Maulana, kemudian diteruskan kepada pihak klien. Setelah sudah ditentukan dan mendapatkan revisi, ide cerita dan konsep pun lanjut dikembangkan hingga akhirnya disetujui oleh klien.

3.2. Tugas yang Dilakukan

Berikut adalah tugas-tugas yang penulis kerjakan selama magang di Nimpuna Sinema:

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

1. 1 - “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat -

Ragnarok” (Program TV)

- Riset OTT Maxstream

- Riset (Game Ragnarok, pendidikan Indonesia kelas SMP, cerita dan konsep “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – DreadOut”)

- Brainstorming ide dan konsep

Gambar 3.1. Bagan Alur Koordinasi

Klien Wida Handoyo

Age Maulana

Gunawan Raharja

Alex Gunawan Penulis

(3)

8 - Menyusun plot segmen 1-4

2. 2 - “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat - Ragnarok” (Program TV - Series) - “Nimpuna Sinema Showreel 2021” (Company Profile) - “Eiger – Impian di Balik Ilalang” (Web

Series)

- Konten Instagram Nimpuna Sinema

- Revisi dan finalisasi penyusunan

deck “TVRI Cerdas Jangan Lupa

Cermat - Ragnarok”

- Membuat creative deck “Nimpuna Sinema Showreel 2021”

- Brainstorming & mengembangkan cerita (background) “Eiger – Impian di Balik Ilalang” - Develop & copywriting konten

Instagram Nimpuna Sinema

3. 3 - “Nimpuna Sinema Showreel 2021” (Company Profile) - Konten Instagram

Nimpuna Sinema - Riset OTT Netflix

- Membuat base copywriting

“Nimpuna Sinema Showreel 2021”. - Copywriting caption Instagram - Menyunting “Nimpuna Sinema

Showreel 2021”

- Riset film-film Indonesia di Netflix 4. 4 - Riset OTT Disney+

Hotstar

- Riset OTT Bioskop Online - “Nimpuna Sinema Showreel 2021” (Company Profile) - “Kitkat Maggi – Regional Sales Convention” (Video Advertising.)

- Riset film-film Indonesia di Disney+ Hotstar dan Bioskop Online

- Menyunting “Nimpuna Sinema Showreel 2021”

- Menyusun deck “Kitkat Maggi – Regional Sales Convention” (

(4)

9 5. 5 - “Hijrah Cinta” (Mini

Series) - “Nimpuna Sinema Showreel 2021” (Company Profile) - “Kitkat Maggi – Regional Sales Convention” (Video Advertising.) - “Pacinko” (Feature Length)

- Shooting “Hijrah Cinta”

- Revisi editing “Nimpuna Sinema Showreel 2021”

- Brainstroming & mengembangkan cerita “Kitkat Maggi – Regional Sales Convention”

- Brainstorming & mengembangkan cerita “Pacinko” 6. 6 - “Pacinko” (Feature Length) - Konten Instagram Nimpuna Sinema - Riset Youtube - “MSI – My Little

Dragon” (Short Film)

- Brainstorming & mengembangkan cerita “Pacinko”

- Revisi base copy Instagram - Riset data channel dan penonton

Youtube Indonesia

- Brainstorming dan penulisan sinopsis “MSI – My Little Dragon” 7. 7 - “MSI – My Little

Dragon” (Short Film) - “Hijrah Cinta” (Mini

Series)

- Revisi & penulisan sinopsis “MSI – My Little Dragon”

- Merangkum data FGD “Hijrah Cinta” 8. 8 - Riset Youtube - “Pamali” (Feature Length) - Riset kebijakan-kebijakan Presiden RI - “Hijrah Cinta” (Mini

Series)

- Riset konten Youtube bertemakan kebudayaan Indonesia

- Develop & Meeting Kru “Pamali” - Membuat subtitle dan deskripsi

video “Hijrah Cinta”

(5)

10 3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Secara keseluruhan selama pelaksanaan kerja magang, penulis mendapatkan kepercayaan untuk terlibat dalam proses kreatif dan penulisan beberapa konten Nimpuna Sinema. Biasanya penulis dipercaya untuk terlibat dalam brainstorming, riset dan analisis, pengembangan karakter dan cerita, pengerjaan sinopsis, dan penyusunan deck beberapa konten yang sedang dikembangkan. Selain itu, penulis dipercaya untuk terlibat dalam perancangan konten-konten Instagram Nimpuna Sinema, khususnya dalam aspek copywriting caption Instagram.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Pada bagian ini, penulis akan membahas beberapa pekerjaan-pekerjaan utama penulis selama magang sebagai Development Writer. Adapun beberapa deskripsi pekerjaan lainnya yang penulis kerjakan, hanya sebatas pelengkap informasi dalam bagian ini.

1. “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – Ragnarok”

“TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – Ragnarok” adalah ide program “Cerdas Jangan Lupa Cermat Season 2” yang diusulkan Nimpuna Sinema kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, untuk ditayangkan di Televisi Republik Indonesia. Secara garis besar, program televisi episodik ini akan menyampaikan beragam edukasi ataupun pembelajaran mata kuliah SMP, melalui cerita fiksi yang melibatkan fitur dan unsur permainan Ragnarok Online. Sebelumnya Nimpuna Sinema sudah memproduksi “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – DreadOut”, yang melibatkan permainan video DreadOut.

“TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – Ragnarok” menjadi konten pertama yang penulis kerjakan di Nimpuna Sinema. Mulanya penulis mencoba permainan Ragnarok Online untuk mencari beberapa fitur dan unsur yang bisa dibawakan ke dalam program “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – Ragnarok”. Selanjutnya penulis melakukan brainstorming ide konsep dan cerita bersama Gunawan Raharja, Alex Gunawan, Grace

(6)

11 Stefany, Melishia Christie, dan Wildan Hakim. “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – Ragnarok” akhirnya direncanakan memiliki 13 episode, dimana per episode kurang lebih berdurasi 24 menit, yang terbagi ke dalam 4 segmen.

Setelah konsep dan cerita ditentukan, selanjutnya penulis bertugas untuk mengembangkannya dengan membuat logline, karakter, treatment, pembagian segmen, dan plot secara garis besar. Semua elemen tersebut penulis kerjakan menjadi sebuah creative deck. Proses revisi kurang lebih berlangsung selama dua minggu, hingga akhirnya mendapat status lock dari Gunawan Raharja, Alex Gunawan, Age Maulana, Wida Handoyo, dan Andi Suryanto. Selanjutnya Gunawan Raharja dan pihak Nimpuna Sinema mempresentasikan creative deck tersebut kepada perwakilan TVRI, tanpa melibatkan penulis lagi.

Gambar 3.2. "TVRI - Ragnarok" Creative Deck

(7)

12 2. “Eiger – Impian di Balik Ilalang”

Berhubung web series Eiger yang berjudul “Jejak Rasa” produksi Nimpuna Sinema cukup sukses di Youtube, pihak Eiger mengajak Nimpuna Sinema untuk memberikan konsep dan ide cerita web series selanjutnya. Eiger memberikan brief kepada Nimpuna Sinema, dimana salah satunya membebaskan Nimpuna Sinema antara melanjutkan

series-series sebelumnya, atau membuat series-series baru. Penulis kemudian

melakukan riset materi series-series Eiger sebelumnya, mengenai karakter-karakter yang muncul dan merangkum inti cerita per episode, sebagai panduan dalam sesi brainstorming dan development.

Gambar 3.3. Rangkuman Riset Eiger Series

(Sumber: Arsip Nimpuna Sinema)

Gunawan Raharja, Alex Gunawan, penulis, dan tim kreatif lainnya pun mendiskusikan konsep, ide cerita, backstory, karakter, dan plot secara garis besar, dimana tercetus menjadi “Eiger – Impian di Balik Ilalang”. Dalam pembuatan creative deck “Eiger – Impuan di Balik Ilalang”, penulis mendapatkan bagian untuk menulis backstory. Creative deck yang sudah lock selanjutnya dipresentasikan oleh Age Maulana kepada pihak Eiger.

(8)

13 3. “Pacinko”

“Pacinko” atau bisa disebut sebagai “Pasukan Cina Kota” adalah rencana proyek film panjang Nimpuna Sinema yang saat ini masih berada dalam tahap development. Dalam proses development “Pacinko”, penulis diberi kepercayaan untuk terlibat dalam melakukan riset secara garis besar terkait masyarakat etnis Tionghoa di Indonesia. Proses riset berlangsung kurang lebih selama tiga minggu, dengan dibantu tim kreatif. Riset tersebut menjadi pedoman bagi Gunawan Raharja dalam mengembangkan dan menulis cerita “Pacinko”. Penulis dan tim kreatif juga melakukan

brainstorming terkait karakter dan alur cerita “Pacinko”.

Gambar 3.4. Kerangka Riset Pacinko

(Sumber: Arsip Nimpuna Sinema) 4. Riset Berbagai OTT

Anwar (2021) mengutip hasil riset dari Kantar dan The Trade Desk, mengenai tren penggunaan layanan OTT (Over The Top) pada tahun 2020. Hasil riset tersebut menggambarkan bahwa Indonesia adalah negara kawasan Asia Tenggara yang paling banyak menghabiskan waktu untuk menonton layanan OTT, yakni sekitar 3 miliar jam setiap bulan. Konten-konten dalam OTT seperti web series, film pendek, film panjang, dan

(9)

14 dokumenter menjadi hiburan yang bisa ditonton kapan pun dan di mana pun.

Berhubung Nimpuna Sinema turut mengembangkan dan mendistribusikan konten-kontennya ke dalam beberapa OTT, penulis mendapatkan tugas dari Gunawan Raharja untuk melakukan riset terkait layanan OTT. Secara keseluruhan, hasil riset yang penulis kerjakan dimasukkan ke dalam deck, kemudian Gunawan Raharja memberikan catatan revisi, yang selanjutnya penulis perbaiki sesuai kebutuhan. Setelah mendapatkan persetujuan dari Gunawan Raharja, deck dikirim kepada Wida Handoyo. Berikut adalah riset layanan OTT yang penulis kerjakan:

a. Riset MAXstream

Mulanya penulis mencari fakta dan data terkait pengguna aktif dan koleksi konten dalam MAXstream. Dalam riset ini, penulis membatasi objek riset pada konten orisinal MAXstream dan hanya yang berjenis film panjang dan series. Penulis menganalisis 10 sampel konten berdasarkan genre, tema, protagonis, sumber cerita, target usia penonton, latar waktu, latar tempat, dan ending. Semua hasil analisis dan riset tersebut penulis rangkum ke dalam bentuk diagram batang.

Gambar 3.5. Deck Riset MAXStream

(10)

15 b. Riset Netflix, Disney+ Hotstar, dan Bioskop Online

Penulis melakukan riset terkait film-film panjang Indonesia yang tayang pada layanan OTT Netflix, Disney+ Hotstar, dan Bioskop Online yang rilis perdana pada Oktober 2021 hingga Februari 2021. Setelah penulis menemukan judul-judul film tersebut, penulis kemudian mengelompokannya ke dalam beberapa genre, dan merangkumnya ke dalam bentuk diagram lingkaran.

Gambar 3.6. Deck Riset Netflix, Disney+ Hotstar, Bioskop Online

(Sumber: Arsip Nimpuna Sinema) c. Riset Youtube

Beberapa konten Nimpuna Sinema seperti “Jejak Rasa” “Cinta Abadi”, “Ragnarok Tactic”, dan “Juara”, sudah tayang melalui media Youtube. Namun tidak hanya berhenti di situ, Nimpuna Sinema ingin terus memproduksi dan menayangkan konten-konten berkualitas lainnya melalui Youtube. Oleh sebab itu, penulis mendapatkan tugas untuk melakukan riset terkait

(11)

16 konten Youtube Indonesia berupa film pendek dan web series dengan jumlah ditonton terbanyak. Riset ini dilakukan untuk mengetahui fenomena maupun tren yang sedang terjadi di media Youtube Indonesia.

Gambar 3.7. Riset Youtube Indonesia

(Sumber: Arsip Nimpuna Sinema) 5. Konten Instagram Nimpuna Sinema

Nimpuna Sinema berencana untuk merapikan isi konten Instagram nya. Berhubung Nimpuna Sinema tidak memiliki divisi yang bertanggung jawab khusus terhadap media sosial, maka tim kreatif dan penulisan dipercaya untuk menangani media sosial Nimpuna sinema. Gunawan Raharja, Alex Gunawan, penulis, dan tim kreatif lainnya kemudian melakukan diskusi terkait perencanaan isi konten Nimpuan Sinema untuk sepanjang bulan Maret hingga April 2021.

Penulis mendapatkan kepercayaan untuk membuat deck content

plan Instagram Nimpuna Sinema, yang intinya berisi Intsagram Feed Overview, waktu unggahan, dan rencana caption. Adapun desain visual

(12)

17 dikerjakan oleh Grace Stefany dibawah koordinasi Alex Gunawan. Biasanya penulis mendapatkan revisi dari Gunawan Raharja dan Alex Gunawan. Sebelum mengunggah konten ke Instagram Nimpuna Sinema, Alex Gunawan akan meminta persetujuan dari Wida Handoyo. Jika ada masukan atau perbaikan, penulis akan segera merevisi, sehingga unggahan sesuai waktu yang ditetapkan.

Gambar 3.8. Deck Content Plan Instagram Nimpuna Sinema

(Sumber: Arsip Nimpuna Sinema)

Meskipun penulis berposisi sebagai Development Writer, penulis turut diberi kesempatan untuk mencoba pekerjaan lain seperti merancang konsep dan menyunting "Nimpuna Sinema Showreel 2021", membuat notula, membantu tim produksi mempersiapkan presentasi, peralatan, dan konsumsi dalam beberapa rapat, membuat subtitle dan deskripsi video “Hijrah Cinta”, serta terlibat dalam syuting "Hijrah Cinta" sebagai Sound Recordist.

(13)

18 3.3.2. Kendala yang Ditemukan

Khusus proses development “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – Ragnarok”, penulis sempat mengalami kesulitan beradaptasi ketika diminta untuk mencoba permainan Ragnarok Online. Penulis bukan seseorang yang minat, bahkan tidak pernah bermain permainan berjenis MMORPG (Massively Multiplayer Online

Role Playing Game) seperti Ragnarok Online. Kendala kedua, penulis ternyata

masih kurang bisa menyesuaikan bahasa penulisan dengan target pembacanya. Misalnya ketika penulis menulis alur cerita “TVRI Cerdas Jangan Lupa Cermat – Ragnarok”. Penulis mendapatkan kritik dan saran dari Gunawan Raharja dan Alex Gunawan, untuk memilih kata-kata yang bisa dimengerti oleh target pembaca, karena tidak semua pegawai TVRI mengerti istilah dalam film maupun fitur-fitur permainan Ragnarok Online.

Adapun dalam beberapa sesi brainstorming, penulis merasa kurang mengetahui banyak referensi akibat kurang mengeksplor keberagaman film dari berbagai bentuk, genre, dan negara. Dengan demikian, ketika Gunawan Raharja ataupun peserta lainnya menyebutkan suatu film sebagai referensi, penulis kurang bisa ikut berdiskusi secara maksimal. Kendala lainnya terjadi pada masa awal magang, dimana penulis seringkali ragu untuk memberikan ide, kritik, dan saran. Hal tersebut terjadi karena penulis merasa sedikit minder untuk berinteraksi panjang dengan beberapa sineas di lingkungan Nimpuna Sinema, yang sudah memiliki rekam jejak panjang di industri film Indonesia.

Kendala terakhir, penulis sempat merasa sedikit kesulitan ketika mengerjakan tugas dari deskripsi pekerjaan lain. Ketika awal-awal menyunting “Nimpuna Sinema Showreel 2021”, penulis kurang memahami semua fitur teknis perangkat lunak Adobe Premiere Pro. Hal tersebut dikarenakan sebelumnya penulis jarang mendapatkan pekerjaan menyunting gambar bergerak. Adapun ketika bertugas sebagai Sound Recordist pada hari pertama shooting “Hijrah Cinta”, penulis lupa mengoperasikan alat zoom H6N dan clip on.

(14)

19 3.3.3. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Meski penulis tidak minat dan belum pernah mencoba permainan Ragnarok Online, penulis tetap memainkannya karena berhubungan dengan proses pekerjaan riset. Penulis bertanya mengenai tata cara, aturan, dan semua hal terkait Ragnarok Online kepada Alex Gunawan dan Wildan Hakim sebagai orang yang paham permainan Ragnarok Online. Untuk mengatasi kendala terkait penyesuaian bahasa penulisan, penulis mengikuti saran dari Gunawan Raharja. Penulis disarankan untuk menggunakan bahasa yang lebih sederhana, umum, dan mudah dipahami orang awam. Penulis juga memberikan penjelasan terperinci secara tertulis maupun visual, terkait fitur dan istilah dalam dunia Ragnarok Online.

Semenjak penulis praktik magang di Nimpuna Sinema, penulis lebih mengeksplor dan menonton film-film dari berbagai genre dan negara. Misalnya penulis menonton beberapa film asal Republik Tiongkok pilihan referensi film “Pacinko”. Selain itu, penulis juga menonton beberapa film Indonesia ketika melakukan riset di beberapa layanan OTT.

Untuk mengatasi rasa minder, penulis mencoba terus mengingatkan diri untuk tetap menjadi diri sendiri, tidak membandingkan diri dengan para sineas senior, dan memiliki rasa ingin berkontribusi yang tinggi. Penulis turut bersyukur bahwa Gunawan Raharja, Alex Gunawan, dan para sineas senior lainnya di Nimpuna Sinema, memberikan kenyamanan dan kepercayaan kepada penulis, khususnya ketika sedang diskusi/rapat.

Terkait penulis yang merasa cukup kesulitan ketika awal-awal menyunting “Nimpuna Sinema Showreel 2021”, penulis membaca ulang mata kuliah Basic Cam and Basic Editing dan menonton beberapa tutorial editing di Youtube. Penulis juga terus mengulik perangkat lunak Adobe Premiere Pro, sembari bertanya kepada beberapa teman penulis yang terbiasa bertugas sebagai Penyunting Gambar. Ketika penulis bertugas sebagai Sound Recordist, penulis membaca ulang materi mata kuliah Camera and Sound Recording dan menonton tutorial mengoperasikan zoom H6N dan clip on. Selain itu, Melishia Christie turut membantu penulis mengoperasikan zoom H6N dan clip on.

Gambar

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang
Gambar 3.2. "TVRI - Ragnarok" Creative Deck  (Sumber: Arsip Nimpuna Sinema)
Gambar 3.5. Deck Riset MAXStream  (Sumber: Arsip Nimpuna Sinema)
Gambar 3.6. Deck Riset Netflix, Disney+ Hotstar, Bioskop Online  (Sumber: Arsip Nimpuna Sinema)
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penulis mendapatkan handout dari pembimbing lapangan selama penulis menempuh proses kerja magang di saat penulis membuat konten artikel masing-masing mengenai

Saat ini, Lionel Messi menanggung beban kritik yang luar biasa mengingat kontraknya bersama Barcelona kian berakhir. Blaugrana sedang berada dalam kondisi keuangan

Moeda Project sebelumnya sudah memiliki identitas, hanya saja belum memiki gaya visual untuk masuk ke ranah penjualan di Instagram mulai dari Instagram Post sampai Instagram

1. Melakukan riset atau brainstorming terlebih dahulu untuk mengetahui video konten behind the scene ulang tahun yang sesuai dengan konsep Restoran Seafood Pondok

Solusi mengenai workload yang banyak, penulis telah membagi jobdesk kepada Graphic Designer, Valentina Violetta, kemudian penulis dan pembimbing lapangan penulis

Selama menjalankan praktek kerja magang, penulis membuat ilustrasi untuk konten Instagram IMURAL dengan brief konten yang sudah disiapkan oleh Dimash selaku

Konsep untuk postingan instagram serta instagram story yang ditentukan oleh penulis adalah menampilkan quiz dalam cat yang terdapat di meja. Warna background yang

• References, berisi referensi transaksi pengeluaran yang terdiri dari penjelasan transaksi, bulan dan tahun transaksi, dan urutan transaksi. • Date, berisi penjelasan