Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penyusunan Laporan Kinerja Pusat Data, Statistik dan Informasi (Pusdatin) Tahun 2020 dapat disusun dan diselesaikan dengan baik.
Tujuan penyusunan Laporan Kinerja ini adalah sebagai laporan atas realisasi dan capaian kinerja sesuai dengan Perjanjian Kinerja Kepala Pusdatin serta memberikan informasi kinerja kepada publik atas kinerja yang telah dicapai, dan sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi Pusdatin untuk meningkatkan kinerjanya. Berdasarkan realisasi dan capaian kinerja Tahun 2020, secara keseluruhan indikator kinerja utama Pusdatin telah mencapai target yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses penyusunan Laporan Kinerja Pusat Data, Statistik dan Informasi tahun 2020 ini, dan Laporan Kinerja ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan, baik sebagai informasi maupun evaluasi kinerja.
Wassalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh.
Jakarta, 22 Januari 2021
Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi Kementerian Kelautan dan Perikanan
Dr. Budi Sulistiyo, M.Sc NIP. 19661130 198702 1 001
Hal.
Kata Pengantar ... i
Daftar Isi ... ii
Daftar Tabel ... iv
Daftar Gambar ... vi
Ringkasan Eksektutif ... viii
Bab 1 Pendahuluan ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi ... 2
1.2.1 Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pusdatin ... 2
1.2.2 Tugas Pokok dan Fungsi Pusdatin ... 7
1.2.3 Sumber Daya Manusia Pusdatin ... 7
1.3 Sistematika Penyusunan Laporan Kinerja ... 10
Bab 2 Perencanaan Kinerja ... 12
2.1 Sasaran Strategis ... 12
2.2 Penetapan Kinerja dan Indikator Kerja Utama (IKU) Tahun 2020 ... 13
2.3 Program dan Kegiatan ... 15
Bab 3 Akuntabilitas Kinerja ... 16
3.1 Capaian Kinerja Organisasi ... 16
3.2 Evaluasi dan Analisis Kinerja ... 19
3.2.1 Nilai Kinerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana ... 19
3.2.2 Nilai Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE ... 29
3.2.3 Nilai Minimal yang Dipersyaratkan untuk Mendapat Predikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi ... 34
3.2.5 Persentase Penyelesaian Temuan BPK Lingkup Pusdatin ... 46
3.2.6 Indeks Profesionalitas ASN Lingkup Pusdatin ... 48
3.2.7 Persentase Unit Kerja Pusdatin yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Terstandar ... 51
3.2.8 Persentase Rekomendasi hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja Lingkup KKP ... 57
3.2.9 Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) Pusdatin ... 59
3.2.10 Nilai Kinerja Anggaran Pusdatin ... 61
3.2.11 Tingkat Kepatuhan Pengelolaan Data KP ... 63
3.2.12 Indeks Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Aplikasi yang Dibangun dan Dikembangkan ... 70
3.2.13 Nilai Mandiri Indeks Keamanan Informasi Berbasis IT ... 78
3.2.14 Nilai Mutu Pelayanan Unit Kerja PTSP ... 85
3.3 Realisasi Anggaran ... 90
Bab 4 Penutup ... 92
4.1 Kesimpulan ... 92
Hal.
Tabel 1 Jumlah Sumber Daya Manusia Pusdatin ... 8
Tabel 2 Sebaran Jenjang Pendidikan Pegawai ASN Pusdatin ... 8
Tabel 3 Distribusi Pegawai Pusdatin ... 9
Tabel 4 Perjanjian Kinerja Pusdatin Tahun 2020 ... 14
Tabel 5 Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan Pusdatin Tahun 2020 ... 18
Tabel 6 Target dan Realisasi IKU Nilai Kinerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana Tahun 2020 ... 21
Tabel 7 Hasil Konsensus Penilaian Mandiri RB KKP Tahun 2019-2020 ... 22
Tabel 8 Target dan Realisasi IKU Nilai Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2020 ... 30
Tabel 9 Hasil Penilaian Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2020 Berdasarkan Domain ... 31
Tabel 10 Perbandingan Penilaian Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2020 secara Internal dan Eksternal ... 31
Tabel 11 Syarat Nilai Minimal untuk menjadi Unit Kerja Wilayah Bebas dari Korupsi/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayanan (WBK/WBBM) ... 35
Tabel 12 Target dan Realisasi IKU Jumlah Unit Kerja yang Memenuhi Batas Minimal Nilai Total yang Dipersyaratkan untuk Mendapat Predikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi Tahun 2020 ... 38
Tabel 13 Hasil Penilaian Tim Penilai Internal (TPI) Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Pusdatin Tahun 2020 ... 39
Tabel 14 Target dan Realisasi IKU Nilai Rekonsiliasi Kinerja Pusdatin Tahun 2020 ... 42
Tabel 15 Hasil Nilai Rekonsiliasi Kinerja lingkup Sekretariat Jenderal Tahun 2020 ... 43
Tabel 16 Target dan Realisasi IKU Persentase Penyelesaian Temuan BPK Tahun 2019 Lingkup Pusdatin Tahun 2020 ... 46
Tabel 17 Batas Tertinggi Persentase Nilai Temuan LHP BPK atas LK KKP TA 2019 lingkup Sekretariat Jenderal dibandingkan Realisasi Anggaran TA 2019 ... 47
Tabel 18 Persentase Penyelesaian Temuan BPK lingkup Sekretariat Jenderal ... 47
Tabel 19 Target dan Realisasi IKU Indeks Profesionalitas ASN Lingkup Pusdatin Tahun 2020 ... 49
Tabel 20 Rekapitulasi Nilai Indeks Profesionalitas ASN lingkup Sekretariat Jenderal
Tahun 2020 ... 49
Tabel 21 Target dan Realisasi IKU Persentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Terstandar Lingkup Pusdatin Tahun 2020 ... 52
Tabel 22 Target dan Realisasi IKU Persentase Jumlah Rekomendasi Hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja Lingkup Pusdatin Tahun 2020 .. 58
Tabel 23 Target dan Realisasi IKU Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pusdatin Tahun 2020 ... 60
Tabel 24 Target dan Realisasi IKU Nilai Kinerja Anggaran Pusdatin Tahun 2020 ... 62
Tabel 25 Hasil Penilaian Tingkat Kepatuhan Pengelolaan Data KP Tahun 2020 Berdasarkan Variabel ... 65
Tabel 26 Target dan Realisasi IKU Tingkat Kepatuhan Pengelolaan Data KP Tahun 2020 ... 65
Tabel 27 Rekap Data LK Per Provinsi hasil Validasi Nasional Semester II Tahun 2019 .. 68
Tabel 28 Rekap Data LK Per Provinsi hasil Validasi Nasional Semester I Tahun 2020 ... 68
Tabel 29 Rekap hasil Validasi Nasional Semester II Tahun 2019 dan Semester I Tahun 2020 ... 69
Tabel 30 Target dan Realisasi IKU Indeks Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Aplikasi yang Dibangun dan Dikembangkan pada Tahun 2020 ... 71
Tabel 31 Hasil Survey Indeks Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Aplikasi yang Dibangun dan Dikembangkan pada Tahun 2020 Berdasarkan Variabel ... 72
Tabel 32 Aplikasi yang Dibangun dan Dikembangkan pada Tahun 2020 ... 73
Tabel 33 Target dan Realisasi IKU Nilai Mandiri Indeks Keamanan Informasi KP Berbasis IT Tahun 2020 ... 81
Tabel 34 Jenis Layanan Perizinan pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) KKP ... 85
Tabel 35 Target dan Realisasi IKU Mutu Pelayanan Unit Kerja PTSP Tahun 2020 ... 87
Tabel 36 Hasil Survey Nilai Mutu Pelayanan Unit Kerja PTSP Tahun 2020 ... 88
Hal. Gambar 1 Struktur Organisasi Pusdatin Pasca Penyetaraan Jabatan ... 5 Gambar 2 Grafik Distribusi Pegawai Pusdatin ... 9 Gambar 3 Dashboard Skor Kinerja Pusdatin Tahun 2020 pada Aplikasi Kinerjaku ... 17 Gambar 4 Dashboard Skor Kinerja Pusdatin per Triwulan pada Aplikasi Kinerjaku
Tahun 2020 ... 17 Gambar 5 Rapat Virtual Monitoring dan Evaluasi RB Tata Laksana Lingkup KKP ... 29 Gambar 6 Rapat Koordinasi Virtual Pembahasan SPBE lingkup KKP ... 34 Gambar 7 Penyerahan Piagam Penghargaan Pembangunan Zona Integritas WBK
Pusdatin ... 41 Gambar 8 Rapat Virtual Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas WBK Pusdati . 41 Gambar 9 Forum Konsultasi Publik secara Virtual Pembangunan Zona Integritas
Menuju WBK ... 41 Gambar 10 Aplikasi Sistem Penilaian Unit Kerja Meraih Predikat WBK/WBBM ... 42 Gambar 11 Grafik Peningkatan Nilai Rekonsiliasi Kinerja Pusdatin Tahun 2018-2020 ... 43 Gambar 12 Penghargaan Pusdatin Terbaik I pada Rekonsiliasi Kinerja lingkup Sekretariat
Jenderal Tahun 2020 ... 44 Gambar 13 Rapat Virtual Pembahasan Perjanjian Kinerja Lingkup Setjen Tahun 2020 .... 45 Gambar 14 Rapat Virtual Sosialisasi IP ASN lingkup KKP ... 51 Gambar 15 Capaian Persentase Manajemen Pengetahuan yang Terstandar Lingkup
Pusdatin Tahun 2020 ... 52 Gambar 16 Grafik Persentase MP Berdasarkan Keaktifan, Keikutsertaan dan Dokumen
Lingkup Pusdatin Tahun 2020 ... 53 Gambar 17 Rapat Koordinasi Virtual Manajemen Pengetahuan lingkup KKP ... 56 Gambar 18 Pencapaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pusdatin Tahun 2020 .... 60 Gambar 19 Kegiatan Rapat Virtual Rekonsiliasi Laporan Keuangan dan BMN Sekretariat
Jenderal KKP ... 61 Gambar 20 Pelaksanaan Validasi Nasional Semester I Tahun 2020 Dilakukan Secara
Virtual ... 69 Gambar 21 Piagam Bhumandala Kanaha Award Penghargaan Di Bidang Pengembangan
Simpul Jaringan Informasi Geospasial ... 70 Gambar 22 Tampilan Aplikasi e-learning KKP (emilea) ... 75
Gambar 23 Tampilan Aplikasi Mobile Statistik Kelautan dan Perikanan ... 75
Gambar 24 Tampilan Aplikasi Mobile e-Pegawai KKP ... 76
Gambar 25 Tampilan Aplikasi Persuratan dan Disposisi KKP dengan e-signature ... 77
Gambar 26 Tampilan Aplikasi e-Perizinan KKP ... 77
Gambar 27 Modul e-Penyuluh yang Terintegrasi pada Aplikasi Satu Data dengan OSS ... 78
Gambar 28 Kriteria Penilaian Kategori Sistem Elektronik Sesuai Acuan BSSN ... 80
Gambar 29 Hasil Penilaian Akhir Penilaian Mandiri Indeks Keamanan Informasi Berbasis IT Tahun 2020 ... 85
Gambar 30 Rapat Pleno Penilaian Mandiri Indeks Keamanan Sistem Informasi Berbasis IT Tahun 2020... 77
Gambar 31 Rapat Virtual Integrasi OSS dengan BKPM ... 89
Gambar 32 Rapat Virtual Persiapan Forum Konsultasi Publik PTSP Semester I Tahun 2020 ... 89
Laporan Kinerja merupakan laporan yang menyajikan perbandingan antara capaian kinerja (performance results) dengan Rencana Kinerja (Performance Plan) dan informasi akuntabilitas kinerja tahun 2020. Laporan Kinerja Pusat Data, Statistik, dan Informasi (Pusdatin) tahun 2020 disusun sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yang kemudian ditindaklanjuti berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 68/PERMEN-KP/2017 tentang Pedoman Pengelolaan Kinerja Organisasi di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Untuk mencapai kinerja organisasi yang terukur, sebagai uraian dari tugas dan fungsi Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada awal tahun 2020 Pusdatin mempunyai 12 Sasaran Strategis, dikelompokkan ke dalam 3 Perspektif, serta diuraikan ke dalam 22 Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan pada Perjanjian Kinerja pada awal Tahun 2020, namun pada pertengahan tahun 2020, sesuai dengan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2020-2024, menjadi hanya 1 Sasaran Strategis yaitu “Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di lingkup Pusat Data, Statistik, dan Informasi” dan diuraikan ke dalam 14 Indikator Kinerja Utama.
Berdasarkan Dashboard aplikasi Kinerjaku, capaian kinerja Pusdatin tahun 2020 ditunjukkan dengan Nilai Pencapaian Sasaran Strategis (NPSS) Tahunan sebesar 113,25%, dan merupakan NPSS tertinggi di lingkup Sekretariat Jenderal. Dari 14 (empat belas) Indikator Kinerja Utama (IKU) Pusdatin, seluruh indikator telah mencapai dan melebihi target yang telah ditetapkan.
Capaian kinerja Pusdatin Tahun 2020 dapat dilihat sebagai berikut:
SASARAN STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%) Tata Kelola Pemerintahan
yang Baik Lingkup Pusat, Data, Statistik, dan Informasi Kelautan dan Perikanan
1. Nilai Kinerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana (nilai)
4,38 5,98 136,53
2. Nilai Mandiri Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) (nilai)
3,8 4,21 110,79
3. Nilai Minimal yang
Dipersyaratkan untuk Mendapat Predikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (Nilai)
75 84,04 112,05
4. Nilai Rekonsiliasi Kinerja Pusdatin (%)
90 96,15 106,83
5. Persentase Penyelesaian Temuan BPK Lingkup Pusdatin (%)
100 100 100
6. Indeks Profesionalitas ASN Lingkup Pusdatin (indeks)
72 83,47 115,93
7. Persentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Terstandar lingkup Pusdatin (%)
82 98,06 119,59
8. Persentase Rekomendasi hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja Lingkup Pusdatin (%)
60 100 166,67
9. Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pusdatin (nilai)
88 92,51 105,13
10. Nilai Kinerja Anggaran Pusdatin (nilai)
85 86,24 101,46
11. Tingkat Kepatuhan Pengelolaan Data KP (%)
75 88,50 118
12. Indeks Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Aplikasi yang Dibangun dan Dikembangkan (Nilai)
13. Nilai Mandiri Indeks Keamanan Informasi Berbasis IT (nilai)
300 350 116,67
14. Nilai Mutu Pelayanan Unit Kerja PTSP (nilai)
76 84,93 111,75
Pada Tahun 2020, Pusdatin mendapatkan 3 (tiga) penghargaan yang merupakan pencapaian kinerja terbaik, yaitu:
1) Bhumandala Kanaha Award, yaitu penghargaan atas pencapaian dalam pengembangan simpul jaringan informasi geospasial yang diberikan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) kepada KKP yang mengimplementasikan 5 (lima) elemen simpul Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) yaitu Kebijakan, Kelembagaan, Sumberdaya Manusia, Standar, dan Teknologi;
2) Penghargaan Terbaik ke I, Kategori Unit Kerja Level 2 Rekonsiliasi Kinerja Sekretariat Jenderal Tahun 2020 dengan Nilai 96,15 (Sangat Baik); dan
3) Penghargaan prestasi sebagai unit kerja Berpredikat Menuju Wilayah Bebas dari
Korupsi (WBK) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan Nilai 84,04.
Pagu dan realisasi anggaran Pusat Data, Statistik dan Informasi Tahun Anggaran 2020, dapat dilihat pada tabel berikut.
Output Pagu
(Rp)
Realisasi Anggaran Sisa Anggaran per 31 Desember
2020 (Rp)
(Rp) (%)
951
Layanan Sarana dan Prasarana Internal (overhead)
- - - -
963 Layanan Data dan
Informasi 23.813.982.000 23.431.551.189 98,39 382.430.811
994 Layanan Perkantoran 207.960.000 147.400.000 70,88 60.560.000 TOTAL 24.021.942.000 23.578.951.189 98,16 442.990.811
Pada awal tahun 2020, anggaran Pusdatin sesuai DIPA yang diserahkan pada tanggal 1 Desember 2019 senilai Rp. 48.126.280.000,-, namun akibat adanya Pandemi Covid-19, dilakukan penghematan anggaran senilai Rp 24.547.328.811,-, sehingga pagu anggaran Pusdatin pasca penghematan senilai Rp. 23.578.951.189,-.
Realisasi pelaksanaan anggaran DIPA Satuan Kerja Pusdatin sampai dengan 31 Desember 2020 senilai Rp 23.578.951.189,-, atau 98,16% dari total anggaran senilai Rp 23.578.951.189,-. Dengan nilai kinerja anggaran sebesar 86,24%.
Hasil capaian tersebut, dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan kegiatan pada tahun selanjutnya. Realisasi capaian yang sudah sesuai dengan target, akan terus ditingkatkan pelaksanaannya, sedangkan realisasi capaian yang belum mencapai target, akan diperbaiki mekanisme dan akan dilakukan evaluasi secara periodik.
1.1 Latar Belakang
Laporan Kinerja Pusat Data, Statistik, dan Informasi (Pusdatin) tahun 2020 disusun sebagai bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, yang kemudian ditindaklanjuti berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 68/PERMEN-KP/2017 tentang Pedoman Pengelolaan Kinerja Organisasi di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Selain itu dalam pengelolaan kinerja, merujuk juga pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7/Permen-KP/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/Permen-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusdatin mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan penyediaan data dan statistik, pengembangan aplikasi sistem informasi, dan infrastruktur teknologi informasi, serta layanan perizinan terpadu Kementerian di bidang kelautan dan perikanan.
Pusdatin sebagai institusi yang mempunyai tugas memberikan layanan tentang informasi kelautan dan perikanan, dituntut untuk selalu menyajikan data yang tepat waktu, akurat, lengkap dan berkelanjutan serta dibutuhkan oleh stakeholders, serta memberikan kontribusi yang positif bagi pembangunan kelautan dan perikanan sesuai dengan amanat RPJMN dan Rencana Strategis KKP Tahun 2020-2024.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024, bahwa pelaksanaanTransformasi Digital RPJMN 2020 – 2024 meliputi:
1. Peningkatan kemandirian industri dan SDM TIK dalam negeri, melalui Harmonisasi
kebijakan dan regulasi untuk mendorong pengembangan industri TIK dalam negeri; Peningkatan kapasitas SDM TIK yang tepat sasaran untuk memenuhi kebutuhan
dalam negeri; Peningkatan literasi digital masyarakat;
2. Adopsi pemanfaatan teknologi global (Big Data, IoT, AI, dll) bersifat lintas sektor dalam proses perencanaan, pemantauan, maupun pelaksanaan kinerja, melalui : Mendorong pelaksanaan Satu Data dalam rangka pemanfaatan data yang saling interoperabilitas, terstandar serta dapat dibagipakaikan; Mendorong pemanfaatan
analisa dari Big Data untuk meningkatkan ketepatan perencanaan, kinerja
pelaksanaan pembangunan maupun ketepatan pengawasan pembangunan.
Untuk mendukung pelaksanaan transformasi digital sesuai dengan RPJMN, Pusdatin sebagai Unit Data Kementerian, pada tahun ini melaksanakan persiapan pelaksanan Big
Data KKP. BIG DATA KP adalah suatu strategi manajemen berbasis BIG DATA dan TEKNOLOGI INFORMASI untuk mengolah Data menjadi Informasi terintegrasi yang
diperlukan dan relevan sebagai dasar Pengambilan Keputusan terkait dengan : regulasi, bisnis proses, kesejahteraan pelaku utama (nelayan, pembudidaya, pengolah, pemasar dan petambak garam), Kepentingan Kaum Akademisi & Peneliti, Kepentingan
Masyarakat (umum dan media) Kelestarian Alam dan Lingkungan.
Laporan Kinerja Pusdatin Tahun Anggaran 2020 disusun dalam rangka pertanggungjawaban publik atas pelaksanaan tugas dan fungsi Pusdatin. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran Akuntabilitas Kinerja Pusdatin tahun 2020 yang mencakup pencapaian tugas pokok dan fungsi, kewenangan, tujuan dan sasaran, visi dan misi, serta kebijakan yang ditetapkan.
1.2 Organisasi, Tugas Pokok dan Fungsi
1.2.1 Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pusdatin
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7/Permen-KP/2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan
Nomor 6/Permen-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusdatin adalah unit kerja organisasi yang berada di bawah Menteri Kelautan dan Perikanan secara administratif bertanggung jawab kepada Sekretariat Jenderal. Struktur organisasi Pusdatin terdiri dari unit Eselon III dan Eselon IV. Unit kerja Eselon III terdiri dari 4 unit dan kelompok Jabatan Fungsional Statistisi dan Pranata Komputer, yaitu :
1. Bidang Data Statistik
a. Subbidang Standardisasi Data
b. Subiddang Pengolahan Data dan Statistik c. Subbidang Penyajian Data dan Statistik 2. Bidang Aplikasi Sistem Informasi
a. Subbidang Standardisasi Aplikasi Sistem Informasi b. Subbidang Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi c. Subbidang Integrasi Aplikasi Sistem Informasi 3. Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi
a. Subbidang Standardisasi Infrastruktur Teknologi Informasi b. Subbidang Pengembangan Infrastruktur Teknologi Informasi c. Subbidang Integrasi Infrastruktur Teknologi Informasi
4. Bagian Tata Usaha dan Perizinan Terpadu a. Subbagian Program, Keuangan dan Umum
b. Subbagian Hukum dan Sumber Daya Manusia Aparatur c. Subbagian Layanan Perizinan Terpadu
5. Kelompok Jabatan Fungsional.
Selanjutnya pada tahun 2020, telah diterbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 48/PERMEN-KP/2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja KKP, untuk menindaklanjuti kebijakan penyederhanaan birokrasi guna mewujudkan organisasi KKP yang lebih proporsional, efektif, dan efisien. Penataan organisasi dan tata kerja KKP telah mendapatkan persetujuan tertulis dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor B/1136/M.KT.01/2020 tanggal 25 Agustus 2020, hal penataan organisasi dan tata
kerja KKP serta dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 28 Tahun 2019 tentang Penyetaraan Jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional.
Menindaklanjuti hal tersebut, berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 149/KP.930/PNY-JF/IX/2020 tentang Pengangkatan Pejabat Pengawas Ke Dalam Jabatan Fungsional Melalui Mekanisme Penyetaraan, seluruh pejabat struktural pengawas dan administrator di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan diangkat menjadi Jabatan Fungsional melalui Mekanisme Penyetaraan, dan mendapat tugas tambahan manajerial, program kerja, dan kebiatan sebagai Koordinator dan Subkoordinator dalam bidang tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Gambar 1.
1.2.2 Tugas Pokok dan Fungsi Pusdatin
Pusdatin mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan dan penyediaan data dan statistik, pengembangan aplikasi sistem informasi, dan infrastruktur teknologi informasi, serta layanan perizinan terpadu KKP di bidang kelautan dan perikanan. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Pusdatin menyelenggarakan fungsi :
1. penyiapan koordinasi penyusunan, perencanaan, standarisasi, pengolahan, analisis, dan bimbingan teknis data dan statistik kelautan dan perikanan; 2. penyiapan koordinasi penyusunan, perencanaan, standarisasi, perancangan,
pengembangan, bimbingan teknis, integrasi dan pemeliharaan aplikasi sistem informasi di lingkungan KKP;
3. penyiapan koordinasi penyusunan, perencanaan, perancangan, pengembangan, standarisasi, bimbingan teknis, integrasi dan pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi di lingkungan KKP;
4. pembinaan Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Statistisi di lingkungan KKP;
5. penyiapan koordinasi perencanaan, pengembangan, monitoring, dan evaluasi layanan perizinan terpadu Kementerian di bidang kelautan dan perikanan; dan 6. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga pusat.
1.2.3 Sumber Daya Manusia Pusat Data, Statistik dan Informasi
Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi BIrokrasi Nomor 13 Tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pegawai dan Peraturan Menteri PANRB Nomor 13 Tahun 2019 tentang Penyetaraan jabatan Administrasi ke dalam Jabatan Fungsional, jabatan Administrator dan Pengawas diangkat ke dalam Jabatan Fungsional yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 148/ KP.930/PNY-JF/2020 tentang Pengangkatan Pejabat Administrator Ke Dalam Jabatan Fungsional Melalui Mekanisme Penyetaraan dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 149/KP.930/PNY-JF/2020 tentang
Pengangkatan Pejabat Pengawas Ke Dalam Jabatan Fungsional Melalui Mekanisme Penyetaraan.
Dalam rangka mengembang tugas kerja, Pusdatin didukung oleh 86 orang pegawai, yang terdiri dari 60 orang Pegawai ASN dan 26 orang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN), dengan perincian sebagai berikut :
Tabel 1.
Jumlah Sumber Daya Manusia Pusdatin
No. Jabatan Jumlah
1. Eselon II 1 orang
2. Pejabat Fungsional Tertentu setingkat Ahli Madya selaku Koordinator
4 orang
3. Pejabat Fungsional Tertentu setingkat Ahli Muda selaku Sub Koordinator
12 orang
4. Jabatan Fungsional Tertentu 21 orang
5. Jabatan Fungsional Umum 22 orang
6. Pegawai Kontrak 19 orang
7. Tenaga Entry Data 7 orang
Jika dilihat dari tingkat pendidikan pegawai ASN di Pusdatin mempunyai latar belakang pendidikan sebagaimana disajikan pada tabel di bawah ini :
Tabel 2.
Sebaran Jenjang Pendidikan Pegawai ASN Pusdatin No. Jenjang Pendidikan Jumlah (orang)
1. S3 1 orang
2. S2 13 orang
3. S1 34 orang
4. D3 / Sarjana Muda 4 orang
5. D1 1 orang
6. SLTA 8 orang
Jika dilihat dari golongan ruang, terdapat 8 orang golongan IV, 44 orang golongan III, dan 9 orang golongan II.Distribusi aparatur Pusdatin baik Aparatur Sipil Negara maupun Pegawai Pemerintah Non Pegawai (PPNPN) sesuai Kelompok adalah sebagai berikut :
Tabel 3.
Distribusi Pegawai Pusdatin
No. Status Kepegawaian Kelompok Jumlah Total (orang) Data Statistik Aplikasi dan Sistem Informasi Infrastruktur Teknologi Informasi Tata Usaha dan Perizinan Terpadu 1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) 12 15 9 23 60 2. Pegawai Kontrak 10 2 2 12 26 Jumlah 22 19 9 36 86 Gambar 2.
Grafik Distribusi Pegawai Pusdatin
Pada Bulan Desember Tahun 2020, Pusdatin mendapatkan tambahan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebanyak 19 orang, yang merupakan hasil seleksi penerimaan CPNS tahun 2019, karena adanya Pandemi Covid-19 sehingga proses ujian penerimaan CPNS
12 15 9 23 10 2 2 12 0 5 10 15 20 25
DATIS ASI ITI TUPT
mengalami penundaan waktu. CPNS yang diterima Pusdatin sesuai kebutuhan SDM Pusdatin, yang terdiri dari:
1. Fungsional Statistisi sebanyak 8 Orang;
2. Analis Data dan Informasi, sebanyak 1 orang; dan 3. Fungsional Pranata Komputer sebanyak 10 orang.
Secara keseluruhan apabila pegawai Pusdatin ditambahkan dengan CPNS, maka jumlah keseluruhan pegawai Pusdatin Pada Tahun 2020 sebanyak 105 pegawai.
1.3 Sistematika Penyusunan Laporan Kinerja
Laporan Kinerja tahun 2020 disusun untuk menginformasikan capaian kinerja Pusdatin berdasarkan rencana kerja yang sudah ditetapkan pada penetapan kinerja tahun 2020 dan sesuai dengan target kinerja tahunan sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan. Dengan membandingkan antara capaian kinerja (performance result) tahun 2019 dengan rencana kinerja (performance plan) tahun 2020 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan, maka akan teridentifikasi sejumlah celah kinerja (performance gap). Dari hasil analisis terhadap celah kinerja tersebut, dapat diperoleh masukan bagi perbaikan kinerja di masa yang akan datang.
Sistematika penyusunan Laporan Kinerja Pusdatin adalah sebagai berikut:
1. Bab I Pendahuluan, menjelaskan latar belakang, tugas dan fungsi, organisasi dan personalia, sistematika penyajian.
2. Bab II Perencanaan Kinerja, menjelaskan ringkasan atau ikhtisar penjanjian kinerja Pusdatin yang telah dicapai dalam satu tahun.
3. Bab III Akuntabilitas Kinerja, menjelaskan capaian kinerja untuk setiap indikator kinerja sasaran strategis, sesuai dengan hasil pengukuran kinerja.
Hasil capaian dilengkapi dengan analisa: a. Capaian Kinerja Organisasi
- Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun ini;
- Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan periode yang sama tahun lalu dan beberapa tahun terakhir;
- Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi;
- Membandingkan realisasi tahun ini dengan standar nasional (jika ada); - Analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan
kinerja, serta alternatif solusi yang telah dilakukan;
- Analisa atas efisiensi penggunaan sumber daya (dapat dilihat di SPAN/PMK 249);
- Analisa program/kinerja yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja.
b. Realisasi Anggaran
Berisi uraian realisasi anggaran yang digunakan dan yang telah digunakan untuk mewujudkan kinerja Pusdatin sesuai Dokumen Perjanjian Kinerja.
2.1 Sasaran Strategis
Sasaran strategis adalah salah satu bagian dari perjanjian kinerja yang merupakan salah satu alat ukur keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan kegiatan dan dapat digunakan sebagai fokus perbaikan kinerja dimasa depan.
Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan, yaitu sesuatu yang akan dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu tertentu sehingga mudah dalam pengukurannya. Sasaran merupakan bagian integral dari proses perencanaan strategis organisasi. Fokus utama penentuan sasaran adalah tindakan dan alokasi sumber daya organisasi. Oleh karena itu, sasaran harus lebih fokus, bersifat spesifik, terinci dan dapat diukur.
Adapun tujuan Pusdatin adalah sebagai berikut :
1. mewujudkan penyajian data, statistik dan pelayanan informasi secara berkesinambungan;
2. mewujudkan sarana jaringan Sistem Informasi Manajemen Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk pelayanan alur data maupun informasi secara tepat, cepat dan efisien;
3. mewujudkan sistem informasi secara terpadu dengan mengintegrasikan berbagai sumber informasi lingkup kementerian;
4. terciptanya SDM yang handal dalam teknologi informasi dan data statistik; dan
5. terwujudnya data statistik yang lengkap, akurat dan mutakhir guna mendukung pembangunan kelautan dan perikanan.
Berdasarkan tujuan tersebut di atas, maka Pusdatin mempunyai sasaran strategis yaitu “Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik di Bidang Pengelolaan Data, Statistik, dan Informasi Kelautan dan Perikanan”.
Untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan diperlukan indikator sasaran. Indikator sasaran adalah ukuran tingkat keberhasilan pencapaian sasaran untuk diwujudkan pada tahun bersangkutan. Setiap indikator sasaran disertai rencana tingkat capaiannya (targetnya) masing-masing. Sasaran diupayakan untuk dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu/tahunan secara berkesinambungan. Pada masing-masing sasaran ditetapkan indikator yang dapat mengukur keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuannya. Dengan demikian, setiap tujuan yang ditetapkan memiliki indikator yang terukur.
2.2 Penetapan Kinerja dan Indikator Kerja Utama (IKU) Tahun 2020
Pada awal tahun 2020 Pusdatin mempunyai 12 Sasaran Strategis, yang dikelompokkan ke dalam 3 Perspektif, serta diuraikan ke dalam 22 Indikator Kinerja Utama yang telah ditetapkan pada Perjanjian Kinerja pada awal Tahun 2020, namun pada pertengahan tahun 2020, sesuai dengan Rencana Strategis Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2020-2024, menjadi hanya 1 Sasaran Strategis yaitu “Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di lingkup Pusat Data, Statistik, dan Informasi” dan diuraikan ke dalam 14 Indikator Kinerja Utama.
Penetapan target kinerja program dan kegiatan dalam dokumen Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2020 disusun secara berjenjang. Dokumen tersebut telah ditandatangani oleh pejabat Eselon II dengan pejabat Eselon I, dan pejabat Eselon I dengan Menteri Kelautan dan Perikanan. PK Pusdatin Tahun 2020 sebagaimana tabel berikut :
Tabel 4.
Perjanjian Kinerja Pusdatin Tahun 2020
SASARAN STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA TARGET TAHUN 2020 Tata Kelola Pemerintahan yang
Baik Lingkup Pusat, Data, Statistik, dan Informasi Kelautan dan Perikanan
1. Nilai Kinerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana (nilai)
4,38
2. Nilai Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) (nilai)
3,8
3. Nilai Minimal yang
Dipersyaratkan untuk Mendapat Predikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (Nilai)
75
4. Nilai Rekonsiliasi Kinerja Pusdatin (%)
90
5. Persentase Penyelesaian Temuan BPK Lingkup Pusdatin (%)
100
6. Indeks Profesionalitas ASN Lingkup Pusdatin (indeks)
72
7. Persentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Terstandar lingkup Pusdatin (%)
82
8. Persentase Rekomendasi hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja Lingkup Pusdatin (%)
60
9. Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pusdatin (nilai)
88
10. Nilai Kinerja Anggaran Pusdatin (nilai)
85
11. Tingkat Kepatuhan Pengelolaan Data KP (%)
SASARAN STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA TARGET TAHUN 2020 12. Indeks Kepuasan Pengguna
Terhadap Layanan Aplikasi yang Dibangun dan Dikembangkan (Nilai)
3,5
13. Nilai Mandiri Indeks Keamanan Informasi Berbasis IT (nilai)
300
14. Nilai Mutu Pelayanan Unit Kerja PTSP (nilai)
76
2.3 Program dan Kegiatan
Pusdatin merupakan unit Eselon II yang berada di bawah Sekretariat Jenderal KKP, melaksanakan program kerja yang mendukung pelaksanaan program pembangunan kelautan dan perikanan secara keseluruhan, yaitu Program Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya KKP. Tahun Anggaran 2020 Pusdatin melaksanakan beberapa kegiatan yaitu Kegiatan Pembinaan Administrasi dan Pengelolaan Pelayanan Penunjang Pelaksanaan Tugas KKP dan dijabarkan dalam 2 (dua)
output sebagai berikut :
1. Layanan data dan informasi; 2. Layanan perkantoran.
Output tersebut akan memenuhi sasaran strategis, yaitu “Tata Kelola Pemerintahan
Yang Baik lingkup Pusat Data, Statistik, dan Informasi Kelautan dan Perikanan” .
Untuk mencapai sasaran tersebut dengan sejumlah target indikator sebagaimana Tabel di atas, telah dialokasikan anggaran pada tahun 2020 senilai Rp 45.201.478.000,-, namun karena adanya kebijakan pemerintah untuk penanganan Pandemi Covid-19, maka terjadi perubahan anggaran menjadi Rp 24.021.942.000,-.
Pada Dokumen Perjanjian Kinerja Tahun 2020 tersebut di atas dijabarkan kepada target kinerja tahunan dan triwulanan yang selanjutnya digunakan sebagai dasar penilaian kinerja pada tahun 2020 yang dituangkan dalam Laporan Kinerja (LKJ) Pusdatin Triwulanan dan Tahunan.
3.1 Capaian Kinerja Organisasi
Pengukuran kinerja digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka pelaksanaan visi dan misi KKP.
Analisis capaian kinerja tahun 2020 mengenai pelaksanaan kegiatan dan anggaran Pusdatin, antara lain melaksanakan penyediaan data dan statistik, pengembangan sistem informasi, peningkatan kapasitas infrastruktur informasi teknologi di bidang kelautan dan perikanan, serta pelayanan ketatausahaan dan perizinan terpadu.
Dalam pelaksanaannya, metode pengukuran kinerja pada Pusat Data, Statistik dan Informasi menggunakan Sistem Aplikasi Perjanjian Kinerja online yaitu
www.kinerjaku.kkp.go.id. Proses penghitungan kinerja menggunakan manual IKU yang
telah disusun sebelumnya, serta menilai capaian kinerja dari kegiatan-kegiatan yang mendukung pencapaian kinerja program. Koordinasi proses penghitungan dilakukan oleh para pengelola kinerja pada setiap sasaran strategis sesuai dengan tanggung jawabnya.
Adapun capaian kinerja IKU Pusdatin Tahun 2020 pada aplikasi kinerjaku dengan nilai 113,25%, dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 3.
Dashboard Skor Kinerja Pusdatin Tahun 2020 pada Aplikasi Kinerjaku
Gambar 4.
Dashboard Skor Kinerja Pusdatin per Triwulan pada Aplikasi Kinerjaku Tahun 2020
Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) pencapaian sasaran kegiatan Pusdatin dapat dilihat pada Tabel 6 berikut ini :
Tabel 5.
Realisasi Indikator Kinerja Kegiatan Pusdatin Tahun 2020 SASARAN
STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA
TARGET TAHUN 2020 REALISASI CAPAIAN (%) Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Pusat, Data, Statistik, dan Informasi Kelautan dan Perikanan
1. Nilai Kinerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana (nilai)
4,38 5,98 136,53
2. Nilai Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) (nilai)
3,8 4,21 110,79
3. Nilai Minimal yang Dipersyaratkan untuk Mendapat Predikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (Nilai)
75 84,04 112,05
4. Nilai Rekonsiliasi Kinerja Pusdatin (%) 90 96,15 106,83 5. Persentase Penyelesaian Temuan BPK Lingkup Pusdatin (%) 100 100 100
6. Indeks Profesionalitas ASN Lingkup Pusdatin (indeks)
72 83,47 115,93
7. Persentase Unit Kerja yang Menerapkan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Terstandar lingkup Pusdatin (%)
82 98,06 119,59
8. Persentase Rekomendasi hasil Pengawasan yang Dimanfaatkan untuk Perbaikan Kinerja Lingkup Pusdatin (%) 60 100 166,67 9. Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran Pusdatin (nilai) 88 92,51 105,13
10. Nilai Kinerja Anggaran Pusdatin (nilai)
SASARAN
STRATEGIS URAIAN INDIKATOR KINERJA
TARGET TAHUN 2020 REALISASI CAPAIAN (%) 11. Tingkat Kepatuhan Pengelolaan Data KP (%) 75 88,50 118
12. Indeks Kepuasan Pengguna Terhadap Layanan Aplikasi yang Dibangun dan Dikembangkan (Nilai)
3,5 4,1 117,14
13. Nilai Mandiri Indeks Keamanan Informasi Berbasis IT (nilai)
300 350 116,67
14. Nilai Mutu Pelayanan Unit Kerja PTSP (nilai)
76 84,93 111,75
3.2 Evaluasi dan Analisis Kinerja
Evaluasi dan analisis kinerja dilakukan dalam rangka menggambarkan keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dan kebijakan dalam rangka mewujudkan sasaran dan tujuan. Realisasi dan capaian kinerja Pusdatin tahun 2020 berdasarkan Perjanjian Kinerja yang telah ditetapkan, yaitu:
3.2.1. Nilai Kinerja Reformasi Birokrasi (RB) KKP Program Penguatan Tata Laksana
Penilaian Program Reformasi dan Birokrasi (RB) KKP Program Penguatan Tata Laksana Tahun 2020 dibagi menjadi 2 Aspek Pemenuhan, yaitu :
1. Aspek Pemenuhan, Sub Komponen Penataan Tatalaksana, dengan bobot 2,5%, yang dibagu menjadi 3 sub komponen.
a. Proses bisnis dan prosedur operasional tetap (SOP), dengan bobot 0,50%; b. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dengan bobot 1,50%;
dan
c. Peta Proses Bisnis Mempengaruhi Penyederhanaan, dengan bobot 0,50%. 2. Aspek Reform, Sub Komponen Penataan Tatalaksana, dengan bobot 3,75%.
Target Nilai RB KKP Program Penguatan Tata Laksana untuk tahun 2020, hasil dari penilaian pada kedua aspek tersebut dengan nilai 4,38%.
Kegiatan yang harus dilakukan sesuai dengan Roadmap Nilai kerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana, dinilai dari beberapa kriteria, antara lain :
1. Proses bisnis dan Prosedur Operasional (SOP) (0,50)
a. Telah disusun peta proses bisnis yang sesuai dengan pedoman penyusunan Peta Proses Bisnis Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah;
b. Telah tersedia peta proses bisnis yang sesuai dengan tugas dan fungsi; c. Telah disusun peta proses bisnis yang sesuai dengan dokumen rencana
strategis dan rencana kerja organisasi;
d. Telah memiliki peta proses bisnis yang sesuai dengan tugas dan fungsi dan selaras dengan Kinerja Organisasi secara berjenjang;
e. Peta proses bisnis sudah dijabarkan ke dalam prosedur operasional tetap (SOP);
f. Telah dilakukan penjabaran peta lintas fungsi (peta level n) ke dalam SOP; g. Prosedur operasional tetap (SOP) telah diterapkan;
h. Peta proses bisnis dan Prosedur operasional telah dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan tuntutan efisiensi, dan efektivitas birokrasi;
i. Telah dilakukan evaluasi terhadap peta proses bisnis yang sesuai dengan efektivitas hubungan kerja antar unit organisasi untuk menghasilkan kinerja sesuai dengan tujuan pendirian organisasi.
2. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) (1,50)
a. Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah memiliki Arsitektur SPBE; b. Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah memiliki Peta Rencana SPBE; c. Tim Koordinasi SPBE Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah
melaksanakan tugas dan program kerjanya;
d. Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah menerapkan Manajemen Layanan SPBE;
e. Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah memiliki Layanan Kepegawaian Berbasis Elektronik;
f. Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah memiliki Layanan Kearsipan Berbasis Elektronik;
g. Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah memiliki Layanan Perencanaan, Penganggaran, dan Kinerja Berbasis Elektronik;
h. Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah memiliki Layanan Publik Berbasis Elektronik.
3. Keterbukaan Informasi Publik (0,50)
a. Adanya kebijakan pimpinan tentang keterbukaan informasi publik;
b. Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik.
Tabel 6.
Target dan Realisasi IKU Nilai Kinerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana Tahun 2020
SS Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Pusat, Data, Statistik, dan Informasi Kelautan dan Perikanan Nama IKU Nilai Kinerja RB KKP Program Pengutaan Tata Laksana
REALISASI 2020 Renstra 2020-2024 2015 2016 2017 2018 2019 Target Realisasi % Capaian % Kenaikan 2019-2020 Target 2020 % Capaian Thdp Target 2020 Target 2024 % Capaian Thdp Target 2024 - - 4,88 4,5 3,78 4,38 5,98 136,53 158,2 4,38 136,53 4,69 127,5
Penilaian pada tahun ini menggunakan dasar penilaian yang baru sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pedoman Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, dimana penilaian Sub Komponen Penataan Laksana pada komponen pengungkit dinilai berdasarkan 2 aspek, yaitu Aspek Pemenuhan dan Aspek Reform.
Berdasarkan Berita Acara Hasil Konsensus Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun 2019-2020, dari Inspektorat Jenderal Nomor : BAHK.PMPRB-01/ITJ/VI/2019-2020, tanggal 18 Juni 2020, bahwa hasil Nilai Kinerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana dengan Nilai 5,98. Hal ini dapat dilihat realisasinya telah melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 4,38, dengan realisasi capaian sebesar 136,53%. Hasil tersebut merupakan nilai keseluruhan dari komponen pengungkit dengan nilai Aspek Pemenuhan sebesar 2,44, dan Aspek Reform dengan nilai sebesar 3,54. Hasil Konsensus Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi KKP Tahun 2019-2020 sebagai berikut:
Tabel 7.
Kegiatan yang sudah dilaksanakan untuk mendukung nilai kinerja RB KKP Program Penguatan Tata Laksana adalah :
1. Proses bisnis dan Prosedur Operasional (SOP) Telah disusun Peta Proses Bisnis dilingkup KKP, yaitu:
a. Peta Proses Bisnis Level 0 Kementerian Kelautan dan Perikanan (Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, Nomor 60/KEPMEN-KP/SJ/2019 tentang Bisnis Proses KKP);
b. Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Nomor 1C/KEP-DJPRL/2020);
c. Peta Proses Bisnis Sekretariat Jenderal (Keputusan Sekretaris Jenderal, Nomor 9/KEP-SJ/2020);
d. Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Nomor 68/KEP-DJPT/2019 );
e. Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Nomor 222/KEP-DJPB/2019); f. Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan
dan Perikanan (Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, Nomor 87/KEPMEN-KP/SJ/2019);
g. Peta Proses Bisnis Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan DJPDSPKP (Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan, Nomor 106 /KEPMEN-KP/SJ/2019);
h. Peta Proses Bisnis Inspektorat Jenderal (Keputusan Inspektur Jenderal, Nomor 338/KEP-ITEN/2019);
i. Peta Proses Bisnis Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (Keputusan Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Nomor 72/KEP BRSDM/2019);
j. Peta Proses Bisnis Badan Karantina Ikan dan Pengawasan Mutu (Keputusan Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengawasan Mutu, Nomor 151/KEP-BKIPM/2019).
Seluruh peta proses bisnis lingkup KKP telah sesuai dengan rencana strategis tahun 2014 – 2019, yaitu:
a. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 60/KEPMEN-KP/SJ/2019 Tentang Proses Bisnis KKP;
b. Peta Proses Bisnis Manajerial, yang ditetapkan dengan Keputusan Sekretaris Jenderal;
c. Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut No. 1C/KEP-DJPRL/2020 tentang Peta Proses Bisnis DJPRL;
d. Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No. 68/KEP-DJPT/2019 tentang Bisnis Proses DJPT;
e. Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 222/KEP-DJPB/2019 Tentang Bisnis Proses DJPB;
f. Keputusan Menteri Kelautan dan P No. 106 /KEPMEN-KP/SJ/2019 Tentang Bisnis Proses PDSPKP;
g. KEPMEN KP No. 87/KEPMEN-KP/SJ/2019 tentang Peta Proses Bisnis Ditjen PSDKP;
h. Keputusan Inspektur Jenderal No. 338/KEP-ITEN/2019 Tentang Bisnis Proses Itjen;
i. Keputusan Kepala BRSDMKP No. 72/KEP-BRSDM/2019 Tentang Bisnis Proses BRSDMKP;
j. Keputusan Kepala BKIPM No. KEP-BKIPM 2019_151 Tentang Proses Bisnis BKIPM;
Seluruh peta proses bisnis di lingkungan KKP telah sesuai dengan tugas dan fungsi yang tercantum dalam Permen KP No. 7 tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, yaitu: a. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 60/KEPMEN-KP/SJ/2019
Tentang Proses Bisnis KKP;
b. Peta Proses Bisnis Manajerial (Setjen);
c. Keputusan Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut No. 1C/KEP-DJPRL/2020 tentang Peta Proses Bisnis DJPRL;
d. Kepdirjen Perikanan Tangkap No. 68/KEP-DJPT/2019 tentang Bisnis Proses DJPT;
e. Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 222/KEP-DJPB/2019 Tentang Bisnis Proses DJPB;
f. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 106 /KEPMEN-KP/SJ/2019 Tentang Bisnis Proses PDSPKP;
g. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 87/KEPMEN-KP/SJ/2019 tentang Peta Proses Bisnis Ditjen PSDKP;
h. Keputusan Inspektur Jenderal No. 338/KEP-ITEN/2019 Tentang Bisnis Proses Itjen;
i. Keputusan Kepala BRSDMKP No. 72/KEP-BRSDM/2019 Tentang Bisnis Proses BRSDMKP;
j. Keputusan Kepala BKIPM No.KEP-BKIPM 2019_151 Tentang Proses Bisnis BKIPM ;
k. Lembar identifikasi proses bisnis.
Sebagian besar peta lintas fungsi (peta level n) telah dilakukan penjabaran ke dalam SOP sesuai dengan Permenpan RB No. 19 tahun 2018, yaitu:
1. Peta Proses Bisnis Manajerial (Sekretariat Jenderal) a. Dari level 0 hingga level SOP pada Pusdatin;
b. dari level 0 hingga level SOP pada Biro SDMA; c. dari level 0 hingga level SOP pada BHO; d. dari level 0 hingga level SOP pada ROREN;
e. Dari level 0 hingga level SOP pada Biro Humas dan KLN; f. dari level 0 hingga level SOP pada Biro Umum dan PBJ; g. dari level 0 hingga level SOP pada Biro Keuangan.
2. Level 0 hingga level SOP pada Direktorat Jenderal PRL (Keputusan Direktur Jenderal PRL No. 1C/KEP-DJPRL/2020 tentang Peta Proses Bisnis DJPRL); 3. Level 0 hingga level SOP pada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap
(Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap No. 68/KEP-DJPT/2019 tentang Bisnis Proses DJPT);
4. Level 0 hingga level SOP pada Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya No. 222/KEP-DJPB/2019 Tentang Bisnis Proses DJPB);
5. Level 0 hingga level SOP pada Direktorat Jenderal PDSPKP (Keputusan Menteri KP No. 106 /KEPMEN-KP/SJ/2019 Tentang Bisnis Proses PDSPKP); 6. Level 0 hingga level SOP pada Direktorat Jenderal PSDKP (Keputusan
Menteri KP No. 87/KEPMEN-KP/SJ/2019 tentang Peta Proses Bisnis Ditjen PSDKP);
7. Level 0 hingga level SOP pada Inspektur Jenderal (Keputusan Inspektur Jenderal No. 338/KEP-ITEN/2019 Tentang Bisnis Proses Itjen);
8. Level 0 hingga level SOP pada BRSDMKP (Keputusan Kepala BRSDMKP No. 72/KEP-BRSDM/2019 Tentang Bisnis Proses BRSDMKP);
9. Level 0 hingga level SOP pada BKIPM (Keputusan Kepala BKIPM No.151 tahun 2019 Tentang Proses Bisnis BKIPM).
Seluruh unit eselon I serta UPT lingkup KKP telah menerapkan SOP, yaitu
1. Implementasi SOP dengan kartu kendali pada Unit Eselon I yang berada pada layanan PTSP dan sampling UPT;
2. Printscreen SOP online 2019;
Telah dilakukan evaluasi terhadap efisiensi dan efektivitas peta proses bisnis dan SOP secara berkala dan seluruh hasilnya ditindaklanjuti, yaitu:
1. Rapat Monev atas penerapan SOP dan Peta Proses Bisnis KKP;
2. Survei internal penerapan SOP secara online oleh Pusdatin dan Monev SOP pada Biro Perencanaan dengan menggunakan kuesioner;
3. Laporan Monev SOP pada Biro Perencanaan dan Pusdatin; 4. Tindak lanjut hasil Monev:
a. Pemutakhiran data SOP online sebagai Tindak Lanjut dari Survei Internal SOP;
b. Berkoordinasi ke seluruh unit Eselon I terkait penyusunan peta proses bisnis level 1 s.d. SOP.
Telah dilakukan evaluasi terhadap seluruh peta proses bisnis yang sesuai dengan efektivitas hubungan kerja antar unit organisasi untuk menghasilkan kinerja sesuai dengan tujuan pendirian organisasi, yaitu:
1. Rapat Monev atas penerapan SOP dan Peta Proses Bisnis KKP Tahun 2020; 2. Laporan Monev SOP seluruh unit Eselon I;
3. Tindak lanjut hasil Monev, berkoordinasi ke seluruh unit Eselon I terkait penyusunan peta proses bisnis level 1 s.d. SOP.
Dengan adanya penyederhanaan jabatan sebanyak 1128 jabatan dari 1136 jabatan semula (99,3%), telah disusun peta proses bisnis yang terkait dengan penyederhanaan jabatan tersebut, yaitu:
1. Peta proses bisnis;
2. Surat rekomendasi Menpan atas penyederhanaan jabatan di Kementerian Kelautan dan Perikanan.
2. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) (1,50)
Implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) lingkup KKP telah dilaksanakan dan terintegrasi untuk mendorong pelayanan lebih cepat dan efisien. Implementasi SPBE dilakukan untuk mendukung pelayanan Publik maupun Pelayanan Internal Organisasi, dengan uraian sebagai berikut. a. Pelayanan Publik.
Layanan perizinan melalui beberapa aplikasi yang saling terintegrasi, diantaranya:
1) OSS KKP; 2) SKP Online; 3) HACCP Online;
4) Rekomendasi Pemasukan Hasil Perikanan;
5) Permohonan Pemeriksaan Karantina Ikan Online; dan 6) Sisterkaroline di UPT BKIPM.
Selain itu telah disiapkan pelayanan informasi kepada masyarakat, yaitu: 1) Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH);
3) Satu Data Mobile; dan 4) Statistik Mobile.
b. Pelayanan Internal Organisasi
1) Aplikasi persuratan e-Layar dengan Digital Signature; 2) Aplikasi e-pegawai terintegrasi; dan
3) Aplikasi e-learning (e-Milea) untuk penyelenggaraan pelatihan online dalam rangka peningkatan kapasitas ASN dan Penyuluh.
3. Keterbukaan Informasi Publik
Keterbukaan informasi publik dilakukan dalam rangka transformasi digital memberikan nilai manfaat bagi organisasi. Hal-hal yang telah dilakukan, antara lain:
a. Transformasi Digital pada Bidang Proses Bisnis Utama
1) Integrasi Aplikasi Perizinan (OSS KKP, SKP Online, RPHP, Sisterkaroline, dan permohonan pemeriksanaan karantina ikan
online);
2) Mobile Satu Data; dan 3) Mobile Statistik.
b. Transformasi Digital pada Bidang Administrasi Pemerintahan 1) Aplikasi e-Pegawai;
2) Aplikasi e-Layar; 3) Aplikasi e-Dalwas;
4) Aplikasi e-Report LPSE; dan 5) Aplikasi e-Presensi.
c. Transformasi Digital pada Bidang Pelayanan Publik 1) Mobile Statistik;
2) Mobile Satu Data; 3) PPID;
4) E-Learning (e-Milea dan e-Jaring);
5) Layanan PTSP terintegrasi dengan OSS; dan
6) Integrasi Aplikasi Perizinan (OSS KKP, SKP Online, RPHP, Sisterkaroline, HACCP).
Gambar 5.
Rapat Virtual Monitoring dan Evaluasi RB Tata Laksana Lingkup KKP
Kendala yang dihadapi saat ini dalam rangka penilaian komponen Reformasi Birokrasi bidang Tata Laksana, yaitu:
a. Belum seragamnya format peta proses bisnis eselon 1 yang disusun;
b. Perubahan proses bisnis karena adanya perubahan organisasi Kementerian Kelautan dan Perikanan; dan
c. Monitoring dan evaluasi area Tata Laksana sampai saat ini belum dilakukan.
Tindaklanjut pelaksanaan kegiatan Reformasi Birokrasi area Tata Laksana pada tahun selanjutnya, yaitu:
a. Penyeragaman format Peta Proses Bisnis level 0 dan level 1;
b. Monitoring dan evaluasi komponen Reformasi Birokrasi bidang Tata Laksana KKP;
c. Penyesuaian peta bisnis proses sesuai struktur organisasi yang baru.
3.2.2. Nilai Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
Dalam rangka pelaksanaan reformasi birokrasi (RB) dibidang penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik atau e-Government yang selanjutnya disingkat menjadi SPBE adalah penyelenggaraan pemerintahan dengan memanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikanan layanan kepada
pengguna SPBE. Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pedoman Evaluasi SPBE yang mengamanatkan kepada seluruh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, untuk melakukan evaluasi SPBE secara berkala. Penilaian mandiri SPBE ini merupakan proses penilaian terhadap pelaksanaan SPBE di Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menghasilkan suatu nilai Indeks SPBE yang menggambarkan tingkat kematangan (maturity level) dari pelaksanaan SPBE di Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah.
Tabel 8.
Target dan Realisasi IKU Nilai Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2020
SS Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Lingkup Pusat, Data, Statistik, dan Informasi Kelautan dan Perikanan Nama IKU Nilai Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE)
REALISASI 2020 Renstra 2020-2024 2015 2016 2017 2018 2019 Target Realisasi % Capaian % Kenaikan 2019-2020 Target 2020 % Capaian Thdp Target 2020 Target 2024 % Capaian Thdp Target 2024 - - - - 4,81 3,8 4,21 110,79 (12,47) 3,8 110,79 4,2 100,2
Realisasi IKU Nilai Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2020 dengan nilai 4,81 dengan kategori penilaian "Memuaskan". Hal ini menunjukan bahwa capaiannya telah melebihi target yang telah ditetapkan sebesar 3,8, dengan realisasi capaian tahun 2020 sebesar 110,79%. Apabila dibandingkan dengan realisasi pada tahun 2019, terjadi perbedaan sebesar -12,47%, Hal ini buka dikarenakan turunnya kinerja layanan SPBE di KKP, tetapi lebih kepada kurangnya pemahaman anggota tim evaluator Tahun 2019 dalam memahami matriks pertanyaan SPBE.
Penilaian Indeks SPBE diperoleh dari hasil pengukuran 3 (tiga) domain, 7 (tujuh) aspek, dan 37 (tiga puluh tujuh) indikator. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, nilai Indeks SPBE KKP adalah sebesar 4,21 dengan rincian untuk setiap domain sebagaimana dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 9.
Hasil Penilaian Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2020 Berdasarkan Domain
Domain Indeks
Kebijakan 4,41
Tata Kelola 4,43
Layanan 4,03
Indeks SPBE KKP 4,81
Hasil perolehan ini dapat dibandingkan dengan nilai Indeks SPBE tahun sebelumnya, baik evaluasi internal maupun eksternal. Pada tabel berikut dapat dilihat perbandingan nilai Indeks SPBE KKP Tahun 2019 dengan Tahun 2020.
Tabel 10.
Perbandingan Penilaian Mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Tahun 2020 secara Internal dan Eksternal Domain dan Aspek Indeks SPBE
KKP Evaluasi Internal Tahun 2019 Indeks SPBE KKP Evaluasi Eksternal Tahun 2019 Indeks SPBE KKP Evaluasi Internal Tahun 2020 Domain 1 : Kebijakan Internal SPBE 4,59 3,94 4,41
- Aspek 1 : Kebijakan Internal Tata Kelola SPBE
4,43 3,57 4,14
- Aspek 2 : Kebijakan Internal Layanan SPBE
4,70 4,20 4,60
Domain 2 : Tata Kelola SPBE 4,81 3,86 4,43
- Aspek 3 : Kelembagaan 4,50 3,00 4,00
- Aspek 4 : Strategi dan Perencanaan
5,00 4,00 4,00
- Aspek 5 : Teknologi Informasi dan Komunikasi
5,00 4,33 5,00
Domain 3 : Layanan SPBE 4,85 3,30 4,03
- Aspek 6 : Layanan Administrasi Pemerintahan Berbasis Elektronik
4,86 2,71 3,86
- Aspek 7 : Layanan Publik Berbasis Elektronik
4,83 4,33 4,33
Kegiatan yang telah dilaksanakan untuk tercapainya penilaian SPBE Tahun 2020 adalah :
a. Penetapan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 57/KEPMEN-KP/2020 tentang Tim Evaluator Internal Penyelenggaraan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tim ini mempunyai tugas untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara efektif, efisien, dan berkesinambungan dalam rangka mendukung pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
b. Membuat laporan evaluasi SPBE semester 1 dan 2 tahun 2020;
c. Melakukan evaluasi hasil penilaian SPBE dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, untuk meningkatkan nilai SPBE periode 2020;
d. Pemenuhan bukti dukung dokumen domain 3 layanan SPBE yang merupakan nilai paling rendah pada penilaian sebelumnya;
e. KKP telah bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara terkait dengan penyematan tanda tangan elektronik;
f. KKP telah menerapkan tanda tangan elektronik pada layanan naskah dinas (e-Layar). KKP melakukan pembangunan aplikasi Service Digital Signature dengan proyek percontohan pada aplikasi e-Layar;
g. Layanan naskah dinas (e-Layar) berkolaborasi dengan layanan SPBE lainnya, yaitu: layanan e-mail KKP dan layanan manajemen kepegawaian (e-Pegawai); h. Panduan penggunaan e-Layar telah disediakan untuk memudahkan pengguna
dalam mengoperasikan e-Layar;
i. Melaksanakan penilaian mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2020 yang dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2020;
j. Rapat Pleno penilaian mandiri Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun 2020 yang dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2020;
k. Penandatanganan Berita Acara Evaluasi Mandiri Sistem Pemerintahan Pemerintah Berbasis Elektronnik (SPBE) Tahun 2020, oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kepala Pusat Data, Statistik, dan Informasi selaku Penanggung Jawab (Supervisor) Evaluasi SPBE Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Tanggal 15 Desember 2020.
Hasil evaluasi penyelenggaraan SPBE KKP Tahun 2020 adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan hasil evaluasi internal yang telah dilakukan, KKP memperoleh Nilai Indeks SPBE sebesar 4,21 (Memuaskan);
b. Nilai indeks tertinggi adalah domain tata kelola, kemudian domain kebijakan, dan yang terendah adalah domain layanan;
c. Pada tahun berikutnya, KKP harus dapat menaikan nilai domain layanan dikarenakan memiliki bobot persentase yang terbesar;
Tindaklanjut pelaksanaan pemenuhan data dukung SPBE pada tahun selanjutnya, yaitu:
a. Penilaian SPBE menggunakan instrumen penelitian yang baru sesuai dengan Peraturan Menteria Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 59 Tahun 2020 tentang Pemantauan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Pada pertauran tersebut, domain layanan tetap memiliki bobot terbesar yaitu 45,50%;
b. Melakukan berbagai perbaikan terkait SPBE, terutama dari segi kebijakan yang harus secara kontinyu dievaluasi supaya dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan dan teknologi, tata kelola yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja, serta layanan yang terintegrasi dan senantiasa ditingkatkan; dan
c. Untuk dapat meningkatkan nilai Indeks SPBE 2021, maka diperlukan komitmen dari seluruh anggota tim evaluator untuk dapat bekerjasama dan memahami instrumen penilaian yang baru dengan seksama. Selain itu juga
diperlukan pendokumentasian yang apik dan berkala serta evaluasi kebijakan dan layanan yang mengarah pada integrasi layanan SPBE.
Gambar 6.
Rapat Koordinasi Virtual Pembahasan SPBE Lingkup KKP
3.2.3. Nilai Minimal yang Dipersyaratkan untuk Mendapat Predikat Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)
Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi adalah untuk membangun program Reformasi Birokrasi sehingga mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi yang anti korupsi, berkinerja tinggi, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Membangun percontohan pada tingkat Unit Kerja pada Instansi Pemerintah sebagai Unit Kerja menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Pada Tahun 2020 ini, Penetapan Unit Kerja sebagai target pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah Pusat Data, Statistik dan Informasi dengan layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Pertimbangan penetapan PTSP adalah memiliki peran dan penyelenggaraan fungsi memfasilitasi pelayanan terpadu yang strategis dan menerapkan reformasi birokrasi yang baik. Terkait dengan bahwa PTSP tidak melaksanakan proses pelayanan perizinan (yang dilaksanakan oleh masing-masing unit eselon I). Maka mekanisme yang dinilai dan dievaluasi adalah indikator pengungkit pada layanan PTSP (bukan pada layanan perijinan pada unit eselon Iterkait). Penunjukkan Pusat
Data, Statistik dan Informasi sebagai Unit Kerja Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi berdasarkan Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Nomor 8/KEP-SJ/2019 tentang Penetapan Pusat Data, Statistik, dan Informasi, Sekretariat Jenderal, Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Unit Kerja yang Dibangun menuju Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayanai di Lingkungan Instansi Pemerintah, syarat untuk menjadi unit kerja Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) sebagai berikut:
Tabel 11.
Syarat Nilai Minimal untuk menjadi unit kerja Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM)
Untuk mempersiapkan Pembangunan Zona Integritas Unit Kerja yang Memenuhi Batas Minimal Nilai Total yang Dipersyaratkan untuk Mendapat Predikat Menuju
Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), pada tahun ini, Pusat Data, Statistik dan Informasi telah melaksanakan beberapa kegiatan pada Tahun 2020, antara lain: 1. Penilaian mandiri oleh tim penilai lingkup Sekretariat Jenderal untuk data
dukung triwulan I, II dan III, yang dilaksanakan pada tanggal 14, 15, 16, 23, 24 Juli 2020, 7 dan 8 September 2020;
2. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan ZI menuju WBK bulan Juli, Agustus, dan September;
3. Menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi terhadap pembangunan ZI menuju WBK bulan Juni, Juli dan Agustus;
4. Mengumpulkan daftar hadir Kapusdatin bulan Juli, Agustus, dan September; 5. Implementasi kegiatan agen perubahan sesuai dengan rencana aksi;
6. Implementasi kegiatan rapat rutin Rabuan;
7. Sosialisasi budaya kerja di grup whatsapp dan media sosial; 8. Publikasi motto di grup whatsapp dan media sosial;
9. Pengumpulan bukti implementasi prosedur operasional standar (SOP); 10. Input capaian kinerja triwulan I s.d IV pada aplikasi Kinerjaku;
11. Operasionalisasi sistem manajemen SDM menggunakan teknologi informasi; 12. Pemberian pelayanan kepada publik dengan menggunakan teknologi
informasi;
13. Penyusunan laporan monitoring dan evaluasi pemanfaatan teknologi informasi pada pengukuran kinerja, operasionalisasi SDM dan pemberian pelayanan kepada publik bulan Juli, Agustus dan September;
14. Penerapan kebijakan keterbukaan informasi publik;
15. Penyusunan laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan keterbukaan informasi publik triwulan I s.d IV;
16. Monitoring dan evaluasi penempatan pegawai hasil rekrutmen Semester I dan II Tahun 2020;
17. Melakukan mutasi jabatan;
18. Penyusunan laporan monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan mutasi Semester I dan II Tahun 2020;
19. Pemberian kesempatan/hak untuk mengikuti diklat maupun pengembangan kompetensi lainnya;