• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI ANTENA ULTRAWIDEBAND

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PERANCANGAN DAN REALISASI ANTENA ULTRAWIDEBAND"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

36

PERANCANGAN DAN REALISASI ANTENA ULTRAWIDEBAND

Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi antena ultrawideband dengan desain elips pada frekuensi 1 GHz – 15 GHz dengan menggunakan FR4. Mulai dari perhitungan matematis, perancangan ukuran, dan desain antena sesuai dengan spesifikasi yang telah dibahas pada bab 3. Pada perancangan antenna UWB ini mengacu pada teori dan perhitungan di bab 2, kemudian dari teori tersebut akan didapatkan sebuah rancangan dan antenna yang akan dibuat. Kemudian dari desain tersebut akan disimulasikan menggunakan Sonet Software untuk mendapatkan gambaran nilai besaran-besaran antenna yang akan dibuat. Pada tahap akhir akan dilakukan fabrikasi rancangan antenna tersebut, dan selanjutnya akan dilakukan pengukuran.

4.1 Perancangan Antenna Ultrawideband Desain Elips

Pada awal perancangan, untuk langkah pertama kali yang dilakukan adalah

menghitung ukuran W (Width) yang akan digunakan. Pada penelitian ini, antenna

dirancang dengan elips desain dengan rentang frekuensi dimulai dari 1 GHz – 15

GHz. Dalam penelitian ini, penulis akan melakukan simulasi dengan mengatur

beberapa variabel ukuran, diantaranya a, b, l

1

, l

2

, h. Hal ini dilakukan untuk

mendapatkan dan membandingkan nilai S

11

, atau return loss pada masing-masing

bentuk antenna tersebut.

(2)

4.1.1 Perhitungan Lebar Mikrostrip Pengumpan

Dalam menghitung lebar mikrostrip pengumpan, berhubungan dengan impedansi gelombang untuk mendapatkan impedansi gelombang sebesar 50 Ω.

Pada umumnya standard impedansi input dan output peralatan yang digunakan industry telekomunikasi memiliki impedansi sebesar 50 Ω. Oleh karena itu untuk mencapai kesesuaian impedansi dan transfer daya antara antenna UWB dengan saluran transmisi, maka untuk impedansi dari antenna yang dibuat , dengan impedansi sama yaitu 50 Ω.

Dari persamaan sebelumnya, maka untuk lebar mikrostrip pengumpan dapat dihitung dengan perhitungan sebagai berikut.

   

0 ,5 0

0 ,5

0 ,5

2

1,5 2 2 1,5 2

0 ,1 1 0 , 2 3

6 0

5 0 4 , 4 1 0 ,1 1

0 , 2 3

6 0 2 4 , 4

0 , 8 3 2 , 7 0 , 6 2 0 , 2 5 5 1, 5 2

8 2 8

1, 6 2

1, 9 3 4 1,

1 1

2 1

6

1, 9 3 4

4 , 4 1

4 1

,

,

1 6 3

4

r r

r

A A

r

A Z

A A A

W e

h e

W e

e W

W

 

 

 

 

          

  

 

          

 

 

 

 

(3)

Berdasarkan perhitungan tersebut, diperoleh lebar mikrostrip pengumpan (W) untuk antenna UWB elips desain dengan material FR4 yang memiliki permitivitas relatif 4,6 adalah 3 mm.

4.1.2 Perhitungan Besaran Antenna

Pada pembahasan perhitungan besaran antenna UWB elips desain dengan rentang frekuensi dari 1 GHz – 15 GHz, seperti return loss, gain dan VSWR dihitung dengan menggunakan software Sonet dengan mengatur beberapa variabel ukuran, diantaranya a, b, l

1

, l

2

, H. Return loss yang diinginkan pada rancangan antenna UWB elips desain dengan rentang frekuensi dari 1 GHz – 15 GHz adalah

<-10 dB. Karena rancangan antenna merupakan antenna mikrostrip yang terbuat dari material FR4, sehingga gain yang dicapai hingga sekitar 6 dBi.

4.2 Simulasi Hasil Rancangan Antenna UWB Elips Desain 1 GHz – 15 GHz

Pada perancangan awal melalui proses perhitungan sudah ditentukan nilai W adalah 3 mm, sehingga pada simulasi dilakukan dengan mengatur beberapa variabel ukuran, diantaranya a, b, l

1

, l

2

, h.

Dilakukan simulasi dengan memvarisaikan panjang b, sehingga dari 6

variasi yang simulasikan diperoleh satu yang memiliki factor refleksi lebih baik

dari yang lain.

(4)

Tabel 4.1 VariasiUkuran Panjang b

No

Ukuran Panjang b

1 5 mm

2 6 mm

3 7 mm

4 8 mm

5 9 mm

6 10 mm

Gambar 4.1 Perbandingan return loss variasi panjang b

Dari 6 ukuran panjang b, didapatkan dengan panjang 5 mm yang memiliki factor refleksi lebih baik dari yang lainnya.

Setelah dilakukan penentuan panjang b, didapatkan 5 mm, selanjutnya

akan dilakukan simulasi untuk menentukan panjang a.

(5)

Tabel 4.2 Variasi Ukuran Panjang a

No

Ukuran Panjang a

1 6 mm

2 7 mm

3 8 mm

4 9 mm

5 10 mm

Gambar 4.2 Perbandingan return loss variasi panjang a

Dengan memvariasikan panjang a, dari 5 ukuran panjang, didapatkan dengan panjang 10 mm yang memiliki factor refleksi lebih baik dari yang lain.

Setelah dilakukan penentuan panjang b didapatkan 5 mm, panjang a

didapatkan 10 mm, selanjutnya dilakukan simulasi untuk menentukan panjang l

1

.

(6)

Tabel 4.3 Variasi Ukuran Panjang l

1

No

Ukuran Panjang l

1

1 22,75 mm

2 23,75 mm

3 24,75 mm

4 25,75 mm

5 26,75 mm

Gambar 4.3 Perbandingan return loss variasi panjang l

1

Dengan memvariasikan panjang l

1

dari 5 ukuran panjang, didapatkan dengan panjang 26,75 mm yang memiliki factor refleksi lebih baik dari yang lain.

Setelah dilakukan penentuan panjang b didapatkan 5 mm, panjang a

didapatkan 10 mm, panjang l

1

didapatkan 26,75, selanjutnya dilakukan simulasi

untuk menentukan panjang l

2

.

(7)

Tabel 4.4 Variasi Ukuran Panjang l

2

No

Ukuran Panjang l

2

1 5.5 mm

2 6 mm

3 6.5 mm

4 7 mm

5 7.5 mm

Gambar 4.4 Perbandingan return loss variasi panjang l

2

Dengan memvariasikan panjang l

2

dari 5 ukuran panjang, didapatkan dengan panjang 7,5 mm yang memiliki factor refleksi lebih baik dari yang lain.

Setelah dilakukan penentuan panjang b didapatkan 5 mm, panjang a

didapatkan 10 mm, panjang l

1

didapatkan 26,75, panjang l

2

didapatkan 7,5

selanjutnya dilakukan simulasi untuk menentukan panjang h.

(8)

Tabel 4.5 Variasi Ukuran Panjang h

No

Ukuran Panjang h

1 8,25 mm

2 8,75 mm

3 9 mm

4 9,25 mm

5 9,5 mm

Gambar 4.5 Perbandingan return loss variasi panjang h

Dengan memvariasikan panjang h dari 5 ukuran panjang, didapatkan dengan panjang 9,25 mm yang memiliki factor refleksi lebih baik dari yang lain.

Setelah dilakukan penentuan panjang b didapatkan 5 mm, panjang a

didapatkan 10 mm, panjang l

1

didapatkan 26,75, panjang l

2

didapatkan 7,5 dan

panjang h didapatkan 9,25 mm, selanjutnya dari beberapa nilai variabel tersebut

(9)

dikombinasikan dalam sebuah model rancangan, dan didapatkan 3 model rancangan yang memiliki factor refleksi lebih baik dari yang lain.

Gambar 4.6 Model rancangan 1

Gambar 4.7 Model rancangan 1 dalam 3D

(10)

Model rancangan diatas merupakan kombinasi dari beberapa hasil simulasi yang memiliki nilai a=10 mm, b=5 mm, h=9,25, l

1

= 7,5 l

2

= 27,75, yang memiliki factor refleksi sebagai berikut

Grafik 4.8 Return loss untuk model rancangan 1

Gambar 4.9 Model rancangan 2

(11)

Gambar 4.10 Model rancangan 2 dalam 3D

Model rancangan diatas merupakan kombinasi dari beberapa hasil simulasi yang memiliki nilai a=8 mm, b=5 mm, h=9,25, l

1

= 7,5 l

2

= 27,75, yang memiliki factor refleksi sebagai berikut

Grafik 4.11 Return loss untuk model rancangan 2

(12)

Gambar 4.12 Model rancangan 3

Gambar 4.13 Model rancangan 3 dalam 3D

Model rancangan diatas merupakan kombinasi dari beberapa hasil simulasi

yang memiliki nilai a=7 mm, b=6 mm, h=9,25, l

1

= 7,5 l

2

= 27,75, yang memiliki

factor refleksi sebagai berikut

(13)

Grafik 4.14 Return loss untuk model rancangan 3

4.3 Fabrikasi Antenna UWB Desain Elips

Selanjutnya setelah mendapatkan hasil simulasi dan optimasi ukuran dan besaran antenna, maka tahap selanjutnya adalah fabrikasi. Untuk bahan yang digunakan adalah material FR4 dengan ketebalan 1,6 mm. Setelah hasil simulasi didapatkan, maka dilanjutkan pada pembuatan lay-out antenna UWB yang akan direalisasikan dalam bentuk film negative pada masing-maisng rancangan antenna. Dari film negative yang telah dibuat, akan dicetak pada bahan PCB, melalui proses photo etching yang memiliki tingkat ketelitian hingga 10 mikron.

Pada proses photo etching ini dikerjakan oleh salah satu jasa servis pembuatan

PCB. Setelah hasil etching sudah selesai, maka tahap selanjutnya adalah

penyambungan konektor dengan material PCB yaitu dengan menyolder. Proses

solder ini, memerlukan kehati-hatian karena jika terlalu banyak timah yang

tertuang pada material akan mempengaruhi kualitas yang berbeda pada hasil

simulasi.

(14)

Berikut ini hasil fabrikasi.

(a)

(b)

(15)

(c)

(d)

Gambar 4.15 (a) Film pada proses photo etching (b) Realisasi 3 model Antenna UWB Elips desain (c) dan (d) pengukuran menggunakan penggaris

didapat panjang FR4 3 cm dan lebarnya 1,5 cm.

(16)

4.4 Pengukuran Dan Analisa Antena UWB Elips Desain

Pada bagian akhir dari penelitian ini adalah pengukuran factor refleksi dan VSWR dari antenna yang telah dibuat. Pengukuran tersebut dilakukan dengan menggunakan Vector Network Analyzer (VNA) diproduksi perusahaan Rohde- Schwarz dengan frekuensi kerja 1 GHz – 15 GHz. Factor refleksi atau return loss merupakan besaran daya pantul yang disebabkan oleh ketidaksesuaian impedansi input dengan saluran transmisi. Besarnya return loss bergantung pada perbandingan antara tegangan yang dipantulkan dengan tegangan yang masuk.

Semakin besar return loss maka koefisien pantul yang dihasilkan semakin kecil.

Nilai koefisien pantul yang semakin kecil akan menghasilkan VSWR yang semakin kecil pula dan menunjukkan saluran yang mendekati sepadan (matching).

4.4.1 Data Hasil Pengukuran

Dari hasil pengukuran yang sudah dilakukan pada 3 model rancangan

antenna, diperoleh hasil sebagai berikut.

(17)

Gambar 4.16 Return loss pada antenna model 2

Nilai return loss yang lebih baik dari antenna model 1, dimana nilai return loss <-10 dB yaitu 5,3 GHz – 8,2 GHz dan pada 11,2 GHz sampai pada frekuensi yang tidak diketahui, karena pada pengukuran hanya sampai frekuensi 15 GHz.

Untuk nilai VWSR diperoleh nilai <2 yang in-line dengan keadaan factor

refleksi ketika <-10 dB

(18)

Gambar 4.17 VSWR pada antenna model 2

Gambar

Tabel 4.1 VariasiUkuran Panjang b  No  Ukuran Panjang  b  1  5 mm  2  6 mm  3  7 mm  4  8 mm  5  9 mm  6  10 mm
Tabel 4.2  Variasi Ukuran Panjang a  No  Ukuran Panjang  a  1  6 mm  2  7 mm  3  8 mm  4  9 mm  5  10 mm
Tabel 4.3 Variasi Ukuran Panjang l 1 No  Ukuran Panjang  l 1 1  22,75 mm  2  23,75 mm  3  24,75 mm  4  25,75 mm  5  26,75 mm
Tabel 4.4 Variasi Ukuran Panjang l 2 No  Ukuran Panjang  l 2 1  5.5 mm  2  6 mm  3  6.5 mm  4  7 mm  5  7.5 mm
+7

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat perencanaan yang matang dan ditunjang dengan mekanisme manajerial yang baik serta terdapat dukungan sumber daya dan sumber dana yang memadai, akan sangat

Perancangan dan realisasi patch array antenna radar FMCW pada frekuensi 9.4 GHz dengan catuan probe coaxial.. 1

Penilaian kualitas spermatozoa baik cair maupun beku post thawing tidak cukup hanya berdasarkan kepala motilitas saja (Uysal et al ., 2006), tetapi perlu dilakukan

Pada naungan 52%, genotipe kacang hijau toleran naungan memiliki karakter anatomi daun lebih tebal, sel epidermis lebih tipis, jaringan palisade lebih panjang, jumlah

Langkah realistis mengenai kebutuhan yang tidak terpenuhi harus mencakup 60 persen perempuan menikah yang sedang menggunakan kontrasepsi, tetapi kondisi fisik dan

Mengangkat mereka yang nama-namanya yang.tercantum dalam kolom 2 lampiran keputusan ini sebagai pengajar / asisten pada program Studi Teknologi Pangan (S-l)

nilai intensitas terbaik 0,0003831 didapatkan pada saat penjadwalan terdapat tujuh jadwal yang tidak sesuai dengan keinginan waktu dosen mengajar, tiga jadwal bentrok, satu jadwal

Proses identifikasi prioritas perbaikan indikator kinerja kunci dilakukan dengan mengadopsi teknik penyebaran fungsi kualitas (Quality Function Deployment), dengan membangun