• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARANDAERATI PROPINSI DAERAH TINGI{AT I BALI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARANDAERATI PROPINSI DAERAH TINGI{AT I BALI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARANDAERATI

PROPINSI DAERAH TINGI{AT I BALI

NOMOR :

189

TAIIUN :

1995

SERI:

D NO. 187 GUBERNUR

KEPAI,A DAERAII TINGKAT I BALI

KEPUTUSAN GUBERNUR

KEPAI,A

DAERAH

TINGKAT I BALI

NOMOR 378

TAIIUN

1995

TENTANG

PENETAPAN UANG BIAYA PEMERINTAIIAN DARI

PENGUASA TI.]NGGAL

KABUPATENIKOTAMADYA

DAERATI

TINGKAT II DI BALI

GUBERNUR

KEPAI,A DAERAII TINGKAT I BALI, Menimbang :

a.

arti

memimpin Pemerintahan, mengkoordinasi- kan pembangunan dan membina masyarakat di segala bidang

perlu

disediakan biaya pemerin- tahan dari Penguasa Tunggal;

b.

bahwa Menteri Dalam Negeri dengan suratnya tanggal 30

Januari

1995 Nomor 908/B6B/pUOD,

tentang

Pedoman Pen5rusunan Anggaran pen- dapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 1995/1996

Lampiran ID.4a.3b

menetapkan penyediaan

kredit

anggaran

untuk

Biaya peme-

rintahan

Penguasa

Tunggal Kepala

Daerah

(2)

Mengingat

Merietapkan

:

setinggi-tingginya Rp. 650.000.000,00, bagi Daerah Tingkat

I

dan

untuk

Daerah Tingkat

II

ditetap- kan oleh Gubernur Kepala Daerah'Iingkat I;

c.

bahwa berhubungan dengan hal tersebut

hurufa

dan b maka perlu ditetapkan Keputusan

Gubernur

Kepala Daerah Tingkat I BaIi tentang Penetapan Uang Biaya Pemerintahan dari Penguasa Tunggal Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat

II

di Bali.

1.

Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lem- baran Negara Republik Indonesia

Tahun

1958 Nomor 1 15; TambahanLembaranNegara Republik Indonesia Nomor 1649);

2.

Undang-undang Nomor

5 Tahun

7974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di D aerah (Lemb aran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor

38; Tambahan Lembaran Negara Repubiik

Indonesia Nomor 3037);

3.

Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1975 ten- tang Pengurusan, Pertanggungiawaban dan Pe- ngawasan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1975 Nomor 5);

4. Peraturan

Pemerintah

Nomor 6 Tahun

1975 tentang Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Pelaksanaan

Tata

Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan

Anggaran Pendapatan dan Belanja

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1975 Nomor 6);

5.

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 1994 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

M EMUTUSKAN:

KEPUTUSAN

GUBERNUR

KEPALA

DAERAH TINGKAT

I BAII

TENTANG PENETAPAN UANG

(3)

BIAYA PEMERINTAHAN DARI

PENGUASA TUNGGAL KABUPATENIKOTAMADYA DAERAH TINGKAT

II

DI

BALI

Pasal

1

(1)

tlntuk menunjang kegiatan Bupati/Wali-

kotamadya Kepala Daerah

Tingkat II

sebagai

koordinator dalam bidang pemerintahzu-I, pem- bangunan dan masyarakat, maka dapat disedia-

kan

Uang Biaya Pemerintahan

dari

Penguasa Tunggal.

(2)

Besarnya Uang Biaya Pemerintahan dari

Penguasa Tunggal Tingkat II sesuai dengan besar kecilnya Pendapatan Asli Daerah

fingkat II

dan

Tidak melebihi Uang Pemerintahan dari Penguasa Tunggal Tingkat

I

Bali.

(3) Rincian besarnya Uang Pemerintahan

dari

Pe- nguasa Tunggal sebagaimana ayat

(2)

adalah

sebagai berikut

:

'

a.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- Iah Rp. 1.500.000.000,00 maksimal ditetapkan Rp. 93.500.000,00 per tahun.

b.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 2.000.000. 000,00 maksimal ditetapkan Rp. 105.500.000,00 per tahun.

c.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 2.500.000.000,00 maksimal ditetapkan Rp. 117.000.000,00 per tahun,

d.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 3.000.000. 000,00 maksimal ditetapkan Rp. 128.500.000,00 per tahun.

e.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 3.500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 140.500.000,00 per tahun.

f.

PendapatanAsliDaerahsampaidenganjumlah

Rp.

4.000.000.000,00

maksimal

ditetapkan Rp. 152,000.000,00 per tahun.

(4)

6

h.

I

Pendapatan Asli Daerah sampai denganjumlah

Rp.

4.500.000.000,00

maksimal

ditetapkan Rp. 163.500.000,00 per tahurl.

Pendapat;an AsIi Daerah sampai dengan jum-

lah Rp

5;.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 175.500.000,00 per tahun.

Pendapat;an Asii Daerah sampai dengan jum-

Iah

Rp. tt.500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 187.500.000,00 per tahun.

Pendapat;an Asli Daerah sarnpai dengan jum- lah Rp. 6. t)00. 0 00. 000,00 maksimal ditetapkan Rp. 199.000.000,00 per tahun.

Pendapat;an Asli Daerah sampai dengan jum-

Iah

Rp. 6.500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 210.500.000,00 per tahun.

Pendapatan AsIi Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 7.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 222.500.000,00 per tahun.

Pendapal;an Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 7. 15 00. 0 00. 00 0, 00 maksimal ditetapkan Rp. 234.000.000,00 per tahun.

Pendapal;an Asli Daerah sampai dengan jum-

Iah

Rp. 8.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 245.500.000,00 per tahun.

Pendapal,an Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 8.600.000. 000,00 maksimal ditetapkan Rp. 257.0t00.000,00 per tahun.

Pendapal,an Asli Daerah sampai dengan jum-

iah

Rp. 9.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 2168.500.000,00 per tahun.

Pendapal;an Asli Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 9.500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. i180.000.000,00 per tahun.

Pendapal;an Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 10.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. i|91.500.000,00 per tahun.

k.

J

l.

n.

o.

p

q

r.

(5)

s.

Pendapatan AsIi Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 10t.500.000:000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 303.000.000,00 per tahun.

t.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- Iah Rp. 11.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 3114,500.000,00 per tahun.

u.

Pendapatzrn Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 11..500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 326.000.000,00 per tahun.

v.

PendapatumAsli Daerah sampai denganjumlah

Rp.

12.0010.000.000,00 maksimal ditetapkan Rp. 337.500.000,00 per tahun.

w. Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- Iah Rp. 121.500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 3,19.000.000,00 per tahun.

x.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 13.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 360.500.000,00 per tahun.

y.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- lah Rp. 13.500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 3'72.000.000,00 per tahun.

z.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum- Iah Rp. 14.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 383.500.000,00 per tahun.

a. a. Pendapatan Asli Daerah s ampai dengan jumlah

Rp.

14.500.000.000,00 maksimal ditetapkan Rp. 395.000.000,00 per tahun.

b.b. Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 15.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 4C16,500.000,00 per tahun.

c.c. PendapataLn Asli Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 15.500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 4l8.000.000,00 per tahun.

d.d. PendapataLn AsIi Daerah sampai dengan jum-

Iah

Rp. l€i.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 429.500.000,00 per tahun.

(6)

e.e. PendapatanAsli Daerah sampai denganjumlah Rp. 16. 500. 000.000,00 maksimal ditetapkan Rp.

441.000.000,00 per tahun.

f.f.

Pendapatan AsIi Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 17.000.000,000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 452.500.000,00 Per tahun.

g.g. Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 17.500.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 464.000.000,00 Per tahun.

h.h. Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum-,

Iah

Rp. 18.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 475.500.000,00 Per tahun.

i.i.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jumlah

Rp. 18. 500. 000.000,00 maksimal ditetapkan Rp.

487.000.000,00 per tahun.

y.y. Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 19.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 498.500.000,00 Per tahun.

k.k. Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 19.500.000.000,00 maksimal ditetap-

kaii

Rp. 510.000.000,00 Per tahun.

l.l.

Pendapatan Asli Daerah sampai dengan jum-

lah

Rp. 20.000.000.000,00 maksimal ditetap- kan Rp. 525.000.000,00 Per tahun.

m.m.Pendapatan

Asli Daerah

diatas

Rp.

20.000.000.000,00 maksimal ditetapkan Rp. 550.000.000,00 Per tahun.

Pasal

2

Penganggaran Uang Pemer:intahan

dari

Penguasa Tunggal Tingkat

II

dapat lebih kecil dari penetapan Pasal

1 ayat

(3), sesuai dengan kemampuan Ke- uangan Daerah Tingkat

II

masing-rriasing.

Pasal

3

,Perubahan plafond sebagaimana Pasal 1 ayat (3), ditetapkan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

(7)

Pasal

4

Keputusan

ini

berlaku surut mulai tanggal S

April

1995

' 3;:"j?:ffi"l' , lo"]llii6,u

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BALI, ttd.

IDA BAGUS

OKA

Keputusan

ini

disampaikan kepada :

1' Menteri

Dalam Negeri

cq. Dirjen puoD Jalan

Merdeka

utara

Nomor 7 di Jakarta

2'

Ketua DPRD Propinsi Daerah

ringkat I

Bali di Denpasar (B expl).

3.

Inspektur

wilayah

propinsi Daerah

rinlkat I

Bali di Denpasar.

4.

Kepala Biro Keuangan Setwilda Tingkat

I

Bali di Denpasar.

5.

Kepala Biro Hukum Setwilda Tingkat

I

Bali di Denpasar (11 expl).

6.

Kepala

Biro

Bina pemerintahan

setwilda Tingkat I Bali di

Den- pasar.

7.

BupatiAValikotamadya Kepala Daerah Tingkat

II

se_Bali.

8'

Ketua DPRD Kabupaten/Kotamadya Daerah

ringkat II

se-Bali.

Diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali

Nomor :

189

Tanggal :

24 Agustus 199b

Seri :D Nomor :1g2.

Sekretaris Wilayah/Daerah Tingkat

I

Bali, ttd.

DEWA BERATIIA.

/

Pembina Utama NIP. 010049857.

Referensi

Dokumen terkait

Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah strategi Modeling The Way dengan media gambar dapat meningkatkan

 Mahasiswaberpengalaman berdiskusi tentang asal tradisi sejarah Mahasiswa mampu:  Menjelaskan sejarah perubahan sosial di nusantara  Menjelaskan asal tradisi sejarah

Kepala Daerah Pengadaan barang dan pemborongan pekerjaan yang dilakukan dalam lingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali sebagaimana di- maksud pada diktum

Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 1 Tahun 1993 tentangPedoman Organisasi dan Tata Kerja Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Daerah Tingkat I dan Dinas Lalu

Ijin Pemasukan adalah ijin tentang pemasukan dan pengendaran minuman keras ke Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Bali, yang dikeluarkan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat

kambing dan rendaman seresah Salvinia disebabkan oleh faktor ketersediaan makanan. Semakin tinggi konsentrasi media yang digunakan semakin tinggi pula sumber makan

Secara garis besar, ancaman tersebut dapat kita bagi menjadi dua bagian yaitu malpractice (salah mengobati) yang terkait dengan penguasaan ilmu kedokteran seorang dokter

Pemberian segenap diri kepada Allah dan kepada saudara, yang hari demi hari menimba semangat dari Injil, seperti dilakukan oleh kedua bruder Feliks, itulah motivasi kokoh-kuat